Kendaraan Roda 4
Home > LOEKELOE > OTOMOTIF > Kendaraan Roda 4 > Tips Memilih Oli Mesin Buat Mobil Anda
Total Views: 37567 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 24 of 43 | ‹ First  < 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 >  Last ›

wedhusirenk - 19/03/2011 11:25 AM
#461

Quote:
Original Posted By levelmotorworks
umur oli itu sebetulnya sama aja, kira2 10ribu atau lebih pada oli2 "super". tapi patut diketahui yang namanya berkendara di Jakarta identik dengan yang namanya macet. nah pas macet2an itulah terjadi degradasi oli yang se parah-parahnya!

poin2 penyebab degradasi oli dari kemacetan adalah :

- kilometer-kilometer yang hilang akibat banyak stop. waktu anda macet2an odometer tidak mencatat waktu yang dihabiskan berdiam di jalanan sembari nyala mesin dan setel a/c. kalau tiap 10km btuh waktu tempuh 1 jam kalau macet, sedangkan kecepatan rata2 pengemudi dalam kota 50 km/j, jadi anda kehilangan +/-40km setiap kali kena macet 1 jam/10km.

jadi kalau sehari kena macet 1 jam, ada 40km yang tidak tercatat odometer, dikali 90hari(5000km = 3bulan), oli anda dapat bonus 3600km, jadi sebetulnya mesin anda telah jalan 8600km, (bayangkan kalau ganti di 10000! sama saja dengan 17.200!!!!)

berpikir masih ada 1400km? tunggu dulu..... jangan lupa ada faktor2 lain, yakni ;
-putaran idle pada suhu extrem! ya, waktu macet2 mobil anda ga dapet pasokan udara segar, kinerja oli akan dipakai habis2an. walaupun mesin pada putaran rendah tapi konstan jalan pada suhu maksimum yang dibatasi dan pada perputaran(pressure) oli yang seadanya. jangan lupa iklim kita tropis alias hot!

-ditambah lagi gas polusi dari kendaraan lain yang terhisap lewat filter, menjadi pembakaran yang tidak sempurna, diserap sedikit demi sedikit oleh oli(yang bikin oli item) anda dan nempel di piston dan silinder head(AKA kerak hitam!!!!)

jadi jika anda menyayangi mobil anda, nih ada sedikit saran :
- sebisa mungkin pilih rute yang macetnya paling minim, waktu tempuh sama tapi muter2, lebih baik daripada macet. abis bensin mirip2, dapet keawetan mesin dan kejelasan odometer, jgn lupa lebih "menikmati" berkendara pastinya(ngeeng!!!ngeeeeng!!!!)

-tepati jadwal ganti oli dan filternya!!! oli di 5000-7000km, filter tiap 2X ganti oli....

-kalau emang harus macet2an walaupun se minim2nya en mau tau jadwal yang lebih akurat, diharap pakai rumus ini nihi ;
(jumlah waktu macet/hari X kecepatan rata2 anda kalau ga macet X 90hari)+5000km = perkiraan jarak tempuh aktual mesin anda! jadi anda bisa tau interval ganti oli yang sebenarnya, walaupun rata2 ada di 5000-7000km, lebih effisien jika anda bisa tau sesuai kondisi aktual anda.... contoh ada diatas!

-pakailah oli yang berkualitas, oli2 bagus cenderung lebih tahan lama daripada oli konvensional, ketahanan extra ini berguna kalau2 anda emang "kepepet harus macet" or ga gitu bisa nepatin jadwal ganti oli lagipula tenaga dan pemakaian bensin lebih effisien.

-ingat, oli itu ibarat darah kalau buat manusia, darah kotor, darah jelek = jadi penyakit, penyakit bisa saja ga kerasa tapi tiba2 menyerang mendadak dan dor! begitu juga mesin mobil, efek mungkin perlahan dan tidak kerasa tapi tiba2 dor! jangan sampai terjadi!!!amit amit!!!!!!

tambahan :
mau sehat = butuh sedikit biaya, kalo udah ga sehat = lebih butuh biaya!banyak!!!
itu rumusan asli "mencegah lebih baik daripada mengobati"

Durasi Ganti Oli

Sebuah pertanyaan selalu muncul berapa lama durasi penggantian oli? Beberapa pemilik kendaraan selalu masih merasa ragu dengan rekomendasi BPKB (Buku Petunjuk Kendaraan Bermotor). Pemilik kendaraan dengan asumsi sendiri dan saran beberapa teknisi yang tidak mengikuti perkembangan teknologi oli, durasi pemakaian oli hanya 50% bahkan 25% dari rekomendasi BPKB. Kekhawatiran yang berlebihan bila mengikuti BPKB akan memperpendek usia mesin.

Beberapa konsep durasi penggantian oli mesin.
Setiap 5000 km atau 6 bulan
Konsep ini paling banyak dipakai oleh mayoritas pemilik kendaraan dan beberapa teknisi bengkel juga sering merekomendasikan konsep ini. Dengan meningkatnya teknologi proses pembuatan oli, bila konsep ini diikuti hanya membuang uang percuma.
Berdasarkan lampu indikator oli
Beberapa kendaraan terkini dilengkapi indikator penggantian oli. Pada saat ganti oli, modul akan di-reset oleh bengkel. Sejauh yang saya ketahui, konsep kerja indikator ini berdasarkan jarak tempuh kendaraan yang menghitung mundur sesuai dengan setelan pabrik, yang menyala bila perhitungan mencapai 0 km.
Indikator akan tepat bila kendaraan beroperasi pada kondisi normal dan dioperasian secara teratur. Pada kendaraan dioperasikan pada kondisi ekstrim, pedoman berdasarkan lampu ini tidak berlaku.
Idealnya indikator menyala bila batasan parameter kritis oli terlewati. Bila konsep batasan parameter oli dapat diaplikasikan pada kendaraan, diperoleh benefit penghematan oli dan maintenance cost.
Berdasarkan analisa used oil
Secara berkala tiap menempuh jarak tertentu, oli dianalisa laboratorium untuk uji parameter kritis. Bila parameter terlewati, oli diganti. Konsep ini sulit diaplikasikan pada kendaraan pribadi, biaya analisa yang dikeluarkan hampir sama dengan ganti oli baru. Konsep lebih tepat diaplikasikan pada armada kendaraan banyak seperti taxi dan kendaraan rental dengan merek, tipe mesin dan tahun pembuatan sama. Pada interval tertentu oli diambil sample secara acak, hasil analisa oli dapat dipakai untuk menentukan penggantian oli.
Keuntungan dari analisa laboratorium, dapat mengidentifikasi masalah mesin, sehingga dapat mencegah kerusakan mesin lebih parah.
Persamaan ini mengakomodasi beberapa aspek :
• TBN (Total Base Number) tinggi mencerminkan kemampuan oli untuk bekerja lebih lama.
• Daya dalam satuan Net HP, mesin berdaya besar bekerja lebih berat.
• Isi silinder dalam satuan inchi kubik.
• Konsumsi BBM dalam satuan mile pergallon (mpg), kendaraan yang lebih hemat mencerminkan beban yang lebih ringan.
• Kapasitas oli, kapasitas oli yang lebih besar akan mendistribusikan beban lebih merata.
Persamaan tersebut memprediksi berapa km diganti, asumsi kendaraan dipakai pada kondisi stabil, dan laju penurunan angkan TBN dianggap linear. Konsep ini tidak berlaku pada kendaraan yang pemakaiannya tidak teratur dan jarang dipakai.
Persamaan ini mengakomodasi aspek-aspek :
• Total konsumsi oli, termasuk adanya topping up kerena berkurangnya oli selama durasi pemakaian.
• TBN target rekomendasi Blackstone Labs = 2 mg KOH/gr.
• Diameter silinder yang mencerminkan volume mesin.
• Laju penurunan TBN
Pembuktian Konsep Kublin Method, Paradise Garage Method, dan Heidebrecht Method
Untuk membuktikan apakah konsep-konsep diatas dapat diaplikasikan dengan kondisi sesungguhnya, Amerika telah melakukan uji coba dengan 3 target jarak tempuh 9.660 km, 19.320 km, 28.980 km. Tiap target yang dicapai, oli dianalisa dan dilakukan perhitungan jarak tempuh teoritis.
1. Oli baru :
• Analisa laboratorium oli baru yang di uji mempunyai TBN = 8,0 mgKOH/gr.
• Garansi pembuat oli, mampu menempuh jarak sejauh 28.980 km.
• Jarak tempuh teoritis formula Kublin sejauh 26.680 km.
2. Setelah memempuh jarak 9.660 km.
• Jarak tempuh teoritis rumusan Paradise Garage sejauh 13.710 km.
• Jarak tempuh teoritis rumusan Heidebrecht sejauh 16.704 km.
3. Setelah menempuh jarak 19.320 km.
• Jarak tempuh teoritis rumusan Paradise Garage sejauh 24.559 km.
• Jarak tempuh teoritis rumusan Heidebrecht sejauh 16.704 km.
4. Setelah menempuh jarak 28.980 km.
• Jarak tempuh teoritis rumusan Paradise Garage sejauh 37.085 km.
• Jarak tempuh teoritis rumusan Heidebrecht sejauh 27.839 km.
Dari uji coba tersebut, tingkat akurasi konsep Kublin dan Heidebrecht mendekati realisasi km sebenarnya.
Kesimpulan :
1. Tingkat akurasi konsep Kublin dan Heidebrecht mendekati realisasi km sebenarnya.
2. Oli modern (oli sintetik dan semi sintetik) pada umumnya mempunyai TBN >8,0 mgKOH/gr, secara teoritis mampu melayani kendaraan sampai 28.000 km.
3. Memperpanjang durasi penggantian oli minimum 10.000 km sesuai BPKB, baru menggunakan 30% dari seluruh potensi oli.
4. Konsep penggantian oli tiap 5000 km sudah tidak realistis, selain membuang uang sia-sia, kita harus peduli lingkungan, limbah oli merupakan limbah B3.

baru tau yg beginian kesimpulannya oke banget ijin cops ya gan tks.
levelmotorworks - 20/03/2011 08:23 AM
#462

Quote:
Original Posted By wedhusirenk
baru tau yg beginian kesimpulannya oke banget ijin cops ya gan tks.


sep2.hehehe
levelmotorworks - 22/03/2011 08:47 AM
#463

naek lagi deh biar ga sepi forumnya
levelmotorworks - 24/03/2011 08:59 AM
#464

selamat pagi kaskusers
levelmotorworks - 28/03/2011 08:37 PM
#465

naekin lagi ah forumnya
bungchoy - 16/04/2011 09:38 PM
#466

gan ikut gabung ya....ane suka ma ini treat..mau tanya kalo untuk taruna karburator tahun 2000 bagusnya pake oli sae brp ya,,,..? selama ini ane pake shell hx5 15-50 kalau pake castrol magnatec 10-40 kira2 terlalu encer gak,,,? thx
7041knl - 17/04/2011 02:58 AM
#467

ane seh pakeny shell rimula r3x aja lah gan,,
buat panther kapsul ane,,hihi

mampuny beli yg itu itu,,
BesFen - 23/05/2011 01:19 AM
#468

Ane mau tanya nih gan, saya baru beli mobil bekas honda cielo 96 yg vtec, km udah 190rb, amannya pakai oli sae berapa ya gan krn buku panduannya udah gak ada. Klo terios saya sih pakai 10-40. Maunya saya ganti yg 10-40 juga takutnya suaranya jadi kasar dan cepet panas nih, tengkyu sebelumnya gan.
Gold.me - 23/05/2011 02:13 AM
#469

Quote:
Original Posted By BesFen
Ane mau tanya nih gan, saya baru beli mobil bekas honda cielo 96 yg vtec, km udah 190rb, amannya pakai oli sae berapa ya gan krn buku panduannya udah gak ada. Klo terios saya sih pakai 10-40. Maunya saya ganti yg 10-40 juga takutnya suaranya jadi kasar dan cepet panas nih, tengkyu sebelumnya gan.


cielo vtec gw dari dulu pake shell hx-7 10-40 bro
performa lumayan lah, worthed buat harga segitu, juga ga panas thumbup:

kalo mau yang enakan coba mobil super 2000
tarikan mantap, suara halus, tapi harganya hammer:
BesFen - 23/05/2011 01:40 PM
#470

Quote:
Original Posted By Gold.me
cielo vtec gw dari dulu pake shell hx-7 10-40 bro
performa lumayan lah, worthed buat harga segitu, juga ga panas thumbup:

kalo mau yang enakan coba mobil super 2000
tarikan mantap, suara halus, tapi harganya hammer:


Thank you infonya gan.

Pernah coba 20-50 utk cielinya gan?
darkmoon2112 - 23/05/2011 01:51 PM
#471

nice thread :2thumbup
Gold.me - 23/05/2011 05:25 PM
#472

Quote:
Original Posted By BesFen
Thank you infonya gan.

Pernah coba 20-50 utk cielinya gan?


sama" gan shakehand
sejauh ini belum pernah gan, dari dulu beli pasti pakai 10-40
'katanya' kalau 20-50 bisa bikin mesin lebih halus tapi konsekuensinya tarikan lebih berat karena lebih kentel hammer:
BesFen - 24/05/2011 08:27 AM
#473

Quote:
Original Posted By Gold.me
sama" gan shakehand
sejauh ini belum pernah gan, dari dulu beli pasti pakai 10-40
'katanya' kalau 20-50 bisa bikin mesin lebih halus tapi konsekuensinya tarikan lebih berat karena lebih kentel hammer:


Sip gan, mantap dah ane......
denena - 24/05/2011 01:42 PM
#474

Gan nanya dunk,sekalian bantu up^^ , Ane baru aja melihara mobil antik bin jadul "Civic hi-deluxe tahun 1979" . Untuk oli bagusnya yg brapa yah gan??? Ada Saran merk tertentu gak??? Itu butuh berapa Liter yah rangenya???
thanks Gan

iloveindonesia
PoLiTiX - 28/05/2011 02:32 AM
#475

Quote:
Original Posted By denena
Gan nanya dunk,sekalian bantu up^^ , Ane baru aja melihara mobil antik bin jadul "Civic hi-deluxe tahun 1979" . Untuk oli bagusnya yg brapa yah gan??? Ada Saran merk tertentu gak??? Itu butuh berapa Liter yah rangenya???
thanks Gan

iloveindonesia


Wah... lawas banget gan, Civic 1st gen. Coba 15W-40 ato 20W-40 deh gan, karena mesin lawas pergerakan piston udah ga presisi jadi lebih baik pake oli yg kental tapi harus yg pas dengan kondisi mesin (tidak terlalu kental), utk menjaga kehalusan mesin dan mengurangi gesekan dari pergerakan piston didalam mesin. Utk daya tampung oli di mesin bisa diliaht di specs di buku ato tanya akang Google.
PoLiTiX - 28/05/2011 02:46 AM
#476

Ane koq lihat banyak yang masih salah kaprah soal viscosity engine oil, ane coba bantu lurusin deh.

Sebenarnya oli yang terbaik adalah oli yg paling encer, oleh sebab itu oli paling encer ato grade oli yang selisih angkanya jauh, harganya bukan main.

Oli encer bermanfaat meringankan kinerja mesin, meringankan pergerakan piston didalam mesin, ini yg menyebabkan menggunakan oli encer tarikan tenaga mobil jadi lebih enteng. Coba agan sedot air putih & juice alpokat murni yang kental dengan sedotan, mana lebih butuh tenaga ekstra?

Tetapi oli encer tidak dianjurkan utk mobil lawas, khususnya yang udah mempunyai jam terbang/jarak tempuh (km pada odometer) yg tinggi. Karena pergerakan piston didalam mesin mobil sudah tidak presisi ato sudah sedikit lari dibanding ketika masih baru, ini dikarenakan jam terbang/durasi kinerja mesin yang udah tinggi.

Makanya mesin lawas bila dipakai oli yg encer, suara mesin tidak sehalus bila menggunakan oli kental.
Karena terlalu encernya oli, piston saling bergesekan ketika bergerak pada saat mesin bekerja, tetapi apabila menggunakan oli kental benturan/gesekan dari pergerakan piston ini dapat dicegah dengan menggunakan oli kental, ini dikarenakan gerakan piston lebih lambat/berat krn kentalnya oli itu sendiri.
Inilah yg menyebabkan mengapa suara mesin menjadi halus ketika menggunakan oli kental.

Kebanyakan oli encer hanya disarankan utk mobil keluaran terbaru yang mana jam terbangnya masih rendah dan pergerakan piston masih presisi karena mesin masih baru.


Ane ga ngerti kenapa byk yang bilang oli encer itu cepat panas, seakan-akan merugikan bagi mesin? Apakah yg dimaksud lbh cepat overheat? Hello... jangan lupakan fungsi coolant donk!
Sebenarnya itu malah merupakan kelebihan dari oli encer.
Oli encer selain cepat panas juga menjaga panas lebih lama ketimbang oli kental.
Mesin yg menggunakan oli kental apabila tidak dinyalakan 1 - 3 jam setelah perjalanan, misalnya lagi makan ato ngafe jelas suhu nya akan lebih cepat menurun ketimbang oli encer.
Kekurangannya yaitu suhu mesin cepat menurun dari suhu normal kinerja mesin, apabila langsung dipake buat jalan, kerja mesin menjadi lebih berat ketimbang dibawa jalan pada saat suhu mesin mencapai suhu kinerja normal.
Mobil injeksi spt model-model mobil skrg sudah mempunyai sensor suhu/thermostat, apabila suhu mesin dibawah suhu normal kinerja mesin, maka rpm otomatis menjadi tinggi, dan perlahan menurun secara otomatis mengikuti suhu mesin. Dan pada saat suhu mesin sudah mencapai suhu normalnya, rpm berada di posisi normal yg biasa disebut idle (7500 rpm).
Dari situ sudah jelas efisiensi bahan bakar jelas kalah dengan mesin yg menggunakan oli yg lebih encer, meskipun mesin dimatikan 1 - 3 jam suhu mesin tidak turun derastis. Dan tidak perlu menunggu lama utk mendapatkan rpm idle bahkan bisa instan lsg dipake buat jalan, alias suhu mesin masih konstan, ini juga jelas berpengaruh pada kondisi suhu lingkungan sekitar dimana tempat kita parkir.

Oli yg terlalu encer lebih cepat menguap pada suhu yg sangat tinggi, makanya di negara kita umumnya memakai oli yg paling encer ditingkat SAE nya 5W-30.
Dan oli yg terlalu kental apabila pada suhu yg sangat rendah bisa membeku, maka dari itu negara yg mempunyai musim dingin menggunakan oli encer misal nya 0W-20/30/40, bahkan utk mobil lawas sekalipun menggunakan 5W-30 ato 10W-30, dikarenakan oli lebih gampang mengental akibat suhu lingkungan yg ekstrem rendahnya.
Jambangan - 28/05/2011 07:23 AM
#477

Quote:
Original Posted By PoLiTiX
Ane koq lihat banyak yang masih salah kaprah soal viscosity engine oil, ane coba bantu lurusin deh.

Sebenarnya oli yang terbaik adalah oli yg paling encer, oleh sebab itu oli paling encer ato grade oli yang selisih angkanya jauh, harganya bukan main.

Oli encer bermanfaat meringankan kinerja mesin, meringankan pergerakan piston didalam mesin, ini yg menyebabkan menggunakan oli encer tarikan tenaga mobil jadi lebih enteng. Coba agan sedot air putih & juice alpokat murni yang kental dengan sedotan, mana lebih butuh tenaga ekstra?

Tetapi oli encer tidak dianjurkan utk mobil lawas, khususnya yang udah mempunyai jam terbang/jarak tempuh (km pada odometer) yg tinggi. Karena pergerakan piston didalam mesin mobil sudah tidak presisi ato sudah sedikit lari dibanding ketika masih baru, ini dikarenakan jam terbang/durasi kinerja mesin yang udah tinggi.

Makanya mesin lawas bila dipakai oli yg encer, suara mesin tidak sehalus bila menggunakan oli kental.
Karena terlalu encernya oli, piston saling bergesekan ketika bergerak pada saat mesin bekerja, tetapi apabila menggunakan oli kental benturan/gesekan dari pergerakan piston ini dapat dicegah dengan menggunakan oli kental, ini dikarenakan gerakan piston lebih lambat/berat krn kentalnya oli itu sendiri.
Inilah yg menyebabkan mengapa suara mesin menjadi halus ketika menggunakan oli kental.

Kebanyakan oli encer hanya disarankan utk mobil keluaran terbaru yang mana jam terbangnya masih rendah dan pergerakan piston masih presisi karena mesin masih baru.


Ane ga ngerti kenapa byk yang bilang oli encer itu cepat panas, seakan-akan merugikan bagi mesin? Apakah yg dimaksud lbh cepat overheat? Hello... jangan lupakan fungsi coolant donk!
Sebenarnya itu malah merupakan kelebihan dari oli encer.
Oli encer selain cepat panas juga menjaga panas lebih lama ketimbang oli kental.
Mesin yg menggunakan oli kental apabila tidak dinyalakan 1 - 3 jam setelah perjalanan, misalnya lagi makan ato ngafe jelas suhu nya akan lebih cepat menurun ketimbang oli encer.
Kekurangannya yaitu suhu mesin cepat menurun dari suhu normal kinerja mesin, apabila langsung dipake buat jalan, kerja mesin menjadi lebih berat ketimbang dibawa jalan pada saat suhu mesin mencapai suhu kinerja normal.
Mobil injeksi spt model-model mobil skrg sudah mempunyai sensor suhu/thermostat, apabila suhu mesin dibawah suhu normal kinerja mesin, maka rpm otomatis menjadi tinggi, dan perlahan menurun secara otomatis mengikuti suhu mesin. Dan pada saat suhu mesin sudah mencapai suhu normalnya, rpm berada di posisi normal yg biasa disebut idle (7500 rpm).
Dari situ sudah jelas efisiensi bahan bakar jelas kalah dengan mesin yg menggunakan oli yg lebih encer, meskipun mesin dimatikan 1 - 3 jam suhu mesin tidak turun derastis. Dan tidak perlu menunggu lama utk mendapatkan rpm idle bahkan bisa instan lsg dipake buat jalan, alias suhu mesin masih konstan, ini juga jelas berpengaruh pada kondisi suhu lingkungan sekitar dimana tempat kita parkir.

Oli yg terlalu encer lebih cepat menguap pada suhu yg sangat tinggi, makanya di negara kita umumnya memakai oli yg paling encer ditingkat SAE nya 5W-30.
Dan oli yg terlalu kental apabila pada suhu yg sangat rendah bisa membeku, maka dari itu negara yg mempunyai musim dingin menggunakan oli encer misal nya 0W-20/30/40, bahkan utk mobil lawas sekalipun menggunakan 5W-30 ato 10W-30, dikarenakan oli lebih gampang mengental akibat suhu lingkungan yg ekstrem rendahnya.


gan, kalo di jakarta yg panas & macet gini aman ga sih pake oli 5w-30/10w-30???
ga takut nguap??
ane sih biasanya pake 10w-40 ngikutin beres
padahal di buku servis rekomendasinya pake 5w-30,10w-30,15w-40 ama 20w-40
BesFen - 28/05/2011 10:56 AM
#478

Gan urgent nh gan lagi di bengkel, SAE untuk transmisi manual honda cielo 96 berapa ya gan, kokbengkel bilang sama dg mesin, setahu ane 80-90, mohon infonya asap gan, thanks.

Maaf gan mobilnya baru dapat.
PoLiTiX - 29/05/2011 03:07 AM
#479

Quote:
Original Posted By Jambangan
gan, kalo di jakarta yg panas & macet gini aman ga sih pake oli 5w-30/10w-30???
ga takut nguap??
ane sih biasanya pake 10w-40 ngikutin beres
padahal di buku servis rekomendasinya pake 5w-30,10w-30,15w-40 ama 20w-40


Aman koq gan, angka SAE bisa dianggap suhu juga biar gampangnya. Karena di Indonesia suhu sepanas-panasnya masih konstan rata-rata di derajat angka kepala 3, jadi masih aman kalo pake 5W-30. Kalaupun nguap, tinggal tambahin lsg aja kedalam mesin paling juga beberapa mililiter udah bisa capai garis tengah antara garis Min & Max di dipstick.
Keuntunggannya memakai 5W-30 jika jarak tempuh masih di bawah 50km, kerja mesin ringan, hemat bbm, dan tenaga enteng.

Tetapi kalo agan biasa pakai oli specs 10W-40 pilihan terbaik kalo ga mo terlalu encer bisa pake 10W-30, agar oli tidak terlalu kental dan memberatkan kinerja mesin apabila saat cuaca dingin.
Sebagai contoh waktu manasin mobil dipagi hari sebelum berangkat kerja pada musim hujan ato malam/dini hari itu sedang hujan, dalam kondisi spt itu biasanya suhu udara lingkungan bisa mencapai titik terendah di kota-kota di Indonesia pada umumnya, yaitu berada di 23 -27 derajat. Suhu segitu jalan dipagi hari ga nyalain AC aja udah adem banget. Apabila memanaskan mesin dipagi hari pada suhu spt itu, dan agan berada didalam cabin pada saat pemanasan mesin, akan berasa mesin bergoyang sedikit dan terkadang body mobil pun jg ikut bergoyang. Ini disebabkan kentalnya oli pada suhu yg rendah, dan piston perlu tenaga esktra utk bergerak, oli yg kental yg digerakkan oleh piston menyebabkan guncangan pada mesin dan goyangan bisa terasa juga hingga ke body mobil, ini disebabkan tingginya volume oli pada kondisi kental saat suhu rendah.

Pake oli SAE 40/50 itu lebih cocok di negara bagian timur tengah gan, dimana kondisi cuaca nya extreme tingginya, kalo di Indonesia oli jadi cepat dingin kalo parkir 1 - 2 jam, dan mesti warming up engine 1 -3 menit utk mencapai rpm idle meskipun sebelumnya sudah dipake buat jalan.

Ada juga oli yg SAE 0W-20, cocok tuh utk di negara China & Russia yang dinginnya melebihi kulkas kalo pada saat winter.

Encer/kentalnya oli utk dipakai juga harus sesuai dengan kondisi mesin, dan cuaca/suhu rata-rata di lokasi pemakaian. Mobil berumur pake oli paling encer juga harus yang angka depan SAE 10W keatas.
Kalo ga mesin bisa cepat aus dan suara mesin kasar.

Specs oli yg digunakan bisa di check di buku pedoman dan harus sesuai yg disarankan pabrikan.
Jambangan - 29/05/2011 10:16 AM
#480

Quote:
Original Posted By PoLiTiX
Aman koq gan, angka SAE bisa dianggap suhu juga biar gampangnya. Karena di Indonesia suhu sepanas-panasnya masih konstan rata-rata di derajat angka kepala 3, jadi masih aman kalo pake 5W-30. Kalaupun nguap, tinggal tambahin lsg aja kedalam mesin paling juga beberapa mililiter udah bisa capai garis tengah antara garis Min & Max di dipstick.
Keuntunggannya memakai 5W-30 jika jarak tempuh masih di bawah 50km, kerja mesin ringan, hemat bbm, dan tenaga enteng.

Tetapi kalo agan biasa pakai oli specs 10W-40 pilihan terbaik kalo ga mo terlalu encer bisa pake 10W-30, agar oli tidak terlalu kental dan memberatkan kinerja mesin apabila saat cuaca dingin.
Sebagai contoh waktu manasin mobil dipagi hari sebelum berangkat kerja pada musim hujan ato malam/dini hari itu sedang hujan, dalam kondisi spt itu biasanya suhu udara lingkungan bisa mencapai titik terendah di kota-kota di Indonesia pada umumnya, yaitu berada di 23 -27 derajat. Suhu segitu jalan dipagi hari ga nyalain AC aja udah adem banget. Apabila memanaskan mesin dipagi hari pada suhu spt itu, dan agan berada didalam cabin pada saat pemanasan mesin, akan berasa mesin bergoyang sedikit dan terkadang body mobil pun jg ikut bergoyang. Ini disebabkan kentalnya oli pada suhu yg rendah, dan piston perlu tenaga esktra utk bergerak, oli yg kental yg digerakkan oleh piston menyebabkan guncangan pada mesin dan goyangan bisa terasa juga hingga ke body mobil, ini disebabkan tingginya volume oli pada kondisi kental saat suhu rendah.

Pake oli SAE 40/50 itu lebih cocok di negara bagian timur tengah gan, dimana kondisi cuaca nya extreme tingginya, kalo di Indonesia oli jadi cepat dingin kalo parkir 1 - 2 jam, dan mesti warming up engine 1 -3 menit utk mencapai rpm idle meskipun sebelumnya sudah dipake buat jalan.

Ada juga oli yg SAE 0W-20, cocok tuh utk di negara China & Russia yang dinginnya melebihi kulkas kalo pada saat winter.

Encer/kentalnya oli utk dipakai juga harus sesuai dengan kondisi mesin, dan cuaca/suhu rata-rata di lokasi pemakaian. Mobil berumur pake oli paling encer juga harus yang angka depan SAE 10W keatas.
Kalo ga mesin bisa cepat aus dan suara mesin kasar.

Specs oli yg digunakan bisa di check di buku pedoman dan harus sesuai yg disarankan pabrikan.

wah thx bgt gan jawabannya \)
jadi kebuka nih ttg oli encer
btw kalo ane mo ganti oli yg lebih encer & beda merek perlu engine flush ga gan???
atau ganti oli filter aja??
ane biasanya pake motul multi power plus 10w-40 pengen ganti fastron 10w-30
Page 24 of 43 | ‹ First  < 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 >  Last ›
Home > LOEKELOE > OTOMOTIF > Kendaraan Roda 4 > Tips Memilih Oli Mesin Buat Mobil Anda