MOVIES
Home > LOEKELOE > MOVIES > [Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part 2
Total Views: 448311 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 11 of 500 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 >  Last ›

Celest - 29/11/2010 04:35 AM
#201

Heaven Can Wait

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

Sutradara: Warren Beatty & Buck Henry
Pemain: Warren Beatty, Julie Christie, James Mason, Jack Warden, Charles Grodin, Dyan Cannon, Buck Henry, Vincent Gardenia, Joseph Maher, Hamilton Camp, Arthur Malet, Stephanie Faracy, Jeannie Linero, John Randolph, Richard O'Brien, Deacon Jones, Les Josephson, Jack T. Snow, Jim Boeke

Tahun Rilis: 1978

Film ini dibuat berdasarkan film Here Comes Mr. Jordan (1941) karya Alexander Hall.

Ada yang pernah nonton Here Comes Mr. Jordan? Film itu dibintangi Robert Montgomery, dan kurang lebih bercerita tentang seorang petinju yang mengalami sebuah kecelakaan, tapi sebenarnya belum meninggal, namun nyawanya ditarik sebelum waktunya oleh malaikat. Di “tempat persinggahan” ternyata petinju tersebut seharusnya masih memiliki durasi lima puluh tahun lagi untuk hidup. Petinju itu pun berjumpa dengan seseorang (atau malaikat) yang bernama Mr. Jordan. Demi meluruskan kesalahpahaman ini, Mr. Jordan menawarkan sang petinju untuk hidup lagi dengan melalui tubuh seseorang yang baru saja meninggal tapi belum diketahui kematiannya oleh satu manusia pun.

Ide tersebut terkesan sangat cheesy, memang. Norak, apalagi. Dan jelas terdengar seperti film-film Hollywood murahan. Tapi pada dasarnya, ide tersebut bisa menjadi sebuah komedi slapstick yang sangat menarik, andai saja diolah dengan pas. Dan Warren Beatty, dalam debutnya sebagai sutradara, menganggap ide tersebut menarik.

Dalam versi Warren Beatty tokoh utama yang juga bernama Joe Pendleton bukan lah petinju, melainkan atlit football (baca: rugby) dengan posisi quarterback belakang. Joe adalah seorang atlit yang sedang mendaki bukit. Mimpinya untuk bermain di pertandingan Super Bowl akan segera terwujud. Sayangnya, nasib berkata lain. Joe tewas. Atau tepatnya, seorang petugas pencabut nyawa yang baru saja dipekerjakan terlanjur mencabut nyawa Joe sebelum waktu yang ditentukan. Mr. Jorden, seorang malaikat (?), bersedia mengatasi kecelakaan yang menyangkut hidup Joe ini. Sayangnya, ketika Joe hendak kembali ke dunia, tubuhnya sudah dikremasi. Mau tidak mau, Joe harus mencari tubuh lain yang baru saja meninggal tetapi belum diketahu satu manusia pun tentang kematiannya.

Singkat cerita, Joe, karena situasi dan tuntunan simpati, memutuskan untuk menggunakan tubuh Leo Farnsworth, seorang milyuner muda yang baru saja dibunuh oleh istri (Dyan Cannon) dan asistennya (Charles Grodin) sendiri. Tapi ternyata tidak gampang tiba-tiba hidup sebagai orang baru. Bukan hanya buta urusan bisnis, Joe juga buta akan gaya hidup seorang Leo Farnsworth. Ditambah lagi istri dan asistenya, yang terlibat affair dan konspirasi untuk membunuh Leo, semakin gencar merencakan trik-trik pembunuhan baru. Belum lagi urusannya dengan wartawan dan pihak-pihak aktivis yang bertubi-tubi menghujatnya perihal industrinya yang tidak ramah sosial maupun lingkungan. Ah, Joe juga jatuh cinta pada seorang aktivis cantik, Betty Logan (Julie Christie).

Kalau ada yang mengira Heaven Can Wait adalah komedi berat soal industrialis versus aktivis, atau pabrik versus alam, maka salah besar. Heaven Can Wait lebih difokuskan pada usaha seorang Joe hidup sebagai seorang Leo. Premis tersebut disulap menjadi sebuah komedi slapstick yang cukup menghibur, tanpa perlu adegan-adegan slapstick yang berlebihan. Seringkali saya merasa sangat tidak nyaman dengan humor-humor slapstick yang diletakkan secara berlebihan di film-film Hollywood dewasa ini, When in Rome dan franchise American Pie contohnya. Tapi slapstick di sini disajikan sebagaimana slapstick sendiri seharusnya disajikan. Pas. Dalam debutnya sebagai sutradara, Warren Beatty jelas tahu betul di mana harus menempatkan humor slapstick, di mana harus menempatkan suasana komik, dan di mana harus menempatkan dramatisasi.

Tidak hanya cukup berhasil dari segi penyutradaraan, Warren Beatty juga sangat berhasil membawakan tokoh utamanya. Tidak heran penampilan Warren Beatty di sini dianugerahi nominasi Best Actor Oscar. Lagipula, tidak gampang menyutradarai dan menjadi peran utama dalam satu film sekaligus. Penampilan yang paling menyenangkan datang dari akting komikal Dyan Cannon dan Jack Warden. Keduanya juga dianugerahi nominasi Oscar untuk peran masing-masing. Julie Christie juga tidak kalah memesona sekalipun unsur slapstick maupun komikal dalam tokohnya tidak sedalam tokoh lainnya. Film ini sendiri dinominasikan untuk sembilan kategori Oscar, termasuk Best Picture di masanya.

Bukan berarti debut sutradara Warren Beatty ini tidak mempunya kekurangan. Terutama untuk urusan aturan-aturan alam baka yang dihadirkan, tentu bakal menimbulkan cukup banyak keanehan, pertanyaan, bahkan mungkin protes dari penonton. Beberapa mungkin bakal menganggap penggambaran alam baka di film ini terbilang cheesy. Apa boleh buat, ini imajinasi si pembuat film, toh? Peter Jackson saja bebas bereksperimen dalam menggambarkan alam baka di The Lovely Bones. Terlepas dari itu, Heaven Can Wait termasuk komedi yang menghibur.
Celest - 29/11/2010 04:37 AM
#202

J'ai tué ma mère

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

Sutradara: Xavier Dolan
Pemain: Anne Dorval, Xavier Dolan, François Arnaud, Suzanne Clément, Patricia Tulasne, Niels Schneider, Monique Spaziani, Pierre Chagnon

Tahun Rilis: 2009
Judul Internasional: I Killed My Mother

Xavier Dolan, yang saat itu masih berusia 20 tahun, menyutradarai, menulis, sekaligus membintangi film debutannya ini. Di usia yang masih terbilang sangat-sangat muda untuk mengemban tiga tugas tersebut, Xavier Dolan berhasil memenangkan tiga penghargaan di malam Director's Fortnight di Festival Film Cannes 2009. Belum lagi standing ovation selama delapan menit yang dihadiahkan untuk film ini.

Jangan tertipu judulnya, J'ai tué ma mère yang artinya kurang lebih “I got my mother killed,” film ini sama sekali tidak menampilkan adegan bunuh-bunuhan. Judul tersebut diambil dari essay yang ditulis tokoh utama film ini sebagai tugas sekolah, sekaligus juga berupa kiasan tentang hubungan ibu-anak di film ini. Dan dari judulnya juga, bisa diketahui bahwa film ini merupakan film yang sangat personal. Pada sebuah wawancara, Xavier Dolan juga dijelaskan bahwa film ini merupakan bagian dari autobiografi.

I Killed My Mother dibukan dengan sepenggal kutipan dari Guy de Maupassant, seorang penulis Perancis abad ke-19, yang kurang lebih berbunyi: “We love our mother without knowing it. Only after the last goodbye, do we realize just how much.” Sebuah ungkapan yang dalam. Selanjutnya tokoh utama pun diperkenalkan dalam sebuah monolog hitam-putih tentang perasaan kompleksnya terhadap ibunya. Tokoh utama ini Hubert Minel (Xavier Dolan), pemuda 16 tahun, flamboyan, cerewet, bermulut pedas, blak-blakan, labil, tempramen, emosian, menggunakan potongan rambut ala James Dean, dan gay. Dalam monolog pembukaan (dari video diary), Hubert mengakui bahwa dia tidak mau menjadi anak ibunya. Dia mau menjadi anak orang lain, tapi tidak mau menjadi anak ibunya. Kira-kira begitulah. Monolog tersebut pun di-cut ke beberapa shoot artistik tentang kupu-kupu dan cupid, lalu diakhiri dengan shoot extreme close-up mulut Chantal Minel (Anne Dorval), ibu Hubert, yang sedang mengunyah sebuah kue dengan mulut belepotan cream. Dari gaya adegan pembukaan ini sudah bisa dilihat kalau I Killed My Mother termasuk film stylish dan artistik.

Film ini termasuk film yang menantang (saya tidak bilang berat, saya bilang menantang), bayangkan saja belum sampai satu setengah menit, penonton sudah disuguhkan pada masalah utamanya. Pemicu pertengkaran mereka sebenarnya hanya masalah sepele, seperti pada adegan pertengkaran di dalam mobi di awal film cuma karena radio, headset, dan lampu merah, yang akhirnya memuncak dan membawa-bawa persoalan yang lebih pelik. Adegan-adegan pertengkaran selanjutnya pun selalu begitu, dipicu karena persoalan sepele. Dan sebagian besar inti film yang durasinya kurang lebih satu setengah jam ini adalah pertengkaran ibu-anak antara Chantal dan Hubert. Secara keseluruhan, apa yang ingin ditunjukkan Xavier Dolan di sini adalah sebuah potret tentang hubungan disfungsional ibu-anak dari Hubert dan Chantal.

Sisi artistik merupakan salah satu poin yang patut jadi sorotan dalam film ini. Selain secara verbal (pertengkaran-demi-pertengkaran) sisi emosional, baik Hubert maupun Chantal, juga digambarkan dengan cara visual melalui berbagai macam jenis simbolisme tertentu (mulai dari kupu-kupu, kaca pecah, dan berbagai absurd lainnya). Bahkan adegan seks antara Hubert dan pacarnya, Antonin (François Arnaud), pun dieksekusi dengan cara yang cukup artistik, sehingga saya sendiri tidak terlalu merasa terganggu.

Mungkin banyak yang bakal bertanya: “Apa sih enaknya nonton film yang dari awal sampai akhir intinya cuma pertengkaran ibu-anak semata?” Terlebih Xavier Dolan mengemas film ini dengan sangat provokatif dan nyaris tidak memberi ruang pada penonton untuk bernafas. Jelas ini bukan tipe tontonan yang manis, melainkan tontonan yang cenderung depresif. Sialnya, itu lah yang saya suka dari film ini. Pada kenyataannya eksekusi intens tersebut membuat saya melihat lebih dalam dan lebih jauh lagi tentang hubungan keduanya.

Apa yang salah dari hubungan Chantal dan Hubert? Siapa lebih yang patut disalahkan atas ketidaknormalan hubungan keduanya? Pada kenyataannya hubungan, ketika Hubert masih kecil, hubungan keduanya justru sangat harmonis. Hubert adalah remaja sensitif yang dibesarkan oleh seorang ibu yang keras kepala. Di suatu kesempatan, Hubert berbohong pada gurunya bahwa ibunya telah meninggal. Ketika mengetahui hal tersebut, ibunya dengan murka datang ke sekolahan: “Do I look dead to you?” Hubert meminta pada ibunya untuk tinggal di apartemen, mulanya Chantal menyetujui, lalu menolak, dan pertengkaran terjadi lagi. Hubert bahkan menghujat ibunya sebagai contoh ibu yang paling buruk yang ada.

Satu adegan kunci di film ini adalah ketika Chantal mendapati hubungan Hubert dan Antonin secara tidak sengaja dari ibu Antonin. “Our boys, about two month and a week.” Dan di saat itu juga Chantal baru mengetahui status homoseksual Hubert. “Now I know why Hubert is acting so strangely,” tanggap Chantal, “He was obssesed with Leonardo diCaprio when Titanic was realeased.” Lebih dalam lagi Chantal berkata, “He told me everything when he was little.”

Mungkin banyak yang mengira Hubert lah yang paling patut disalahkan dalam kasus ini. Pada dasarnya Hubert hanya seorang remaja yang dihadapkan pada dilema seksual (obsesinya pada Leonardo diCaprio). Hubert hanya sedang berusaha membebaskan dirinya dari dilema tersebut. Chantal juga bukan ibu yang buruk. Chantal bersedia mengantar Hubert, memasak buat Hubert, bahkan menemaninya ke rental DVD. Hanya saja, sekalinya muncul perselsihan, keduanya tidak pernah bisa akur. Sekalipun cerita yang disuguhkan terbilang sangat personal, saya rasa film ini bisa dikaji oleh siapa pun, entah itu remaja bermasalah, orang tua yang keras kepala, atau sekedar penonton biasa.

Satu lagi yang menarik dari film ini, selain cerita dan sisi artistiknya, adalah dialognya yang terasa otentik, tajam, dan di saat yang bersamaan juga terasa memiliki dark humour. Saya rasa itu lah salah satu alasan kenapa saya bisa terus-terusan terserap ke dalam pertengkaran antara Chanta dan Hubert. Xavier Dolan, sebagai aktor, juga memberikan penampilan yang menawan sebagai Hubert. Tapi pujian tertinggi septutnya dilayangkan pada Anne Dorval yang telah berhasil meraup sebagian besar simpati saya.
prof.dr.otong - 29/11/2010 04:54 AM
#203

Quote:
Original Posted By Celest
derp


celeng pantat
dr sekian banyak pilihan gambar, cowok ciuman lu taro
fucking faggot
Celest - 29/11/2010 05:24 AM
#204

Quote:
Original Posted By prof.dr.otong
celeng pantat
dr sekian banyak pilihan gambar, cowok ciuman lu taro
fucking faggot


Terserah elu dah.
Calengklik - 29/11/2010 05:56 AM
#205

Quote:
Original Posted By yukiyuki
opo iku om warez???torrent atau rapid?


matabelo: gw kirain dah tau warez
newginafets - 29/11/2010 06:18 AM
#206

Quote:
Original Posted By Celest
Heaven Can Wait

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

Sutradara: Warren Beatty & Buck Henry
Pemain: Warren Beatty, Julie Christie, James Mason, Jack Warden, Charles Grodin, Dyan Cannon, Buck Henry, Vincent Gardenia, Joseph Maher, Hamilton Camp, Arthur Malet, Stephanie Faracy, Jeannie Linero, John Randolph, Richard O'Brien, Deacon Jones, Les Josephson, Jack T. Snow, Jim Boeke

Tahun Rilis: 1978

Film ini dibuat berdasarkan film Here Comes Mr. Jordan (1941) karya Alexander Hall.

Ada yang pernah nonton Here Comes Mr. Jordan? Film itu dibintangi Robert Montgomery, dan kurang lebih bercerita tentang seorang petinju yang mengalami sebuah kecelakaan, tapi sebenarnya belum meninggal, namun nyawanya ditarik sebelum waktunya oleh malaikat. Di “tempat persinggahan” ternyata petinju tersebut seharusnya masih memiliki durasi lima puluh tahun lagi untuk hidup. Petinju itu pun berjumpa dengan seseorang (atau malaikat) yang bernama Mr. Jordan. Demi meluruskan kesalahpahaman ini, Mr. Jordan menawarkan sang petinju untuk hidup lagi dengan melalui tubuh seseorang yang baru saja meninggal tapi belum diketahui kematiannya oleh satu manusia pun.

Ide tersebut terkesan sangat cheesy, memang. Norak, apalagi. Dan jelas terdengar seperti film-film Hollywood murahan. Tapi pada dasarnya, ide tersebut bisa menjadi sebuah komedi slapstick yang sangat menarik, andai saja diolah dengan pas. Dan Warren Beatty, dalam debutnya sebagai sutradara, menganggap ide tersebut menarik.

Dalam versi Warren Beatty tokoh utama yang juga bernama Joe Pendleton bukan lah petinju, melainkan atlit football (baca: rugby) dengan posisi quarterback belakang. Joe adalah seorang atlit yang sedang mendaki bukit. Mimpinya untuk bermain di pertandingan Super Bowl akan segera terwujud. Sayangnya, nasib berkata lain. Joe tewas. Atau tepatnya, seorang petugas pencabut nyawa yang baru saja dipekerjakan terlanjur mencabut nyawa Joe sebelum waktu yang ditentukan. Mr. Jorden, seorang malaikat (?), bersedia mengatasi kecelakaan yang menyangkut hidup Joe ini. Sayangnya, ketika Joe hendak kembali ke dunia, tubuhnya sudah dikremasi. Mau tidak mau, Joe harus mencari tubuh lain yang baru saja meninggal tetapi belum diketahu satu manusia pun tentang kematiannya.

Singkat cerita, Joe, karena situasi dan tuntunan simpati, memutuskan untuk menggunakan tubuh Leo Farnsworth, seorang milyuner muda yang baru saja dibunuh oleh istri (Dyan Cannon) dan asistennya (Charles Grodin) sendiri. Tapi ternyata tidak gampang tiba-tiba hidup sebagai orang baru. Bukan hanya buta urusan bisnis, Joe juga buta akan gaya hidup seorang Leo Farnsworth. Ditambah lagi istri dan asistenya, yang terlibat affair dan konspirasi untuk membunuh Leo, semakin gencar merencakan trik-trik pembunuhan baru. Belum lagi urusannya dengan wartawan dan pihak-pihak aktivis yang bertubi-tubi menghujatnya perihal industrinya yang tidak ramah sosial maupun lingkungan. Ah, Joe juga jatuh cinta pada seorang aktivis cantik, Betty Logan (Julie Christie).

Kalau ada yang mengira Heaven Can Wait adalah komedi berat soal industrialis versus aktivis, atau pabrik versus alam, maka salah besar. Heaven Can Wait lebih difokuskan pada usaha seorang Joe hidup sebagai seorang Leo. Premis tersebut disulap menjadi sebuah komedi slapstick yang cukup menghibur, tanpa perlu adegan-adegan slapstick yang berlebihan. Seringkali saya merasa sangat tidak nyaman dengan humor-humor slapstick yang diletakkan secara berlebihan di film-film Hollywood dewasa ini, When in Rome dan franchise American Pie contohnya. Tapi slapstick di sini disajikan sebagaimana slapstick sendiri seharusnya disajikan. Pas. Dalam debutnya sebagai sutradara, Warren Beatty jelas tahu betul di mana harus menempatkan humor slapstick, di mana harus menempatkan suasana komik, dan di mana harus menempatkan dramatisasi.



Yang gw heran film ini kok bisa masuk nominasi best picture yah? Menghibur sehhh, cuma itu kualitas best picture masih jauh deh malu:
Celest - 29/11/2010 07:03 AM
#207

Quote:
Original Posted By newginafets
Yang gw heran film ini kok bisa masuk nominasi best picture yah? Menghibur sehhh, cuma itu kualitas best picture masih jauh deh malu:


Setuju.
yuliusman - 29/11/2010 07:43 AM
#208

Quote:
Original Posted By bwindotcom
yuli matabelo: maho tumben ngeripiu dimari malu:


lagi iseng ajah ngakaks
klo dipikir-pikir, gw nntn film byk bgt di taon 2010 hammer:
bwindotcom - 29/11/2010 09:46 AM
#209

Quote:
Original Posted By yuliusman
lagi iseng ajah ngakaks
klo dipikir-pikir, gw nntn film byk bgt di taon 2010 hammer:


kalo borongan langsung post disebelah aja malu: kalo disini kan ripiu nya doang o
ipocoyo - 29/11/2010 09:54 AM
#210

Harry Potter gan
yukiyuki - 29/11/2010 10:08 AM
#211

Quote:
Original Posted By Calengklik


matabelo: gw kirain dah tau warez


hahaha ga pernah tau ada yg laen slaen googling torrent sm SMz[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2
hadi18nof - 29/11/2010 10:29 AM
#212

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

mantappppppppp....nih film....keren......
no mercy gan......
Menceritakan seorang ayah yang berusaha mencari anakny yang diculik di Paris dan bakal dijual ... dia harus nemuin anaknya dalam waktu 96jam.....


10/10


[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2
nih jg mntep filmny gan.....

8/10

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2
bis nonton film2 action...pnutupnya nih gan....
kocak abis.....
seorang billionaire pemilik rumah judi di las vages membuat perlombaan untuk mendapatkan uang 2juta dollar...tapi peserta balapan diambil secara acak di kasino tsb...segala cara kotor dan lucu dilakuin peserta balapan buat smpe ke silver city buat ngambil tuh duit.....

9/10......
Ramone7419 - 29/11/2010 10:46 AM
#213

Quote:
Original Posted By yukiyuki
hahaha ga pernah tau ada yg laen slaen googling torrent sm SMz[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2


File-file Torrent dan SMz juga isinya warez semua om kelihatan banget namanya moviez.. kalau akhirannya z itu pasti warez.
innocent_boy - 29/11/2010 01:04 PM
#214

Quote:
Original Posted By Celest
[CENTER]J'ai tué ma mère



Sutradara: Xavier Dolan
Pemain: Anne Dorval, Xavier Dolan, François Arnaud, Suzanne Clément, Patricia Tulasne, Niels Schneider, Monique Spaziani, Pierre Chagnon

Tahun Rilis: 2009
Judul Internasional: I Killed My Mother

Xavier Dolan, yang saat itu masih berusia 20 tahun, menyutradarai, menulis, sekaligus membintangi film debutannya ini. Di usia yang masih terbilang sangat-sangat muda untuk mengemban tiga tugas tersebut, Xavier Dolan berhasil memenangkan tiga penghargaan di malam Director's Fortnight di Festival Film Cannes 2009. Belum lagi standing ovation selama delapan menit yang dihadiahkan untuk film ini.

Jangan tertipu judulnya, J'ai tué ma mère yang artinya kurang lebih “I got my mother killed,” film ini sama sekali tidak menampilkan adegan bunuh-bunuhan. Judul tersebut diambil dari essay yang ditulis tokoh utama film ini sebagai tugas sekolah, sekaligus juga berupa kiasan tentang hubungan ibu-anak di film ini. Dan dari judulnya juga, bisa diketahui bahwa film ini merupakan film yang sangat personal. Pada sebuah wawancara, Xavier Dolan juga dijelaskan bahwa film ini merupakan bagian dari autobiografi.

Sisi artistik merupakan salah satu poin yang patut jadi sorotan dalam film ini. Selain secara verbal (pertengkaran-demi-pertengkaran) sisi emosional, baik Hubert maupun Chantal, juga digambarkan dengan cara visual melalui berbagai macam jenis simbolisme tertentu (mulai dari kupu-kupu, kaca pecah, dan berbagai absurd lainnya). Bahkan adegan seks antara Hubert dan pacarnya, Antonin (François Arnaud), pun dieksekusi dengan cara yang cukup artistik, sehingga saya sendiri tidak terlalu merasa terganggu.
.


eng subnya dah bgs om?
gw dah nyari2 tp eng subnya msh ancur nohope:
innocent_boy - 29/11/2010 01:13 PM
#215

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

The Aviator

filmnya mangstab, leo maennya bgs bgt dimarih :thumbup
btw, katherine hepburn itu apanya audrey hepburn? confused:
rikumen kk \)
aerorun1 - 29/11/2010 02:01 PM
#216

Quote:
Original Posted By Ramone7419


File-file Torrent dan SMz juga isinya warez semua om kelihatan banget namanya moviez.. kalau akhirannya z itu pasti warez.


Ane ga bsa donlot torrent o

Quote:
Original Posted By yukiyuki


hahaha ga pernah tau ada yg laen slaen googling torrent sm SMz


Hahaha dgn om yuki user KG n SMz, terpenuhi ga om kbutuhanya?
Sy SMz dah bingung mau donlot yg mana hammer.
Saat ini aja klo ga salah udah 25rb an film yg ada dsna bingung:
Apalagi akhir2 ini bnyak rilisan KG di post dsana nohope:
?_____________________
Wah skarang nyantai bnget bhas download n bajakan.

Kalo dulu bkal ada yg damprat n neriakin maling hahaha ngakak

Orangnya kmana ya? Musuh utamanya jg ngilang D[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2
aerorun1 - 29/11/2010 02:05 PM
#217

Quote:
Original Posted By innocent_boy
[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

The Aviator

filmnya mangstab, leo maennya bgs bgt dimarih :thumbup
btw, katherine hepburn itu apanya audrey hepburn? confused:
rikumen kk \)


Bukan apa2nya,cm si audrey pake nama blakangnya,cos idolanya. Cmiiw[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2
yuliusman - 29/11/2010 03:25 PM
#218

Quote:
Original Posted By bwindotcom
kalo borongan langsung post disebelah aja malu: kalo disini kan ripiu nya doang o


ga ah.. malu:
ga jago ripiu.. malu:
ngacir:
bwindotcom - 29/11/2010 04:02 PM
#219

Quote:
Original Posted By yuliusman
ga ah.. malu:
ga jago ripiu.. malu:
ngacir:


yah hammer: tinggal nginget nginget tadi film yang ditonton malu: turus tinggal dipost dimari, asal jangan mengandung spoiler aja o
newginafets - 29/11/2010 04:02 PM
#220

Quote:
Original Posted By innocent_boy
[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

The Aviator

filmnya mangstab, leo maennya bgs bgt dimarih :thumbup
btw, katherine hepburn itu apanya audrey hepburn? confused:
rikumen kk \)


Tentu saja rekumen..ada Gwen Stefaninya getoo lho beer:
Page 11 of 500 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 >  Last ›
Home > LOEKELOE > MOVIES > [Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part 2