BUSINESS BOARD
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > [Tanya] Investasi di Golden Traders International ?
Total Views: 19860 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 5 of 7 |  < 1 2 3 4 5 6 7 > 

aktifkaskusker - 23/06/2012 04:14 AM
#81

JAKARTA. Tawaran investasi emas dengan imbal hasil tinggi kini mulai marak lagi. Bahkan, ada yang menawarkan imbal hasil tetap sebesar 60%.

Berdasarkan reportase KONTAN, perusahaan ini memperjualbelikan emas dengan balutan investasi yang menggiurkan. Di kawasan Pluit, Jakarta Utara, tawaran investasi ini datang dari PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS).

GTIS menawarkan investasi emas dengan imbal hasil yang beragam. Ada yang sebesar 30% per tahun dengan kontrak 12 bulan. Sedangkan untuk kontrak tiga bulan atau dengan enam bulan ada bonus tetap antara 1,5% hingga 2% per tahun.

Tak berbeda jauh dengan GTIS, ada juga tawaran investasi emas dari PT Trimas Mulia. Perusahaan yang berkantor gedung di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, ini menawarkan investasi emas yang hampir mirip dengan GTIS.
Sayang Manajer Pemasaran Trimas Mulia yang mengaku bernama Waski belum bisa memberikan klarifikasi. Dia beralasan hanya direktur utama yang bisa memberikan informasi resmi. Sayangnya, si direktur utamag sedang berada di luar negeri.

Lalu ada pula tawaran investasi PT Makira Nature. Lagi-lagi, ketika KONTAN menyambangi kantor Makira yang berada di Gedung Tamara, Jakarta Pusat, belum bersedia diwawancarai. "Nanti kami sampaikan ke direksi," kata petugas keamanan perusahaan tersebut.

Pengamat emas Leo Hadi Loe menduga praktik investasi dari perusahaan ini mengandung unsur money game terutama untuk skema titip. Sebab, nasabah hanya memegang invoice transaksi beli dan sama sekali tidak ada perlindungan.

Pengamat logam mulia dan penulis Think Dinar Endy J. Kurniawaran juga merasakan keanehan tawaran investasi itu. Endy sendiri mengaku pernah ditawarkan investasi tersebut. "Yang saya dengar dari mereka, dana investor tersebut diputar di bisnis komoditas fisik misalnya ekspor dan impor di Singapura," katanya.

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Sarjito mengatakan tawaran investasi GTIS masuk dalam radar pantauannya. "Kami sudah mengawasi sejak akhir tahun lalu," katanya. Dia mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap tawaran investasi berimbal hasil tinggi.
duyduyfxinsta - 23/06/2012 01:15 PM
#82

Quote:
Original Posted By aktifkaskusker
JAKARTA. Tawaran investasi emas dengan imbal hasil tinggi kini mulai marak lagi. Bahkan, ada yang menawarkan imbal hasil tetap sebesar 60%.

Berdasarkan reportase KONTAN, perusahaan ini memperjualbelikan emas dengan balutan investasi yang menggiurkan. Di kawasan Pluit, Jakarta Utara, tawaran investasi ini datang dari PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS).

GTIS menawarkan investasi emas dengan imbal hasil yang beragam. Ada yang sebesar 30% per tahun dengan kontrak 12 bulan. Sedangkan untuk kontrak tiga bulan atau dengan enam bulan ada bonus tetap antara 1,5% hingga 2% per tahun.

Tak berbeda jauh dengan GTIS, ada juga tawaran investasi emas dari PT Trimas Mulia. Perusahaan yang berkantor gedung di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, ini menawarkan investasi emas yang hampir mirip dengan GTIS.
Sayang Manajer Pemasaran Trimas Mulia yang mengaku bernama Waski belum bisa memberikan klarifikasi. Dia beralasan hanya direktur utama yang bisa memberikan informasi resmi. Sayangnya, si direktur utamag sedang berada di luar negeri.

Lalu ada pula tawaran investasi PT Makira Nature. Lagi-lagi, ketika KONTAN menyambangi kantor Makira yang berada di Gedung Tamara, Jakarta Pusat, belum bersedia diwawancarai. "Nanti kami sampaikan ke direksi," kata petugas keamanan perusahaan tersebut.

Pengamat emas Leo Hadi Loe menduga praktik investasi dari perusahaan ini mengandung unsur money game terutama untuk skema titip. Sebab, nasabah hanya memegang invoice transaksi beli dan sama sekali tidak ada perlindungan.

Pengamat logam mulia dan penulis Think Dinar Endy J. Kurniawaran juga merasakan keanehan tawaran investasi itu. Endy sendiri mengaku pernah ditawarkan investasi tersebut. "Yang saya dengar dari mereka, dana investor tersebut diputar di bisnis komoditas fisik misalnya ekspor dan impor di Singapura," katanya.

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Sarjito mengatakan tawaran investasi GTIS masuk dalam radar pantauannya. "Kami sudah mengawasi sejak akhir tahun lalu," katanya. Dia mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap tawaran investasi berimbal hasil tinggi.


kalo di wawancara gak mau
berarti ada bakso dibalik bakmi

thanks infornya gan
subaru84 - 24/06/2012 10:48 AM
#83

Quote:
Original Posted By aktifkaskusker
JAKARTA. Tawaran investasi emas dengan imbal hasil tinggi kini mulai marak lagi. Bahkan, ada yang menawarkan imbal hasil tetap sebesar 60%.

Berdasarkan reportase KONTAN, perusahaan ini memperjualbelikan emas dengan balutan investasi yang menggiurkan. Di kawasan Pluit, Jakarta Utara, tawaran investasi ini datang dari PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS).

GTIS menawarkan investasi emas dengan imbal hasil yang beragam. Ada yang sebesar 30% per tahun dengan kontrak 12 bulan. Sedangkan untuk kontrak tiga bulan atau dengan enam bulan ada bonus tetap antara 1,5% hingga 2% per tahun.

Tak berbeda jauh dengan GTIS, ada juga tawaran investasi emas dari PT Trimas Mulia. Perusahaan yang berkantor gedung di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, ini menawarkan investasi emas yang hampir mirip dengan GTIS.
Sayang Manajer Pemasaran Trimas Mulia yang mengaku bernama Waski belum bisa memberikan klarifikasi. Dia beralasan hanya direktur utama yang bisa memberikan informasi resmi. Sayangnya, si direktur utamag sedang berada di luar negeri.

Lalu ada pula tawaran investasi PT Makira Nature. Lagi-lagi, ketika KONTAN menyambangi kantor Makira yang berada di Gedung Tamara, Jakarta Pusat, belum bersedia diwawancarai. "Nanti kami sampaikan ke direksi," kata petugas keamanan perusahaan tersebut.

Pengamat emas Leo Hadi Loe menduga praktik investasi dari perusahaan ini mengandung unsur money game terutama untuk skema titip. Sebab, nasabah hanya memegang invoice transaksi beli dan sama sekali tidak ada perlindungan.

Pengamat logam mulia dan penulis Think Dinar Endy J. Kurniawaran juga merasakan keanehan tawaran investasi itu. Endy sendiri mengaku pernah ditawarkan investasi tersebut. "Yang saya dengar dari mereka, dana investor tersebut diputar di bisnis komoditas fisik misalnya ekspor dan impor di Singapura," katanya.

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Sarjito mengatakan tawaran investasi GTIS masuk dalam radar pantauannya. "Kami sudah mengawasi sejak akhir tahun lalu," katanya. Dia mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap tawaran investasi berimbal hasil tinggi.


wah, berita nya menarik juga.. dicurigai money game yah?? hahaha.. untung ane dah selesai kontrak beli LM disana. tapi, kalo ane baca2 di koran nya nih.. itu 2 perusahaan lain selain GTIs yg di sebut disana kok ga ngetop yah?? soale setau ane.. 2 perusahaan itu masih baru banget. Soalnya temen ane ada 1 tuh yg kerja di MAK**A itu, kantor nya emg di gedung TAMARA. tapi dia bilang itu perusahaan belom lama. yg gw tau sih, ada perusahaan yg lebih gede lagi setelah GTIs deh.. dulu gw pernah di tawarin itu L*M, ato G*I, sama RA**AN. 3 itu setau gw sih lumayan besar. tapi kenapa yg di cecar 1 yg gede, 2 yg cere2?? hehehe.. apakah L*M, ato G*I, sama RA*HAN itu ga termasuk Money Game??padahal konsepnya sama hehehe.. yah ini sih kira2 loh.. CMIIW Yb

dulu sih ane pernah join MLM and pernah ikut seminar APLI juga, setau ane sih dari seminar itu, kalo money game itu, bukan nya tekanin pada rekrutmen people yah?? mungkin ada barang. tapi biasa nya barang nya nilai nya ga bernilai banget.. alias cuma kedok, jadi kalo mau di jual lagi tuh barang yah ga laku. hahaha.. jadi kalo diseminar itu sih, kalo money game, bayar bonus, kalo kita rekrut orang. dan biasa nya, bonus nya fantastis. kayak dulu pernah ane ikutan, bayar cuma 10 juta minimal, dapet return 1% perhari, jadi sebulan 30%, kalo setahun jadi 360%. tapi uang di depositin minimal 2 tahunan. WAW!! manteb ane pikir.. akhirnya ikutan deh.. ternyata, baru ga sampe 1 bulan bonus uda macet2, ga lama udah mabur perusahaan nya... dan ternyata, tuh perusahaan ga ada kantor sama sekali di mana mana pun capedes

tapi kalo GTIs, ane liat sih skrg pesat banget. Bukan nya ada 13 cabang ya se indonesia?? itu sih uda kayak perusahaan nasional loh. dan kalo emg di beritakan Money Game, brarti ini perusahaan Money Game terkeren yg gw tau.. sampe niat bikin 13 cabang di indonesia.. ngakak

menurut ane sih, 2 sampe 5% perbulan masih wajar lah. Kalo kita bisnis, duit yg kita punya mungkin kita puter bisa dapet 20% sampe 50%% kali, kalo ga mah, ngapain bisnis, kalo cuma untung dibawah 10% perbulan. cuma kan ga semua orang bisa bisnis. jadi kalo ga mau repot, ya biasa nya kita cari perusahaan investasi. buat puterin duit kita. Jualan Baju aja, banyak yg bisa untung 50% D (kayak di mall2 itu.. hehehe...)

menurut ane sih, ini berita hanya mengenai persaingan bisnis aja. menurut ane sih yah!! soale kalo emg tuh koran mau independent, kenapa perusahaan ngetop lain nya yg sejenis kagak masuk yah??? CMIIW

lagian logika nya nih, jaman skrg apa sih yg ga bisa di duitin?? kalo agan2 nih, punya usaha, trus nih, ada yg dtg bawa berita, tanyain ke agan, ada berita ga baik nih, begini begitu begini begitu. Klo perusahaan agan lagi bagus2 nya, mau ga begituan masuk ke media?? kalo ane sih pasti bakal kasih uang tutup mulut D (harus nya hal ini uda sering terjadi lah yah di luaran?? no offense hehehe )

yah.. ini sih hanya pendapat saja. kalo ada yg salah mohon maap2 kate aja. mohon sesepuh2 memaaf kan jika ada yg tersinggung. hehehe.. YbYbYbYbYb
aktifkaskusker - 24/06/2012 04:00 PM
#84

Quote:
Original Posted By subaru84
wah, berita nya menarik juga.. dicurigai money game yah?? hahaha.. untung ane dah selesai kontrak beli LM disana. tapi, kalo ane baca2 di koran nya nih.. itu 2 perusahaan lain selain GTIs yg di sebut disana kok ga ngetop yah?? soale setau ane.. 2 perusahaan itu masih baru banget. Soalnya temen ane ada 1 tuh yg kerja di MAK**A itu, kantor nya emg di gedung TAMARA. tapi dia bilang itu perusahaan belom lama. yg gw tau sih, ada perusahaan yg lebih gede lagi setelah GTIs deh.. dulu gw pernah di tawarin itu L*M, ato G*I, sama RA**AN. 3 itu setau gw sih lumayan besar. tapi kenapa yg di cecar 1 yg gede, 2 yg cere2?? hehehe.. apakah L*M, ato G*I, sama RA*HAN itu ga termasuk Money Game??padahal konsepnya sama hehehe.. yah ini sih kira2 loh.. CMIIW Yb

dulu sih ane pernah join MLM and pernah ikut seminar APLI juga, setau ane sih dari seminar itu, kalo money game itu, bukan nya tekanin pada rekrutmen people yah?? mungkin ada barang. tapi biasa nya barang nya nilai nya ga bernilai banget.. alias cuma kedok, jadi kalo mau di jual lagi tuh barang yah ga laku. hahaha.. jadi kalo diseminar itu sih, kalo money game, bayar bonus, kalo kita rekrut orang. dan biasa nya, bonus nya fantastis. kayak dulu pernah ane ikutan, bayar cuma 10 juta minimal, dapet return 1% perhari, jadi sebulan 30%, kalo setahun jadi 360%. tapi uang di depositin minimal 2 tahunan. WAW!! manteb ane pikir.. akhirnya ikutan deh.. ternyata, baru ga sampe 1 bulan bonus uda macet2, ga lama udah mabur perusahaan nya... dan ternyata, tuh perusahaan ga ada kantor sama sekali di mana mana pun capedes

tapi kalo GTIs, ane liat sih skrg pesat banget. Bukan nya ada 13 cabang ya se indonesia?? itu sih uda kayak perusahaan nasional loh. dan kalo emg di beritakan Money Game, brarti ini perusahaan Money Game terkeren yg gw tau.. sampe niat bikin 13 cabang di indonesia.. ngakak

menurut ane sih, 2 sampe 5% perbulan masih wajar lah. Kalo kita bisnis, duit yg kita punya mungkin kita puter bisa dapet 20% sampe 50%% kali, kalo ga mah, ngapain bisnis, kalo cuma untung dibawah 10% perbulan. cuma kan ga semua orang bisa bisnis. jadi kalo ga mau repot, ya biasa nya kita cari perusahaan investasi. buat puterin duit kita. Jualan Baju aja, banyak yg bisa untung 50% D (kayak di mall2 itu.. hehehe...)

menurut ane sih, ini berita hanya mengenai persaingan bisnis aja. menurut ane sih yah!! soale kalo emg tuh koran mau independent, kenapa perusahaan ngetop lain nya yg sejenis kagak masuk yah??? CMIIW

lagian logika nya nih, jaman skrg apa sih yg ga bisa di duitin?? kalo agan2 nih, punya usaha, trus nih, ada yg dtg bawa berita, tanyain ke agan, ada berita ga baik nih, begini begitu begini begitu. Klo perusahaan agan lagi bagus2 nya, mau ga begituan masuk ke media?? kalo ane sih pasti bakal kasih uang tutup mulut D (harus nya hal ini uda sering terjadi lah yah di luaran?? no offense hehehe )

yah.. ini sih hanya pendapat saja. kalo ada yg salah mohon maap2 kate aja. mohon sesepuh2 memaaf kan jika ada yg tersinggung. hehehe.. YbYbYbYbYb


jujur ane liat GTIS paling bonafid dan meyakinkan dibanding yang lain, dibanding yang menawarkan skema semacam gituan, teman ane 1 grup masuk 10M lebih, bonusnya cair terussss, bahkan ada saudaranya yang memang ada usaha, usahanya kurang digubris malah hampir semua duitnya dimasukin ke gtis, bahkan nonfisik punya....

kantornya paling gede di pluit raya, itu sewanya mahal loh, konon 1,5M sampai 2M, mobilnya mewah2, orang yang jaga juga keren2, cowoknya chinese gagah, dan ceweknya educated dan cakep, dibawa keluar ga bakalan malu2in deh hehehhe, di jakarta tahu sendiri mau gaji orang macam gituan pasti ga mudah kan...... gajinyaasti mahal

bahakan ada foto orang terknealll hehheheh, hebattt

tapi yang skema gituan sudah dilarang
coba search bestino, gold label, dan genneva semuanya di malaysia
yang genneva bahkan ada foto mahatir ex om malay yang kasih testi
eh ujung2nya scam juga....
alinamasmulia - 25/06/2012 12:20 AM
#85
mirip dengan GOLDEN SHINE
GTI ini mirip Golden Shines (GS) lho.
Kalo di GS dapatnya 2,6% selama 6 bulan. Emas langsung diterima hari itu juga dan kalo BBG cepat.
Info bisa hubungi saya 087855852255:addfriends
alinamasmulia - 25/06/2012 12:39 AM
#86
GARANSI KEMBALI 100% : Golden shine 2,6% per bulan
GTI itu mirip GS lho gan , cuma di GS dapatnya 2,6% per bulan selama 6bulan.
Emasnya diterima hari itu juga dan kalo BBG T+1.
Untuk info detail hub saya 087855852255
subaru84 - 25/06/2012 12:50 AM
#87

Quote:
Original Posted By aktifkaskusker
jujur ane liat GTIS paling bonafid dan meyakinkan dibanding yang lain, dibanding yang menawarkan skema semacam gituan, teman ane 1 grup masuk 10M lebih, bonusnya cair terussss, bahkan ada saudaranya yang memang ada usaha, usahanya kurang digubris malah hampir semua duitnya dimasukin ke gtis, bahkan nonfisik punya....

kantornya paling gede di pluit raya, itu sewanya mahal loh, konon 1,5M sampai 2M, mobilnya mewah2, orang yang jaga juga keren2, cowoknya chinese gagah, dan ceweknya educated dan cakep, dibawa keluar ga bakalan malu2in deh hehehhe, di jakarta tahu sendiri mau gaji orang macam gituan pasti ga mudah kan...... gajinyaasti mahal

bahakan ada foto orang terknealll hehheheh, hebattt

tapi yang skema gituan sudah dilarang
coba search bestino, gold label, dan genneva semuanya di malaysia
yang genneva bahkan ada foto mahatir ex om malay yang kasih testi
eh ujung2nya scam juga....


oh gitu ya gan?? ane uda googling sih. tapi liat2 status nya di BNM, kayaknya bukan karna SCAM deh mereka di investigasi. tapi gara2 di curigai ada nya aktivitas moneh laundring. trus kalo genneva malaysia, kayaknya skrg masih jalan deh gan.. yg di singapore juga. uda 5 tahun ane liat nya di forum2. tapi kalo SCAM kenapa di singapore, ga di tutup yah?? mereka kan ketat banget tuh. ga kayak di indo.. hahaha
CMIIW
bayunyoboy - 25/06/2012 01:19 AM
#88

yah namanya juga berita, klo judulnya gak seru gak laku
udah lama tuh kontan mondar mandir k gti,hampir 1 thn dr berita kontan yg pertama, tapi gak bs membuktikanngakaks

Quote:
Original Posted By aktifkaskusker
JAKARTA. Tawaran investasi emas dengan imbal hasil tinggi kini mulai marak lagi. Bahkan, ada yang menawarkan imbal hasil tetap sebesar 60%.

Berdasarkan reportase KONTAN, perusahaan ini memperjualbelikan emas dengan balutan investasi yang menggiurkan. Di kawasan Pluit, Jakarta Utara, tawaran investasi ini datang dari PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS).

GTIS menawarkan investasi emas dengan imbal hasil yang beragam. Ada yang sebesar 30% per tahun dengan kontrak 12 bulan. Sedangkan untuk kontrak tiga bulan atau dengan enam bulan ada bonus tetap antara 1,5% hingga 2% per tahun.

Tak berbeda jauh dengan GTIS, ada juga tawaran investasi emas dari PT Trimas Mulia. Perusahaan yang berkantor gedung di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, ini menawarkan investasi emas yang hampir mirip dengan GTIS.
Sayang Manajer Pemasaran Trimas Mulia yang mengaku bernama Waski belum bisa memberikan klarifikasi. Dia beralasan hanya direktur utama yang bisa memberikan informasi resmi. Sayangnya, si direktur utamag sedang berada di luar negeri.

Lalu ada pula tawaran investasi PT Makira Nature. Lagi-lagi, ketika KONTAN menyambangi kantor Makira yang berada di Gedung Tamara, Jakarta Pusat, belum bersedia diwawancarai. "Nanti kami sampaikan ke direksi," kata petugas keamanan perusahaan tersebut.

Pengamat emas Leo Hadi Loe menduga praktik investasi dari perusahaan ini mengandung unsur money game terutama untuk skema titip. Sebab, nasabah hanya memegang invoice transaksi beli dan sama sekali tidak ada perlindungan.

Pengamat logam mulia dan penulis Think Dinar Endy J. Kurniawaran juga merasakan keanehan tawaran investasi itu. Endy sendiri mengaku pernah ditawarkan investasi tersebut. "Yang saya dengar dari mereka, dana investor tersebut diputar di bisnis komoditas fisik misalnya ekspor dan impor di Singapura," katanya.

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Sarjito mengatakan tawaran investasi GTIS masuk dalam radar pantauannya. "Kami sudah mengawasi sejak akhir tahun lalu," katanya. Dia mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap tawaran investasi berimbal hasil tinggi.


INVESTASI EMAS DENGAN SKEMA GTI
Emas dengan GTI? Mahal sudah pasti, untung masih tanda tanya
Oleh Ruisa Khoiriyah - Selasa, 16 Agustus 2011 | 12:34 WIB


Tawaran kontrak emas dari Golden Traders Indonesia (GTI) sudah membius minat banyak investor. Iming-iming return bulanan, jaminan buyback, dan harapan terus meroketnya harga emas, meluluhkan hati investor kendati mereka harus membeli emas lebih mahal. Benarkah investasi ini menguntungkan seperti yang dijanjikan?

JAKARTA. Seorang perempuan berpenampilan trendi, sebut saja namanya Dewi, terlihat serius mendengarkan paparan agen penjual kontrak emas GTI, di sebuah mal besar di Jakarta Selatan. Setelah hampir setengah jam berdiskusi, raut wajah wanita berusia 40-an tersebut terlihat mulai tertarik untuk membeli produk emas GTI. "Skema pembelian emas ini menarik dan risikonya terbilang rendah," ujar Dewi ke KONTAN, akhir pekan lalu.

Dalam skema yang ditawarkan, GTI menjanjikan return tetap sebesar 1,5% hingga 2,5% tergantung pada pilihan tenor kontrak yang dipilih investor. (lihat Harian KONTAN, 15 Agustus 2011). Namun, perlu digarisbawahi, GTI menjual emasnya hingga 30% lebih mahal daripada harga emas di pasar saat ini. Dengan kata lain, investor GTI sejatinya sudah menanggung rugi di depan karena membeli emas lebih mahal.

Jafrianto Wiza, Senior Associate GTI, menuturkan, harga emas GTI lebih mahal karena ada kompensasi pemberian return bulanan selama tenor kontrak, dan garansi buyback. Namun, benarkah return bulanan tersebut sepadan dengan kerugian yang sudah ditanggung investor?

Mari kita hitung. Untuk kontrak emas 100 gram bertenor enam bulan, investor yang membeli dengan skema GTI harus membayar Rp 62,1 juta. Sedangkan jika membeli emas ukuran sama di Logam Mulia Aneka Tambang, investor membayar Rp 48,82 juta atau lebih murah 27,2%. Ada selisih harga hingga Rp 13,27 juta.

Memang, GTI memberikan return selama enam bulan sebesar 2% dari harga beli atau senilai total Rp 7,45 juta. Namun, investor jelas sudah merugi sedikitnya Rp 5,82 juta. Nilai inilah sebenarnya yang dikantongi GTI sebagai keuntungan penjualan. Bahkan boleh dibilang, return tetap senilai Rp 7,45 juta yang diklaim GTI sebagai "keuntungan" membeli emas dengan skema ini, sejatinya berasal dari uang investor sendiri yang sudah membeli emas 27,2% lebih mahal.

GTI juga gencar menekankan keunggulan skema berupa buyback jika jatuh tempo kontrak. Namun, sejauh mana garansi ini bisa dipercaya? Jafrianto menegaskan, jaminan ini tertera invoice pembelian emas. "Kami akan buyback dengan harga beli di awal," kata dia.

Sayangnya, invoice yang diperlihatkan ke KONTAN, yang tertulis dalam bahasa Inggris, tidak memperlihatkan ada penegasan soal harga buyback ini. Justru ada penjelasan jika harga buyback masih bisa dinegosiasikan lagi. Artinya, harga buyback bisa lebih rendah dari harga beli awal.

Selain itu, taruh kata GTI memegang janji dengan membeli kembali emas investor sesuai harga beli, investor toh sudah terlanjur menanggung kerugian sebesar Rp 5,82 juta di depan. Garansi buyback juga otomatis hilang jika GTI mendadak default, ingkar janji, atau kabur. Jika demikian, lantas apa untungnya membeli emas dengan skema ini?

Ridwan, salah seorang investor GTI, mengaku mengetahui risiko-risiko ini. Namun, ia tetap membeli emas dengan skema ini hingga lima kilogram, bermodal keyakinan harga emas akan terus naik ke depan. "Selain itu, fisik emas juga saya pegang, jadi kalau ada apa-apa saya bisa menjualnya," kata dia.

Argumen ini pula yang dijual oleh GTI. "Melihat historis, harga emas selalu naik dari tahun ke tahun, tidak pernah turun. Itu bisa dicek," kata Jafrianto.

Namun, adakah yang bisa menjamin harga emas bisa terus naik? "Tidak ada seorang pun yang bisa menjamin itu, peluang penurunan harga juga selalu ada," tandas Leo Hadi Loe, pengamat pasar emas.

Harga beli emas GTI dibanderol 27%-30% di atas harga pasar. Jika mau untung, investor harus bisa memastikan harga emas bisa naik setinggi itu selama tenor masa kontrak. Tapi, apakah hal tersebut masuk akal?

Melihat historisnya, kenaikan harga emas batangan dalam enam bulan tidak pernah hingga 27%. Rata-rata kenaikan harga emas batangan hanya mencapai 15%-20% per tahun.

Lima tahun terakhir, harga emas berjangka memang naik rata-rata 23% per tahun. Kenaikan sebesar itu juga tidak lepas dari kondisi luar biasa yang menjadi pemicunya. Seperti terjadinya krisis tahun 2007-2008 dan gejolak ekonomi global karena kondisi Amerika Serikat dan Eropa, baru-baru ini. Dus, jika tidak ada kejadian yang luar biasa, kenaikan emas sejatinya moderat saja.

Lalu, bagaimana jika tiba-tiba harga emas anjlok? Investor GTI bisa runyam dua kali. Pertama, dia sudah menanggung rugi di muka karena membeli emas lebih mahal. Kedua, turunnya harga emas akan membuat hilang peluang investor menjual emas dengan harga lebih tinggi daripada harga jual GTI. Jika demikian, silakan renungkan kembali slogan GTI yang berbunyi, "Harga Turun Tetap Untung, Harga Naik Makin Untung".

Harga emas memang menyilaukan. Posisinya sebagai safe haven utama tak terbantahkan hingga kini. Namun, ada baiknya investor tak gegabah mencari peluang keuntungan dari naik daunnya logam mulia ini. "Wajib bagi kita mempelajari dengan kritis dan seksama untung rugi investasi emas sebelum memutuskan membeli," ujar Leo.

Jangan sampai, nafsu mereguk untung besar membuat kita gelap mata. Ujung-ujungnya malah buntung hanya karena kita tergoda janji manis penjual dan tak jeli mencermati tawaran investasi.
bayunyoboy - 25/06/2012 01:21 AM
#89

Quote:
Original Posted By aktifkaskusker
JAKARTA. Tawaran investasi emas dengan imbal hasil tinggi kini mulai marak lagi. Bahkan, ada yang menawarkan imbal hasil tetap sebesar 60%.

Berdasarkan reportase KONTAN, perusahaan ini memperjualbelikan emas dengan balutan investasi yang menggiurkan. Di kawasan Pluit, Jakarta Utara, tawaran investasi ini datang dari PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS).

GTIS menawarkan investasi emas dengan imbal hasil yang beragam. Ada yang sebesar 30% per tahun dengan kontrak 12 bulan. Sedangkan untuk kontrak tiga bulan atau dengan enam bulan ada bonus tetap antara 1,5% hingga 2% per tahun.

Tak berbeda jauh dengan GTIS, ada juga tawaran investasi emas dari PT Trimas Mulia. Perusahaan yang berkantor gedung di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, ini menawarkan investasi emas yang hampir mirip dengan GTIS.
Sayang Manajer Pemasaran Trimas Mulia yang mengaku bernama Waski belum bisa memberikan klarifikasi. Dia beralasan hanya direktur utama yang bisa memberikan informasi resmi. Sayangnya, si direktur utamag sedang berada di luar negeri.

Lalu ada pula tawaran investasi PT Makira Nature. Lagi-lagi, ketika KONTAN menyambangi kantor Makira yang berada di Gedung Tamara, Jakarta Pusat, belum bersedia diwawancarai. "Nanti kami sampaikan ke direksi," kata petugas keamanan perusahaan tersebut.

Pengamat emas Leo Hadi Loe menduga praktik investasi dari perusahaan ini mengandung unsur money game terutama untuk skema titip. Sebab, nasabah hanya memegang invoice transaksi beli dan sama sekali tidak ada perlindungan.

Pengamat logam mulia dan penulis Think Dinar Endy J. Kurniawaran juga merasakan keanehan tawaran investasi itu. Endy sendiri mengaku pernah ditawarkan investasi tersebut. "Yang saya dengar dari mereka, dana investor tersebut diputar di bisnis komoditas fisik misalnya ekspor dan impor di Singapura," katanya.

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Sarjito mengatakan tawaran investasi GTIS masuk dalam radar pantauannya. "Kami sudah mengawasi sejak akhir tahun lalu," katanya. Dia mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap tawaran investasi berimbal hasil tinggi.
aktifkaskusker - 25/06/2012 01:55 AM
#90

Quote:
Original Posted By subaru84
oh gitu ya gan?? ane uda googling sih. tapi liat2 status nya di BNM, kayaknya bukan karna SCAM deh mereka di investigasi. tapi gara2 di curigai ada nya aktivitas moneh laundring. trus kalo genneva malaysia, kayaknya skrg masih jalan deh gan.. yg di singapore juga. uda 5 tahun ane liat nya di forum2. tapi kalo SCAM kenapa di singapore, ga di tutup yah?? mereka kan ketat banget tuh. ga kayak di indo.. hahaha
CMIIW


yang bestino sudah ditangkap direksinya
yang invest orang keturunan india semua, sudah ga punya duit.... kena tipu lagi, salah satu direksi keturunan abri, pangkatnya kolonel......

kalo gold label sudah ditutup oleh pemerintah malaysia.....
genneva masih disidangkan, ga selesai2 sidangnya, tapi duitnya investor ga bisa ditarik.....

btw itu GTI sudah beberapa bertriliun loh, ane yakin... malah mungkin lebihhh
karena paling meyakinkan....
kalo 10 triliun, bunga nya yang harus dikasih investor aja, asumsi 3 persen, itu 300M, ..............blom lagi maintance worker, sewa gedung
coba pikir.... perusahaan mana yang sanggup untung segitu...?
300 M setara 32 juta dollar sebulan........
pt xl axiata aja ( kartu pro xl) aja hanya bisa untung 3 triliun setahun,
coba cek di google deh.... baru aja bagi dividen 900M setara 30 persen pendapatan bersih perusahaan ,
artinya keuntungan xl axiata kalah dengan GTI?
wowwww hebat sekali.........??????????
puji.darmawan - 25/06/2012 11:10 PM
#91

ijin nyimakkkk gaann
iloveindonesiasiloveindonesiasiloveindonesiasiloveindonesias
fosilnya.. - 09/07/2012 12:28 PM
#92

penasaran juga neh kbgt:
anak_gembelzz - 10/07/2012 12:41 AM
#93

prinsip dasar investasi

Hi risk Hi return
zoened - 10/07/2012 09:20 AM
#94

oh ini..

ada lapaknya tuh gan di kaskus, http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=4952741

gw liat sih rame tuh, testinya jg manteb..
d1abl026 - 10/07/2012 11:51 AM
#95

Ijin nyimak Gan....

sekalian Gan nambahin, ane sebagai Investor & sales di salah satu PT sejenis , tapi PT tsbt , melakukan transaksi y tanpa ada jeda 1 hri , jdi ibarat y hari itu juga transaksi Pencairan terjadi .


Dan harga yg di tawarkan pun dibawah 650rb per gram..dgn sistem invoice & PO dgn bahasa indonesia..

kalo tertarik Agan mungkin bisa berdiskusi dgn sya via PM..

Sya di Klp.Gading office y.
aktifkaskusker - 12/07/2012 12:10 AM
#96

Quote:
Original Posted By d1abl026
Ijin nyimak Gan....

sekalian Gan nambahin, ane sebagai Investor & sales di salah satu PT sejenis , tapi PT tsbt , melakukan transaksi y tanpa ada jeda 1 hri , jdi ibarat y hari itu juga transaksi Pencairan terjadi .


Dan harga yg di tawarkan pun dibawah 650rb per gram..dgn sistem invoice & PO dgn bahasa indonesia..

kalo tertarik Agan mungkin bisa berdiskusi dgn sya via PM..

Sya di Klp.Gading office y.


ga minat beli lm 30 persen diataa harga normal, dikaaih bunga pun ga minta
kalo mau jual lm di harga buyback antam, ane minat deh......
d1abl026 - 12/07/2012 09:31 AM
#97

Atas Ane...


ohh its oke Gan....


:addfriends
blasto86 - 13/07/2012 02:04 AM
#98

careful!!!

Hati-hati!!!
mr vicker - 17/07/2012 01:32 AM
#99

intinya kembali ke agan masing masing..
sebagai investor harusnya tau bisnis corenya gmana, lihat laporan keuangannya gmana, klo ga jelas mending ga usah deh..

Huhu - 17/07/2012 02:22 AM
#100

GTI harus menjelaskan bagaimana mereka memutarkan duitnya. kalo tidak bisa menjelaskan sudah pasti money game. skema ponzi selalu ada sampai kapanpun. jgn tergiur oleh iming2. hati-hati.
Page 5 of 7 |  < 1 2 3 4 5 6 7 > 
Home > CASCISCUS > BUSINESS BOARD > [Tanya] Investasi di Golden Traders International ?