DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab
Total Views: 286142 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 13 of 409 | ‹ First  < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 >  Last ›

ccck - 25/04/2011 11:30 AM
#241

Quote:
Original Posted By dark.age
gw ngeliat orang2 hindu meletakkan semacam sesaji di pintu rumahnya, di halaman rumahnya, dan tempat lainnya. bisa dijelaskan maksudnya ??

sepertinya artikel ini menarik;

Quote:
Arti Bhuta Yadnya atau Mecaru

Di dalam arti umum Bhuta Yadnya adalah berarti korban (sacrifice) yang ditujukan kepada Bhuta Kala. Kata Bhuta Kala berasal dari kata bhu yang artinya menjadi, ada atau wujud. Kata bhu di dalam bentuk pasif past participle menjadi bhuta yang artinya telah dijadikan, telah diadakan, atau telah ada. Ada pula kata menurut Radhkrisnan di dalam bukunya Indian Philosopy disebutkan bahwa kala itu berarti energi atau kekuatan. Sedangkan kata kala juga berarti wakti.

Dalam pengertian filosofi bhuta kala itu berarti kekuatan yang negatif. Sedangkan di dalam pengertian umum di masyarakat bhuta kala itu digambarkan berwujud menakutkan mempunyai taring, matanya besar dan sebagainya serta mengerikan. Disamping kata bhuta kala, kita mengenal juga pancaniahabhuta yang diartika lima unsur benda yang terdiri dan pertiwi (zat padat), apah (air/zat cair), teja (sinar/panas), wayu (udara /angin), dan akasa (semacam hampa udara).

Jadi kata bhuta ini berarti zat atau unsur sedangkan kala kekuatan, Di dalam lontar Purwabhumi Kemula dan Purwabhumi Tua disebutkan bahwa setelah Batara Siwa dan Betari Uma menciptakan segala isi dunia, maka Batara Siwa berubah wujud menjadi Bhatara Kala (maha kala). Bhatari Uma atau Bhatari Durga yang selalu dilukiskan sebagai lambang pradana yaitu lambang benda-benda duniawi dan Bhatara Kala, sebagai lambang dan energi atau kekuatan, maka kedua wujud beliau inilah yang menciptakan segenap Bhuta Kala. Kalau kita artikan secara arti kata maka Bhuta Kala itu adalah kekuatan dari lima unsur yaitu, tanah, air, angin, panas, akasa, atau segala benda yang sudah memiliki energi.

Kekuatan-kekuatan Bhuta Kala ini kalau kita konkretkan dengan kita lihat secara lahiriah sebagai gempa bumi, banjir, halilintar, angin topan, dan sebagainya. Di dalam pikiran nenek moyang kita semua kekuatan alam ini yang tidak atau belum sangup dikendalikan oleh manusia dibayangkan dan dipersonifikasikan dalam wujud yang menakutkan sebagai Bhuta Kala yang bertaring panjang. Bermata bulat dan menyala dan selalu mengganggu dan mau membunuh seisi dunia ini.

Kalau kita mengupas simbol-simbol yang digambarkan di dalam lontar Puwabhumi Kemulan yang menceritakan tentang penciptaan alam semesta ini Ida Sang Hyang Widhi maka akan jelas bahwa Ida Sang Hyang Widhi yang menciptakan dua hal yang pokok yaitu benda dan energi yang dilukiskan dalam bentuk Bhatari Uma (Durga) dan (Panca) Korsica dan Kelima (Panca) Korsica ini hanya Preanjala yang juga dikenal dengan nama Siwa atau Kala, merupakan sumbernya energi. Sebab itu Bhatara Siwa disebut juga Maha Kala yang berarti sumber energi dan Bhatari Durga adalah ibu alam semesta The Mother Goddess) sumber-sumber dan matahani. Dengan demikian maka lontar-lontar kita di Bali antara lain Purwa Bhumi Tattwa dan Purwa Bumi Kemulan dan Parwaka Bumi sebenarnya tidak menyimpang dan filsafat samkya dan wedanta tentang penciptaan dunia dengan segala isinya ini. Hanya saja, lontar-lontar kita selalu menggambarkan serta melukiskan kekuatan-kekuatan ini dalam wujud sebagai manusia atau mahluk.

Kekuatan-kekuatan yang baik diwujudkan di dalam bentuk sebagai Dewa yang serba bagus dan cantik sedangkan kekuatan buruk yang buruk dan merusak dilukiskan dalam bentuk bhutakala yang menakutkan dan mukanya buruk sifat-sifatnya yang selalu menimbulkan bencana. Bukankah kita merasakan alam kita tidak selalu memeberikan keuntungan ? karena disamping hasil bumi serta udara yang sehat kta dapat nikmati, juga berbentuk bencana sering pula kita alami, semua ini disebabkan karena kita tidak atau belum bisa mengendalikan kekuatan alam atau sepenuhnya. Air yang besar sebenarnya bisa banyak gunanya kalau kita bisa mengendalikan, demikian pula angin, tanah, dan matahari. Semuanya itu adalah : ciptaan Ida Sang Hyang Widhi. Mengapa manusia tidak bisa mengendalikan alam ini?

Hal ini disebabkan oleh karena keserakahan manusia itu sendiri, manusia ingin mengambil dan menikmati alam ini seenaknya saja dengan tidak memperhitungkan keharmonisan dan keseimbangan. Demikian tukang kayu membutuhkan kayu, maka hutan ditebang saja demikian rupa, mestinya dijaga hutan dan areal persawahan supaya harmonis dan seimbang, agar tidak menimbulkan banjir atau kekurangan air, malahan mereka merabasnya dengan serakah. Panas serta panasnya api harus dikendalikan secara harmonis agar dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya dengan tidak merusak lingkungan. Di dalam upacara agama kita mengenal kata caru, apakah artinya caru itu? Di dalam Sankrit-English dictionary oleh Sir Monier Williams kata caru itu diartikan enak, manis, sangat menarik.

Kalau kita mencoba menghayati sebenarnya di dalam kata enak, manis, menarik kini terkandung pengertian harmonis. Di dalam bahasa Bali dikenal dengan “pangus”, sesuatu yang indah yang ditimbulkan karena adanya keharmonisan dan keseimbangan.
Jadi kesimpulannya Bhuta Yadnya atau caru ini sebenarnya adalah pengorbanan manusia untuk menjaga keharmonisan alam semesta ini, karena alam kita inilah sebenarnya bhuta dan kekuatan-kekuatan alam inilah yang dilukiskan secara kontroversial, kekuatan alam yang baik digambarkan sebagai dewa-dewa, dimana kata dewa itu sebenarnya artinya sinar yang lain dan sinar dan sinar Ida Sang Hyang Widhi, sedangkan kekuatan alam yang merusak digambarkan sebagai bhuta kala walaupun anti sebenarnya adalah kekuatan alam yang belum tentu merusak tetapi selalu dihubungkan dengan dengan kekuatan-kekuatan yang merusak. Untuk itulah memiliki kewajiban untuk menjaga keharmonisan dan kekutan alam semesta ini agar selalu memberikan manfaat hidup. Tetapi mengapa umat Hindu di Bali mengendalikan alam semesta ini dengan upacara? Apakah dengan upacara sudah cukup bisa dikendalikan alam ini? Sebenarnya tidak demikian, kita selalu di dalam hidup kita berjuang menghadapi alam, dan sering kali kita lupa kadang-kadang kita tenlalu serakah mengambil isi alam ini sehingga menimbulkan polusi dan bencana. Sebab itulah maka perlu kembali untuk menjaga keseimbangan walaupun secara simbolik. Sebagai kias kiranya perlu kita berikan beberapa contoh perbandingan apa sebenarnya maksud dan tujuan dan upacara khususnya upacara” mecaru”. Dimana upacara keagamaan itu mengandung petunjuk-petunjuk yang dilukiskan secara simbolik sehingga perlu dikupas secara ilmiah agar kita dapat mengerti maksud dan tujuannya.
-sumber-
dark.age - 25/04/2011 11:43 AM
#242

Quote:
Original Posted By ccck
sepertinya artikel ini menarik;


gak ngerti gw gan malu:

yg simple aj jawaban & keterangannya malu:
ccck - 25/04/2011 11:54 AM
#243

Quote:
Original Posted By dark.age
gw ngeliat orang2 hindu meletakkan semacam sesaji di pintu rumahnya, di halaman rumahnya, dan tempat lainnya. bisa dijelaskan maksudnya ??

Quote:
Original Posted By dark.age
gak ngerti gw gan malu:

yg simple aj jawaban & keterangannya malu:

liat yang dibold gan, klo dalam Hindu sesaji itu namanya yadnya, nah klo yadnya itu ada berbagai macam, namun umumnya yang lebih sering sih Dewa Yadnya dan Bhuta Yadnya... \)
sedangkan saya liat pertanyaan juragan lebih pada Bhuta Yadnya, nah itu penjelasannya;
"Bhuta Yadnya atau caru ini sebenarnya adalah pengorbanan manusia untuk menjaga keharmonisan alam semesta ini, karena alam kita inilah sebenarnya bhuta dan kekuatan-kekuatan alam inilah yang dilukiskan secara kontroversial, kekuatan alam yang baik digambarkan sebagai dewa-dewa, dimana kata dewa itu sebenarnya artinya sinar yang lain dan sinar dan sinar Ida Sang Hyang Widhi, sedangkan kekuatan alam yang merusak digambarkan sebagai bhuta kala walaupun anti sebenarnya adalah kekuatan alam yang belum tentu merusak tetapi selalu dihubungkan dengan dengan kekuatan-kekuatan yang merusak."

jadi terlebih pada keseimbangan alam, namun memiliki pengertian juga (secara khusus) sebagai memberi 'makanan' ato berbagi kepada sodara yang tidak terlihat... \)
haluan - 25/04/2011 11:59 AM
#244

bro... cerita Rangda dan Barong
menurut artikel yg sy baca adalah pertarungan antara BAIK dan JAHAT, pertarungan itu akan tetap berlangsung sepanjang jaman.
dan adalah TABU untuk Manusia untuk menjudge siapa Pemenangnya..

benar demikian ga? bisa dijelaskan dasar filosofisnya/maknanya? \)
dark.age - 25/04/2011 12:11 PM
#245

Quote:
Original Posted By ccck
liat yang dibold gan, klo dalam Hindu sesaji itu namanya yadnya, nah klo yadnya itu ada berbagai macam, namun umumnya yang lebih sering sih Dewa Yadnya dan Bhuta Yadnya... \)
sedangkan saya liat pertanyaan juragan lebih pada Bhuta Yadnya, nah itu penjelasannya;
"Bhuta Yadnya atau caru ini sebenarnya adalah pengorbanan manusia untuk menjaga keharmonisan alam semesta ini, karena alam kita inilah sebenarnya bhuta dan kekuatan-kekuatan alam inilah yang dilukiskan secara kontroversial, kekuatan alam yang baik digambarkan sebagai dewa-dewa, dimana kata dewa itu sebenarnya artinya sinar yang lain dan sinar dan sinar Ida Sang Hyang Widhi, sedangkan kekuatan alam yang merusak digambarkan sebagai bhuta kala walaupun anti sebenarnya adalah kekuatan alam yang belum tentu merusak tetapi selalu dihubungkan dengan dengan kekuatan-kekuatan yang merusak."

jadi terlebih pada keseimbangan alam, namun memiliki pengertian juga (secara khusus) sebagai memberi 'makanan' ato berbagi kepada sodara yang tidak terlihat... \)


sipp shakehand

gw juga pernah ngeliat orang2 hindu pada ngumpul di salah satu rumah pada malam hari, trus pada ngucapin doa2 gitu. ngapain tuh gan ??
inoone - 25/04/2011 12:28 PM
#246

Quote:
Original Posted By haluan
bro... cerita Rangda dan Barong
menurut artikel yg sy baca adalah pertarungan antara BAIK dan JAHAT, pertarungan itu akan tetap berlangsung sepanjang jaman.
dan adalah TABU untuk Manusia untuk menjudge siapa Pemenangnya..

benar demikian ga? bisa dijelaskan dasar filosofisnya/maknanya? \)



Nama pertunjukannya Calonarang. (Ane anggap agan sdh cukup tau tentang bgmn jalannya peetunjukan calonarang, dan sejarahnya)
Betul sx, Baik dan Jahat itu adalah Rwa Bhinneda. seperti 2 sisi koin. keduanya akan selalu ada. Akan selalu bergantian yg menang dan kalah. Dlm kehidupan nyata, ane rasa tidak berlaku ungkapan "pada akhirnya kebenaranlah yg menang".

Kenapa? Simply because, there is no end. There's always another day another ocassion for the dispute.

(Itulah filosofi terdalam dr pertunjukan Calonarang, di mana tidak pernah ada tamat. pertunjukan selalu berakhir dg "rusuh", dan pertunjukan pun "dihentikan")
Shinharuka - 25/04/2011 12:47 PM
#247

Quote:
Original Posted By sadhanaputra

Dari sudut pandang panentheism, "creature".
Tapi dari sudut pandang monotheism, mereka melakukan fungsi dan peran seperti yang dilakukan "God" di monotheism.

Gw rasa semuanya kembali apa lo bisa menerima tuhan impersonal ("Brahman") sebagai "God".

gw nerima kok o
oh ya sadh,lo bisa tolong jelasin ttg panentheism?atau lo bisa kasi link?
gw blm ngerti soalnya D

sepertinya penjelasan antara ini :
Quote:
Original Posted By inoone

Krn itu manusia mulai "memodelkan" Brahman, utk membantu pemahaman manusia pd Brahman (krn itu kita mengenal filsafat Dvaita & Advaita-sekilas kelihatan slng bertolak belakang, pdhl tergantung sudut pandang kita). Jadilah dewa ini dewa itu, yg kl diliat, "manusia banget".

berbeda dengan ini:
Quote:
Original Posted By hwayan

jadi gini dewa itu merupakan penjelmaan Tuhan yg terkena unsur dualisme karena bersentuhan dengan hal2 duniawi saat mencipta,memelihara,dan melebur alam semesta sebagai hukum sebab akibat


manakah yang benar?
sadhanaputra - 25/04/2011 01:04 PM
#248

afro:hi:

Quote:
Original Posted By Shinharuka
gw nerima kok o
oh ya sadh,lo bisa tolong jelasin ttg panentheism?atau lo bisa kasi link?
gw blm ngerti soalnya D

Gw rasa googling lebih tepat jawabannya Peace:

A little warning, kayanya sulit buat 'ngerti' panentheism cuma dengan baca penjelasannya doang.. Cara paling manteb adalah pake perumpamaan, tapi itu pun bisa ditafsirkan [terlalu] literal dan malah bikin salah paham hammer:

Quote:

sepertinya penjelasan antara ini :

berbeda dengan ini:

manakah yang benar?

Benar menurut tingkat abstraksinya sendiri2 \)

Kalo anggapan "dewa2 itu adalah penjelmaan tuhan" itu lebih gampang lo terima dan membantu perjalanan lo, ya pakelah yang itu.

Kalo anggapan "dewa2 itu hanyalah permodelan Brahman" itu lebih gampang lo terima dan membantu perjalanan lo, ya pakelah yang itu.

Atman tetap Atman, Brahman tetap Brahman, apapun anggapan/kepercayaan lo tentang dewa2 beer:
hwayan - 25/04/2011 01:11 PM
#249

Quote:
Original Posted By Shinharuka
gw nerima kok o
oh ya sadh,lo bisa tolong jelasin ttg panentheism?atau lo bisa kasi link?
gw blm ngerti soalnya D


ini linknya gan moga2 bisa membantu D

[CODE]http://linggahindusblog.wordpress.com/tag/pantheisme/[/CODE]
hwayan - 25/04/2011 01:15 PM
#250

Quote:
Original Posted By sadhanaputra
Kalo anggapan "dewa2 itu adalah penjelmaan tuhan" itu lebih gampang lo terima dan membantu perjalanan lo, ya pakelah yang itu.

Kalo anggapan "dewa2 itu hanyalah permodelan Brahman" itu lebih gampang lo terima dan membantu perjalanan lo, ya pakelah yang itu.

Atman tetap Atman, Brahman tetap Brahman, apapun anggapan/kepercayaan lo tentang dewa2 beer:


benar sekali apa yg di sampaikan oleh bro sadha, tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya D

beer:
inoone - 25/04/2011 02:15 PM
#251

Quote:
Original Posted By Shinharuka


sepertinya penjelasan antara ini :

berbeda dengan ini:


manakah yang benar?


What do u think? \)
Shinharuka - 25/04/2011 02:26 PM
#252

Quote:
Original Posted By sadhanaputra
afro:hi:


Gw rasa googling lebih tepat jawabannya Peace:

A little warning, kayanya sulit buat 'ngerti' panentheism cuma dengan baca penjelasannya doang.. Cara paling manteb adalah pake perumpamaan, tapi itu pun bisa ditafsirkan [terlalu] literal dan malah bikin salah paham hammer:

panentheism dgn pantheism sama??rolleyes:
Quote:

Benar menurut tingkat abstraksinya sendiri2 \)

Kalo anggapan "dewa2 itu adalah penjelmaan tuhan" itu lebih gampang lo terima dan membantu perjalanan lo, ya pakelah yang itu.

Kalo anggapan "dewa2 itu hanyalah permodelan Brahman" itu lebih gampang lo terima dan membantu perjalanan lo, ya pakelah yang itu.

Atman tetap Atman, Brahman tetap Brahman, apapun anggapan/kepercayaan lo tentang dewa2 beer:

nice2 thumbup:
jadi sebenarnya Dewa2 itu hanya mempermudah jalan,
gw jadi inget di panca sradha gak ada point "Percaya kepada Dewa"

Quote:
Original Posted By hwayan
ini linknya gan moga2 bisa membantu D

[CODE]http://linggahindusblog.wordpress.com/tag/pantheisme/[/CODE]

shakehand
kalo pantheisme aku udah tau hammers
Almarhum13 - 25/04/2011 03:47 PM
#253

Quote:
Original Posted By AkuCintaAvril
Adakah yang bisa menjawab question ane yang di quote gak ???

soal ?Brahma, Wisnu, Siwa itu adalah 3 dewa utama yang disebut dengan Trimurti gan
pertanyaan kedua? agan menanyakan menyembah patung ?? apa agan ga ngerti konsep dari penggambaran ?? yang disembah bukan patunggnya gan.. tapi nilai dan esensi dari pewujudan patung itu.. jadi bukan patungnya yang utama


Quote:
Original Posted By dark.age
sipp shakehand

gw juga pernah ngeliat orang2 hindu pada ngumpul di salah satu rumah pada malam hari, trus pada ngucapin doa2 gitu. ngapain tuh gan ??

hemm.. pertanyaan agan agak aneh.
maksud dari kata "trus pada ngucapin doa2 gitu. ngapain tuh gan"

kalo misal orang2 Hindu berkumpul di suatu rumah malem hari (yang mungkin siang harinya mereka kerja ato melakukan aktifitas laen) terus melakukan doa bersama apa itu suatu yang mengherankan buat agan ??
Almarhum13 - 25/04/2011 03:52 PM
#254

Quote:
Original Posted By shank_le_roux
di dpn ada yg bilang kalo api ga panas ya... tp jgn langsung percaya... wkwkwk...

menurut pendapat ane bgini gan...

waktu gw dulu sekola.. gw diajarin kalo kita menyentuh benda dingin, katakanlah nyentuh es pake jari, es tersebut mentransfer energinya yg bersifat dingin ke jari kita, lalu jari kita jg mentransfer energi yg bersifat hangat ke es... jadi menurut gw.. kalo ga pake acara tansfer2an maka kita ga merasakan dingin.. D


maksudnya gbukan gitu gan.. bukan berarti bilang api ga panas
kalo dibaca jangan sepotong2 \)

dark.age - 25/04/2011 04:01 PM
#255

Quote:
Original Posted By Almarhum13

hemm.. pertanyaan agan agak aneh.
maksud dari kata "trus pada ngucapin doa2 gitu. ngapain tuh gan"

kalo misal orang2 Hindu berkumpul di suatu rumah malem hari (yang mungkin siang harinya mereka kerja ato melakukan aktifitas laen) terus melakukan doa bersama apa itu suatu yang mengherankan buat agan ??


bukannya heran, cuma pengen tau aj. kalau gw lg pulkam ke rumah mertua, biasanya gw ngelewatin perkampungan yg mayoritasnya orang2 hindu transmigran dari bali, dan gw kadang ngeliat mlm2 mereka ngumpul di salah satu rumah warga, mereka pake pakaian adat bali gitu.
Almarhum13 - 25/04/2011 04:14 PM
#256

Quote:
Original Posted By dark.age
bukannya heran, cuma pengen tau aj. kalau gw lg pulkam ke rumah mertua, biasanya gw ngelewatin perkampungan yg mayoritasnya orang2 hindu transmigran dari bali, dan gw kadang ngeliat mlm2 mereka ngumpul di salah satu rumah warga, mereka pake pakaian adat bali gitu.


[B]ya seperti yang ane bilang, kemungkinan mereka sembahyang bersama..
ato mungkin juga dikarenakan ga ada pure di wilayah sekitarnya mereka menjadikan satu rumah yang punya merajan (ato mungkin tepatnya . Sanggah Pamerajan Panti ) sebagai tempat ibadah bersama[/B]
hwayan - 25/04/2011 06:05 PM
#257

Quote:
Original Posted By Shinharuka
panentheism dgn pantheism sama??rolleyes:

shakehand
kalo pantheisme aku udah tau hammers


sory gan panentheism itu kayanya salah nulis deh soalnya ane jg br tw ada istilah panentheism. yang ane tau sih cm ada panteism D
dark.age - 25/04/2011 06:09 PM
#258

Quote:
Original Posted By Almarhum13
[B]ya seperti yang ane bilang, kemungkinan mereka sembahyang bersama..
ato mungkin juga dikarenakan ga ada pure di wilayah sekitarnya mereka menjadikan satu rumah yang punya merajan (ato mungkin tepatnya . Sanggah Pamerajan Panti ) sebagai tempat ibadah bersama[/B]


puranya ad gan

berarti sembahyang bersama ya

kalau sembahyang bersama ini dikhususkan unt event tertentu aj gak ?? atau pada malam2 tertentu aj ?? atau bebas, bisa sembahyang bersama kapan aj tanpa ad event tertentu dan tidak dikhususkan pada malam2 tertentu
sadhanaputra - 25/04/2011 07:03 PM
#259

afro:hi:

Quote:
Original Posted By Shinharuka
panentheism dgn pantheism sama??rolleyes:

Engga sama, tapi emang suka ketuker2 D

Briefly put, in pantheism, "God is the whole"; in panentheism, "The whole is in God."
http://en.wikipedia.org/wiki/Panentheism
Menurut pemahaman gw pribadi, kata "in" dalam "The whole is in God" tidak berarti "di dalam" secara spasial, tapi......... ah, sudahlah..... susah ngedeskripsiinnya Peace:

Quote:

nice2 thumbup:
jadi sebenarnya Dewa2 itu hanya mempermudah jalan,
gw jadi inget di panca sradha gak ada point "Percaya kepada Dewa"

Apa itu (panca) sradha? Kok kaya nama gua hammer:
Semacam rukun iman gitu ya? malu:
cum1l4ut - 25/04/2011 07:59 PM
#260

om swastiastu
maap ane neubi di sini nh
mohon bantuannya kalo ane salah
suksma ^^

ok gan ane mau jelasin secara singkat tentang


Quote:
Original Posted By sadhanaputra
Apa itu (panca) sradha? Kok kaya nama gua hammer:
Semacam rukun iman gitu ya? malu:


Ya kalo menurut ane semacam rukun iman gitu,
nah ini penjelasannya gan:


Panca Sradha berasal dari kata Panca dan Sradha. Panca artinya lima dan Sradha artinya kepercayaan. Jadi arti dari Panca Sradha adalah lima kepercayaan atau keyakinan yang dianut oleh agama Hindu.
1. Widhi tattwa/percaya dengan adanya Tuhan.

2. Atma tattwa/percaya dengan adanya atma(roh).

3. Karma Phala tattwa/percaya dengan adanya karma phala(hukum sebab akibat).

4. Punarbhawa tattwa/percaya dengan adanya reinkarnasi(kelahiran kembali secara berulang-ulang).

5. Moksa tattwa/percaya dengan adanya moksa(tujuan tertinggi umat hindu untuk mencapai suatu kebebasan/keterikatan dari hal2 keduniawian)

"CMIW" thx
Page 13 of 409 | ‹ First  < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab