MOVIES
Home > LOEKELOE > MOVIES > [Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part 2
Total Views: 448311 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 497 of 500 | ‹ First  < 492 493 494 495 496 497 498 499 500 > 

smeilia - 10/07/2011 02:34 PM
#9921

Quote:
Original Posted By bagusxfantasy
Taiyou No Uta

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

Ceritanya simple tidak berbelit-belit. Konfliknya tidak begitu berat dan tidak mengada-da. Berjalan apa adanya. Saya suka drama Jepang yg seperti ini

7.5/10


q suka endingnya........ tragis........ btw si cewe keliatan lebih dewasa dari pada ketika dy maen d one liter of tears... tp q te2p lebih suka one liter of tears.... disini lebih terlalu banyak romance dari pada konflik psikologisnya.......

6/10
cavaliers - 10/07/2011 03:05 PM
#9922

Quote:
Original Posted By skung
pagi2 buka kaskus fovie langsung dpt spoiler TF3 \((
lumayan kan daripada keluar duit beli tiket. emang di China belum masuk om?
Celest - 10/07/2011 03:10 PM
#9923
Homo-Pedo
Les amitiés particulières

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

Sutradara: Jean Delannoy
Pemain: Francis Lacombrade, Didier Haudepin, François Leccia, Dominique Maurin, Louis Seigner, Michel Bouquet, Lucien Nat

Tahun Rilis: 1964
Judul Internasional: This Special Relationship

Diangkat dari novel Les amitiés particulières karya Roger Peyrefitte.

Dunia semakin gila. Saya tak tahu, dengan persepsi dunia kekinian, apakah film ini dapat dikategorikan sakit jiwa. Mungkin saja masih bisa. Kembali ke masanya, menyajikan film semacam This Special Relationship jelaslah sebuah tindakan yang riskan. Cukup menelurkannya dalam wujud tulisan saja sudah kontroversial, apalagi memvisualisasikan. Tak heran, di masanya, film bertajuk homoseksual semata saja jarang ditemukan.

Kasih bisa datang dari mana saja (saya rasa hal serupa seringkali diperdengarkan pada khotbah-khotbah gereja). Lantas bagaimana kalau kasih datang dari sosok yang salah, pada sosok yang salah, dan pada tempat yang salah pula. (“Salah” menurut persepsi umum, dalam hal ini sosial dan spiritual, tentu saja.) Sebab kasih itu muncul antara Georges de Sarre (Francis Lacombrade), seorang remaja berusia kira-kira 15-17-an tahun, dan Alexandre Motier (Didier Haudepin), seorang bocah (benar-benar bocah) berusia kira-kira 10-12-an tahun. Seolah kurah parah, keduanya pelajar di sebuah sekolah asrama Katolik.

Pada kacamata kekinian sekalipun, tentulah de Sarre bakal dihujat habis-habisan sebagai pedofil, cabul, dan pastinya kriminal. Sedang Motier tak lain akan dilabeli oedipus oleh mereka-mereka yang merasa punya tingkat moral dan intelektual lebih. Saya tak sedang mencoba membenarkan tingkah asusila, tentu saja. Tapi kasih bisa datang dari mana saja, kan? (Kalau tak mau disebut “cinta.) Bahkan di tempat sakral sekalipun. Baik de Sarre ataupun Motier, tak satupun merasa terintimidasi atas perasaan satu sama lain. Keduanya sangat menyadari perasaan masing-masing, terlepas dari persoalan usia.

Dua aktor utama patutlah diacungi jempol dalam menampilkan de Sarre dan Motier yang secara diam-diam, bertukar surat-surat puitis. Pun melakukan perjumpaan rahasia di rumah kaca terbengkalai yang sunyi nan sepi. Kelak, malah, keduanya melakukan ritual sakral pertukaran darah, yang menyatakan bahwa resmi sudah keduanya menjadi satu kesatuan. Sekalipun tak pernah mengalamatkan “kekasih” atau “pacar,” mereka hanya menggunakan istilah “pertemanan spesial.” Sesuatu yang mereka anggap sakral.

Tentu saja hubungan semacam itu tak akan pernah sesuai, terutama di lingkungan di mana batasan good dan evil benar-benar diperterangkan. Dosa adalah haram. Pendosa sepatutnya bertaubat. Pastur-pastur yang merasa mempunyai kesadaran moral lebih baik dari keduanya, sehingga merasa tahu persis apa-apa saja yang sebetulnya dan akan selanjutnya terjadi, tentulah menentang habis-habisan hubungan de Sarre dan Motier yang pelan-pelan mulai tercium hidung. Segala ancaman dan kecaman pun mulai datang dari masing-masing pastur, yang ternyata salah satu di antara mereka pun memendam hasrat pedofilia tersembunyi. Lebih dari segalanya, mereka takut, bukan hanya pada gairah yang dirasa siswa-siswa merka, tapi pada gairah dalam diri mereka sendiri. Begitupula dengan de Sarre dan Motier yang tak rela begitu saja menyerahkan perteman sakral mereka.

This Special Relationship jelas tidak dimaksudkan sebagai sebuah tontonan yang manis-pahit. Itu ditegaskan dengan kesadaran pencahayaan yang pelan-pelan berubah dari lembut yang “suci” hingga suram “penuh dosa.” Lebih dari itu, film ini telak mengkiritik persoalan yang umum dilakukan manusia, sadar atau tak sadar. Sekolah, hakikatnya, adalah sebuah tempat yang penuh dengan kebaikan dan kesucian. Tak terkira betapa banyak polah asusila yang tak terkata di baliknya. Dan tak tersangka pula keburukan-keburukan tersebut diseruakkan, lantas dihakimkan, dengan mengatasnamakan “kasih” atau “cinta.” Saya tidak sedang membela cinta sakit jiwa de Sarre dan Motier, tak pula para pastur dengan kebenaran moral paling tinggi, hanya saja, sungguh ironis bagaimana “kasih” atau “cinta” ini diatasnamakan. Bahkan hingga dewasa ini.
skung - 10/07/2011 04:59 PM
#9924

Quote:
Original Posted By cavaliers
lumayan kan daripada keluar duit beli tiket. emang di China belum masuk om?


katanya sih baru akan masuk minggu depanan om o
newginafets - 10/07/2011 05:34 PM
#9925

Oh em ji! Tapi ga ada adegan sodomi ala For a Lost Sildier kan?
Quote:
Original Posted By Celest
Les amitiés particulières

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

Sutradara: Jean Delannoy
Pemain: Francis Lacombrade, Didier Haudepin, François Leccia, Dominique Maurin, Louis Seigner, Michel Bouquet, Lucien Nat

Tahun Rilis: 1964
Judul Internasional: This Special Relationship

Diangkat dari novel Les amitiés particulières karya Roger Peyrefitte.

Dunia semakin gila. Saya tak tahu, dengan persepsi dunia kekinian, apakah film ini dapat dikategorikan sakit jiwa. Mungkin saja masih bisa. Kembali ke masanya, menyajikan film semacam This Special Relationship jelaslah sebuah tindakan yang riskan. Cukup menelurkannya dalam wujud tulisan saja sudah kontroversial, apalagi memvisualisasikan. Tak heran, di masanya, film bertajuk homoseksual semata saja jarang ditemukan.

Kasih bisa datang dari mana saja (saya rasa hal serupa seringkali diperdengarkan pada khotbah-khotbah gereja). Lantas bagaimana kalau kasih datang dari sosok yang salah, pada sosok yang salah, dan pada tempat yang salah pula. (“Salah” menurut persepsi umum, dalam hal ini sosial dan spiritual, tentu saja.) Sebab kasih itu muncul antara Georges de Sarre (Francis Lacombrade), seorang remaja berusia kira-kira 15-17-an tahun, dan Alexandre Motier (Didier Haudepin), seorang bocah (benar-benar bocah) berusia kira-kira 10-12-an tahun. Seolah kurah parah, keduanya pelajar di sebuah sekolah asrama Katolik.

Pada kacamata kekinian sekalipun, tentulah de Sarre bakal dihujat habis-habisan sebagai pedofil, cabul, dan pastinya kriminal. Sedang Motier tak lain akan dilabeli oedipus oleh mereka-mereka yang merasa punya tingkat moral dan intelektual lebih. Saya tak sedang mencoba membenarkan tingkah asusila, tentu saja. Tapi kasih bisa datang dari mana saja, kan? (Kalau tak mau disebut “cinta.) Bahkan di tempat sakral sekalipun. Baik de Sarre ataupun Motier, tak satupun merasa terintimidasi atas perasaan satu sama lain. Keduanya sangat menyadari perasaan masing-masing, terlepas dari persoalan usia.

Dua aktor utama patutlah diacungi jempol dalam menampilkan de Sarre dan Motier yang secara diam-diam, bertukar surat-surat puitis. Pun melakukan perjumpaan rahasia di rumah kaca terbengkalai yang sunyi nan sepi. Kelak, malah, keduanya melakukan ritual sakral pertukaran darah, yang menyatakan bahwa resmi sudah keduanya menjadi satu kesatuan. Sekalipun tak pernah mengalamatkan “kekasih” atau “pacar,” mereka hanya menggunakan istilah “pertemanan spesial.” Sesuatu yang mereka anggap sakral.

Tentu saja hubungan semacam itu tak akan pernah sesuai, terutama di lingkungan di mana batasan good dan evil benar-benar diperterangkan. Dosa adalah haram. Pendosa sepatutnya bertaubat. Pastur-pastur yang merasa mempunyai kesadaran moral lebih baik dari keduanya, sehingga merasa tahu persis apa-apa saja yang sebetulnya dan akan selanjutnya terjadi, tentulah menentang habis-habisan hubungan de Sarre dan Motier yang pelan-pelan mulai tercium hidung. Segala ancaman dan kecaman pun mulai datang dari masing-masing pastur, yang ternyata salah satu di antara mereka pun memendam hasrat pedofilia tersembunyi. Lebih dari segalanya, mereka takut, bukan hanya pada gairah yang dirasa siswa-siswa merka, tapi pada gairah dalam diri mereka sendiri. Begitupula dengan de Sarre dan Motier yang tak rela begitu saja menyerahkan perteman sakral mereka.

This Special Relationship jelas tidak dimaksudkan sebagai sebuah tontonan yang manis-pahit. Itu ditegaskan dengan kesadaran pencahayaan yang pelan-pelan berubah dari lembut yang “suci” hingga suram “penuh dosa.” Lebih dari itu, film ini telak mengkiritik persoalan yang umum dilakukan manusia, sadar atau tak sadar. Sekolah, hakikatnya, adalah sebuah tempat yang penuh dengan kebaikan dan kesucian. Tak terkira betapa banyak polah asusila yang tak terkata di baliknya. Dan tak tersangka pula keburukan-keburukan tersebut diseruakkan, lantas dihakimkan, dengan mengatasnamakan “kasih” atau “cinta.” Saya tidak sedang membela cinta sakit jiwa de Sarre dan Motier, tak pula para pastur dengan kebenaran moral paling tinggi, hanya saja, sungguh ironis bagaimana “kasih” atau “cinta” ini diatasnamakan. Bahkan hingga dewasa ini.
Kwon.JiYong - 10/07/2011 08:06 PM
#9926

Quote:
Original Posted By odant
X-Men III mutannya banyak.. tapi mubazir.. ngakaks

X-Men First Class ini juga keren menurut ane. bener2 fresh...
eksplorasi tiap tokohnya juga dapet banget..

rating ane juga sama... 8.5/10


bner juga ya mubazir bnyak yang mati ngakak

Quote:
Original Posted By pendekar.blank
yupp bener banget gan
dari semua film X-men
ane lebih suka ma cerita dalam X-men first Class ini, walaupun action-nya kurang banyak Yb tp pendalaman karakternya dapet banget..
jd tahu asal usul X-men
ternyata dulu profesor X tuh tmenan sama Magneto...
ane kasih nilai 8/10


loh bukannya dari X-Men pertama udah kliatan klo mreka berteman ya hammer:

btw emang bner ceritanya bner" mantap o

---

di peki blkg rata" kasih nilai 8 yah o
W4lker - 10/07/2011 08:19 PM
#9927

ane td siang ntn film despicable me ..
berdukasberdukas padahal ud lama filmny keluar tp ane bru ntn..
lumayan jg trnyta..
ilovekaskus
portkey - 10/07/2011 08:25 PM
#9928

habis nonto catettan harian boy gan..

lumayan bagus,,konyol si andy ma herry nya

rating 7,5/10
innocent_boy - 10/07/2011 08:37 PM
#9929

Quote:
Original Posted By Celest
Les amitiés particulières

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2


This Special Relationship jelas tidak dimaksudkan sebagai sebuah tontonan yang manis-pahit. Itu ditegaskan dengan kesadaran pencahayaan yang pelan-pelan berubah dari lembut yang “suci” hingga suram “penuh dosa.” Lebih dari itu, film ini telak mengkiritik persoalan yang umum dilakukan manusia, sadar atau tak sadar. Sekolah, hakikatnya, adalah sebuah tempat yang penuh dengan kebaikan dan kesucian. Tak terkira betapa banyak polah asusila yang tak terkata di baliknya. Dan tak tersangka pula keburukan-keburukan tersebut diseruakkan, lantas dihakimkan, dengan mengatasnamakan “kasih” atau “cinta.” Saya tidak sedang membela cinta sakit jiwa de Sarre dan Motier, tak pula para pastur dengan kebenaran moral paling tinggi, hanya saja, sungguh ironis bagaimana “kasih” atau “cinta” ini diatasnamakan. Bahkan hingga dewasa ini.


akhirnya om celest ntn jg film ini D
dimarih digambarkan kl pertukaran darah itu lebih 'intim' drpd ML imo shutup:
btw settingnya emang dibuat d boys school d bawah naungan gereja >-- sengaja dipertentangkan antara sebuah tempat yg suci dgn cinta yg "tidak suci"
giling, anak kecilnya punya cinta yg menggebu2 matabelo:

Quote:
Original Posted By newginafets
Oh em ji! Tapi ga ada adegan sodomi ala For a Lost Sildier kan?


pikirannya udah kotor aja nohope:
genre paporitnya om gwen tuh ngacir:
gadfather - 10/07/2011 08:44 PM
#9930

Quote:
Original Posted By newginafets
[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

Hampir menjurus ke Suck and Shit neh. 2 pars dibawah Hello Stranger and
Crazy Little Thing Called Love untuk urusan cinta2an. Kalo soal band baru
yg ingin terkenal, produk lokal Garasi masih jauh lebih bagus. SuckSeed
menurut gw serba datar semua, dari roman, karakterisasi, bahkan cerita.
Friendship? Gak terlalu menonjol juga, jadi semuanya serba tanggung.
Band kacau gitu tapi bisa kepilih festival band, atau emang krn gak ada
peserta lain yah? capedes
Dan, suara si cewek biasa2 aja kok, cuma manisnya itu yg luar biasa o

Rate: 60/100


gw setuju, baru kelar nonton, cuma 1 kata : overrated

memang ada bbrp adegan yg kocak, tapi tetep aja, durasi 2 jam berasa lama bener hammer:


6/10
RocketBull - 10/07/2011 09:01 PM
#9931

The Shawshank Redemption D
mantap kali ni film :2thumbup

8/10 dah
VaNiX3N - 10/07/2011 09:04 PM
#9932

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

LIMITLESS !!
peteparlent - 10/07/2011 09:14 PM
#9933

Quote:
Original Posted By VaNiX3N
[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

LIMITLESS !!


itu yg mantap gan sup2:
giorDRA - 10/07/2011 09:20 PM
#9934

Quote:
Original Posted By Celest
Les amitiés particulières

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

Sutradara: Jean Delannoy
Pemain: Francis Lacombrade, Didier Haudepin, François Leccia, Dominique Maurin, Louis Seigner, Michel Bouquet, Lucien Nat

Tahun Rilis: 1964
Judul Internasional: This Special Relationship

Diangkat dari novel Les amitiés particulières karya Roger Peyrefitte.

Dunia semakin gila. Saya tak tahu, dengan persepsi dunia kekinian, apakah film ini dapat dikategorikan sakit jiwa. Mungkin saja masih bisa. Kembali ke masanya, menyajikan film semacam This Special Relationship jelaslah sebuah tindakan yang riskan. Cukup menelurkannya dalam wujud tulisan saja sudah kontroversial, apalagi memvisualisasikan. Tak heran, di masanya, film bertajuk homoseksual semata saja jarang ditemukan.

Kasih bisa datang dari mana saja (saya rasa hal serupa seringkali diperdengarkan pada khotbah-khotbah gereja). Lantas bagaimana kalau kasih datang dari sosok yang salah, pada sosok yang salah, dan pada tempat yang salah pula. (“Salah” menurut persepsi umum, dalam hal ini sosial dan spiritual, tentu saja.) Sebab kasih itu muncul antara Georges de Sarre (Francis Lacombrade), seorang remaja berusia kira-kira 15-17-an tahun, dan Alexandre Motier (Didier Haudepin), seorang bocah (benar-benar bocah) berusia kira-kira 10-12-an tahun. Seolah kurah parah, keduanya pelajar di sebuah sekolah asrama Katolik.

Pada kacamata kekinian sekalipun, tentulah de Sarre bakal dihujat habis-habisan sebagai pedofil, cabul, dan pastinya kriminal. Sedang Motier tak lain akan dilabeli oedipus oleh mereka-mereka yang merasa punya tingkat moral dan intelektual lebih. Saya tak sedang mencoba membenarkan tingkah asusila, tentu saja. Tapi kasih bisa datang dari mana saja, kan? (Kalau tak mau disebut “cinta.) Bahkan di tempat sakral sekalipun. Baik de Sarre ataupun Motier, tak satupun merasa terintimidasi atas perasaan satu sama lain. Keduanya sangat menyadari perasaan masing-masing, terlepas dari persoalan usia.

Dua aktor utama patutlah diacungi jempol dalam menampilkan de Sarre dan Motier yang secara diam-diam, bertukar surat-surat puitis. Pun melakukan perjumpaan rahasia di rumah kaca terbengkalai yang sunyi nan sepi. Kelak, malah, keduanya melakukan ritual sakral pertukaran darah, yang menyatakan bahwa resmi sudah keduanya menjadi satu kesatuan. Sekalipun tak pernah mengalamatkan “kekasih” atau “pacar,” mereka hanya menggunakan istilah “pertemanan spesial.” Sesuatu yang mereka anggap sakral.

Tentu saja hubungan semacam itu tak akan pernah sesuai, terutama di lingkungan di mana batasan good dan evil benar-benar diperterangkan. Dosa adalah haram. Pendosa sepatutnya bertaubat. Pastur-pastur yang merasa mempunyai kesadaran moral lebih baik dari keduanya, sehingga merasa tahu persis apa-apa saja yang sebetulnya dan akan selanjutnya terjadi, tentulah menentang habis-habisan hubungan de Sarre dan Motier yang pelan-pelan mulai tercium hidung. Segala ancaman dan kecaman pun mulai datang dari masing-masing pastur, yang ternyata salah satu di antara mereka pun memendam hasrat pedofilia tersembunyi. Lebih dari segalanya, mereka takut, bukan hanya pada gairah yang dirasa siswa-siswa merka, tapi pada gairah dalam diri mereka sendiri. Begitupula dengan de Sarre dan Motier yang tak rela begitu saja menyerahkan perteman sakral mereka.

This Special Relationship jelas tidak dimaksudkan sebagai sebuah tontonan yang manis-pahit. Itu ditegaskan dengan kesadaran pencahayaan yang pelan-pelan berubah dari lembut yang “suci” hingga suram “penuh dosa.” Lebih dari itu, film ini telak mengkiritik persoalan yang umum dilakukan manusia, sadar atau tak sadar. Sekolah, hakikatnya, adalah sebuah tempat yang penuh dengan kebaikan dan kesucian. Tak terkira betapa banyak polah asusila yang tak terkata di baliknya. Dan tak tersangka pula keburukan-keburukan tersebut diseruakkan, lantas dihakimkan, dengan mengatasnamakan “kasih” atau “cinta.” Saya tidak sedang membela cinta sakit jiwa de Sarre dan Motier, tak pula para pastur dengan kebenaran moral paling tinggi, hanya saja, sungguh ironis bagaimana “kasih” atau “cinta” ini diatasnamakan. Bahkan hingga dewasa ini.


film2 lama tentang kayak gini darimana sih om ? matabelo:
kok gw nyari kagak nemu2 yaa berdukas
Kwon.JiYong - 10/07/2011 09:31 PM
#9935

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

He killed them with they love,
they love for each other.

Spoiler for Sinopsis
Paul Edgecomb adalah seorang sipir sebuah penjara yang terkenal angker Cold Mountain Penitentiery. Disana, ada sebuah blok sel yang diberi nama The Green Mile, dimana para tawanan tinggal menghitung hari untuk menemui ajalnya di kursi listrik.

Salah satu penghuninya adalah John Coffey, seorang pria berkulit hitam setinggi dua meter lebih yang didakwa melakukan pembunuhan kejam terhadap dua gadis cilik di sebuah pertanian. Mengira akan mendapat perlawanan brutal, para penjaga terkejut saat tahu bahwa Coffey ternyata adalah pria yang sangat lembut.

Tidak hanya itu, ia bahkan enggan menyakiti hewan dan takut akan kegelapan. Perlahan, kehadiran Coffey mampu mengubah hidup semua yang berada disekitarnya mulai dari tikus peliharaannya, sipir Percy, Paul yang sempat mengalami masalah dengan pernikahannya, sampai istri seorang sipir penjara yang mendadak sembuh dari penyakit mematikan.

Melihat kepolosan Coffey, Paul dan para penjaga lain mulai menyangsikan dakwaan mati yang telah dijatuhkan pengadilan, dan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengubahnya. Namun belakangan mereka menyadari, bahwa tidak mudah menyelamatkan seseorang yang sudah didakwa untuk melewati green mile alias perjalanan menuju kursi listrik.


bener" film yang Bagus banget mantap terharu :mewek
yang bercerita tentang Paul edgecomb yang bertugas sbagai sipir gitu
yang bertugas mengeksekusi para terdakwa di blok E
tugas yang di lakukan slma dia tugas berjalan biasa" saja normal (padahalmah sadis gak tega liat orang di eksekusi di kursi listrik gitu takuts) hingga John Coffey datang
seseorang yang berkulit hitam bertubuh besar .. dia bukan orang biasa
dia mempunyai smacam kmampuan gitu .. dia di tahan karna tuduhan telah memperkosa dan membunuh 2 gadis kecil
pada awal pertemuan Paul Edgecomb dengan John Coffey memang sdkit berbeda
Paul Edgecomb terlihat agak terbelakang dan terlihat sperti bukan penjahat
hingga suatu hari Paul Edgecomb menunjukan kmampuannya dan menyembuhkan penyakit Paul

Paul lalu tau kalau John bukanlah orang biasa..
...

yah bgitulah crita yang berdurasi 3 jam hammer:
tapi tidak membuat saya bosan malah membuat saya penasaran dan bertanya"
jujur melihat eksekusi yang di lakukan para sipir dengan kursi listrik membuat saya agak ngeri dan terlihat sadis skali yah.. apalagi melihat waktu

Spoiler for Ekesekusinya
[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

oh Poor del \(
Percy YOU SON OF A B*TCH!

parah banget spon nya kering
del nya masih hidup :mewek


bener" tuh si percy batas

Spoiler for John Coffey Last
I'm tired, boss.
Tired of being on the road,
lonely as a sparrow in the rain.
I'm tired of never having me
a buddy to be with...
...to tell me where we's going to,
coming from, or why.
Mostly, I'm tired of people
being ugly to each other.
I'm tired of all the pain
I feel and hear in the world...
...every day.
There's too much of it.
It's like pieces of glass
in my head...
...all the time.


bener" film yang bagus recommended thumbup:
layak di tonton dan layak di koleksi thumbup:

9/10 thumbup:thumbup:thumbup:thumbup:thumbup:
bagusxfantasy - 10/07/2011 09:36 PM
#9936

Quote:
Original Posted By smeilia
q suka endingnya........ tragis........ btw si cewe keliatan lebih dewasa dari pada ketika dy maen d one liter of tears... tp q te2p lebih suka one liter of tears.... disini lebih terlalu banyak romance dari pada konflik psikologisnya.......

6/10


Lo nonton yg drama kali. D Gw nonton yg versi movienya yg maen YUI, bukan Sawajiri Erika. Gw gak peduli sama endingnya happy atau sad yg penting bisa gw nikmatin saat nonton p
saya.kl0n.dzeke - 10/07/2011 10:05 PM
#9937

Quote:
Original Posted By whatevere5656

wahhh tragis kalo gitu mah.. ratingnya juga turun ahh.. itu mah jadi 7/10 ah.. jadi meaningless kalo gitu sih gan..
kalo heima genrenya masih documentary, nyari di IMDb pun masih ada, kalo ini ngga tau, nyari di IMDb ngga ada.. tapi bener2 bagus liat twist nya gw ngga nyangka loh..


hahaha makanya dirubah endingnya D
oh gitu, kapan2 deh heimanya o

Quote:
Original Posted By smeilia
q suka endingnya........ tragis........ btw si cewe keliatan lebih dewasa dari pada ketika dy maen d one liter of tears... tp q te2p lebih suka one liter of tears.... disini lebih terlalu banyak romance dari pada konflik psikologisnya.......

6/10


itu yang main di taiyou no uta si YUI penyanyi jepun itu kan? amazed:

Quote:
Original Posted By newginafets
[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

Hampir menjurus ke Suck and Shit neh. 2 pars dibawah Hello Stranger and
Crazy Little Thing Called Love untuk urusan cinta2an. Kalo soal band baru
yg ingin terkenal, produk lokal Garasi masih jauh lebih bagus. SuckSeed
menurut gw serba datar semua, dari roman, karakterisasi, bahkan cerita.
Friendship? Gak terlalu menonjol juga, jadi semuanya serba tanggung.
Band kacau gitu tapi bisa kepilih festival band, atau emang krn gak ada
peserta lain yah? capedes
Dan, suara si cewek biasa2 aja kok, cuma manisnya itu yg luar biasa o

Rate: 60/100


Quote:
Original Posted By gadfather
gw setuju, baru kelar nonton, cuma 1 kata : overrated

memang ada bbrp adegan yg kocak, tapi tetep aja, durasi 2 jam berasa lama bener hammer:


6/10


duh, beneran overrated nih? DL udah jalan soalnya \(
apa karena subnya aja yang jelek? dilemma \( agh masa bodo, DL wae lah hammer:


---

The Recipe (2010)

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

ceritanya bermula dari kata terakhir seorang buronan yang akan di hukum gantung. hal ini memberi tanda tanya yang besar kepada seorang wartawan TV. bagaimana tidak, sang buronan hanya mengucapkan betapa lezatnya sup doenjang yang dia makan, tidak berkata hal lain, hanya tentang kelezatan sup doenjang yang menyebabkan dia tertangkap. dari sinilah, permulaan pencarian sang wartawan sampai akhirnya dia menemukan fakta bahwa banyak sekali cerita dibalik resep rahasia tersebut.

sedikit boring di awal ampe pertengahan, mulai serius dari pertengahan sampai akhir. karena pas di tengah2 film inilah diceritakan apa sebenarnya yang membuat makanannya itu begitu enak.
karena ini film korea, jadi jangan kaget kalo ada beberapa adegan yang lebay. seperti adegan di film2 kartun dimana seseorang "melayang" karena aroma masakannya yang sangat sedap dll.
jadi kalo anda cukup sabar menonton hingga pertengahan dan masih bisa mentoleransi kelebay-an yang disajikan, film ini lumayan asik buat ditonton sebagai pengisi waktu luang. D

rate : 7.2/10
ah iya cewenya bening bo! wowcantik hammer:

-----------

my sassy girl (2008)

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

i really wonder, what if i've seen this movie first than the original one?
memang kalo ngebandingin, which i hate to, film ini memang jauh dibawah yang aslinya. elisa cuthbert ga se "sassy" jeon ji hyun, bener-bener ga dapet feeling "Tsundere" nya ke gue. memang sih konversi budaya asia ke amerika itu sulit. karena budaya keduanya yang sangat berbeda. tapi bagaimanapun juga, saya sedikit terganggu dengan, kalo original kendo, kenapa yang remake juga ikut-ikutan? hammer: oke, apa mugkin untuk tidak terlalu mengubah jalan ceritanya? well, dari awal ketika adegan di stasiun saja sudah ada banyak perbedaan, tapi kenapa scene yang itu masih tetap di pertahankan? hammer:
....
balik lagi ke pertanyaan, what if i've seen this movie first than the original one? saya rasa, kalo saya lebih dulu mengenal versi remakenya, saya ga ada alasan untuk tidak menyukainya, jalan ceritanya memang menarik untuk diikuti dan memang tidak ada yang bisa ngalahin apalagi kalo ceritanya itu udah based on true story. well, both were enjoyable but in their own different ways :addfriends

rate: 7/10
giorDRA - 10/07/2011 10:05 PM
#9938

Review 3 film yang baru ditonton hari ini ngacir:

Sparrow (2008)
Kei (Simon Yam) merupakan seorang pencopet yang mempunya 3 kawanan lainnya yang salah satunya adalah adiknya.
Kemudian kei bertemu dengan wanita cantik bernama Chun Lei (Kelly Lin), namun kei tidak mengetahui bahwa dibalik kecantikan chun lei tersimpan masa lalu yang misterius.
Chun lei merupakan simpanan pencopet papan atas (Mr. Fu) yang bukan merupakan kemauannya, Demi membebaskan chun lei akhirnya Kei berusaha bertaruh dengan Mr. Fu.
Meskipun Kei merasa telah dibohongi oleh chun lei namun ia tetap dengan ikhlas untuk membantu chun lei bebas dr Mr. Fu.
Filmnya agak2 kaku ya sebenernya, tapi emang kebanyakan film hongkong kayak begini sih tipe dan pengambilan gambarnya.
Dan perasaan kok tokoh2 pencopet laennya mukanya agak datar tanpa ekspresi.
Dan yang disalutkan keprofesionalan Mr.Fu sebagai pencopet papan atas kayaknya tetap bisa dipertahankan meskipun usianya sudah tidak muda lagi.
RATE : B-
Spoiler for poster
[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2


Happily N'Ever After 2 (2009)
kali ini Snow White diceritakan sebagai remaja nakal yang enggan membantu kaum miskin karena ia lebih suka bersenang-senang dengan teman-temannya. maklum ababil capedes
Namun seiring waktu, ketika ia bertemu dengan para kurcaci ia pun berusaha untuk berubah.
Ia jatuh cinta dengan pengawal istana bernama Peter yang kemudian membantunya mencegah pernikahan ayahnya dengan wanita jahat yang ingin menguasai istana.
Jatoh2nya film ini layaknya campuran sinetron dengan dongeng deh menurut gw nohope:
Tapi unsur2 seperti kurcaci, pinokio, Cermin ajaib semuanya masih ada.
yang berubah yaah cuma sifat si Snow White itu aja sih.
RATE : C+
Spoiler for poster
[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2


Catatan Harian si Boy (2011)
Akhirnya hari ini menyempatkan diri kebioskop walaupun sambil dengerin orang curhat disebelah nohope:
Awalnya kirain film ini bakalan mirip sama cerita2 CSB seri2 sebelumnya.
ternyata beda banget yaa.
yang sama cuma karakter si Boy dengan si tokoh utama yang diperankan sama Ario Bayu (Satrio).
Secara keseluruhan film ini sebenernya dikemas secara sederhana dan menarik sih, ceritanya juga gak berat seputar kehidupan sehari-hari.
Ario bayu bener2 ngebuktiin aktingnya sebagai aktor.
sedangkan si Carissa putri lagi2 cantik genit: namun yaitu bagi gw Carissa itu emang cocok banget yaa maenin peran sebagai cewek murung, dalam kesedihan, sebentar lagi mau mati, korban perkosaan, korban aniaya, anak tiri yang dibenci sama ibu tirinya. Pokoknya emang muka dia pantes buat peran2 kayak gitu Peace: tapi tetep tanpa mengurangi kecantikannya malus
Yang gw gak suka si tokoh Nico itu tuh, dia itu buat gw ibarat artis yang baru percobaan maen film.
gak tau ngapa menurut gw aktingnya gak bagus, dan kalo menurut gw sih mendingan kalo mau ngomong english, english aja sekalian jatohnya lebih enak dengerin dy ngomong english drpd harus begitcyuu najiss
hmm pendapat pribadi nih yaa, kayaknya harusnya judulnya bukan Catatan Harian si Boy deh, karena tokoh Boynya sendiri gak terlalu diekspos. atau ini hanya menjual judul tersebut aja ya ? malu:
RATE : B+
Spoiler for poster
[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2
Jakautama - 10/07/2011 10:09 PM
#9939

baru keluar r5 nya D
[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2
ane kira kalo masa lalu bakal ngebosenin, ternyata disini ngga , semuanya jelas D
8/10
maximcool - 10/07/2011 10:44 PM
#9940

Quote:
Original Posted By Jakautama
baru keluar r5 nya D
[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2
ane kira kalo masa lalu bakal ngebosenin, ternyata disini ngga , semuanya jelas D
8/10


sebenarnya mau download sih,cuma nunggu yg versi BRRip aja deh (padahal inet gak kuat \()
Page 497 of 500 | ‹ First  < 492 493 494 495 496 497 498 499 500 > 
Home > LOEKELOE > MOVIES > [Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part 2