Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
Total Views: 20692 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 7 of 24 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›

zeth - 15/12/2010 02:53 PM
#121

Quote:
Original Posted By bayusatriyo
hehehe udh lama g buka kaskus...

SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
heheh Anoman Duta.. dalam kakimpoi Ramayana di Penataran

SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
kumbokarno gugur,, saat Kumbokarno maju ke medan peperangan di kroyok oleh Bala tentara Wanara...

jdi ya hanya tertawa saja melihat tulisan bahwa dalam Candi Penataran itu nda ada crita Ramayana.. hahah apa lgi yang kata na suku jawa menyerang maya atw ada org besurban dalam relief2 di Penataran.. HUAKAKAKAKAKKAKA cb deh ke Penataran aja di Blitar nda jauh dri kota Blitar na cman 30 mnit..
Sepakat dengan Mas Anom n Mas Zeth.. kiss


Matur nuwun atas masukannya,mas

shakehand
prabuanom - 15/12/2010 04:03 PM
#122

Quote:
Original Posted By bayusatriyo
hehehe udh lama g buka kaskus...

SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
heheh Anoman Duta.. dalam kakimpoi Ramayana di Penataran

SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
kumbokarno gugur,, saat Kumbokarno maju ke medan peperangan di kroyok oleh Bala tentara Wanara...

jdi ya hanya tertawa saja melihat tulisan bahwa dalam Candi Penataran itu nda ada crita Ramayana.. hahah apa lgi yang kata na suku jawa menyerang maya atw ada org besurban dalam relief2 di Penataran.. HUAKAKAKAKAKKAKA cb deh ke Penataran aja di Blitar nda jauh dri kota Blitar na cman 30 mnit..
Sepakat dengan Mas Anom n Mas Zeth.. kiss


ketika mereka bilang di penataran ada kisah tentang jawa purba saya tentu saja seneng, tp ketika statemen mereka bilang bahwa relief itu bukan relief mahabharata dan ramayana, tentu saya bertanya tanya. ga mungkinlah, apalagi candi adalah peradaban hindu budha. masa iya ga ada relief mahabharata dan ramayana. yah ahirnya saya memilih lebih baik mundur sajalah dr keingin tahuan saya. apalagi sampe sekarang ga ada anggota turangga seta yg mau masuk kesini. kembali dlm keeksklisifan mereka. jd ya biarin sajalah mereka dengan jalan mereka sendiri heuuhehehehehe D

kita mah tetep percaya bahwa di candi penataran ya reliefnya tentang mahabharata dan ramayana D

thumbup:
silaent - 18/12/2010 02:48 AM
#123
Lontar atau rontal?
Quote:
Original Posted By andrea7
1. Kalau memang belum terbukti, kenapa sudah Anda ajukan sebagai materi pembenar atas pertanyaan di sini? Bukankah Mas Zeth dapat menemukan sumber lain yang lebih otentik? Kenapa Anda tidak?

2. Pertanyaan saya masih bisa dibaca di depan , yang saya tanyakan adalah : yang benar RONTAL atau LONTAR?
Apakah jawaban yang Anda sampaikan ini sesuai dengan pertanyaan saya?


Saya minta anda berani untuk bersikap fair di sini, katakan benar bila benar, dan salah bila salah.
Seperti yang pernah anda tulis sendiri, sbb :

kecuali anda ingin ngotot dan menjadi seperti kisah mahasiswa yang anda sebutkan di postingan anda yang lampau..


Quote:
Original Posted By zeth
Istilah lontar dan rontal di Bali umumnya disamakan. Lontar adalah bentuk metatesis dari kata rontal. Kata rontal terdiri dari dua patah kata, yaitu ron dan tal. Kata ron dan tal itu termasuk bahasa Jawa Kuna yang diperkirakan sudah ada sebelum jaman Raja Balitung, awal abad ke-10.
Ron artinya daun, dan tal artinya pohon. Kata rontal dan lontar itu sudah menjadi perbendaharaan bahasa Indonesia umum (Suwidja, 1979:1).

Dengan begitu, sebutan daun rontal dipakai untuk menyebut daun dari pohon lontar yang sebelum dipergunakan sebagai bahan tulis. Sedang setelah ia dipakai sebagai bahan tulis seperti tulisan naskah kak4win, kidung, dan gegambaran, maka ia disebut lontar. Maka muncul pula nama atau istilah yang memakai kata “Pustaka Lontar” maupun “budaya lontar”.



Yang bilang belum terbukti siapa gan? Apakah anda sudah melakukan penelitian sebelumnya?
Seseorang yang telah memberikan informasi di wiki (walaupun tidak jelas siapa) tapi menurut saya lebih otentik informasinya dibandingkan informasi yg anda dapatkan.
Karena Turangga Seta telah melakukan penelitian untuk membuktikan bahwa yang dipakai oleh leluhur kita adalah daun tal (siwalan) tersebut dan bukannya daun lontar seperti yang dikatakan oleh sumber ilmiah agan zeth diatas.
Kalau dikatakan lontar dan rontal adalah suatu bentukan metatesis perlu dilakukan kesepakatan secara akademis dan umum.
Tapi metatesis tersebut membuat orang awam berpikiran bahwa sebenarnya daun yang dipakai adalah daun dari pohon lontar, menurut saya hal ini bisa sangat menjebak pengetahuan generasi kita selanjutnya.

Yang benar saya katakan benar gan... jadi tolong diresapi dulu saja pembicaraan yang selama ini telah dilakukan.
Untuk pembahasan untuk "RONTAL ATAU LONTAR" cukup sampai disini saja.
Terima Kasih...

thumbup:thumbup
iloveindonesiailoveindonesia
andrea7 - 18/12/2010 02:57 AM
#124

Quote:
Original Posted By silaent
Yang bilang belum terbukti siapa gan? Apakah anda sudah melakukan penelitian sebelumnya?
Seseorang yang telah memberikan informasi di wiki (walaupun tidak jelas siapa) tapi menurut saya lebih otentik informasinya dibandingkan informasi yg anda dapatkan.
Karena Turangga Seta telah melakukan penelitian untuk membuktikan bahwa yang dipakai oleh leluhur kita adalah daun tal (siwalan) tersebut dan bukannya daun lontar seperti yang dikatakan oleh sumber ilmiah agan zeth diatas.
Kalau dikatakan lontar dan rontal adalah suatu bentukan metatesis perlu dilakukan kesepakatan secara akademis dan umum.
Tapi metatesis tersebut membuat orang awam berpikiran bahwa sebenarnya daun yang dipakai adalah daun dari pohon lontar, menurut saya hal ini bisa sangat menjebak pengetahuan generasi kita selanjutnya.

Yang benar saya katakan benar gan... jadi tolong diresapi dulu saja pembicaraan yang selama ini telah dilakukan.
Untuk pembahasan untuk "RONTAL ATAU LONTAR" cukup sampai disini saja.
Terima Kasih...

thumbup:thumbup


Nyooh.. :

Pohon Siwalan atau disebut juga Pohon Lontar (Borassus flabellifer) adalah sejenis palma (pinang-pinangan) yang tumbuh di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Pohon Lontar (Borassus flabellifer) menjadi flora identitas provinsi Sulawesi Selatan. Pohon ini banyak dimanfaatkan daunnya, batangnya, buah hingga bunganya yang dapat disadap untuk diminum langsung sebagai legen (nira), difermentasi menjadi tuak ataupun diolah menjadi gula siwalan (sejenis gula merah).

Pohon Siwalan (Lontar) merupakan pohon palma (Palmae dan Arecaceae) yang kokoh dan kuat. Berbatang tunggal dengan ketinggian mencapai 15-30 cm dan diameter batang sekitar 60 cm. Daunnya besar-besar mengumpul dibagian ujung batang membentuk tajuk yang membulat. Setiap helai daunnya serupa kipas dengan diameter mencapai 150 cm. Tangkai daun mencapai panjang 100 cm.

Buah Lontar (Siwalan) bergerombol dalam tandan dengan jumlah sekitar 20-an butir. Buahnya bulat dengan diameter antara 7-20 cm dengan kulit berwarna hitam kecoklatan. Tiap butirnya mempunyai 3-7 butir daging buah yang berwarna kecoklatan dan tertutupi tempurung yang tebal dan keras.

Pohon Lontar Borassus flabelliferPohon Siwalan atau Pohon Lontar dibeberapa daerah disebut juga sebagai ental atau siwalan (Sunda, Jawa, dan Bali), lonta (Minangkabau), taal (Madura), dun tal (Saksak), jun tal (Sumbawa), tala (Sulawesi Selatan), lontara (Toraja), lontoir (Ambon), manggitu (Sumba) dan tua (Timor). Dalam bahasa inggris disebut sebagai Lontar Palm

Pohon Siwalan atau Lontar (Borassus flabellifer) tumbuh di daerah kering. Pohon ini dapat dijumpai di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di Indonesia, Pohon Siwalan tumbuh di Jawa Timur dan Jawa Tengah bagian timur, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi.

Pohon Siwalan atau Lontar mulai berbuah setelah berusia sekitar 20 tahun dan mampu hidup hingga 100 tahun lebih.
SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)

Klasifikasi ilmiah:
Kerajaan: Plantae; Divisi: Angiospermae; Kelas: Monocotyledoneae; Ordo: Arecales; Famili: Arecaceae (sinonim: Palmae); Genus: Borassus. Spesies: Borassus flabellifer
sumber

yang jadi masalah itu arti LONTAR dan RONTALnya..

nohope:
ngeyelan tur ngawur..
silaent - 18/12/2010 03:04 AM
#125
Pembagian jaman
Quote:
Original Posted By andrea7
Pertanyaan awal saya dapat dilihat kembali di sini :

Yang saya tanyakan adalah, sumber pembagian jaman yang TS sampaikan berasal dari mana?



Di sini saya perjelas maksud pertanyaan saya:

[*]Apa nama literatur yang Anda gunakan untuk menjabarkan pembagian jaman tersebut? tolong disebutkan secara lengkap.
[*]Apa yang membuktikan bahwa literatur yang Anda gunakan itu merupakan literatur asli dan benar?
[*]Baik, kalau begitu silahkan Anda jelaskan definisi dari metode "tidak konvensional"
[*]Bagaimana proses metode "tidak konvensional" itu dilakukan ?
[*]Bagaimana Anda tahu yang Anda temui "benar-benar" leluhur? Karena kalau memang leluhur yang Anda temui, seharusnya Anda juga diajarkan untuk ora rumangsa bisa nanging bisa-a rumangsa.

.




[*]Sumber literatur yang digunakan sudah dijelaskan di dalam Post#1 gan, mohon di baca kembali saja
[*]Asal dari literatur tersebut, dan literatur tersebut menuntun dalam penelitian rangkaian penelitian lanjutan yang hasilnya dapat anda nikmati nanti di kemudian hari ketika Turangga Seta secara perlahan membuka dokumen2 yang kami dapatkan, yang dapat di konsumsi oleh publik umum.
[*]MENYAN DAN DUPA kiss
[*]Menyan dan Dupa nya dibakar gan, dan jangan lupa untuk memohon kepada leluhur bercerita tentang apa yang ingin anda ketahui Peace: malus
[*]Karena mereka membuktikan dan menunjukkan siapa mereka dengan kesaktian dan kemampuannya gan... Terlebih lagi, banyak didapat data2 kami mengenai lokasi, koordinat, rumus kimia, rumus fisika, dan berbagai macamnya.
Kesemuanya itu sangat jelas dan naratif, sehingga perlahan2 cerita tentang sejarah nusantara ini tidak di dapat per bagian2, tetapi secara keseluruhannya.nohope:

silaent - 18/12/2010 03:10 AM
#126

Quote:
Original Posted By andrea7
Baik, berikut saya sampaikan kembali pertanyaan saya yang belum dijawab atau belum ditanggapi :



Mengenai data dan bukti empiris akan saya tanggapi setelah Anda mendefinisikan dan menjabarkan "metode tidak konvensional"


Untuk data2 yang anda minta sangat banyak dan karena berbagai hal tidak dapat saya paparkan disini.
Saya bersedia untuk memperlihatkan anda data2 seperti yang telah anda minta, tpi jgn di forum ini gan....

iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
silaent - 18/12/2010 03:14 AM
#127

Beberapa saat yang lalu saya telah menjanjikan data baru yang ingin saya perlihatkan untuk menambah wawasan kita tentang Nusantara ini.

Bisa di lihat di AKSARA DARI ZAMAN KE ZAMAN (TURANGGA SETA part 2)
andrea7 - 18/12/2010 03:18 AM
#128

Quote:
Original Posted By silaent
Untuk data2 yang anda minta sangat banyak dan karena berbagai hal tidak dapat saya paparkan disini.
Saya bersedia untuk memperlihatkan anda data2 seperti yang telah anda minta, tpi jgn di forum ini gan....

iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia


Oke, sudah saya follow up..
newyorkarto - 18/12/2010 03:24 AM
#129

Quote:
Original Posted By andrea7
Oke, sudah saya follow up..


saya memantau dari persembunyian jeng SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)
silaent - 18/12/2010 03:29 AM
#130

Quote:
Original Posted By ccck

Hebat bang, ini postingan jam 5-an pagi (waktu kaskus D), jadi kemungkinan besar internetan di rumah, berarti abang seorang petani yang sukses, lagian sudah ada sinyal yang menjangkau perkampungan kecil???

sungguh pembangunan yang merata ya sekarang ini Peace:
soalnya saya yang di daerah timur sungguh sulit ketemu sinyal, jadi internetan mesti di kantor D


Saya katakan dari awal persoalan saya adalah waktu.
Mohon maaf gan, saya di warnet bukan di rumah. Hanya saja waktunya kebetulan ya jam segitu itu...malusmalus


Quote:
Original Posted By xenocross
males banget sih

metode tidak konvensional berupa komunikasi dengan makhluk halus ya pastinya gak empiris dan gak ilmiah, gak bisa masuk bidang keilmuan. Lupakan saja soal mau merevisi sejarah, bakal diketawain duluan itu.
Ini bukan masalah bener atau tidak, tapi kalau metodenya begitu ya siapa yang mau percaya.

Lagian kalian ini kok seperti amatiran, ngerti gak sih ilmu yang namanya ikonografi. Sesuatu yang dipahat di dinding candi atau bangunan itu ada artinya. Bukan gambar primitif seperti lukisan manusia gua Neandertal yang hanya melukis kehidupan mereka

Misalnya, di relief ada manusia bermahkota bertangan 4. Ini di candi Surowono
Spoiler for surowono
SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)


Kalau pake cara anda, kesimpulannya nenek moyang kita ada yang punya tangan empat.
Tapi buat yang mengerti kakaw1n Arjuna Wiwaha, mereka akan mengerti ini adalah ikonografi dari dewa Shiwa/ Batara Guru yang bertangan empat. Yang penggemar wayang juga pasti tahu.

Tolong ya jangan diartikan semua yang dipahat itu adalah kejadian sebenarnya. Pernah lihat gak sih di kelenteng (tempat sembahyang orang Cina) banyak dipahat Naga? Emang orang Cina beneran ada yang pernah liat Naga? Lalu dipahat juga cerita Sun Go Kong. Emangnya beneran itu Kera Sakti cerita sejarah????
Coba studi banding ke kelenteng setempat dan lihat simbolisasi yang dipahat di sana.

Makanya heran aku kok relief Candi Penataran dibilang menceritakan spesies manusia kera dan raksasa. Sudah jelas bukan itu cerita Ramayana, ada pasukan Kera Hanoman dan pasukan raksasa Rahwana. Aku lihat sekilas juga sudah bisa mengenali adegan Hanoman membakar Alengka.

Tolong dipelajari lagi kakaw1n dan wayang. JAngan2 kalian belum pernah nonton wayang ya?


Mohon maaf gan, mungkin anda salah seorang penggemar wayang. Tapi sayang sekali anda tidak mengetahui bahwa cerita wayang itu benar2 ada dan terjadi di bumi ini.
Semua relief dan gambar pahatan yang di candi tentu saja adalah kejadian sebenarnya.
Nenek moyang kita bertangan empat? Tentu saja bisa gan, wong ilmu adiluhung nusantara ini sangat tidak terbatas gan. Mungkin sekarang orang tak mau mengenalnya karena sudah menganggap hal tersebut sirik, musyrik, klenik, dll. Inilah pengaruh masuknya agama2 buatan manusia ke Nusantara ini.
Salah satu contohnya sudah saya berikan :
http://www.youtube.com/watch?v=3rM7rHnAjaA

Tulisan itu berbunyi HASTINAPURA NAGARI dan memang salah satu peninggalan eyang2 kita pada zaman itu.

iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
andrea7 - 18/12/2010 03:43 AM
#131

Quote:
Original Posted By silaent
Untuk data2 yang anda minta sangat banyak dan karena berbagai hal tidak dapat saya paparkan disini.
Saya bersedia untuk memperlihatkan anda data2 seperti yang telah anda minta, tpi jgn di forum ini gan....

iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia


Kalau data Belanda yang sudah anda lihat dan hasil komparasinya juga tidak ada bukti yang bisa di postkan di forum ini? nohope:
silaent - 18/12/2010 03:48 AM
#132

Quote:
Original Posted By prabuanom
kembali soal relief, apa iya ramayana dan mahabharata itu buatan belanda?
sehingga relief yangs esuai tentang ramayana dan mahabharata kudu di artikan lain?saya juga dulu senneg dnegan data tentang turangga seta. tapi lama lama saya mikir apa bener ya?apa ga terlalu berlebihan mengartikan sesuatu tanpa balik pd ajaran aslinya?


pertanyaan gampangnya, apakah mahabharata dan ramayana itu karangan belanda?sehingga kita ga usah mengartikan relief dr mahabharata dan ramayana?


Cerita Ramayana dan Mahabharata itu adalah cerita sejarah nenek moyang Nusantara ini gan, benar2 ada dan terjadi.
Hanya saja dengan gampangnya Belanda(melalui para arkeolognya) menyatakan beberapa candi di Indonesia merupakan cerita tentang Ramayana dan Mahabharata.
Para arkeolog dan sejarawan kita, tanpa penelitian lebih lanjut menyadur mentah2 penelitian tersebut dalam penelitian mereka. Sangat sedikit penelitian lapangan yang dilakukan.


Quote:
Original Posted By Masagung
boleh dijelasin spt apa sastra cetha itu gan ?


Sastra cetha itu adalah sastra alam semesta gan...
Klo ndak salah di Islam di sebut dengan "IQRO"

Quote:
Original Posted By andrea7
wah.. wah.. apik niku Mas Prabu... thumbup:

saya sendiri tidak yakin TS menguasai materi, soalnya tata bahasanya agak familiar.. wkwkwk army:


have we ever met gan...?? Peace:Peace:


Quote:
Original Posted By zeth
Dari halaman pertama, sampai terakhir ini...ane jagi bingung,gan

Sebetulnya TS mau membahas apa,sih? topiknya kagak jelas ..bahkan sampai sekarang ada 3 topik yang di postingkan di trit ini.

- SEJARAH PANJANG NUSANTARA
- INDONESIA GUDANGNYA PYRAMID!!!
- petilasan eyang Sisingamangaraja

Inilah jadinya kalau bahas sesuatu tapi tanpa konsep, dan tahu hanya dikit. Sebaiknya bahas budaya TS sendiri aja,deh
Daripada agan mempelajari budaya suku lain, tapi malah gak ada kecocokannya sama sekali dengan sejarah dari suku tersebut.

Maaf...kesannya jadi malah kayak "sok tahu"


Saya hanya menyampaikan dan membagikan hal yang saya tahu gan, bukan sok tahu...
Mungkin ada beberapa agan ada yg OOT, tpi tak saya bahas di topik ini.
Mengenai INDONESIA GUDANGNYA PYRAMID, threadnya ditutup gan, jdinya sya menyampaikan disini, mohon maaf....


Quote:
Original Posted By sariputra
hehehehhe
namanya out of the box emang berat ya?
apalagi terlanjur percaya pada hal yang sudah mapan
terjebak dalam comfort zone

seperti saya dulu ketika pertama tau ttg hukum karma, reinkarnasi dll
sejak kecil dirumah, disekolah taunya sebatas didalam kotak arab

saya dukung TS nerusin yang beginian

:2thumbup


saya jadi inget suatu waktu bercakap-cakap sama Guru
ketika itu Guru baru saja diserahkan pusaka dari suatu daerah tertentu.
saya tanya : gunanya apa leluhur jaman dulu sampe segitunya mewarisi pusaka sampe beratus2 taun dijaga secara turun temurun nunggu yg berhak datang

jawab Beliau : emang segitu cerdasnya para leluhur kita, agar sejarah tidak bisa dimanipulasi karena adanya bukti fisik yg mendukung keabsahan sebuah amanat.

jadi dari metode TS dan yayasannya yg belajar dan membuktikan langsung dari bukti fisik sejarah, saya jadi salut dan dukung

semoga bermanfaat


Mari gan ikutan ekspedisi2 kita.... spya makin jelas dan banyak bukti2 yang kita dapatkan.

mahomaho
silaent - 18/12/2010 04:03 AM
#133
Lumpur sidoarjo
Quote:
Original Posted By zeth
Bukan masalah percaya gak percaya.
Cuman semuanya masih teori,kan? Seperti juga teori bangsa Jawa memakai baju zirah di jaman Majapahit dan malah baju zirahnya di contoh oleh bangsa cina di jaman dulu kala.

Semuanya masih teori..tapi sudah di sebar luaskan..buku meluruskan sejarah majapahit sudah di sebar luaskan, teori ttg pyramide sudah di sebar luaskan.

Ataukah nantinya semua nya berakhir dengan suatu alasan yang absurd seperti kegiatan memberhentikan lumpur Sidoarjo? yang konon sudah berhasil..tetapi justru malah diusir oleh aparat setempat?



Quote:
Original Posted By Fransdaprof
Kalo berhasil kok diusir? SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)


Kesimpulan dari data2 yang kami dapat adalah NUSANTARA ASAL PERADABAN DUNIA.
Jadi hal ini bukan sebuah teori lagi gan, karena beberapa faktanya telah ditemukan.

Mengenai Lumpur Sidoarjo hal ini telah dijadikan komoditas politik dan uang.
Bisa anda bayangkan berapa ribu kali truk pengangkut tanah yang hilir mudik di tempat itu setiap harinya?
Mengapa setelah kejadian tersebut, Muspida dan beberapa pejabat daerah memperoleh sumbangan mobil2 eropa yang baru?
Kenapa dijadikan Bencana Nasional padahal itu adalah Human Error?
Kami mempunyai video yang merekam proses penghentian tersebut yang di dokumentasikan oleh Ibu Dandim Sidoarjo waktu itu, sebagai bukti yang kami miliki hingga saat ini.

iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia
silaent - 18/12/2010 04:09 AM
#134
Pyramid
Quote:
Original Posted By Tenji_no_Ichi
Hmmm, kalo diklaim bahwa nusantara ini adalah gudangnya Pyramid..

Pertanyaan saya adalah: budaya Pyramid & fungsi pyramid itu untuk apa sih?

Misal yg dgambarkan oleh TS itu mirip Pyramid Mesir. Pyramid2 yg ada di Mesir & Maya, inca, Aztec itu adalah bagian dr ritual penyembahan Matahari kan?

Jadi apakah leluhur kita di Nusantara adalah penyembah Matahari?

Secara tidak langsung TS mengklaim leluhur kita di Nusantara ini sbg penyembah matahari donk..

Padahal konsep Ketuhanan di Nusantara ini berbeda dng konsep ketuhanan mereka yg udah jelas2 bikin pyramid.

Apalagi konsep Ketuhanan di Nusantara ini bukan sbg 2 sisi yg berbeda, seperti para penganut di Mesir, Inca, Maya, Aztec.


Gan, ane minta tolong donk supaya thread ane yg INDONESIA GUDANGNYA PYRAMID dibuka kembali.
Saya akan membahas pyramid kembali di thread tersebut.
Thanx....
andrea7 - 18/12/2010 04:19 AM
#135

Quote:
Original Posted By silaent
Gan, ane minta tolong donk supaya thread ane yg INDONESIA GUDANGNYA PYRAMID dibuka kembali.
Saya akan membahas pyramid kembali di thread tersebut.
Thanx....


Itu ke Momod Forbud lebih tepatnya, dan bukan Oom Tenji..

@ Oom Tenji..*begitu kan Oom?*
silaent - 18/12/2010 04:41 AM
#136

Quote:
Original Posted By prabuanom
ternyata om bhatara narada dr KG ikut turangga seta. nah saya sudah minta agar ada perwakilan turangga seta kemari untuk bisa menjawab pertanyaan rekan rekan. karena saya rasa tsnya sendiri tidak memiliki kemampuan dan data untuk menjawab tulisan dan pertanyaan pertanyaan rekan disini. semoga saja beliau mau untuk kemari dan bisa berdiskusi panjang lebar dengan kita semua \)



Quote:
Original Posted By prabuanom
belum datang ya beliau yg mau babar soal turangga seta. saya kemaren dpt dr facebook bahwa sodara kita bhatara narada dr kafegaul ikut dalam ekspedisi piramidnya turangga seta. tentu saya bertanya mengenai klaim klaim tentang turangga seta. dan saat itu saya ketemu om agung dr turangga seta yg berjanji akan kesini, saya beri linknya. saya tidak tahu mengenai penjabaran disana yg mengatakan bahwa tidak ada relief dipenataran yg menggambarkan sama sekali ramayana dan mahabharata. lagian saya sendiri ga ingin debat di facebook orang. makanya saya invite kemari. belum datang rupanya beliaunya?entah deh mengenai klaim yg ebrhasil menemukan banyak situs terpendam dimana mana melalui pembacaan huruf palawa di candi candi. apa benar atau tidak?saya berharap temen disini juga melengkapi daftar pustaka dan juga penjelasan mengenai arkeologis misal pembacaan palawa dan sejarah jika beliau hadir disini nantinya.



Quote:
Original Posted By prabuanom
saya ingin bertanya kok malah ga ada orangnya, yg ada malah tsnya yg lari lari

pernyataan turangga seta menyatakan bahwa penataran tak ada sama sekali relief mahabharata dan ramayana. apakah itu benar?sambil menyitir tentang ketakmampuan orang sekarang membaca huruf palawa. hem saya sendiri ga ngerti deh, yg diagung agungkan hanya karena mereka bisa menemukan bangunan terpendam dan piramid dimana mana. entahlah saya bingung


ya saya sebenernya "pengen" percaya, tp karena metode turangga seta sendiri yg ga jelas dan ga mau diskusi.padahal sudah saya undang disini. apalagi pernyataan mereka yg seolah lebih ngerti akan arkeologis tp ga mau membabarkan dan debat dengan mereka yg mengerti akan arkeologis itu sendiri, ya terus terang saya kecewa banget. \)

ya kalo begitu silakan hiduplah, kalo memang bener itu toh piramid terus mau apa?apa mau digunakan kelompok mereka sendiri mengeruk kejayaan dan kebahagiaan serta kepuasan bhatiniyah kelompok mereka sendiri yg ekslusip?ya silakan saja D



Quote:
Original Posted By Fransdaprof
Sejarah itu benar menurut mereka sepertinya kalau sudah sesuai dengan pemahaman mereka.

Kalau memang pencarian kebenarannya belum final, ya pelajari dulu sana sampai selesai.

Kalau sudah, ya publikasikan, dan kalau bisa di mimbar ilmiah, jangan dimimbar umum.



Yayasan Turangga Seta adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang pelestarian budaya yang ada di Nusantara, serta mempelajari dan memetakan kembali kebesaran Nusantara yang sampai saat ini hanya dianggap sebagai mitos belaka. Dalam perjalanannya, kami banyak menemukan benda-benda peninggalan purbakala yang dapat dijadikan bukti dan acuan tentang ada tidaknya mitos itu.

Di sisi lain, kami juga banyak menemukan aplikasi kearifan lokal yang ternyata sanggup digunakan untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan bencana alam. Aplikasi kearifan lokal itu sudah kami aplikasikan di berbagai daerah, salah satu bentuk aplikasi kearifan lokal yang sudah terdokumentasi dengan lengkap adalah pada saat prosesi kami di titik 45 semburan lumpur panas Lapindo Brantas.

Untuk yang berhubungan dengan sejarah Nusantara, kami berhasil menemukan bahwa sejarah Nusantara tidak sekerdil sejarah yang tertulis di buku-buku pelajaran sejarah sekolah yang resmi atau literasi sejarah yang ada. Bahkan lebih dari itu, kami menemukan bukti tentang kebesaran leluhur Nusantara yang di sekitar 10.000 tahun sebelum masehi sudah menguasai dua per-tiga Bumi.

Data yang kami peroleh terdapat di beberapa relief dan prasasti yang dapat dilihat dan dimengerti oleh semua orang. Selain itu kami juga berhasil memetakan dan mendokumentasikan lebih dari 20 jenis aksara purba asli Nusantara yang dapat dipakai untuk membaca prasasti dan rontal-rontal kuno.

Berhubungan dengan pencitraan sejarah sebagai mitos, kami juga berhasil menemukan bukti bahwa beberapa cerita mitos itu adalah benar adanya, bukan hanya sekedar cerita pengantar tidur atau celoteh dongeng keheroikan belaka (seperti keberadaan Kerajaan Hastina Pura, Kerajaan Ngamartalaya, Kerajaan Dahana Pura, Kerajaan Gilingwesi, dll.)

Kebesaran Nusantara di masa lalu sangat erat kaitannya dengan kebesaran tradisi yang pernah ada di Nusantara. Namun sayangnya kebesaran tradisi kita itu telah dihilangkan dengan masuknya ajaran-ajaran baru. Bahkan ajaran-ajaran baru cenderung mem-vonis tradisi kuno menjadi animisme, dinamisme dan politeisme. Padahal ada beberapa teknologi terapan masa lalu yang sangat efektif dan menjadi kekuatan kehormatan dari kebesaran leluhur kita yang sebetulnya masih sangat relevan untuk digunakan oleh generasi kita sebagai pewaris teknologi tersebut, namun kita tidak pernah menyadarinya.

Sebagai contoh, dalam Kitab Negara Kertagama terdapat aturan bahwa setiap Adipati harus menghadap ke pusat kerajaan [Kerajaan Induk] setiap 35 hari sekali. Diandaikan bila hal itu terjadi di era Kerajaan Majapahit, salah satu Adipati yang tinggal di daerah Bandung untuk mencapai ke Trowulan pasti butuh waktu lebih dari 2 minggu. Karena pada masa itu belum ada jalan raya dan mayoritas daerah sepanjang perjalanan masih berupa hutan belantara, juga belum terdapat sarana transportasi modern seperti saat sekarang ini.
Untuk perbandingan, saat gempa besar melanda Padang ternyata bantuan yang lewat darat sampaI lebih dari sebulan kemudian belum bisa merata ke daerah Padang Pariaman, hingga hanya bisa didisribusikan melalui transportasi udara. Bisa dibayangkan teknologi jenis apakah yang dipakai oleh para Adipati kita pada jaman Majapahit untuk berpindah tempat pada saat itu, di saat mereka masih harus menembus medan yang tidak ada jalannya yang penuh dengan hutan belantara, sementara mereka sendiri masih harus menjalankan roda pemerintahan di Kadipaten-nya masing-masing.

Maka kamipun kemudian sadar bahwa ada tekanan dari beberapa negara besar yang mendorong supaya kita melupakan dan menyepelekan tradisi asli kita, karena hanya dengan tradisi warisan leluhur kita, maka kita bisa bangkit dari keterpurukan, juga semangat nasionalisme generasi muda akan menjadi bangkit lagi kalau kita berhasil menunjukkan ke mata dunia bahwa kita bukanlah negara kecil, kita akan sanggup membantah setiap klaim dari Malaysia, karena terdapat juga bukti bahwa kita bangsa asli Nusantara bukanlah orang Melayu dan orang Melayu pada masa lalu hanyalah prajurit biasa dari daerah jajahan di era kerajaan-kerajaan leluhur kita pada jaman dulu.

Untuk dampak positif ekonomi, dengan meng-ekspos kebesaran Nusantara akan ber-imbas ke bangkitnya peningkatan perekonomian di daerah yang candi-candinya menjadi bukti kebesaran Nusantara. Candi-candi itu saat ini tersebar mulai dari Jawa Barat sampai ke Jawa Timur. Sangat disayangkan mencermati para arkeolog kita hanya menganggap cerita dalam relief-relief tersebut hanya sebatasan kisah Ramayana, Sudamala, dll., sehingga sejarah kisah aslinya tidak pernah dipelajari dan terungkap.

Kami bukan kelompok yang meng-eksklusifkan diri. Tetapi pada zaman sekarang banyak pihak yang meragukan kemampuan metode kami dalam pengungkapan sejarah Nusantara ini. Kami menanti setiap individu generasi muda yang sadar akan kebesaran negeri ini dan mau menggali lebih dalam lagi tentang bukti-bukti yang bisa didapatkan di lapangan dalam bentuk apa saja.

Bukti-bukti yang kami dapatkan tidak dapat kami berikan secara sembarangan, tetapi kami akan memperlihatkan dan menjelaskan bukti-buktitersebut kepada pihak-pihak yang memang mempunyai kepedulian, visi dan misi yang sama.

Sangat disayangkan banyak bukti-bukti otentik sejarah Nusantara ini telah dibumihanguskan dan sebagian besar dibawa ke negeri Belanda dan disimpan disana. Bukti-bukti sejarah Nusantara yang saat ini dipertunjukkan Belanda, sebagian besar merupakan tiruan / decoy yang isi ceritanya diputarbalikkan serta dimudakan hingga 700 tahun.

Bukti-bukti yang kami dapatkan hingga saat ini hanyalah bagian yang sangat kecil sekali dari keseluruhan dokumentasi sejarah oleh leluhur kita.
Oleh karena itu, kami mengajak kepada orang muda serta masyarakat umum yang mempunyai kepedulian tentang hal ini untuk bekerja sama mengumpulkan bukti-bukti tersebut. Hal ini adalah bertujua untuk mengembalikan Peta Jaman Nusantara ini yang sudah seharusnya diketahui oleh seluruh individu di Nusantara ini hingga ke ujung dunia.

RAHAYU!!!
zeth - 18/12/2010 07:26 AM
#137

Quote:
Original Posted By silaent
Kesimpulan dari data2 yang kami dapat adalah NUSANTARA ASAL PERADABAN DUNIA.
Jadi hal ini bukan sebuah teori lagi gan, karena beberapa faktanya telah ditemukan.

Mengenai Lumpur Sidoarjo hal ini telah dijadikan komoditas politik dan uang.
Bisa anda bayangkan berapa ribu kali truk pengangkut tanah yang hilir mudik di tempat itu setiap harinya?
Mengapa setelah kejadian tersebut, Muspida dan beberapa pejabat daerah memperoleh sumbangan mobil2 eropa yang baru?
Kenapa dijadikan Bencana Nasional padahal itu adalah Human Error?
Kami mempunyai video yang merekam proses penghentian tersebut yang di dokumentasikan oleh Ibu Dandim Sidoarjo waktu itu, sebagai bukti yang kami miliki hingga saat ini.

iloveindonesiailoveindonesiailoveindonesia


Karakteristik lumpur Porong mirip dengan lumpur-lumpur yang umum dijumpai di muara-pantai atau rawa-rawa.
Uji pemanfaatan lumpur dengan cara pem bakaran, lumpur tersebut dapat digunakan untuk pembuatan body keramik dengan pembakaran antara suhu 800-900oC dan untuk pembuatan keramik hias dengan pembakaran suhu 1400oC serta pembuatan bata dan genteng.

gilaaa...penduduk sidoarjo yg ngungsi, pada jualan keramik, bata dan genteng, sampai bisa nyumbang Muspida dan pejabat2 daerah, mobil2 Eropa yang baru.Yo,ayoo..poro sederek..move to porong, kali2 ntar bisa beli BMW!!
prabuanom - 18/12/2010 11:32 AM
#138

Quote:
Original Posted By silaent
Cerita Ramayana dan Mahabharata itu adalah cerita sejarah nenek moyang Nusantara ini gan, benar2 ada dan terjadi.
Hanya saja dengan gampangnya Belanda(melalui para arkeolognya) menyatakan beberapa candi di Indonesia merupakan cerita tentang Ramayana dan Mahabharata.
Para arkeolog dan sejarawan kita, tanpa penelitian lebih lanjut menyadur mentah2 penelitian tersebut dalam penelitian mereka. Sangat sedikit penelitian lapangan yang dilakukan.




Sastra cetha itu adalah sastra alam semesta gan...
Klo ndak salah di Islam di sebut dengan "IQRO"



have we ever met gan...?? Peace:Peace:




Saya hanya menyampaikan dan membagikan hal yang saya tahu gan, bukan sok tahu...
Mungkin ada beberapa agan ada yg OOT, tpi tak saya bahas di topik ini.
Mengenai INDONESIA GUDANGNYA PYRAMID, threadnya ditutup gan, jdinya sya menyampaikan disini, mohon maaf....




Mari gan ikutan ekspedisi2 kita.... spya makin jelas dan banyak bukti2 yang kita dapatkan.

mahomaho


sebentar om, anda bilang bahwa cerita wayang itu bener bener terjadi di indonesia. jd intinya ternyata anda menerjemahkan relief itu dengan penerjemahaan versi wayang yg anda punya sendiri?tidak mengikuti babon kisah wayang yg ada misal dlm kitab ramayana dan mahabharata itu sendiri?

kalo begitu ya saya nyerah deh, coba bayangkan. menerjemahkan relief dengan kisah wayang versi sendiri, kemudian tulisannya juga menggunakan tulisan versi sendiri. hem ya kalo gitu ya susahlah jd ketemunya, karenanya nanti kalo dikonfrontir jawabanya jelas. yaitu bahwa anda menggunakan versi berbeda dengan versi yg sudah banyak dikenal.
Masagung - 18/12/2010 11:35 AM
#139

Quote:
Original Posted By silaent

Sastra cetha itu adalah sastra alam semesta gan...
Klo ndak salah di Islam di sebut dengan "IQRO"


boleh diperjelas lagi gan ?
prabuanom - 18/12/2010 11:37 AM
#140

Quote:
Original Posted By silaent
Yayasan Turangga Seta adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang pelestarian budaya yang ada di Nusantara, serta mempelajari dan memetakan kembali kebesaran Nusantara yang sampai saat ini hanya dianggap sebagai mitos belaka. Dalam perjalanannya, kami banyak menemukan benda-benda peninggalan purbakala yang dapat dijadikan bukti dan acuan tentang ada tidaknya mitos itu.

Di sisi lain, kami juga banyak menemukan aplikasi kearifan lokal yang ternyata sanggup digunakan untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan bencana alam. Aplikasi kearifan lokal itu sudah kami aplikasikan di berbagai daerah, salah satu bentuk aplikasi kearifan lokal yang sudah terdokumentasi dengan lengkap adalah pada saat prosesi kami di titik 45 semburan lumpur panas Lapindo Brantas.

Untuk yang berhubungan dengan sejarah Nusantara, kami berhasil menemukan bahwa sejarah Nusantara tidak sekerdil sejarah yang tertulis di buku-buku pelajaran sejarah sekolah yang resmi atau literasi sejarah yang ada. Bahkan lebih dari itu, kami menemukan bukti tentang kebesaran leluhur Nusantara yang di sekitar 10.000 tahun sebelum masehi sudah menguasai dua per-tiga Bumi.

Data yang kami peroleh terdapat di beberapa relief dan prasasti yang dapat dilihat dan dimengerti oleh semua orang. Selain itu kami juga berhasil memetakan dan mendokumentasikan lebih dari 20 jenis aksara purba asli Nusantara yang dapat dipakai untuk membaca prasasti dan rontal-rontal kuno.

Berhubungan dengan pencitraan sejarah sebagai mitos, kami juga berhasil menemukan bukti bahwa beberapa cerita mitos itu adalah benar adanya, bukan hanya sekedar cerita pengantar tidur atau celoteh dongeng keheroikan belaka (seperti keberadaan Kerajaan Hastina Pura, Kerajaan Ngamartalaya, Kerajaan Dahana Pura, Kerajaan Gilingwesi, dll.)

Kebesaran Nusantara di masa lalu sangat erat kaitannya dengan kebesaran tradisi yang pernah ada di Nusantara. Namun sayangnya kebesaran tradisi kita itu telah dihilangkan dengan masuknya ajaran-ajaran baru. Bahkan ajaran-ajaran baru cenderung mem-vonis tradisi kuno menjadi animisme, dinamisme dan politeisme. Padahal ada beberapa teknologi terapan masa lalu yang sangat efektif dan menjadi kekuatan kehormatan dari kebesaran leluhur kita yang sebetulnya masih sangat relevan untuk digunakan oleh generasi kita sebagai pewaris teknologi tersebut, namun kita tidak pernah menyadarinya.

Sebagai contoh, dalam Kitab Negara Kertagama terdapat aturan bahwa setiap Adipati harus menghadap ke pusat kerajaan [Kerajaan Induk] setiap 35 hari sekali. Diandaikan bila hal itu terjadi di era Kerajaan Majapahit, salah satu Adipati yang tinggal di daerah Bandung untuk mencapai ke Trowulan pasti butuh waktu lebih dari 2 minggu. Karena pada masa itu belum ada jalan raya dan mayoritas daerah sepanjang perjalanan masih berupa hutan belantara, juga belum terdapat sarana transportasi modern seperti saat sekarang ini.
Untuk perbandingan, saat gempa besar melanda Padang ternyata bantuan yang lewat darat sampaI lebih dari sebulan kemudian belum bisa merata ke daerah Padang Pariaman, hingga hanya bisa didisribusikan melalui transportasi udara. Bisa dibayangkan teknologi jenis apakah yang dipakai oleh para Adipati kita pada jaman Majapahit untuk berpindah tempat pada saat itu, di saat mereka masih harus menembus medan yang tidak ada jalannya yang penuh dengan hutan belantara, sementara mereka sendiri masih harus menjalankan roda pemerintahan di Kadipaten-nya masing-masing.

Maka kamipun kemudian sadar bahwa ada tekanan dari beberapa negara besar yang mendorong supaya kita melupakan dan menyepelekan tradisi asli kita, karena hanya dengan tradisi warisan leluhur kita, maka kita bisa bangkit dari keterpurukan, juga semangat nasionalisme generasi muda akan menjadi bangkit lagi kalau kita berhasil menunjukkan ke mata dunia bahwa kita bukanlah negara kecil, kita akan sanggup membantah setiap klaim dari Malaysia, karena terdapat juga bukti bahwa kita bangsa asli Nusantara bukanlah orang Melayu dan orang Melayu pada masa lalu hanyalah prajurit biasa dari daerah jajahan di era kerajaan-kerajaan leluhur kita pada jaman dulu.

Untuk dampak positif ekonomi, dengan meng-ekspos kebesaran Nusantara akan ber-imbas ke bangkitnya peningkatan perekonomian di daerah yang candi-candinya menjadi bukti kebesaran Nusantara. Candi-candi itu saat ini tersebar mulai dari Jawa Barat sampai ke Jawa Timur. Sangat disayangkan mencermati para arkeolog kita hanya menganggap cerita dalam relief-relief tersebut hanya sebatasan kisah Ramayana, Sudamala, dll., sehingga sejarah kisah aslinya tidak pernah dipelajari dan terungkap.

Kami bukan kelompok yang meng-eksklusifkan diri. Tetapi pada zaman sekarang banyak pihak yang meragukan kemampuan metode kami dalam pengungkapan sejarah Nusantara ini. Kami menanti setiap individu generasi muda yang sadar akan kebesaran negeri ini dan mau menggali lebih dalam lagi tentang bukti-bukti yang bisa didapatkan di lapangan dalam bentuk apa saja.

Bukti-bukti yang kami dapatkan tidak dapat kami berikan secara sembarangan, tetapi kami akan memperlihatkan dan menjelaskan bukti-buktitersebut kepada pihak-pihak yang memang mempunyai kepedulian, visi dan misi yang sama.

Sangat disayangkan banyak bukti-bukti otentik sejarah Nusantara ini telah dibumihanguskan dan sebagian besar dibawa ke negeri Belanda dan disimpan disana. Bukti-bukti sejarah Nusantara yang saat ini dipertunjukkan Belanda, sebagian besar merupakan tiruan / decoy yang isi ceritanya diputarbalikkan serta dimudakan hingga 700 tahun.

Bukti-bukti yang kami dapatkan hingga saat ini hanyalah bagian yang sangat kecil sekali dari keseluruhan dokumentasi sejarah oleh leluhur kita.
Oleh karena itu, kami mengajak kepada orang muda serta masyarakat umum yang mempunyai kepedulian tentang hal ini untuk bekerja sama mengumpulkan bukti-bukti tersebut. Hal ini adalah bertujua untuk mengembalikan Peta Jaman Nusantara ini yang sudah seharusnya diketahui oleh seluruh individu di Nusantara ini hingga ke ujung dunia.

RAHAYU!!!


mengenai tulisanya, bukannya tulisan kita sama dnegan tulisan atau turunan tulisan yg berasal dari india. tentu peneliti dahulu sudah membukukan dan menjadikan ilmu tentang aksara itu yg diambil dr berbagai macam penelitian tidak hanya di nusantara. jd apakah anda berkata bahwa sebenernya tata cara membaca semua tulisan yg diketahui oleh para ahli itu adalah salah semuanya?
Page 7 of 24 | ‹ First  < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > SEJARAH PANJANG NUSANTARA (Sebuah Pembenaran)