Poetry
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > PUISI - PUISI BAJINGAN ! (puisi PENYESALAN, SEDIH, dan AMARAH, masuk sini!)
Total Views: 97030 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 109 of 111 | ‹ First  < 104 105 106 107 108 109 110 111 > 

AbdChaniago - 14/08/2012 12:59 AM
#2161

Quote:
Original Posted By Nocturnal7
Lagi-lagi postingan ane gak nongol di kaskus beta . capedes

Ayo agan-agan lainnya mana puisinya . D


wkwkwk puisinya ga nongol, giliran posting ginian malah nongol ngakak

beta emang gitu ada beberapa thread sub ane yg postingan ane jg ga kliatan cd
AbdChaniago - 14/08/2012 02:04 AM
#2162

Unbloom


batu dan kertas

jiwaku bernapas

larut bergentayang di rimba tiada

tangga berputar

jam berdentang

perih membentang

hanya kekalutan meramaikan jalan setapak

dan rawa - rawa penuh kunang - kunang redup

yang satu persatu memakan kerlipnya sendiri


denging cakrawala mengisi lengang

menulis hidup dengan segala tipuan di lembarnya


ilusi tentang keberadaaan

ilusi tentang kekosongan

bak derap perkusi menyambut pagi

tak perlu ada irama

cukup suara memanggilnya



parkit dan lebah menari

saling tak mengerti namun berdansa di semak dan rimbun akasia




gemerlapan langit meneduhi jelangan surya

perjalanan rembulan mencapai akhir di atas ramah kerajaan sunyi yang digdaya

kuinginkan sepi tetap riang seperti biasa

disini dimana hampa berkuasa

dan cinta berpuasa

Nocturnal7 - 15/08/2012 12:33 AM
#2163

Quote:
Original Posted By AbdChaniago
wkwkwk puisinya ga nongol, giliran posting ginian malah nongol ngakak

beta emang gitu ada beberapa thread sub ane yg postingan ane jg ga kliatan cd


Ane quote aja deh . capedes
Postingan ane ini nongol gak yaa..

Quote:
Original Posted By Nocturnal7
Sajak tiga dini hari

Jarum jam berdetak santun menelusur malam yang setengah terjaga
Seolah menyorak puing bias rembulan yang terengah menerangi langit jelaga
Sementara gemintang berbisik “Sampai jumpa”, satu senti di atas cakrawala
Dan rinai petrichor menyeret rinduku jauh ke kanan peta…


Ah, baru aku sadar, simfoni hujan terhenti dari tadi
Pantas genting-genting itu tak lagi melantun melodi
Serenada yang terbentuk dari jerit percik air dan angkuh gravitasi
Orkestra tanpa konduktor, kuharap esok mereka datang lagi


Seperti biasa, teriakan dalam kepalaku terus meracau
Kudengar dari diksi monolognya, agaknya otakku sedang risau
Entah karena engkau, atau…
Mungkin dia hanya sedang berkicau kacau?


Yang jelas, dia menggerakkanku lagi kemari
Di depan monitor empat belas inci, dan seenaknya jemariku menari
Menekan bergantian tuts kibor yang berjejer rapi,
Menyusun rima-rima absurd yang mungkin tak begitu memiliki arti




Sejenak otak bututku lelah berkontemplasi
Lalu menuntunku kembali ke bait pertama puisi ini
AbdChaniago - 23/08/2012 04:19 AM
#2164

wooow selamat lebaran buat penghuni dan pengunjung trit sekalian

MOHON MAAF LAHIR BATIN YAAA D
hafidkurnia - 24/08/2012 01:25 AM
#2165

hmm..boleh ikutan ye gan haha maaf klo berantakan newbie dlm hal puisi hehe D


Quote:

Demi sebuah perjuangan

demi nama satu cahaya
busuk menusuk merangkak kemana
penuh, kotor, beban terangkut memecah hampa
demi satu jiwa

anak tangga masih banyak jumlahnya
tajam tak berkelok, indanya tak berada
melata membahu beban semua
tak ada tempat bernostalgia

cambuk dan hantam
antara ingin tiada dan menatap luas kelam
seandainya bunga di tengah padang pasir bisa menjadi motivasi
lebih baik berjalan naik menghitung anak tangga ini

apa akan menyerah begitu saja?
mungkin tidak tapi bimbang akan semua
munafik atau mencoba menghidari?
menghindari untuk membuat alibi....

demi nama satu cahaya
demi satu jiwa
demi rumput yang tak akan sejajar dengan bunga
walupun andromeda menangis pilu di senja
tak mengasihi hamba yang sengsara

kudaki sampai anak tangga habis
hanya demi
demi nama satu cahaya
demi satu jiwa
demi rumput yang tak akan sejajar dengan bunga


mumpung lagi galau hehe \)
thecoppers - 25/08/2012 12:28 PM
#2166

apakah ini yang namanya hidup . .?? haha teman?? keluarga ?? cinta??
smua nya hal yang tak ku dapatkan . .
persetan dengan semuanya . .
. . .
aku disini semakin di gerogoti kegelapan . . .
dan kalian masih saja mengacuhkan ku . .
aku disini sendirian . .
dan kalian masih meninggalkanku . .
. . .
keluarga macam apa kalian??
teman macam apa kalian??
. . . .
dan untuk orang yang kucintai . .
aku mencintaimu , sangat mencintai mu saat ini. . dan kemudian kau merobek hatiku menjadi serpihan terkecil hingga aku merasakan apa yang namanya sekarat karna cinta. . .
kau tak merasa yang kurasa . . .
karna yang kurasa . . . itu jauh dari cukup . .
sangat pedih untuk diriku yang memakai topeng kebahagiaan . .
terima kasih untuk menyakitiku semuanya . .
aku hanya orang yang ingin diperhatikan . .
setidaknya satu atau dua orang . .
#from stupid boy from corner
Nocturnal7 - 30/08/2012 12:39 PM
#2167

Meski telat, ane mau minta maaf untuk semua penghuni thread ini..
:sorry
Mohon maaf lahir batin, Ied mubarak. D
Nocturnal7 - 30/08/2012 12:42 PM
#2168

Sajak tiga dini hari

Jarum jam berdetak santun menelusur malam yang setengah terjaga
Seolah menyorak puing bias rembulan yang terengah menerangi langit jelaga
Sementara gemintang berbisik “Sampai jumpa”, satu senti di atas cakrawala
Dan rinai petrichor menyeret rinduku jauh ke kanan peta…


Ah, baru aku sadar, simfoni hujan terhenti dari tadi
Pantas genting-genting itu tak lagi melantun melodi
Serenada yang terbentuk dari jerit percik air dan angkuh gravitasi
Orkestra tanpa konduktor, kuharap esok mereka datang lagi


Seperti biasa, teriakan dalam kepalaku terus meracau
Kudengar dari diksi monolognya, agaknya otakku sedang risau
Entah karena engkau, atau…
Mungkin dia hanya sedang berkicau kacau?


Yang jelas, dia menggerakkanku lagi kemari
Di depan monitor empat belas inci, dan seenaknya jemariku menari
Menekan bergantian tuts kibor yang berjejer rapi,
Menyusun rima-rima absurd yang mungkin tak begitu memiliki arti




Sejenak otak bututku lelah berkontemplasi
Lalu menuntunku kembali ke bait pertama puisi ini

Quote:
Repost, thanks livebeta
igoycool - 30/08/2012 01:52 PM
#2169
MATINYA HIDUP !!
Kisahku semakin jauh menghilang saat pagi datang..
Saat wajahku ceritakan tentang kehidupan..
Lihat tanganku genggam kepedihan...
Sadari kakiku berjalan melintasi matinya hari...
Kini biarkanlah matahari berlalu tanpa pernah kutatap...
Lalu biarkanlah hujan terjatuh di depan mataku...
Termenung, meratapi hilang dan gelap...
Menikmati indahnya rasa sakit...
Kubenamkan diri dan tertidur dari masa yang indah..
Lalu terus jalani hidup dengan hati yang tertutup...
Kucoba berhenti bermimpi...
Lalu biarkan nyata dan menyala bintang itu dengan sinarnya yang hitam...
Dan kucoba bedakan mana hidup dan mati tapi aku tak bisa....
flicliff - 31/08/2012 05:52 PM
#2170

Quote:
Original Posted By igoycool
Kisahku semakin jauh menghilang saat pagi datang..
Saat wajahku ceritakan tentang kehidupan..
Lihat tanganku genggam kepedihan...
Sadari kakiku berjalan melintasi matinya hari...
Kini biarkanlah matahari berlalu tanpa pernah kutatap...
Lalu biarkanlah hujan terjatuh di depan mataku...
Termenung, meratapi hilang dan gelap...
Menikmati indahnya rasa sakit...
Kubenamkan diri dan tertidur dari masa yang indah..
Lalu terus jalani hidup dengan hati yang tertutup...
Kucoba berhenti bermimpi...
Lalu biarkan nyata dan menyala bintang itu dengan sinarnya yang hitam...
Dan kucoba bedakan mana hidup dan mati tapi aku tak bisa....


Yg ini puisinya benar2 BAJINGAN !!
Seperti apa ya rupa orang yg nulis ini.. najis
Rentamama - 01/09/2012 08:11 AM
#2171

Dimana kematian saat di inginkan
lalu kemana seseorang akan mengakhiri penderitaannya
apakah di dunia ini berlaku hukum jiwa
sehingga seseorang harus tersiksa terlebih dahulu
lalu kemudian mati dengan iringan angin utara
berkali-kali memutar akal membuat perandaian
yang tak begitu nyata dan logis
lebih baik memilih mati atau hidup tersiksa
Psychlonze - 03/09/2012 07:58 AM
#2172
Remember This Bitch!!!
Bagaikan steroid overdosis yang menciptakkan atmosfir paranoid
Larutan koloid tercampur-adukkan dengan cairan genetik skizoid
Ciptakkan makhluk yang tercipta dari kumpulan kromosom DNA mutasi
Ahli biotek dan ilmuwan genetika tidak dapat menjelaskan dengan rinci
NASA melakukan eksperimen dari atas bulan untuk menemukan sebuah spesimen khusus
Spesimen ini tidak akan sebaik vitamin suplemen yang akan membuat usus terburai dari abdomen ke anus
Hancurkan jaringan filamenmu
Mencampur jaringan tissue di setiap inci dari tubuhmu
Dengan larutan coca-cola dan sianida
menciptakkan ledakkan setara Hiroshima dalam setiap organ yang terhubung dengan pembuluh darah
Menghias wajahmu dengan tanda radiasi nuklir
Bagaikan penderita gas depleted uranium setiap mutan parasit mengalir seperti pasir
Sedikit analisa matematika dan pendekatan logika untuk menciptakkan sebuah manusia
Gabungkan sel sperma Einstein dan Sel telur seorang wanita tanpa nama
Lahirkan sebuah fetus yang siap untuk dieksperimenkan
dicoba dengan semua peralatan abortus untuk digugurkan
Sebuah prototype sempurna ciptaan tangan sang professor
Tersimpan dalam kandang kaca velociraptor
Bagaikan seekor kanibal karnivor karenanya spesimen ini kunamakan Hybrid penghancur tulang
Satu persatu dia habiskan kumpulan predator dengan parasit berdaur ulang
Yang tidak bisa mati karena keahliannya dalam beregenerasi dengan mudah
Kembali ke mesin waktu di mana tempat duduk penuh darah
Kulihat dengan mata ketiga spesimen ini telah membunuh tiga ilmuwan yang tersisa
Psychlonze - 03/09/2012 08:04 AM
#2173
Just Carry On,Don't Mourn
Semakin lama pil-pil itu membangun sebuah patung
Yang memosekan aku yang sedang merenung
Semakin lama-lama pil-pil itu memenuhi tubuhku
Dengan pengalaman-pengalaman yang bisa dibeli dengan uang
Karena aku tidak memilih jalan yang gratis sebagai jalan hidupku
apakah aku menyesal telah memilih jalan ini?
apakah aku telah menyesal memilih jalan ini?
Bagaimanapun juga penyesalan selalu datang terlambat
Walau penyesalan dan kesempatan datang silih berganti
Filsafah hidupku adalah menikmati hidup yang aku jalani
Karenanya aku akan berjalan memilih jalanku sendiri
Berawan halusinasi dan berbayang delusi
Itulah yang selalu akan kualami
Sejak kulahir dan pergi dari dunia ini
Biarkan pil-pil itu memakan serpihan-serpihan dari tubuhku
Dari setiap air mata yang mengalir dan darah yang menetes
Yang kelak akan menyisakan sebuah batu nisan tanpa riwayat dan nama
Psychlonze - 03/09/2012 08:11 AM
#2174
Awakening Dream
duduk di bawah pohon apel
hamparan rerumputan kosong
sehingga jika aku bergema
maka hanya terdengar suara detak jantung dan angin lembut berdesir
di sini di suatu tempat yang jauh dari pikiranku
jauh dari bayang-bayang delusi dan halusinasi
ketika semua teman khayalan satu-satu beristirahat dengan damai
demi mempertahankan akal dan logika oleh satu atau dua buah pil
bagaikan bayi yang diaborsi rasanya sungguh menyakitkan
tetapi bayi itu akan berangkat ke surga
dan aku merasa kesepian yang tak terkatakan
dan aku harus menyampaikan salam selamat tinggal padanya
ingin rasanya berbicara pada teman lama
tapi apa daya aku harus menyadari ketika apel yang jatuh dari pohon
tidak akan kembali lagi
dan hamparan rumput kosong kini tempatku bermukim
dedaunan jatuh dari pohon menandakan musim telah berganti
zaman telah berganti,waktu telah berjalan sangat cepat,dan kini aku di sini
merenungkan beberapa waktu yang telah kulewati
memeluk sebuah harpa dan memainkan melodi yang keluar dari pemakaman teman khayalan
waktu silih berganti dan kini aku lebih tinggi dari pohon apel
saatnya melupakan teman lama dan apel yang nikmat
karena aku harus mengucapkan selamat tinggal pada semuanya
dimulailah sebuah pengembaraan realita setelah keluar dari rerumputan halusinasi
mereka yang tidak pernah disebutkan namanya
kusadari memang tidak pernah ada
waktunya membuka mata
dan berdiri lalu berjalan meninggalkan pohon apel yang tidak akan mengikuti
karena aku telah ditakdirkan untuk kembali dan menjadi diriku sendiriduduk di bawah pohon apel
hamparan rerumputan kosong
sehingga jika aku bergema
maka hanya terdengar suara detak jantung dan angin lembut berdesir
di sini di suatu tempat yang jauh dari pikiranku
jauh dari bayang-bayang delusi dan halusinasi
ketika semua teman khayalan satu-satu beristirahat dengan damai
demi mempertahankan akal dan logika oleh satu atau dua buah pil
bagaikan bayi yang diaborsi rasanya sungguh menyakitkan
tetapi bayi itu akan berangkat ke surga
dan aku merasa kesepian yang tak terkatakan
dan aku harus menyampaikan salam selamat tinggal padanya
ingin rasanya berbicara pada teman lama
tapi apa daya aku harus menyadari ketika apel yang jatuh dari pohon
tidak akan kembali lagi
dan hamparan rumput kosong kini tempatku bermukim
dedaunan jatuh dari pohon menandakan musim telah berganti
zaman telah berganti,waktu telah berjalan sangat cepat,dan kini aku di sini
merenungkan beberapa waktu yang telah kulewati
memeluk sebuah harpa dan memainkan melodi yang keluar dari pemakaman teman khayalan
waktu silih berganti dan kini aku lebih tinggi dari pohon apel
saatnya melupakan teman lama dan apel yang nikmat
karena aku harus mengucapkan selamat tinggal pada semuanya
dimulailah sebuah pengembaraan realita setelah keluar dari rerumputan halusinasi
mereka yang tidak pernah disebutkan namanya
kusadari memang tidak pernah ada
waktunya membuka mata
dan berdiri lalu berjalan meninggalkan pohon apel yang tidak akan mengikuti
karena aku telah ditakdirkan untuk kembali dan menjadi diriku sendiri
elankl4ut - 03/09/2012 06:04 PM
#2175

wih udah lama gak maen kemari D
sibuk dan gak ada koneksi internet bikin logika dan hati mati hammer:

dikit ah nyumbang :

geliat hasrat mulai tumbuh seiring berkembangnya bunga baru
setelah kering habis, setelah hujan basah dan daun hijau merekah

D
generasiubikayu - 04/09/2012 02:02 AM
#2176

SENJA MERAH



Senja mendengus kesal.......
Dalam masa yang tergerus
terpaksa menampar renungan
Menanti segala kesialan ,disamping awan kelabu yang sinis
Senja mendengus kesal.................
menantang keangkuhan siang
Tak kuasa melawan malam
senja merah berdarah-darah kalah
mereka membawa celaka,
merangkai rantai yang berkarat air mata
kojank - 05/09/2012 11:59 PM
#2177
minta feedbacknya
gan numpang nyumbang ya gan hehe
berhubung baru terjun ke dunia ke-prosa an ane minta feedbacknya ya? hehe
biar bisa banyak belajar dan berkembang

Tolol

Bleh! Bleh! Cuap tolol ciap ciap

Para bodoh melakunya

Asing melihatnya

Cuap burung selesai senjanya

Bleh! Bleh! Cuap tolol ciap ciap

Mungkin karena tak melakunya

Apa harus melakonnya?

Lalu bagaimana?

Bleh! Bleh! Cuap tolol ciap ciap

Brengsek! Tak sadar mengalun cipta irama

Bercuap ria padukan suara

Sumbang melodi bersaut indah

Bleh bleh cuap tolol ciap ciap

Bleh bleh cuap tolol ciap ciap

Bleh bleh bleh bleh bleh

Bleh!

-RezaPuntadewa

sekalian ane minta komen berisikan feedbacknya donk gan
disini rezapuntadewa.wordpress.com isinya kumpulan puisi2 ane hehe
kojank - 09/09/2012 08:56 PM
#2178

buset nih trit sepi bgt dah
AbdChaniago - 13/09/2012 10:56 PM
#2179

Quote:
Original Posted By forgotten.tombs
Padamulah segala luka ini berpulang,
Perihal diriku yang ditabahkan,kembali menderapi jalan yang menyayat-nyayat
Sebab,bahagia yang kau ambil adalah bahagian dari tubuhku yang sekarat.

Kita adalah sunyi yang membaca riwayat dari segala mantra dosa!
Serupa angin yang menghembuskan senyum yang muram
Pada sajak yang kubuat,dan kau kirimkan kepadanya dengan singkat

"Aih!! Kau,tak lagi kucinta!
Untuk apa membebani setiap jalanku dengan segala kekuranganmu?
Aku tak ingin luka,pun ia tak ingin kulupa!"
Katamu tenang sambil menancapkan belati di sekujur dadaku

Kukenang itu disamping kenangan,ia hanya tertawa kecil
"Tuan,sekarang biarlah aku pudar,Biar ringan segala langkahmu yang beban,Pun untuk segala luka,airmata. biar lupa dalam segala yang tenang"

Aku menatapnya lama...lama sekali,sementara maghrib mulai memanggil kunang di dadaku

Kutitipkan saja dirimu pada waktu,
kelak aku akan kembali kesini,membawa segala bahagia yang ingin kucari,

Perihal luka dan airmata,
kutitipkan pada Ia pada yang Raja,biar meminta balasnya

Sesungguhnya kita hanyalah senja yang menulis riwayatnya pada kepulangan,pada segala rindu ganjil yang beralamat pada kealpaan ~


nitip lagi ya gan \)


Quote:
Original Posted By Nocturnal7
Meski telat, ane mau minta maaf untuk semua penghuni thread ini..
:sorry
Mohon maaf lahir batin, Ied mubarak. D


Quote:
Original Posted By Rentamama
Dimana kematian saat di inginkan
lalu kemana seseorang akan mengakhiri penderitaannya
apakah di dunia ini berlaku hukum jiwa
sehingga seseorang harus tersiksa terlebih dahulu
lalu kemudian mati dengan iringan angin utara
berkali-kali memutar akal membuat perandaian
yang tak begitu nyata dan logis
lebih baik memilih mati atau hidup tersiksa


Quote:
Original Posted By elankl4ut
wih udah lama gak maen kemari D
sibuk dan gak ada koneksi internet bikin logika dan hati mati hammer:

dikit ah nyumbang :

geliat hasrat mulai tumbuh seiring berkembangnya bunga baru
setelah kering habis, setelah hujan basah dan daun hijau merekah

D

wuih para penghuni lama pada muncul :matabelo
maaf lahir batin juga ya agan2 sekalian D

seperti biasa puisinya masih bagus2 kayak dulu




Quote:
Original Posted By kojank
gan numpang nyumbang ya gan hehe
berhubung baru terjun ke dunia ke-prosa an ane minta feedbacknya ya? hehe
biar bisa banyak belajar dan berkembang

Tolol

Bleh! Bleh! Cuap tolol ciap ciap

Para bodoh melakunya

Asing melihatnya

Cuap burung selesai senjanya

Bleh! Bleh! Cuap tolol ciap ciap

Mungkin karena tak melakunya

Apa harus melakonnya?

Lalu bagaimana?

Bleh! Bleh! Cuap tolol ciap ciap

Brengsek! Tak sadar mengalun cipta irama

Bercuap ria padukan suara

Sumbang melodi bersaut indah

Bleh bleh cuap tolol ciap ciap

Bleh bleh cuap tolol ciap ciap

Bleh bleh bleh bleh bleh

Bleh!

-RezaPuntadewa

sekalian ane minta komen berisikan feedbacknya donk gan
disini rezapuntadewa.wordpress.com isinya kumpulan puisi2 ane hehe


Quote:
Original Posted By kojank
buset nih trit sepi bgt dah


bagus gan puisinya, bait2nya bebas dan ga tergantung irama2 tertentu :thumbup

sori lama balesnya trit ini lama ga keurus emang, ane coba idupin lagi dah D
La.Kosta - 14/09/2012 09:57 PM
#2180

nyumbang Puisi gan.

Ketika Amarah Dan Cinta Bersatu

Pilu hati ini
Sakit hati ini
Kamu yg selalu aku cintai
Tak kusangka engkau tega melakukan ini

Peri teramat jiwa ini ketika ku tahu semua ini
Dimalam ini aku mengetahui semua kebohonganmu
Aku gelisah marah penuh emosi di pikiranku

Kuingat saat pertama kau ucapkan janji itu
Begitu indah kalah itu kau ucapakan
Satu demi satu kata terlontar dari mulutmu

Tapi apa !
Kau bohonghi aku !
Sungguh ku ingin akhiri smua ini
Tapi aku takut kau bunuh diri !

Mengertilah aku
Aku bingung dengan keadaan ini
Jika aku melepasmu aku takut kehilanganmu selamanya
Tapi jika aku membiarkanmu semakin terluka hati ini

True story barusan terjadi
Terserah mau di bata/cendol yg penting gw bisa puas melepaskan ini lwat puisi ! \(
Page 109 of 111 | ‹ First  < 104 105 106 107 108 109 110 111 > 
Home > CASCISCUS > HEART TO HEART > Poetry > PUISI - PUISI BAJINGAN ! (puisi PENYESALAN, SEDIH, dan AMARAH, masuk sini!)