Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > I Love JESUS........... - Part 3
Total Views: 76096 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 262 of 280 | ‹ First  < 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 >  Last ›

anonymousproxy - 22/07/2012 08:50 PM
#5221

Quote:
Original Posted By Banned1x
tabu dalam artian luas om.. ada kasus bukan dijauhi malah di hakimi, padahal orang-orang tersebut ga butuh di hakimi tapi di bantu.
selain itu gereja masih sangat tabu membahas hal-hal tersebut. sangat disayangkan sekali jika gereja seolah menutup mata akan hal tersebut, padahal ini merupakan masalah yang sangat serius.


Yup, ini jadi pelajaran juga buat kita semua, soalnya fenomena menghakimi sesama ini juga masih sering gw liat di kalangan orang Kristen sendiri. Dan kebiasaan menghakimi ini yang kadang buat orang2 'benci' sama orang Kristen karena berkesan meng-ekslusifkan diri sebagai orang2 'suci'. Orang2 yang butuh bantuan justru enggan terbuka ke kita tentang masalah mereka.

Bagusnya sih ya, gereja selain bikin acara2 ziarah/KKR/acara2 lain secara besar2an, ada bagusnya juga gereja buat acara2 penyuluhan tentang narkoba, free sex, dll...jadi mereka yang punya pergumulan dalam hal ini juga tau, klo gereja itu ada untuk mereka. Yah, mulai dari yang kecil2 aja, yang aktif di kegiatan pemuda gereja mungkin bisa usul ke ketua pemudanya buat bikin acara2 begini...D


__ngacir:


Paws:
misstumbler - 23/07/2012 05:44 PM
#5222

Dosa harus diselesaikan!

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : Kejadian 38:1-11
---------------------------------------------------------
38:1 Pada waktu itu Yehuda meninggalkan saudara-saudaranya dan menumpang pada seorang Adulam, yang namanya Hira.

38:2 Di situ Yehuda melihat anak perempuan seorang Kanaan; nama orang itu ialah Syua. Lalu Yehuda kawin dengan perempuan itu dan menghampirinya.

38:3 Perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Er.

38:4 Sesudah itu perempuan itu mengandung lagi, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Onan.

38:5 Kemudian perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki sekali lagi, dan menamai anak itu Syela. Yehuda sedang berada di Kezib, ketika anak itu dilahirkan.

38:6 Sesudah itu Yehuda mengambil bagi Er, anak sulungnya, seorang isteri, yang bernama Tamar.

38:7 Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia.

38:8 Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: "Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu."

38:9 Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya.

38:10 Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga.

38:11 Lalu berkatalah Yehuda kepada Tamar, menantunya itu: "Tinggallah sebagai janda di rumah ayahmu, sampai anakku Syela itu besar," sebab pikirnya: "Jangan-jangan ia mati seperti kedua kakaknya itu." Maka pergilah Tamar dan tinggal di rumah ayahnya.
---------------------------------------------------------

Pasal ini adalah pasal khusus yang menceritakan tentang Yehuda. Sementara pasal 37 dan 39-50, menceritakan tentang Yusuf dan karya Tuhan pada situasi hidup yang tidak menyenangkan. Demikianlah situasi yang sama dialami oleh Yehuda, hanya saja itu merupakan akibat ulahnya sendiri.

Memang Yehuda yang mengusulkan untuk menjual Yusuf (37:26-27) dan bersama saudara-saudaranya membohongi ayah mereka (37:32). Namun kali ini, Yehuda sendirian, terpisah dari saudara-saudaranya. Secara berkelompok, ia telah berbuat dosa, maka tidak heran bila kemudian ia melakukan dosa secara pribadi. Pertama, ia menikahi perempuan yang bukan dari kaumnya dan itu bertentangan dengan para pendahulunya (bdk.24:3, 28:1). Dari istrinya, Yehuda mendapat 3 orang anak laki-laki: Er, Onan, dan Syela. Lalu, Yehuda mengambil Tamar bagi Er. Er pun berbuat jahat dan mati dihukum Tuhan. Seperti kebiasaan pada masa itu maka Onan wajib menggantikan posisi Er, tetapi Onan pun melakukan hal yang sama sehingga ia mati juga. Sebagai seorang ayah yang mengalami kematian kedua anaknya karena melakukan dosa, seharusnya ia menyadari keberadaan dirinya di hadapan Tuhan. Artinya, dia pun sebenarnya harus dihukum Tuhan dan mati karena perbuatan-perbuatan dosanya. Ayah maupun anak melakukan dosa. Jika Yehuda masih hidup artinya masih ada kesempatan untuk bertobat. Sangat disayangkan, Yehuda tidak demikian. Kedua, ia berencana untuk tidak menyerahkan Syela kepada Tamar dan menyuruh Tamar kembali ke orang tuanya. Suatu rencana yang dipikirnya sangat aman bagi dirinya, tetapi nanti akhirnya menjerat dan mencelakakan dirinya.

Perbuatan dosa yang tidak disesali biasanya akan diikuti oleh perbuatan dosa berikutnya. Dosa memang tidak bisa diselesaikan dengan apa pun kecuali bila kita datang kepada Tuhan, lalu menyesali dan mengakuinya. Bersyukur karena masih ada kesempatan yang Tuhan berikan buat kita. Karena itu mari segera datang kepada Tuhan karena Dia datang untuk mengampuni dosa kita.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanharian/home.php?d=2012/07/23/

Sumber : www.sabda.org
misstumbler - 24/07/2012 01:55 PM
#5223

KOK BISA, YA?

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : Hakim-hakim 2:6-14
---------------------------------------------------------------
2:6 Setelah Yosua melepas bangsa itu pergi, maka pergilah orang Israel itu, masing-masing ke milik pusakanya, untuk memiliki negeri itu.

2:7 Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar, yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.

2:8 Dan Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, mati pada umur seratus sepuluh tahun;

2:9 ia dikuburkan di daerah milik pusakanya di Timnat-Heres, di pegunungan Efraim, di sebelah utara gunung Gaas.

2:10 Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel.

2:11 Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal.

2:12 Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN.

2:13 Demikianlah mereka meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret.

2:14 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel. Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok dan menjual mereka kepada musuh di sekeliling mereka, sehingga mereka tidak sanggup lagi menghadapi musuh mereka.
---------------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yesaya 37-39; Mazmur 76
Nats : Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal Tuhan ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel (Hakim-hakim 2:10)

"Kok bisa, ya? Padahal orangtuanya tidak begitu." Anda mungkin pernah mendengar ekspresi demikian ketika anak-anak muda dianggap tidak mengikuti teladan orangtuanya. Misalnya saja sang bapak pendeta, tetapi si anak terjerat narkoba; sang ibu guru Sekolah Minggu, tetapi si anak biang keributan. Herankah Anda? Atau Anda biasa melihat fenomena serupa?

Saat mengamati ayat ke-10, mungkin Anda juga bertanya, "Kok bisa, ya?" Bukankah ayat 7 mencatat bahwa sepanjang hidup Yosua dan para tua-tua yang pernah dipimpinnya, bangsa Israel setia beribadah kepada Tuhan? Bagaimana mungkin angkatan sesudah mereka tak lagi mengenal Tuhan? Kita tak tahu pasti prosesnya, tetapi akibatnya terekam jelas: terbentuk generasi baru yang melakukan kejahatan di mata Tuhan, berpaling menyembah ilah lain (ayat 11-13). Sebab itu, Tuhan murka dan menyerahkan mereka ke tangan musuh (ayat 14). Besar kemungkinan, Ulangan 6:4-9 tidak lagi diterapkan secara konsisten oleh para orangtua. Ibadah-ibadah raya mungkin tetap berlangsung, tetapi anak-anak tidak memahami apa bedanya dengan ibadah bangsa lain. Mereka mungkin melihat ritualnya, tetapi tak mengenal Tuhan-nya.

Lebih dari sekadar memperkenalkan gedung gereja dan membawa anak ke Sekolah Minggu, orangtua bertanggung jawab memperkenalkan Tuhan kepada anak-anaknya. Dari hati yang mengenal dan mencintai Tuhan, akan lahir sikap beribadah kepada-Nya. Gereja perlu lebih bersungguh hati memperlengkapi para orangtua untuk bisa mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak, dan makin sering mengumandangkan peringatan ini: kelalaian generasi kita dapat menyebabkan kehancuran bagi generasi berikutnya. --ELS
PENGENALAN AKAN TUHAN YANG DIPELIHARA DI TIAP KELUARGA

AKAN MEWARISKAN IMAN YANG BERTUMBUH PADA GENERASI BERIKUTNYA.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/07/24/

Sumber : www.sabda.org
anonymousproxy - 24/07/2012 09:59 PM
#5224

Malam guys moon:
Jadi sering sepi akhir2 ini ya, jarang yg nongol lagi...pada sibuk semua ya?o
Well, God bless u guys in all that u do deh angel:


__ngacir:


Paws:
rismaastri - 25/07/2012 09:57 AM
#5225
Jeritan Orang Kesepian "Eloi, Eloi, Lama sabakhtani"
Rasa kesepian.

Suatu jeritan.
Rintihan, raungan.
Suatu keluhan yang muncul dr kedalaman relung-relung jiwa kita.
Dapatkah anda mendengarnya? Anak yg ditinggalkan. Si janda kembang. Rumah yg sepi. Kotak pos yg kosong. Hari2 yg panjang. Malam2 yg lbh panjang lagi. Teman kencan satu malam. Ulang tahun yang dilupakan. Telepon yg bisu.
Jeritan kesepian. Dengarkan lagi. Bungkamkan bunyi kendaraan yg lalu lalang dan kecilkan suara televisi. Jeritan itu ada. Kota2 kita sarat dgn orang2 kesepian. Kita bisa dengar teriakan mereka. Di rumah2 perawatan org dlm proses penyembuhan di antara desah dan desis alat2 pemompa kehidupan. Jeritan itu terdengar di penjara di antara ratapan krn malu dan seruan minta ampun. Di jalan2 daerah hunian yg terawat baik spt kuku2 seorang wanita, di antara ambisi yg mandek di tengah jalan dan ratu2 yg plg kampung krn sdh merasa tua. Ruang depan sekolah2 SMU kita dmn krn tekanan org sebaya, "yg tak punya" dipisahkan dr "yg punya",

Banyak di antara anda sekalian terlindung dr jeritan kejam ini.
O ya, memang anda prnh rindu plg ke rmh atau bingung sekali dua kali. Tp merasa putus asa? Rasanya jauh dr itu. Ingin bunuh diri? Tentu saja tdk. Bersyukurlah bahwa ia tdk mengetuk pintu anda. Berdoalah agar hal itu tdk akan prnh tjd. Kalau anda msh hrs menggumuli hal itu, silakan baca trs kalau mau. Tp, sebenarnya tulisan ini ditujukan kpd org lain.

Tulisan ini ditujukan lgsg kpd mereka yg mengenal jeritan ini. Bagi anda yg sehari-harinya dipenuhi hati yg remuk dan malam2 yg panjang. Kepada anda, yg dpt menemukan org yg kesepian cukup dgn melihat cermin.

Bagi anda, kesepian itu mrp suatu cara hidup. Malam2 tanpa tidur. Tempat yg sepi. Kecurigaan. Rasa takut akan hari esok. Perasaan hati yg terluka yg tiada habis2nya.

Mgkn anda sudah membohongi semua org. Tdk ada yg tahu anda kesepian. Dr luar anda kelihatan sempurna. Senyumanmu cepat muncul. Pekerjaanmu stabil,pakaianmu apik. Pinggangmu ramping. Acaramu padat. Langkahmu mantap. Cara bicaramu mengesankan. Tp ketika anda bercermin, anda tdk dpt menipu siapa pun. Ketika anda sendirian, penipuan itu berhenti dan derita muncul ke permukaan.

Atau barangkali anda tdk mencoba menyembunyikannya. Barangkali anda dr dulu berada di luar lingkaran sambil melihat ke dlm,dan semua org mengetahuinya. Percakapanmu agak kaku. Anda jarang diminta untuk menemani org. Pakaianmu membosankan. Penampilanmu biasa2 saja.

Apakah tulisan ini tepat sasaran? Kalau benar, kalau anda mengangguk atau mendesah krn mengerti maksudnya, saya ada pesan penting bagimu.

Jeritan kesepian plg memilukan sepanjang sejarah dtg bukan dr seorg napi, seorg janda atau org sakit. Datangnya dr suatu bukit, suatu salib, dr Sang Mesias.
"Eloi, Eloi," Ia menjerit, "lama sabakhtani?!" "Mengapa Engkau meninggalkan Aku?!"
Tidak prnh ada kata2 yg mengandung kepedihan yg begitu besar. Tak pernah ada makhluk yg begitu kesepian.

Dan skrg di bukit Golgota itu, Sang Penanggung dosa kembali lagi seorang diri. Setiap dusta yg pernah diucapkan,setiap benda yg prnh diinginkan, setiap janji yg pernah diabaikan dipikul oleh Dia.
Bapa berpaling dr Dia.

Rasa putus asa itu lebih kelam dr langit.

Dua yg prnh mjd satu skrg mjd dua. Yesus, yg telah bersama dgn Bapa sampai kekal, Ia saat itu sendiri. Sang Kristus, yg adlh ungkapan perasaan Bapa, ditinggalkan. Tri tunggal dibongkar. KeIlahian terputus-putus. Ke-esaan lebur.

Ini lebih drpd yg dpt ditanggung oleh Yesus, Ia tahan thdp pukulan2 dan tetap tegar dlm pengadilan gadungan. Ia menyaksikan tanpa keluhan ketika mereka yg dikasihi-Nya melarikan diri. Ia tdk membalas ketika penghinaan dilontarkan kepada-Nya, Ia pun tdk berteriak saat paku-paku menembus tangan-Nya.

Tetapi ketika Bapa berpaling drpd Nya, Ia tak tahan lagi.
"Eloi!" Ratapan itu keluar dari antara bibir yg kering. Hati yg kudus remuk. Ia yg memikul dosa berteriak ketika Ia berjalan di tanah tandus kekekalan. Dari langit yg bisu datanglah suara2 dr mereka yg berjalan di gurun kesepian. "Mengapa? Mengapa Engkau meninggalkan Aku?!"

Saya tdk mengerti. Sungguh tidak. Mengapa Yesus melakukan itu? Ooh, saya tahu, tahu. Saya prnh mendengar jawaban resminya. "untuk menggenapi hukum yg tua itu." "Untuk memenuhi suatu nubuat." Dan jawaban2 ini benar. Betul. Tetapi msh ada lagi. Sesuatu yg menunjukkan kasih sayang yg dalam. Suatu kerinduan. Sesuatu yg pribadi.

Apa itu?
Mungkin saya salah. Tp saya trs mengingat akan orgtua yg meninggal itu. Atau sahabat di samping tempat tdr di sebuah rumah sakit. Atau org lanjut usia di panti org jompo. Atau anak2 yatim piatu. Atau org2 di bagian penyakit HIV/AIDS dlm ruangan terisolasi di sebuah rmh sakit.

Saya akan trs teringat akan org2 yg dgn mata yg penuh rasa putus asa memandang ke langit yg kelam dan berteriak "Mengapa?!"

Dan saya membayangkan Dia. Saya bayangkan Dia sedang mendengar. Saya gambarkan Dia dgn mata yg berkaca-kaca dan tangan yg bolong ditembus paku mengusap airmata. Dan sekalipun Ia tidak akan menjawab, sekalipun Ia tidak memecahkan persoalan, sekalipun pertanyaan spt itu dgn pedihnya membeku di tengah2 udara, Ia yang pernah juga sendirian, Ia mengerti. Dan percayalah, Ia selalu setia menemani kita sampai pada akhir jaman. Ia selalu ada menemani. Ia tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian, karena Ia mengerti rasanya kesepian dan karena Ia begitu mengasihi kita, umat pilihan yang dipilih Bapa untuk-Nya. Amen.
Justice.Warrior - 25/07/2012 03:30 PM
#5226

hallo ILJ malu:

lama gak nongol dimari, apa kabarnya semua o

GBU iloveindonesias
misstumbler - 25/07/2012 03:55 PM
#5227

KDRT

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : 1 Petrus 3:1-7
------------------------------------------------------------------
3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,

3:2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.

3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,

3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

3:6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
------------------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yesaya 40-43
Nats : Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu ... Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu ... (1 Petrus 3:1,7)

Dalam situs telaga.org, Pendeta Paul Gunadi menengarai bahwa Kekerasan dalam Rumah Tangga (KdRT) adalah persoalan yang kompleks. Menurut pengamatannya, kekerasan kerap digunakan sebagai alat untuk mengekspresikan kemarahan; mengumbar kekuasaan; menyeimbangkan posisi dalam pernikahan. Apa jadinya jika nilai-nilai ini dianut oleh anggota keluarga kita?

Rasul Petrus, dalam suratnya yang pertama, mengangkat nilai-nilai yang penting dalam keluarga. Yang pertama dan diulang dalam 6 dari 7 ayat bacaan kita (dan selalu sama gemanya dalam bagian lain di Alkitab), adalah tentang ketundukan isteri kepada suami. Perhiasan terindah bagi seorang isteri adalah ketundukan kepada Allah, yang tercermin dari ketundukannya pada sang suami (ayat 3-5). Dandanan lahiriah mungkin bisa menundukkan suami sesaat, namun isteri yang hidup murni dan saleh dapat membawa suaminya menundukkan diri di bawah kebenaran firman Allah. Meski hanya satu ayat, pesan senada disampaikan pada para suami. Ketundukan pada Allah akan membawa suami menghargai isteri sebagai sesama pewaris kasih karunia- Nya, bukan memanfaatkan atau menyerang kelemahan-kelemahannya. Suami yang tidak merawat hubungan dengan isterinya dengan baik, akan mengalami kesulitan juga dalam menikmati hubungan yang indah dengan Allah (ayat 7).

Jadi, jika meneladan dan mengikuti firman Allah, keluarga semestinya bukan sasana untuk mengumbar kekerasan, baik dalam bentuk perkataan yang memojokkan, maupun tindakan fisik yang menyakitkan. Mari kembali pada rancangan Tuhan. Sama-sama menempatkan ketundukan dan kasih pada Tuhan di atas segalanya. Kiranya kasih yang bersumber dari Allah tinggal dengan limpahnya di tengah keluarga kita. --NDR
KDRT = KASIH DALAM RUMAH TANGGA

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/07/25/

Sumber : www.sabda.org
rismaastri - 26/07/2012 10:24 AM
#5228
Madu dan racun sama hebatnya di tangan Tuhan
Banyak orang percaya mengalami hidup dalam suasana sukacita dlm TUHAN, krn mereka kelimpahan berkat jasmani dan rohani. Tp umumnya penilaian itu diukur dari : harta, kekayaan, jabatan dan kekuasaan serta aktivitas mereka dalam pelayanan Gereja dan sesama. TUHAN telah memberikan berkat, itulah pandangan orang umumnya. Suatu pandangan didasarkan penampilan fisik, bahwa ia memasuki masa sukacita yg dpt disebut masa kehidupan berbulan madu dengan TUHAN, krn TUHAN seolah memberikan segala apa yg diminta. Kata "seolah" perlu digaris bawahi krn iblis jg bisa.

Bila kita coba memahami pengalaman hidup ini, byk keberhasilan seseorg atas kenikmatan dunia : karir, kekuasaan, kekayaan ternyata berjalan di luar kemampuan dirinya, tp ia mengklaim itu upaya sendiri. Iblis tertawa. Manusia dijebak rasa percaya diri yg berlebihan. Keberhasilan itu dianggap semata-mata hasil kekuatan sendiri, seakan-akan manusia tdk memerlukan kekuatan dan kuasa TUHAN. Tanpa disadari, situasi ini telah membentuk bangunan tembok penghalang yg menyekat mata hati dan rohani manusia akan karya TUHAN. Suasana sukacita itu hanya semu, sukacita dlm pujian orang, sukacita dlm kesombongan jasmani maupun rohani. Pujian kesombongan itu telah membawa ke dalam alam keserakahan. Dengan mengejar kekayaan, dan kekuasaan kehidupan rohani tercekik (Luk 8:14),
Quote:
Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.


Dan dibawa ke dalam pencobaan dan keinginan yang mencelakakan (1 tim 6:9).
Quote:
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa org telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Akibatnya, ada di antara kita menghadapi persoalan dlm kehidupan yg berkelanjutan disebabkan ulah sendiri. Seolah luka yg menimpa sgt payah dan sukar disembuhkan bagaikan keracunan akut, akibatnya ada yg berkeinginan mau bunuh diri. Ya, masa bulan madu dgn TUHAN tlh berlalu, dan masuk dlm suasana kesesakan krn duka dan derita menghadang, ibarat tubuh kemasukan racun dlm jumlah yg berbahaya.

Pd situasi kesesakan, manusia yg sadar akan dirinya akan merasakan bahwa segala kenikmatan yg diperoleh sblmnya hanyalah sia-sia. Lenyap tanpa bekas. Hidup yg tdk dilandasi rasa syukur dlm segala hal kpd TUHAN akan sangat dirasakan akibatnya. Pada saat inilah, manusia akan dpt merasakan doa adlh bgn pergumulan. Seluruh keluarga bahkan imam membantu berdoa siang dan malam dgn tidak jemu-jemu atas pergumulan hidup yg menghadang. Sehari bagaikan sebulan, tdk sabar menunggu waktu TUHAN sangat dirasakan dlm kungkungan pergumulan. Ketekunan dan penuh berharap bagian pergumulan, tdk seperti masa-masa bulan madu yg penuh sukacita, berkat, berkat, berkat dan berkat dtg tanpa diundang.

Kemampuan untuk menyingkapkan tembok penghalang bagi mata hati seseorg adlh Rahasia TUHAN. Tp banyak dilihat org bersaksi bahwa ia terlepas dr kesesakan hanya krn pertolongan TUHAN. Situasi kesesakan yg dianggap racun itu ternyata tlh mengubah seseorg untuk berbalik kpd TUHAN. Bahkan berdampak luar biasa, mula-mula maksud dan tujuan doa untuk kepentingan hadapi pergumulan, namun semua itu skrg lebih suatu kebutuhan untuk memuji dan menyembah TUHAN.
Itukah cara TUHAN untuk menegur umat-Nya? TUHAN bekerja dimana sikap iman ada, sebagaimana Mazmur 37:5-6
Quote:
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang dan hakmu seperti siang

Dan 2 Petrus 3:9
Quote:
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.


Dimana letak masalahnya? Madu dan racun pada hakekatnya terbentuk oleh krn perbuatan kita sendiri. Apabila kita mengakui hidup dalam Kristus, seharusnya naluri intim dgn Tuhan dan selalu ucap syukur dalam pertobatan kepada Tuhan adalah kebutuhan. Kenyataannya itu semua sering hanya dlm ucapan di bibir tanpa hati. Naluri manusia yg ingin intim dgn Tuhan selama ini terhalang dengan kemauan daging yg lebih besar shg naluri itu tertutup dan tertekan. Inilah kebebalan rohani yg mengakibatkan seseorg menghadapi pergumulan hidup yg disebabkan ulah sendiri. Shg, manusia telah gagal mencapai bahkan mendekati kesempurnaan sebagaimana amanat Tuhan Yesus: hendaknya kamu sempurna sama seperti Bapa-Mu di surga adalah sempurna. (Mat 5:48).

Rasul Paulus menyampaikan pesan TUHAN. 1 tes 5:17-18
Quote:
Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki TUHAN di dalam Kristus Yesus bagi kamu.


Inilah makna pesan TUHAN:
Percayakah engkau bahwa Aku butuh persembahanmu dari hati yang bersalah? Apa artinya uang atau harta dari bibirmu yang tak pernah ucap syukur dan berdoa. Bagi-Ku cukup setetes air mata dari hati yang siap dibentuk. \(

SELAMAT PAGI SEMUA. JANGAN LUPA MENGUCAP SYUKUR APA PUN KEADAAN KITA. BAHKAN DALAM KESESAKAN SEKALIPUN. \)
Tuhan Yesus memberkati rose:
anonymousproxy - 26/07/2012 02:17 PM
#5229

Siang guys sun:
Cuma mau sedikit share aja, beberapa bulan belakangan ini bener2 dapet pelajaran yg bener2 berharga dari TUHAN, bener2 diingetin klo sumber pengharapan cuma ada dalam Dia dan gak bisa mengandalkan diri sendiri / kekuatan manusia. Thanks GOD rose:


JBU all angel:


__ngacir:


Paws:
misstumbler - 26/07/2012 02:25 PM
#5230

PELAYANAN RUMAH

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : Markus 1:29-34
-----------------------------------------------------------------
1:29 Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.

1:30 Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.

1:31 Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.

1:32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.

1:33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.

1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
-----------------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yesaya 44-48
Nats : Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus bersama Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. (Markus 1:29)

Ada beberapa peristiwa dalam kehidupan Yesus, termasuk beberapa pengajaran dan mukjizat penting, dilakukan saat Yesus berada di rumah-rumah atau dipicu oleh peristiwa-peristiwa dalam rumah. Ya, rumah, bukan sinagoge tempat orang Yahudi ramai berkumpul, atau gelanggang yang menjadi pusat perhatian publik. Bacaan hari ini merupakan sebuah contoh bahwa rumah merupakan tempat yang penting bagi berlangsungnya pelayanan.

Setelah melayani di rumah ibadah pada hari Sabat, Yesus pergi ke "rumah Simon dan Andreas" (ayat 29). Sekadar bersilaturahmikah kunjungan itu? Ada kemungkinan untuk itu. Menariknya, dari kunjungan itu, setidaknya ada dua peristiwa yang dicatat. Pertama, Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus (ayat 31); kedua, Yesus menyembuhkan banyak orang yang menderita berbagai penyakit dan mengusir banyak setan (ayat 34). Pelayanannya, selain menyentuh keluarga Simon dan Andreas, juga menyentuh kehidupan banyak orang yang datang. Selain tempat-tempat terbuka atau tempat ibadah orang Yahudi, Yesus juga melayani di rumah-rumah; dari berbagai kalangan. Beberapa kisah lain adalah saat Dia singgah di rumah pemungut cukai, kunjungannya ke rumah Maria dan Marta, juga saat bertamu di rumah Zakheus.

Banyak orang belum memiliki hubungan dengan gereja. Atau bahkan memendam kekecewaan tertentu kepada gereja, sehinga enggan melangkah ke sana. Mari memikirkan satu aspek pelayanan penting ini: pelayanan rumah. Dengan diiringi doa, kita bisa mulai memikirkan satu-dua orang yang akan kita kunjungi, supaya ada banyak orang juga yang dijangkau bagi Kristus lewat pelayanan semacam ini--keluarga kita, sahabat, kolega. Siapa pun. --ICW
SILATURAHMI ITU SEBUAH TRADISI, TETAPI KUNJUNGAN MURID KRISTUS

BERPOTENSI MENJADI SEBUAH MISI KRISTIANI.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/07/26/

Sumber : www.sabda.org
misstumbler - 26/07/2012 02:27 PM
#5231

PELAYANAN RUMAH

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : Markus 1:29-34
-----------------------------------------------------------------
1:29 Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.

1:30 Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.

1:31 Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.

1:32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.

1:33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.

1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
-----------------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yesaya 44-48
Nats : Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus bersama Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. (Markus 1:29)

Ada beberapa peristiwa dalam kehidupan Yesus, termasuk beberapa pengajaran dan mukjizat penting, dilakukan saat Yesus berada di rumah-rumah atau dipicu oleh peristiwa-peristiwa dalam rumah. Ya, rumah, bukan sinagoge tempat orang Yahudi ramai berkumpul, atau gelanggang yang menjadi pusat perhatian publik. Bacaan hari ini merupakan sebuah contoh bahwa rumah merupakan tempat yang penting bagi berlangsungnya pelayanan.

Setelah melayani di rumah ibadah pada hari Sabat, Yesus pergi ke "rumah Simon dan Andreas" (ayat 29). Sekadar bersilaturahmikah kunjungan itu? Ada kemungkinan untuk itu. Menariknya, dari kunjungan itu, setidaknya ada dua peristiwa yang dicatat. Pertama, Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus (ayat 31); kedua, Yesus menyembuhkan banyak orang yang menderita berbagai penyakit dan mengusir banyak setan (ayat 34). Pelayanannya, selain menyentuh keluarga Simon dan Andreas, juga menyentuh kehidupan banyak orang yang datang. Selain tempat-tempat terbuka atau tempat ibadah orang Yahudi, Yesus juga melayani di rumah-rumah; dari berbagai kalangan. Beberapa kisah lain adalah saat Dia singgah di rumah pemungut cukai, kunjungannya ke rumah Maria dan Marta, juga saat bertamu di rumah Zakheus.

Banyak orang belum memiliki hubungan dengan gereja. Atau bahkan memendam kekecewaan tertentu kepada gereja, sehinga enggan melangkah ke sana. Mari memikirkan satu aspek pelayanan penting ini: pelayanan rumah. Dengan diiringi doa, kita bisa mulai memikirkan satu-dua orang yang akan kita kunjungi, supaya ada banyak orang juga yang dijangkau bagi Kristus lewat pelayanan semacam ini--keluarga kita, sahabat, kolega. Siapa pun. --ICW
SILATURAHMI ITU SEBUAH TRADISI, TETAPI KUNJUNGAN MURID KRISTUS

BERPOTENSI MENJADI SEBUAH MISI KRISTIANI.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/07/26/

Sumber : www.sabda.org
misstumbler - 27/07/2012 06:25 PM
#5232

SIAPA MAU TOLONG



Bacaan : Yesaya 30:18-26
----------------------------------------------------------
30:18 Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

30:19 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.

30:20 Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia,

30:21 dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri.

30:22 Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: "Keluar!"

30:23 Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas;

30:24 sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak.

30:25 Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh.

30:26 Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.
----------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : 2 Raja-Raja 19; Mazmur 46,80, 135
Nats : ... Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab. (Yesaya 30:19)

Sebuah lirik lagu Ambon bertutur, "Siapa hendak tolong beta, beta ini susah'e." Lirik ini bercerita tentang kesedihan dan kesusahan orang yang hidup di perantauan, jauh dari sumber-sumber pertolongan yang bisa didapat dan diandalkannya.

Pertolongan. Semua orang yang pernah berada dalam kondisi terdesak dan tanpa daya tahu persis betapa berartinya hal itu. Kitab Yesaya diawali dengan keluhan terhadap bangsa yang tidak setia, hukuman demi hukuman ditimpakan, penindasan diizinkan. Akan tetapi, Tuhan masih mau mendengar seruan mereka dan memperhatikan air mata mereka. Tuhan menanti-nantikan saat untuk menyatakan kasih-Nya bagi orang-orang yang menanti-nantikan-Nya (ayat 18). Tuhan bahkan bersegera untuk menjawab seruan umat-Nya. Ia menunjukkan jalan- Nya (ayat 21) dan memberkati mereka (ayat 23-26). Ada saatnya nanti Dia membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan. Dialah sumber pertolongan itu. Pertolongan Tuhan kian nyata bagi kita saat Dia hadir dalam tubuh insani, turut merasakan kelemahan-kelemahan kita (lihat Ibrani 4:15), dan menanggung dosa kita. Betapa bersyukur kita memiliki Tuhan yang demikian!

Sebagai orang-orang yang dipanggil untuk mencerminkan Tuhan di dunia ini, setiap kita yang telah merasakan pertolongan, anugerah, dan kasih-Nya, seharusnya juga menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong sesama. Tiap hari di sekitar kita ada orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Kiranya kita tidak hanya puas menjadi penonton-penonton yang duduk manis, tetapi menyediakan diri dipakai menjadi saluran berkat, membawa mereka mengenal Tuhan, satu-satunya Penolong yang sejati. --SCL
TUHAN MENOLONG KITA

AGAR KITA DAPAT MENOLONG SESAMA.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/07/27/

Sumber : www.sabda.org
misstumbler - 27/07/2012 06:35 PM
#5233

SIAPA MAU TOLONG

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : Yesaya 30:18-26
----------------------------------------------------------
30:18 Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

30:19 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.

30:20 Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia,

30:21 dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri.

30:22 Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: "Keluar!"

30:23 Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas;

30:24 sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak.

30:25 Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh.

30:26 Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.
----------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : 2 Raja-Raja 19; Mazmur 46,80, 135
Nats : ... Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab. (Yesaya 30:19)

Sebuah lirik lagu Ambon bertutur, "Siapa hendak tolong beta, beta ini susah'e." Lirik ini bercerita tentang kesedihan dan kesusahan orang yang hidup di perantauan, jauh dari sumber-sumber pertolongan yang bisa didapat dan diandalkannya.

Pertolongan. Semua orang yang pernah berada dalam kondisi terdesak dan tanpa daya tahu persis betapa berartinya hal itu. Kitab Yesaya diawali dengan keluhan terhadap bangsa yang tidak setia, hukuman demi hukuman ditimpakan, penindasan diizinkan. Akan tetapi, Tuhan masih mau mendengar seruan mereka dan memperhatikan air mata mereka. Tuhan menanti-nantikan saat untuk menyatakan kasih-Nya bagi orang-orang yang menanti-nantikan-Nya (ayat 18). Tuhan bahkan bersegera untuk menjawab seruan umat-Nya. Ia menunjukkan jalan- Nya (ayat 21) dan memberkati mereka (ayat 23-26). Ada saatnya nanti Dia membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan. Dialah sumber pertolongan itu. Pertolongan Tuhan kian nyata bagi kita saat Dia hadir dalam tubuh insani, turut merasakan kelemahan-kelemahan kita (lihat Ibrani 4:15), dan menanggung dosa kita. Betapa bersyukur kita memiliki Tuhan yang demikian!

Sebagai orang-orang yang dipanggil untuk mencerminkan Tuhan di dunia ini, setiap kita yang telah merasakan pertolongan, anugerah, dan kasih-Nya, seharusnya juga menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong sesama. Tiap hari di sekitar kita ada orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Kiranya kita tidak hanya puas menjadi penonton-penonton yang duduk manis, tetapi menyediakan diri dipakai menjadi saluran berkat, membawa mereka mengenal Tuhan, satu-satunya Penolong yang sejati. --SCL
TUHAN MENOLONG KITA

AGAR KITA DAPAT MENOLONG SESAMA.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/07/27/

Sumber : www.sabda.org
refkykontu - 28/07/2012 03:24 PM
#5234

Quote:
Original Posted By rismaastri
Rasa kesepian.

Jeritan kesepian plg memilukan sepanjang sejarah dtg bukan dr seorg napi, seorg janda atau org sakit. Datangnya dr suatu bukit, suatu salib, dr Sang Mesias.
"Eloi, Eloi," Ia menjerit, "lama sabakhtani?!" "Mengapa Engkau meninggalkan Aku?!"
Tidak prnh ada kata2 yg mengandung kepedihan yg begitu besar. Tak pernah ada makhluk yg begitu kesepian.

Dan skrg di bukit Golgota itu, Sang Penanggung dosa kembali lagi seorang diri. Setiap dusta yg pernah diucapkan,setiap benda yg prnh diinginkan, setiap janji yg pernah diabaikan dipikul oleh Dia.
Bapa berpaling dr Dia.

.


'Eli, Eli, lama sabakhtani"

Setelah luka-luka yang mengalirkan darah begitu banyak, menganga, dan terpanggang sinar matahari sekian lama, maka sudah seharusnya tubuh menjadi begitu lemah. Tetapi, pada saat itulah Kristus justru berteriak, “Eli, Eli, lama sabakthani!” Suara yang begitu keras menggema di awan-awan dan seluruh alam semesta. Saat ini Yesus tidak menyebut Allah sebagai Bapa. Itulah saatnya di mana seluruh dosa manusia ditimpakan kepada-Nya.

Ini adalah perkataan Kristus yang tidak mungkin dapat dimengerti secara tuntas. Kita hanya bisa memahami sampai batas bahwa inilah titik akhir dan terjauh dari perjalanan Kristus mencari orang berdosa.

Martin Luther pernah memikirkan ayat ini selama berjam-jam dan akhirnya dia berdiri sambil memukul dadanya dan berkata; "Siapakah dapat mengerti bahwa Allah meninggalkan Allah?"

Puji Tuhan barangsiapa yg mengerti perkataan; "My God, My God why hast thou forsaken me?" akan mendengar kalimat yang mengatakan; "My son, My son. I will not forseken thee" (Anak-Ku, Anak-Ku, Aku tidak akan meninggalkan engkau. Karena Aku sudah pernah meninggalkan Kristus bagimu).


Ada sebuah cerita yg pernah sy dengar ;

Seorang suami istri yg kaya raya, akhirnya memberi diri utk bertobat dan meninggalkan bisnisnya utk menjadi seorang hamba Tuhan.

Mereka melayani di suatu daerah dan mereka sangat sukacita melayani Tuhan.
Pada suatu ketika sang bpk pamitan pd istrinya utk suatu pelayanan
Tak terpikir ol istri ini adalah pamitan terakhir dr suaminya, terdengar kabar suami mengalami kecelakaan dan meninggal.

Istrinya sangat terpukul namun ttp setia melayani Tuhan....
sang istri mulai sakit2an, para mantan kolega bisnisnya byk menyindir keputusan mereka utk melayani Tuhan...kata mereka mungkin jika engkau tdk menjadi hamba Tuhan engkau tdk akan susah hidupmu...

ditengah sakit2an sang ibu ini mendengar kabar anaknya terlibat obat2 terlarang dan ditangkap polisi.. harta mereka mulai habis

Suatu hari yg kelam, doktor memvonis penyakit ibu ini dalam stadium yg parah....

Di dlm rumah sakit Ibu ini berteriak teriak memangil nama suaminya...

Didalam batinnya ibu ini mungkin bertanya "Tuhan..Tuhan mengapa Engkau meninggalkan Saya"

"My God, My God why hast thou forsaken me?"
akan terdengar Tuhan menjawab;

"My son, My son. I will not forseken thee"(Anak-Ku, Anak-Ku, Aku tidak akan meninggalkan engkau. Karena Aku sudah pernah meninggalkan Kristus bagimu).
adyzt - 28/07/2012 04:11 PM
#5235

shalom alechem..
suasana di bali siang ini sangat terik sekali sun:
kalo ada pemuda GPIB yang sedang ' berdomisili di daerah Bali, saya ingin mengundang rekan-rekan sekalian untuk menghadiri ibadah pengucapan syukur GP GPIB Se Sinodal di GPIB Maranatha, Jemaat Denpasar pada pukul 18.00 WITA.

terima kasih..
Gbu
anonymousproxy - 28/07/2012 04:28 PM
#5236

Quote:
Original Posted By adyzt
shalom alechem..
suasana di bali siang ini sangat terik sekali sun:
kalo ada pemuda GPIB yang sedang ' berdomisili di daerah Bali, saya ingin mengundang rekan-rekan sekalian untuk menghadiri ibadah pengucapan syukur GP GPIB Se Sinodal di GPIB Maranatha, Jemaat Denpasar pada pukul 18.00 WITA.

terima kasih..
Gbu


Jadi utusan GP dari gereja ya bro?D
Anyway, met ultah GP dulu yak walau telat shakehand D


__ngacir:


Paws:
JusticeFive - 28/07/2012 09:24 PM
#5237

selamat malam semua \) rose:

ijin gabung di sini yak beer:

sekalian mau share isi alkitab yang pasti udah sering di dengar o

Quote:
He has made everything right in its time; but he has made their hearts without knowledge, so that man is unable to see the works of God, from the first to the last. [Pengkhotbah 3 : 11 ] rose:
rismaastri - 28/07/2012 10:19 PM
#5238

Quote:
Original Posted By JusticeFive
selamat malam semua \) rose:

ijin gabung di sini yak beer:

sekalian mau share isi alkitab yang pasti udah sering di dengar o


Shalom, bro \)
Salam kenal. Sering2 mampir dan posting di mari, bro rose:
HellMoritzz - 29/07/2012 01:20 AM
#5239

Quote:
Original Posted By Justice.Warrior
hallo ILJ malu:

lama gak nongol dimari, apa kabarnya semua o

GBU iloveindonesias


baik om...sama sama jarang nongol kok om D
rismaastri - 29/07/2012 04:08 PM
#5240

Shalom ILJ... \)
Walaupun lemas dan lelah dalam permasalahan hidup, jangan menyerah yah.

1 kor 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab TUHAN setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.
Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Pasti akan diberikan jalan keluar, apa pun masalahnya.
Jangan hilang pengharapan akan pertolonganNya.

rose:
Page 262 of 280 | ‹ First  < 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > I Love JESUS........... - Part 3