Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Spiritual
Total Views: 27142 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 12 of 44 | ‹ First  < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 >  Last ›

srdananjaya - 07/11/2010 08:49 PM
#221

Naik dulu.. Banyak trit flaming diatas.. Cape nongkronginnya.. \)Spiritual
vasm - 07/11/2010 09:29 PM
#222
Spiritual Puisi Taufik Ismail
Kerendahan Hati

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu

Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
srdananjaya - 07/11/2010 09:36 PM
#223

spiritual..

spirit = roh

spritual = kerohanian

ke-rohani-an

pengetahuan tentang ilmu rohani..

rohani sifatnya luhur, suci, damai..

dalam menjalani kehidupan ini.. dalam konteks spiritualnya, rohani di temani oleh hawa nafsu.. yang dalam kebudayaan jawa umumnya di klasifikasikan kedalam 4 kategori :amarah, aluamah, supiyah, mutmainah

hawa nafsu adalah perangkat,.. alat bantu dalam menjalani kehidupan..
tanpa adanya alat bantu itu, keberadaan roh didunia tidak akan sempurna

seringkali hawa nafsu dibunuh untuk mencapai spiritual yang mumpuni..
namun bukan begitu yang dicontohkan para suci terkemuka.. hawa nafsu itu adalah alat bantu semata.. dikendalikan.. tidak dibunuh.. karena nafsu itu sendiri adalah makhluk

spiritualisme bukan berarti hidup dalam kesendirian.. namun menebarkan cahaya dalam kegelapan.. menebarkan manfaat dan kasih sayang bagi lingkungan dan semesta

salam o
teknologic - 07/11/2010 09:45 PM
#224

Quote:
Original Posted By vasm
Thank you Gan..:toast




sama-sama, bro \) nice to know yr thread shakehand2
vasm - 07/11/2010 09:52 PM
#225

Quote:
Original Posted By srdananjaya
spiritual..

spirit = roh

spritual = kerohanian

ke-rohani-an

pengetahuan tentang ilmu rohani..

rohani sifatnya luhur, suci, damai..

dalam menjalani kehidupan ini.. dalam konteks spiritualnya, rohani di temani oleh hawa nafsu.. yang dalam kebudayaan jawa umumnya di klasifikasikan kedalam 4 kategori :amarah, aluamah, supiyah, mutmainah

hawa nafsu adalah perangkat,.. alat bantu dalam menjalani kehidupan..
tanpa adanya alat bantu itu, keberadaan roh didunia tidak akan sempurna

seringkali hawa nafsu dibunuh untuk mencapai spiritual yang mumpuni..
namun bukan begitu yang dicontohkan para suci terkemuka.. hawa nafsu itu adalah alat bantu semata.. dikendalikan.. tidak dibunuh.. karena nafsu itu sendiri adalah makhluk

spiritualisme bukan berarti hidup dalam kesendirian.. namun menebarkan cahaya dalam kegelapan.. menebarkan manfaat dan kasih sayang bagi lingkungan dan semesta

salam o


Rohani >>>>> Rahmani >>>> Rabani

Nafsu yang paling utama adalah mutmainah.

Spiritual itu adalah dalam kehidupan sehari-hari
silver.deep - 07/11/2010 11:30 PM
#226

Quote:
Original Posted By vasm
Rohani >>>>> Rahmani >>>> Rabani

Nafsu yang paling utama adalah mutmainah.

Spiritual itu adalah dalam kehidupan sehari-hari


bisa dibabar lagi yang ini gan?..
--------- - 08/11/2010 01:38 PM
#227

Quote:
Original Posted By srdananjaya
Naik dulu.. Banyak trit flaming diatas.. Cape nongkronginnya.. \)Spiritual


numpang nongkrong lagi dimari ah D, iya banyak yang "bener" D,
vasm - 08/11/2010 07:14 PM
#228

Quote:
Original Posted By silver.deep
bisa dibabar lagi yang ini gan?..


jiwa Rohani itu diatas jiwa manusia gan, setingkat dengan Malaikat.Sementara diatasnya tidak bisa dibahas karena itu rahasia.

Untuk menjadi manusia yang 100 % manusia saja sudah syukur gan (seperti
nabi adam atau bhagawan manu, jiwa manusia yang bersih, polos dan suci).
Sekarang ini badannya saja manusia tapi isinya bisa saja hewan atau manusia
setengahnya, sisanya tidak jelas karena terlalu dipengaruhi hawa nafsu.
Diantara sekian tingkatan nafsu, nafsu mutmainah yang paling baik karena
nafsu ini mengarah pada kebaikan berupa niat-niat mulia untuk melakukan
kebaikan kepada sesama. walaupun tergolong nafsu atau keinginan tapi
sudah termasuk nafsu yang baik. Inilah yang perlu dipelihara sehingga lambat
laun niat baik ini akan mengikis kekotoran hati dan menjadikannya bersih dan
bening seperti aslinya.

Ketika hati sudah bersih dan bening, selanjutnya yang perlu dilakukan
hanyalah berpasrah diri kehadapanNya karena pasrah adalah kunci yang
dapat membuka rahasia yang ada di dalam diri. rose:rose:rose:
silver.deep - 08/11/2010 07:33 PM
#229

Quote:
Original Posted By vasm
jiwa Rohani itu diatas jiwa manusia gan, setingkat dengan Malaikat.Sementara diatasnya tidak bisa dibahas karena itu rahasia.

Untuk menjadi manusia yang 100 % manusia saja sudah syukur gan (seperti
nabi adam atau bhagawan manu, jiwa manusia yang bersih, polos dan suci).
Sekarang ini badannya saja manusia tapi isinya bisa saja hewan atau manusia
setengahnya, sisanya tidak jelas karena terlalu dipengaruhi hawa nafsu.
Diantara sekian tingkatan nafsu, nafsu mutmainah yang paling baik karena
nafsu ini mengarah pada kebaikan berupa niat-niat mulia untuk melakukan
kebaikan kepada sesama. walaupun tergolong nafsu atau keinginan tapi
sudah termasuk nafsu yang baik. Inilah yang perlu dipelihara sehingga lambat
laun niat baik ini akan mengikis kekotoran hati dan menjadikannya bersih dan
bening seperti aslinya.

Ketika hati sudah bersih dan bening, selanjutnya yang perlu dilakukan
hanyalah berpasrah diri kehadapanNya karena pasrah adalah kunci yang
dapat membuka rahasia yang ada di dalam diri. rose:rose:rose:


terima kasih penjelasannya gan..
maaf kalo ga ngerepotin, mo nanya lagi DD
hawa nafsu itu harus dihilangkan atau dikendalikan gan?
Humbalang - 08/11/2010 07:36 PM
#230

Quote:
Original Posted By silver.deep
terima kasih penjelasannya gan..
maaf kalo ga ngerepotin, mo nanya lagi DD
hawa nafsu itu harus dihilangkan atau dikendalikan gan?


kalau dihilangkan gak bisa ngacung gan? xixixixixixixixixi
silver.deep - 08/11/2010 07:37 PM
#231

Quote:
Original Posted By Humbalang
kalau dihilangkan gak bisa ngacung gan? xixixixixixixixixi


bisa..tinggal angkat tangan DD
Humbalang - 08/11/2010 07:39 PM
#232

Quote:
Original Posted By silver.deep
bisa..tinggal angkat tangan DD


whahahahaha......di pegangin gitu?
silver.deep - 08/11/2010 07:46 PM
#233

Quote:
Original Posted By Humbalang
whahahahaha......di pegangin gitu?


bwaahahhaha...ada deh..ngakaks
Humbalang - 08/11/2010 07:47 PM
#234

Quote:
Original Posted By silver.deep
bwaahahhaha...ada deh..ngakaks


husss ngejunk aja....
vasm - 08/11/2010 07:58 PM
#235

Quote:
Original Posted By silver.deep
terima kasih penjelasannya gan..
maaf kalo ga ngerepotin, mo nanya lagi DD
hawa nafsu itu harus dihilangkan atau dikendalikan gan?


nafsu itu seperti pembantu, mereka membantu kita dalam kehidupan
sehari-hari. seperti halnnya pembantu, mereka bukan atasan atau majikan.
Inilah yang sering terbalik, dimana nafsu yang harusnya menjadi pembantu
malah menjadi majikan. Pakaian yang semestinya cukup untuk menutupi
tubuh sekarang malah beralih menjadi standar kemewahan yang dibeli dengan
menghambur-hamburkan uang. Inilah nafsu yang paling rendah. kalau nafsu
dihilangkan, manusia akan susah. Ia tidak akan memiliki keinginan, termasuk
untuk mengenakan pakaian, makan, minum, tidur hal ini sama saja dengan
mayat hidup.

Jadi nafsu harus dikembalikan ke posisinya yang semula sebagai pembantu
manusia untuk menuju cahaya terang kesadaran.

Itu sebabnya manusia-manusia yang perjalanan doa dan spiritualnya telah
jauh, berlatih keras untuk mengelola hawa nafsu, dan pada saat yang sama
bekerja keras menghidupkan cahaya kesadaran. Siapa saja yang rajin berlatih
menerangi diri dengan kesadaran, menjauh dari hawa nafsu, hidup menjadi
segenggam puisi dan sekeranjang matahari.

Segenggam puisi karena semuanya bermakna. Sekeranjang matahari karena
makna-makna ini sudah bisa dibawa kemana-mana sebagai cahaya yang
menerangi perjalanan. Tidak ada lagi tersisa nafsu kegelapan berupa dengki,
sakit hati dll. Semuanya terang benderang. :toast
Humbalang - 08/11/2010 08:03 PM
#236

Quote:
Original Posted By vasm
nafsu itu seperti pembantu, mereka membantu kita dalam kehidupan
sehari-hari. seperti halnnya pembantu, mereka bukan atasan atau majikan.
Inilah yang sering terbalik, dimana nafsu yang harusnya menjadi pembantu
malah menjadi majikan. Pakaian yang semestinya cukup untuk menutupi
tubuh sekarang malah beralih menjadi standar kemewahan yang dibeli dengan
menghambur-hamburkan uang. Inilah nafsu yang paling rendah. kalau nafsu
dihilangkan, manusia akan susah. Ia tidak akan memiliki keinginan, termasuk
untuk mengenakan pakaian, makan, minum, tidur hal ini sama saja dengan
mayat hidup.

Jadi nafsu harus dikembalikan ke posisinya yang semula sebagai pembantu
manusia untuk menuju cahaya terang kesadaran.

Itu sebabnya manusia-manusia yang perjalanan doa dan spiritualnya telah
jauh, berlatih keras untuk mengelola hawa nafsu, dan pada saat yang sama
bekerja keras menghidupkan cahaya kesadaran. Siapa saja yang rajin berlatih
menerangi diri dengan kesadaran, menjauh dari hawa nafsu, hidup menjadi
segenggam puisi dan sekeranjang matahari.

Segenggam puisi karena semuanya bermakna. Sekeranjang matahari karena
makna-makna ini sudah bisa dibawa kemana-mana sebagai cahaya yang
menerangi perjalanan. Tidak ada lagi tersisa nafsu kegelapan berupa dengki,
sakit hati dll. Semuanya terang benderang. :toast


makasih cheerbeer:
silver.deep - 08/11/2010 10:52 PM
#237

Quote:
Original Posted By vasm
nafsu itu seperti pembantu, mereka membantu kita dalam kehidupan
sehari-hari. seperti halnnya pembantu, mereka bukan atasan atau majikan.
Inilah yang sering terbalik, dimana nafsu yang harusnya menjadi pembantu
malah menjadi majikan. Pakaian yang semestinya cukup untuk menutupi
tubuh sekarang malah beralih menjadi standar kemewahan yang dibeli dengan
menghambur-hamburkan uang. Inilah nafsu yang paling rendah. kalau nafsu
dihilangkan, manusia akan susah. Ia tidak akan memiliki keinginan, termasuk
untuk mengenakan pakaian, makan, minum, tidur hal ini sama saja dengan
mayat hidup.

Jadi nafsu harus dikembalikan ke posisinya yang semula sebagai pembantu
manusia untuk menuju cahaya terang kesadaran.

Itu sebabnya manusia-manusia yang perjalanan doa dan spiritualnya telah
jauh, berlatih keras untuk mengelola hawa nafsu, dan pada saat yang sama
bekerja keras menghidupkan cahaya kesadaran. Siapa saja yang rajin berlatih
menerangi diri dengan kesadaran, menjauh dari hawa nafsu, hidup menjadi
segenggam puisi dan sekeranjang matahari.

Segenggam puisi karena semuanya bermakna. Sekeranjang matahari karena
makna-makna ini sudah bisa dibawa kemana-mana sebagai cahaya yang
menerangi perjalanan. Tidak ada lagi tersisa nafsu kegelapan berupa dengki,
sakit hati dll. Semuanya terang benderang. :toast


seep gan..makasih penjelasannya.beer:
.neko. - 08/11/2010 11:15 PM
#238

people of spirituality, they suffer a lot but they won't complain.
if they complain then they can't carry burden of others.



numpang ngadem gan :malu:
sakajati - 09/11/2010 01:18 AM
#239

Quote:
Original Posted By vasm
itu baru pengenalan awal dari diri sendiri malu


Boleh dong gan disharing tahapan/pengenalan selanjutnya .. Spiritual
vasm - 11/11/2010 05:38 PM
#240

Quote:
Original Posted By sakajati
Boleh dong gan disharing tahapan/pengenalan selanjutnya .. Spiritual


lanjutkan saja apa yang sudah dipelajari gan...

semua itu ada jodohnya
Page 12 of 44 | ‹ First  < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Spiritual