Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Spiritual
Total Views: 27142 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 11 of 44 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 >  Last ›

srdananjaya - 06/11/2010 01:01 AM
#201

Quote:
Original Posted By vasm
Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya.
Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan
mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku ‘dipaksa’ membantunya
memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan
sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan
rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga
piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal
dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya
aku selalu bersungut-sungut.

Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua.
Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku
yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu.
Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan
ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.

Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang
mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu.
Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak
peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang
menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya
menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.

Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama
teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit,
ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku
menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.

Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan
bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi
dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja
mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak
menyangka aku sedang bersamanya.

Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah
memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi
perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus
agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang
belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh
kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia
mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan
mendekapku erat-erat saat aku menangis.

Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi.
Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan
berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak
berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang
berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah
dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.

Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak
berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang
mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi
do’a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang
sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.

Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan
bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu.
Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari
keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku
bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali
memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.

Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi
menjenguknya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang
shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh
kerinduanku pada Ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru
tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding
kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak
sehangat cinta dan kasihmu kepadaku.

kisskisskiss


wuiihhhhhhhh....

:2thumbup:2thumbup:2thumbup:2thumbup:2thumbup:2thumbup:2thumbup:2thumbup:2thumbup:2thumbup:2thumbup

suwun kangmas
srdananjaya - 06/11/2010 01:03 AM
#202

Quote:
Original Posted By video_freaks
mas mas....
awke dewe iki podo" id 2008, podo2 wolongatusan, ckckckckck
nangdi wae awke dewe ya......


iya yah.. baru ngeh D

salim dolo o shakehand
Hawkman - 06/11/2010 07:30 AM
#203

Quote:
Original Posted By silver.deep
tumben malem2 nongol...ikutan gathering napa gan?


Sudah ikutan voting gan (Jakarta). Tapi peminatnya sedikit ya
ordinaryboy03 - 06/11/2010 08:20 PM
#204

tritnya bagus, izin nyimak ya...:2thumbup
video_freaks - 06/11/2010 08:42 PM
#205

Quote:
Original Posted By srdananjaya
iya yah.. baru ngeh D

salim dolo o shakehand


shakehand;)
vasm - 06/11/2010 10:57 PM
#206

Lanjut..
silver.deep - 07/11/2010 01:08 AM
#207

Quote:
Original Posted By Hawkman
Sudah ikutan voting gan (Jakarta). Tapi peminatnya sedikit ya


kalo vote perang pasti banyak..DD
vasm - 07/11/2010 08:23 AM
#208

Listen to your heart, move according to your heart, whatsoever the stake:
A condition of complete simplicity costing not less than everything....
To be simple is arduous, because to be simple costs everything that you have.
You have to lose all to be simple.That's why people have chosen to be complex
and they have forgotten how to be simple. But only a simple heart throbs with
God, hand in hand. Only a simple heart sings with God in deep harmony.

To reach to that point you will have to find your heart, your own throb, your own beat... rose:rose:rose:
video_freaks - 07/11/2010 08:30 AM
#209

Quote:
Original Posted By vasm
Listen to your heart, move according to your heart, whatsoever the stake:
A condition of complete simplicity costing not less than everything....
To be simple is arduous, because to be simple costs everything that you have.
You have to lose all to be simple.That's why people have chosen to be complex
and they have forgotten how to be simple. But only a simple heart throbs with
God, hand in hand. Only a simple heart sings with God in deep harmony.

To reach to that point you will have to find your heart, your own throb, your own beat... rose:rose:rose:


Saya Ngertinya i love u tok....hammers
abh.Mizan - 07/11/2010 08:41 AM
#210

Quote:
Original Posted By vasm
Listen to your heart, move according to your heart, whatsoever the stake:
A condition of complete simplicity costing not less than everything....
To be simple is arduous, because to be simple costs everything that you have.
You have to lose all to be simple.That's why people have chosen to be complex
and they have forgotten how to be simple. But only a simple heart throbs with
God, hand in hand. Only a simple heart sings with God in deep harmony.

To reach to that point you will have to find your heart, your own throb, your own beat... rose:rose:rose:


KANSAS - Dust In The Wind

I close my eyes
only for a moment
and the moment's gone
all my dreams
pass before my eyes a curiosity
dust in the wind
all we are is dust in the wind

Same old song
just a drop of water
in the endless sea
all we do
crumbles to the ground
though we refuse to see
dust in the wind
all we are is dust in the wind

Now, don't hang on
nothing last forever
but the earth and sky
it slips away

And all your money
won't another minute buy

Dust in the wind
all we are is dust in the wind
dust in the wind
everything is dust in the wind
vasm - 07/11/2010 08:41 AM
#211

Quote:
Original Posted By video_freaks
Saya Ngertinya i love u tok....hammers


Kurang lebih artinya dengarkan suara hati, apapun yang kita kerjakan harus
sesuai dengan kata hati. Dalam spiritual, Ibadah itu berasal dari hati. Begitu
pula dalam keseharian.

Saat sembahyang, doa yang diucapkan haruslah berasal dari hati yang bersih
dan suci sementara dalam hidup sehari-hari kita harus senantiasa berusaha
menjaga agar hati kita tulus dan jujur. flower:flower:flower:
video_freaks - 07/11/2010 08:53 AM
#212

Quote:
Original Posted By vasm
Kurang lebih artinya dengarkan suara hati, apapun yang kita kerjakan harus
sesuai dengan kata hati. Dalam spiritual, Ibadah itu berasal dari hati. Begitu
pula dalam keseharian.

Saat sembahyang, doa yang diucapkan haruslah berasal dari hati yang bersih
dan suci sementara dalam hidup sehari-hari kita harus senantiasa berusaha
menjaga agar hati kita tulus dan jujur. flower:flower:flower:


Alhamdulillah.....
syarat utama, hatinya harus terang dulu.......
vasm - 07/11/2010 09:23 AM
#213

Quote:
Original Posted By abh.Mizan
KANSAS - Dust In The Wind

I close my eyes
only for a moment
and the moment's gone
all my dreams
pass before my eyes a curiosity
dust in the wind
all we are is dust in the wind

Same old song
just a drop of water
in the endless sea
all we do
crumbles to the ground
though we refuse to see
dust in the wind
all we are is dust in the wind

Now, don't hang on
nothing last forever
but the earth and sky
it slips away

And all your money
won't another minute buy

Dust in the wind
all we are is dust in the wind
dust in the wind
everything is dust in the wind



Blowing in The Wind: Bob Dylan

How many roads must a man walk down,
before you call him a man?
How many seas must a white dove fly,
before she sleeps in the sand?
And how many times must a cannon ball fly,
before they're forever banned?

The answer my friend is blowing in the wind,
the answer is blowing in the wind.

How many years can a mountain exist,
before it is washed to the sea?
How many years can some people exist,
before they're allowed to be free?
And how many times can a man turn his head,
and pretend that he just doesn't see?

The answer my friend is blowing in the wind,
the answer is blowing in the wind.

How many times must a man look up,
before he sees the sky?
And how many ears must one man have,
before he can hear people cry ?
And how many deaths will it take till we know,
that too many people have died?

The answer my friend is blowing in the wind,
the answer is blowing in the wind.
vasm - 07/11/2010 09:36 AM
#214

Bila kita tidak sanggup menjadi jalan yang besar, jadilah saja jalan setapak,
tapi jalan setapak yang bisa mengantarkan orang-orang menuju ketempat
mata air yang jernih dan bersih.

Jika kita tidak mampu menjadi pohon yg besar, jadilah rumput..
Tp rumput yg menguatkan tanggul di sawah..

flower:flower:flower:flower:flower:
sakajati - 07/11/2010 10:09 AM
#215

Quote:
Original Posted By video_freaks
dzikir apa dulu, niatnya apa? cz banyak muatan penunggang dzikir.....


Dzikr hati kang, "Allah .. Allah .. Allah ...". Niatnya mengenal diri sendiri.
vasm - 07/11/2010 11:15 AM
#216

Quote:
Original Posted By sakajati
Dzikr hati kang, "Allah .. Allah .. Allah ...". Niatnya mengenal diri sendiri.


itu baru pengenalan awal dari diri sendiri malu
mymichelle - 07/11/2010 01:24 PM
#217

Quote:
Original Posted By srdananjaya
nah.. udah pake laptop.. bisa nulis banyak...

kebetulan banyak saudara seperguruan... ane babar dikit.. sisi filosofisnya

1. Ksatria
Adalah profil manusia penuh idealisme.. benar adalah benar, salah adalah salah.. akal dan hatinya menjadi satu.. selalu membela kebenaran dan benci atas kebatilan..
namun seorang ksatria adalah prajurit.. mengemban tugas yang walaupun bertentangan dengan hati tetap harus dilaksanakan.. jika perlu membunuh lawan-lawannya (ingat kisah mahabarata? perang barathayudha.. saat arjuna di wejang oleh sri krisna -- Bagavad Githa yah?)
terjun langsung dan terikat oleh keduniawian yang kental.. namun senantiasa berusaha menjaga hati dan sikapnya sesuai nilai-nilai keksatriaan

2. Pendeta
Pendeta adalah profil manusia yang melepaskan diri dari keduniawian.. baginya hanya Tuhan lah satu-satunya tujuan..
Tiada peduli dengan hingar bingar dunia.. lebih baik baginya menyepi.. menyendiri di gunung/gua.. (jadi ingat saat rasulullah berkhalwat di gua Hira)
profil seorang sufi yang mencukupkan diri dari semua pemberian Tuhan semata
sering dalam cerita wayang ada kisah seorang raja/ksatria yang diakhir hidupnya menyerahkan tahta dan kerajaan kepada putranya dan menghentikan semua aktivitas duniawi untuk berkhalwat menyendiri dengan alam dan Tuhan semata.. sering di istilahkan dengan .. mandeg Pandhito

3. Putri
Putri adalah profil wanita.. seorang ibu..
seorang ibu adalah simbol dari kasih sayang (ingat ayat pertama Al Qur'an.. Bismillahirrahmaanirrahiim)
Kasih sayang dari seorang ibu kepada anak-anaknya adalah kasih sayang yang tulus tanpa mengharapkan imbalan..
Kepada suami dia mengabdi dan taat dengan penuh ketulusan..
Dia rela berkorban apapun asalkan anaknya bisa terpenuhi kebutuhannya

Dia adalah mawujudnya Tuhan dalam kehidupan ini..

Surga ada di telapak kaki ibu..

Tidak semata menyendiri dengan Tuhan.. tapi mengabdi dan menyebarkan kasih sayang.. beramal..

Seorang Pendeta.. hanya mengutamakan hubungan dengan Tuhannya.. seorang ibu.. turun dalam keduniawian.. menjadi abdi yang taat mewakili Sang Rahman.. Sang Rahiim..

segitu dulu.. semoga mencerahkan.. o

wassalam

Wewh mantap gening, makanya yang pertama masuk surga adalah perempuan \)
abh.Mizan - 07/11/2010 01:31 PM
#218

Quote:
Original Posted By mymichelle
Wewh mantap gening, makanya yang pertama masuk surga adalah perempuan \)


nice info gan
baru tau ane, malu
teknologic - 07/11/2010 03:07 PM
#219
just from machine translator with human touch :)
Quote:
Original Posted By vasm
Listen to your heart, move according to your heart, whatsoever the stake:
A condition of complete simplicity costing not less than everything....
To be simple is arduous, because to be simple costs everything that you have.
You have to lose all to be simple.That's why people have chosen to be complex
and they have forgotten how to be simple. But only a simple heart throbs with
God, hand in hand. Only a simple heart sings with God in deep harmony.

To reach to that point you will have to find your heart, your own throb, your own beat... rose:rose:rose:


Dengarkan hatimu, bergeraklah sesuai dengan hatimu, apapun resikonya.
Sebuah kondisi kesederhanaan penuh, biayanya tidak kurang dari segalanya ....
Menjadi sederhana adalah sulit, karena menjadi sederhana mengorbankan segala sesuatu yang kau miliki.
Engkau harus kehilangan semua untuk menjadi sederhana. Itulah mengapa orang memilih untuk menjadi rumit
dan mereka telah melupakan bagaimana menjadi sederhana. Tapi hanya hati sederhana yang berdenyut dengan Tuhan, dapat saling membantu. Hanya hati yang sederhana, yang bernyanyi dengan Allah dalam harmoni yang mendalam.

Untuk mencapai titik itu, kau harus menemukan hati-mu, denyut-mu sendiri, irama-mu sendiri ...

p.s:
dengan spirit(baca: antusias) yang sama dengan penulisnya, sy mencoba mengartikan ini \)

sumber machine translator
vasm - 07/11/2010 04:54 PM
#220

Quote:
Original Posted By teknologic
Dengarkan hatimu, bergeraklah sesuai dengan hatimu, apapun resikonya.
Sebuah kondisi kesederhanaan penuh, biayanya tidak kurang dari segalanya ....
Menjadi sederhana adalah sulit, karena menjadi sederhana mengorbankan segala sesuatu yang kau miliki.
Engkau harus kehilangan semua untuk menjadi sederhana. Itulah mengapa orang memilih untuk menjadi rumit
dan mereka telah melupakan bagaimana menjadi sederhana. Tapi hanya hati sederhana yang berdenyut dengan Tuhan, dapat saling membantu. Hanya hati yang sederhana, yang bernyanyi dengan Allah dalam harmoni yang mendalam.

Untuk mencapai titik itu, kau harus menemukan hati-mu, denyut-mu sendiri, irama-mu sendiri ...

p.s:
dengan spirit(baca: antusias) yang sama dengan penulisnya, sy mencoba mengartikan ini \)



Thank you Gan..:toast
Page 11 of 44 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Spiritual