Kalimantan Tengah
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > KALIMANTAN > Kalimantan Tengah > [GIBOL] penggila sepakbola KRKT [PRIME ID]
Total Views: 10632 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 8 of 60 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›

arizariz - 16/12/2010 12:38 AM
#141

Quote:
Original Posted By GianluigiBuffon
bisa jadi le
inya mipen melihat mobil dibelakang o
makin ngalih di prediksi arah turnamen ni..gaib semua o
mari berdoa untuk tim garuda o
hiduplah indonesia raya[GIBOL] penggila sepakbola KRKT  [PRIME ID]


sdh kd sabar auk le mnunggu kna mlm army:
hdk umpat bdiri jua kna pas nyanyi indonesia raya D
kidcyber - 16/12/2010 12:07 PM
#142
Kutipan Tokoh
Orang-Orang Gila di Negeri Bernama Indonesia

[GIBOL] penggila sepakbola KRKT  [PRIME ID]

Andibachtiar Yusuf


Apa benar yang namanya masuk semifinal adalah prestasi? Apa betul memukul Laos yang saat kita sudah main di Olimpiade masih dalam taraf berhasrat merdeka adalah sebuahprestasi? Apa iya menghajar Malaysia yang memang bukan negara sepak bola itu adalah sebuah prestasi?

Ayolah, kita masih di babak semifinal dan pertandingan itu belum juga dimulai. Simpan dulu euforia kemenangan atas Thailand itu. Gelar juara masih dua langkah lagi baru bisa diambil.

Betul kita haus akan prestasi, tapi saya rasa Anda sepakat dengan saya bahwa jika tolok ukurnya hampir dan hampir (seperti hampir final seperti saat ini) kita sudah sering melakukannya, bahkanlebihbergengsi, yaitu hampir lolos ke Olimpiade 1976.

Saya tentu tidak mempermasalahkan segala puja puji yang dilontarkan, termasuk pengidolaan pada wajah ganteng pemain keturunan. Tapi, jalan kita masih dua langkah lagi.

Tapi apakah Anda menjamin jika mata silau kita itu membuat diri ini jemawa dan saat kegagalan itu datang, kita kembali sibuk mencerca, menjauhi stadion, tak lagi peduli pada sepak bola Indonesia? Padahal, kita orang Indonesia.


Spoiler for tulisan lengkapnya

“Kalian gila, nonton bola malam-malam pukul 3 pagi,” ujar Thierry Dudoit, fotografer asal Prancis saat kami menemukan narasumber kami terlambat 25 menit karena bangun kesiangan akibat nonton siaran langsung malamsebelumnya. “Kalian enggak nonton Prancis lawan Italia semalam?” tanyanya. Saya menggeleng, karena saya memang tidak terlalu antusias nonton partai uji coba di malam buta, sementara Thierry malah keheranan setelah saya terjemahkan.

Negara sayamemang gila. Kami sangat gila pada permainan bernama sepak bola. Saat Inter Milan menjadi juara Liga Champions musim lalu, segerombolan pendukung fanatik klub kota mode ini berbondong-bondong turun ke jalan dan berpesta bagi tim yang seharusnya tidak punya kaitan emosional dengan mereka. Kala Jerman memukul Argentina dengan telak di PialaDunia 2010 lalu, konon di Maluku sekelompok orang membakar bendera Argentina tanda permusuhan.

Saat segala pertandingan PialaDunia berlangsung di tengah malam buta, mata kita melek kelas berat demi pertandingan-pertandingan Sepakbola. Antusiasme besar luar biasa, yang bahkan belum tentu bisa ditemukan di negara-negara peserta Sepak bola atau bahkan tuan rumah Afrika Selatan sendiri saat itu.

Kita memang gila sepak bola. Saya pernah melihat Senayan dibanjiri penonton yang membludak melebihi kapasitas 110.000 saat itu. “Diperkirakan terdapat 130 ribuan penonton yang membludak sampai kesentelban,” tulis berbagai media massa utamadi final Perserikatan 1984 kala itu.

Hanya dengan modal 10 ribu sampai 20 ribu rupiah, para Bonekdari Surabaya pun bisa membanjiri Jakarta yang jaraknya kurang lebih 1200 km atau setara Paris-Muenchen. Indonesia adalah sebuah negara besar di ujung timur Asia yang sangat gila Sepakbola. Bahkan pertandingan tarkam (tarikankampung) pun bisa disulap menjadi sebuah atraksi Sepakbola yang kemasannya mampu menyaingi Liga Indonesia sekalipun.

“Jika benar negerimu sehebat itu antusiasmenya pada sepak bola, kenapa dunia tidak pernah mendengar nama Indonesia di peta sepak bola?” tanya Markus Prast, Direktur Festival Film Pendek Regensburg yang jugapenggilatim St Pauli. Wah! Pertanyaan ini sama levelnya dengan pertanyaan “Negerimu begitu kaya akan rempah, minyak, emas, tambang, sawit, sumber daya laut dll tapi kenapa kok masih miskin?” Dua pertanyaan yang seperti mudah mencari jawabannya, namun sulit untuk bisa menjelaskannya dengan baik dan benar.

Indonesia memang kaya,. Tapi apa kita sadar bahwa kekayaan itu umumnya sudah bukan milik kita lagi? Sebagian besar minyak di negeri ini bukan lagi milik kita, Serupa dengan sepak bola yang sangat di antusiasi tapi apa iya kita benar-benar mengerti apa itu sepak bola. Apa benar yang namanya masuk semifinal adalah prestasi? Apa betul memukul Laos yang saat kita sudah main di Olimpiade masih dalam taraf berhasrat merdeka adalah sebuahprestasi? Apa iya menghajar Malaysia yang memang bukan negara sepak bola itu adalah sebuah prestasi?

Ayolah, kita masih di babak semifinal dan pertandingan itu belum juga dimulai. Simpan dulu euforia kemenangan atas Thailand itu. Gelar juara masih dua langkah lagi baru bisa diambil.

Betul kita haus akan prestasi, tapi saya rasa Anda sepakat dengan saya bahwa jika tolok ukurnya hampir dan hampir (seperti hampir final seperti saat ini) kita sudah sering melakukannya, bahkanlebihbergengsi, yaitu hampir lolos ke Olimpiade 1976.

“Dunia hanyamengenal sang juara, nomor dua hanyalah sang pecundang,” tegas Jose Mourinho kepada para pemainnya, pada pers dan pada dirinya sendiri setiap kali ia dan timnya akan turun bertanding. Inilah sikap sang pemenang, tak hanya puas pada pencapaian yang sifatnya masih belum tuntas itu.

“Prestasi tim nasional kita hari ini sangat membanggakan,” demikian lansir berbagai media. Berbagai talkshow telah mengundang elemen tim nasional maupun PSSI untuk datang menjadi narasumber, infotainment sibuk mengorek info terdalam para pemain, para gadis yang biasa mencerca sepak bola nasional sibuk berfoto bareng dengan para idola, kaus timnas pun sampai dipalsu hanya agar bisa memiliki edisi bernomor punggung dan nama.

Apa cuma segini saja target kita? Masuk semifinal dan kemudian bangga, itu pun hanya semifinal sebuah kejuaraan tingkat Asia Tenggara yang saat Vietnam masih berperang melawan kolonialisme Prancis, tim Merah Putih sudah bertarung di Olimpiade.

Saya tentu tidak mempermasalahkan segala puja puji yang dilontarkan, termasuk pengidolaan pada wajah ganteng pemain keturunan. Tapi, jalan kita masih dua langkah lagi. Itu pun hanya sekadar tetes bagi dahaga luar biasa bangsa kita yang memang tak pernah punya apa yang bisa dibanggakan dalam sepak bola.

Saat membaca tulisan ini, Anda mungkin akan sibuk menyebut saya skeptis, tidak nasionalis, dan lain sebagainya. Tapi apakah Anda menjamin jika mata silau kita itu membuat diri ini jemawa dan saat kegagalan itu datang, kita kembali sibuk mencerca, menjauhi stadion, tak lagi peduli pada sepak bola Indonesia? Padahal, kita orang Indonesia.
arizariz - 16/12/2010 02:50 PM
#143

Quote:
Original Posted By kidcyber
Orang-Orang Gila di Negeri Bernama Indonesia

[GIBOL] penggila sepakbola KRKT  [PRIME ID]

Andibachtiar Yusuf


Apa benar yang namanya masuk semifinal adalah prestasi? Apa betul memukul Laos yang saat kita sudah main di Olimpiade masih dalam taraf berhasrat merdeka adalah sebuahprestasi? Apa iya menghajar Malaysia yang memang bukan negara sepak bola itu adalah sebuah prestasi?

Ayolah, kita masih di babak semifinal dan pertandingan itu belum juga dimulai. Simpan dulu euforia kemenangan atas Thailand itu. Gelar juara masih dua langkah lagi baru bisa diambil.

Betul kita haus akan prestasi, tapi saya rasa Anda sepakat dengan saya bahwa jika tolok ukurnya hampir dan hampir (seperti hampir final seperti saat ini) kita sudah sering melakukannya, bahkanlebihbergengsi, yaitu hampir lolos ke Olimpiade 1976.

Saya tentu tidak mempermasalahkan segala puja puji yang dilontarkan, termasuk pengidolaan pada wajah ganteng pemain keturunan. Tapi, jalan kita masih dua langkah lagi.

Tapi apakah Anda menjamin jika mata silau kita itu membuat diri ini jemawa dan saat kegagalan itu datang, kita kembali sibuk mencerca, menjauhi stadion, tak lagi peduli pada sepak bola Indonesia? Padahal, kita orang Indonesia.


Spoiler for tulisan lengkapnya

“Kalian gila, nonton bola malam-malam pukul 3 pagi,” ujar Thierry Dudoit, fotografer asal Prancis saat kami menemukan narasumber kami terlambat 25 menit karena bangun kesiangan akibat nonton siaran langsung malamsebelumnya. “Kalian enggak nonton Prancis lawan Italia semalam?” tanyanya. Saya menggeleng, karena saya memang tidak terlalu antusias nonton partai uji coba di malam buta, sementara Thierry malah keheranan setelah saya terjemahkan.

Negara sayamemang gila. Kami sangat gila pada permainan bernama sepak bola. Saat Inter Milan menjadi juara Liga Champions musim lalu, segerombolan pendukung fanatik klub kota mode ini berbondong-bondong turun ke jalan dan berpesta bagi tim yang seharusnya tidak punya kaitan emosional dengan mereka. Kala Jerman memukul Argentina dengan telak di PialaDunia 2010 lalu, konon di Maluku sekelompok orang membakar bendera Argentina tanda permusuhan.

Saat segala pertandingan PialaDunia berlangsung di tengah malam buta, mata kita melek kelas berat demi pertandingan-pertandingan Sepakbola. Antusiasme besar luar biasa, yang bahkan belum tentu bisa ditemukan di negara-negara peserta Sepak bola atau bahkan tuan rumah Afrika Selatan sendiri saat itu.

Kita memang gila sepak bola. Saya pernah melihat Senayan dibanjiri penonton yang membludak melebihi kapasitas 110.000 saat itu. “Diperkirakan terdapat 130 ribuan penonton yang membludak sampai kesentelban,” tulis berbagai media massa utamadi final Perserikatan 1984 kala itu.

Hanya dengan modal 10 ribu sampai 20 ribu rupiah, para Bonekdari Surabaya pun bisa membanjiri Jakarta yang jaraknya kurang lebih 1200 km atau setara Paris-Muenchen. Indonesia adalah sebuah negara besar di ujung timur Asia yang sangat gila Sepakbola. Bahkan pertandingan tarkam (tarikankampung) pun bisa disulap menjadi sebuah atraksi Sepakbola yang kemasannya mampu menyaingi Liga Indonesia sekalipun.

“Jika benar negerimu sehebat itu antusiasmenya pada sepak bola, kenapa dunia tidak pernah mendengar nama Indonesia di peta sepak bola?” tanya Markus Prast, Direktur Festival Film Pendek Regensburg yang jugapenggilatim St Pauli. Wah! Pertanyaan ini sama levelnya dengan pertanyaan “Negerimu begitu kaya akan rempah, minyak, emas, tambang, sawit, sumber daya laut dll tapi kenapa kok masih miskin?” Dua pertanyaan yang seperti mudah mencari jawabannya, namun sulit untuk bisa menjelaskannya dengan baik dan benar.

Indonesia memang kaya,. Tapi apa kita sadar bahwa kekayaan itu umumnya sudah bukan milik kita lagi? Sebagian besar minyak di negeri ini bukan lagi milik kita, Serupa dengan sepak bola yang sangat di antusiasi tapi apa iya kita benar-benar mengerti apa itu sepak bola. Apa benar yang namanya masuk semifinal adalah prestasi? Apa betul memukul Laos yang saat kita sudah main di Olimpiade masih dalam taraf berhasrat merdeka adalah sebuahprestasi? Apa iya menghajar Malaysia yang memang bukan negara sepak bola itu adalah sebuah prestasi?

Ayolah, kita masih di babak semifinal dan pertandingan itu belum juga dimulai. Simpan dulu euforia kemenangan atas Thailand itu. Gelar juara masih dua langkah lagi baru bisa diambil.

Betul kita haus akan prestasi, tapi saya rasa Anda sepakat dengan saya bahwa jika tolok ukurnya hampir dan hampir (seperti hampir final seperti saat ini) kita sudah sering melakukannya, bahkanlebihbergengsi, yaitu hampir lolos ke Olimpiade 1976.

“Dunia hanyamengenal sang juara, nomor dua hanyalah sang pecundang,” tegas Jose Mourinho kepada para pemainnya, pada pers dan pada dirinya sendiri setiap kali ia dan timnya akan turun bertanding. Inilah sikap sang pemenang, tak hanya puas pada pencapaian yang sifatnya masih belum tuntas itu.

“Prestasi tim nasional kita hari ini sangat membanggakan,” demikian lansir berbagai media. Berbagai talkshow telah mengundang elemen tim nasional maupun PSSI untuk datang menjadi narasumber, infotainment sibuk mengorek info terdalam para pemain, para gadis yang biasa mencerca sepak bola nasional sibuk berfoto bareng dengan para idola, kaus timnas pun sampai dipalsu hanya agar bisa memiliki edisi bernomor punggung dan nama.

Apa cuma segini saja target kita? Masuk semifinal dan kemudian bangga, itu pun hanya semifinal sebuah kejuaraan tingkat Asia Tenggara yang saat Vietnam masih berperang melawan kolonialisme Prancis, tim Merah Putih sudah bertarung di Olimpiade.

Saya tentu tidak mempermasalahkan segala puja puji yang dilontarkan, termasuk pengidolaan pada wajah ganteng pemain keturunan. Tapi, jalan kita masih dua langkah lagi. Itu pun hanya sekadar tetes bagi dahaga luar biasa bangsa kita yang memang tak pernah punya apa yang bisa dibanggakan dalam sepak bola.

Saat membaca tulisan ini, Anda mungkin akan sibuk menyebut saya skeptis, tidak nasionalis, dan lain sebagainya. Tapi apakah Anda menjamin jika mata silau kita itu membuat diri ini jemawa dan saat kegagalan itu datang, kita kembali sibuk mencerca, menjauhi stadion, tak lagi peduli pada sepak bola Indonesia? Padahal, kita orang Indonesia.


bahasan yg mnarik nih thumbup:
yg q petik drsni,,juara msh 2langkah lg
tp euforia juara sdh trasa
takutnya kna mlm pas smifinal,pnampilan timnas Indonesia jd antiklimaks o o
mdh2an ja kd D
kidcyber - 16/12/2010 03:38 PM
#144

Quote:
Original Posted By arizariz
bahasan yg mnarik nih thumbup:
yg q petik drsni,,juara msh 2langkah lg
tp euforia juara sdh trasa
takutnya kna mlm pas smifinal,pnampilan timnas Indonesia jd antiklimaks o o
mdh2an ja kd D


Bila satu langkah sama dengan satu pertandingan, berarti gasan jadi juara masih 4 langkah bro.... shakehand
arizariz - 16/12/2010 05:37 PM
#145

Quote:
Original Posted By kidcyber
Bila satu langkah sama dengan satu pertandingan, berarti gasan jadi juara masih 4 langkah bro.... shakehand


tp yg q maksud 2langkah mnurut kutipan diatas
smifinal dan final D
kidcyber - 16/12/2010 08:58 PM
#146

Quote:
Original Posted By arizariz
tp yg q maksud 2langkah mnurut kutipan diatas
smifinal dan final D


D iya jua pang, berarti Indonesia menang malam ini sudah sebelah kaki di final lah...

Ramikah nobar disana ?
arihenoe - 16/12/2010 09:52 PM
#147

3 Langkah lg menuju Juara o

Amin.....

Garuda di Dadaku, Garuda Kebanggaanku
kidcyber - 16/12/2010 10:08 PM
#148

Quote:
Original Posted By arihenoe
3 Langkah lg menuju Juara o

Amin.....

Garuda di Dadaku, Garuda Kebanggaanku


Amien...semoga bisa jadi kado Natal dan tahun Baru D
arihenoe - 16/12/2010 10:15 PM
#149

Quote:
Original Posted By kidcyber
Amien...semoga bisa jadi kado Natal dan tahun Baru D


amien le :angel

hadiah paling terindah tu pank le o

le ava auk mntap kda??o
danumkirang - 16/12/2010 10:20 PM
#150

salute untuk "Tuhan" nya agama sepakbola indonesia, kang Andi Bachtiar
Quote:


“Dunia hanyamengenal sang juara, nomor dua hanyalah sang pecundang,” tegas Jose Mourinho kepada para pemainnya, pada pers dan pada dirinya sendiri setiap kali ia dan timnya akan turun bertanding. Inilah sikap sang pemenang, tak hanya puas pada pencapaian yang sifatnya masih belum tuntas itu.

:2thumbup
arihenoe - 16/12/2010 10:37 PM
#151

Quote:
Original Posted By danumkirang
salute untuk "Tuhan" nya agama sepakbola indonesia, kang Andi Bachtiar

:2thumbup


sapa itu le o
whospike - 16/12/2010 11:29 PM
#152

Quote:
Original Posted By arihenoe
sapa itu le o


baca rules di page 1 lah shakehand

lumayan lah Indonesia D
leg 2 harus bantai metal:
arizariz - 17/12/2010 12:32 AM
#153

Quote:
Original Posted By kidcyber
D iya jua pang, berarti Indonesia menang malam ini sudah sebelah kaki di final lah...

Ramikah nobar disana ?


spertinya bgitu om D
mdh2an leg kdua lbh baik lg D

Quote:
Original Posted By whospike
baca rules di page 1 lah shakehand

lumayan lah Indonesia D
leg 2 harus bantai metal:


el loco mantap le thumbup:
syg bachdim kurang ngotot main mlm td lah o o
apa krn himung kbnyakan pujian lah D
kidcyber - 17/12/2010 07:28 AM
#154

Quote:
Original Posted By arihenoe
amien le :angel

hadiah paling terindah tu pank le o

le ava auk mntap kda??o


Dibantu mangganli lah D

Quote:
Original Posted By paremantua
Sekali lagi, SELAMAT BUAT TIMNAS GARUDA...

[GIBOL] penggila sepakbola KRKT  [PRIME ID]

iloveindonesia iloveindonesia iloveindonesia
arihenoe - 17/12/2010 09:26 AM
#155

Quote:
Original Posted By kidcyber
Dibantu mangganli lah D


mksh lah le o


Semoga leg ke 2 bsa mnang atau ga imbang deh 0-0

biar maju ke final :d

semoga ketemu ama Malay le di Final :angel
arizariz - 17/12/2010 12:28 PM
#156

Quote:
Original Posted By arihenoe
mksh lah le o


Semoga leg ke 2 bsa mnang atau ga imbang deh 0-0

biar maju ke final :d

semoga ketemu ama Malay le di Final :angel


fokus ke leg kdua yg pstinya dlu le o o
mlm td msh kurang eh,,greget lini dpnnya msh trtumpu lwn gonzales ja o
bachdim kurang td mlm tu o o
kidcyber - 17/12/2010 12:38 PM
#157

Doa abis sholat Jumat :...


Wahai lelaki-lelaki pemberani dengan Garuda di dadanya, kami ingin kalian bisa membuat kami bangga, kami ingin bisa bercerita bahwa kitalah yang terbaik dan kita sama-sama berada di saat dan waktu tersebut.

Jangan minta kami untuk turun ke lapangan karena kami, karena kami tidak sebaik kalian….tapi biarkan kami terus menggemuruhkan nama kalian dan nama bangsa ini agar kalian terpacu untuk memberi segala yang kalian punya pada kami. Sebaliknya kami akan berikan dukungan terhebat yang mungkin belum pernah kalian lihat dimanapun agar kalian terpacu dan terus memburu.
arihenoe - 17/12/2010 12:49 PM
#158

Quote:
Original Posted By arizariz
fokus ke leg kdua yg pstinya dlu le o o
mlm td msh kurang eh,,greget lini dpnnya msh trtumpu lwn gonzales ja o
bachdim kurang td mlm tu o o


ihing le o

tp pergerakan bachdim mntap le o

smpai terjatuh bebrapa kali inya le o
whospike - 17/12/2010 01:36 PM
#159

Quote:
Original Posted By arizariz
spertinya bgitu om D
mdh2an leg kdua lbh baik lg D



el loco mantap le thumbup:
syg bachdim kurang ngotot main mlm td lah o o
apa krn himung kbnyakan pujian lah D


bachdim kayannya kda kwa mun disuruh main direct ball (long pass dari belakan/tengah lapangan)..
bachdim tipe pemain bola2 wilayah kaya one two, umpan trobos kytu mun aq liat dari 4 pertandingan ni..
cmiiw ;)
zuryha - 17/12/2010 03:58 PM
#160

rami'y panderan disini..o

untung td mlm bya 1-0 ja..jadi leg 2 msh berpotensi rami permainan'y..

meliat berita yg ngantri tiket kya meantri di toilet..rami bnar n pina kd sabaran..D

mudahan dpt ne..[GIBOL] penggila sepakbola KRKT  [PRIME ID]
Page 8 of 60 | ‹ First  < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > KALIMANTAN > Kalimantan Tengah > [GIBOL] penggila sepakbola KRKT [PRIME ID]