Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
Total Views: 20692 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 10 of 24 | ‹ First  < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 >  Last ›

zeth - 20/12/2010 12:47 PM
#181

Quote:
Original Posted By AdipatiBerbah
matur nuwun wejanganya mas Zeth.....shakehand
masih perlu banyak belajar nh..
iloveindonesia


:2thumbup:


iloveindonesia
prabuanom - 20/12/2010 12:55 PM
#182

Quote:
Original Posted By Judess
satu aliran kali tapi bagi2 tugas. modus operandi na sama, masih sama gaya na dari taon 2008. ngacir:


beda, dasarnya aja jelas ketahuan. basya itu ga ngerti apa apa. turangga seta masih menggunakan metode kejawenan. sayangnya yah ada keyakinan yg pada ahirnya susah untuk ditemukan dengan ilmu dan logika. saya jelas lebih menghargai turangga seta drpd fahmi basya. perbedaan antara saya dan turangga seta cuma tipis, yaitu pada dasarnya hal hal yg bersipat bhatiniyah adalah untuk diri sendiri. dan untuk menuju penjabaran secara khalayak maka itu adalah hal yg lain lagi. dan banyak yg dpt info seperti turangga seta diluar sana, tp mereka diam dan menjalankan kehidupan spiritualitasnya dengan tenang. mungkin karena itu turangga seta sendiri ga membuka diri. dan ahirnya saya memahaminya, soal ktertutupan informasu tsb. hem.....yah mungkin ini menjadi sebuah pembelajaran buat kita semua.
prabuanom - 20/12/2010 01:08 PM
#183

Quote:
Original Posted By andrea7
Belum lagi, menurut saya pribadi.., leluhur itu suka sanepan.., jadi berbagai informasi itu musti diendapkan dulu untuk memahami maksudnya..
*maaf kalo salah, hanya pendapat* o

wadhuh..-wadhuh.., malah pake sungkem.. iq..
ndak kuwalik ya.. shakehand
Monggo-monggo, kita ngangsu kawruh di forbud sama-sama.., info dari saya juga bukan info ala leluhur, masih harus crosscheck sana-sini Mas..

wahh.., ada apa nama saya disebut-sebut..?
Gimana.., mau tanya apa? *lho??!!* hammer:


sebenarnya sama saja kok semuanya, cuma saya menganggap bahwa semua itu adalah laku yg diberi wangsit. bukan suatu hal yg bisa dijabarkan jika belum ada bukti faktualnya dimasyarakat. dan saya juga sering mendapatkan hal hal aneh yang ga perlu saya ungkap dalam perjalanan saya dengan leluhur. jd hal itu wajar wajar saja menurut saya. tp memang sepertinya hal ini ga akan bisa dibahas secara terbuka. karena nantinya ya jelas berbeda dengan ilmu kebanyakan. td nya saya terpengaruh perkataan seorang temen. bahwa turangga seta tidak menggunakan menyan, saya pikir drmana dong dpt kemampuan membuka hal yg aneh menurut saya. maka saya tanyakan, apakah dia mendapatkan pembelajaran tertentu dr keilmuannya. ternyata ya menggunakan tata cara ghaib. ya hal itu adalah suatu hal yg ga akan ketemu dengan ilmu faktual.

untuk pyramide. jauh sebelum turangga seta ngomong tentang piramid digunung padang. salah satu sesepuh forsup telah kesana bahkan ritual bersama disana. ini linknya dr sesepuh forsup tersebut dan temen temen forsup yg telah kesana.

https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=1152047

jd ya saya rasa hal itu adalah bukan hal yg baru bagi kalangan supranaturalis forsup kaskus.

Quote:
Original Posted By ButoGalak
wuidih sesepuh MIL akhirnya turun gunung juga.....takut: Peace:
kalo menurut yg saya alami, pengaksesan ilmu dan energi leluhur itu tergantung niat dan kecenderungan kita, kalo kita suka ilmu2 kanoman/kesaktian ya bisa jadi ilmu2 kesaktian kanomanlah yg didapat, bagi yg suka kasepuhan ya yg didapat itu,, bagi yg suka pusaka/batu aji ya barangkali akan nemu itu....

cuman yg jadi masalah adalah ketika sebuah pengalaman spiritual dijadikan sebuah pembenaran sepihak diri sendiri atas sebuah hal contohnya fakta sejarah ya bisa repot urusannya.........lagipula utk bisa masuk ke energi "beliau2" ini batin harus wening dulu dari ego2 kesepihakan termasuk merasa paling benar, paling unggul dsb, kalau tidak bisa maka bisa jadi energi2 lain lah yg diakses....ini menurut ane pribadi lho ya bukan suatu pembenaran... Peace:

buat mas TS kalo misalnya judulnya diganti "SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran) MENURUT SAYA" saya kira tidak akan banyak yg kontra, sebab ini adalah sudut pandang njenengan dan kelompoknya ya moga2 saja bisa saling melengkapi dan sangat saya hargai itu........tapi ngakak dulu ah ngakak


menurut saya setiap kelompok memiliki alur masing masing dalam berolah spiritual. mereka bebas untuk berjalan sesuai dengan apa yg mereka tuju. hal itu sangat wajar. banyak kisah di forsup dimana mereka mendapatkan wangsit kemudian mereka datangi tempat yg bersangkutan dan menemukan banyak hal disana. seperti kisah turangga seta dimana mereka berkata dr tulisan dipenataran mereka bisa menemukan banyak candi candi terpendam. kalo yg model seperti itu maka di forsup sangat banyak hal ini.

seorang temen yg sedang ke suatu daerah dijabar mendapatkan mimpi untuk datang ke suatu tempat. katanya disana ada tempat makam kramat. padahal disana dikenal sebagai tempat penimbunan sampah. ragu antara jalan dan tidak. kemudian diapun dan rombonganya berjalan. sampe tempat kejadian perkara disana sedang ada pembersihan sampah. ternyata baru saja sehari ditemukan makam disana. maka semua sampahnya di buangin ke tempat lain. hal ini jauh dr nalar, tp demikianlah kenyataanya.

juga ada lagi banyak pengalaman yg tidak ditulis di tread. demikianlah, menurut saya hal penemuan sesuatu itu adalah wajar. selama diakui secara supranatural. dan selama itu supranatural, ya itu akan susah dihubungkan dengan ilmu ilmu faktual \). dan saya rasa kesalahan terbesar jika lalu mengklaim bahwa hal yg didapat secara supranatural itu sebagai kebenaran satu satunya yg menafikan kebenaran secara ilmu dan penelitian. karena ibaratnya ya itu seperti bumi dan langit yg ga akan nyambung \)
Judess - 20/12/2010 01:33 PM
#184

Quote:
Original Posted By prabuanom
beda, dasarnya aja jelas ketahuan. basya itu ga ngerti apa apa. turangga seta masih menggunakan metode kejawenan. sayangnya yah ada keyakinan yg pada ahirnya susah untuk ditemukan dengan ilmu dan logika. saya jelas lebih menghargai turangga seta drpd fahmi basya. perbedaan antara saya dan turangga seta cuma tipis, yaitu pada dasarnya hal hal yg bersipat bhatiniyah adalah untuk diri sendiri. dan untuk menuju penjabaran secara khalayak maka itu adalah hal yg lain lagi. dan banyak yg dpt info seperti turangga seta diluar sana, tp mereka diam dan menjalankan kehidupan spiritualitasnya dengan tenang. mungkin karena itu turangga seta sendiri ga membuka diri. dan ahirnya saya memahaminya, soal ktertutupan informasu tsb. hem.....yah mungkin ini menjadi sebuah pembelajaran buat kita semua.


kalo ingetan ku ga salah mas aziss pernah bilang kelompok mereka ada spiritualis nya juga? p
Judess - 20/12/2010 01:42 PM
#185

coba mas prabu lihat2 kembali trit siwa budo dan penataran juga trit yg bale2 yang tak referensiin di group. ada kemiripan dari cara mereka nyebar di dunia maya, dan terlihat seperti seragam cara mereka. p
prabuanom - 20/12/2010 01:42 PM
#186

Quote:
Original Posted By Judess
kalo ingetan ku ga salah mas aziss pernah bilang kelompok mereka ada spiritualis nya juga? p


azis dkk itu anti kejawen, lihat saja mereka menabikan semua tokoh tokoh dr agama lain yg ada. dr situ aja dah jelas dimana posisi mereka. kalopun mereka spiritualis, maka spiritualis mereka berdasarkan islam bukan berdasarkan kejawen \)
prabuanom - 20/12/2010 01:48 PM
#187

Quote:
Original Posted By Judess
coba mas prabu lihat2 kembali trit siwa budo dan penataran juga trit yg bale2 yang tak referensiin di group. ada kemiripan dari cara mereka nyebar di dunia maya, dan terlihat seperti seragam cara mereka. p


siwa budha adalah tritnya elandinho, jgn lupa saya juga aktip disana. jd saya tahu bener apa yg dibahas. begini neh kira kira perbedaanya

turangga seta:
semua itu asalnya dr jawa, bahwa wayang wayang hidup dijawa dan orang jawa mengespansi keluar jawa. menguasai dua pertiga dunia. mereka juga mengatakan semua budaya itu justru terpengaruh jawa. disini nampak sekali sebuah kecintaan berlebihan kepada jawa yg menjurus cauvinisme sempit, tentu disini yg dititik utamakan adalah sebagai suatu bentuk budaya asli jawa karena dibilang bahwa arab saja dikuasai jawa.

basya dkk:

jawa itu adalah suatu tanah yg ga bisa dipisahkan dr arab, bahwa sanya yg ada dijawa itu nabi. sampe sampe borobudur dan budaya lainya diklaim adalah peninggalan nabi nabi. disini yg muncul chauvinistik arabic. bahwa sebenernya juwa dan nusantara adalah keturunan nabi nabi. disini walo dibilang keturunan sebenernya menandaskan bahwa dr dulu nusantara itu adalah jajahan arab. disini bedanya.
prabuanom - 20/12/2010 01:55 PM
#188

perbedaan dan persamaan

jika kita melihat apa yg dimajukan pak irawan tentang majapahit dan turangga seta hampir sama. yaitu melebih lebihkan apa yang ada di nusantara. jika kita percaya ini maka yg terjadi adalah perkembangan budaya ke arah arah chauvinistik kesukuan yg sangat besar. ditiup tiupkan seolah kebangkitan sudah begitu dekatnya dengan menunjukan bukti tentang bangsa yg terlalu berlebihan.

jika kita melihat basya dkk, maka yg dituju adalah perkembangan kebanggaan agama yg berlebihan, bahwa borobudur sulaiman, tengger nabi adam, kemudian juga majapahit adalah kesultanan. maka yg bangkit adalah rasa keagamaan. bisa jadi lalu dimana mana malah yg timbul fanatisme agama yg tambah berlebih lebihan dimana mana.

jd satu mengincar suatu yg berbentuk berlebih lebihanya rasa suatu suku atau bangsa.

yg satu mengincar bagaimana terbentuknya suatu kefanatikan semakin buta atas nama agama.

hal yg kelihatanya sama, tp hasilnya berbeda. dan justru kalo mereka ditemukan pasti akan berantem satu sama lainnya D
Judess - 20/12/2010 02:01 PM
#189

Quote:
Original Posted By prabuanom
hal yg kelihatanya sama, tp hasilnya berbeda. dan justru kalo mereka ditemukan pasti akan berantem satu sama lainnya D


serupa tapi tak sama? p
prabuanom - 20/12/2010 02:05 PM
#190

Quote:
Original Posted By Judess
serupa tapi tak sama? p


benar.... \)
nanas dan mangga serupa sama sama buah
tp jelas ga sama..... D
dharmawartha - 20/12/2010 02:58 PM
#191

Quote:
Original Posted By Judess
serupa tapi tak sama? p

jadi mana yang harus dipercayai, atau mesti tidak percaya keduanya...
mohon pencerahan mbah-mbah sesepuh disini.
AdipatiBerbah - 20/12/2010 03:39 PM
#192

Quote:
Original Posted By prabuanom
beda, dasarnya aja jelas ketahuan. basya itu ga ngerti apa apa. turangga seta masih menggunakan metode kejawenan. sayangnya yah ada keyakinan yg pada ahirnya susah untuk ditemukan dengan ilmu dan logika. saya jelas lebih menghargai turangga seta drpd fahmi basya. perbedaan antara saya dan turangga seta cuma tipis, yaitu pada dasarnya hal hal yg bersipat bhatiniyah adalah untuk diri sendiri. dan untuk menuju penjabaran secara khalayak maka itu adalah hal yg lain lagi. dan banyak yg dpt info seperti turangga seta diluar sana, tp mereka diam dan menjalankan kehidupan spiritualitasnya dengan tenang. mungkin karena itu turangga seta sendiri ga membuka diri. dan ahirnya saya memahaminya, soal ktertutupan informasu tsb. hem.....yah mungkin ini menjadi sebuah pembelajaran buat kita semua.


setuju..

iloveindonesia

Quote:
Original Posted By prabuanom


hal yg kelihatanya sama, tp hasilnya berbeda. dan justru kalo mereka ditemukan pasti akan berantem satu sama lainnya D


udah pasti kayaknya mas ...lha kayak air dan api....
ButoGalak - 20/12/2010 09:05 PM
#193

Quote:
Original Posted By prabuanom
perbedaan dan persamaan

jika kita melihat apa yg dimajukan pak irawan tentang majapahit dan turangga seta hampir sama. yaitu melebih lebihkan apa yang ada di nusantara. jika kita percaya ini maka yg terjadi adalah perkembangan budaya ke arah arah chauvinistik kesukuan yg sangat besar. ditiup tiupkan seolah kebangkitan sudah begitu dekatnya dengan menunjukan bukti tentang bangsa yg terlalu berlebihan.

jika kita melihat basya dkk, maka yg dituju adalah perkembangan kebanggaan agama yg berlebihan, bahwa borobudur sulaiman, tengger nabi adam, kemudian juga majapahit adalah kesultanan. maka yg bangkit adalah rasa keagamaan. bisa jadi lalu dimana mana malah yg timbul fanatisme agama yg tambah berlebih lebihan dimana mana.

jd satu mengincar suatu yg berbentuk berlebih lebihanya rasa suatu suku atau bangsa.

yg satu mengincar bagaimana terbentuknya suatu kefanatikan semakin buta atas nama agama.

hal yg kelihatanya sama, tp hasilnya berbeda. dan justru kalo mereka ditemukan pasti akan berantem satu sama lainnya D


jangan lupakan aak dadangrahmat di tritinya orang sunda D walopun sekarang udah jarang nongol Peace:

kalo saya secara pribadi ya memang mengakui kalo nusantara atau jawa ini salah satu pusat kebudayaan yg tertua, tapi juga jangan lupa bahwa dunia ini begitu luas, diluar jawa/nusantara sana saya kira juga banyak dan tidak kalah tuanya dgn jawa, tapi apakah mereka2 yg chauvinis ini mau mengakuinya?

ngono yo ngono ning aja ngono D
andrea7 - 20/12/2010 09:43 PM
#194

Wahh.. Sudah banyak pembabaran tambahan..
Matur nuwun untuk para sedherek yang sudah berkenan share di sini shakehand
o
zeth - 21/12/2010 04:02 AM
#195

Quote:
Original Posted By andrea7
Wahh.. Sudah banyak pembabaran tambahan..
Matur nuwun untuk para sedherek yang sudah berkenan share di sini shakehand
o


wooo, ada panitya penyambutan juga disini,yo?
andrea7 - 21/12/2010 09:20 AM
#196

Quote:
Original Posted By zeth
wooo, ada panitya penyambutan juga disini,yo?


@ Mbah Zeth :
ck.., itu lho.., Mas Prabu, Mas Buto, Mba Judd, dkk kan sudah banyak membabar dari sudut pandang yang lain..
Ya saya matur nuwun jadi ikut tau.. o

@ all :
btw, soal pyramid itu dulu sempat saya tanyaken definisinya ke TS, tidak ditanggapi je.. hammer:
Sebetulnya pertanyaan itu akan terkait dengan yang disebut pyramid itu apa, emang peninggalan kebudayaan yang terkait fungsi, ritual, pemaknaan, filosofi, dll.
Atau sekedar benda masa lampau berbentuk pyramid (lebih tepatnya limas segi empat).. hmm..
kalau sudah terjawab baru bisa berlanjut ke bahasan lain-lain.., *ini kalo menurut saya..* Peace:
Judess - 21/12/2010 09:29 AM
#197

Quote:
Original Posted By dharmawartha
jadi mana yang harus dipercayai, atau mesti tidak percaya keduanya...
mohon pencerahan mbah-mbah sesepuh disini.


yuk sama2 tunggu sesepuh yang jelasin dimari. p

Quote:
Original Posted By ButoGalak
jangan lupakan aak dadangrahmat di tritinya orang sunda D walopun sekarang udah jarang nongol Peace:

kalo saya secara pribadi ya memang mengakui kalo nusantara atau jawa ini salah satu pusat kebudayaan yg tertua, tapi juga jangan lupa bahwa dunia ini begitu luas, diluar jawa/nusantara sana saya kira juga banyak dan tidak kalah tuanya dgn jawa, tapi apakah mereka2 yg chauvinis ini mau mengakuinya?

ngono yo ngono ning aja ngono D


jadi inget waktu itu saya, dek coffin dan mas ezgoing rajin nongkrong di trit sunda dan prabu siliwangi euy. di trit itu aku dapet pm dan cendol. qiqiqiqi p
prabuanom - 21/12/2010 12:25 PM
#198

Quote:
Original Posted By ButoGalak
jangan lupakan aak dadangrahmat di tritinya orang sunda D walopun sekarang udah jarang nongol Peace:

kalo saya secara pribadi ya memang mengakui kalo nusantara atau jawa ini salah satu pusat kebudayaan yg tertua, tapi juga jangan lupa bahwa dunia ini begitu luas, diluar jawa/nusantara sana saya kira juga banyak dan tidak kalah tuanya dgn jawa, tapi apakah mereka2 yg chauvinis ini mau mengakuinya?

ngono yo ngono ning aja ngono D


bener om, secara pribadi tentu saja saya juga mengakui dan juga menjunjung tinggi hal tersebut, tp tidak juga lalu hantem kromo digasak tuntas yg lain lainya kaya2 kita jawara sendiri. jgnlah kita menjadi bersipat "adigang adigung adiguna".... \)
prabuanom - 21/12/2010 12:26 PM
#199

Quote:
Original Posted By dharmawartha
jadi mana yang harus dipercayai, atau mesti tidak percaya keduanya...
mohon pencerahan mbah-mbah sesepuh disini.


kepercayaan itu datangnya dr diri pribadi hehehehehe D
bukan dr orang lain atau dr sesuatu yg datang dr luar D
dharmawartha - 21/12/2010 03:24 PM
#200

Quote:
Original Posted By prabuanom
kepercayaan itu datangnya dr diri pribadi hehehehehe D
bukan dr orang lain atau dr sesuatu yg datang dr luar D

kata-kata yang penuh makna dari sesepuh :matabelo
Page 10 of 24 | ‹ First  < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)