Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > I Love JESUS........... - Part 3
Total Views: 76096 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 257 of 280 | ‹ First  < 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 >  Last ›

misstumbler - 29/06/2012 01:55 PM
#5121

FOKUS PADA KELUARGA?

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : Kejadian 3:1-7
----------------------------------------------------------
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,

3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
----------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : 2 Tawarikh 19-23
Nats : Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan (Kejadian 3:6)

Kalau kita mengumpulkan buku-buku tentang keluarga, akan ditemukan cukup banyak topik mengenai pentingnya mendengarkan pasangan kita. Ada banyak pertengkaran atau bahkan kegagalan di dalam keluarga karena masing-masing gagal menjadi pendengar bagi pasangannya. Lalu muncullah banyak tips menjadi pendengar yang baik agar keluarga menjadi harmonis.

Namun dari bacaan kita, kejatuhan keluarga Adam dimulai justru saat Adam mendengarkan usulan Hawa, istrinya. Dalam sekejap mereka menjadi "sehati-sepikir" untuk sebuah keputusan besar. Entah Adam sungguh-sungguh sepakat dengan ide istrinya atau ia sekadar tak punya keberanian mengatakan tidak kepada usulan Hawa, keputusan mereka berakibat fatal. Mereka sepakat dan kompak untuk tidak taat kepada Allah. Adam tak mampu menjadi pencegah dosa bagi pasangannya. Ia gagal untuk mewujudkan kerinduan Allah agar dengan hadirnya pasangan, kehidupan mereka menjadi lebih baik (Kejadian 2:18).

Betapa sering kita terpesona dengan istilah "keluarga yang harmonis". Namun seringkali itu diartikan bahwa sebagai sebuah keluarga kita harus selalu sehati-sepikir dalam hal apa pun. Ini akan menjadi jerat yang berbahaya kalau justru kekompakan keluarga menjadi lebih penting daripada ketaatan kepada Allah. Sangat baik kalau kita bisa mendengarkan pendapat pasangan. Namun jauh lebih penting untuk mendengarkan suara Tuhan Sang Kepala keluarga yang sesungguhnya. Bahkan terkadang adu argumentasi justru diperlukan agar kepentingan Allah yang menang. --PBS
KETIKA ALLAH MENJADI FOKUS DALAM KELUARGA,

KITA AKAN MENDAHULUKAN KEPENTINGAN-NYA.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/06/29/

Sumber : www.sabda.org
travgirl - 29/06/2012 03:23 PM
#5122

i Love My Jesus
adyzt - 29/06/2012 05:55 PM
#5123

I Love Yahshua HaMasiyakh so much...
anonymousproxy - 01/07/2012 05:03 PM
#5124

Selamat hari minggu guys rose:
God bless y'all rose:


__ngacir:


Paws:
rismaastri - 01/07/2012 07:26 PM
#5125
dia yang tinggal
Saya selalu melihat Yohanes sebagai orang yang memandang hidup ini dengan sederhana. "Benar adalah benar dan salah adalah salah, dan tidak ada yang begitu rumit seperti yang kita katakan."



Sebagai contoh misalnya, bagi penulis yang hebat sekalipun mendefinisikan Yesus merupakan tantangan besar, tapi tidak demikian dengan Yohanes, yang menangani tugasnya cukup dengan analogi sederhana saja. Singkatnya, sang Mesias adalah "Firman" atau "Kata." Pesan berjalan, Surat cinta kasih. Apakah Dia kata kerja berapi-api atau kata sifat yang lemah lembut, intinya sederhana saja, Ia adalah kata.



Dan kehidupan? Ya, kehidupan terbagi atas dua bagian, yang terang dan yang gelap. Kalau anda berada di yang satu, tentu anda tidak berada di bagian yang lain dan sebaliknya.



Kadang-kadang, kalau teologianya sudah terlalu dalam, Yohanes berhenti cukup lama untuk memberikan sekedar kata penjelasasn. Karena caranya menceritakan dengan sabar, kita memperoleh komentar yang klasik, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal."



Tetapi saya paling suka dari Yohanes karena caranya mengasihi Yesus.

Sekali lagi, hubungannya dengan Yesus sederhana saja.
Bagi Yohanes, Yesus adalah sahabat yang baik, dengan hati dan ide-ide yang baik.
Seorang ahli cerita dan penutur kisah dongeng-dongeng.



Orang mendapat kesan bahwa bagi Yohanes, Yesus adalah sahabat setia diatas segala sahabat.
Mesias? Ya.
Anak Allah? Tentu.
Pencipta mukjizat? Itu pun juga.

Tetapi terlebih dari itu Yesus adalah Kawan.
Pribadi yang bisa kita ajak pergi berkemah atau bermain bola basket atau menghitung bintang di angkasa.



Sederhana saja. Bagi Yohanes, Yesus bukanlah sebuah risalah tentang aktivitas sosial atau izin untuk menutup klinik-klinik aborsi atau kehidupan di padang gurun.
Yesus adalah seorang sahabat.



Lalu apa yang kita lakukan dengan sahabat itu? (Ya, itu sederhana juga.) Kita tetap setia pada-Nya.



Barangkali itu sebabnya Yohanes adalah satu-satunya dari kelompok dua belas murid yang hadir pada penyaliban. Ia datang untuk mengucapkan selamat tinggal. Menurut pengakuannya sendiri, ia belum sempat menangkap seluruh kejadian. Tetapi itu tidak menjadi soal. Buat ia, sahabat terdekatnya mendapat kesulitan dan ia datang untuk membantu.



"Tolong jaga ibuku."

Tentu saja. Itulah gunanya seorang sahabat.

Yohanes mengajar kita bahwa hubungan yang paling erat dengan Yesus tidak perlu bersifat rumit.
Ia mengajar kita bahwa loyalitas paling kuat yang terjalin, bukanlah karena teologia yang kokoh atau filsafat yang tangguh tetapi karena Persahabatan; persahabatan yang keras kepala, tidak mementingkan diri dan penuh keceriaan.



Setelah menyaksikan kasih yang keras kepala ini, kita tinggal dengan perasaan ingin sekali memiliki persahabatan seperti itu.

Kalau kita boleh menggantikan salah satu dari mereka hari itu, kita ingin sekali berada di tempat Yohanes, menggantikannya dan memberi tanda senyum setia kepada Tuhan yang terkasih ini.


Selamat malam kawan-kawan ! moon: Tuhan Yesus memberkati rose:
rismaastri - 01/07/2012 08:57 PM
#5126

[QUOTE][CENTER]I Love JESUS........... - Part 3[/CENTER]
misstumbler - 02/07/2012 02:09 PM
#5127

PELAKU FIRMAN

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : Matius 7:24-27
--------------------------------------------------------
7:24 /"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.*

7:25 /Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.*

7:26 /Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.*

7:27 /Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."*
--------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : 2 Raja-Raja 5-8
Nats : Jadi, setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (Matius 7:24)

Sebagai seorang pengajar atau pemberita Firman, saya sering merasa puas dan senang ketika menemukan orang-orang yang antusias di dalam belajar Firman Tuhan. Ketika khotbah berakhir atau kelompok kecil yang saya pimpin ditutup dengan doa, rasanya selesailah tugas yang berkenaan dengan Firman. Para jemaat atau anggota kelompokpun tak jarang merasa telah menyelesaikan bagian terpenting hari itu, yaitu menjadi pendengar atau pembelajar Firman yang sangat baik.

Namun, pemaknaan perumpamaan Yesus mengejutkan. Ternyata mendengarkan Firman, meski mungkin sangat antusias bukanlah perkara yang paling menentukan. Berkegiatan di seputar Firman tidak otomatis membuat hidup seseorang menjadi teguh. Orang sebaik ini masih pantas disebut bodoh karena pasti hidupnya akan porak poranda menghadapi badai kehidupan. Apa pasalnya? Fondasi yang laksana batu nan kokoh itu dibangun tidak hanya dengan mendengarkan, tetapi juga melakukan firman Tuhan. Perbedaan fondasi ini akhirnya terlihat ketika kedua rumah dalam perumpanaan itu diperhadapkan dengan tantangan berat. Yang satu roboh dan yang lainnya tetap kokoh. Jelaslah, menjadi pendengar dan pelaku Firman adalah dua hal yang sangat berbeda dan akan menimbulkan perbedaan besar.

Kita perlu waspada sebab kita mungkin merasa cukup bangga dan aman dengan bangunan hidup kita. Kita merasa punya fondasi kokoh karena mungkin kita masih bisa bersentuhan dengan firman secara rutin. Namun, apa yang kita pelajari perlu kita jadikan perilaku sesehari. Setiap kebenaran seharusnya kita ubah menjadi kelakuan yang tampak. Berapa banyak yang sudah kita lakukan? --PBS
MENJADI PELAKU FIRMAN-NYA ADALAH

PENOPANG HIDUP YANG SESUNGGUHNYA.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/07/02/

Sumber : www.sabda.org
misstumbler - 03/07/2012 03:40 PM
#5128

SISIHKAN, BUKAN SISAKAN

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : Daniel 6
--------------------------------------------------
http://www.sabda.org/alkitab/tb/?versi=tb&kitab=27&pasal=6
--------------------------------------------------
Bacaan Setahun : 2 Raja-Raja 9-11
Nats : Tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. (Daniel 6:11b)

Kegiatan menabung yang kami fasilitasi untuk ibu-ibu pemulung dan buruh harian sudah berjalan lebih dari empat tahun. Awalnya terasa sulit bagi mereka. Berapa pun uang yang terkumpul tak bisa disisakan untuk tabungan. Untuk kebutuhan harian pun selalu kurang. Pendekatannya lalu diganti. Ibu-ibu disarankan untuk menyisihkan lebih dulu sedikit uang yang mereka dapat untuk ditabung, sisanya baru diatur untuk kebutuhan harian. Metode mengatur skala prioritas ini cukup membantu melepaskan mereka dari jerat rentenir.

Rumusan "sisihkan, bukan sisakan" seharusnya juga menjadi rumusan untuk waktu khusus bersama Tuhan. Seperti Daniel. Daniel adalah pembesar negara yang tentu sangat sibuk (ayat 3-4), tetapi yang mengagumkan, ia sudah punya tempat, waktu, bahkan metode yang tetap untuk bersekutu dengan Allahnya (ayat 11). Dalam konteks ini, Daniel memang sedang terancam akan dilemparkan ke gua singa. Namun, berdoa tiga kali sehari bukan dilakukannya karena panik dengan ancaman itu. Hal ini dicatat sudah menjadi pola kebiasaannya. Ia benar-benar menyisihkan yang terbaik untuk Allah, bukan memberi sisa.

Mungkin selama ini kita hanya memberi sisa-sisa waktu, sisa-sisa tenaga, serta kemauan sehingga waktu bersama Tuhan tidak berisi. Mari ubah pendekatan kita dengan menyisihkan (menyediakan) --bukan menyisakan-- waktu untuk berdoa dan membaca firman- Nya. Seperti ibu-ibu dampingan kami, kita pun perlu belajar mengatur skala prioritas. Mungkin awalnya terasa berat, tetapi mintalah pertolongan Roh Kudus agar kita bijak menempatkan prioritas hidup dan diperkenankan menikmati persekutuan yang indah dengan Allah tiap hari. Persekutuan dengan Allah menolong kita menghadapi situasi hidup apa pun. --SCL
PRIORITAS PERTAMA HARI INI: BERSEKUTU DENGAN TUHAN.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/07/03/

Sumber : www.sabda.org
rismaastri - 05/07/2012 02:25 AM
#5129
Sediakanlah tempat bagi Yang Ajaib
Tomas. Orang yang sulit didefinisikan.
Oh ya, saya tahu kita menjuluki dia apa. Dalam bbrp khotbah, orang menyebut dia "Tomas yg tdk percaya."
Dan julukan ini melekat terus padanya.
Dan memang betul, dia tidak percaya. Tetapi masih ada hal lain selain pertanyaannya yang melebihi ketidakpercayaannya.
Sebenarnya ia kurang imajinasi. Ini juga nyata dr situasi-situasi lain selain kisah kebangkitan.

Ambil contoh situasi ketika Yesus dgn bergairah berbicara mengenai rumah yg akan disiapkan-Nya. Sekalipun perumpaan itu sulit ditangkap Tomas,ia berusaha keras. Anda bisa bayangkan matanya melotot mengisi slrh mukanya ketika ia membayangkan rumah putih besar di jalan raya Santo Tomas.

Dan baru saja Tomas dpt gambaran, Yahshuah mengatakan, "Ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
Tomas mengedipkan matanya bbrp kali, melihat sekelilingnya kpd muka2 yg tdk mengerti dan tanpa basa-basi ia berbicara dgn penuh percaya diri, "Tuhan, kami tdk tahu ke mana Engkau pergi;jadi bgmn kami tahu jalan ke situ?" Tomas tdk merasa malu mengutarakan pikirannya.
Kalau tidak mengerti, katakan saja!
Daya pikirnya hanya sampai sejauh itu.
Kemudian situasi lain ketika Yahshuah mengatakan bahwa Ia akan pergi bersama Lazarus meskipun Lazarus sudah meninggal dan dikuburkan. Tomas tdk dpt menangkap maksud Yesus, tetapi jika Ia ingin kembali ke dalam gelanggang melawan org2 Yahudi yg pernah mencoba melemparkan batu kepada-Nya, Tomas tdk akan membiarkan Dia menghadapi mereka seorang diri. Jadi, ia menepuk-nepuk senjata di bawah ketiaknya dan mengatakan, "Marilah kita mati bersama-sama dgn Dia!" (Yoh 11:16)
Tomas sudah menghabiskan hidupnya menunggu kedatangan Mesias dan skrg Mesias itu ada bersamanya, Tomas ingin menghabiskan hidupnya untuk Dia. Imajinasinya mungkin lemah, tetapi loyalitasnya besar sekali.

Barangkali ciri loyalitas inilah yg menjelaskan mengapa Tomas tdk hadir di ruang atas ketika Yesus menampakkan diri kepada rasul-rasul yang lain. Saya pikir Tomas terpukul sekali oleh kematian Yesus.
Sekalipun ia tidak mengerti perumpamaan2 yg kadang2 digunakan Gurunya, tetapi ia msh tetap bersedia mendampingi-Nya sampai akhir.
Tetapi ia tdk mengharapkan bahwa akhirnya begitu tiba2 dan dini.
Alhasil, Tomas ditinggalkan dgn teka-teki penuh pertanyaan yg blm terjawab.

Di pihak lain, ide ttg kebangkitan Yesus terlalu dicari-cari bagi Tomas yg dogmatis itu. Kreativitasnya yang terbatas tdk memberi banyak peluang untuk hal yg ajaib atau membingungkan. Di samping itu, ia tidak mau lagi dikecewakan untuk kedua kali. Satu kali sudah cukup. Namun di pihak lain, loyalitasnya yg kuat membuat dia ingin sekali percaya. Jadi, selama msh ada secercah harapan, ia ingin ikut percaya.

Kekalutan pikirannya timbul krn kombinasi dr imajinasi yg kurang dan loyalitasnya yg tdk pernah luntur.
Ia terlalu jujur thdp kehidupan ini untuk terlalu lekas percaya, namun loyalitasnya kpd Yesus terlalu kuat shg ia tdk bisa tdk setia.
Akhirnya, pengabdiannya yg realistis membuat dia mengucapkan syarat2 yg skrg sdh terkenal,"Kecuali aku melihat bekas-bekas paku pada tangan-Nya dan sblm aku sudah mencucukkan jari2 ku di bekas2 itu, aku tidak akan percaya."

Jadi, saya kira kita dpt katakan bahwa ia memang tdk percaya. Tetapi, keraguannya tdk timbul krn rasa takut atau tdk mempercayai, tetapi karena enggan percaya kpd hal yang mustahil dan dari rasa takut, yaitu takut untuk dikecewakan kedua kali.

Kebanyakan dari kita spt Tomas,bukan? Sulit bagi kita untuk membayangkan bahwa Tuhan dpt menghadapkan kita pada yg tdk diharapkan. Menyisihkan tempat untuk mukjizat, itu cara berpikir yg kurang sehat.
Hasilnya, seperti Tomas, kita pun sulit percaya bahwa Tuhan dpt mengambil tindakan yg justru mrp keunggulanNya; manggantikan kematian dgn kehidupan. Imajinasi kita yg kurang itu tdk banyak membawa pengharapan bahwa yg mustahil akan terjadi. Maka, spt Tomas kita membiarkan impian kita mjd korban dr keraguan, tidak percaya.

Kita membuat kesalahan persis spt Tomas, kita lupa bahwa "mustahil" adlh kata favorit dari Tuhan.

Walaupun seluruh pikiran logisnya memprotes, Tomas mengatakan bahwa ia akan percaya jika ia mendapat sdkt saja bukti. Dan Yesus (yg tetap sabar dgn diri kita yg selalu meragukan-Nya), Ia memberikan kpd Tomas tepat spt apa yg dimintanya. Ia mengulurkan tangan sekali lagi. Dan Tomas sangat-sangat terkejut.
Ia menghela nafas cepat dua kali lalu tersungkur di depan Yesus sambil menjerit berseru, "Ya Tuhanku dan Alaha ku!"

Yesus pasti tersenyum.
Dia tahu bahwa Tomas akan mjd rasul yg berharga.
Setiap kali kita mengkombinasikan kesetiaan dgn sdkt imajinasi, kita mendapatkan hamba Tuhan yg setia. Seseorang yg bersedia mati untuk membela kebenaran. Lihat saja pada Tomas. Menurut cerita ia naik kapal ke India, dimana orang harus membunuhnya untuk menghentikan dia berbicara ttg rumahnya yang disediakan di dunia yang akan datang dan tentang Sahabatnya yang datang kembali stlh mati.

"Jangan gelisah hatimu; percayalah kepada Bapa-Ku, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Dan kemana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ. (Yoh 14:1-4)
Amen, ya datanglah Tuhan :angel peluk rose:
J.H.Balcazar14 - 05/07/2012 12:10 PM
#5130

“Tuhan, berikan aku kekuatan melewati penderitaan ini dan sertai aku, seperti janji-Mu.”
Spoiler for Jesus teaching loving child
I Love JESUS........... - Part 3
misstumbler - 05/07/2012 01:58 PM
#5131

MANDIRI ATAU BERGANTUNG?

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : 2 Samuel 22
-----------------------------------------------------------
http://www.sabda.org/alkitab/tb/?versi=tb&kitab=10&pasal=22
-----------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : 2 Raja-Raja 14; 2 Tawarikh 25
Nats : "Ya, Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan." (2 Samuel 22:2-3)

Hari itu tak seperti biasanya. Sam kecil berlari dengan air mata berderai saat kami muncul di kelompok bermainnya. Ia mendekap erat ayahnya. Rupanya, seorang teman telah merebut pisangnya. Ia meminta sang ayah mengambilnya kembali. Ia tahu kepada siapa ia mendapatkan rasa aman dan pertolongan.

Daud mengalami Tuhan yang melepaskannya dari musuhserta dari tangan Saul. Bagian firman Tuhan yang kita baca ialah gelora syukur yang memenuhi hati Daud, yang kemudian digubah dalam Mazmur 18. Pengalamannya dengan Tuhan memperdalam pengenalannya akan Dia, tempat berlindung yang dapat diandalkan (ayat 2-3). Saat dalam kesesakan dan sepertinya tak ada jalan keluar, Daud berseru kepada Tuhan (ayat 6-7). Sebagaimana Daud, tokoh-tokoh Alkitab seperti Abraham, Musa, Yosua, Daniel, Nehemia, Maria, dan Paulus dicirikan dengan kebergantungan mereka yang radikal kepada Tuhan.

Sebagaimana seorang balita bergantung pada ayah dan ibunya dalam segala hal, kita juga bergantung pada Tuhan dalam segala sesuatu. Beberapa orang berpikir bahwa kita seharusnya bertumbuh dari "masa balita" dalam hal kebergantungan pada Tuhan ini, menjadi lebih mandiri. Kebenarannya adalah bahwa kita selalu memerlukan Tuhan. Kita mengawali kehidupan kristiani dengan kebergantungan pada kasih karunia yang tidak layak kita terima. Kita juga melanjutkan kehidupan kristiani dengan kebergantungan pada Tuhan yang terus berkarya memulihkan, memimpin, mengasihi, menyediakan, memuaskan, dan memindahkan gunung. Ketika kita bergantung pada Tuhan, kita akan mendapati Dia dapat diandalkan dan bersuka memuliakan-Nya. --SWS
TUHAN DIMULIAKAN KETIKA KITA MENARUH KEBERGANTUNGAN KITA

SECARA PENUH KEPADA-NYA.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/07/05/

Sumber : www.sabda.org
rismaastri - 05/07/2012 08:28 PM
#5132

Quote:
Kau, s'lalu hadir saat aku rindukan-Mu

Kau yang s'lalu setia menopangku dengan kasih setia

Memberi aku kekuatan di tengah badai yang menakutkan

Sampai memutih rambutku
Kau putuskan aku menutup usia ku
Ku kan s'lalu menyembah-Mu, o, Yesus, Tuhan ku
Ku milik-Mu
S'lamanya bagi-Mu

Sampai memutih rambutku
Kau putuskan aku menutup usia ku
Ku kan s'lalu menyembah-Mu, o, Yesus, Tuhanku
Ku milik-Mu,
S'lamanya bagi-Mu

rose: rose: rose: rose: rose: rose: rose: rose: rose: rose: rose: rose: rose:
misstumbler - 06/07/2012 03:16 PM
#5133

INSYA ALLAH

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : Yakobus 4:13-17
---------------------------------------------------
4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",

4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."

4:16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.

4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
---------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yunus
Nats : Melainkan patutlah kamu berkata, "Insya Allah, kita akan hidup membuat ini atau itu" (Yakobus 4:15 TL)

Dulu saya agak jengah dengan istilah "insya Allah". Bukan saja terasa asing di telinga, istilah itu rasanya menggambarkan iman yang ragu-ragu, kurang yakin dalam mengklaim janji dan pemeliharaan Allah bagi kehidupan kita. Benarkah demikian?

"Insya Allah" secara sederhana berarti "jika Tuhan menghendakinya", seperti yang digunakan tim penerjemah Alkitab Terjemahan Baru. Akan tetapi, dalam Alkitab Terjemahan Lama, para penerjemah memilih untuk meminjam ungkapan dari bahasa Arab itu. Selain dalam nas hari ini, istilah itu juga muncul dalam janji Paulus kepada jemaat Efesus (Kisah Para Rasul 18:21) dan jemaat Korintus (1 Korintus 4:19). Saya jadi berpikir ulang. Oh, ternyata yang teguh dan pasti itu adalah janji Allah; adapun janji dan rencana manusia itu sudah sepantasnya, seperti ditegaskan Yakobus, dibungkus dengan "insya Allah". Kita dapat memberikan janji dan menyusun rencana serta berusaha sebaik mungkin untuk memenuhinya, tetapi kita tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi pada masa depan.

"Insya Allah", dengan demikian, adalah sebuah ungkapan kerendahan hati: kesadaran bahwa bukan kita yang memiliki dan menentukan masa depan; bahwa rencana terbaik kita tidak senantiasa selaras dengan rencana terbaik Tuhan; bahwa kita serba terbatas di hadapan kemahakuasaan dan kemahatahuan-Nya. Dengan itu, kita memberi ruang bagi-Nya untuk mengubah dan meluruskan langkah kita. Sekaligus kita mengakui bahwa masa depan terbaik kita ada di dalam tangan-Nya. --ARS
JANJI ALLAH: YA DAN AMIN.

JANJI MANUSIA: INSYA ALLAH.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/07/06/

Sumber : www.sabda.org
E!K - 06/07/2012 03:28 PM
#5134

I Love JESUS........... - Part 3
70% of abused children turn into abusive adults
mari kita senantiasa meminta hikmat agar dapat menjadi pribadi2 dewasa yang bijaksana \)

"Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan."
Efesus 6:4
HellMoritzz - 07/07/2012 01:01 AM
#5135

Quote:
Original Posted By anonymousproxy
Selamat hari minggu guys rose:
God bless y'all rose:


__ngacir:


Paws:


udah weekend lagi ya om D
aldoscreamos - 07/07/2012 06:33 AM
#5136

love jesus love jesus kiss kiss
Tofles - 07/07/2012 12:28 PM
#5137

Meskipun orang berkata tentang Mu begini begitu
Meskipun mengikutiMu tidak gampang
Meskipun Harga diriku jatuh karena mengikuti Engkau
Meskipun setiap orang menjauh dari Mu
Meskipun setiap orang mencari2 kesalahanMu

Tapi

Aku tetap selalu mengikuti Engkau karena pengorbananMu tidak terbayar dengan apapun...
Dan Engkaulah Tuhan yang Hidup yang selalu mau mendengar keluh kesah dan selalu menuntun jalan hidupku...
Terserah orang berkata apa karena disini aku yang merasakan akan kasihMu biarkan aku mampu membagi kasihMu pada mereka yang tidak percaya....

I LOVE YESUS.... :2thumbup :2thumbup
XI8 - 07/07/2012 01:37 PM
#5138

Selamat Siang All D
I Love JESUS........... - Part 3



Posted by [color=orange]XI8[/color]
rismaastri - 08/07/2012 12:34 AM
#5139

Quote:
[CENTER]Bow down before[SIZE="7"] Christ ![/SIZE]I Love JESUS........... - Part 3[/CENTER]


[youtube]cRZCYLe_Xaw[/YOUTUBE]
rismaastri - 08/07/2012 12:39 AM
#5140

Quote:
Original Posted By Tofles
Meskipun orang berkata tentang Mu begini begitu
Meskipun mengikutiMu tidak gampang
Meskipun Harga diriku jatuh karena mengikuti Engkau
Meskipun setiap orang menjauh dari Mu
Meskipun setiap orang mencari2 kesalahanMu

Tapi

Aku tetap selalu mengikuti Engkau karena pengorbananMu tidak terbayar dengan apapun...
Dan Engkaulah Tuhan yang Hidup yang selalu mau mendengar keluh kesah dan selalu menuntun jalan hidupku...
Terserah orang berkata apa karena disini aku yang merasakan akan kasihMu biarkan aku mampu membagi kasihMu pada mereka yang tidak percaya....

I LOVE YESUS.... :2thumbup :2thumbup


ijin copas, om malu:

I love Jesus too rose:

ngacir:
Page 257 of 280 | ‹ First  < 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > I Love JESUS........... - Part 3