Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > PUISI - PUISI BAJINGAN ! (puisi PENYESALAN, SEDIH, dan AMARAH, masuk sini!)
Total Views: 97030 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 104 of 111 | ‹ First  < 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 >  Last ›

MrFat - 02/04/2012 11:31 PM
#2061

Quote:
Original Posted By Nocturnal7
I-M.I.S.S-Y.O.U



Irasionalitas berkecamuk di antara karat otakku yang setengah remuk

Merayap, meluruh tiap perisai logikaku dan mengamuk
Ibarat godam yang menghantam kepalaku semalam suntuk,
Sel-sel tubuhku pun memaksa terjaga, menahan kantuk
Sambil terus menanyaiku “Hei, apakah dia sedang sibuk? Apakah terjadi sesuatu yang buruk?”

Ya, kaulah alasan tiap tetes yang tergenang di atas kertas-kertas itu
Oh, andai saja kau dengar getir torehan penaku…
Untuk kali ini saja kumohon luangkan waktumu, aku rindu…



hhaha,,, nais pums berooooo...^^ buati lagi puisi tentang cow yang nunjukin keseriusanya banget ma cew.na pliz,,, hhew^^ aliran ente mangstabbb bner soalna,,, hhaha,,,, tq b4,,,
MrFat - 02/04/2012 11:36 PM
#2062

Quote:
Original Posted By AbdChaniago
wkwkwkwkwk ngakak kalo inget cerita dibalik puisi ini ngakak


hhaha,,, kalo ane gak pernah dicium cew pas makan bakso ato di kaki lima,,, yang ada dicium mobil box yang nungslep mpek warung,,, yg merah bukan bibir gan, tapi dengkul pada merah lecet mblerettt... hhaha...

sukses wat trit ni ga,,, the best trit ever,,,,,,
forgotten.tombs - 04/04/2012 03:19 PM
#2063
Pada Puan ; Luka yang paling sedih
Adakah yang dilahirkan malam selain rindu rindu yang likat? Yang sengaja menjelma menjadi pena,agar puisiku kembali bergema melalui gendang telingamu,

saat kata kata yang kau rapal menjadi doa penuntun tidur malammu,

ah ingin rasanya ku memelukmu,memeluk tiap kesedihan yang memuncaki puncak sedihmu,dendam yg kau lahap sendiri,serta kenangan yang kau bungkus dalam kain dukamu yang Serta merta meggeliat,

menyeret tubuhmu pada puisi yang paling perih,



"aku mungkin tenang dalam sini",



"tidak" teriakku dalam debar



Ingin sekali kutunjukkan bagaimana merajut bahagia dengan pelukan,

tapi tubuhmu sudah terlanjur kusut,hatimu yang dibawa derasnya airmata,menghilang entah ke muara luka yang mana



mungkin sesekali kau kubawa melihat hujan yang berjatuhan di pohon teras rumahku.Agar kau tahu,betapa tabahnya daun digugurkan,lalu kau sembari menghapus perlahan-lahan letup airmatamu yang memuncak, "apakah mereka yang jatuh,yang diterpa hujan itu bahagia?" Katamu

"Iya" kataku sambil menghapus jejak airmatamu,

"merekalah yang ditabahkan,yang kadangkala meresapi lukanya sendiri" ~

"mereka jatuh,Sebab sudah waktunya mereka melepaskan beban yang menggantung di punggung rapuhnya"



Ah,sepertinya aku hanya dapat membayangkan hal itu terjadi, bahkan sampai detik inipun kau tetap tak membuka pintu hatimu

Untuk sejenak kumasuki sebagai harum bunga yang mengusir anyir pedihmu,

Kau berdiam disana sebagai pintu yang paling sedih diterpa luka

berbisik lirih,

selirih raut wajahmu yg dialiri airmata



"mungkin inilah tenangku,biarlah abadi dalam pintu dukaku".
gyakroh - 04/04/2012 05:57 PM
#2064

Quote:
Original Posted By Nocturnal7
I-M.I.S.S-Y.O.U



Irasionalitas berkecamuk di antara karat otakku yang setengah remuk

Merayap, meluruh tiap perisai logikaku dan mengamuk
Ibarat godam yang menghantam kepalaku semalam suntuk,
Sel-sel tubuhku pun memaksa terjaga, menahan kantuk
Sambil terus menanyaiku “Hei, apakah dia sedang sibuk? Apakah terjadi sesuatu yang buruk?”

Ya, kaulah alasan tiap tetes yang tergenang di atas kertas-kertas itu
Oh, andai saja kau dengar getir torehan penaku…
Untuk kali ini saja kumohon luangkan waktumu, aku rindu…


Indahnya kebersamaan dulu tak berarti sekarang

Hambar terasa, bagai tepung tak bergula
Amukan, amarah jadi satu saat ada kamu
Tekhnologi tercanggihpun hanya diam tak menentu
Evolusi diri sebabkan hal ini

Ya, sudahlah lupakan apa yang pernah kita rasakan dulu
Objek itu sudah tak ada, sirna
Untuk yang terakhir ini, hanya syair yang kan menjelaskan
fixiegreen - 04/04/2012 08:36 PM
#2065

wah siapa nih yang nyiram ane pake cendol :matabelo
makasih yak \)
AbdChaniago - 04/04/2012 09:00 PM
#2066

Quote:
Original Posted By Nocturnal7


Ane boleh preorder gak . ?
Lumayan tuh buat fap material . shutup:

#becanda ngakaks


Yang ini loh gan . Di atas postingan ente .capedes


bukan fap material gan, tapi shlick material ngakaks

bagus gan, puisinya cendolbig
aneh ne kaskus beta, bnyak postingan ente2 sekalian yg ga bisa ane liatnajis

Quote:
Original Posted By Ve22061995DP
~ All The War Just The Fraud Deception ~


Diam
Semua Terasa Sunyi
Irama Detak Jantung Menari
Bersama Beribu Cemas Yang Menancap Di Hati

Sepi
Dalam Rangkulan Kegelapan
Terlihat Sebuah Siluet Bayangan
Berdiam Diri Menunggu Aba - Aba
Dari Sebuah Radio Komunikasi Tua

Perintah Sudah Diberikan
Menunggu Waktu Eksekusi Dilaksanakan
Aba - Aba Mulai Dibisikan
Senjata Dragunov Laras Panjang
Mulai Diarahkan Pada Kepala Sasaran

Dragunov Menghentak Keras !
Peluru Pun Menghantam Kepala Sasaran !
Meledak !
Membuncah Darah !

Dalam Keheningan
Hanya Ada Asap Mesiu
Bersama Selongsong Yang Termuntahkan
Merangkul Nyawa Target Bidikan
Tiba - Tiba Entah Darimana ?
Rasa Itu Berasal ?
Rasa Takut Berpadu Dengan Rasa Beban
Ketika Melihat
Tumbangnya Raga
Bersama Pecahnya Kepala . . .

Sesal . . .
Apa Yang Telah Dilakukan
Begitu Besar Efek Yang Ditimbulkan
Ketika Sebuah Peluru Tajam Melesat Kilat !

Bersama Angin
Kaliber 75 Sampaikan Sebuah Pesan Kematian
Terlalu Cepat Bahkan Tanpa Balasan
Bersamaan Dengan Pelatuk Senjata Yang Telah Ditekan

Semua Telah Usai
Tugas Telah Dilaksanakan
Barak Tenggelam Dalam Sorak Sorai
Ketika Seorang Sniper Mulai Kembali
Dengan Misi Yang Telah Diselesaikan !

Medali Kehormatan Diberikan
Penghargaan Untuk Sebuah Keberanian
Tanda Dimana Telah Tuntasnya Suatu Pengabdian
Dan ,Pencapaian Untuk Suatu Kemenangan !

Lalu
Sniper Itu pun Tersenyum
Dan Berkata Dalam Hati
" Apakah Nyawa Orang Itu Sebanding Dengan Sebuah Medali Ini ?
Lalu Apakah Medali Ini Bisa Hilangkan Beban Di Hati ? "


- Perang Terbesar Berada Dalam Hati !

seru juga puisinya D
pertempuran hati emang berat :army


Quote:
Original Posted By gyakroh
Jalanan lengang
Hujan turun tak terkendali
Orang-orang sibuk dengan pekerjaannya
Aku hanya bisa menunggu di halte

Tak disangka terdengar teriakan-teriakan keras
Jalanan berubah jadi lautan manusia
Hujan pun panas!
aku berlari terbirit-birit tak bisa berkata

Turunkan harga!!! Turunkan harga!!!
Revolusi sampai mati!!!
Korupsi di berantas!!!
Itu yang kudengar dari mulut mereka

Lama-kelamaan lautan manusia itu semakin menggila
Batu, bambu, bahkan molotov mereka lemparkan
Suara tembakan pun terdengar
Aku? Berharap mendapatkan persembunyian

Saling dorong, saling caci
Saling pukul, berbalas maki
Satu-persatu korban tumbang
Cidera kepala, tulang, yang menyesakkan

Pakaian berseragam itu seakan menjadi momok
Semua tameng, water canon bahkan peluru karet
Sebenarnya bukan salah orang berseragam itu
Merekalah yang menghancurkan dirinya sendiri

Terinjak-injak
Berlarian
bertubrukan
Terjatuh, bagai hewan yang lepas

Aku mengerutuk di persembunyianku
Taringku menyeringai, cakarku menajam
Aku serasa ingin keluar
Tapi, apa dayaku
Aku hanyalah tikus kecil


mancap gan, pas banget sama keadaan sekarang
sering2 share dimari ya D

Quote:
Original Posted By alonehell
Aku tak tahu kapan rasa ini tumbuh kian berakar
Kuat menancap kedalam hatiku.
Hingga tak sanggup ku mencabut nya.

sakit, perih. ..
Saat kau hancurkan hati ini.
berkeping-keping. .
Seakan-akan tak dapat bersatu lagi.

Berawal saat kau meninggikanku.
... Hingga aku melambung kian jauh.
Namun, tak ku sangka kau jatuhkan aku
Kedasar jurang hitam yang penuh dengan duri.

Benci-benci aku padamu...

Kau tawarkan madu,
Namun racun yang kau suapkan padaku.

tak ada obat yang dapat menyembuhkanku.
sakit yang ku telan mentah sendiri
ternyata tak dapat menghancurkan
akar cinta yang ada dihatiku. ..

Seberapa pun aku membencimu.
Tak sebesar rasa sayangku padamu.

semakin aku melupakanmu.
semakin sakit hatiku.
melebihi rasa sakit racun yang kau suapkan padaku.
kini aku biarkan rasa ini bersemayam dihatiku.

Walau kau tak lagi bersamaku
Tetap kan ku kenang kau
yang pernah mengajarkan
arti cinta yang sesungguh nya . .


masih galau aja sist ngakaksPeace:

tapi bagus puisinya kiss


Quote:
Original Posted By Riez.Amaliah
Untukmu SU...

Su...
Turun lah Su
Jgn bertengger dikursimu
Meski kau juga pny burung...

Lihat Garuda itu...
Cuma di gantung
Jadi pajangan dinding
Tak ada lagi yg tau
Makna di lima dasarnya

Su...
Mereka ada di jalan
Bukan perayaan
Atau nonton karnaval

Mereka minta kau dengar
Jangan naikkan lagi
Naikkan aja celanamu
Atau pake saja rok ku
Su...
Kau akan tau jika kau jd aku
Harga begitu berharga
Liatlah...
Dada ibu ibu sudah rata
Liat Su... Jgn liat di tv
Liat sendiri...

Kalau kau dengar mereka
Dan kabulkan semua
Dengan senang hati
Aku mau jadi gundikmu
Itung itung balas budi

nyumbang dikit gan malu

main kerumah ane lagi gan,ditnggu ;)


sangat2 pejwan neh puisi ngakak

tunggu next update ya D


Quote:
Original Posted By XFA
Aku larut dalam lagu ini..
Layu, mendayu, sedih, merintih..
Aku merasa sangat akrab dengan lirik dan iramanya
Sungguh, betapa miripnya lagu ini denganku

Sendiri, tapi tidak menangis..
Hanya menahan gelisah di tepi telapak tangan
Aku ingin menghafal lagu ini...
Tapi otakku tak memberi ijin....

Ah...Sudahlah...lagu ini, hidupku, kisahku mungkin tak perlu ijin
Karena lagu ini, hidupku ini terlalu dangkal dan abu-abu
Jadi kepada wahai sang penulis lagu,
Terimakasih untuk lagu cerminan kisah pahitku ini

XFA
D


wuihh lama ga mampir neh agan XFA :matabelo

lagu apa gan ? D

Quote:
Original Posted By MrFat


hhaha,,, kalo ane gak pernah dicium cew pas makan bakso ato di kaki lima,,, yang ada dicium mobil box yang nungslep mpek warung,,, yg merah bukan bibir gan, tapi dengkul pada merah lecet mblerettt... hhaha...

sukses wat trit ni ga,,, the best trit ever,,,,,,


hahaha bukan itu seh, itu permpamaan aja, cerita sbnernya rahasia kisss

thanks gan, sering2 mampir ya kiss

AbdChaniago - 04/04/2012 09:03 PM
#2067

Quote:
Original Posted By forgotten.tombs
Adakah yang dilahirkan malam selain rindu rindu yang likat? Yang sengaja menjelma menjadi pena,agar puisiku kembali bergema melalui gendang telingamu,

saat kata kata yang kau rapal menjadi doa penuntun tidur malammu,

ah ingin rasanya ku memelukmu,memeluk tiap kesedihan yang memuncaki puncak sedihmu,dendam yg kau lahap sendiri,serta kenangan yang kau bungkus dalam kain dukamu yang Serta merta meggeliat,

menyeret tubuhmu pada puisi yang paling perih,



"aku mungkin tenang dalam sini",



"tidak" teriakku dalam debar



Ingin sekali kutunjukkan bagaimana merajut bahagia dengan pelukan,

tapi tubuhmu sudah terlanjur kusut,hatimu yang dibawa derasnya airmata,menghilang entah ke muara luka yang mana



mungkin sesekali kau kubawa melihat hujan yang berjatuhan di pohon teras rumahku.Agar kau tahu,betapa tabahnya daun digugurkan,lalu kau sembari menghapus perlahan-lahan letup airmatamu yang memuncak, "apakah mereka yang jatuh,yang diterpa hujan itu bahagia?" Katamu

"Iya" kataku sambil menghapus jejak airmatamu,

"merekalah yang ditabahkan,yang kadangkala meresapi lukanya sendiri" ~

"mereka jatuh,Sebab sudah waktunya mereka melepaskan beban yang menggantung di punggung rapuhnya"



Ah,sepertinya aku hanya dapat membayangkan hal itu terjadi, bahkan sampai detik inipun kau tetap tak membuka pintu hatimu

Untuk sejenak kumasuki sebagai harum bunga yang mengusir anyir pedihmu,

Kau berdiam disana sebagai pintu yang paling sedih diterpa luka

berbisik lirih,

selirih raut wajahmu yg dialiri airmata



"mungkin inilah tenangku,biarlah abadi dalam pintu dukaku".

matabelo:matabelo:matabelo
satu lagi puisi ane bookingin buat next update kiss

Quote:
Original Posted By gyakroh


Indahnya kebersamaan dulu tak berarti sekarang

Hambar terasa, bagai tepung tak bergula
Amukan, amarah jadi satu saat ada kamu
Tekhnologi tercanggihpun hanya diam tak menentu
Evolusi diri sebabkan hal ini

Ya, sudahlah lupakan apa yang pernah kita rasakan dulu
Objek itu sudah tak ada, sirna
Untuk yang terakhir ini, hanya syair yang kan menjelaskan


keren neh balesannya ngakak

Quote:
Original Posted By fixiegreen
wah siapa nih yang nyiram ane pake cendol :matabelo
makasih yak \)


donatur gan :cool
AbdChaniago - 05/04/2012 12:51 AM
#2068

Cinta dan Caci


naiklah ke pundakku
tutup matamu
tutup mataku

mari lari - lari
nikmati hembusan angin yang hanya tampak dengan mata terpejam
nikmati belaiannya

meluncur kita ke angkasa
di awan
ayo kita caci - maki mereka
kita kencingi
kita ludahi
lalu bercinta




gyakroh - 05/04/2012 07:18 PM
#2069

Quote:
Original Posted By AbdChaniago
Cinta dan Caci


naiklah ke pundakku
tutup matamu
tutup mataku

mari lari - lari
nikmati hembusan angin yang hanya tampak dengan mata terpejam
nikmati belaiannya

meluncur kita ke angkasa
di awan
ayo kita caci - maki mereka
kita kencingi
kita ludahi
lalu bercinta



Sabar,
Aku tak bisa ikut denganmu,
Aku bukan takut ketinggian
Aku bukan takut kecepatan

Bukan itu cara menjatuhkan mereka,
Mereka tau
Mereka lebih pintar
Caramu akan menyusahkan dirimu kawan,

Biar mereka kalah oleh dirinya sendiri
Biar mereka terbakar oleh api amarah yang mereka sulut
Biar mereka membusuk secara perlahan
Kita biarkan!

Tunggu saja
Waktunya telah berputar
Astot - 05/04/2012 08:53 PM
#2070

Quote:
Original Posted By gyakroh



Sabar,
Aku tak bisa ikut denganmu,
Aku bukan takut ketinggian
Aku bukan takut kecepatan

Bukan itu cara menjatuhkan mereka,
Mereka tau
Mereka lebih pintar
Caramu akan menyusahkan dirimu kawan,

Biar mereka kalah oleh dirinya sendiri
Biar mereka terbakar oleh api amarah yang mereka sulut
Biar mereka membusuk secara perlahan
Kita biarkan!

Tunggu saja
Waktunya telah berputar



Kamu suruh untuk bersabar
Kamu suruh untuk menunggu
Kamu tau ?

Aku muak
Muak dengan segala ketidakpastian ini

Aku diam
Aku melihat
Aku merasa..........

Aku meringik kesakitan
Aku mengeram kesetanan
Dan aku pun tersungkur ke dalam hamparan sepi





kopi.kenthel - 05/04/2012 09:11 PM
#2071

Quote:
Pelangi hitam



Sabda alam riuh di benak yang kosong

bunga kamboja menebar wangi semesta

padang gersang terhampar luas

tatapan lembut teduhkan nafsu membara



DIA....terlalu jauh akan kugapai

menari-nari menyilaukan harapan

memeluk mimpi2 surgawi

tanganku berat melambai

mulutku kaku memanggil

bidadariku jauh berdiri

aku tak sanggup lagi





kurangkai kata-kata dalam duka yang mengakar

menerawang asa yang tak mungkin kembali

cinta telah melebur dalam emosi

logika telah melayang bersama caci maki



kulihat jejak langkah kaki

terseret lemah dan memudar

masuk kedalam lembah hitam yang dalam

menyatukan jiwa-jiwa yang tandus

lupa...akan kemana kita menuju

iblis bersorak gembira

meneriakkan kemenangan besar

aku tlah binasa.....



bait-bait syair sang pujangga

tak pernah bisa menyentuhnya

bagai ruang hampa

aku semakin tersesat



mataku tlah buta

telingaku tlah tuli

mulutku tlah bisu

kakiku lumpuh

hatiku mengembara entah kemana



sang pangeran enggan menatap rembulan,

sang pujangga tlah kehabisan kata-kata

dunia muram dan gelap

menidurkan para pencinta bersama mimpi2 panjangnya



aku enggan bangun lagi

biarlah iblis yang menemani

mengurung benak yang putus asa

mengirim pesan2 mesra

pada sepi yang mengilhami setiap kata yang terucap

membatu bersama cinta yang kandas

berlumut menghijau

tak hangat oleh sinar mentari

tak goyah oleh siraman hujan



pelangi tak bisa mengindahkan lagi


ane lagi galau gan... malus
gyakroh - 05/04/2012 09:14 PM
#2072

Quote:
Original Posted By Astot



Kamu suruh untuk bersabar
Kamu suruh untuk menunggu
Kamu tau ?

Aku muak
Muak dengan segala ketidakpastian ini

Aku diam
Aku melihat
Aku merasa..........

Aku meringik kesakitan
Aku mengeram kesetanan
Dan aku pun tersungkur ke dalam hamparan sepi







Kemuakanmu akan jadi angin lalu bagi mereka
Ketidakpastianlah yang jadi bumerang bagi mereka

Kau merasa sakit?
Aku juga sama

Tapi kitalah yang ditindas
kita melawan?
Masuklah kita ke neraka selanjutnya

Kita bangkit, walau tidak pasti
Saat tersungkur, balikkan badan mu angkat kakimu
Kita satu, untuk saat ini
Astot - 05/04/2012 09:28 PM
#2073

Quote:
Original Posted By gyakroh


Kemuakanmu akan jadi angin lalu bagi mereka
Ketidakpastianlah yang jadi bumerang bagi mereka

Kau merasa sakit?
Aku juga sama

Tapi kitalah yang ditindas
kita melawan?
Masuklah kita ke neraka selanjutnya

Kita bangkit, walau tidak pasti
Saat tersungkur, balikkan badan mu angkat kakimu
Kita satu, untuk saat ini


Kawan,
Aku tahu kau pun terluka
Lebih tepatnya kita singa yang terluka
Tapi.......

Untuk kali ini
Ijinkan aku berbeda denganmu
Aku tidak ingin menunggu
Apalagi harapan yang tak pasti

Lebih baik aku terluka hari ini
Menangis hari ini
Daripada sakit selamanya nanti

haikaili - 06/04/2012 03:11 AM
#2074

ada yg merasa tau punya siapa blog ini? http://eirhamdi.blogspot.com/search/label/poet

ane liat2 hampir semua(atau mungkin semua) puisinya copas dari trit ini, dan tanpa credit atau link asalnya nohope: yg paling bikin ane kesel puisi ane juga dicopas disini mads

maap kalo oot, ane cuma ngasih tau aja kalo ada yg copas puisi2 disini. D
gyakroh - 06/04/2012 10:53 AM
#2075

Quote:
Original Posted By Astot


Kawan,
Aku tahu kau pun terluka
Lebih tepatnya kita singa yang terluka
Tapi.......

Untuk kali ini
Ijinkan aku berbeda denganmu
Aku tidak ingin menunggu
Apalagi harapan yang tak pasti

Lebih baik aku terluka hari ini
Menangis hari ini
Daripada sakit selamanya nanti



Kita bukan singa
Terlalu kuat untuk itu
Kita pelanduk yang terhimpit gajah pemalas
Kita mati diantara mereka

Kita lalui saja perbedaan ini
Aku rasa kebenaran bukan milik seseorang
Aku, kau, atau mereka, punya cara sendiri-sendiri
Biarlah putuskan saja apa yang kau ingin

Aku hanya bisa menunggu
Dalam ketidak pastian
Apakah aku atau kau
Atau mungkin mereka
Yang akhirnya kalah

junior_hazard - 06/04/2012 05:33 PM
#2076

wow, semuanya hebat2x
Astot - 06/04/2012 09:21 PM
#2077

Quote:
Original Posted By gyakroh


Kita bukan singa
Terlalu kuat untuk itu
Kita pelanduk yang terhimpit gajah pemalas
Kita mati diantara mereka

Kita lalui saja perbedaan ini
Aku rasa kebenaran bukan milik seseorang
Aku, kau, atau mereka, punya cara sendiri-sendiri
Biarlah putuskan saja apa yang kau ingin

Aku hanya bisa menunggu
Dalam ketidak pastian
Apakah aku atau kau
Atau mungkin mereka
Yang akhirnya kalah



Kebenaran
Dimanakah letak keberanan itu?

Baik atau Buruk
Benar atau Salah
Siapa yang menilai semua itu ?

Aku terus mencari
Ragaku ku pertaruhkan
Batinku ku pertahankan

Hanya untuk
Mencari sosok kebenaran.
KasMilanistiKus - 06/04/2012 09:50 PM
#2078

Quote:
Original Posted By bluez_bekztra
harus bajingan ya puisinya gan?ane coba deh.kalo kurang 'bajingan' mohon maaf.D

** SENSOR ** hei ** SENSOR **!
merasa masalah itu kurang ajar
tidak tau diuntung
merasa masalah itu semena mena
muncul tanpa diundang

** SENSOR ** hei ** SENSOR **!
masalah ** SENSOR **!
muncul sesukanya
hilang dengan perjuangan
kerja keras dan keringat

** SENSOR ** hei ** SENSOR **!
masalah hei ** SENSOR **!
jangan datang lagi masalah
kau hanya mengacau
hanya mencabik kesenangan
merusak citra bahagia

~


waduh kebanyakan sensor gan , pengen nyimak jadi gak konsen hammer
sat3o - 06/04/2012 10:56 PM
#2079

Menangis dalam Diam

Ketika kesedihan tiba-tiba hadir
Ingin berteriak
Tiada suara

Hanya air mata yang turun perlahan
Dalam diam

Aku
Menangis
gyakroh - 06/04/2012 11:53 PM
#2080

Quote:
Original Posted By Astot


Kebenaran
Dimanakah letak keberanan itu?

Baik atau Buruk
Benar atau Salah
Siapa yang menilai semua itu ?

Aku terus mencari
Ragaku ku pertaruhkan
Batinku ku pertahankan

Hanya untuk
Mencari sosok kebenaran.


Kebenaran datang dengan sendirinya
Tak kan diundang, namun perlu waktu

Aku juga,
Mencari apa itu kebenaran
Tapi nihil, kosong tak ada arti
Hanya sebuah angan yang tertinggal
Untuk sebuah kebenaran

Karna aku sudah lelah
Aku mau istirahat
Aku tak mau berfikir untuk siapa, oleh siapa, ataupun dari siapa

Kalau hanya mencari benar atau salah
Page 104 of 111 | ‹ First  < 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 >  Last ›
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > PUISI - PUISI BAJINGAN ! (puisi PENYESALAN, SEDIH, dan AMARAH, masuk sini!)