MOVIES
Home > LOEKELOE > MOVIES > [Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part 2
Total Views: 448311 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 8 of 500 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›

Celest - 27/11/2010 07:38 PM
#141

La Collectionneuse

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

Sutradara: Éric Rohmer
Pemain: Patrick Bauchau, Haydée Politoff, Daniel Pommereulle, Alain Jouffroy, Mijanou Bardot, Annik Morice, Dennis Berry, Seymour Hertzberg, Néstor Almendros, Patrice De Bailliencourt, László Benkö, Anne Dubot

Tahun Rilis: 1967
Judul Internasional: The Collector

Film ini merupakan film keempat dari Contes moraux (Six Moral Tales) karya Éric Rohmer.

Bisa dilihat cukup banyak perkembangan di film keempat ini, dibanding ketiga film selanjutnya. Yang paling mencolok, tidak seperti tiga film sebelumnya yang disajikan hitam-putih, film ini tampil berwarna. Lebih jauh lagi, kalau di tiga film sebelumnya, The Bakery Girl of Monceau, Suzzane's Career, dan My Night at Maud's, Éric Rohmer hanya menekankan pada tantangan terhadap prinsip tokoh utamanya, di La Collectionneuse, beliau mengembangkan seri Six Moral Tales ini ke arah yang lebih eksplisit – termasuk juga dari segi seksual.

Éric Rohmer tidak hanya menempatkan tokoh utamanya pada sebuah situasi yang memberi dampak dilema prinsip, tapi juga membuat mereka berputar-putar dalam permainan seduksi, rayuan, dan manipulasi, sekalipun tidak ada adegan seks eksplsit (selain adegan seks kecil-kecilan yang ditampilkan cuma sebatas cuplikan). Suasana tersebut dibantu oleh setting dan nuansa musim panas yang memberikan kesan romantis sekaligus eksotis (atau erotis?).

Pada dasarnya, La Collectionneuse tidak terlalu beda dengan film-film pendahulunya. Film ini masih berkisah tentang seorang pria yang jatuh cinta pada seorang wanita tetapi tergoda oleh wanita lain namun menyangkalnya dengan melakukan analisis self-security (melalui narasi). Dari narasinya juga bisa diasumsikan bahwa si tokoh memaparkan kisah lampau. Film dibuka dengan tiga prolog yang masing-masing memerkenalkan tiga tokoh utama. Pertama, seorang gadis muda bernama Haydee (Haydée Politoff) yang ditampilkan sedang berjalan-jalan di pantai. Lalu, Daniel (Daniel Pommereulle) yang sedang mendebatkan sebuah kaleng yang sisi-sisinya ditempeli silet (tegak lurus). “You yourself are the can of paint surrounded by razor blades, as was Saint-Just. Razor blades are words. They could be silence. They could also be elegance... a certain yellow.” Itu lah Daniel. Pada prolog terakhir diperkenalkan tokoh utama, Adrien (Patrick Bauchau), seorang art dealer yang sedang berbincang dengan pacarnya dan seorang wanita lagi (teman pacarnya). “We love someone because we find him handsome,” kata teman Adrien. “No, we find him handsome because we love him,” bantah pacarnya Adrien. Lalu dibalas, “But friendship doesn't happen in five minutes. It takes several encounters. How do you manage that with someone you find ugly?”

Cerita sebenarnya dimulai di sebuah villa tempat Adrien, narator sekaligus tokoh sentral, berlibur. Ditemani Daniel, keduanya mengharapkan sebuah liburan yang tenang, damai, sunyi, dan nyaris tidak melakukan apa-apa (misalnya, Adrien membaca buku karena tidak mau berpikir di saat-saat liburannya, dengan membaca, buku tersebut yang memberikannya pemikiran bukan dia yang harus memikirkan – setidaknya begitulah maksudnya). Selain Adrien dan Daniel, seorang gadis yang jauh lebih muda dari mereka, Haydee, juga berada di villa itu. Gadis muda ini terkenal dengan kepiawaiannya gonta-ganti lelaki (seusianya), pulang-pergi selalu dengan laki-laki yang berbeda. Pada mulanya Adrien sama sekali tidak peduli dengan keberadaan Haydee, tapi, berhubung Adrien dan Daniel tinggal satu atap dengan gadis itu, mereka tidak bisa 100% mengacuhkannya kan? Permainan antara Adrien dan Haydee pun dimulai ketika, diketahu melalu narasi, Adrien merasa Haydee mengincarnya (mencoba memasukkan nama Adrien ke dalam daftar koleksinya). Dan situasi ketiganya pun berputar-putar – saya tidak akan jabarkan lebih lanjut.

Yang saya tangkap dari La Collectionneuse adalah sebuah kisah tentang persepsi dan interpretasi (terhadap Haydee). Sebagian dari narasi dari tokoh utama, selain penolakan dan penyangkalannya, adalah penilaian terhadap Haydee. Dan pada puncaknya, hal ini ditunjukkan dengan kejam di suatu adegan ketika Daniel menghujatnya “ugly,” “bitch,” dan melabelinya “The collector.” Apakah Haydee benar-benar gadis jalang seperti yang ada di pikiran Adrien dan Daniel? Entahlah, film ini disajikan dari sudut pandang Adrien. Tapi di suatu adegan HAydee menjelaskan bahwa pada dasarnya dia sedang “mencari” dan belum menemukan “pasangan.” Persepsi Adrien terhadap Haydee pun diuji, beriringan dengan penolakan terhadap ketertarikannya pada gadis yang jauh lebih muda itu.

Yang jadi pertanyaannya adalah kenapa kedua pria ini sebegitu benci (atau enggan, atau jijik, atau apalah istilahnya) pada Haydee? Apakah keduanya membenci Haydee karena sex appeal-nya di usia yang sebegitu muda? Apakah keduanya justru membenci pesona Haydee? Membenci kebebasan seksual Haydee? Atau mereka membenci dominasi Haydee terhadap pria-pria yang masuk daftar koleksinya? Saya rasa “benci” bukanlah kata yang tepat, melainkan “iri.” Mereka “iri” atas posisi, dominasi, dan kebebasan Haydee. Bukan berarti mereka berkeingin menjadi perempuan, ini lebih ke urusan politik gender. Mereka iri karena dalam permainan-permainan seduksi sepert ini, Haydee (gadis muda yang sudah mempunyai sex appeal di mata mereka) justru menjadi pemancing. Sementara pria-pria malah berposisi sebagai ikan yang siap dipancing. Terlebih mengingat usia Haydee yang jauh lebih muda dari keduanya. Ini jelas bukan film feminist, tapi lebih melihat sisi feminisme dari kacamata para pria. Hal ini cukup terlihat ketika Daniel mencaci-maki Haydee. Adrien, yang bersikap lebih ramah kepada Haydee ketimbang Daniel, juga mencoba “menjebak” Haydee ke tangan Daniel dan kemudian ke pria yang jauh lebih tua lagi (seorang kolektor barang antik). Simpelnya, Adrien mencoba mengimbangi Haydee dalam permainan tersebut. Simpelnya, karena Adrien, arogan memang, mencoba menunjukkan pada Haydee tentang kehidupan yang lebih dewasa. Di adegan akhir, ketika Haydee dengan sengaja memancing kemarahan si kolektor barang antik, ditunjukkan bahwa Haydee sendiri belum siap dengan sesuatu yang di luar jangkauan usianya. Dan di adegan ketika Haydee disapa dua orang lelaki muda (ketika keduanya sedang di atas mobil) menunjukkan bahwa persepsi Adrien terhadap Haydee diuji untuk yang terakhir kalinya: that Haydee is still a child.
Celest - 27/11/2010 07:46 PM
#142

Quote:
Original Posted By ChaerinLeadah
Semua yang ditawarin di sini kok g ada di Video Ezy ya? Tahun berapa sih filmnya?


Download lah, Jeng.
bwindotcom - 27/11/2010 07:51 PM
#143

Quote:
Original Posted By yuliusman
emang dokumenter yah om hehe ;)


yuli matabelo: maho tumben ngeripiu dimari malu:
fearthemarch - 27/11/2010 09:35 PM
#144

mau minta pendapat buat yang udah nonton nih...

mending nonton Unstoppable apa Tangled yah?

thanks buat jawabannya. o o
Hafilova - 27/11/2010 09:39 PM
#145

Quote:
Original Posted By fearthemarch
mau minta pendapat buat yang udah nonton nih...

mending nonton Unstoppable apa Tangled yah?

thanks buat jawabannya. o o


tuh film sebenarnya beda genre, cuman gw suka 22nya.

kalo demen action thriller kecepatan tinggi kaya speed, dijamin bakal suka unstoppable.

Tangled aka. Rapunzel juga bagus, lebih bagus dari ekspektasi gw sebelumnya. Ceritanya menarik dan lucu, karakter2nya loveable banget, kalo suka animasi2 Disney klasik Rapunzel pasti memuaskan lu D

kalo mau liat repiu gw ada peki one, sapa tau bisa bantu dikit2 malu:
fearthemarch - 27/11/2010 09:43 PM
#146

Quote:
Original Posted By Hafilova
tuh film sebenarnya beda genre, cuman gw suka 22nya.

kalo demen action thriller kecepatan tinggi kaya speed, dijamin bakal suka unstoppable.

Tangled aka. Rapunzel juga bagus, lebih bagus dari ekspektasi gw sebelumnya. Ceritanya menarik dan lucu, karakter2nya loveable banget, kalo suka animasi2 Disney klasik Rapunzel pasti memuaskan lu D

kalo mau liat repiu gw ada peki one, sapa tau bisa bantu dikit2 malu:


udah baca. situ termasuk reviewer yang aku perhitungkan kok D jadi walopun beda genre bisa dibilang kualitas sama gitu yah? thanks.

takutnya kalo ternyata salah satunya flop. kan males kalo harus bilang "tau gitu tadi nonton ........ aja." o
Hafilova - 27/11/2010 09:46 PM
#147

Quote:
Original Posted By fearthemarch
udah baca. situ termasuk reviewer yang aku perhitungkan kok D jadi walopun beda genre bisa dibilang kualitas sama gitu yah? thanks.

takutnya kalo ternyata salah satunya flop. kan males kalo harus bilang "tau gitu tadi nonton ........ aja." o


jadi malu:

kali ini bisa dibilang 'win-win' choice kok, jadi menurut gw lu gak bakalan nyesel kalo nonton salah satu dari film itu, kecuali kalo emang gak suka genre keduanya D

jadi mau nonton yang mana dulu nih? D
fearthemarch - 27/11/2010 09:55 PM
#148

Quote:
Original Posted By Hafilova
jadi malu:

kali ini bisa dibilang 'win-win' choice kok, jadi menurut gw lu gak bakalan nyesel kalo nonton salah satu dari film itu, kecuali kalo emang gak suka genre keduanya D

jadi mau nonton yang mana dulu nih? D


sebenernya suka action, tapi tertarik Tangled soalnya kayaknya menarik (dan 3D). nonton Unstoppable dulu dah, keburu ilang dari bioskop. lagi pula film action lebih mantab kayaknya kalo di cinema. D

btw, thanks. shakehand
Celest - 27/11/2010 10:08 PM
#149

Quote:
Original Posted By Hafilova
tuh film sebenarnya beda genre, cuman gw suka 22nya.

kalo demen action thriller kecepatan tinggi kaya speed, dijamin bakal suka unstoppable.

Tangled aka. Rapunzel juga bagus, lebih bagus dari ekspektasi gw sebelumnya. Ceritanya menarik dan lucu, karakter2nya loveable banget, kalo suka animasi2 Disney klasik Rapunzel pasti memuaskan lu D

kalo mau liat repiu gw ada peki one, sapa tau bisa bantu dikit2 malu:


Nonton di bioskop, Om? Enaknya ....
Bioskop di sini gak bisa diharapkan, yang tayang (selain Harpot) malah Nayato + Maxima.
finnogates - 27/11/2010 10:10 PM
#150

Rumah Dara

Quote:
[CENTER]Rumah Dara (bahasa Inggris: Macabre, di Singapura berjudul Darah) adalah film horor jagal dari Indonesia yang dirilis pada tanggal 22 Januari 2010. Film yang bersemboyan "Horor menemukan seorang ibu" ini disutradarai oleh Mo Brothers dan dibintangi oleh Shareefa Daanish dan Julie Estelle sebagai tokoh utama. Film Rumah Dara berkisah mengenai sekelompok pemuda-pemudi yang terjebak di rumah milik seorang pembunuh misterius yang bernama "Dara". Film ini menjadi reuni antara aktris Julie Estelle dan Imelda Therinne setelah kolaborasi mereka dalam Kuntilanak 3.

Sebelum ditayangkan di Indonesia, karakter Dara telah lebih dahulu dipopulerkan lewat segmen film pendek "Dara" dalam film horor antologi "Takut: Faces of Fear" yang juga disutradarai Mo Brothers dan dirilis pada tahun 2008 di festival-festival film di seluruh dunia. Segmen film pendek Dara mendapat begitu banyak tanggapan positif sehingga akhirnya Rumah Dara mendapat harapan besar dari para penggemar film Dara. Pada tahun 2008-2009, Rumah Dara juga telah dilayarkan lebih dahulu di berbagai festival film internasional dan banyak meraih penghargaan. Pada akhir 2009, film ini ditayangkan di Singapura terlebih dahulu dan mendapatkan rating M18 (untuk adegan sadis dan kekerasan).[1] Rumah Dara lalu dirilis secara serempak di seluruh Indonesia pada tanggal 21 Januari 2010. Distribusi film ini ke Amerika Utara dan Eropa telah dibeli oleh Overlook Entertainment.

Dalam twitter resmi Rumah dara, diumumkan bahwa film ini dicekal dan dilarang untuk tayang di Malaysia karena tema yang dianggap bertentangan dengan hukum sensor film Malaysia. Film ini menjadi film Indonesia pertama yang dicekal dan dilarang untuk tayang di Malaysia.

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2


Review :
Buat pecinta film horror + gore = thumbup:
Tapi endingnya twisted hammer:
Lumayan seru jalan ceritanya
thumbup:thumbup:thumbup:/thumbup:thumbup:thumbup:thumbup:thumbup:[/CENTER]
Hafilova - 27/11/2010 10:13 PM
#151

Quote:
Original Posted By fearthemarch
sebenernya suka action, tapi tertarik Tangled soalnya kayaknya menarik (dan 3D). nonton Unstoppable dulu dah, keburu ilang dari bioskop. lagi pula film action lebih mantab kayaknya kalo di cinema. D

btw, thanks. shakehand

versi 3Dnya gak terlalu kerasa sih sebenarnya, tapi tanpa 3D ato ngga kualitas animasinya Rapunzel udah keren banget kok D

your welcome deh shakehand
Quote:
Original Posted By Celest
Nonton di bioskop, Om? Enaknya ....
Bioskop di sini gak bisa diharapkan, yang tayang (selain Harpot) malah Nayato + Maxima.


iya jon, emang di surakarta gak apdet yang bioskopnya? confused: gw dsini ada dua XXI, yang satu khusus film2 Nayato+Maxima, yang satu lagi selalu update film2 terbaru, cuman agak mahal D
bagusxfantasy - 27/11/2010 10:21 PM
#152

Despicable Me

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2


Seorang Villain Gru mengadopsi 3 anak yatim piatu. Memanfa.atkan mereka untuk mencuri sebuah alat yg bisa memperkecil benda dari rivalnya sesama Villain, Vektor. Gru ingin menggunakan alat tersebut untuk memperkecil bulan dan mengambilnya dari semesta supaya ia diakui sebagai Villain terhebat. Selanjutnya tahulah model film kaya gini bakal gimana tapi tetap saja jadi tontonan yg menghibur.

7.5/10

Si Vektor mirip Bill Gates D
Celest - 27/11/2010 10:22 PM
#153

Quote:
Original Posted By finnogates
Rumah Dara

Review :
Buat pecinta film horror + gore = thumbup:
Tapi endingnya twisted hammer:
Lumayan seru jalan ceritanya
thumbup:thumbup:thumbup:/thumbup:thumbup:thumbup:thumbup:thumbup:


Aku masuk kelompok yang nggak terlalu suka aja ah....

Quote:
Original Posted By Hafilova
iya jon, emang di surakarta gak apdet yang bioskopnya? confused: gw dsini ada dua XXI, yang satu khusus film2 Nayato+Maxima, yang satu lagi selalu update film2 terbaru, cuman agak mahal D


Update sih Om, normalnya udah diganti film di satu teater seminggu. Kalau filmnya bener-bener nggak laku, dua tiga hari ya diganti. Tapi, ya, seringnya diganti yang begituan. Giliran film yang menjanjikan, sebulan-duabulan dari rilisnya aja belum tentu nongol. Giliran Nayato + Maxima, langsung nongol. Inception, RED aja sampe sekarang belum kesentuh 21 Surakarta. Aku nonton Inception via bajakan.
Hafilova - 27/11/2010 10:29 PM
#154

Quote:
Original Posted By Celest
Aku masuk kelompok yang nggak terlalu suka aja ah....



Update sih Om, normalnya udah diganti film di satu teater seminggu. Kalau filmnya bener-bener nggak laku, dua tiga hari ya diganti. Tapi, ya, seringnya diganti yang begituan. Giliran film yang menjanjikan, sebulan-duabulan dari rilisnya aja belum tentu nongol. Giliran Nayato + Maxima, langsung nongol. Inception, RED aja sampe sekarang belum kesentuh 21 Surakarta. Aku nonton Inception via bajakan.


maksudnya yang apdet nih film2 indonya aja ya? D

dulu disini juga gitu pas masih ada satu bioskop, iri liat Jkt dan kota2 besar lainnya film2nya pada baru2 semua malu: untung aja semuanya udah berubah sekarang D

yang sabar aja ya jon D , masih untung masih bisa donlot and beli dvd p
Celest - 27/11/2010 10:33 PM
#155

Quote:
Original Posted By Hafilova
maksudnya yang apdet nih film2 indonya aja ya? D

dulu disini juga gitu pas masih ada satu bioskop, iri liat Jkt dan kota2 besar lainnya film2nya pada baru2 semua malu: untung aja semuanya udah berubah sekarang D

yang sabar aja ya jon D , masih untung masih bisa donlot and beli dvd p


Film luar sih update Om (yah walau lebih sering film lokal), tapi sekalinya update film luar sering telat banget (kecuali filmnya booming banget kayak Harpot, Twilight, etc). Awake-nya Hayden Christensen aja baru nongol di 21 pas aku sudah nonton di bajakan 5-6 bulan sebelumnya.
finnogates - 27/11/2010 10:41 PM
#156

Quote:
Original Posted By Celest
Aku masuk kelompok yang nggak terlalu suka aja ah....



Update sih Om, normalnya udah diganti film di satu teater seminggu. Kalau filmnya bener-bener nggak laku, dua tiga hari ya diganti. Tapi, ya, seringnya diganti yang begituan. Giliran film yang menjanjikan, sebulan-duabulan dari rilisnya aja belum tentu nongol. Giliran Nayato + Maxima, langsung nongol. Inception, RED aja sampe sekarang belum kesentuh 21 Surakarta. Aku nonton Inception via bajakan.


aku masuknya yang sedang2 aja ah gan D
eanseazaseani - 27/11/2010 10:58 PM
#157

habis nonton :

- RUMAH DARA..

Asli nih film Biqn ane Lemes gan..darah dimana2...
keren..keren.. ga nyangka film indo bs sekeren ini dari segi storyline n movie effect nya,,,

NILAI : 9/10 thumbup:


- DEAD RISING..

satu lagi film GAGAL yg diangkat dari judul game yang Terkenal..
Awal nya ngarep banyak dari nih film...apalagi pas ngliat cover dvd nya...
tapi pas nonton..najis
ancuuur bgt dah...
ga jelas crita nya... zombie2 nya ga keliatan kea zombie...
malah kea orang2 yg habis saqt mata.. mata nya merah2 ga jelas gt...

NILAI : 3/10 thumbdown
bwindotcom - 27/11/2010 11:24 PM
#158

Air Force One

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

Tentang pembajakkan Pesawat Air Force One.

Ude ketahuan presidennya jagoan hammer:, ceritanya ga bagus menurut gw.

Rate : 5/10
darkknight007 - 27/11/2010 11:47 PM
#159

[Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part  2

Barusan habis nonton dan kesannya sih ga bagus-bagus amat. David Yates kadang masih mengulangi kesalahan-kesalahan ( meskipun ga banyak) seperti pas di film ke 6 yang menurut gw film terjelek dari franchise Harry Potter.
Masih ada adegan - adegan yang bikin ngantuk gara-gara penggarapan dan atmosfer yang dibuat si Yates kelewat datar. Terus adegan kematian karakternya yang seharusnya bisa dibuat lebih dramatis.

Meskipun gitu, harus diakui adegan actionnya tambah oke, karakter semakin kuat, dan endingnya juga udah tepat dipecah pas di adegan "itu" buat menambah rasa penasaran penonton. Ya, kita liat aja akan seperti apa Part 2 nya nanti yang seharusnya bisa lebih bagus dan heboh karena banyak rahasia-rahasia yang akan terungkap.

Rate: 7,5/10
ok pc - 28/11/2010 12:16 AM
#160
BELKIBOLANG (Belok Kiri Boleh Langsung)
Belkibolang, film Omnibus yang berisi 9 filmpendek dari 9 sineas muda indonesia.

layaknya film Omnibus, masing-masing punya kualitas yang beda-beda, jadi kalo mau menilai, ya harus dipisah-pisah.




1. Payung / Agung Sentausa

i loathe this kind of short film.. sok serius, sok bermakna, sok punya pesan. ngerti si , directornya mencoba bikin film heart-warming, ingin penontonya tersenyum diakhir cerita. well, sayangnya fail. apalagi untuk film pendek kurang dari 10 menit, suatu tugas yang sangat sulit, tapi bukan berarti mustahil juga.

one of the worst, but not the worst..

D-




2. Percakapan Ini / Ifa Isfansyah
menarik dan kreatif, Percakapan Ini membuat dialog film layaknya siklus, berputar dan berulang tanpa mengurangi maknanya. tapi untuk percakapan sehari-hari, dialognya terlalu rapih, dan beberapa dialog malah maksa untuk masuk ke konflik (masih engga ngerti hubunganya TTS ama TV) kalo dialognya dibikin sedikit 'raw' dan nyambung.. mungkin bisa lebih bagus.

C



3. Mamalia / Tumpal Tampubolon
ada berbagai cara untuk mencari sesuap nasi, salah satunya adalah merampok, pilihan yang diambil seorang wanita tanpa nama di film ini, bagaimana cara seorang wanita merampok ? apalagi korbannya pria...
dari judul sudah ada sedikit bocoran (mamalia = hewan menyusui). plotnya lumayan, sayang actingnya buruk. & the comedy was not my cup of tea

C-





4. Planet Gajah / Rico Marpaung
definitely, the worst film in Belkibolang. inginnya menangkap kesedihan dari sebua cerita tentang kekasih yang diramal telah kutuk, apa daya keburukan yang didapat. plot cliche dibumbui sentimental sampah. segalanya terlihat begitu buruk.

E





5. Tokek / Anggun Priambodo
kalau Amerika punya spiderman, Malaysia punya cicakman, Indonesia punya Gecko!
one of the best! cerita awal terjadinya Gecko! menarik banget ni kalo dibikin versi Feature

B





6. Peron / Azhar Lubis
ada 1 orang dalam peron kereta, mendengarkan Ipod, tidak peduli dengan sekitarnya, dan berfantasi dengan cewe yang duduk didepanya.
lumayan seru, engga jelek, tapi engga bagus juga..


C-


7. Ella / Wisnu
Hari terakhir puasa, hari terakhir Ella berjualan, besok dia mudik ke kampung halaman..

not bad lah.. engga ada kekurangan yg menonjol, juga kelebihannya.

C




8. Roller Coaster / Edwin
setelah lama berkawan, 2 orang bersahabatan tidak pernah melihat masing-masing telanjang bugil, hari ini adalah saatnya, beranikah mereka?
menarik, ketelanjangan disini bisa berarti luas, tidak hanya fisik, walaupun yang digambarkan adalah fisik. telanjang adalah kebenaran tanpa ditutup-tutupin, bisakah kita seperti itu ? atau ketika orang lain sudah telanjang justru malah menutup mata ?

B



9. Full Moon / Sidi Saleh
sedikit terganggu dengan acting si istri yang begitu expresif, tapi lumayan lah.. engga jelek.


C-
Page 8 of 500 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›
Home > LOEKELOE > MOVIES > [Rejuvenated Again] The Last Movie You Just Saw - Bad Or Good - Part 2