Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
Total Views: 20692 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 11 of 24 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 >  Last ›

Fransdaprof - 21/12/2010 06:23 PM
#201

Quote:
Original Posted By prabuanom
kepercayaan itu datangnya dr diri pribadi hehehehehe D
bukan dr orang lain atau dr sesuatu yg datang dr luar D


Tapi banyak orang yang ngakunya dapat wangsit kebenaran dari luar tuh
sariputra - 22/12/2010 12:24 AM
#202

Quote:
Original Posted By silaent
Cerita Ramayana dan Mahabharata itu adalah cerita sejarah nenek moyang Nusantara ini gan, benar2 ada dan terjadi.
Hanya saja dengan gampangnya Belanda(melalui para arkeolognya) menyatakan beberapa candi di Indonesia merupakan cerita tentang Ramayana dan Mahabharata.
Para arkeolog dan sejarawan kita, tanpa penelitian lebih lanjut menyadur mentah2 penelitian tersebut dalam penelitian mereka. Sangat sedikit penelitian lapangan yang dilakukan.

Mari gan ikutan ekspedisi2 kita.... spya makin jelas dan banyak bukti2 yang kita dapatkan.

mahomaho


sementara saya masih monitor aja dulu gan
memantau perkembangan lebih lanjut
sambil tergeli-geli liat komen ekspedisi menyan ini

jelas-jelas thread ini masuk di forum supranatural
lha terus apa yg diharapkan dari sebuah kesupranaturalan?
router cisco? server yg ber sun solaris ? atau modem gsm ?

ngakak

dah ah, lanjut lagi
setelah mendengar soal ekspedisi TS ini saya mengantongi sebuah info
yang ketika saya bocorkan sedikit di FB nya bathara narada saya sempet kaget juga bahwa ternyata TS juga sudah ada data otentiknya dilapangan
"menunggu waktu yg tepat buat di munculkan ke publik" kali ya

dalam hati sih cuma bergumam, koq turangga seta bisa tau ya ? bisa sama dengan info yg saya kantongin ya ?

ya saya sih memilih untuk tidak skeptis dalam hal ini
mau menyan, kembang 7 rupa atau bisikan gaib sekalipun saya terima
lha wong bukti fisiknya sudah ada, tinggal di jait serpihan kainnya agar jadi sebuah lukisan yg keliatan bentuk utuhnya

lanjut terus turangga seta!!
sariputra - 22/12/2010 12:30 AM
#203

Quote:
Original Posted By prabuanom
kepercayaan itu datangnya dr diri pribadi hehehehehe D
bukan dr orang lain atau dr sesuatu yg datang dr luar D


kepercayaan itu sesuatu yg harus disaksikan agar sempurnanya sang iman
apa yang disaksikan didalam diri harus sesuai dengan yg diluar diri

kalau yg dipercaya didalam diri sesuai dengan yg diluar diri
klop lah semua, sempurna jadinya

katanya sih gitu
prabuanom - 22/12/2010 12:04 PM
#204

Quote:
Original Posted By Fransdaprof
Tapi banyak orang yang ngakunya dapat wangsit kebenaran dari luar tuh


wangsit dpt drmanapun juga kalo hatinya ga menerima ya sama saja cuma jd barang loakan D
elandinho - 12/01/2011 03:09 PM
#205

yeah akhirnya datang juga.

Perdebatan disini sungguh memperkaya pengetahuaan akan bangsa ini.
prabuanom - 12/01/2011 07:31 PM
#206

Quote:
Original Posted By elandinho
yeah akhirnya datang juga.

Perdebatan disini sungguh memperkaya pengetahuaan akan bangsa ini.


https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=6589744&page=3

sudah dibantah oleh gan xeno hehehee D
Dukun Gemblung - 15/01/2011 10:53 AM
#207

Quote:
Original Posted By prabuanom
ternyata om bhatara narada dr KG ikut turangga seta. nah saya sudah minta agar ada perwakilan turangga seta kemari untuk bisa menjawab pertanyaan rekan rekan. karena saya rasa tsnya sendiri tidak memiliki kemampuan dan data untuk menjawab tulisan dan pertanyaan pertanyaan rekan disini. semoga saja beliau mau untuk kemari dan bisa berdiskusi panjang lebar dengan kita semua \)


Halooo om Prabuanoooom kiss

Ada apa ini kok saya ikut diewer-ewer di mari...

Yang belum kenal sama saya silakan kenalan dulu. Di sini saya pake nick Dukun Gemblung sementara di negara sabrang saya pake nick Bathara Narada (dan negara sabrang yang saya maksud bukan KG) D

Sedikit tentang masalah Turangga Seta dimana saya ikut dalam salah satu ekspedisinya saya jelaskan sebagai berikut :

Turangga Seta memiliki metode sendiri untuk merunut sejarah yang kami sebut dengan Tekno Dupping (Teknologi + Dupa Caping). Teknologi ini ya banyak macamnya misalnya GPS, peralatan geolistrik, dsb. Dupa Caping ya agan2 tau sendiri lah. Dengan dupping ini dimungkinkan berkomunikasi dengan spirit para leluhur dan dari info yang para leluhur sampaikan kami berusaha mencari bukti dan keberadaannya melalui sarana teknologi.

Ya memang tidak konvensional, ya memang diluar standar, ya memang menyimpang dari apa yang agan2 anggap sebagai "ilmu pengetahuan". Tapi apakah hal yang demikian itu dilarang? Kalau tidak ada dukun gemblung yang iseng2 main2 dengan elemen alam, ya ndak akan ada ilmu yang disebut kimia. Lha wong Kekule saja menemukan rumus kimia benzena gara gara dia mimpi ada ular melingkar yang nyokot buntutnya sendiri.

Sesuatu yang kita anggap mistis seringkali adalah hal yang kita tidak tahu bagaimana menjelaskan hal itu terjadi. Karena tidak mudheng ya gampangnya anggap saja sesuatu itu mistis.

Mengenai adanya upaya pemaknaan lain dari sebuah teks, relief, dan lain lain itu kan cuma masalah perspektif. Lagipula tidak ada yang bisa menjamin kalau sebuah data itu adalah sebuah kebenaran yang absolut kecuali mereka yang meyakininya.

Mangga dilanjuuuutt......
Dukun Gemblung - 15/01/2011 10:56 AM
#208

Quote:
Original Posted By sariputra
sementara saya masih monitor aja dulu gan
memantau perkembangan lebih lanjut
sambil tergeli-geli liat komen ekspedisi menyan ini

jelas-jelas thread ini masuk di forum supranatural
lha terus apa yg diharapkan dari sebuah kesupranaturalan?
router cisco? server yg ber sun solaris ? atau modem gsm ?

ngakak

dah ah, lanjut lagi
setelah mendengar soal ekspedisi TS ini saya mengantongi sebuah info
yang ketika saya bocorkan sedikit di FB nya bathara narada saya sempet kaget juga bahwa ternyata TS juga sudah ada data otentiknya dilapangan
"menunggu waktu yg tepat buat di munculkan ke publik" kali ya

dalam hati sih cuma bergumam, koq turangga seta bisa tau ya ? bisa sama dengan info yg saya kantongin ya ?

ya saya sih memilih untuk tidak skeptis dalam hal ini
mau menyan, kembang 7 rupa atau bisikan gaib sekalipun saya terima
lha wong bukti fisiknya sudah ada, tinggal di jait serpihan kainnya agar jadi sebuah lukisan yg keliatan bentuk utuhnya

lanjut terus turangga seta!!


Aiiih.... Oom Sariputra shakehand2 saliiiim....

Sudah mulai dimunculkan ke publik tuh, kalau publiknya ga bisa menerima ya sutra lah haaaaiii....

Mendingan makan lele + sambel tomat ya oom... D
xenocross - 15/01/2011 11:39 AM
#209

mengenai masalah pakai dupa, itu sih saya gak menolak, wong saya ibadah tiap minggu bakar dupa kok....

Yang saya persoalkan hanyalah interpretasi relief yg amatiran. Interpretasi yang didasarkan pada pengetahuan yang minim.

Contohnya itu di trit sebelah, masa dibilang "selama ini dikatakan ada cerita Ramayana di Borobudur".
Yang bilang begitu siapa? Mana literatur yang bilang begitu? Bakal saya protes penerbitnya.
Ramayana kitab Hindu, sementara Borobudur candi Buddha yang semua reliefnya berasal dari kitab Buddha.
Beda dengan beberapa candi di Jawa Timur yang mencampurkan, dimana candi Buddha punya relief kitab Hindu dan sebaliknya, bisa dibilang candi Borobudur murni hanya berunsur Buddhis.

Itu aja sih. Kalau gak ada interpretasi amatiran sampai dibilang ada relief UFO di Borobudur dan tidak ada Ramayana+Kresnayana di relief candi Penataran, tentu saya akan diam saja dan mempersilahkan penelitian tersebut, gak peduli mau pakai menyan, bunga, dupa,....
andrea7 - 15/01/2011 12:33 PM
#210

jadi ingat bahasan yang mestinya simpel soal lontar dan rontal.. nohope:

Menurut saya, meskipun di forbud banyak yang mengedepankan ilmu pengetahuan, bukan berarti mengecilkan, menyan, dupa, wisik, rasa atau apapun itulah.., toh itu memang bagian dari khazanah budaya bangsa..

akan tetapi untuk mencari kebenaran yang hakiki, bukankah harus dipandang dari semua sisi.. \)


hmm..
Dukun Gemblung - 15/01/2011 12:37 PM
#211

Quote:
Original Posted By xenocross
mengenai masalah pakai dupa, itu sih saya gak menolak, wong saya ibadah tiap minggu bakar dupa kok....

Yang saya persoalkan hanyalah interpretasi relief yg amatiran. Interpretasi yang didasarkan pada pengetahuan yang minim.

Contohnya itu di trit sebelah, masa dibilang "selama ini dikatakan ada cerita Ramayana di Borobudur".
Yang bilang begitu siapa? Mana literatur yang bilang begitu? Bakal saya protes penerbitnya.
Ramayana kitab Hindu, sementara Borobudur candi Buddha yang semua reliefnya berasal dari kitab Buddha.
Beda dengan beberapa candi di Jawa Timur yang mencampurkan, dimana candi Buddha punya relief kitab Hindu dan sebaliknya, bisa dibilang candi Borobudur murni hanya berunsur Buddhis.

Itu aja sih. Kalau gak ada interpretasi amatiran sampai dibilang ada relief UFO di Borobudur dan tidak ada Ramayana+Kresnayana di relief candi Penataran, tentu saya akan diam saja dan mempersilahkan penelitian tersebut, gak peduli mau pakai menyan, bunga, dupa,....


Makanya gan,

Saya sudah jelaskan di depan... itu semua kan hanya masalah perspektif. Dan perspektif agan berbeda dengan perspektif Turangga Seta. That's it...

Beberapa kali saya mengunjungi salah satu keajaiban dunia itu, dan di satu / dua kesempatan kami menggunakan jasa pemandu. Sang pemandu menjelaskan adanya relief Ramayana, kemudian bahkan sang pemandu menunjukkan adanya relief Surpakenaka sedang menggoda Sri Rama... [harap dicatat : foto2 dan narasi mengenai Borobudur yang ada di FB itu bukan hasil karya saya] Jadi kemungkinan besar teman2 Turangga Seta yang mengunjungi Borobudur ketemu dengan pemandu yang sama.

Kalau diperkenankan saya mengutip Sang Buddha sebagai berikut :

Quote:

Rely not on the teacher/person, but on the teaching.

Rely not on the words of the teaching, but on the spirit of the words.

Rely not on theory, but on experience.

Do not believe in anything simply because you have heard it.

Do not believe in traditions because they have been handed down for many generations.

Do not believe anything because it is spoken and rumored by many.

Do not believe in anything because it is written in your religious books.

Do not believe in anything merely on the authority of your teachers and elders.

But after observation and analysis, when you find that anything agrees with reason and is conducive to the good and the benefit of one and all, then accept it and live up to it.

There is only one teacher; may you find him now.


Nah, pengalaman batin, pemahaman, dan logika teman2 di Turangga Seta berujung bahwa literatur2 yang ada tentang Borobudur ini gak ketemu dengan konsep Turangga Seta. Oleh karenanya TS memberikan "alternatif" pembacaan relief2 tersebut.

Mengenai hal ini dianggap "amatiran" oleh banyak orang ya tidak apa apa. Karena ya ini balik lagi ke masalah perspektif...
coffin - 15/01/2011 01:43 PM
#212

coba orang dari turangga seta suruh nyeritain panel panel relief candi borobudur secara sistematis biar ga ujug ujug bilang alien
xenocross - 15/01/2011 01:44 PM
#213

nah jadi masalahnya dari pemandu toh....

ini berarti emang pemandunya yang udah gak beres. Kemarin ada pemandu yang bilang Borobudur bangunan Islam dan patungnya bukan patung Buddha, sekarang ada yg bilang reliefnya Ramayana....

masa harus saya yg bikin guidebooknya....


yang ini aja belum selesai-selesai...

edit: masalah "amatiran" disini maksudnya pihak turangga seta tidak memahami dulu pemahaman konvensional sebelum bikin interpretasi baru
prabuanom - 15/01/2011 02:03 PM
#214

Quote:
Original Posted By Dukun Gemblung
Halooo om Prabuanoooom kiss

Ada apa ini kok saya ikut diewer-ewer di mari...

Yang belum kenal sama saya silakan kenalan dulu. Di sini saya pake nick Dukun Gemblung sementara di negara sabrang saya pake nick Bathara Narada (dan negara sabrang yang saya maksud bukan KG) D

Sedikit tentang masalah Turangga Seta dimana saya ikut dalam salah satu ekspedisinya saya jelaskan sebagai berikut :

Turangga Seta memiliki metode sendiri untuk merunut sejarah yang kami sebut dengan Tekno Dupping (Teknologi + Dupa Caping). Teknologi ini ya banyak macamnya misalnya GPS, peralatan geolistrik, dsb. Dupa Caping ya agan2 tau sendiri lah. Dengan dupping ini dimungkinkan berkomunikasi dengan spirit para leluhur dan dari info yang para leluhur sampaikan kami berusaha mencari bukti dan keberadaannya melalui sarana teknologi.

Ya memang tidak konvensional, ya memang diluar standar, ya memang menyimpang dari apa yang agan2 anggap sebagai "ilmu pengetahuan". Tapi apakah hal yang demikian itu dilarang? Kalau tidak ada dukun gemblung yang iseng2 main2 dengan elemen alam, ya ndak akan ada ilmu yang disebut kimia. Lha wong Kekule saja menemukan rumus kimia benzena gara gara dia mimpi ada ular melingkar yang nyokot buntutnya sendiri.

Sesuatu yang kita anggap mistis seringkali adalah hal yang kita tidak tahu bagaimana menjelaskan hal itu terjadi. Karena tidak mudheng ya gampangnya anggap saja sesuatu itu mistis.

Mengenai adanya upaya pemaknaan lain dari sebuah teks, relief, dan lain lain itu kan cuma masalah perspektif. Lagipula tidak ada yang bisa menjamin kalau sebuah data itu adalah sebuah kebenaran yang absolut kecuali mereka yang meyakininya.

Mangga dilanjuuuutt......


kan enak toh mbah diewer ewer wekekek, kalo ga gitu kan ga ketemu dua pandangan ini. kembali lagi ini soal pilihan, nah yg jd masalah adalah penjelasan mengenai relief relief itu. kalo yg metode menyan nya mah saya juga pake menyan kalo berdoa dan memohon. jd kami ga anti menyan. tp coba mempertemukan sebuah titik pandang antara pembahasan relief antara turangga seta dan pembacaan relief versi pengetahuan yg tersebar. nah disini ada mas xeno yg sudah buat tread tentang arti makna relief borobudur. dan mungkin juga candi yg lainnya ada. jd kan enak kalo ditemukan. perkara pilihan, ya itu tergantung masing masing pihak untuk memilih yg mana. kembali kepada panggilan hati masing masing.
xenocross - 15/01/2011 02:20 PM
#215

kalau liat di postingan terakhir saya di trit sebelah soal relief "ufo" ini,
aku kasih relief2 lain soal cakravartin

Intinya penafsir dapat dengan mudah menebak kalau ada relief Roda melayang, gajah, dan kuda dalam 1 relief, kemungkinan besar relief itu menggambarkan 7 permata Raja Dunia.
Sisa permata lain seperti menteri, jendral, permaisuri, dan permata pengabul harapan bisa dicari kemudian dengan lebih teliti, kalau ketemu, penafsir dapat menyimpulkan dengan pasti bahwa ini relief adalah tentang Raja Dunia.

Raja Dunia ini banyak digambarkan di relief Borobudur, karena memang salah satu konsep dasar di mitologi Buddhis.
di Maha Karmavibhannga (kitab mengenai hukum karma/ sebab akibat), digambarkan sebab akibat perbuatan jahat dan perbuatan baik. Imbalan perbuatan baik selain surga, juga adalah menjadi Raja Dunia (cakravartin)

di relief Divyadana/ Avadana (kisah2 heroik), digambarkan kisah Raja Mandhatar yang menjadi Raja Dunia dan mempunyai 7 permata tersebut

di Jataka (kisah kelahiran Buddha di masa lalu) juga mungkin ada, tapi saya belum ketemu. Kemungkinan karena Buddha sebelumnya sering menjadi Raja Dunia, ada juga di Jataka.

Nah, jika penafsir mempunyai pengetahuan akan literatur Buddhis di atas, dan mitologi Buddhis mengenai Raja Dunia, tidaklah sulit mengidentifikasi relief mengenai Raja Dunia ini.
Tapi orang awam yang melihat tanpa pengetahuan akan kebingungan kenapa ada benda bulat melayang-layang di relief?

akhirnya dikira UFO.
inilah yang saya sebut amatiran. Seharusnya lihat dulu penafsiran konvensional menurut para ahli. (bukan pemandu gak jelas)
Masagung - 15/01/2011 04:17 PM
#216

hehehe...spertinya saya sudah ditendang dari FB nya turangga seta, gara2 nggak sependapat ttg sastra jendra dan anjuran untuk menjadi sombong dari statusnya dewi sapa gitu.

rupanya turangga seta cuma menerapkan M4TS = Madhep Mantep Manut Marang Turangga Seta, jadi yg beda dikit lsg ditendang.

Lha wong katanya menelusuri jejak leluhur kok nggak dapat ajaranya...sombong dianjurkan, sopan santun dianggap nggak penting trus bilang mereka bukan tipe Nrimo Ing Pandum...hehehe...jadi leluhur mana yg mereka temui ya ? \)
Tenji_no_Ichi - 15/01/2011 04:43 PM
#217

metode dupa menyan, itu kan ngambil record catatan alam semesta, di situ ada hash check buat verifikasi, biar ngga data recordnya korup.

Memangnya udah diverifikasi yg buat sbg penyampai informasi udah jaminan bener? soalnya "mereka" yg sbg penyampai informasi kalo ngga diverifikasi bener2 itu suka menyampaikan seenak udelnya mereka (kalo punya udel).

Streaming Data itu juga ada verifikasi hash check nya koq. kalo ngga cocok, data dipastikan corrupted. apalagi hal ginian..
andrea7 - 15/01/2011 05:49 PM
#218

Quote:
Original Posted By Masagung
hehehe...spertinya saya sudah ditendang dari FB nya turangga seta, gara2 nggak sependapat ttg sastra jendra dan anjuran untuk menjadi sombong dari statusnya dewi sapa gitu.

rupanya turangga seta cuma menerapkan M4TS = Madhep Mantep Manut Marang Turangga Seta, jadi yg beda dikit lsg ditendang.

Lha wong katanya menelusuri jejak leluhur kok nggak dapat ajaranya...sombong dianjurkan, sopan santun dianggap nggak penting trus bilang mereka bukan tipe Nrimo Ing Pandum...hehehe...jadi leluhur mana yg mereka temui ya ? \)

ihihihi.., ya itu Mas yang saya protes di awal-awal dulu.., serba rumongso iso.., njuk ndi njawanine?? hammer:
Quote:
Original Posted By Tenji_no_Ichi
metode dupa menyan, itu kan ngambil record catatan alam semesta, di situ ada hash check buat verifikasi, biar ngga data recordnya korup.

Memangnya udah diverifikasi yg buat sbg penyampai informasi udah jaminan bener? soalnya "mereka" yg sbg penyampai informasi kalo ngga diverifikasi bener2 itu suka menyampaikan seenak udelnya mereka (kalo punya udel).

Streaming Data itu juga ada verifikasi hash check nya koq. kalo ngga cocok, data dipastikan corrupted. apalagi hal ginian..

jadi flashback perjalanan tedar januari.. D
Masagung - 15/01/2011 11:27 PM
#219

Quote:
Original Posted By Dukun Gemblung
Makanya gan,

Saya sudah jelaskan di depan... itu semua kan hanya masalah perspektif. Dan perspektif agan berbeda dengan perspektif Turangga Seta. That's it...

Beberapa kali saya mengunjungi salah satu keajaiban dunia itu, dan di satu / dua kesempatan kami menggunakan jasa pemandu. Sang pemandu menjelaskan adanya relief Ramayana, kemudian bahkan sang pemandu menunjukkan adanya relief Surpakenaka sedang menggoda Sri Rama... [harap dicatat : foto2 dan narasi mengenai Borobudur yang ada di FB itu bukan hasil karya saya] Jadi kemungkinan besar teman2 Turangga Seta yang mengunjungi Borobudur ketemu dengan pemandu yang sama.



maaf gan..eh nggak jadi...kok masih pada pakai jasa pemandu apa leluhurnya nggak jelas yg ngasih petunjuk gan, atau dupa nya lagi mlempem kena hujan jadi gak bisa kebakar , atau satra nya kurang cetha?

kalau menurut pemahaman saya yg namanya petunjuk leluhur, wangsit atau apapun namanya nggak perlu pemandu gan, yg jadi pemandu adalah hati nurani gan kalau bhs jawanya krenteg nya hati...tapi ya...mungkin kita beda persepsi saja \)
starchild - 16/01/2011 04:35 AM
#220

Quote:
Original Posted By Tenji_no_Ichi
metode dupa menyan, itu kan ngambil record catatan alam semesta, di situ ada hash check buat verifikasi, biar ngga data recordnya korup.

Memangnya udah diverifikasi yg buat sbg penyampai informasi udah jaminan bener? soalnya "mereka" yg sbg penyampai informasi kalo ngga diverifikasi bener2 itu suka menyampaikan seenak udelnya mereka (kalo punya udel).

Streaming Data itu juga ada verifikasi hash check nya koq. kalo ngga cocok, data dipastikan corrupted. apalagi hal ginian..


Di barat juga ada channeling ini namanya. Dari jaman merlin mereka juga udah pakai p. Tapi apa mereka benar2 channeling dengan frekuensi yang cocok? Salah-salah dikerjain makhluk2 IT (Inter-dimensional) untuk kepentingan2 pihak tertentu D.Benar seperti hash check, verifikasi, ip address, port2 dll D semua musti cocok. Kalau nggak bisa2 masuk situs/pusat data yang penuh virus, iklan, malwares, pop-up2 surga, iklan janji surga yang enak diakses tapi bikin rusak komputer .

Salah2 bayarannya mahal loh -- dunia ini bayarannya mahal, banyak nyawa melayang karena dapat wangsit dari alam lain (gali sana gali sini, ekapedisi2 yang mengakibatkan peperangan, pembantaian, penjajahan, perbudakaan manusia lain yg dianggap bukan turunan dewa D).

Peace:
Page 11 of 24 | ‹ First  < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)