Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
Total Views: 20692 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 24 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

zeth - 08/12/2010 03:34 PM
#41

Quote:
Original Posted By zeth


1.Sidi Soworo (bhs.arabnya: zaman Awal)
dari tahun jawa 1 - 378. Bangsa Jawa hanya menyembah pada Gusti
Di jaman ini, pada tahun ke 36 Nabi Josono wafat.

2.Sidi Tetekan (zaman kedatangan)
dari tahun jawa 379 - 6435 (2010 masehi).
Pada tahun jawa 4046, datang unsur2 Hindu dari India (yg dikenal sbg jaman Ajisaka).
Kemudian setelah tahun 4425 (tahun 1 masehi), dimulailah perlombaan penyebaran agama Katholik mulai memasuki Jawa yang dibawa oleh orang2 Portugis. Kemudian agama Prostestan yang dibawa Belanda, dan terakhir adalah berkembangnya dengan pesat agama islam.


Quote:
Original Posted By silaent


Saya jadi pengen tertawa, klo dibilang buku aslinya pembagian zaman kok berbahasa arab......
mas, eyang Jayabaya itu sangat jauh lebih tua dari zaman islam itu lahir.
sangat tdk masuk akal, mohon maaf...

Mohon maaf mas, tpi istilah Nuswantara itu ada jauh sebelum eyang Gajah Mada ada. Nusa itu berarti "tempat yang bisa ditinggali" jadi bukan pulau.
Dwipa itu lah yang berarti pulau.

Sebutan "bhre" atau "bre" itu artinya "keponakan dari", dan "bhra" ata "bra" artina "anak dari".
jadi bukan bentuk jabatan, karena jabatan adipati itu sudah ada sejak di nusantara ini munculnya kerajaan2 besar.



Tentang pembagian jaman, kayaknya anda salah mengerti,gan.
Karena saya tidak menuliskan pembagiannya berbahasa arab.

Bisa memberikan contoh tentang Bhre, Bra serta gelar Adipati di jaman Majapahit?

Menurut Kamus Sanskerta - Indonesia hal.12, Bhre itu adalah Raden di jaman Islam masuk Nusantara. Juga Bra itu adalah kependekan dari kata Bathara.

Saya jadi tertawa juga tentang artian Nuswantara;
nusa : nusa, pulau; nusa Jawa : pulau Jawa; nusantara: nusantara, pulau-pulau yang berjajar
nuswa : nusa, pulau; nuswapada : nusantara, pulau-pulau yang berjajar
(kamus Sanskerta - Indonesia, hal.99)

Tidak ada keterangan yg menyatakan bahwa NUSA adalah "tempat yang bisa ditinggali"

Mungkin anda bisa menjelaskan, darimana anda mendapat artian Bhre,Bra dan Nusantara/Nuswantara tersebut?


Quote:
Original Posted By zeth
Bisa membabarkan aksara2 tersebut,gan? Banyak dari aksara2 (atau rontal2 kuno serta prasasti) yang agan tuliskan diatas tidak pernah kami dengar, juga tidak tercatat atau tepatnya tidak dikenal di museum2, kantor arsip2 daerah maupun pusat serta koleksi pribadi.

Dan kalau di googling, sumbernya hanya satu; yaitu dari sumber tulisan yg agan postingkan diatas.


Pertanyaan yang ini belum dijawab,gan
zeth - 08/12/2010 06:30 PM
#42

Quote:
Original Posted By silaent
onta itu opo tho gan..?ngacir2:babyboy



masih lanjut gannn... mariii...:travel:travel



yang benar ya rontal gan...
ron = daun
tal = sejenis siwalan
daun seperti inilah yang digunakan pada jaman2 eyang kita dulu, jadi bukan daun lontar gann...shakehand2


Istilah lontar dan rontal di Bali umumnya disamakan. Lontar adalah bentuk metatesis dari kata rontal. Kata rontal terdiri dari dua patah kata, yaitu ron dan tal. Kata ron dan tal itu termasuk bahasa Jawa Kuna yang diperkirakan sudah ada sebelum jaman Raja Balitung, awal abad ke-10.
Ron artinya daun, dan tal artinya pohon. Kata rontal dan lontar itu sudah menjadi perbendaharaan bahasa Indonesia umum (Suwidja, 1979:1).

Dengan begitu, sebutan daun rontal dipakai untuk menyebut daun dari pihon lontar yang sebelum dipergunakan sebagai bahan tulis. Sedang setelah ia dipakai sebagai bahan tulis seperti tulisan naskah kak4win, kidung, dan gegambaran, maka ia disebut lontar. Maka muncul pula nama atau istilah yang memakai kata “Pustaka Lontar” maupun “budaya lontar”.
andrea7 - 08/12/2010 06:34 PM
#43

Quote:
Original Posted By zeth
Istilah lontar dan rontal di Bali umumnya disamakan. Lontar adalah bentuk metatesis dari kata rontal. Kata rontal terdiri dari dua patah kata, yaitu ron dan tal. Kata ron dan tal itu termasuk bahasa Jawa Kuna yang diperkirakan sudah ada sebelum jaman Raja Balitung, awal abad ke-10.
Ron artinya daun, dan tal artinya pohon. Kata rontal dan lontar itu sudah menjadi perbendaharaan bahasa Indonesia umum (Suwidja, 1979:1).

Dengan begitu, sebutan daun rontal dipakai untuk menyebut daun dari pihon lontar yang sebelum dipergunakan sebagai bahan tulis. Sedang setelah ia dipakai sebagai bahan tulis seperti tulisan naskah kakimpoi, kidung, dan gegambaran, maka ia disebut lontar. Maka muncul pula nama atau istilah yang memakai kata “Pustaka Lontar” maupun “budaya lontar”.


salim Mbah.. shakehand:

Nahh.. begini lho TS kalo menjelaskan...
jelas RUNUTANnya, jelas SUMBERnya..., dan jelas FOKUS masalahnya..

Matur nuwun Mbah Zeth.. malu:
zeth - 08/12/2010 06:39 PM
#44

Quote:
Original Posted By andrea7
salim Mbah.. shakehand:

Nahh.. begini lho TS kalo menjelaskan...
jelas RUNUTANnya, jelas SUMBERnya..., dan jelas FOKUS masalahnya..

Matur nuwun Mbah Zeth.. malu:


hu uh, syami syami

maho
andrea7 - 08/12/2010 07:40 PM
#45

Quote:
Original Posted By silaent
1. Kami telah banyak mendapat data2 blue print sejarah bangsa ini yg dimiliki Belanda. Cuma sayangnya berdasarkan data lapangan yang kita punya, itu semua bertolak belakang. karena kami mendapatkan data2 itu di lapangan mas...Ada satu cerita menarik waktu kami berdebat soal batu umpak keraton yg ada di bekasi dgn seorang sejarawan belanda (yg namanya tidak perlu disebutkan di sini) dan beberapa mahasiswa arkeolog UI.
dia ngotot bilang batu itu gilingan tebu, dan batu tersebut masuk sebagai data dalam salah satu bukunya dia..
eh belakangan dia baru ngaku bahwa dia cuman mengambil kesimpulan berdasarkan arsip2 VOC, pergi ke lokasi dan ngeliat batu itu saja dia belum pernah.. kan konyol!

Saya ingin tau mas tentang turangga seta yg ngawur menyampaikan sulaiman = borobudur itu dari mana?

Berarti nabi Sulaiman orang Jawa dan beragama Budha, kalo memang orang arab, ngapain gak bikin candi di arab ? kok repot2 bikin di Magelang untuk tujuan apa? Di arab kan malah cuman ada batu kotak satu doank...Peace:

Mungkin claim mereka karena Borobudur dibuat batu yang gede2,batu yg gede biasanya disebut batu gajah,dalam bahasa sansekertanya batu=selo dan gajah=liman, maka batu gajah disebut juga Seloliman,karena sudah ribuan tahun dan ribuan generasi maka ada penggeseran yg disengaja dari "SELOLIMAN" menjadi "SULAIMAN"..ya maklumlah mereka kan ga seSAKTI eyang2 kita..

3 . Saya jadi pengen tertawa, klo dibilang buku aslinya pembagian zaman kok berbahasa arab......
mas, eyang Jayabaya itu sangat jauh lebih tua dari zaman islam itu lahir.
sangat tdk masuk akal, mohon maaf...

...
berdiskusi secara fair dan jernih, jdi tak ada rasa marah untuk dikritisi....


Pertanyaan berikut :
Bagian 1

[*]bisa disebutkan contoh dan isi dari data -data blue print yang dimiliki Belanda yang sudah TS dapatkan?
[*]bisa disebutkan contoh dan isi dari data -data data lapangan yang sudah TS dapatkan?
[*]Penjabaran berdasarkan contoh tersebut yang TS katakan sebagai hal-hal yang bertolak belakang seperti apakah penjelasannya?



Bagian 2 :
Mengenai penyelewengan sejarah Borobudur, dibahas dalam thread ini

Bagian3 :

[*]Mengutip dari keterangan dari Mas Zeth :
     Menurut Sri Adji Djojobojo, pembagian jaman tidaklah sebanyak itu. Itu lumrah, karena oleh sastrawan2 keraton di jaman Mataram Islam "Jangka Jayabaja" telah di gubah.

Menurut buku aslinya, pembagian jaman hanya;
1.Sidi Soworo (bhs.arabnya: zaman Awal)
dari tahun jawa 1 - 378. Bangsa Jawa hanya menyembah pada Gusti
Di jaman ini, pada tahun ke 36 Nabi Josono wafat.

2.Sidi Tetekan (zaman kedatangan)
dari tahun jawa 379 - 6435 (2010 masehi).
Pada tahun jawa 4046, datang unsur2 Hindu dari India (yg dikenal sbg jaman Ajisaka).
Kemudian setelah tahun 4425 (tahun 1 masehi), dimulailah perlombaan penyebaran agama Katholik mulai memasuki Jawa yang dibawa oleh orang2 Portugis. Kemudian agama Prostestan yang dibawa Belanda, dan terakhir adalah berkembangnya dengan pesat agama islam.

Yang dimaksud adalah sbb :
Sidi soworo dan Sidi Tetekan merupakan bahasa Jawa Purba, yang dimaksud dengan bahasa arab adalah kata-kata zaman awal (bahasa arab yang diserap sebagai jawa kemudian diserap lagi ke dalam Bahasa Indonesia)
-Apabila terdapat kesalahan dalam penjelasan saya seperti tercantum diatas, mohon sesepuh dapat mengoreksi, terima kasih-
[*]Pembagian ini bersumber dari buku asli (lihat bagian yang dipertebal), untuk sumber TS sendiri berasal darimana ?



untuk selebihnya, sudah ditanyakan oleh rekan-rekan yang lebih kompeten di atas.., silahkan dijabarkan..

terima kasih.
linux2:
Fransdaprof - 08/12/2010 10:06 PM
#46

Dari judulnya "sebuah pembenaran". Nah pembenaran mengandung konotasi membuat seakan-akan benar. Jadi TS mencari kebenaran atau gimana? Jangan hit n run dong lae. Sepertinya kita yg nimbrung disini pasti dah paham Karya Tulis Ilmiah. Bahkan sebuah novel fiksi pun punya referensi. Jelaskan secara runtut, paparkan sumber referensinya yang sebaiknya bukan 1 sumber. SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
Persaten - 08/12/2010 11:36 PM
#47

Quote:
Original Posted By xenocross
metode penelitian kurang jelas

kalau dari relief, relief yg mana di candi mana?
kalau dari sastra, kitab yg mana?
kalau dari terjemahan aksara kuno, tolong disertakan juga aslinya biar jelas, jadi bisa dicross check terjemahannya. (di trit sebelah ada yg sembarangan nerjemahin prasasti)

kalau dikatakan berasal dari terawangan...... nah itu sama aja dibilang dapat dari wahyu atau dapat dari mimpi. Yg begitu bisa jadi wacana tapi tidak bisa diterima secara keilmuan.

Kalau mau jadi sejarah, semua harus jelas. Kecuali kalau mau jadi semacam kepercayaan seperti mitos penunggu merapi yg tidak dipercaya ilmuwan tapi dipercaya seluruh penduduk Yogyakarta.


Quote:
Original Posted By silaent


Metode yang di lakukan semua berasal dari lapangan gan, melalui bimbingan oleh pihak2 yang berasal dari jaman2 pada waktu bukti2 tersebut ada.
metode yg kami pakai juga tidak murni metode sejarah atau arkelogi yang lebih multi disiplin.
Sementara kami adalah komunitas yg gencar mencari bukti2 empiris yg lebih komplit/kuat dengan metode yg "tidak konvensional". (paham mungkin dengan "tidak konvensional" yang saya sampaikan)
mari berdiskusi secara fair, kita sajikan bukti2 lapangan tinggal di nilai kebenarannya.



Memang disitulah permasalahannya.
Seharusnya, bro Lae sejak awal menjelaskan masalah metodologi ini dulu sebelum bercerita banyak. Jangan sampai nanti kita debat kusir karena memotong daging dengan 2 pisau yang berbeda.

Memang faktanya saat ini umumnya kita semua menggunakan metode ilmiah dan keilmuan dalam menganalisa sesuatu termasuk saat mempelajari sejarah dan budaya leluhur kita sendiri. Sehingga saat ini hasil metodologi ilmiah lebih banyak mendukung dan memihak pada hasil temuan dan analisa sarjana barat dan Belanda. Karena sebagai manusia barat yang menjunjung tinggi logika dan rasio, cara itulah yang mereka anut.

Sebaliknya, cara "inconventional" yang bung Lae dan teman teman Turangga Seta pakai, dalam kesepakatan umum tidak dipakai dalam menganalisa dan mencari data. Tapi, bukan juga berarti tidak nyata, karena toh bisa dialami dan dirasakan sendiri. Hanya saja memang harus dialami sendiri. Tapi juga harus diakui bahwa sisi "inconventional" ini juga merupakan bagian dari budaya kita. Itulah mengapa (sebagai contoh) beberapa candi besar letaknya bisa simetris antara satu dan lainnya.
prabuanom - 09/12/2010 11:59 AM
#48

misal begini aja deh, ada relief ular di candi jago. kalo kita tak mengetahui tentang kakimpoi, kita akan mngarang ngarang relief itu. relief bisa dibilang dulunya ini ada ular gede dua beradu lalu jd dunia. karena tidak memahami apa apa soal kekimpoi yg ada. padahal cerita ular itu jelas ada dalam cerita angling dharmo. karena itu dikatakan itu adalah relief angling dharmo. dimana memang kalo diurut gambarnya sangat sama dengan isi cerita. nah kalo ga ada panduan cerita cerita kekawin yg dipahatkan, bagaimana kita mengerti maksud relief disana?
AdipatiBerbah - 10/12/2010 08:52 AM
#49

kalo agan silaent dan pak irawan bergabung mungkin akan lebih bagus..bisa saling melengkapi dan saling koreksi///hehehhe...

yang satu penelitiannya berdasar text...yang satu tentang bukti lapangan....
silaent - 11/12/2010 04:28 AM
#50

Quote:
Original Posted By zeth
Istilah lontar dan rontal di Bali umumnya disamakan. Lontar adalah bentuk metatesis dari kata rontal........................
......................Maka muncul pula nama atau istilah yang memakai kata “Pustaka Lontar” maupun “budaya lontar”.


Quote:
Original Posted By andrea7
salim Mbah.. shakehand:

Nahh.. begini lho TS kalo menjelaskan...
jelas RUNUTANnya, jelas SUMBERnya..., dan jelas FOKUS masalahnya..

Matur nuwun Mbah Zeth.. malu:


ini mungkin salah satu dasarnya...
http://jv.wikipedia.org/wiki/Rontal


Quote:
Original Posted By zeth
Tentang pembagian jaman, kayaknya anda salah mengerti,gan.
Karena saya tidak menuliskan pembagiannya berbahasa arab.

Bisa memberikan contoh tentang Bhre, Bra serta gelar Adipati di jaman Majapahit?

Menurut Kamus Sanskerta - Indonesia hal.12, Bhre itu adalah Raden di jaman Islam masuk Nusantara. Juga Bra itu adalah kependekan dari kata Bathara.

Saya jadi tertawa juga tentang artian Nuswantara;
nusa : nusa, pulau; nusa Jawa : pulau Jawa; nusantara: nusantara, pulau-pulau yang berjajar
nuswa : nusa, pulau; nuswapada : nusantara, pulau-pulau yang berjajar
(kamus Sanskerta - Indonesia, hal.99)

Tidak ada keterangan yg menyatakan bahwa NUSA adalah "tempat yang bisa ditinggali"

Mungkin anda bisa menjelaskan, darimana anda mendapat artian Bhre,Bra dan Nusantara/Nuswantara tersebut?


Pertanyaan yang ini belum dijawab,gan



Gan, untuk pengertian data2 ttg arti dari Nuswantara yang anda sampaikan dibuatnya setelah Belanda ada di Indonesia, bagi kami data itu tidak bisa di pakai!
Salah satu ciri peninggalan kita apabila telah mengalami pembaharuan oleh Belanda adalah aksara yang digunakan merupakan aksara hanacaraka(ini adalah hanacaraka dari zamannya aji saka) yang periodenya sangat muda sekali.
Pada prasasti peninggalan asli (bukan buatan Belanda) adalah menggunakan huruf timbul bukan huruf hasil pahatan(ukiran) yang masuk ke dalam.
Sebagai contoh sya kasih yg aslinya (ini merupakan data kami yg tidak akan anda dapatkan di manapun).
silahkan buka di link ini :

http://www.youtube.com/watch?v=3rM7rHnAjaA

Untuk contoh yg asli tapi palsu (hasil rekayasa Belanda) :

Spoiler for image kaspay

SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)



Contoh Bre yg awalnya berarti keponakan dari dan dijadikan gelar keprabuan:
Sri Baduga Bambang Bremana dan anak beliau Sri Baduga Bambang Bremani yang merupakan kakek serta ayah dari Suryakencana.

Contoh Bra yg awalnya berarti "anak dari" dan dijadikan gelar keprabuan:
Maha Prabu Brawijaya I - IX


Quote:
Original Posted By andrea7
Pertanyaan berikut :
Bagian 1

[*]bisa disebutkan contoh dan isi dari data -data blue print yang dimiliki Belanda yang sudah TS dapatkan?
[*]bisa disebutkan contoh dan isi dari data -data data lapangan yang sudah TS dapatkan?
[*]Penjabaran berdasarkan contoh tersebut yang TS katakan sebagai hal-hal yang bertolak belakang seperti apakah penjelasannya?



Bagian 2 :
Mengenai penyelewengan sejarah Borobudur, dibahas dalam thread ini

Bagian3 :
............

Yang dimaksud adalah sbb :
Sidi soworo dan Sidi Tetekan merupakan bahasa Jawa Purba, yang dimaksud dengan bahasa arab adalah kata-kata zaman awal (bahasa arab yang diserap sebagai jawa kemudian diserap lagi ke dalam Bahasa Indonesia)
-Apabila terdapat kesalahan dalam penjelasan saya seperti tercantum diatas, mohon sesepuh dapat mengoreksi, terima kasih-[/INDENT]
[*]Pembagian ini bersumber dari buku asli (lihat bagian yang dipertebal), untuk sumber TS sendiri berasal darimana ?
[/LIST]

untuk selebihnya, sudah ditanyakan oleh rekan-rekan yang lebih kompeten di atas.., silahkan dijabarkan..

terima kasih.
linux2:


1. Nanti akan saya sembahkan data2 blue print belanda yang saya dapat.
karena saya pribadi tak pernah mendokumentasikannya secara lanjut. jdi harus ngubek2 lemari dlu gan....
2. Persoalan Borobudur itu sendiri yg ingin saya tekankan disini adlah Turangga Seta tidak pernah mengatakan bahwa Borobudur adalah peninggalan Sulaiman, itu saja.
3. Jawabannya di paling bawah post ini gan.


Quote:
Original Posted By Fransdaprof
Dari judulnya "sebuah pembenaran". Nah pembenaran mengandung konotasi membuat seakan-akan benar. Jadi TS mencari kebenaran atau gimana? Jangan hit n run dong lae. Sepertinya kita yg nimbrung disini pasti dah paham Karya Tulis Ilmiah. Bahkan sebuah novel fiksi pun punya referensi. Jelaskan secara runtut, paparkan sumber referensinya yang sebaiknya bukan 1 sumber. SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)


SEBUAH PEMBENARAN LAE!!!!
Mungkin saat ini para agan masih menganggap ini lelucon. Tetapi seiring Jangka Jayabaya dan Kutukan Eyang Sabdo Palon ini berjalan, semuanya akan terungkap apa yang menjadi kebenaran itu sebenarnya.
Aku bukan hit n run lae, tapi waktu ku sendiri untuk ber-internet adalah sangat terbatas.
Aku adalah seorang petani di suatu perkampungan kecil lae, dan sangat minim punya waktu untuk berinteraksi di dunia maya. Mohon pengertiannya untuk waktu yang agak lama bagi saya untuk menanggapi agan2 sekalian.
Dan yang paling penting, saya tak akan lari dari apa yang saya telah mulai.Peace:

Quote:
Original Posted By Persaten
Memang disitulah permasalahannya.
Seharusnya, bro Lae sejak awal menjelaskan masalah metodologi ini dulu sebelum bercerita banyak. Jangan sampai nanti kita debat kusir karena memotong daging dengan 2 pisau yang berbeda.

Memang faktanya saat ini umumnya kita semua menggunakan metode ilmiah dan keilmuan dalam menganalisa sesuatu termasuk saat mempelajari sejarah dan budaya leluhur kita sendiri. Sehingga saat ini hasil metodologi ilmiah lebih banyak mendukung dan memihak pada hasil temuan dan analisa sarjana barat dan Belanda. Karena sebagai manusia barat yang menjunjung tinggi logika dan rasio, cara itulah yang mereka anut.

Sebaliknya, cara "inconventional" yang bung Lae dan teman teman Turangga Seta pakai, dalam kesepakatan umum tidak dipakai dalam menganalisa dan mencari data. Tapi, bukan juga berarti tidak nyata, karena toh bisa dialami dan dirasakan sendiri. Hanya saja memang harus dialami sendiri. Tapi juga harus diakui bahwa sisi "inconventional" ini juga merupakan bagian dari budaya kita. Itulah mengapa (sebagai contoh) beberapa candi besar letaknya bisa simetris antara satu dan lainnya.


Untuk menemukan kebenaran yang sangat presisi sudah tidak ada cara lain bung. Karena memang sastra2 kita dan peninggalan sejarah kita banyak yang telah di bumi hanguskan (terutama pada saat perang Diponegoro).
Hal ini bertujuan supaya kita tidak bisa lagi mengetahui bagaimana dulu para eyang luhur kita bisa menaklukkan 2/3 belahan bumi ini.
Sastra2 yang tertinggal sekarang banyak menggunakan aksara hanacaraka (bukan pallawa), yang merupakan aksara kuno yg ter-modern. aksara inilah yang banyak digunakan Belanda dalam menulis kembali sejarah kita ( itu pun di banyak cerita yang di penggal2).
Teknologi para eyang kita dulu merupakan teknologi tercanggih dalam sejarah bumi ini, dan itu sudah menjadi bagian budaya kita yang hilang.

Quote:
Original Posted By AdipatiBerbah
kalo agan silaent dan pak irawan bergabung mungkin akan lebih bagus..bisa saling melengkapi dan saling koreksi///hehehhe...

yang satu penelitiannya berdasar text...yang satu tentang bukti lapangan....


Kami sangat membuka diri untuk di konfrontir dengan siapa saja.
Tapi tak hanya dalam debat kusir, kami akan bawa data2 lapangan kami.
Dan yang terpenting adalah adanya media yang bisa mempublikasikan nya secara nasional.


Kalo ditanya darimana saya dapatkan keterangan ini semua saya sudah jelaskan dari sebelumnya :

Quote:
Original Posted By silaent


Metode yang di lakukan semua berasal dari lapangan gan, melalui bimbingan oleh pihak2 yang berasal dari jaman2 pada waktu bukti2 tersebut ada.
metode yg kami pakai juga tidak murni metode sejarah atau arkelogi yang lebih multi disiplin.
Sementara kami adalah komunitas yg gencar mencari bukti2 empiris yg lebih komplit/kuat dengan metode yg "tidak konvensional". (paham mungkin dengan "tidak konvensional" yang saya sampaikan)
mari berdiskusi secara fair, kita sajikan bukti2 lapangan tinggal di nilai kebenarannya.




Bagaimana anda bisa memahami dan mau menyelami apa yg kami dapatkan kemudian itu semua terserah anda.
Tapi dengan cara kami yang sangat "tidak konvensional" tersebut terus menuntun kami untuk mendapatkan data2 dan bukti empiris yang lain.
Dan yang lebih jauh lagi kami berhasil menghentikan luapan lumpur Lapindo dengan cara yang paling baik (tetapi apa daya kami diusir dan tak bisa menyelesaikan penanggulangan lumpur tersebut sampai tuntas).

Mohon maaf apabila ada kata2 saya yang kurang pantas.
RAHAYU!!!

iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
silaent - 11/12/2010 04:41 AM
#51
pindahan : INDONESIA GUDANGNYA PYRAMID!!!
Berhubung thread saya di sebelah yang berjudul "INDONESIA GUDANGNYA PYRAMID" di-CLOSED oleh om momod,
berikut saya berikan data lanjutannya.

http://www.youtube.com/watch%3Fv%3DDmjtiQP-IQE&v=DmjtiQP-IQE&gl=CA

or

http://www.youtube.com/watch?v=DmjtiQP-IQE

or

search di youtube.com : "Expedisi API 2010 2010"

Team ekspedisi (yang beranggotakan peneliti dari BPPT dan PVMBG) ini sudah melakukan test radiometri mengukur usia tanah lokasi dan terbukti wilayah pyramid tsb berusia 9500 th lalu ( tampak di akhir dokumentasi pengambilan tanah/batu dr kedalaman tanah sekitar 3 meter)

Semua info dan data ini adalah sumbangsih komunitas kami untuk negeri ini. Semoga makin banyak kesadaran yg membawa putra-putri bangsa untuk mencintai para leluhurnya , bangsanya dan negerinya...


iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
zeth - 11/12/2010 07:46 AM
#52

Quote:
Original Posted By silaent
ini mungkin salah satu dasarnya...
http://jv.wikipedia.org/wiki/Rontal


Yang menulis di wiki tersebut siapa?..bukankah semua orang bisa menulis di wiki.
Umpama ada yg nulis bahwa Rontal atau Lontar adalah Made In Hongkong pun bisa,kok.
Yang jadi pertanyaan; Apakah sumber dari Wiki itu bisa di percaya semuanya???


Quote:
Original Posted By silaent


Gan, untuk pengertian data2 ttg arti dari Nuswantara yang anda sampaikan dibuatnya setelah Belanda ada di Indonesia, bagi kami data itu tidak bisa di pakai!
Salah satu ciri peninggalan kita apabila telah mengalami pembaharuan oleh Belanda adalah aksara yang digunakan merupakan aksara hanacaraka(ini adalah hanacaraka dari zamannya aji saka) yang periodenya sangat muda sekali.


Siapa bilang data2 yang saya sampaikan itu dari belanda sumbernya? Emangnya tulisan2 saya, bantahan2 saya hanya bersumber pada 1 buku? Semua orang yang mempelajari sejarah akan tahu,bahwa yang namanya bahasa Sanskerta itu ya yang bertuliskan huruf Pallawa,gan
HANACARAKA itu masuknya ke Jawa Kawi.


Quote:
Original Posted By silaent

Pada prasasti peninggalan asli (bukan buatan Belanda) adalah menggunakan huruf timbul bukan huruf hasil pahatan(ukiran) yang masuk ke dalam.
Sebagai contoh sya kasih yg aslinya (ini merupakan data kami yg tidak akan anda dapatkan di manapun).
silahkan buka di link ini :

http://www.youtube.com/watch?v=3rM7rHnAjaA

Untuk contoh yg asli tapi palsu (hasil rekayasa Belanda) :

Spoiler for image kaspay

SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)




Gan..belanda memakai sistim yang lebih praktis, yaitu "Devide Et Impera". Dengan sistim itu bangsa kita sudah main bunuh2an satu dengan lainnya. Dan kalau keterusan, sejarah bangsa kitapun akan musnah dengan sendirinya. Ngapain susah2 merubah sejarah segala?

Lihat saja contohnya di Aceh. Hanya dengan 1 orang saja, yaitu snouck hurgronje..Aceh pun tertaklukkan.

Pemikiran njlimet seperti itu (merubah sejarah,belanda bikin prasasti,dll) adalah sama sekali tidak praktis..dan hanya pemikiran yang sekarang lagi marak di Indonesia.
Belanda sudah menjajah Nusantara dan merasa sudah memiliki Nusantara..nyatanya Belanda membangun Infra Struktur di Indonesia. Karena apa?..tentu saja karena belanda mikir, mereka akan memiliki nusantara selamanya (belanda tidak memiliki ilmu trawangan,jadi tidak mengira Jepang akan masuk setelah merajai Asia)

Quote:
Original Posted By silaent

Contoh Bre yg awalnya berarti keponakan dari dan dijadikan gelar keprabuan:
Sri Baduga Bambang Bremana dan anak beliau Sri Baduga Bambang Bremani yang merupakan kakek serta ayah dari Suryakencana.

Contoh Bra yg awalnya berarti "anak dari" dan dijadikan gelar keprabuan:
Maha Prabu Brawijaya I - IX


Nama Bambang itu adalah era Jawa Islam,gan..setelah ada Kesultanan Mataran Islam. Dan gelar Sri Baduga Bambang....... adalah gelar rekayasa anda..karena Sri Baduga adalah gelar raja untuk daerah Sunda. Sedangkan Bambang adalah sebutan asli Jawa.
Sampai sekarangpun tidak ada panamaan Bambang dalam masyarakat Sunda.
Setelah Brawijaya V, yang meneruskan adalah bukan anak lagi. Disini teori anda bahwa Bra = Anak dari..adalah tidak terbukti.
andrea7 - 11/12/2010 08:03 AM
#53

Quote:
Original Posted By zeth
Yang menulis di wiki tersebut siapa?..bukankah semua orang bisa menulis di wiki.
Umpama ada yg nulis bahwa Rontal atau Lontar adalah Made In Hongkong pun bisa,kok.
Yang jadi pertanyaan; Apakah sumber dari Wiki itu bisa di percaya semuanya???

Siapa bilang data2 yang saya sampaikan itu dari belanda sumbernya? Emangnya tulisan2 saya, bantahan2 saya hanya bersumber pada 1 buku? Semua orang yang mempelajari sejarah akan tahu,bahwa yang namanya bahasa Sanskerta itu ya yang bertuliskan huruf Pallawa,gan
HANACARAKA itu masuknya ke Jawa Kawi.

Gan..belanda memakai sistim yang lebih praktis, yaitu "Devide Et Impera". Dengan sistim itu bangsa kita sudah main bunuh2an satu dengan lainnya. Dan kalau keterusan, sejarah bangsa kitapun akan musnah dengan sendirinya. Ngapain susah2 merubah sejarah segala?

Lihat saja contohnya di Aceh. Hanya dengan 1 orang saja, yaitu snouck hurgronje..Aceh pun tertaklukkan.

Pemikiran njlimet seperti itu (merubah sejarah,belanda bikin prasasti,dll) adalah sama sekali tidak praktis..dan hanya pemikiran yang sekarang lagi marak di Indonesia.
Belanda sudah menjajah Nusantara dan merasa sudah memiliki Nusantara..nyatanya Belanda membangun Infra Struktur di Indonesia. Karena apa?..tentu saja karena belanda mikir, mereka akan memiliki nusantara selamanya (belanda tidak memiliki ilmu trawangan,jadi tidak mengira Jepang akan masuk setelah merajai Asia)

Nama Bambang itu adalah era Jawa Islam,gan..setelah ada Kesultanan Mataran Islam. Dan gelar Sri Baduga Bambang....... adalah gelar rekayasa anda..karena Sri Baduga adalah gelar raja untuk daerah Sunda. Sedangkan Bambang adalah sebutan asli Jawa.
Sampai sekarangpun tidak ada panamaan Bambang dalam masyarakat Sunda.
Setelah Brawijaya V, yang meneruskan adalah bukan anak lagi. Disini teori anda bahwa Bra = Anak dari..adalah tidak terbukti.


nohope: keduluan Simbah ternyata.. hammer:
andrea7 - 11/12/2010 08:33 AM
#54

Quote:
Original Posted By silaent
ini mungkin salah satu dasarnya...
http://jv.wikipedia.org/wiki/Rontal * BAGIAN 1

* BAGIAN 2
1. Nanti akan saya sembahkan data2 blue print belanda yang saya dapat.
karena saya pribadi tak pernah mendokumentasikannya secara lanjut. jdi harus ngubek2 lemari dlu gan....
* BAGIAN 3
2. Persoalan Borobudur itu sendiri yg ingin saya tekankan disini adlah Turangga Seta tidak pernah mengatakan bahwa Borobudur adalah peninggalan Sulaiman, itu saja.
* BAGIAN 4
3. Jawabannya di paling bawah post ini gan.*1
     
Quote:
Original Posted By silaent
Metode yang di lakukan semua berasal dari lapangan gan, melalui bimbingan oleh pihak2 yang berasal dari jaman2 pada waktu bukti2 tersebut ada.
metode yg kami pakai juga tidak murni metode sejarah atau arkelogi yang lebih multi disiplin.
Sementara kami adalah komunitas yg gencar mencari bukti2 empiris yg lebih komplit/kuat dengan metode yg "tidak konvensional". (paham mungkin dengan "tidak konvensional" yang saya sampaikan)
mari berdiskusi secara fair, kita sajikan bukti2 lapangan tinggal di nilai kebenarannya.

Tapi dengan cara kami yang sangat "tidak konvensional" tersebut terus menuntun kami untuk mendapatkan data2 dan bukti empiris yang lain.*2

Mungkin saat ini para agan masih menganggap ini lelucon. * BAGIAN 5
...


Di sini saya akan memberikan tanggapan atas pernyataan dan pertanyaan yang saya sampaikan.

Bagian 1 : RONTAL dan LONTAR

Berdasarkan sumber yang Anda berikan seperti bagian yang saya bold di atas, berikut isi dari tautan yang anda gunakan sebagai referensi (per tanggal11 Desember 2010, pk 05.08 WIB):
Quote:
Rontal.
Lontar ngalih ing kaca puniki. Kanggé panggunan bentèn tembung puniki, mangga mriksani kaca Lontar (disambiguasi)* 1..
Rontal (tegesé: ron tal, "godhong wit tal") iku godhong wit siwalan (Latin palmyra utawa borassus flabellifer) sing digaringaké lan dienggo bahan naskah lan kerajinan.* 2. Artikel iki utamané medhar rontal sing dienggo bahan naskah manuskrip, utawa buku tulisan tangan.

     1. Dimana untuk halaman mengenai LONTAR sendiri terdapat keterangan sebagai berikut :
Quote:
Katonane panjenengan ngetutake pranala artikel sing durung ana. Manawa arep manulis artikel iki, manggaa. (Tontonen Pitulung kanggo informasi sabanjure).

2. Disebutkan bahwa rontal merupakan BAHAN naskah dan kerajinan. Sehingga acuan referensi Anda masih harus diperkuat dengan refensi lain apabila ada.

Kesimpulan (sementara) mengenai rontal dan lontar : sesuai dengan yang dijelaskan oleh Mas Zeth tentang rontal (masih berupa bahan) dan lontar (sudah terdapat catatan)


Bagian 2 : Koleksi Data & Studi Komparasi Data

Baik, saya tegaskan kembali hal-hal yang akan Anda sampaikan, yaitu :
     1. Contoh dan isi dari data -data blue print yang dimiliki Belanda yang sudah TS dapatkan?
2. Contoh dan isi dari data -data lapangan yang sudah TS dapatkan?
3. Penjabaran berdasarkan contoh tersebut yang TS katakan sebagai hal-hal yang bertolak belakang seperti apakah penjelasannya?


BAGIAN 3 : Borobudur

Baik. Berdasarkan thread yang saya jadikan rujukan tersebut memang disebutkan bahwa ,yang melakukan penelitian adalah pihak yang berbeda (bukan Turangga Seta).


BAGIAN 4 : Sumber Literatur Pembagian Jaman

     1. Mengenai pembagian jaman, pertanyaan yang saya ajukan adalah sbb :
Quote:
Pembagian ini bersumber dari buku asli (lihat bagian yang dipertebal), untuk sumber TS sendiri berasal darimana ?

[INDENT]Perlu saya ingatkan, pada halaman pertama Anda menyebutkan sbb :
Quote:
Original Posted By silaent
Kembali ke Jangka Jayabaya, telah berhasil dipetakan periodesasi terciptanya bumi sampai ke titik akhir menjadi 3 Jaman Kali ... dst.
     pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Anda juga menggunakan literatur, bukan secara "tidak konvensional", di sini ada 2 hal yang meragukan :
a. keaslian dan keabsahan literatur yang dijadikan acuan
b. Pemberian keterangan secara tidak konsisten.
Silahkan memberikan tanggapan atas hal tersebut di atas, apabila dikatakan sama-sama literatur asli, kenapa isinya berbeda?


2. Anda menyinggung mengenai data dan bukti empiris.
     Berikut saya sampaikan definisi dari kata "data", "bukti", dan "empiris"
a. data (sumber : KBBI) :
[INDENT](1) keterangan yg benar dan nyata.
(2) keterangan atau bahan nyata yg dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan)
b. bukti (sumber : KBBI) :
     (1) sesuatu yg menyatakan kebenaran suatu peristiwa; keterangan nyata; tanda
c. empiris :
     (1)berdasarkan pengalaman (terutama yg diperoleh dr penemuan, percobaan, pengamatan yg telah dilakukan). (sumber : KBBI)
(2)Dalam sains dan metode ilmiah, empiris berarti suatu keadaan yang bergantung pada bukti atau konsekuensi yang teramati oleh indera. (sumber)
(3)Data empiris berarti data yang dihasilkan dari percobaan atau pengamatan.(sumber)Dengan definisi seperti di atas, masih dapatkah data dan bukti "tidak konvensional" Anda dikatakan sebagai data dan bukti empiris?[/INDENT][/INDENT]


BAGIAN 5

Satu hal lagi, saya pribadi, sama sekali tidak menganggap ini sebuah lelucon, bahkan tidak lucu sama sekali.
Jadi tolong segala diskusi ini dapat diterima sebagai perbandingan (pengujian) atas hipotesa yang rekan-rekan Turangga Seta ajukan. "Perbandingan ini akan menghasilkan informasi ilmiah baru, yaitu apakah hipotesa diterima atau ditolak." (Singarimbun, M., Effendi, S., 1982, Metode Penelitian Survai,Penerbit LP3ES, Jakarta.)
ccck - 11/12/2010 10:19 AM
#55

Menarik uraiannya bang \)
sepertinya udah banyak yang dikomentari oleh mbak Andrea ataupun oleh mas Zeth, saya yang ini aja;

Quote:
Original Posted By silaent
ini mungkin salah satu dasarnya...
http://jv.wikipedia.org/wiki/Rontal

klo pake wiki juga terlihat bahwa uraian mas Zeth sudah tepat D
http://id.wikipedia.org/wiki/Lontar
Quote:
Lontar (dari bahasa Jawa: ron tal, "daun tal") adalah daun siwalan atau tal (Borassus flabellifer atau palmyra) yang dikeringkan dan dipakai sebagai bahan naskah dan kerajinan.

itu dengan banyak contoh2 lontar dari luar daerah, memang pengertian yang ada bahwa jika belum ditulis maka disebut rontal sedangkan jika telah ditulis maka disebut lontar D

sepertinya yang ini tidak usah dipermasalahkan lagi malus

Quote:
Original Posted By silaent
Pada prasasti peninggalan asli (bukan buatan Belanda) adalah menggunakan huruf timbul bukan huruf hasil pahatan(ukiran) yang masuk ke dalam.
Sebagai contoh sya kasih yg aslinya (ini merupakan data kami yg tidak akan anda dapatkan di manapun).

di Bali banyak 'pahatan' yang masuk kedalam, jadi itu buatan Belanda ya bang???
tapi umurnya ketika dihitung pake metode ilmiah kok jauh sebelum Belanda datang ya??? bingungs

Quote:
Original Posted By silaent
silahkan buka di link ini :

http://www.youtube.com/watch?v=3rM7rHnAjaA

saya nongolkan dimari ya bang \)

[youtube]3rM7rHnAjaA[/youtube]

sesuai dengan apa yang abang tulis di depan;
Quote:
Original Posted By silaent
Data yang diperoleh terdapat di beberapa relief dan prasasti yang dapat dilihat dan dimengerti oleh semua orang. Pola pembacaan yang telah berhasil dipetakan dengan mendokumentasikan lebih dari 20 jenis aksara purba asli Nusantara yang dapat dipakai untuk membaca prasasti dan rontal-rontal kuno, mulai dari aksara Pra Budi Ratya, Pudak Sategal, Sastra Gentayu, Sastra Wiryawan, Sastra Budhati, Sastra Purwaresmi, Aksara Pajajaran, Aksara Hendra Prawata, Aksara Jamus Kalihwarni, Aksara Keling, Aksara Budha yang ada di Magelang, Aksara Nagari Mojopoit, dll. Sebagai bahan perbandingan, aksara Pallawa yang ada di India itu masih setara dengan jaman Kerajaan Singasari, jadi masih terhitung sangat muda.

jadi yang diatas ini termasuk jenis aksara yang mana ya bang???

trus yang diatas itu terdapat di daerah mana???

Quote:
Original Posted By silaent
Aku bukan hit n run lae, tapi waktu ku sendiri untuk ber-internet adalah sangat terbatas.
Aku adalah seorang petani di suatu perkampungan kecil lae, dan sangat minim punya waktu untuk berinteraksi di dunia maya. Mohon pengertiannya untuk waktu yang agak lama bagi saya untuk menanggapi agan2 sekalian.
Dan yang paling penting, saya tak akan lari dari apa yang saya telah mulai.Peace:

Hebat bang, ini postingan jam 5-an pagi (waktu kaskus D), jadi kemungkinan besar internetan di rumah, berarti abang seorang petani yang sukses, lagian sudah ada sinyal yang menjangkau perkampungan kecil???

sungguh pembangunan yang merata ya sekarang ini Peace:
soalnya saya yang di daerah timur sungguh sulit ketemu sinyal, jadi internetan mesti di kantor D

Quote:
Original Posted By silaent
Mohon maaf apabila ada kata2 saya yang kurang pantas.
RAHAYU!!!

shakehand ayo sama-sama mengupas kebesaran karya leluhur kita \)

iloveindonesia
xenocross - 11/12/2010 10:43 AM
#56

males banget sih

metode tidak konvensional berupa komunikasi dengan makhluk halus ya pastinya gak empiris dan gak ilmiah, gak bisa masuk bidang keilmuan. Lupakan saja soal mau merevisi sejarah, bakal diketawain duluan itu.
Ini bukan masalah bener atau tidak, tapi kalau metodenya begitu ya siapa yang mau percaya.

Lagian kalian ini kok seperti amatiran, ngerti gak sih ilmu yang namanya ikonografi. Sesuatu yang dipahat di dinding candi atau bangunan itu ada artinya. Bukan gambar primitif seperti lukisan manusia gua Neandertal yang hanya melukis kehidupan mereka

Misalnya, di relief ada manusia bermahkota bertangan 4. Ini di candi Surowono
Spoiler for surowono
SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)


Kalau pake cara anda, kesimpulannya nenek moyang kita ada yang punya tangan empat.
Tapi buat yang mengerti kakaw1n Arjuna Wiwaha, mereka akan mengerti ini adalah ikonografi dari dewa Shiwa/ Batara Guru yang bertangan empat. Yang penggemar wayang juga pasti tahu.

Tolong ya jangan diartikan semua yang dipahat itu adalah kejadian sebenarnya. Pernah lihat gak sih di kelenteng (tempat sembahyang orang Cina) banyak dipahat Naga? Emang orang Cina beneran ada yang pernah liat Naga? Lalu dipahat juga cerita Sun Go Kong. Emangnya beneran itu Kera Sakti cerita sejarah????
Coba studi banding ke kelenteng setempat dan lihat simbolisasi yang dipahat di sana.

Makanya heran aku kok relief Candi Penataran dibilang menceritakan spesies manusia kera dan raksasa. Sudah jelas bukan itu cerita Ramayana, ada pasukan Kera Hanoman dan pasukan raksasa Rahwana. Aku lihat sekilas juga sudah bisa mengenali adegan Hanoman membakar Alengka.

Tolong dipelajari lagi kakaw1n dan wayang. JAngan2 kalian belum pernah nonton wayang ya?
prabuanom - 11/12/2010 05:08 PM
#57

kembali soal relief, apa iya ramayana dan mahabharata itu buatan belanda?
sehingga relief yangs esuai tentang ramayana dan mahabharata kudu di artikan lain?saya juga dulu senneg dnegan data tentang turangga seta. tapi lama lama saya mikir apa bener ya?apa ga terlalu berlebihan mengartikan sesuatu tanpa balik pd ajaran aslinya?


pertanyaan gampangnya, apakah mahabharata dan ramayana itu karangan belanda?sehingga kita ga usah mengartikan relief dr mahabharata dan ramayana?
andrea7 - 11/12/2010 07:02 PM
#58

Quote:
Original Posted By prabuanom
kembali soal relief, apa iya ramayana dan mahabharata itu buatan belanda?
sehingga relief yangs esuai tentang ramayana dan mahabharata kudu di artikan lain?saya juga dulu senneg dnegan data tentang turangga seta. tapi lama lama saya mikir apa bener ya?apa ga terlalu berlebihan mengartikan sesuatu tanpa balik pd ajaran aslinya?


pertanyaan gampangnya, apakah mahabharata dan ramayana itu karangan belanda?sehingga kita ga usah mengartikan relief dr mahabharata dan ramayana?


yang di underline :
ya kalau karangan Balenda bisa jadi ceritanya jauh berbeda-beda di negara yg bukan jajahan Belanda.. wkwkwkwk.. Peace:
slinthru - 11/12/2010 09:11 PM
#59

Nuwun Sewu, Nderek Ndeprok midangetaken akantuk kaweruh para pinesepuh
Fransdaprof - 11/12/2010 10:31 PM
#60

Menunggu jawaban.......
SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
Page 3 of 24 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)