Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > I Love JESUS........... - Part 3
Total Views: 76096 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 271 of 280 | ‹ First  < 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 >  Last ›

cobainmain - 29/08/2012 09:24 PM
#5401

Quote:
Original Posted By rismaastri
oh iya, nda jadi.
Maksud saya, Tuhan mau yang dikurbankan itu Ishak kan bukan yang lain yah D

Mungkinkah dari iman Abraham yang tidak menyayangkan putranya yang terkasih untuk dikurbankan kepada Tuhan, maka TUHAN tidak segan-segan mengosongkan dirinya, dan mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal kepada manusia?
Kadang saya berpikir, karena Bapa sudah menyaksikan iman dan perbuatan Abraham kepada-Nya dengan rela mengurbankan anaknya Ishak, maka Bapa pun melakukan hal yang mirip tapi jauh lebih besar. Karena sudah terbukti bahwa ada manusia yang setia dan layak seperti Abraham.

Mirip yah? Sama-sama mengurbankan anak terkasih dan anak tunggal. D
cuma yang satu nda jadi, yang satu benar-benar dikurbankan demi Kasih sayang Bapa terhadap manusia \)


iya gan... kejadian Abraham tuh terulang lagi di perjanjian baru. Klo dibilang sedih sih pasti ada, kan anak tunggal, trus cwo lagi. itu sih bener" klo gw yg disrh gitu belum tentu bisa D

makanya... pengorbanan yang dilakukan Yesus tuh terlalu besar buat manusia \)
misstumbler - 30/08/2012 02:32 PM
#5402

PENGHARGAAN

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : Lukas 17:7-10
-------------------------------------------------
17:7 /"Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!*

17:8 /Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.*

17:9 /Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?*

17:10 /Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."*
-------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yehezkiel 16-17
Nats : Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan. (Lukas 17:10)

Cukup sering saya merasa gagal ketika menyelesaikan suatu tugas. Perasaan kecewa dan menyalahkan diri semakin kuat bila tugas yang saya kerjakan itu dilihat oleh banyak orang. Selidik punya selidik, perasaan gagal itu ternyata terkait dengan tanggapan orang lain. Ketika hasil kerja saya tampaknya kurang dihargai, saya merasa kecewa. Saya berharap pujian, tetapi justru kritiklah yang lebih banyak saya terima.

Keinginan mendapatkan penghargaan merupakan salah satu penghalang kita melayani Allah. Itu sebabnya Yesus mengingatkan murid-murid-Nya dengan mengutip tata krama seorang hamba terhadap tuannya sebagaimana kebiasaan pada zaman itu. Ketika melakukan tugas, kita bukanlah tuan yang berhak menerima pujian. Sebaliknya, kita adalah hamba. Bahkan, bukan hanya pujian yang tidak layak kita terima, sekadar ucapan terima kasih pun tidak boleh kita harapkan. Apakah dengan demikian Allah adalah Tuan yang kejam? Sama sekali tidak. Karena Yesus, Allah yang menjadi manusia itu memberikan teladan bagi kita. Yesus menggenapkan seluruh tugas yang dibebankan Allah, yaitu sampai mati di atas kayu salib dalam kehinaan tiada tara.

Apakah Anda merasa lesu melayani Tuhan? Anda bermaksud meninggalkan tugas pelayanan yang Tuhan percayakan? Atau Anda tidak ingin melayani karena merasa pelayanan itu tidak ada gunanya? Bila keinginan itu muncul, cobalah selidiki, apakah hal itu terkait oleh tiadanya penghargaan atau pujian yang Anda terima. Lalu, pandanglah Kristus yang telah meninggalkan teladan dengan hidup sebagai hamba, sekalipun Dia adalah Tuan kita. --HEM
BERSYUKURLAH KEPADA KRISTUS YANG TELAH MELAYANI KITA.

BANGKITKAN KEMBALI SEMANGAT PELAYANAN DENGAN MENELADANI-NYA.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/08/30/

Sumber : www.sabda.org
rismaastri - 31/08/2012 11:05 AM
#5403

Quote:
I Love JESUS........... - Part 3




Kisah kebangkitan Yesus dari sudut pandang Markus melibatkan Maria Magdalena.
Hal unik dalam kisah Markus adalah sebuah pertanyaan yang tidak muncul di ketiga Injil lainnya.
Pertanyaan yang muncul dari perempuan-perempuan,
sahabat setia Yesus, yang pergi mengunjungi kubur Yesus untuk merempahi jasad Sang Guru.

Mereka bertanya, "siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?" (ay.3).

Pertanyaan ini tidak memerlukan jawaban, sebab jawabannya sudah sangat jelas.
Tidak seorang manusia pun mampu menggulingkan batu itu.
Disini akan ditunjukkan alasannya:
rose: Cara masyarakat saat itu menguburkan jasad adalah menaruhnya di dalam sebuah gua Gua itu digali dari sebuah lereng bukit batu dengan arah horizontal.
Jadi, jasad tidak ditaruh di bawah tanah, melainkan diletakkan dia atas sebuah batu di dalam ruang kubur.

rose: Pintu kubur biasanya bersegi empat, terkadang bulat, dengan tinggi lebih kurang 1,5-2 meter.
Pintu kubur itu tidak dibuat vertikal lurus, melainkan miring.

rose: Kemudian, dikatakan dalam Injil, pintu kubur itu pun di tutup dengan sebuah batu bulat yang amat besar.
Banyak ahli memastikan beratnya sekitar 1,5-2 ton.
Sekali batu itu di didorong menutupi pintu yang miring,
dibutuhkan tenaga berkali-kali lipat untuk membukanya
daripada menjatuhkannya ke pintu kubur tersebut.

rose: Batu penutup diikat lagi dengan segel atau materai.
Siapa pun yang merusak segel akan dihukum mati.

rose: Belum lagi para prajurit menjaga kubur tersebut.

"Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"
Tidak seorang pun!
Apalagi para perempuan yang lemah dan berjumlah sedikit itu.
Batu seolah memisahkan mereka dari Yesus, Tuhan mereka.

Namun, mari kita baca ayat 4, "Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling."

Tidak seorang pun melakukannya selain TUHAN yang hidup, yang membangkitkan Yesus dari kematian.
Inilah Paskah ! Dia tidak perlu dibela dan dijaga.

Sebaliknya, TUHAN lah yang membela kehidupan dengan melawan kematian. Dia menggulingkan batu besar yang memisahkan diri-Nya dengan manusia yang mengasihi dan dikasihi-Nya, yaitu para perempuan lemah itu.

Sampai hari ini, batu-batu sejenis masih saja kokoh berdiri.
Batu tersebut memisahkan manusia yang satu dengan manusia lainnya,
atas dasar suku, agama, tingkat ekonomi, jenis kelamin, usia dan banyak hal.

Lebih parahnya lagi, manusia berusaha mengubur Tuhan dan memisahkan-Nya dari orang-orang lemah.
Mereka menyangka Tuhan bisa dikendalikan, dijaga, dimateraikan, dan malah dibela. capedes
tuhan semacam itu adalah tuhan yang mati.

Doktrin dan ajaran agama sering bertindak seperti penjaga kubur Yesus, selayaknya menerima order dari para politisi,
seperti Kayafas dan Pilatus.
Batu-batu kubur itu juga masih kokoh berdiri dalam hati kita: kecongkakan, kesombongan, kebimbangan, kekhawatiran, dan keputusasaan.

Tidak seorang pun bisa menggulingkannya.
Kita sendiri pun tidak mampu.

Batu apa yang kini berdiri dalam hidup kita?
Apakah kita justru menjaga batu itu agar tidak terguling?
Atau, kita mau terus bertanya, seperti para perempuan itu yang bertanya,
"Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"

Biarlah hidup kita menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut,
bahwa Bapa yang menggulingkan batu kubur Yesus itu,
Dia adalah TUHAN yang sama yang mengajak orang-orang percaya,
anda dan saya, untuk menggulingkan batu-batu kubur dan kematian.

Kini dan sampai detik ini, Dia menghimbau kita untuk menggulingkan batu-batu pemisah dari dalam hati kita, gereja kita, bahkan masyarakat kita.

Amen rose:
Liauw.Sun.How - 31/08/2012 12:00 PM
#5404
Hal yang lucu dibalik kisah Yesus dan dua keledai
Dalam cerita Yesus di elu-elukan di Yerusalem (Menurut injil Matius 21:2-7), ada gambaran yang cukup aneh dan agak sedikit menggelitik.Yesus menaiki dua keledai secara bersamaan. Ya, secara bersamaan dalam sekali naik. Artinya, jika kita buat gambarannya lebih detail; jadi ada dua ekor keledai yang di dempetkan, mungkin diikat secara
bersamaan kemudian dialaskan kain (pakaian dari murid-murid Yesus) diatasnya, lalu Yesus duduk disitu, diatas dua keledai sekaligus. Pastinya Yesus akan kerepotan kalau salah satu keledai itu ngeyel, tiba2 berhenti dan tidak mau jalan.

Kita mungkin tidak akan menemukan, ataupun memperhatikan kisah tentang Yesus menaiki dua keledai dalam Alkitab kita yang terdapat dalam Matius 21:2-7, dikarenakan transiliasi Alkitab bahasa indonesia (ITB) dari LAI sepertinya tidak menterjemahkannya secara detail dari sumber yang mereka gunakan. Jika kita bandingkan dengan transiliasi dari bahasa Inggris, kita akan menemukan gambarana detailnya.

Berikut transiliasi dari versi bahasa inggris, yang umum kita kenal Yaitu King James Version:

Matthew 21:2-7 Saying unto them, Go into the village over against you, and straightway ye shall find an ass tied, and a colt with her: loose them, and bring them unto me. 3 And if any man say ought unto you, ye shall say, The Lord hath need of them; and straightway he will send them. 4 All this was done, that it might be fulfilled which was spoken by the prophet, saying, 5 Tell ye the daughter of Sion, Behold, thy King cometh unto thee, meek, and sitting upon an ass, and a colt the foal of an ass. 6 And the disciples went, and did as Jesus commanded them, 7 And brought the ass, and the colt, and put on them their clothes, and they set him thereon.

Jelas dari transiliasi KJV disitu terdapat dua ekor binatang yaitu: "ash and the colt" (keduanya adalah binatang sejenis keledai). Nah pertanyaannya adalah, apakah gambaran yang janggal seperti ini benar-benar terjadi? Bagaimana bisa hanya penulis injil Matius yang menuliskan gambaran seperti ini, karena kitab Injil yang lain -- Markus, Lukas dan Yohanes -- yang juga menceritakan kisah yang serupa, tidak menuliskan gambaran yang konyol dimana Yesus menaiki di atas dua keledai?

Ternyata, kita dapati disana bahwa penulis Injil Matius mengutip dari Zakharia 9:9 untuk menunjukan bahwa peristiwa Yesus menaiki dua keledai itu adalah sesuatu yang sudah dinubuatkan terlebih dahulu oleh nabi Zakaharia. Kita bisa pastikan kutipan yang digunakan oleh penulis Injil Matius adalah dari kitab Septuaginta, yang mana menerjemahkan ke dalam bahasa Yunani apa yang sebelumnya ditulis dalam bahasa Ibrani. Penulis Injil Matius yang menggunakan salinan Yunani Septuaginta, tidak menyadari bahwa ada terjadi kesalah pengertian yang dilakukan oleh para penerjemah Septuaginta ketika menerjemahkan nubuatan Zakharia ini ke dalam bahasa Yunani.

Zakharia 9:9 sesungguhnya merupakan bentuk puisi paralel yang umum dalam bahasa Ibrani. Jika kita susun akan terlihat seperti ini:

*Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion,
*bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem!

*Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya.
*Ia lemah lembut

*dan mengendarai seekor keledai,
*seekor keledai beban yang muda.

Dan paralelnya akan terlihat seperti ini:

*Putri Sion >= Puteri Yeruslam

*ia adil dan Jaya >= ia lemah lembut

*Seeokor keledai >= seekor keledai beban yang muda

Jelas, dalam paralel itu kita bisa pastikan bahwa tidak ada dua keledai disana, tapi hanya satu. Jadi ketika para penulis Septuaginta menerjemahkan frase ibrani " לָ֔ךְ עַל־חֲמ֔וֹר וְעַל־עַ֖יִר בֶּן־אֲתֹנֽוֹת " ke dalam bahasa Yunani "καὶ ἐπιβεβηκὼς ἐπὶ ὑποζύγιον καὶ πῶλον νέον", para pernerjemah itu tidak memperhatikan bahwa frase tersebut merupakan bentuk puisi paralel, sehingga dalam ketidakmengertian itu mereka memberikan terjemahan, yang di kemudian hari, ketika penulis Injil Matius menggunakan terjemahan ini, ia membaca bahwa ada dua keledai dalam nubuatan Zakharia 9:9 versi Septuaginta yang ia gunakan. Kemudian untuk memenuhi "tuntutan" nubuatan maka, penulis injil
Matius ini, menciptakan suatu kisah detail yang lucu dimana Yesus harus mengendarai dua ekor keledai karena demikianlah perkataan nubuatan dari Zakharia yang ia baca saat itu.

Sepertinya yang luci disini adalah bukan gambaran Yesus naik dua keledai sekaligus, tapi bagaimana penulis Injil Matius mengkreasikan suatu gambaran yang janggal, karena ia mencoba untuk meyakinkan para pembacanya bahwa gambaran tersebut sesungguhnya sudah dinubuatkan sebelumnya oleh nabi Zakharia, padahal ia
tidak menyadari bahwa kutipan dari versi kitab Septuaginta, yang ia gunakan, para penerjemahnya, pada waktu itu tidak cermat untuk melihat bentuk paralel puisi Ibrani dalam kitab Zakharia, sehingga salah dalam memberikan terjemahan, maka munculah kisah Yesus yang naik dua keledai sekaligus.
misstumbler - 31/08/2012 04:51 PM
#5405

GRATIA MELAHIRKAN GRATITUDE

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : 1 Timotius 1:12-17
-------------------------------------------------
1:12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku--

1:13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.

1:14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

1:15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.

1:16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.

1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.
-------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yehezkiel 18-20
Nats : Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya, "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, " dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. (1 Timotius 1:15)

Ada sebuah ungkapan: Gratia (anugerah) melahirkan gratitude (syukur). Kesadaran akan anugerah Tuhan dalam kehidupan kita akan menghasilkan limpahan ucapan syukur. Ketika anugerah tidak disadari, kita bisa menganggap banyak hal memang sudah sepatutnya kita terima, dan rasa syukur pun berangsur pudar.

Pernyataan Paulus yang baru saja kita baca menunjukkan kesadarannya yang sangat kuat akan anugerah Tuhan dalam hidupnya. Ia adalah orang yang menyetujui perajaman martir pertama, Stefanus. Lalu, ia mengancam dan menangkapi para pengikut Kristus (lihat Kisah Para Rasul 8:1; 9:1- 2). Ia penghujat dan penganiaya, seorang yang ganas (ayat 13). Namun, Tuhan berkenan menampakkan diri kepadanya, mengubah hidupnya, dan memercayakan pelayanan pemberitaan Injil kepadanya. Paulus tidak sedang membanggakan masa lalunya yang penuh dosa. Ia tengah dipenuhi rasa syukur yang lahir dari limpahnya anugerah Tuhan (ayat 14). Orang boleh memandangnya sebagai seorang rasul besar, pengkhotbah hebat, tetapi ia sadar betul ia hanyalah seorang pendosa besar yang mendapat kasih karunia Tuhan (15-16).

Kita perlu terus mengingatkan diri bahwa kesempatan melayani Tuhan adalah kasih karunia, bukan sesuatu yang bisa kita lakukan karena kita lebih baik atau lebih mampu dari orang lain. Kita bahkan tidak bisa menyebut pelayanan sebagai balas budi atas anugerah-Nya, sebab kemurahan Tuhan tidak dapat kita tukar atau ganti dengan ragam kebaikan kita. Biarlah anugerah Tuhan sekali lagi melahirkan syukur di hati kita, dan menggerakkan kita untuk melayani-Nya. --ULS
KEMBALIKAN SYUKUR DI HATI

DENGAN MENGINGAT KASIH KARUNIA TUHAN.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/08/31/

Sumber : www.sabda.org
BANGdZAT - 01/09/2012 06:19 PM
#5406

Quote:
Original Posted By cobainmain
yappp.. betul seperti kata agan di atas. klo israel, sodom dan gomora, dan dll tuh mereka di tampar karena mereka berpaling dari Tuhan, jelas itu salah mereka.

klo kisah Ayub, itu cobaan dari Tuhan, apakah Ayub tetap akan setia setelah dijatuhkan atau enggak.

kalo saia baca2x ayat2xnya,lebih kearah pembuktian pengetahuan Tuhan akan iman umatNya si ayub,melawan setan yang memfitnah ayub.D
BANGdZAT - 01/09/2012 06:20 PM
#5407

Quote:
Original Posted By Liauw.Sun.How
Dalam cerita Yesus di elu-elukan di Yerusalem (Menurut injil Matius 21:2-7), ada gambaran yang cukup aneh dan agak sedikit menggelitik.Yesus menaiki dua keledai secara bersamaan. Ya, secara bersamaan dalam sekali naik. Artinya, jika kita buat gambarannya lebih detail; jadi ada dua ekor keledai yang di dempetkan, mungkin diikat secara
bersamaan kemudian dialaskan kain (pakaian dari murid-murid Yesus) diatasnya, lalu Yesus duduk disitu, diatas dua keledai sekaligus. Pastinya Yesus akan kerepotan kalau salah satu keledai itu ngeyel, tiba2 berhenti dan tidak mau jalan.

Kita mungkin tidak akan menemukan, ataupun memperhatikan kisah tentang Yesus menaiki dua keledai dalam Alkitab kita yang terdapat dalam Matius 21:2-7, dikarenakan transiliasi Alkitab bahasa indonesia (ITB) dari LAI sepertinya tidak menterjemahkannya secara detail dari sumber yang mereka gunakan. Jika kita bandingkan dengan transiliasi dari bahasa Inggris, kita akan menemukan gambarana detailnya.

Berikut transiliasi dari versi bahasa inggris, yang umum kita kenal Yaitu King James Version:

Matthew 21:2-7 Saying unto them, Go into the village over against you, and straightway ye shall find an ass tied, and a colt with her: loose them, and bring them unto me. 3 And if any man say ought unto you, ye shall say, The Lord hath need of them; and straightway he will send them. 4 All this was done, that it might be fulfilled which was spoken by the prophet, saying, 5 Tell ye the daughter of Sion, Behold, thy King cometh unto thee, meek, and sitting upon an ass, and a colt the foal of an ass. 6 And the disciples went, and did as Jesus commanded them, 7 And brought the ass, and the colt, and put on them their clothes, and they set him thereon.

Jelas dari transiliasi KJV disitu terdapat dua ekor binatang yaitu: "ash and the colt" (keduanya adalah binatang sejenis keledai). Nah pertanyaannya adalah, apakah gambaran yang janggal seperti ini benar-benar terjadi? Bagaimana bisa hanya penulis injil Matius yang menuliskan gambaran seperti ini, karena kitab Injil yang lain -- Markus, Lukas dan Yohanes -- yang juga menceritakan kisah yang serupa, tidak menuliskan gambaran yang konyol dimana Yesus menaiki di atas dua keledai?

Ternyata, kita dapati disana bahwa penulis Injil Matius mengutip dari Zakharia 9:9 untuk menunjukan bahwa peristiwa Yesus menaiki dua keledai itu adalah sesuatu yang sudah dinubuatkan terlebih dahulu oleh nabi Zakaharia. Kita bisa pastikan kutipan yang digunakan oleh penulis Injil Matius adalah dari kitab Septuaginta, yang mana menerjemahkan ke dalam bahasa Yunani apa yang sebelumnya ditulis dalam bahasa Ibrani. Penulis Injil Matius yang menggunakan salinan Yunani Septuaginta, tidak menyadari bahwa ada terjadi kesalah pengertian yang dilakukan oleh para penerjemah Septuaginta ketika menerjemahkan nubuatan Zakharia ini ke dalam bahasa Yunani.

Zakharia 9:9 sesungguhnya merupakan bentuk puisi paralel yang umum dalam bahasa Ibrani. Jika kita susun akan terlihat seperti ini:

*Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion,
*bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem!

*Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya.
*Ia lemah lembut

*dan mengendarai seekor keledai,
*seekor keledai beban yang muda.

Dan paralelnya akan terlihat seperti ini:

*Putri Sion >= Puteri Yeruslam

*ia adil dan Jaya >= ia lemah lembut

*Seeokor keledai >= seekor keledai beban yang muda

Jelas, dalam paralel itu kita bisa pastikan bahwa tidak ada dua keledai disana, tapi hanya satu. Jadi ketika para penulis Septuaginta menerjemahkan frase ibrani " לָ֔ךְ עַל־חֲמ֔וֹר וְעַל־עַ֖יִר בֶּן־אֲתֹנֽוֹת " ke dalam bahasa Yunani "καὶ ἐπιβεβηκὼς ἐπὶ ὑποζύγιον καὶ πῶλον νέον", para pernerjemah itu tidak memperhatikan bahwa frase tersebut merupakan bentuk puisi paralel, sehingga dalam ketidakmengertian itu mereka memberikan terjemahan, yang di kemudian hari, ketika penulis Injil Matius menggunakan terjemahan ini, ia membaca bahwa ada dua keledai dalam nubuatan Zakharia 9:9 versi Septuaginta yang ia gunakan. Kemudian untuk memenuhi "tuntutan" nubuatan maka, penulis injil
Matius ini, menciptakan suatu kisah detail yang lucu dimana Yesus harus mengendarai dua ekor keledai karena demikianlah perkataan nubuatan dari Zakharia yang ia baca saat itu.

Sepertinya yang luci disini adalah bukan gambaran Yesus naik dua keledai sekaligus, tapi bagaimana penulis Injil Matius mengkreasikan suatu gambaran yang janggal, karena ia mencoba untuk meyakinkan para pembacanya bahwa gambaran tersebut sesungguhnya sudah dinubuatkan sebelumnya oleh nabi Zakharia, padahal ia
tidak menyadari bahwa kutipan dari versi kitab Septuaginta, yang ia gunakan, para penerjemahnya, pada waktu itu tidak cermat untuk melihat bentuk paralel puisi Ibrani dalam kitab Zakharia, sehingga salah dalam memberikan terjemahan, maka munculah kisah Yesus yang naik dua keledai sekaligus.

saia baca2x gan,mereka mengalasi 2 keledai,manakah ayat2x bahwa Yesus menaiki sekaligus 2 keledai?bingung
rismaastri - 02/09/2012 04:30 PM
#5408

Dengan Kekuatan Kristus, Kita harus merobeknya !


Pada saat penyaliban dan kematian Yesus, terjadi banyak peristiwa ajaib.
Salah satunya adalah peristiwa tabir Bait Suci yang terbelah dua.
Seorang ahli Alkitab dari Perancis, Pierre Benoit,
menjelaskan beberapa data mengenai tabir Bait Suci berikut ini.

Pertama, tabir Bait Suci terbuat dari bahan yang lebih berat dan lebih kuat dibandingkan kain tenda suku-suku di padang gurun.
Jadi, sudah pasti kuat sekali.
Saya pernah ke tempat penjualan koper di daerah Blok M.
Disana dipamerkan koper yang memakai bahan kain amat kuat.
Kemudian, ada selembar kain lain yang diikatkan pada koper itu: "Kalau anda bisa merobek kain ini, koper ini milik anda."
Saya dan teman saya lalu mencoba sekuat tenaga, tetapi sia-sia.
Tabir bait suci mungkin sama kuatnya atau bahkan lebih kuat dari itu.
Jadi, kalau dikatakan tabir itu terbelah, tentu kita bisa menduga bahwa bukan manusia yang melakukannya.

Kedua, Bait Suci memiliki dua tabir.
Tabir yang pertama untuk menjadi pembatas antara halaman depan dan ruangan dalam. Orang yang boleh masuk ke ruangan dalam hanya orang Israel, karena itu ruangan kudus, sedangkan bangsa-bangsa lain diperbolehkan sampai di halaman depan saja
Tabir kedua adalah pemisah antara ruangan kudus dan mahakudus.
Ruangan mahakudus merupakan takhta TUHAN.
Tidak seorang pun boleh masuk ke dalamnya, kecuali Imam Besar.

Ketiga, fungsi tabir ini adalah untuk menghalangi, memisahkan, dan membagi. Tabir pertama menghalangi orang non-Israel untuk beribadah, sedangkan tabir kedua menghalangi orang Israel untuk masuk ke hadirat TUHAN.
Kedua tabir ini juga memisah-misahkan manusia: ada bagian untuk orang Israel dan non-Israel; ada pula untuk Imam Besar dan orang awam.

Akhirnya, tabir itu membagi-bagi dan mengotak-otakkan manusia.
Sebagian dianggap layak, sedangkan yang lain tidak layak; yang ini boleh dan itu tidak boleh;
ini bangsa terpilih, dan itu kafir.

Tabir Bait Suci terbelah dua dari atas ke bawah.
Bukan robek, melainkan terbelah.
Dengan kata lain, semuanya sudah terbuka.
Kematian Yesus membuka penghalang dan pemisah antara TUHAN dan manusia.
Tidak ada lagi ruangan mahakudus dan ruangan kudus.
TUHAN tidak lagi disimpan dalam ruangan mahakudus.

Kematian Yesus menjadi tanda bahwa TUHAN berkenan untuk keluar dari ruangan mahakudus
dan menjumpai manusia yang berdosa. Itulah makna sejati dari keselamatan.

Namun, bukan hanya itu. Tabir Bait Suci yang kedua juga terobek.
Sehingga tidak ada lagi pemisahan dan diskriminasi antara bangsa pilihan dan bangsa kafir.
Semua orang punya hak yang sama dan dipersatukan.
Itu sebabnya, di Markus 15:39, orang pertama yang mengakui Kristus sebagai Sang Anak Tunggal pada saat
penyaliban justru kepala pasukan, seorang Non-Israel.

Seorang Theolog bernama Jurgen Moltmann pernah berkata bahwa
kematian Yesus bukanlah the death of God, melainkan the death in God (Kematian di dalam diri TUHAN).
TUHAN memasukkan kematian ke dalam diri-Nya, melalui kematian Yesus,
justru untuk mengalahkan dan mengubah kematian menjadi kehidupan.
Cara itu membawa kehidupan tidak lagi hanya bisa disimpan dalam ruangan mahakudus.
Kematian Yesus membuka keselamatan dan kehidupan bagi manusia.
Dengan sangat indah, penulis Ibrani menuturkannya,

Quote:
Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam temat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah TUHAN


Kalau begitu, tugas kita yang sudah menerima kematian dan kebangkitan Kristus adalah percaya bahwa sudah tidak boleh ada lagi tabir-tabir pemisah di dalam dan sekitar kehidupan kita, dengan kekuatan Kristus, kita harus merobeknya.

Mari kita renungkan, apa saja tabir-tabir yang masih ada dalam kehidupan kita?
Tabir apa yang masih memisahkan manusia yang satu dengan manusia lain,
mengutamakan yang satu dan meremehkan yang lain,
menyanjung yang satu dan menekan yang lain?
Dengan kekuatan Kristus, kita harus merobek semua tabir itu.
x3me - 03/09/2012 01:44 AM
#5409

Syalom..

Saya mau nanya tentang doa, pertanyaannya mungkin udah sering kita denger ya..
apakah doa yang diulang2 itu baik ?
Maksudnya kata2 didalam doa selalu sama alias copy paste dari doa2 sebelumnya..
Mohon jawabannya ya :-)
God bless..
BANGdZAT - 03/09/2012 01:54 AM
#5410

Quote:
Original Posted By x3me
Syalom..

Saya mau nanya tentang doa, pertanyaannya mungkin udah sering kita denger ya..
apakah doa yang diulang2 itu baik ?
Maksudnya kata2 didalam doa selalu sama alias copy paste dari doa2 sebelumnya..
Mohon jawabannya ya :-)
God bless..

pakai perumpamaan dari Yesus.

18:1-8 = Perumpamaan tentang hakim yang tak benar
(Mat 24:23-28,36-41)

(1) Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
(2) Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
(3) Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
(4) Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
(5) namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."
(6) Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
(7) Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
(8) Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

doa diulang2x ituh baik,bila disertai iman.shakehand
DCenthut - 03/09/2012 03:45 AM
#5411

ijin subscribe ya kakak2 semua (maklum masi muda)

mo ngasi kesaksian ah..saya udah 10 harian ini mencoba melawan kedangingan saya sendiri+roh2 yang mencoba menguasai saya... saya terus berdoa Tuhan Yesus pasti aka terus menolong saya menahan nafsu membuka konten2 porno yang suka beredar bebas(ngak bebas juga sie) di dunia maya...
saya cuma mo bagi2 info soal BUKU yang sangat bagus judulnya sang putera dan sang bulan, maaf klo ketinggalan dr tahun 1999 sie tuh buku...
smoga terberkarti.. klo mo link donlotannya PM saya aja...
GBU
DCenthut - 03/09/2012 04:00 AM
#5412

[HTML]http://www.google.com.kw/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CB4QFjAA&url=http%3A%2F% 2Fbuktidansaksi.com%2Ffiles%2FResources%2Fbooks_free_download%2FSang%2520Putera%2520dan%2520Sang%2520 Bulan.pdf&ei=_LlDUIbwPIPsrAf-jYGQCA&usg=AFQjCNFtdJJesRmmVLeBURWfE6NzcJtOpQ&sig2=0CiGnCSts-219_FTPjNjW g[/HTML]
SANG PUTERA DAN SANG BULAN
Bukunya ane baca cuma 2 malem selesai... seru banget ngebahas asal mula manusia juga trus ngebahas alquran dan Nabi Muhammad... pokoknya sangat memberkati deh buku ini... mungkin juga orang2 tipical agnostic dan atheis akan bisa tercerahkan lwt buku ini... JLU
misstumbler - 03/09/2012 11:41 AM
#5413

MENGARAHKAN HATI

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : Filipi 3:10-14
-----------------------------------------------
3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

3:11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
-----------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yehezkiel 25-27
Nats : Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. (Filipi 3:12)

Kita sering mendengar pepatah yang mengatakan "Tak kenal maka tak sayang". Pepatah ini tak pernah lekang oleh zaman dan masih tetap relevan. Pengenalan antara dua pribadi akan bertumbuh hanya jika keduanya berkomitmen untuk menjalin relasi lebih dalam lagi.

Komitmen Paulus yang besar untuk mengenal Allah terlihat jelas dalam bacaan kita hari ini. Bukan sekadar pengenalan yang dangkal, tetapi persekutuan yang sedemikian erat hingga memungkinkan Paulus untuk dapat hidup makin serupa Kristus. Paulus telah berjumpa dengan Kristus secara pribadi, bahkan merintis banyak jemaat. Walau demikian, Paulus sadar bahwa ia masih perlu terus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. Dan, dengan intensional ia mengarahkan diri untuk itu. Komitmennya digambarkan dengan kata-kata seperti: mengejar (ayat 12) dan berlari-lari (ayat 14). Sesuatu yang aktif dan bersemangat, yang terus maju secara bertahap, yang mengarah pada satu tujuan yang jelas. Paulus menyadari ia belum sempurna dalam pemahamannya, namun ia terus mengarahkan hidupnya untuk mengenal dan menyelaraskan diri dengan Allah (ayat 13) hingga memperoleh upah yang telah disediakan Allah untuknya (ayat 14).

Seberapa besarkah komitmen kita untuk mengenal Allah? Apakah kita mengejar, berlari-lari ke arah-Nya, atau kita tengah kehilangan gairah untuk mendekat pada-Nya? Mari mengarahkan hati untuk makin mengenal Allah. Ketika kita memelihara komitmen ini, maka hati kita akan terus diselaraskan dengan hati Kristus. Keinginan dan kebiasaan lama yang berpusat pada diri sendiri digantikan oleh respons yang baru untuk memuliakan Allah. --LCM
KASIH DAN PELAYANAN KEPADA ALLAH

BERMULA DARI HATI YANG DIARAHKAN UNTUK MENGENAL-NYA.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/09/03/

Sumber : www.sabda.org
aloisasuyoso - 03/09/2012 01:29 PM
#5414

semoga diberkati para pekerja di ladang Tuhan yg tidak mengenal jemu dan lelah .Amin.
E!K - 03/09/2012 06:21 PM
#5415

Quote:
Original Posted By aloisasuyoso
semoga diberkati para pekerja di ladang Tuhan yg tidak mengenal jemu dan lelah .Amin.

semoga juga mereka senantiasa dilindungi karena ga sedikit pihak yang menghadang pelayanan mereka terhadap sesama, terutama di tempat2 yang blom mengenal Yesus \)
rismaastri - 04/09/2012 09:11 AM
#5416

"Mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat"
Lukas 23:24

Umurnya setengah baya. Kurus, hampir-hampir lemah.
Kepalanya mulai botak dan memakai kaca mata.
Hobinya elektronika. Ia patuh kepada hukum dan orangnya takut-takut.
Bukan gambaran yang baik bagi seorang vigilante.
Dan tentu ia juga tidak cocok sebagai pemeran Robin Hood atau Lone Ranger.

Tetapi, itu tidak menjadi soal bagi khayalak ramai di masyarakat.
Ketika sang eksekutor menembak 4 orang yang akan merampok di kereta bawah tanah di pusat kota,
ia langsung mjd pahlawan.
Seorang aktris ternama mengirimkannya "Telegram cinta". Kaos-kaos "pembasmi kejahatan" bermunculan di jalan-jalan kota.
Sebuah kelompok rock menciptakan lagu untuk menghormatinya.
Orang-orang memberi dan mengumpulkan uang untuk pembelaannya.
Acara-acara radio yang membahas peristiwa aktual dilanda telepon para pendengar.
"Mereka tidak mau melepaskan kasus itu," kata salah satu pengasuh radio.

Tidak sulit mencari alasan mengapa hal itu terjadi.
Sang eksekutor ini mrp khayalan masyarakat yg mjd kenyataan.
Ia melakukan apa yg ingin dilakukan oleh setiap warga.
Ia melawan.
Ia "menendang" pengacau-pengacau tepat di tulang keringnya."

Dukungan yang terus mengalir menjadi bukti yang jelas.
Orang-orang marah. Mereka geram.
Ada semacam kegusaran yang membara yang sudah lama ditahan-tahan, yang membuat kita mengelu-elukan seseorang tanpa rasa takut (atau dengan rasa takut) mengatakan,
"Saya tidak bisa terima ini lagi!" lalu maju dengan senjata di kedua belah tangannya.

Kita sudah lelah. Lelah digertak, diusik, diintimidasi.
Kita sudah lelah dengan pembunuh beruntun, pemerkosam dan pembunuh-pembunuh bayaran.

Tapi apakah benar caranya seperti itu?
Marilah kita pikirkan sebentar mengenai kemarahan kita.

Apakah itu cara hidup yang baik?
Apakah pernah ada yang baik yang dihasilkan dari rasa benci?
Harapan apa yang tercipta karena kemarahan?
Adakah masalah pernah diselesaikan melalui dendam?

Tidak ada yang dapat mempersalahkan publik karena bertepuk tangan bagi orang yang melawan.
Tetapi, setelah pamornya hilang, realitas membuat kita bertanya:
Kebaikan apa yang telah tercapai? Apakah memang begitu caranya memberantas kejahatan?
Apakah kereta bawah tanah sekarang sudah aman? Jalan-jalan sudah bebas ketakutan? Tidak.
Menjadi hakim sendiri bukanlah jawabannya.

Lalu, apa yang harus diperbuat?
Kita tidak dapat menyangkal adanya kemarahan itu. Bagaimana mengekangnya?
Pilihan yang baik ada pada Lukas 23:34.
Disini Yesus berbicara kepada gerombolan orang yang membunuh-Nya. "Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."

Apakah anda pernah bertanya-tanya bagaimana Yesus bisa menahan diri dari pembalasan?
Pernah bertanya-tanya bagaimana Ia mengendalikan diri? Ini jawabannya. Bagian kedua dari ucapan-Nya berbunyi: "Sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Perhatikan baik-baik. Sepertinya Yesus melihat gerombolan yang haus darah ini bukan sebagai pembunuh tetapi sebagai korban. Seolah-olah Ia melihat pada wajah mereka bukan suatu kebencian tetapi kebingungan.
Seolah-olah Ia menganggap mereka bukan sebagai gerombolan yang militan, tetapi seperti yang diungkapkan-Nya, sebagai "domba tanpa seorang gembala."

"Mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Dan kalau dipikir-pikir, mereka memang tidak tahu,
Mereka sama sekali tidak ada bayangan tentang apa sebenarnya yang mereka perbuat.
Mereka hanya gerombolan yang dihasut, yang marah akan sesuatu yang mereka tidak bisa lihat, sehingga dilampiaskan saja kepada salah satu pihak, bukannya kepada orang lain, bahkan kepada Tuhan.
Tetapi mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

Dan untuk sebagian besar, kita pun tidak tahu.
Sekali pun kita enggan mengakuinya, kita masih saja seperti domba yang tak punya gembala.
Yang kita tahu hanyalah bahwa kita lahir dari suatu kekekalan dan kita amat dekat dengan kekekalan yang lain yang membuat kita takut.
Kita main kejar-kejaran dengan kenyataan-kenyataan yang tidak jelas dari kematian dan penderitaan.
Kita tidak dapat menjawab pertanyaan kita sendiri tentang kasih dan sakit hati.
Kita tidak dapat memecahkan teka-teki proses menjadi tua.
Kita tidak dapat menghindarkan diri kita dari peperangan.
Bahkan kita tidak dapat menyediakan makanan untuk diri sendiri.

Paulus berbicara atas nama umat manusia ketika ia mengaku, "sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu." (Rm 7:15)

Sekarang kita tahu itu tidak membenarkan apa pun.
Tidak membenarkan kita untuk menjadi pengemudi tabrak lari, penjaja seks, atau pengedar narkotika.
Tetapi itu dapat menerangkan mengapa orang-orang melakukan hal-hal menyedihkan seperti itu.

Maksudnya begini: Kemarahan yang tak terkendali tidak akan memperbaiki dunia kita, tetapi pengertian yang simpatik dapat mengubahnya.
Kalau kita sudah bisa melihat dunia ini serta diri kita sendiri sebagaiamana adanya, kita bisa membantu.
Sekali kita dapat mengerti diri kita sendiri, kita akan berangkat bukan dari sikap marah tetapi dengan menunjukkan rasa iba dan kepedulian.
Kita memandang dunia bukan dengan bersungut-sungut tetapi dengan tangan terbuka.
Kita sadar bahwa cahaya padam dan banyak orang terjatuh-jatuh dalam kegelapan.
Maka kita menyalakan lilin.

Seperti pernah dikatakan Michaelangelo, "Kita mengkritik dengan jalan berkreasi."
Daripada memberi perlawanan, kita memberi bantuan.
Kita pergi ke daerah-daerah kumuh.
Kita mengajar di sekolah-sekolah.
Kita membangun rumah sakit dan membantu anak yatim piatu. . . dan kita simpan senjata kita. (pistol, pedang, pentungan, dll)

"Mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."

Ada sesuatu tentang suatu pengertian akan bumi ini yang membuat kita mau menyelamatkannya, bahkan mati untuknya.
Kemarahan? Kemarahan tidak pernah bermanfaat untuk siapa pun.
Pengertian? Ya, hasilnya tak secepat senjata-senjata dari senapan para vigilante, tetapi setidaknya jauh lebih membangun. \)

rose:
DCenthut - 04/09/2012 10:43 AM
#5417

Quote:
Original Posted By rismaastri
[
"Mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."

Ada sesuatu tentang suatu pengertian akan bumi ini yang membuat kita mau menyelamatkannya, bahkan mati untuknya.
Kemarahan? Kemarahan tidak pernah bermanfaat untuk siapa pun.
Pengertian? Ya, hasilnya tak secepat senjata-senjata dari senapan para vigilante, tetapi setidaknya jauh lebih membangun. \)

rose:


aku potong aja ya sis...
dalem banget kena ma aku
lagi nga bisa tidur nieh bolak balik bantal
nga bisa merem juga
lagi ngadepin masalah... kesel karna dia
bos atasannya bos tapi
dia nga bisa ngurus masalah sepele
jadi aku yang malah jadi korban
kesel, marah, pengen nabokin
tp yang ada jadi dosa
huhh sabar ajalah..
toh Tuhan yang tau
mengampuni aja lah
thx anyway sis..
JLU
rismaastri - 04/09/2012 01:20 PM
#5418

Quote:
Original Posted By DCenthut
aku potong aja ya sis...
dalem banget kena ma aku
lagi nga bisa tidur nieh bolak balik bantal
nga bisa merem juga
lagi ngadepin masalah... kesel karna dia
bos atasannya bos tapi
dia nga bisa ngurus masalah sepele
jadi aku yang malah jadi korban
kesel, marah, pengen nabokin
tp yang ada jadi dosa
huhh sabar ajalah..
toh Tuhan yang tau
mengampuni aja lah
thx anyway sis..
JLU


hehe...
ga kepikiran sampe bisa juga buat masalah sehari-hari dengan hubungan ke bos ya, gan \)
tadinya ane cuma mau sedikit menyentil orang-orang di luar sana yang suka main hakim sendiri.
Macam salah satu Front di Indonesia ini, D yang bawa-bawa pentungan itu D
tapi ternyata bisa juga yah masuk ke masalah agan ayatnya \)
Puji Tuhan. Terima kasih, Tuhan Yesus ya gan \)
misstumbler - 04/09/2012 03:48 PM
#5419

MEMBERI=PERCAYA

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : Amsal 19:11-20
--------------------------------------------------------
19:11 Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.

19:12 Kemarahan raja adalah seperti raung singa muda, tetapi kebaikannya seperti embun yang turun ke atas rumput.

19:13 Anak bebal adalah bencana bagi ayahnya, dan pertengkaran seorang isteri adalah seperti tiris yang tidak henti-hentinya menitik.

19:14 Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.

19:15 Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar.

19:16 Siapa berpegang pada perintah, memelihara nyawanya, tetapi siapa menghina firman, akan mati.

19:17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

19:18 Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.

19:19 Orang yang sangat cepat marah akan kena denda, karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya.

19:20 Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.
--------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yehezkiel 28-30
Nats : Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu. (Amsal 19:17)

Tuhan kiranya membalas kebaikan Anda berlipat ganda, " kira-kira begitu kalimat yang mengikuti ungkapan terima kasih orang yang pernah saya bantu. Saya tidak ingat kapan Tuhan "membalas" kebaikan itu secara spesifik, namun salah satu ayat yang kita baca hari ini membuat saya terdorong merenungkan hal ini. Apakah ketika saya berbuat baik, Tuhan jadi "berutang" pada saya, dan harus membalas kebaikan saya?

Seorang pendeta mengingatkan saya bahwa salah satu pengajaran dasar kitab Amsal adalah: Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (Amsal 3:5). Bersukacita memberikan milik kita, entah uang, waktu, atau tenaga, kepada orang yang membutuhkan ialah tindakan yang menunjukkan bahwa kita memercayai Tuhan yang mencukupi kebutuhan kita, sekalipun yang kita miliki berkurang karenanya. Kita tidak khawatir; yakin bahwa Tuhan senang memelihara anak-anak-Nya. Di sisi lain, menaruh belas kasihan menunjukkan sikap tak bermegah atas kelemahan orang lain; tahu bahwa kita sama-sama harus memercayakan hidup kepada Sang Pencipta; kita tidak lebih baik dari mereka.

Jelas tidak ada bagian Alkitab lain yang mendukung jika motivasi kita berbuat baik hanyalah untuk menagih berkat lebih dari Tuhan. Itu artinya kita hendak mengatur Tuhan bagi kepentingan kita sendiri. Namun, saat berbuat baik kepada yang lemah kita lakukan sebagai tindakan iman, Tuhan akan menunjukkan bahwa Dia memang Tuhan yang layak dipercaya. Dia "membalas" tindakan iman itu karena Dia senang ketika kita, anak-anak-Nya, memercayakan hidup pada pemeliharaan-Nya yang sempurna. --LIT
TUHAN SENANG MENUNJUKKAN KEBAIKAN-NYA

KETIKA KITA SEPENUH HATI MEMERCAYAKAN HIDUP KEPADA-NYA.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/09/04/

Sumber : www.sabda.org
refkykontu - 05/09/2012 12:57 PM
#5420

Quote:
Original Posted By misstumbler
PENGHARGAAN

I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : Lukas 17:7-10
-------------------------------------------------
17:7 /"Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!*

17:8 /Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.*

17:9 /Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?*

17:10 /Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."*
-------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yehezkiel 16-17
Nats : Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan. (Lukas 17:10)

Cukup sering saya merasa gagal ketika menyelesaikan suatu tugas. Perasaan kecewa dan menyalahkan diri semakin kuat bila tugas yang saya kerjakan itu dilihat oleh banyak orang. Selidik punya selidik, perasaan gagal itu ternyata terkait dengan tanggapan orang lain. Ketika hasil kerja saya tampaknya kurang dihargai, saya merasa kecewa. Saya berharap pujian, tetapi justru kritiklah yang lebih banyak saya terima.

Keinginan mendapatkan penghargaan merupakan salah satu penghalang kita melayani Allah. Itu sebabnya Yesus mengingatkan murid-murid-Nya dengan mengutip tata krama seorang hamba terhadap tuannya sebagaimana kebiasaan pada zaman itu. Ketika melakukan tugas, kita bukanlah tuan yang berhak menerima pujian. Sebaliknya, kita adalah hamba. Bahkan, bukan hanya pujian yang tidak layak kita terima, sekadar ucapan terima kasih pun tidak boleh kita harapkan. Apakah dengan demikian Allah adalah Tuan yang kejam? Sama sekali tidak. Karena Yesus, Allah yang menjadi manusia itu memberikan teladan bagi kita. Yesus menggenapkan seluruh tugas yang dibebankan Allah, yaitu sampai mati di atas kayu salib dalam kehinaan tiada tara.

Apakah Anda merasa lesu melayani Tuhan? Anda bermaksud meninggalkan tugas pelayanan yang Tuhan percayakan? Atau Anda tidak ingin melayani karena merasa pelayanan itu tidak ada gunanya? Bila keinginan itu muncul, cobalah selidiki, apakah hal itu terkait oleh tiadanya penghargaan atau pujian yang Anda terima. Lalu, pandanglah Kristus yang telah meninggalkan teladan dengan hidup sebagai hamba, sekalipun Dia adalah Tuan kita. --HEM
BERSYUKURLAH KEPADA KRISTUS YANG TELAH MELAYANI KITA.

BANGKITKAN KEMBALI SEMANGAT PELAYANAN DENGAN MENELADANI-NYA.

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2012/08/30/

Sumber : www.sabda.org


Haloo Kawan
br baca nih renungan;
sy langsung intropeksi terkadang anak2 Tuhan dlm melayani sangat suka menerima pujian. Bahkan para hamba Tuhan pun sering menikmati pujian dan berkat dari jemaat.

Firman Tuhan mengingatkan kembalikan pujian itu dgn ungkapan syukur kepada Tuhan krn hanya Dia yg layak menerima pujian dan hormat.
Jika kita menerima hormat dr org lain jgn kita gila hormat dan gila pujian.

Kenapa 1/3 malaikat diturunkan dr sorga dan memberontak karena salah satu penghulunya ingin disembah dan dipuji sehingga tdk mau menyembah putra Allah yaitu Yesus Kristus yg ditentukan Allah utk menjadi penyelamat manusia dan harus disembah dan dipuji ol semuah mahkluk ciptaan.

Jika kita melakukan sesuatu baik itu pekerjaan, pelayanan, usaha. Lakukanlah itu untuk Tuhan bukan utk manusia.
Tuhan Memberkati.
Page 271 of 280 | ‹ First  < 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > I Love JESUS........... - Part 3