Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > Mengkritisi Turangga Seta
Total Views: 311843 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 370 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

devaapineraka - 18/01/2011 08:26 PM
#41

ada lagi ya D
atmajazone - 18/01/2011 08:49 PM
#42

Quote:
Original Posted By devaapineraka
ada lagi ya D


minta cendol dosa gak yah om???

bingung






maho
xenocross - 18/01/2011 08:57 PM
#43

page one nya udah lebih rapi
ada saran?
atmajazone - 18/01/2011 08:57 PM
#44

Quote:
Original Posted By ndakyotho
Channeling memang bahaya dalam distorsi informasi jika tidak dibarengi oleh OBE dan kawaskitan yg bersih dari orang yg benar-benar bersih hatinya.

Namun jika kita tilik kebelakang , fenomena TS banyak terjadi di indonesia dengan berbagai keyakinan dan kepercayaan kelompoknya. Bahkan tak jarang mereka memberikan "sedikit pertunjukan kecil" untuk menegaskan kepada khalayak bahwa apa yg mereka yakini adalah benar.

Kebetulan ane di invite ama itu grups dan memang bagi orang awam apa yg diutarakan sangat menarik hati tapi setelah saya perdalam dan analisa ulang maka banyak kejanggalan... dari masalah penitik beratan ke channeling , wajib untuk sombong , penolakan hingga crosscek ke pengartian relief yg gathuk entuk terlebih alibi mereka bahwa sejarah besar nusantara dibelokan/dipalsukan oleh pihak belanda.... sepertinya berlebihan. Apalagi masalah sastra cetha yg diakses via dupping... takut dan piramid-piramid yg diclaim keberadaannya sbg gudang pusaka atau candi masih butuh pembuktian.

Belum lama, ada temen lama di surabaya yg tiba-tiba mengaku bahwa dirinya titisan prabu siliwangi , bocah angon yg akan menyelamatkan dunia... iloveindonesia padahal sebelumnya ada temen yg meyakini bahwa gurunya adalah sunan lawu yang sampe sekarang belum mati dan di daerah serang banten seorang kawan bertemu titisan bung karno sedangkan di depok seorang kawan bertemu dengan anak sukarno yg bernama lady rose d solo yg memegang kunci harta ribuan trilliyun. ilovekaskus

Dan hal spt ini terus menerus silih berganti dengan objek lama yg diperbarui mulai dari kekayaan fantastis nusantara , rahasia kerajaan besar nusantara , titisan imam mahdi , sunan lawu yang masih hidup , titisan bungkarno, titisan prabu siliwangi, emas batangan berpeti-peti, pemegang titah pusaka kuno, anak pangeran ratu pantai selatan , memiliki kitab-kitab kuno , mempunyai guru eyang abiyasa yg mampu membedah kebenaran mahabarata dan ramayana serta meramalkan peta politik indonesia, tangan kanan eyang suyud yg diklaim adeknya pangeran diponegoro sbg pemelihara wahyu negara di nusantara... dan masih banyak lagi judulnya.

Saya tertarik dengan trit mas agung , tentang kegilaan berkaitan dengan belajar supranatural/spiritual... mungkin org-org seperti itu tidak menyadari kemungkinan "kegilaan" temporer yg sangat mungkin muncul ketika mereka secara iklas bersentuhan dengan dunia tersebut. Dan efeknya seperti TS... euforia berlebihan terhadap teori mereka sendiri dan terjerat oleh tipuan dalam proses channeling.

Menurut pengalaman saya, kadang channeling itu tidak murni kesurupan... sebagian besar mereka dalam kondisi trance jadi tidak benar-benar intrance sehingga mampu memberikan informasi yg gathuk dengan pendapat dan keyakinan mereka. So meski mereka menerapkan kajian filtering seperti dalam kasus TS menggunakan bahasa kawi , membaca huruf pallawa... ya sama saja karena sebenarnya mereka ditipu oleh diri mereka sendiri untuk menipu dirinya sendiri.

Kenapa hal itu bisa terjadi?
Karena keinginan mereka terlalu kuat sehingga bawah sadarnya membentuk sebuah identitas baru sesuai yg mereka harapkan. Dan identitas baru itu akan muncul ketika proses channeling karena ya memang identitas tsb yg mereka harapkan untuk datang. Lalu ketakutan mereka thd ketidakmau hadirnya identitas tsb memberikan rule bagi mereka dalam beritual channeling.

Sangat beda halnya jika TS menggunakan mekanisme OBE dan dibantu oleh orang-orang yg benar-benar waskito dan bersih hati serta mampu mengakses langsung sastra cetha. Tapi sepertinya hal itu juga mustahil karena menembus batas-batas alam mereka susahnya minta ampun dan saya tidak melihat orang-orang di TS adalah orang-orang yg mumpuni. Sementara itu orang-orang yg mumpuni kawaskitannya tidak mau membuka rahasia yg ada karena mereka takut akan balak yg akan mereka terima sebab sama juga membuka rahasia alam.

saya baru tahu kalo itu pake channeling..

ngakak

saya kira pake trawangan atau astral,

lha pas ketemu sama kanjeng ratu kidul itu pake apa dunkz??

bingung
Masagung - 18/01/2011 10:17 PM
#45

Quote:
Original Posted By atmajazone
saya baru tahu kalo itu pake channeling..

ngakak

saya kira pake trawangan atau astral,

lha pas ketemu sama kanjeng ratu kidul itu pake apa dunkz??

bingung


kemungkinan pakai juru kunci gan, soale yg di borobudur pakai pemandu setempat D
newyorkarto - 19/01/2011 12:27 AM
#46

ijin menyimak mas bro ...
dewayangitu - 19/01/2011 01:53 AM
#47

saya pernah dikick dari grup ini karena beberapa pertanyaan saya yang mungkin kurang berkenan...
sebenarnya saya tertarik dengan beberapa tulisan mengenai kebesaran bangsa kita (kalaupun memang seperti itu adanya) tapi saya belum mendapatkan jawaban tujuan dari mencari kebesaran bangsa kita..
apakah yang dicari berupa materi harta benda, IPTEK ataukah hal lain???
dan saya sempat agak berpikiran negatif kalau ini hanya sekedar alat untuk dakwah salah satu agama karena setau saya (dengan wawasan saya yang dangkal) beberapa yang diutarakan memang erat dengan salah satu agama...
coffin - 19/01/2011 02:17 AM
#48

JEMBATAN RAMA - 1

Dalam masa pengasingannya di hutan, Rama dan Lakshmana bertemu dengan berbagai raksasa, termasuk Surpanaka. Karena Surpanaka bernafsu dengan Rama dan Lakshmana, hidungnya terluka oleh pedang Lakshmana. Surpanaka mengadu kepada Rahwana bahwa ia dianiyaya. Rahwana menjadi marah dan berniat membalas dendam. Ia menuju ke tempat Rama dan Lakshmana kemudian dengan tipu muslihat, ia menculik Shinta, istri Sang Rama. Dalam usaha penculikannya, Jatayu berusaha menolong namun tidak berhasil sehingga ia gugur.

Rama yang mengetahui istrinya diculik mencari Rahwana ke Kerajaan Alengka atas petunjuk Jatayu. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan Sugriwa, Sang Raja Kiskindha. Atas bantuan Sang Rama, Sugriwa berhasil merebut kerajaan dari kekuasaan kakaknya, Subali. Untuk membalas jasa, Sugriwa bersekutu dengan Sang Rama untuk menggempur Alengka. Dengan dibantu Hanuman dan ribuan Wanara, mereka menyeberangi lautan dengan cara membuat jembatan dari batu-batu dan pasir yang dibangun oleh para Wanara dan kemudian menggempur Alengka.
Mengkritisi Turangga Seta

Rahwana yang tahu kerajaannya diserbu, mengutus para sekutunya termasuk puteranya Indrajit untuk menggempur balik pasukan Rama. Nasihat Wibisana (adiknya) diabaikan dan ia malah diusir. Akhirnya Wibisana memihak Rama. Indrajit melepas senjata Nagapasa yang sungguh dahsyat dan memperoleh kemenangan, namun tidak lama. Ia gugur di tangan Lakshmana. Setelah sekutu dan para patihnya gugur satu persatu, Rahwana akhirnya tampil ke medan pertempuran dan pertarungan berlangsung sengit. Dengan senjata panah Brahmāstra yang sakti yang dilepaskan Rama akhirnya Rawana-pun gugur sebagai ksatria. Setelah Rahwana gugur, tahta Kerajaan Alengka diserahkan kepada Wibisana. Shinta kembali ke pangkuan Rama setelah kesuciannya diuji. Rama, Shinta, dan Lakshmana pulang ke Ayodhya dengan selamat. Hanuman menyerahkan dirinya bulat-bulat untuk mengabdi kepada Rama. Ketika sampai di Ayodhya, Bharata menyambut mereka dengan takzim dan menyerahkan tahta kepada Rama.
Mengkritisi Turangga Seta

Begitulah sepenggal cerita Ramayana yang sangat terkenal. Ramayana berasal dari bahasa Sansekerta yang berasal dari kata Rāma dan Ayaṇa yang berarti "Perjalanan Rama", kisah ini adalah sebuah cerita epos dari India yang digubah oleh Walmiki (Valmiki) atau Balmiki. Ada yang menarik mengenai kisah Ramayana ini, karena dipercaya kisah ini merupakan kisah yang nyata dari masa lalu, menyebar dan berkembang karena diceritakan turun-temurun. Mengapa hal ini disebut sebagai kisah nyata karena jembatan sebagai sarana menyebrang ke Negara Alengka telah ditemukan, Negara Alengka sendiri dipercaya adalah Srilanka sekarang. Adam Bridge atau Rama Bridge begitulah sebutan bagi jembatan ini dan merupakan salah satu tempat yang sangat misterius. Menurut kepercayaan India jembatan ini dibangun dengan menggunakan batu dan pasir apung, namun para Dewa mengatakan dikemudian hari bebatuan tersebut akan menancap ke dasar laut, yang akhirnya menciptakan rangkaian batu karang yang panjang. Jembatan purba misterius ini membentang sepanjang 18 mil (30 Km) di Selat Palk yang menghubungkan antara Pamban Island (India) dan Manand Island (Srilanka), Lengkungan jembatan yang unik serta komposisi alamiahnya seakan-akan buatan tangan manusia. Jembatan ini diperkirakan telah berumur 1.000.000 tahun lebih menurut para ahli. Citra dari Rama Brige sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam, yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut sedang surut). Status dari jembatan tersebut sebenarnya masih merupakan misteri hingga saat ini, namun menurut tafsiran para ahli, diperkirakan mungkin Rama Bridge sangat erat kaitannya dengan Epos terkenal India, Ramayana. Dan hal ini memang banyak dipercayai oleh banyak orang dari berbagai kalangan.
Mengkritisi Turangga Seta
Srilanka Archeology Department telah mengeluarkan suatu statement yang
menyebutkan usia Rama Bridge mungkin berkisar diantara 1.000.000 hingga 2.000.000 tahun, namun apakah jembatan ini benar-benar terbentuk secara alami ataukah merupakan suatu mahakarya manusia hal itu belum bisa mereka terangkan. S.U.Deraniyagala, Direktur Jenderal Arkeologi Srilanka yang juga merupakan pengarang buku "Early Man and the Rise of Civilization in Sri Lanka: the Archaeological Evidence" mengatakan bahwa peradaban manusia telah muncul di Kaki Gunung Himalaya sekitar 2.000.000 tahun silam, walaupun menurut para sejarawan peradaban paling awal didaratan India adalah peradaban Bangsa Ca, hal itu bukan merupakan suatu jaminan bahwa terdapat peradaban yang lebih tua lagi dari mereka sebelumnya. Para sarjana dan para peneliti menafsirkan bahwa mungkin jembatan purba ini dibangun setelah daratan Srilanka terpisah dari India jutaan tahun silam.
Mengkritisi Turangga Seta
Epos Ramayana sendiri, menurut Kalender Hindu seharusnya berada pada masa Tredha Yuga (menurut cakram masa evolusi hindu) cakram Hinduism tentang Epos tersebut terbagi pada masa Sathya (1.728.000 tahun), Tredha (1.296.000 tahun), Dwapara (8.64.000 tahun) dan Kali (4.32.000 tahun). Tahap sekarang menurut kalender mereka ialah Kali. Berarti menurut Epos tersebut, usia dari Rama Bridge berkisar 1.700.000 tahun. Namun menurut hasil penelitian dari Universitas Bharathidasan, Tiruchi, yang dipimpin oleh Prof. S.M. Ramasamy mengatakan usia jembatan Rama ini baru berusia 3.500 tahun yang lalu.

(Dari Berbagai sumber)
coffin - 19/01/2011 02:18 AM
#49

minghay27 - 19/01/2011 12:01 PM
#50

Ruuuuuaaaar biiaaaaasa ....@mas coffin atas info2nya jadi semakin yakin bahwa manusia jaman dahulu mempunyai peradaban yang sungguh luar biasa dan penuh misteri
Masagung - 19/01/2011 12:01 PM
#51

Quote:
Original Posted By xenocross


3) Bukti-bukti lain

BUKTI Kalau Nuswantara pernah menguasai hampir seluruh dunia adalah dari nama2 Sanskrit yg ada di beberapa Negara : di Rusia ada Selo Bimo : astana(tmpat yg luas), vanavara(hutan tempat anugrah), di benua Amerika ada nama: Yukatan( ya terlihat), guatemala (papanne memala), Maya(samar), Brasil (berhasil), Lima(5), di afrika ada nama Pantai Gading, Tanjung Harapan, Kenya( perempuan muda), di Eropa ada nama: Creta(kura2) dsb (sumber facebook: @Haslinda Razalie)



setelah saya metekung pakai menyan elektrik saya menemukan bukti2 lagi untuk ditambahkan :

Maladewa (dewa penyakit), Mesir (berpasir), Maroko (merokok), Sudan (sering hujan), Pakistan (jenis tumbuhan), Srilangka (tidak ada yg bernama sri), Kamboja (jenis bunga), Zimbabwe (Simbah wae), yunani (mbakyu nani), swis (sudah), Ceko (tanganya bengkok spt gareng), Ghana (modal), Togo (tokoh wayang).
kabul (terpenuhi), ramalah (minta diramal), jedah (makanan dari ketan), tajikistan (senjata ayam jantan), saigon (sejenis makanan dr kelapa), moro (datang), aman (aman), ankara (kejahatan), El Alun (lapangan besar), Manila (sawo kecil), Teheran (heran).
prabuanom - 19/01/2011 12:28 PM
#52

duduk tenang menyimak kelanjutanya \)

bahasan yg dipenataran juga dibantah aja mas D
yg relief asli dan relief yg kata mereka merupakan penyerbuan ke suku maya \)
xuxu2801 - 19/01/2011 01:52 PM
#53

Quote:
Original Posted By Masagung
setelah saya metekung pakai menyan elektrik saya menemukan bukti2 lagi untuk ditambahkan :

Maladewa (dewa penyakit), Mesir (berpasir), Maroko (merokok), Sudan (sering hujan), Pakistan (jenis tumbuhan), Srilangka (tidak ada yg bernama sri), Kamboja (jenis bunga), Zimbabwe (Simbah wae), yunani (mbakyu nani), swis (sudah), Ceko (tanganya bengkok spt gareng), Ghana (modal), Togo (tokoh wayang).
kabul (terpenuhi), ramalah (minta diramal), jedah (makanan dari ketan), tajikistan (senjata ayam jantan), saigon (sejenis makanan dr kelapa), moro (datang), aman (aman), ankara (kejahatan), El Alun (lapangan besar), Manila (sawo kecil), Teheran (heran).


ngakak
thanks atas hiburannya...
Ngakak, lumayan bikin adem di tengah2 hangatnya udara ruangan kantor gara2 AC rusak

:2thumbup:2thumbup
coffin - 19/01/2011 03:44 PM
#54

Quote:
Original Posted By minghay27
Ruuuuuaaaar biiaaaaasa ....@mas coffin atas info2nya jadi semakin yakin bahwa manusia jaman dahulu mempunyai peradaban yang sungguh luar biasa dan penuh misteri


yang manapun dari hasil penelitian tersebut mengarah pada peradaban india purba yang tercatat dalam kisah ramayana dan mahabharata

orang orang turangga seta seharusnya meneliti juga tentang proses masuknya agama hindu ke indonesia, jadi ada step by step penelitiannya bukan tiba tiba langsung kesimpulan
rimata - 19/01/2011 04:13 PM
#55

Quote:
Original Posted By coffin
yang manapun dari hasil penelitian tersebut mengarah pada peradaban india purba yang tercatat dalam kisah ramayana dan mahabharata

orang orang turangga seta seharusnya meneliti juga tentang proses masuknya agama hindu ke indonesia, jadi ada step by step penelitiannya bukan tiba tiba langsung kesimpulan


lah kan metodenya laen om.....langsung tanya apa leluhur. pertanyaanya jangan jangan leluhurnya ga paham sejarah D
Tenji_no_Ichi - 19/01/2011 04:15 PM
#56

Quote:
Original Posted By rimata
lah kan metodenya laen om.....langsung tanya apa leluhur. pertanyaanya jangan jangan leluhurnya ga paham sejarah D


yg dipertanyakan adalah itu bener2 leluhur apa demit yg nyaru leluhur... D
Soalnya demit aja bisa nulis koq...
coffin - 19/01/2011 04:21 PM
#57

Quote:
Original Posted By rimata
lah kan metodenya laen om.....langsung tanya apa leluhur. pertanyaanya jangan jangan leluhurnya ga paham sejarah D


Quote:
Original Posted By Tenji_no_Ichi
yg dipertanyakan adalah itu bener2 leluhur apa demit yg nyaru leluhur... D
Soalnya demit aja bisa nulis koq...


nah ini dia, mereka nyangkanya leluhur, tapi ternyata itu mahluk halus bertipe kuat yang nyaru piye coba

itu mahluk halus mau ngarang ngarang cerita pun tim mereka belun tentu ngerti klo di kibulin

apa coba ditest dulu tim turangga seta bisa baca tulis pallawa atau sansekerta atau bahasa pali ga?

klo dibilang pallawa, sansekerta dan bahasa pali adalah tinggalan belanda, ya saya no komeng dah
ndakyotho - 19/01/2011 05:24 PM
#58

Quote:
Original Posted By coffin
nah ini dia, mereka nyangkanya leluhur, tapi ternyata itu mahluk halus bertipe kuat yang nyaru piye coba

itu mahluk halus mau ngarang ngarang cerita pun tim mereka belun tentu ngerti klo di kibulin

apa coba ditest dulu tim turangga seta bisa baca tulis pallawa atau sansekerta atau bahasa pali ga?

klo dibilang pallawa, sansekerta dan bahasa pali adalah tinggalan belanda, ya saya no komeng dah


Apakah hal seperti ini bisa dikatakan penyakit masyarakat?
*tiba-tiba inget dulu yang ngomong "bill clinton" nama jawanya KLIWON* D D
black_magic - 19/01/2011 06:00 PM
#59

Quote:
Original Posted By prabuanom
duduk tenang menyimak kelanjutanya \)

bahasan yg dipenataran juga dibantah aja mas D
yg relief asli dan relief yg kata mereka merupakan penyerbuan ke suku maya \)


ikutan mbah prabu menunggu pembabarannya \)
xenocross - 19/01/2011 07:11 PM
#60

Quote:
Original Posted By prabuanom
Mengkritisi Turangga Seta

Mengkritisi Turangga Seta

Mengkritisi Turangga Seta

Mengkritisi Turangga Seta



Pandangan sejarawan:
Ini adalah kisah dari Krishnayana, dari kitab puisi karangan empu Triguna di zaman Kediri.
Menceritakan Krisna yang menculik Putri Rukmini, yang kemudian menjadi istrinya.

Relief di Candi Penataran ada yang dibaca searah jarum jam, ada yang berlawanan arah jarum jam. Relief Krisnayana digambar searah jarum jam. Relief ini ada di level kedua.
Dari 556 bait asli, hanya 55 yang digambar di relief.

Relief-relief sebelumnya menggambarkan episode yang cocok dengan cerita Krisnayana.
Foto diatas menceritakan klimaks cerita dimana Krisna menculik Rukmini dan dikejar oleh Raja Cedi (tunangan Rukmini) , Jarasandha (teman Raja Cedi), dan Rukma (saudara lelaki Rukmini)

Lalu diatas adalah adegan Krisna memanah kereta Rukma, dan perang antara pasukan Krisna dan Raja Cedi.


Sebuah penelitian hendaknya juga melihat penelitian terdahulu. Dalam hal ini, relief biasanya digambar dari sebuah kitab yang sudah dikenal sebelumnya. Jika hanya melihat tanpa ada pengetahuan apapun, pengamatan visual dan pengetahuan kita bisa menghasilkan kesimpulan yang salah.
Menurut saya, peneliti Turangga Seta tidak meneliti lebih jauh penelitian sebelumnya dan naskah-naskah kuno yang berhubungan.

Quote:
Original Posted By prabuanom


Mengkritisi Turangga Seta



Spoiler for pelanggaran hak cipta
Mengkritisi Turangga Seta


bandingkan kedua gambar di atas
Ini bukan sorban, tapi tutup kepala kasta Brahmana
Lihat tutup kepala mereka sama, bedanya yg satu berjenggot, yg satu tidak
Mereka tidak berjenggot dan berkumis, artinya mereka wanita
(katanya sejarawan sih begitu)

Ini cocok dengan cerita kresnayana yang menampilkan brahmana wanita.


BTW, yang paling kiri itu botak, itu Biksu Buddha.
Page 3 of 370 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > Mengkritisi Turangga Seta