Stories from the heart
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > Sepasang Kaos Kaki Hitam
Total Views: 844790 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 7 of 476 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›

harrizdway - 23/10/2010 08:27 AM
#121

Quote:
Original Posted By pujangga.lama
maaf semalem belum sempet update krn sibuk. malem ini akan gw update shakehand


mana janji manismu boy?? matabelo:
Bharthemius - 23/10/2010 02:59 PM
#122

selamat hari.. apapun ini dirimu membaca tulisan ini.Sepasang Kaos Kaki Hitam

diriku ingin sedikit berkomentar mengenai trit ini dulu...

awalnya trit ini di buat dengan sangat perlahan. seperti membuat ridlle, sang Pencerita berhasil membuat orang yang baca menelaah kata perkata dengan sangat perlahan dan dengan antusias yang rendah.

tapi sayangnya itu hanya ada di bagian awal. perlahan namun pasti cerita semakin lama semakin cepat dan menegangkan.

apakah dirimu pernah berdiri di atas tepi pantai yang berpasir? metaforanya seperti itu.
berdiri dan menikmati keindahan pantai namun secara tidak sadar air laut yang menerpa kaki secara perlahan membenamkan telapak kaki yang sedang menjadi pijakan pada pasir.

seperti itulah trit ini.

diriku awalnya menganggap kisah ini biasa saja. namun secara pasti dan perlaha, tentu saja TS berhasil membenamkan diri ini sehingga tidak dapat lepas melahap update demi update.

kalo di ibaratkan. membaca cerita ini layaknya 'orang yang sedang mengintip dari lubang kunci'. kita hanya bisa melihat sedikit saja dari lubang kunci dan kemudian menerka-nerka apa yang ada di balik lubang itu..

perlahan-lahan menerka dan kemudian secara cepat kita langsung menyadari perubahan orientasi yang terjadi di dalam ruangan itu.

cerita yang sumpah sangat menarik. dengan alur yang cepat dan tak terduga...

tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya ada orang yang rela melukai dirinya sendiri. satu yang bisa diriku berikan masukan... apa yang di lakukan cwe itu merupakan 'pertimbangan terbalik', artinya apa? dia membuat rasa sakit uuntuk menghilangkan rasa yang lebih sakit..

dan yang terakhir.. diriku mengucapkan rasa berduka cita yang sedalam-dalamnya atas rasa kehilangan itu.

bahagia selalu brothe. dirimu baru saja mendapat pembaca setia yang tidak sabar menanti kelanjutan kisah dirimu.. yaitu, diriku..
grindylow - 23/10/2010 09:28 PM
#123

Gan updatenya gan ditungguin nih ganSepasang Kaos Kaki Hitam
pujangga.lama - 23/10/2010 10:20 PM
#124

Quote:
Original Posted By Bharthemius
selamat hari.. apapun ini dirimu membaca tulisan ini.Sepasang Kaos Kaki Hitam

diriku ingin sedikit berkomentar mengenai trit ini dulu...

awalnya trit ini di buat dengan sangat perlahan. seperti membuat ridlle, sang Pencerita berhasil membuat orang yang baca menelaah kata perkata dengan sangat perlahan dan dengan antusias yang rendah.

tapi sayangnya itu hanya ada di bagian awal. perlahan namun pasti cerita semakin lama semakin cepat dan menegangkan.

apakah dirimu pernah berdiri di atas tepi pantai yang berpasir? metaforanya seperti itu.
berdiri dan menikmati keindahan pantai namun secara tidak sadar air laut yang menerpa kaki secara perlahan membenamkan telapak kaki yang sedang menjadi pijakan pada pasir.

seperti itulah trit ini.

diriku awalnya menganggap kisah ini biasa saja. namun secara pasti dan perlaha, tentu saja TS berhasil membenamkan diri ini sehingga tidak dapat lepas melahap update demi update.

kalo di ibaratkan. membaca cerita ini layaknya 'orang yang sedang mengintip dari lubang kunci'. kita hanya bisa melihat sedikit saja dari lubang kunci dan kemudian menerka-nerka apa yang ada di balik lubang itu..

perlahan-lahan menerka dan kemudian secara cepat kita langsung menyadari perubahan orientasi yang terjadi di dalam ruangan itu.

cerita yang sumpah sangat menarik. dengan alur yang cepat dan tak terduga...

tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya ada orang yang rela melukai dirinya sendiri. satu yang bisa diriku berikan masukan... apa yang di lakukan cwe itu merupakan 'pertimbangan terbalik', artinya apa? dia membuat rasa sakit uuntuk menghilangkan rasa yang lebih sakit..

dan yang terakhir.. diriku mengucapkan rasa berduka cita yang sedalam-dalamnya atas rasa kehilangan itu.

bahagia selalu brothe. dirimu baru saja mendapat pembaca setia yang tidak sabar menanti kelanjutan kisah dirimu.. yaitu, diriku..


wouw komen sist cucut kyk nya lebih seru dari ceritanya sendiri o

terimakasih sist, tapi yg gw bold maksudnya apa ya?
Garuda diDadaku - 24/10/2010 10:38 AM
#125

mana neh updatenya gan? bingung:Sepasang Kaos Kaki Hitam
pujangga.lama - 24/10/2010 10:45 AM
#126

Quote:
Original Posted By Garuda diDadaku
mana neh updatenya gan? bingung:Sepasang Kaos Kaki Hitam


hehehe..
maap baru ada wktu sekarang. mau update kok ini juga o Peace:
pujangga.lama - 24/10/2010 12:01 PM
#127
Part 15
"jadi gimana nih selanjutnya?" tanya gue ke Indra sambil menatap tumpukan obat yg tadi diberikan dokter.

Indra diam sebentar.

"kita tunggu dia bangun dulu, baru kita bicarakan baik-baik apa yg harus kita lakukan." jawabnya.

potongan kain di kedua kakinya sudah diganti dengan perban oleh dr. Yusuf. wanita berkaos kaki hitam itu kini jadi wanita "berkaos kaki" putih. dalam hati gue sendiri nggak pernah menyangka kaos kaki hitam yg dipakainya ternyata untuk menutupi bekas-bekas luka yg dibuatnya sendiri. muncul rasa iba sekaligus takut melihat sosok wanita yg sekarang sedang tertidur di kasur.

gue melangkah keluar kamar menuju tembok balkon favorit gue. haah...betapa tadi gue masih meratapi kesedihan karena kehilangan Eci dan beberapa jam terakhir pikiran gue tersedot ke wanita berkelainan jiwa bernama Mevally. sekarang waktunya gue mengistirahatkan otak gue.

gue duduk di kursi kecil depan kamar yg gue taroh di sudut tembok balkon. sambil menjulurkan kaki gue coba pejamkan mata. menikmati heningnya malam yg sejuk ini.

"Ri," belum juga lima detik gue pejamkan mata suara Indra terdengar memanggil di sebelah kiri gue berada.

"apa?" gue menoleh.

"gue mau buang pakaian bekas tadi," katanya mengangkat sebuah kantong hitam berisi pakaian berlumur darah yg tadi kami pakai sebelum mandi. "sekalian beli nasi goreng. lo mau nitip?"

"boleh tuh."

sial, begitu tersedotnya pikiran gue sampai-sampai gue lupa sejak siang tadi gue belum mengisi perut.

"pedes nggak? telornya dicampur apa dipisah?" tanya Indra lagi.

"pedes tapi telornya dipisah." itu adalah menu favorit gue kalau makan nasi goreng. ternyata Indra masih belum hafal juga padahal gue sering nitip beli nasi goreng ke dia.

"ya udah tolong lo jagain cewek ini yah.." lanjut Indra lalu melangkah menuruni tangga. suara sandalnya beradu dengan lantai keramik terdengar seperti sebuah irama yg memecah keheningan malam ini.

heyy...kok gue baru sadar yaa malam ini sepi banget nih kosan? pada kemana para penghuni kamar yg biasanya begitu berisik dengan lagu-lagu dari speaker mereka? sekarang malah suara jangkrik yg bersahutan menyanyikan senandung mereka.

dan tiba-tiba gue melihatnya! Echi! dia berdiri di depan tempat gue duduk!!

aah..itu di dalam pikiran gue aja. ketika gue buka kedua mata gue, nggak ada siapapun di sana. hanya sebuah kekosongan yg begitu hampa. sama dengan yg gue rasakan sekarang dalam hati gue.

sangat menyakitkan rasanya mendapati kenyataan orang yg kita cintai harus direnggut dengan cara yg begitu tragis. kadang gue menerka seperti apa wajah "malaikat pencabut nyawa" yg sudah membuat gue merasakan sakit yg sangat ini. dan jantung gue selalu berdegup kencang tanda emosi gue naik setiap mencoba menerka hal itu.

gue menarik nafas berat. ah, rasanya nafas gue selalu berat setelah kehilangan Echi. entah apa yg harus gue katakan buat menggambarkan sakit ini.

gue hanya diam membiarkan otak gue bermain dengan bayangan-bayangan yg berkelebat nggak jelas. entah sudah berapa lama gue terdiam saat sebuah suara membawa gue ke alam sadar.

"woii...malah molor di depan kamer!" suara Indra mengagetkan gue.

"eh, lo udah balik Dul. kok gue nggak denger suara lo ya?"

"orang tidur mana bisa denger suara?" Indra tertawa.

dia menarik kursi dari depan kamar nomor 21 dan menyeretnya ke dekat gue.

"laper banget nih gue," katanya.

"kok elo beli tiga bungkus? lo mau makan dua?" tanya gue melihat jumlah bungkusan nasi di kantong di tangan Indra.

"gue beliin buat cewek itu. kasian dia juga laper gue yakin."

kami mulai menyantap nasi di tangan kami. ah, akhirnya perut gue terisi juga..rasanya seperti dua tahun kelaparan! (lebay...lebay....)

"udah jam sepuluh nih," gue mengecek jam di hp. "tuh cewek belum bangun juga, dan gue yakin nggak akan bangun sampe besok pagi. jadi gimana?"

"kita tidur aja deh. besok gue kan shif pagi."

"ya udah gue duluan yaa," gue buka pintu kamar gue.

"eeh...mau kemana lo?" Indra menarik leher kaos gue.

"kan lo bilang kita tidur dul??" protes gue.

"tidur dimane lo?"

"ya di kamer gue laah. masa di kamer lo?!"

"ide bagus. lo tidur di kamer gue."

"lho, kok gitu? kan ada si Meva di sana? lo mau temen lo ini diperkosa sama tuh cewek??"

"aje gile! otak lo isinya bokep mulu!" Indra menepuk jidat gue. "tenang aja lo nggak akan diperkosa sama dia. paling juga kepala lo dikuliti pake silet pencukur jenggot!"

"ogah ah! gue tidur di kamer gue!"

"ya udin gue ikut."

"dari tadi kek bilang lo numpang di kamer gue gitu..kan nggak perlu debat nggak penting."

"yaah...penting nggak penting serah lo aja dah."

dan kami mulai mencari tempat yg nyaman untuk mengirim kami ke alam mimpi.

"eh, pintu kamer gue belum ditutup." kata Indra.

"ya udah tutup sana."

"lo aja deh yg nutup."

dengan terpaksa akhirnya gue beranjak keluar hendak menutup pintu kamar Indra. wanita itu masih tertidur di sana. gue sempatkan memandang wajahnya sesaat. hmm...manis juga sebenarnya. dan wajah itu pun menghilang tertutup daun pintu yg gue tutup..
harrizdway - 24/10/2010 12:48 PM
#128

akhrnya update jg p

hmm...apakah TS mulai fallin love sama si cewek berkaos kaki hitam itu??
nunggu update selanjutnya aah ;)
insankeadilan - 24/10/2010 03:01 PM
#129

ceritanya manteb bro..maho
buat gw deg-degan,... serius..

keep sharing ur story bro,..!!
i'm waiting for ur next part...

dah gw bookmark D
lienachan - 24/10/2010 04:50 PM
#130

mantapp kk ceritanya . .

bkin gw nangis pas ce lo meninggal . . :mewek .

tapi lanjutan nya mana ?? koq ga buat ??


gw tunggu y ka lanjutan nya . .

asli keq baca noel :P

gw bantu rate ya , ,
j4n61to - 24/10/2010 05:50 PM
#131

UPDATE ......UPDATE.....UPDATE.....
ilovekaskus
MonsterGula - 24/10/2010 07:13 PM
#132

wah mantep gan ceritanya.
bener" menarik ane sebagai pembaca.

heeeemmm..
kalo menurut gw, tuh cw ada masa lalu gak mengenakan dengan cowo.
soalnya di part sebelumnya yang TS mau bantuin dia keluar dari kamarnya dia kan ada bilang "kalian sama saja bla bla bla". tapi mungkin aja pemikiran ane salah.

cepetan updet dong gan.
gak sabar baca lanjutannya
garamycin - 24/10/2010 07:39 PM
#133

wi wan mor
wi wan mor
wi wan mor D
apelcokelat - 24/10/2010 08:07 PM
#134

Quote:
Original Posted By garamycin
wi wan mor
wi wan mor
wi wan mor D


bantuin, bawabawa sepanduk gede.
psychotic67 - 24/10/2010 10:34 PM
#135

ijin gelar tiker gan
Chocomocca - 25/10/2010 12:47 AM
#136

uda mulai timbul benih2 cinta dengan si kaos kaki item.. D

di tunggu kelanjutan nya...
grindylow - 25/10/2010 02:15 AM
#137

Semakin dibaca semakin penasaran amazed:Sepasang Kaos Kaki Hitam
Siekh - 25/10/2010 05:43 AM
#138

gan beli tiket bioskopnya satu donk
seru nih critanya
wee want moreeeeee
eh salah I want more DD
j4n61to - 25/10/2010 06:53 AM
#139

Update Dunk gan gw dah siap siap nih ma kopi gw he he
bombingniiq - 25/10/2010 07:43 AM
#140

panjaaaaaaaaaang
awak baca dululah
perlahan sembari menyambut pagi coffee:
Page 7 of 476 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Stories from the heart > Sepasang Kaos Kaki Hitam