Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
Total Views: 20692 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 24 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›

prabuanom - 05/12/2010 05:15 AM
#21

Quote:
Original Posted By silaent
Penelitian yang dilakukan oleh pihak asing terutama Belanda terlalu cepat dalam mengambil kesimpulan.
Hal ini berbahaya nya karena apabila kesimpulan tsb diakui dan telah menjadi teori, diperlukan kerja keras dan rumit sekali untuk mengubahnya.
Orang-orang Belanda tak mengerti tentang kearifan lokal kita terutama hal2 yang berkaitan dengan spiritual bangsa ini. Yang ada malah mereka mencari2, dan mengaitkannya sesuai dengan kesimpulan mereka sendiri.

Sialnya bagi kita, bangsa ini mempunyai arkeolog yang tak mau belajar mencari kebenaran itu dari bangsa kita sendiri dan penyakit itu menular secara turun temurun ke arkeolog lain gan.
Dan lebih sial lagi banyak sekali kenyataan2 sejarah kita yang di megalitikkan, dimitoskan, dianggap tahayul....

Banyak alasan Belanda untuk memutarbalikkan sejarah kita gan...
pada saat Majapahit berjaya, tak ada bangsa asing yg berani masuk ke wilayah kita, karena apa????
Bagaimana caranya spya bangsa ini tak kembali ke jaman kejayaannya???
Yang paling nyata adalah ulah Belanda yang dengan sengaja mengubah pakem keraton.
Contoh lain adalah dari penggunaan aksara dalam naskah-naskah yang dimiliki oleh Belanda gan...
Sumpah Amukti Palapa yang katanya sang Maha Patih tak akan memakan buah kelapa...
yang dimaksud eyang Gajah Mada sendiri adalah dia tak akan menyentuh wanita...
yang seperti2 itulah gan....D

untuk hit n run, saya ga bakal segoblok itulah gan...think:
saya ingin mengajak bangsa saya untuk pinter bareng dan tau bareng, spya kita bisa tau dan belajar dari poro luhur untuk mengembalikan kejayaan yang seharusnya milik bangsa ini....

iloveindonesiailoveindonesia


jangan juga lalu disimpulkan bahwa semua penelitian belanda salah gan, kalo mau bisa disikusikan dengan sekalian sumber menurut penelitianya apa. misal yg dicandi penataran itu. apa itu beneran serangan jawa ke maya atau diambil dr kekimpoi kisah kresna?jgn juga bilang kekimpoi itu salah dulu dong gan. kalo belum apa apa sudah bilang kekimpoi itu cuma buatan belanda ya susah gan. \)
xenocross - 05/12/2010 08:22 AM
#22

metode penelitian kurang jelas

kalau dari relief, relief yg mana di candi mana?
kalau dari sastra, kitab yg mana?
kalau dari terjemahan aksara kuno, tolong disertakan juga aslinya biar jelas, jadi bisa dicross check terjemahannya. (di trit sebelah ada yg sembarangan nerjemahin prasasti)

kalau dikatakan berasal dari terawangan...... nah itu sama aja dibilang dapat dari wahyu atau dapat dari mimpi. Yg begitu bisa jadi wacana tapi tidak bisa diterima secara keilmuan.

Kalau mau jadi sejarah, semua harus jelas. Kecuali kalau mau jadi semacam kepercayaan seperti mitos penunggu merapi yg tidak dipercaya ilmuwan tapi dipercaya seluruh penduduk Yogyakarta.
Warmadewa - 05/12/2010 10:27 AM
#23

Quote:
Original Posted By xenocross


kalau dikatakan berasal dari terawangan...... nah itu sama aja dibilang dapat dari wahyu atau dapat dari mimpi. Yg begitu bisa jadi wacana tapi tidak bisa diterima secara keilmuan.



setuju buat sesepuh yang diatas, mungkin akan akan lebih baih jika dapat referensi dari banyak sumber, supaya bisa dikrosscek...

mohon maap, ijin menyimak & belajar, masih nubitol,he...

rahayu semuanya...
zeth - 05/12/2010 11:31 AM
#24

Quote:
Original Posted By silaent

Bahkan di dalam pewayangan, Nusantara ini dulu diberikan istilah berbahasa kawi/Jawa kuno, yaitu :

“Negara kang panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi,
tata tentrem kerto raharja”

Artinya dalam bahasa Indonesia kurang lebih yaitu :

“ Luas berwibawa yang terdiri atas daratan dan pegunungan, subur makmur, rapi tentram, damai dan sejahtera “

Sehingga tidak sedikit negara-negara yang dengan sukarela bergabung di bawah naungan bangsa kita.



Kita tidak bisa mengambil sumber dari dunia pewayangan,mas. Karena unsurnya sudah bukan asli Nusantara lagi.
Bahkan bertolak belakang dengan pembagian jaman yang anda babarkan sendiri.
zeth - 05/12/2010 11:41 AM
#25

Quote:
Original Posted By silaent
Pola pembacaan yang telah berhasil dipetakan dengan mendokumentasikan lebih dari 20 jenis aksara purba asli Nusantara yang dapat dipakai untuk membaca prasasti dan rontal-rontal kuno, mulai dari

aksara Pra Budi Ratya, Pudak Sategal, Sastra Gentayu, Sastra Wiryawan, Sastra Budhati, Sastra Purwaresmi, Aksara Pajajaran, Aksara Hendra Prawata, Aksara Jamus Kalihwarni, Aksara Keling, Aksara Budha yang ada di Magelang, Aksara Nagari Mojopoit, dll.

Sebagai bahan perbandingan, aksara Pallawa yang ada di India itu masih setara dengan jaman Kerajaan Singasari, jadi masih terhitung sangat muda.



Bisa membabarkan aksara2 tersebut,gan? Banyak dari aksara2 (atau rontal2 kuno serta prasasti) yang agan tuliskan diatas tidak pernah kami dengar, juga tidak tercatat atau tepatnya tidak dikenal di museum2, kantor arsip2 daerah maupun pusat serta koleksi pribadi.

Dan kalau di googling, sumbernya hanya satu; yaitu dari sumber tulisan yg agan postingkan diatas.
andrea7 - 05/12/2010 04:37 PM
#26

menanti jawaban.. linux2:
pepepdewe - 05/12/2010 05:09 PM
#27

masukan untuk mimin dan momod agar forum budaya jadi sub utama di atas spiritual dan supranatural..

roni7704 - 05/12/2010 08:33 PM
#28

Ikut nunggu di pojokan..












Mbah Zeth kalih mbah prabuanom langsung ngamuk
zeth - 05/12/2010 09:15 PM
#29

Quote:
Original Posted By roni7704
Ikut nunggu di pojokan..












Mbah Zeth kalih mbah prabuanom langsung ngamuk


wedeww..mboten ngamuk,mas...hahahaha
Semua teori harus ada sumbernya yang jelas

shakehand
Fransdaprof - 05/12/2010 09:43 PM
#30

Sangat jarang orang Batak mempelajari budaya Jawa. Karena TS memakai id yg berbau Batak, jd ane simpulkan agan org Batak (horas lae!). Terlalu tinggi ego nya hingga pelajari budaya bukan Batak. Kecuali TS sudah terpengaruh oleh budaya timteng dan menganggap TS penganut bahwa Suku Batak adalah salah satu Suku Israel. Jadi hanya yg bisa saya katakan: Na godang hatam!!!! Parhata manggang!!!SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
Bh3l3l - 05/12/2010 09:45 PM
#31

ikutan nyimak Gan..,
andrea7 - 05/12/2010 10:22 PM
#32

@ TS, yang betul itu rontal apa lontar ya? saya koq bingung.. hammer:
roni7704 - 05/12/2010 10:57 PM
#33

Quote:
Original Posted By zeth
wedeww..mboten ngamuk,mas...hahahaha
Semua teori harus ada sumbernya yang jelas

shakehand


Enjih mbah, lagian aku juga heran dengan banyaknya teori ngawur tentang sejarah.
Apalagi yang ampe melintir kitab suci hanya untuk rupiah ( FB for example)
malu
ccck - 06/12/2010 08:52 AM
#34

apakah sudah selesai babaran dari @TS ??? bingung
Fransdaprof - 06/12/2010 08:54 AM
#35
III; Xamschey
Ntar ujung-ujungnya onta lagi...........
marcell groove - 06/12/2010 11:27 AM
#36

Hehehehehe.....nunggu dulu disini deh
Ketinggalan satu halaman
Semoga TSnya bisa jadi TS yang baik...

Monggoooo.......beer:
Tenji_no_Ichi - 06/12/2010 11:29 AM
#37

Quote:
Original Posted By andrea7
@ TS, yang betul itu rontal apa lontar ya? saya koq bingung.. hammer:


yg tepat sepertinya itu LONTAR, dr asalnya daun Lontar.. \)
prabuanom - 06/12/2010 11:33 AM
#38

gene aja om ts. gimana kalo omt s copas aja hasil penelitian turangga seta secara panjang tentang candi candi atau apalah. tp jangan marah kalo misalnya ada yg mengkritisi. nah nanti bisa disampaikan ke beliau yg disana. agar bisa menjadi tambahan pustaka dalam penelitiannya. silakan dijabarkan deh

soal aksara yg ditanyakan mas zeth itu, juga tolong dijelaskan satu persatu \)
silaent - 08/12/2010 02:57 PM
#39

Quote:
Original Posted By andrea7

Mari belajar sama-sama, saling berbagi pengetahuan.., mau Belanda atau lokal punya sama-sama menyediakan informasi untuk ditelaah..

Oh iya.., di Post ke #10 ada bahan pembelajaran dari Mbah Zeth.., juga link dari Mas Prabu, dan perbedaan pembagian zaman.., monggo ditanggapi.. supaya ada komunikasi dua arah.. \)


Kami telah banyak mendapat data2 blue print sejarah bangsa ini yg dimiliki Belanda. Cuma sayangnya berdasarkan data lapangan yang kita punya, itu semua bertolak belakang. karena kami mendapatkan data2 itu di lapangan mas...
Ada satu cerita menarik waktu kami berdebat soal batu umpak keraton yg ada di bekasi dgn seorang sejarawan belanda (yg namanya tidak perlu disebutkan di sini) dan beberapa mahasiswa arkeolog UI.
dia ngotot bilang batu itu gilingan tebu, dan batu tersebut masuk sebagai data dalam salah satu bukunya dia..
eh belakangan dia baru ngaku bahwa dia cuman mengambil kesimpulan berdasarkan arsip2 VOC, pergi ke lokasi dan ngeliat batu itu saja dia belum pernah.. kan konyol!


Quote:
Original Posted By prabuanom

...pada awalnya saya juga mengikuti dengan seneng pembahasan dr turangga seta. tp ketika terahir ada berbagai macam penyelewengan seperti borobudur adalah sulaiman saya jd berpikir ulang. ...


Saya ingin tau mas tentang turangga seta yg ngawur menyampaikan sulaiman = borobudur itu dari mana?

Berarti nabi Sulaiman orang Jawa dan beragama Budha, kalo memang orang arab, ngapain gak bikin candi di arab ? kok repot2 bikin di Magelang untuk tujuan apa? Di arab kan malah cuman ada batu kotak satu doank...Peace:

Mungkin claim mereka karena Borobudur dibuat batu yang gede2,batu yg gede biasanya disebut batu gajah,dalam bahasa sansekertanya batu=selo dan gajah=liman, maka batu gajah disebut juga Seloliman,karena sudah ribuan tahun dan ribuan generasi maka ada penggeseran yg disengaja dari "SELOLIMAN" menjadi "SULAIMAN"..ya maklumlah mereka kan ga seSAKTI eyang2 kita..


Quote:
Original Posted By zeth
Menurut Sri Adji Djojobojo, pembagian jaman tidaklah sebanyak itu. Itu lumrah, karena oleh sastrawan2 keraton di jaman Mataram Islam "Jangka Jayabaja" telah di gubah.

Menurut buku aslinya, pembagian jaman hanya;

1.Sidi Soworo (bhs.arabnya: zaman Awal)
dari tahun jawa 1 - 378. Bangsa Jawa hanya menyembah pada Gusti
Di jaman ini, pada tahun ke 36 Nabi Josono wafat.

2.Sidi Tetekan (zaman kedatangan)
dari tahun jawa 379 - 6435 (2010 masehi).
Pada tahun jawa 4046, datang unsur2 Hindu dari India (yg dikenal sbg jaman Ajisaka).
Kemudian setelah tahun 4425 (tahun 1 masehi), dimulailah perlombaan penyebaran agama Katholik mulai memasuki Jawa yang dibawa oleh orang2 Portugis. Kemudian agama Prostestan yang dibawa Belanda, dan terakhir adalah berkembangnya dengan pesat agama islam.


Saya jadi pengen tertawa, klo dibilang buku aslinya pembagian zaman kok berbahasa arab......
mas, eyang Jayabaya itu sangat jauh lebih tua dari zaman islam itu lahir.
sangat tdk masuk akal, mohon maaf...


Quote:
Original Posted By zeth
Menurut saya, TS telah mencampur adukkan sejarah menjadi 1 teori

Kata Nusantara itu baru ada dalam sumpah palapanya Gajah Mada, sedangkan masa2 sebelumnya masih di sebut"dwipa" seperti Jawa Dwipa, Swarna Dwipa,dll

Jabatan adipati mulai diketahui dipakai semenjak periode Islam dalam sejarah raja-raja di Jawa. Jabatan ini tampaknya dipakai untuk menggantikan sebutan "bhre" yang lebih dahulu dipakai dalam periode Buddha-Hindu......

Sedangkan Ronggowarsito, hanya membabar ulang tentang ramalan dari Joyoboyo, Ronggowarsito bisa menyelam lebih dalam daripada sastrawan2 kraton lainnya, karena beliau menikah dengan putri Trah Kediri.


Mohon maaf mas, tpi istilah Nuswantara itu ada jauh sebelum eyang Gajah Mada ada. Nusa itu berarti "tempat yang bisa ditinggali" jadi bukan pulau.
Dwipa itu lah yang berarti pulau.

Sebutan "bhre" atau "bre" itu artinya "keponakan dari", dan "bhra" ata "bra" artina "anak dari".
jadi bukan bentuk jabatan, karena jabatan adipati itu sudah ada sejak di nusantara ini munculnya kerajaan2 besar.

Quote:
Original Posted By zeth
Agan TS apakah pernah ke Belanda? Kalau pernah kesana agan TS akan melihat dengan bangga, peninggalan2 sejarah yang berupa arca2, lontar2 dan naskah2 kuno dipajang dengan mewah di museum2 (belanda banyak museum dgn thema Nusantara).

Bahkan di Kantor Arsip Nasional Belanda, banyak tersimpan naskah2 Nusantara.

Kalau memang Belanda memutar balikkan sejarah Indonesia..kenapa malah sekarang justru di pajang?..dan kalau agan TS bisa dapat surat dari instansi2 indonesia (dari universitas untuk tujuan skripsi,misalnya) agan bakal di buatkan copy an nya.

Kalau saya jadi belanda yg berniat memutar balikkan fakta..mendingan saya musnahkan saja semua yg berbau indonesia, agar nantinya tidak menjadi masalah...logis,kan?


Penjelasan anda sangat logis.
Bahkan saking logisnya, para arkeolog kita jdi malas untuk ke lapangan mengungkap data2 pastinya.
Ingat, tujuan Belanda itu untuk menghilangkan peta zaman Indonesia.
Tujuan yg lebih lagi untuk mencegah kejayaan negeri ini kembali.
Indonesia itu kaya gan dengan berbagai macam sumber daya alam yg sangat diperlukan oleh manusia2 barat. Klo sampai SDA itu mahal dan susah mereka dapat, itu akan merepotkan mereka.
Maka disetirlah sejarah kita oleh mereka, sampai teori2 sejarah kita diperbudak oleh mereka... masa belajar sejarah negeri ini di Belanda? kan konyol sekali, sedangkan bukti2nya masih banyak ada di negeri ini, yang penting kita mau mencari dan belajar dengan jeli....
Jangan kita selalu terpaku pada data sekunder yg disajikan oleh pihak barat. sangat mengerikan... karena selama ini kepingan2 yang mengambarkan tentang siapa diri kita sebagai bangsa selalu disajikan oleh Barat, dan sepenuhnya berdasarkan kepentingan mereka.

Quote:
Original Posted By zeth
Kita tidak bisa mengambil sumber dari dunia pewayangan,mas. Karena unsurnya sudah bukan asli Nusantara lagi.
Bahkan bertolak belakang dengan pembagian jaman yang anda babarkan sendiri.


ada beberapa pewayangan yang memang sudah tidak sesuai dengan pakem lagi. tpi mari bersyukur masih ada pedalangan yang masih mengikuti pakemnya.
Pada saat Sunan Kalijaga nguri2 budaya jawa, dia sedikit demi sedikit menyisipkan syiar islam nya. disinilah pakem pewayangan berubah, dan banyak hal menjadi mitos.
Sebagai contoh, "Jamus Kalimasodo" masa iya jadi "dua kalimat syahadat"?
ngawur kan...??
Bagian mana gan yang bertolak belakang dengan pewayangan(yg sesuai pakem lho..)?



Quote:
Original Posted By xenocross
metode penelitian kurang jelas
kalau dari relief, relief yg mana di candi mana?
kalau dari sastra, kitab yg mana?
kalau dari terjemahan aksara kuno, tolong disertakan juga aslinya biar jelas, jadi bisa dicross check terjemahannya. (di trit sebelah ada yg sembarangan nerjemahin prasasti)

kalau dikatakan berasal dari terawangan...... nah itu sama aja dibilang dapat dari wahyu atau dapat dari mimpi. Yg begitu bisa jadi wacana tapi tidak bisa diterima secara keilmuan.

Kalau mau jadi sejarah, semua harus jelas. Kecuali kalau mau jadi semacam kepercayaan seperti mitos penunggu merapi yg tidak dipercaya ilmuwan tapi dipercaya seluruh penduduk Yogyakarta.


Metode yang di lakukan semua berasal dari lapangan gan, melalui bimbingan oleh pihak2 yang berasal dari jaman2 pada waktu bukti2 tersebut ada.
metode yg kami pakai juga tidak murni metode sejarah atau arkelogi yang lebih multi disiplin.
Sementara kami adalah komunitas yg gencar mencari bukti2 empiris yg lebih komplit/kuat dengan metode yg "tidak konvensional". (paham mungkin dengan "tidak konvensional" yang saya sampaikan)
mari berdiskusi secara fair, kita sajikan bukti2 lapangan tinggal di nilai kebenarannya.


Quote:
Original Posted By Fransdaprof
Sangat jarang orang Batak mempelajari budaya Jawa. Karena TS memakai id yg berbau Batak, jd ane simpulkan agan org Batak (horas lae!). Terlalu tinggi ego nya hingga pelajari budaya bukan Batak. Kecuali TS sudah terpengaruh oleh budaya timteng dan menganggap TS penganut bahwa Suku Batak adalah salah satu Suku Israel. Jadi hanya yg bisa saya katakan: Na godang hatam!!!! Parhata manggang!!!


Agan sangat jeli melihat id saya. Ya gan saya seorang Batak...
Bukan karena ego sya terlalu tinggi untuk mempelajari Jawa gan. Sejarah negeri ini berasal dari tanah jawa, dengan bukti2 yg ada cukup lengkap.
Untuk sejarah Batak sendiri sya tetap mempelajarinya, tpi sya tetap tak meninggalkan hal2 yang ada sebelum Batak itu sendiri.
Percaya ga gan...klo eyang Sisingamangaraja itu petilasannya ada di salah satu pulau di kepulauan seribu dan jga di Pandeglang, Banten...?
Suku Batak adalah salah satu suku Israel....?? itu bisa2 nya org Batak gan...

na miris do ate2 hu mangida angka dongan na ndang adong parduli na tu tarombo dohot dongeng sejarah opung-opung i.
ingkon hata do mula ni sude tindakan lae... horas!!!


Quote:
Original Posted By prabuanom
gene aja om ts. gimana kalo omt s copas aja hasil penelitian turangga seta secara panjang tentang candi candi atau apalah. tp jangan marah kalo misalnya ada yg mengkritisi. nah nanti bisa disampaikan ke beliau yg disana. agar bisa menjadi tambahan pustaka dalam penelitiannya. silakan dijabarkan deh

soal aksara yg ditanyakan mas zeth itu, juga tolong dijelaskan satu persatu \)


pelan2 gan akan sya berikan data2nya. beberapa masih belum bisa kita keluarkan, karena blum komplit dan blum matang.
berdiskusi secara fair dan jernih, jdi tak ada rasa marah untuk dikritisi....
silaent - 08/12/2010 03:08 PM
#40

Quote:
Original Posted By Fransdaprof
Ntar ujung-ujungnya onta lagi...........


onta itu opo tho gan..?ngacir2:babyboy

Quote:
Original Posted By ccck
apakah sudah selesai babaran dari @TS ??? bingung


masih lanjut gannn... mariii...:travel:travel

Quote:
Original Posted By andrea7
@ TS, yang betul itu rontal apa lontar ya? saya koq bingung.. hammer:


yang benar ya rontal gan...
ron = daun
tal = sejenis siwalan
daun seperti inilah yang digunakan pada jaman2 eyang kita dulu, jadi bukan daun lontar gann...shakehand2
Page 2 of 24 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)