Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
Total Views: 20692 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 14 of 24 | ‹ First  < 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 >  Last ›

xenocross - 17/01/2011 10:50 AM
#261

Quote:
Original Posted By AdipatiBerbah
suatu keyakinan memang sangat susah di ubah jeng.....kita cuma bisa mengatakan pendapat mereka salah...dengan menghadirkan bukti2 dan fakta2....tapi kita juga ga bisa memaksa mereka untuk setuju dengan keyakinan kita2 kan??? itu sudah hak mereka, mau memilih keyakinan yang mana aja..........

ane yakin banget forumer disini cerdas2 kok...makanya jika adanya saling diskusi yang disertai bukti (tidak asal ngomong).....para forumer bisa memilah mana yang sesuai fakta atau tidak...makanya ane yakin..tidak akan ada pembodohan....

ini kalo menurut ane lho...
iloveindonesia


tapi emang relief cakra itu hanya bisa dikenali oleh :
1. umat Buddha
2. umat Hindu
3. orang india
4. Arkeolog
5. Ilmuwan yg tertarik belajar (biasanya bule)

dan 5 kategori diatas digabung juga jumlahnya masih minoritas.
Makanya mba judess bilang pembodohan masal karena mereka menyebarkan informasi salah kepada orang awam yg jg ga ngerti.

Sebenarnya dari sini dapat terlihat kompetensi mereka. Mereka gak cross check dengan penafsiran yang sudah ada, dengan arkeolog, dengan kitab agama yg mendasari pembangunan candi.

Sebagai informasi, bahkan para ilmuwan saja tidak berani sembarangan memberi interpretasi pada relief Borobudur. Setahu saya, hanya relief Lalitavistara yang secara lengkap dapat diidentifikasi. Itu juga karena versi Lalitavistara yg dipakai di Indonesia dahulu sama dengan yang masih ada di negara lain

Sisanya, Maha Karmawibhangga hanya diidentifikasi 30 relief yg pasti, sisanya gak jelas.
Relief Jataka hanya yg terkenal saja
Relief Avadana, untungnya bisa diidentifikasi semua, walaupun mereka masih debat soal detilnya
Relief Gandhavyuha dan Bhadracari, ....................................................................................................

Untungnya ada beberapa episode terkenal yg bisa diidentifikasi, kalau gak mungkin gak akan ketahuan itu relief cerita tentang apa. Penggambarannya di relief sangat abstrak dan sulit diidentifikasi.
Itulah kenapa sampai sekarang yg saya pakai buat bantah si kyai gendeng cuma 1 adegan terkenal, sewaktu Sudhana berguru pada Siwa Mahadewa. Sisanya susah.....susah!!!

Relief Borobudur seharusnya dibaca bersama dengan seorang guru yang mengerti artinya, dapat mengidentifikasi tokoh-tokohnya, dll. Seharusnya murid yang berziarah juga sudah familiar dengan kitab aslinya, sehingga melihat relief itu seperti mengingat kembali apa yg pernah dibaca
Atau mungkin kitab aslinya diceritakan oleh guru sambil melihat relief.

Sayangnya sekarang tradisi lisannya sudah hilang, dan kitab aslinya sudah entah kemana. Yang kita punya adalah kitab dari luar negeri yang kadang beda dikit, kadang beda banyak, kadang sama (we will never know), kadang beda banyak banget.
sekarang ngerti kan kenapa saya hanya berani bikin hanya yg Lalitavistara?

anyway, intinya, .....
kalau nafsirkan relief jangan amatiran!
AdipatiBerbah - 17/01/2011 11:10 AM
#262

Quote:
Original Posted By xenocross
tapi emang relief cakra itu hanya bisa dikenali oleh :
1. umat Buddha
2. umat Hindu
3. orang india
4. Arkeolog
5. Ilmuwan yg tertarik belajar (biasanya bule)

dan 5 kategori diatas digabung juga jumlahnya masih minoritas.
Makanya mba judess bilang pembodohan masal karena mereka menyebarkan informasi salah kepada orang awam yg jg ga ngerti.

Sebenarnya dari sini dapat terlihat kompetensi mereka. Mereka gak cross check dengan penafsiran yang sudah ada, dengan arkeolog, dengan kitab agama yg mendasari pembangunan candi.

Sebagai informasi, bahkan para ilmuwan saja tidak berani sembarangan memberi interpretasi pada relief Borobudur. Setahu saya, hanya relief Lalitavistara yang secara lengkap dapat diidentifikasi. Itu juga karena versi Lalitavistara yg dipakai di Indonesia dahulu sama dengan yang masih ada di negara lain

Sisanya, Maha Karmawibhangga hanya diidentifikasi 30 relief yg pasti, sisanya gak jelas.
Relief Jataka hanya yg terkenal saja
Relief Avadana, untungnya bisa diidentifikasi semua, walaupun mereka masih debat soal detilnya
Relief Gandhavyuha dan Bhadracari, ....................................................................................................

Untungnya ada beberapa episode terkenal yg bisa diidentifikasi, kalau gak mungkin gak akan ketahuan itu relief cerita tentang apa. Penggambarannya di relief sangat abstrak dan sulit diidentifikasi.
Itulah kenapa sampai sekarang yg saya pakai buat bantah si kyai gendeng cuma 1 adegan terkenal, sewaktu Sudhana berguru pada Siwa Mahadewa. Sisanya susah.....susah!!!

Relief Borobudur seharusnya dibaca bersama dengan seorang guru yang mengerti artinya, dapat mengidentifikasi tokoh-tokohnya, dll. Seharusnya murid yang berziarah juga sudah familiar dengan kitab aslinya, sehingga melihat relief itu seperti mengingat kembali apa yg pernah dibaca
Atau mungkin kitab aslinya diceritakan oleh guru sambil melihat relief.

Sayangnya sekarang tradisi lisannya sudah hilang, dan kitab aslinya sudah entah kemana. Yang kita punya adalah kitab dari luar negeri yang kadang beda dikit, kadang beda banyak, kadang sama (we will never know), kadang beda banyak banget.
sekarang ngerti kan kenapa saya hanya berani bikin hanya yg Lalitavistara?

anyway, intinya, .....
kalau nafsirkan relief jangan amatiran!


kalau ane sih tetep yakin ga akan ada pembodohan..karena sekalipun org awam (termasuk ane)...tapi tentu bisa berfikir mana yang sesuai fakta atau tidak,...

selain itu...karena ada forumer seperti agan2 inilah (xenocross, zeth, prabuanom, dll )...yang selalu kritis berdasarkan ilmu masing2..yang selalu 'menjaga' jika ada sesuatu yang dirasa salah...(salam hormat bagi para sesepuh yang sudah mau berbagi ilmu)



ini pendapat ane lho...
iloveindonesia
rimata - 17/01/2011 11:28 AM
#263

wah ini dia trt nya Turangga Seta Cs....hmmmm ternyata yah hehehehe
xenocross - 17/01/2011 12:02 PM
#264
aku punya 2 akun fb
biar satu diblokir, satunya masih bisa liat...

Quote:
Dewi Kamaratih
Negara ini sungguh negara yg sangat mensia-siakan masyarakat yg mempunyai kemampuan tinggi yg bisa membesarkan negara ini. Saat aku ingat peristiwa Sampit ,aku jadi sadar betapa hebatnya masyarakat Dayak, namun sayangnya mereka tidak direkrut pemerintah untuk dijadikan pasukan khusus, mereka hanya bisa jadi masyarakat terasing, pdhal potensi yg sama dengan Dayak sangatlah banyak di negri ini, apabila disatukan dalam " pasukan adat nuswantara" maka negara ini akan menjadi negara yg sangat disegani krn mempunyai pasukan khusus yg sangat luar biasa, mereka seharusnya jangan dibiarkan jadi masyarakat terasing, tapi pemerintah seharusnya datangi mereka dan ajak jadi pasukan khusus, beri mereka kehidupan yg layak, mereka gak butuh senjata modern,mereka cukup dgn senjata penginggalan leluhurnya, namun sayang mereka malah disingkirkan dan dimitoskan dan saat ini hanya bisa hidup jadi masyarakat terasing, bahkan masyarakat yg punya kesaktian klo hidup di kota hanya bisa jadi preman saja, sudah saatnya merubah paradigma berfikir, mereka ada diantara kita dan mereka real manusia dan bukan ilusi semata, Jadikan mereka untuk kebesaran negri ini dan jangan pernah ada diplomasi lagi dgn negara lain, krn diplomasi itu dilarang dalam aturan raja2 dulu, yg ada luar negri tunduk atau digebuk...jangan mau berunding lagi...krn gak ada negara yg pantas sederajat dgn negri ini


chauvinis doyan perang, besok PD III akan dimulai oleh Indonesia seperti Jerman memulai PD II

btw, emang dulu kita gak diplomasi sama China ya? Itu filolog sebelah aja mengakui lho kita setara sama China, biarpun mengklaim kita menguasai India dll.


Quote:
Adipati prabu Rama itu di Bogor kratonnya di Poncowati , adipati prabu Rahwana itu di Majalengka .

Di sekitar Desa Poncowati yg ada di Bogor krn disitulah kadipaten tempat Prabu Ramawijaya memerintah, lalu datangi daerah Nagrek(nagrek artinya burung bertengger) krn disitulah perang antara Jatayu dan Rahwana saat Rahwana menangkap Dewi Shinta, juga datangi lokasi daerah Majalengka, krn disitulah kraton Mahajaya Alengka…


antara Nagrek dan Majalengka
SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)

pertanyaan:
Rama dan pasukan kera membangun jembatan batu ke Alengka di laut. Mana lautnya???

bandingkan dengan antara India dan Sri Lanka

Adam's Bridge/ Rama's Bridge
SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
Historical map of Adam's Bridge and environs, prior to the cyclone of 1964

SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
Adam's bridge as seen from the air

The name Rama's Bridge or Rama Setu (Sanskrit; setu: bridge) was given to this bridge of shoals in Rameshwaram, as Hindu legend identifies it with the bridge built by the Vanara (monkey-men) army of Rama , which he used to reach Lanka and rescue his wife Sita from the Rakshasa king, Ravana, as stated in the Sanskrit epic Ramayana.
http://en.wikipedia.org/wiki/Adam%27s_Bridge
oriesama - 17/01/2011 12:03 PM
#265

Quote:
Original Posted By rimata
wah ini dia trt nya Turangga Seta Cs....hmmmm ternyata yah hehehehe

Anda benar....Peace:SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
Masagung - 17/01/2011 12:15 PM
#266

Quote:
Original Posted By orangkampungnih
jaah didepak mewek gan hahaha....najis

biasa aja kali gan, ane malah percaya kalau habis ane komen di sini minimal batu batre merah ditimpukin ke ane, maksimalnya ya di banned dari kaskus...

bukannya itu hal biasa gan ?

masa didepak mewek gan? najis

ane juga sama ngikutin diskusinya yang dikawal sama anak-anak Turangga Seta (TS) itu melalui group FB : GregetNuswantara

selama ini aman-aman saja gan...

selama ane tidak melanggar batasan-batasan yang mereka buat, ya wajar dong gan kalau kemudian mereka memiliki ruang diskusi diantara sesama mereka yang memiliki aliran pendapat/pemikiran serupa...

agan gak usah masuk ke sana gan, gak akan cocok.... sukur2 agan ditendang lha nggak usah cape-cape klik keluar dari group kan ???..

secara pribadi ane dukung argumentasi dan alasan yang diajukan sama anak2 TS itu gan, wajar kalau kemudian mereka menolak ajaran untuk tidak sombong gan.... wajar juga kalau kemudian mereka mempertanyakan ajaran silih asah, silih asih, silih asuh...

gak cuman itu gan, selama ane ikutin diskusinya banyak nilai2 falsafah hidup yang kemudian mereka pertanyakan ulang,,, lha apa gak boleh ???

toh faktanya dengan ajaran yang agan anggap benar dan suci itu bangsa ini hancur berantakan... bangsa ini minder... bangsa ini gak punya nilai tawar...

lihat gan : sombong perlu kaleeee...
"rumah walaupun butut" kalau itu punya agan layak lah agan sombongkan
daripada agan bangga dengan "rumah mewah" punya orang...

difahami dan dipelajari apa yang mereka sampaikan...
toh pada prinsipnya mereka (TS) menawarkan perspektif baru dalam memahami dan menjalani kehidupan....

buat saya pribadi, saya mendukung apa yang sedang dilakukan dan dikembangkan oleh anak2 TS... mereka sedang berjuang menawarkan alternatif baru cara memandang kehidupan...

iloveindonesiailoveindonesia maju terus TS iloveindonesiailoveindonesia


lha monggo...saya malah seneng kok ditendang dari turangga seta, lha wong masuknya aja saya nggak minta. D
oriesama - 17/01/2011 12:16 PM
#267

Quote:
Original Posted By xenocross
biar satu diblokir, satunya masih bisa liat...



chauvinis doyan perang, besok PD III akan dimulai oleh Indonesia seperti Jerman memulai PD II
...

Beruntunglah Indonesia masih,mempunyai xenocross dan teman-teman yang mampu mengeluarkan sanggahan atas teori-teori chauvinistic-jingoistic seperti ini
shakehand2

Kalo engga bakalan kejadian deh Java/Nusantara Über Allesnohope:

Apakah memang kita sebegitu engga pedenya sehingga memerlukan teori-teori chauvinistic-jingoistic macam ini?bingungsSEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
Masagung - 17/01/2011 12:17 PM
#268

Quote:
Original Posted By orangkampungnih
anda sudah kenal TS belum?, sudah melihat apa yang mereka miliki belum?,
yang anda sampaikan ini jelas salah dan ngawur

mereka (TS) bukan berargumentasi yang didasarkan pada bisikan gaibnya gan, yang mereka tampilkan itu bukti-buktinya. silahkan agan kkros cek aja. mereka punya cara baca prasasti, mereka punya banyak bukti peninggalan berupa dokumen2 sejarah yang selama ini tidak dimiliki oleh arkeolog/sejarawan .... jadi mereka bicara berdasarkan fakta gan.


lha wong ke borobudur masih pakai jasa pemandu gitu lho...kok omongnya tinggi, apa nggak hayub2aen ? D
roottabs - 17/01/2011 12:40 PM
#269

nice share iloveindonesia
Masagung - 17/01/2011 12:52 PM
#270

metode yg mereka banggakan :

Quote:
Langkah pertama:
Berpakaian yg pantas saat menghadap leluhur, dimulai dari tata busana yg pantas disesuaikan dgn jaman leluhur masih hidup, namun pola berpakaian tentu berbeda disesuaikan dengan tataran leluhur yg dihadapi

Langkah kedua:
Menyediakan wewangian seperti bunga yg belum rontok dan belum layu lalu membakar wewangian bisa dupa, ratus, hio, menyan, atau apa saja yg disenangi leluhur yg kita harapkan

Langkah ketiga:
Membaca sandi yg spesific (mantra), dan jangan pernah mendoakan leluhur agar masuk Sorga, krn beliau sudah mulia dan sudah berada di sorga,jadi doa kita justru menjadi semacam penghinaan bagi beliau, dan hal ini membuat beliau malah gak mau datang

Langkah keempat:
Kalau bisa melihat kedatangan beliau segera kita ucapkan "Selamat datang dan kita sembah" (Di sembah dan di dewa2kan adalah wajib krn beliau memang Dewa yg pantas di Dewa2kan dan disembah)...klo hal ini tidak dilakukan kemungkinan beliau akan langsung pulang...dilanjutkan tanya jawab, klo saat pertama kita mendatangi maka kita hanya diijinkan memperkenalkan nama aja, dilain kesempatan kita menghadap baru kita bisa memohon sesuatu...Klo belum mampu berkomunikasi yg penting sering mendatangi dan memohon petunjuk, krn tidak ada orang tua yg tidak mau dilihat cucunya sendiri, jadi pasti secara bertahap asal tata cara benar akan diberi petunjuk melalui berbagai cara

Langkah kelima:
Agar tidak tertipu dgn roh yg datang maka kita pantas bertanya tentang cara penulisan pallawa di jaman beliau masih hidup (krn leluhur tidak buta huruf) klo ternyata gak bisa mengajari tatacara baca huruf pallawa, berarti dari tataran bawah yg menyamar, selain itu harus tahu situs kraton2 saat beliau masih hidup dan harus ada buktinya di lapangan yg diberitahukan, klo tidak tahu itu juga roh bawah yg menyamar

Langkah keenam:
Klo sudah berakhir pisowanan(pertemuan) maka kita menunggu beliau moksa lalu baru kita mundur dan jangan membelakangi tempat leluhur tadi datang


yg nomer 5 , leluhur ditest dulu dgn pertanyaan ttg penulisan pallawa dan situs2 kraton.

kalau diapusi 'leluhur' itu apa pada ngerti ?

ngakak
marcell groove - 17/01/2011 12:57 PM
#271

Quote:
Original Posted By Masagung
metode yg mereka banggakan :



yg nomer 5 , leluhur ditest dulu dgn pertanyaan ttg penulisan pallawa dan situs2 kraton.

kalau diapusi 'leluhur' itu apa pada ngerti ?

ngakak

Sumpah ini kocak banget mas....hahahahahaha
Kayak gini yang dibilang punya bukti2 konkret?
Bwahahahahaha.....buktinya asep kali yah hahahahaha
Kayak liat tuyul dalem botol...cuman liat asep2 doank
Taunya asep rokok disembur ke dalem botol juga pada he'eh aja hahahahahaha
Masagung - 17/01/2011 01:00 PM
#272

Quote:
Original Posted By marcell groove

Sumpah ini kocak banget mas....hahahahahaha
Kayak gini yang dibilang punya bukti2 konkret?
Bwahahahahaha.....buktinya asep kali yah hahahahaha
Kayak liat tuyul dalem botol...cuman liat asep2 doank
Taunya asep rokok disembur ke dalem botol juga pada he'eh aja hahahahahaha


lha iya mas, kalau dikasih huruf pallawa atau situs kraton yg diawur gitu apa pada ngerti ?

wong buktinya huruf jawa yg disampaikan TS cuma asal2an kyk ceker ayam.


dari segi gaib, dupa dan menyan aja mereka belum mumpuni...gitu kok sombong D
zxr - 17/01/2011 01:19 PM
#273

capek2 liat debat sampe halaman 8... ujung-nya menyan.. cd cd cd
prabuanom - 17/01/2011 01:26 PM
#274

Quote:
Original Posted By orangkampungnih
maho dulu juga yang namanya temuan dari ilmuan besar diketawain kayak gitu
ya kalau anda ahli kenapa gak datangin aja tuh mereka (TS) ?
silahkan adu kaweruh anda...

mereka sudah menampilkan dan menyajikan hasil riset dan upaya mereka dalam memahami dan memaknai tinggalan leluhur bangsa ini

maju terus TS, buat ane sih lebih percaya sama TS gan...
secara TS bisa ngasih bukti-bukti gan....
secara yang ngomong di kaskus mah cuma iso ne ngroweng tho...

saran ane gan, silahkan fight face to face untuk menguji kebbenaran TS
soale dari yang ane baca2 di groupnya TS menyajikan sesuatu yang baru
salah besar kalau ente cari2 refferensi gan...

secara mereka dari awal sudah bilang referensi sejarah yang ada total salah 1000% gan, dan mereka (TS) bisa membuktikan kesalahan sejarah yang fatal-fatal dan gak bener itu....

jadi gak akan nemu kalo agan cari2 referensi di perpust :selamat


hahahaahaha buta ente mah, itu sudah dikaish bukti banyak ama agan agansxenocros mengenai macam macam arti relief. dan itu bukan cuma tinggalan orang barat. tp berasal dr agama yg mendirikan borobudur, penataran dan candi candi itu. apanya coba yg dibilang referensi sejarah salah? p
prabuanom - 17/01/2011 01:28 PM
#275

Quote:
Original Posted By orangkampungnih
jah gan ente maho banget...
ya jangan nangis gitu kalau di depak dari groupnya mereka...

jangan mewek kalau didupak...
secara ane juga di sini walaupun warga biasa bukan anggota TS
kalau ada pendapat yang beda pasti dilabelin merah...
ditimpukin bata heheheh.... iloveindonesia ... biasa aja kali...
mau ditimpuk bata, mau dibanned dari forum...
mau didupak... itu mah sesuatu yang biasa...
masa mewek najis...

selama ane ngikutin diskusinya di group mereka adem ayem aja tuh gak dingapa-ngapain.... dan secara maklum kalau ente ditendang dari sana artinya ya ente gak ngikutin TOS nya yang dibuat sebagai batasan-batasan group tersebut....

lha kaskus juga punya aturan gan, bukanya ketika kita masuk sebuah forum maka kita harus ikuti aturannya mereka ?????...

lha kalau gak mau ikut ya gak usah mewek gitu donk gan hehehe....
udah tinggal pergi aja gan....
forum dimanapun adalah komunitas sesama (sealiran) penggemar..
kalau ente suka batagor... jangan masuk ke forum cendol dengan omongin kesukaan ente gan, karenaa hobi ente jelas beda....

TS menawarkan shock theraphy dengan merubah cara/pola berfikir secara drastis ... ya ente pasti gak akan terima gan .....maho
sebaiknya emang gak usah ikutan ngobrol di groupnya TS


wakakka ane ditendang?kata siapa ane ditendang?ane masih nongkrong di group lu D

halah dr sifat lu aja jelas lu ga ngerti budaya... D
jelas aja orang kampung, mudah dibodohin D
prabuanom - 17/01/2011 01:30 PM
#276

Quote:
Original Posted By orangkampungnih
jaah didepak mewek gan hahaha....najis

biasa aja kali gan, ane malah percaya kalau habis ane komen di sini minimal batu batre merah ditimpukin ke ane, maksimalnya ya di banned dari kaskus...

bukannya itu hal biasa gan ?

masa didepak mewek gan? najis

ane juga sama ngikutin diskusinya yang dikawal sama anak-anak Turangga Seta (TS) itu melalui group FB : GregetNuswantara

selama ini aman-aman saja gan...

selama ane tidak melanggar batasan-batasan yang mereka buat, ya wajar dong gan kalau kemudian mereka memiliki ruang diskusi diantara sesama mereka yang memiliki aliran pendapat/pemikiran serupa...

agan gak usah masuk ke sana gan, gak akan cocok.... sukur2 agan ditendang lha nggak usah cape-cape klik keluar dari group kan ???..

secara pribadi ane dukung argumentasi dan alasan yang diajukan sama anak2 TS itu gan, wajar kalau kemudian mereka menolak ajaran untuk tidak sombong gan.... wajar juga kalau kemudian mereka mempertanyakan ajaran silih asah, silih asih, silih asuh...

gak cuman itu gan, selama ane ikutin diskusinya banyak nilai2 falsafah hidup yang kemudian mereka pertanyakan ulang,,, lha apa gak boleh ???

toh faktanya dengan ajaran yang agan anggap benar dan suci itu bangsa ini hancur berantakan... bangsa ini minder... bangsa ini gak punya nilai tawar...

lihat gan : sombong perlu kaleeee...
"rumah walaupun butut" kalau itu punya agan layak lah agan sombongkan
daripada agan bangga dengan "rumah mewah" punya orang...

difahami dan dipelajari apa yang mereka sampaikan...
toh pada prinsipnya mereka (TS) menawarkan perspektif baru dalam memahami dan menjalani kehidupan....

buat saya pribadi, saya mendukung apa yang sedang dilakukan dan dikembangkan oleh anak2 TS... mereka sedang berjuang menawarkan alternatif baru cara memandang kehidupan...

iloveindonesiailoveindonesia maju terus TS iloveindonesiailoveindonesia


ga ada orang jawa itu ajaranya sombong, kalo lo sombong berarti lo ga ngerti budaya jawa. ga ngerti budaya jawa kok sok sok belajar budaya leluhur jawa?. mimpi disiang bolong kali ye?

ga cocok lo ama ajaran yg lo gembar gemborkan.... D
prabuanom - 17/01/2011 01:34 PM
#277

Quote:
Original Posted By orangkampungnih
anda sudah kenal TS belum?, sudah melihat apa yang mereka miliki belum?,
yang anda sampaikan ini jelas salah dan ngawur

mereka (TS) bukan berargumentasi yang didasarkan pada bisikan gaibnya gan, yang mereka tampilkan itu bukti-buktinya. silahkan agan kkros cek aja. mereka punya cara baca prasasti, mereka punya banyak bukti peninggalan berupa dokumen2 sejarah yang selama ini tidak dimiliki oleh arkeolog/sejarawan .... jadi mereka bicara berdasarkan fakta gan.


halah mangnya lo doang yg cuma bisa bicara ama ghaib?lo orang kapan sih?bukti yg lo punya tuh, kalah bagus ama buktinya fahmi basya soal borobudur yg katanya adalah kuil sulaiman. bukti kaya gitu aja kok dipamerkan ngakak

terus ngerasa besar kepala lagi, kaya yg udah pada hebat. disuguhi bukti lain. malah ngambek, ngomel ngomel. makan tuh ajaran leluhur palsu lo itu.
prabuanom - 17/01/2011 01:36 PM
#278

masukin aja ini sebagai kasus penodaan agama gan \)

seenaknya ajah menafsirkan bangunan suci agama hindu budha tanpa cros cek ke kitab aslinya. apa mereka bakal ngomong kalo kitab suci agama hindu budha juga nantinya adalah bikinan penjajah sehingga ga perlu dijadikan sebagai rujukan?ahahahahhaa D

emangnya turangga seta jd nabi baru?kok ga boleh dibantah?
Tenji_no_Ichi - 17/01/2011 02:03 PM
#279

Quote:
Original Posted By Masagung
metode yg mereka banggakan :



yg nomer 5 , leluhur ditest dulu dgn pertanyaan ttg penulisan pallawa dan situs2 kraton.

kalau diapusi 'leluhur' itu apa pada ngerti ?

ngakak


Hihihihihi, itu pedoman metodenya koq "hash check" buat verifikasi koq memposisikan verifier sbg slave... hammer:

kalo memposisikan sbg slave yah bakalan jadi dummy, dibawa kemana2 ya manut saja jadinya... ngakak

pantesan aja gak merasa keblusuk tapi sebenernya udah keblusuk... ngakak
andrea7 - 17/01/2011 03:10 PM
#280

wah.. wah.., lama ndak mantau mangkin ndak karuan saja Turset.. nohope:

ajaran ndak sombong koq jadi minder?? lha itu yang salah ya bukan ajarannya, tapi derita yang minder sendiri.., senenge golek-golek kambing hitam.. hammer:

makin kesini makin geje ki.. nohope:
Page 14 of 24 | ‹ First  < 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)