Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Spiritual
Total Views: 27142 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 10 of 44 | ‹ First  < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 >  Last ›

vasm - 05/11/2010 11:14 PM
#181

Quote:
Original Posted By ---------
Thread nya bagus mas Ts, izin membaca ya \)


shakehand2 selamat datang gan
Humbalang - 05/11/2010 11:22 PM
#182

Banyak cara membuka hati....
Namun yang jelas harus dari niat....dan selalu berhati hati
silver.deep - 05/11/2010 11:27 PM
#183

Quote:
Original Posted By ---------
saya juga ikut mojok ya pak D, menunggu sastra selanjut nya sambil membuka kacamata D


salim ah...shakehand2
Sirius - 05/11/2010 11:33 PM
#184

Quote:
Original Posted By vasm
shakehand saya belajar jurus2 ini waktu SD mas..Perisai Diri

sebenarnya ini bukan pencak silat biasa karena di dalamnya ada jurus2 yang
dapat membangkitkan tenaga dalam dan dari segi filosofi juga banyak
pencerahannya...^_^


wah... rupanya kita saudara seperguruan, saya ketemu sesepuh rupanya.

salam bunga sepasang.....
video_freaks - 05/11/2010 11:36 PM
#185

ikut senang banyak yang ketemu seduluran.......
--------- - 05/11/2010 11:38 PM
#186

Quote:
Original Posted By vasm
shakehand2 selamat datang gan

Makasih sambutan nya pak, walau sebelum nya tanpa mengetuk kita langsung duduk, ternyata lebih lapang jika kita mengetuk dulu lalu duduk D

Quote:
Original Posted By silver.deep
salim ah...shakehand2


salim an juga D shakehand2
Humbalang - 05/11/2010 11:46 PM
#187

saudara saudara seperguruan dah ngumpul nah sekarang pada latihan......
srdananjaya - 05/11/2010 11:59 PM
#188

Quote:
Original Posted By srdananjaya


itu kan urutannya mulai dari binatang >lemah-- binatang >buas-- manusia
manusia diurut menjadi:
1. satria (mulai dianggap manusia jika dia sudah menjadi satria)
2. pendeta
3. putri

awalnya ane bingung.. bukannya kalau diurut secara tingkatan kesadaran mestinya pendeta yang paling tinggi?

ko putri?

hehehe.. monggo dipahami masing-masing

salim shakehand


nah.. udah pake laptop.. bisa nulis banyak...

kebetulan banyak saudara seperguruan... ane babar dikit.. sisi filosofisnya

1. Ksatria
Adalah profil manusia penuh idealisme.. benar adalah benar, salah adalah salah.. akal dan hatinya menjadi satu.. selalu membela kebenaran dan benci atas kebatilan..
namun seorang ksatria adalah prajurit.. mengemban tugas yang walaupun bertentangan dengan hati tetap harus dilaksanakan.. jika perlu membunuh lawan-lawannya (ingat kisah mahabarata? perang barathayudha.. saat arjuna di wejang oleh sri krisna -- Bagavad Githa yah?)
terjun langsung dan terikat oleh keduniawian yang kental.. namun senantiasa berusaha menjaga hati dan sikapnya sesuai nilai-nilai keksatriaan

2. Pendeta
Pendeta adalah profil manusia yang melepaskan diri dari keduniawian.. baginya hanya Tuhan lah satu-satunya tujuan..
Tiada peduli dengan hingar bingar dunia.. lebih baik baginya menyepi.. menyendiri di gunung/gua.. (jadi ingat saat rasulullah berkhalwat di gua Hira)
profil seorang sufi yang mencukupkan diri dari semua pemberian Tuhan semata
sering dalam cerita wayang ada kisah seorang raja/ksatria yang diakhir hidupnya menyerahkan tahta dan kerajaan kepada putranya dan menghentikan semua aktivitas duniawi untuk berkhalwat menyendiri dengan alam dan Tuhan semata.. sering di istilahkan dengan .. mandeg Pandhito

3. Putri
Putri adalah profil wanita.. seorang ibu..
seorang ibu adalah simbol dari kasih sayang (ingat ayat pertama Al Qur'an.. Bismillahirrahmaanirrahiim)
Kasih sayang dari seorang ibu kepada anak-anaknya adalah kasih sayang yang tulus tanpa mengharapkan imbalan..
Kepada suami dia mengabdi dan taat dengan penuh ketulusan..
Dia rela berkorban apapun asalkan anaknya bisa terpenuhi kebutuhannya

Dia adalah mawujudnya Tuhan dalam kehidupan ini..

Surga ada di telapak kaki ibu..

Tidak semata menyendiri dengan Tuhan.. tapi mengabdi dan menyebarkan kasih sayang.. beramal..

Seorang Pendeta.. hanya mengutamakan hubungan dengan Tuhannya.. seorang ibu.. turun dalam keduniawian.. menjadi abdi yang taat mewakili Sang Rahman.. Sang Rahiim..

segitu dulu.. semoga mencerahkan.. o

wassalam
Humbalang - 06/11/2010 12:08 AM
#189

Quote:
Original Posted By srdananjaya
nah.. udah pake laptop.. bisa nulis banyak...

kebetulan banyak saudara seperguruan... ane babar dikit.. sisi filosofisnya

1. Ksatria
Adalah profil manusia penuh idealisme.. benar adalah benar, salah adalah salah.. akal dan hatinya menjadi satu.. selalu membela kebenaran dan benci atas kebatilan..
namun seorang ksatria adalah prajurit.. mengemban tugas yang walaupun bertentangan dengan hati tetap harus dilaksanakan.. jika perlu membunuh lawan-lawannya (ingat kisah mahabarata? perang barathayudha.. saat arjuna di wejang oleh sri krisna -- Bagavad Githa yah?)
terjun langsung dan terikat oleh keduniawian yang kental.. namun senantiasa berusaha menjaga hati dan sikapnya sesuai nilai-nilai keksatriaan

2. Pendeta
Pendeta adalah profil manusia yang melepaskan diri dari keduniawian.. baginya hanya Tuhan lah satu-satunya tujuan..
Tiada peduli dengan hingar bingar dunia.. lebih baik baginya menyepi.. menyendiri di gunung/gua.. (jadi ingat saat rasulullah berkhalwat di gua Hira)
profil seorang sufi yang mencukupkan diri dari semua pemberian Tuhan semata
sering dalam cerita wayang ada kisah seorang raja/ksatria yang diakhir hidupnya menyerahkan tahta dan kerajaan kepada putranya dan menghentikan semua aktivitas duniawi untuk berkhalwat menyendiri dengan alam dan Tuhan semata.. sering di istilahkan dengan .. mandeg Pandhito

3. Putri
Putri adalah profil wanita.. seorang ibu..
seorang ibu adalah simbol dari kasih sayang (ingat ayat pertama Al Qur'an.. Bismillahirrahmaanirrahiim)
Kasih sayang dari seorang ibu kepada anak-anaknya adalah kasih sayang yang tulus tanpa mengharapkan imbalan..
Kepada suami dia mengabdi dan taat dengan penuh ketulusan..
Dia rela berkorban apapun asalkan anaknya bisa terpenuhi kebutuhannya

Dia adalah mawujudnya Tuhan dalam kehidupan ini..

Surga ada di telapak kaki ibu..

Tidak semata menyendiri dengan Tuhan.. tapi mengabdi dan menyebarkan kasih sayang.. beramal..

Seorang Pendeta.. hanya mengutamakan hubungan dengan Tuhannya.. seorang ibu.. turun dalam keduniawian.. menjadi abdi yang taat mewakili Sang Rahman.. Sang Rahiim..

segitu dulu.. semoga mencerahkan.. o

wassalam


oh gitu yah....
video_freaks - 06/11/2010 12:10 AM
#190

tambahan kangmas:
ibu simbol keikhlasan....
oleh karena itu surga ada di telapak kaki ibu.......
keikhlasan, ridho tak nampak oleh siapapun kecuali dirinya & Rabb
srdananjaya - 06/11/2010 12:13 AM
#191

Quote:
Original Posted By Humbalang
oh gitu yah....


kurang lebih gan.. itu penafsiran ane.. yang lain pasti punya penafsiran berbeda.. dipersilahkan menyampaikan pendapat masing-masing.. memperluas cakrawala pengetahuan teman-teman yang membaca

salim shakehand
srdananjaya - 06/11/2010 12:14 AM
#192

Quote:
Original Posted By video_freaks
tambahan kangmas:
ibu simbol keikhlasan....
oleh karena itu surga ada di telapak kaki ibu.......
keikhlasan, ridho tak nampak oleh siapapun kecuali dirinya & Rabb


mantab kang :2thumbup
vasm - 06/11/2010 12:14 AM
#193
Kasih Sayang Seorang Ibu
Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya.
Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan
mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku ‘dipaksa’ membantunya
memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan
sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan
rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga
piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal
dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya
aku selalu bersungut-sungut.

Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua.
Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku
yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu.
Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan
ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.

Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang
mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu.
Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak
peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang
menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya
menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.

Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama
teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit,
ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku
menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.

Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan
bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi
dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja
mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak
menyangka aku sedang bersamanya.

Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah
memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi
perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus
agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang
belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh
kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia
mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan
mendekapku erat-erat saat aku menangis.

Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi.
Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan
berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak
berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang
berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah
dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.

Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak
berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang
mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi
do’a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang
sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.

Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan
bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu.
Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari
keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku
bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali
memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.

Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi
menjenguknya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang
shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh
kerinduanku pada Ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru
tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding
kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak
sehangat cinta dan kasihmu kepadaku.

kisskisskiss
video_freaks - 06/11/2010 12:17 AM
#194

Quote:
Original Posted By srdananjaya
mantab kang :2thumbup


mas mas....
awke dewe iki podo" id 2008, podo2 wolongatusan, ckckckckck
nangdi wae awke dewe ya......
silver.deep - 06/11/2010 12:17 AM
#195

Quote:
Original Posted By ---------
Makasih sambutan nya pak, walau sebelum nya tanpa mengetuk kita langsung duduk, ternyata lebih lapang jika kita mengetuk dulu lalu duduk D



salim an juga D shakehand2

shakehand
Quote:
Original Posted By srdananjaya
nah.. udah pake laptop.. bisa nulis banyak...

kebetulan banyak saudara seperguruan... ane babar dikit.. sisi filosofisnya

1. Ksatria
Adalah profil manusia penuh idealisme.. benar adalah benar, salah adalah salah.. akal dan hatinya menjadi satu.. selalu membela kebenaran dan benci atas kebatilan..
namun seorang ksatria adalah prajurit.. mengemban tugas yang walaupun bertentangan dengan hati tetap harus dilaksanakan.. jika perlu membunuh lawan-lawannya (ingat kisah mahabarata? perang barathayudha.. saat arjuna di wejang oleh sri krisna -- Bagavad Githa yah?)
terjun langsung dan terikat oleh keduniawian yang kental.. namun senantiasa berusaha menjaga hati dan sikapnya sesuai nilai-nilai keksatriaan

2. Pendeta
Pendeta adalah profil manusia yang melepaskan diri dari keduniawian.. baginya hanya Tuhan lah satu-satunya tujuan..
Tiada peduli dengan hingar bingar dunia.. lebih baik baginya menyepi.. menyendiri di gunung/gua.. (jadi ingat saat rasulullah berkhalwat di gua Hira)
profil seorang sufi yang mencukupkan diri dari semua pemberian Tuhan semata
sering dalam cerita wayang ada kisah seorang raja/ksatria yang diakhir hidupnya menyerahkan tahta dan kerajaan kepada putranya dan menghentikan semua aktivitas duniawi untuk berkhalwat menyendiri dengan alam dan Tuhan semata.. sering di istilahkan dengan .. mandeg Pandhito

3. Putri
Putri adalah profil wanita.. seorang ibu..
seorang ibu adalah simbol dari kasih sayang (ingat ayat pertama Al Qur'an.. Bismillahirrahmaanirrahiim)
Kasih sayang dari seorang ibu kepada anak-anaknya adalah kasih sayang yang tulus tanpa mengharapkan imbalan..
Kepada suami dia mengabdi dan taat dengan penuh ketulusan..
Dia rela berkorban apapun asalkan anaknya bisa terpenuhi kebutuhannya

Dia adalah mawujudnya Tuhan dalam kehidupan ini..

Surga ada di telapak kaki ibu..

Tidak semata menyendiri dengan Tuhan.. tapi mengabdi dan menyebarkan kasih sayang.. beramal..

Seorang Pendeta.. hanya mengutamakan hubungan dengan Tuhannya.. seorang ibu.. turun dalam keduniawian.. menjadi abdi yang taat mewakili Sang Rahman.. Sang Rahiim..

segitu dulu.. semoga mencerahkan.. o

wassalam


wish keren ini..cool:/
Humbalang - 06/11/2010 12:18 AM
#196

Quote:
Original Posted By srdananjaya
kurang lebih gan.. itu penafsiran ane.. yang lain pasti punya penafsiran berbeda.. dipersilahkan menyampaikan pendapat masing-masing.. memperluas cakrawala pengetahuan teman-teman yang membaca

salim shakehand


kalau dari gerak silatnya tentu (nebak nebak) jurus pendeta lebih halus dari jurus satria dan lebih bijak dan sedikit menggunakan tenaga kasar. Sedangkan jurus putri sangat lemah lembut dan irit dalam stamina karena lebih banyak memanfaatkan tenaga lawan....dan sering kali menutupi kelebihan dari jurus ini karena efisien cepat dan tepat ke sasaran....?
sakajati - 06/11/2010 12:32 AM
#197

Quote:
Original Posted By vasm
Sebenarnya, bagi seseorang yang sudah mempelajari dirinya sendiri dan suatu
saat bila muncul kekosongan dalam dirinya maka dari dalam dirinya itu akan
muncul berbagai macam gerakan dan salah satunya adalah gerakan bela diri. Seperti pepatah kosong adalah isi, isi adalah kosong (gerakan jurus putri)

Seperti halnya gerakan tarian sufi atau tarian sakral lainnya yang memiliki nilai
kesucian, sebenarnya gerakan itu bukan berasal dari makhluk luar yang merasuk ke dalam dirinya tapi itu murni muncul dari dalam jiwanya. Di bali beberapa tarian sakral khusus ditarikan oleh remaja putri yang masih kecil dan polos karena tarian yang mereka tarikan bersifat sakral dan biasanya ketika tarian itu dilaksanakan, mereka menari dengan mata terpejam dan gerakannya sungguh indah seolah2 mereka menari bukan oleh diri mereka sendiri tapi oleh sesuatu diluar pemikiran manusia. Dan hal ini tentu saja benar karena jiwa atau spiritual berada jauh dari pemikiran manusia yang terbatas.

Tarian ini serupa dengan ilmu bela diri, tai chi, shaolin termasuk perisai diri.
Hanya saja dalam prosesnya, seseorang meniru gerakannya untuk
mendapatkan maknanya atau menemukan jati dirinya. Berbeda dengan jaman
dulu dimana gerakannya muncul dari dalam diri seseorang setelah menemukan dirinya.


Dulu sekali waktu SMA saya pernah dzikir sesuatu lalu malam hari saat tidur (antara sadar/tidak) tangan kok gerak2 sendiri muter2 dan hati saat itu rasanya tenang/nyaman sekali. Sampai saat ini saya belum paham maksud/hakikat dari gerakan tsb. Barangkali kang vasm atau rekan2 yang lain bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini. Trims sebelumnya.
srdananjaya - 06/11/2010 12:36 AM
#198

Quote:
Original Posted By Humbalang
kalau dari gerak silatnya tentu (nebak nebak) jurus pendeta lebih halus dari jurus satria dan lebih bijak dan sedikit menggunakan tenaga kasar. Sedangkan jurus putri sangat lemah lembut dan irit dalam stamina karena lebih banyak memanfaatkan tenaga lawan....dan sering kali menutupi kelebihan dari jurus ini karena efisien cepat dan tepat ke sasaran....?


mmm.. geraknya.. D
mbabar "dasar" gerak tekniknya dulu deh..

satria
menggunakan punggung kepalan tangan
memiliki perbendaharaan paling lengkap.. pukulan samping depan dan belakang (dengan lempit/putar badan dan balik badan) semua jenis tendangan (samping, depan, belakang, serong) dan serangan badan (tabrak, serangan dengan pinggul, kuncian kaki) karakter serangannya cepat dan deras.. tidak tertahan jika dilepaskan

pendeta
menggunakan kepalan tangan (kaya boxing/tinju)
sikap nya seperti orang memegang buku/kitab (ilmu)
pukulannya hanya satu .. pukulan lurus kedepan
tendangannya hanya satu .. tendangan lurus kedepan
serangan badan cuma satu.. tabrak badan

karakter serangannya keras penuh tenaga, tapi tidak agresif, banyak diam menunggu serangan lawan, permainan bogeynya (putaran badan untuk menambah tenaga pukulan dan tendangan) sangat kental

putri
sikapnya tangan terbuka santai, cenderung dilemaskan seperti kalau kita mau salaman, sikap-sikapnya diantaranya.. putri teratei,putri bersedia, putri berhias, dan putri sembahyang (sebetulnya dalam urutan teknik putri sembahyang ini adalah teknik tertinggi)
banyak menghindar dengan langkah dan lompatan, lompatan khasnya adalah tipuan putri.. penguasaannya ideal dengan teknik ginkang (meringankan tubuh)
serangannya hampir selengkap satria, ada serangan tangan dan kaki kearah depan samping dan belakang
tidak ada pukulan, hanya ada tamparan, dan serangan dengan telapak kearah depan

segitu dulu.. mungkin ada saudara lain yang lebih menguasai bisa menambahkan

salim shakehand
video_freaks - 06/11/2010 12:47 AM
#199

Quote:
Original Posted By sakajati
Dulu sekali waktu SMA saya pernah dzikir sesuatu lalu malam hari saat tidur (antara sadar/tidak) tangan kok gerak2 sendiri muter2 dan hati saat itu rasanya tenang/nyaman sekali. Sampai saat ini saya belum paham maksud/hakikat dari gerakan tsb. Barangkali kang vasm atau rekan2 yang lain bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini. Trims sebelumnya.


dzikir apa dulu, niatnya apa? cz banyak muatan penunggang dzikir.....
srdananjaya - 06/11/2010 12:48 AM
#200

aniway.. Perisai Diri kalau dari karakter aslinya.. sebetulnya masuk kategori "silat zalim" .. buat membunuh..

maka dari itu.. perlu di "haluskan" dengan belajar ilmu kerohanian.. jadi ndak salah kaprah make jurus silat semena-mena..

sehingga pada akhirnya benar-benar ga dipake sama sekali.. karena menjadi perisai diri..

haduh.. jadi kaya promosi gini..

di ambil hikmahnya saja yah agan-agan.. yang tersirat dari yang tersuratnya.. mohon maaf kalau ada salah penangkapan o

salim shakehand
Page 10 of 44 | ‹ First  < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Spiritual