DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab
Total Views: 286142 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 15 of 409 | ‹ First  < 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 >  Last ›

inoone - 26/04/2011 06:27 AM
#281

Quote:
Original Posted By sadhanaputra
afro:hi:


Harus diakui, manusia memang tidak semua sama (emang kloningan?), pasti ada perbedaan. Dan di mana ada perbedaan, tentunya kita harus membeda2kan.
Cowo ama cewe aja beda. Jadi pembedaan menurut gender JELAS ada.

Nah, menurut lo, membeda2kan manusia menurut apa (saja) kah kita seharusnya?

Dan apakah benar2 tanpa ada *ajaran* untuk membeda2kan "kasta", kehidupan manusia akan benar2 bebas dari pembeda2an "kasta"? Ataukah mungkin *ajaran* untuk membeda2kan kasta hanyalah formalisasi/pembakuan dari suatu fenomena yang secara natural juga terjadi dalam kehidupan manusia?
(Dengan kata lain, apakah ajaran Hindu lah yang menyebabkan manusia membeda2kan kasta, ataukah pembeda2an kasta oleh manusia yang butuh diformalisir sehingga dicantumkan dalam ajaran Hindu? Yang mana menurut lo?)


Wow!! perspektif yg bener2, hmm..bukan baru sih, let's say.. well said!
Mnurut gw, stratifikasi sosial berdasarkan keturunan itu manusiawi banget.
Jika anda mst memilih anak anda mau dinikahin dg anak bangsawan ato anak maling, mau pilih yg mana (keduanya sama2 baik)?itu pun sdh peng-kotakan berdasarkan "kasta"
cum1l4ut - 26/04/2011 06:35 AM
#282

maaf gan, ane mau nambahin dikit tentang pengaruh kasta di bali pd saat ini :

Ketika Komisaris Jenderal Polisi I Made Mangku Pastika mencalonkan diri sebagai Gubernur Bali, ada elite politik di Jakarta yang tak yakin dengan kemenangannya. Alasannya ternyata sangat aneh. Dia mengatakan, pemimpin di Bali harus dari orang yang berkasta tinggi. Kalau kastanya rendah tak akan bisa terpilih sebagai Gubernur Bali. Lantas dia menyebut nama gubernur-gubernur Bali sebelumnya, seperti Dewa Beratha, Ida Bagus Oka, Ida Bagus Mantra.
Pernyataan ini membuktikan bahwa masalah kasta di Bali masih membingungkan banyak orang dan masalah kasta masih dikait-kaitkan dengan berbagai macam pekerjaan. Namun pada kenyataan-nya Komisaris Jendral Polisi I Made Mangku Pastika dapat memenangkan pemilu tersebut dan menepis anggapan bahwa "hanya yang berkasta tinggi-lah yang dapat menjadi pemimpin".

Di Bali sendiri masalah kasta sudah tidak relevan lagi dibicarakan, dan boleh disebutkan sudah tidak lagi menjadi “kesalah-pahaman”. Mungkin hanya masih berlaku di pedesaan dan itu pun pada kalangan tua. Generasi muda Bali sudah lama meninggalkan kasta. Dengan demikian menjadi aneh terdengar justru di luar Bali orang masih membicarakan kasta dengan segala embel-embelnya seperti di masa lalu.
Kasta sebenarnya ada di mana-mana ketika peradaban belum begitu maju. Atau kelas-kelas sosial di masyarakat ini berusaha dilestarikan oleh golongan tertentu yang kebetulan “berkasta tinggi”. Dari sini muncul istilah-istilah yang sesungguhnya adalah versi lain dari kasta, seperti “berdarah biru”, “kaum bangsawan” dan sebagainya yang menandakan mereka tidak bisa dan tak mau disamakan dengan masyarakat biasa. Bagi mereka yang berada “di atas” entah dengan sebutan “darah biru” atau “bangsawan” umumnya mempunyai komplek pemukiman yang disebut keraton atau puri. Di masa sekarang ini, kraton atau puri tentu tak punya kuasa apa-apa, namun penghuninya berusaha untuk tetap melestarikannya. Ada pun penerimaan masyarakat berbeda-beda, ada yang mau menghormati ada yang bersikap biasa saja. Tergantung bagaimana cara manusia itu sendiri menyikapinya.



*CMIIW

thx iloveindonesia
Shinharuka - 26/04/2011 08:18 AM
#283
Imo
di Veda tidak ada yang namanya sistem kasta, yang ada Catur Varna
kasta merupakan penyimpangan Catur Varna
knp bisa menyimpang?
beda utama antara Catur Varna dan kasta adalah
tingkatan dalam Catur Varna tidak dipengaruhi oleh faktor keturunan
misalnya:
"semua orang" yang ingin mendalami dan mempelajari Veda dan memang memiliki kemampuan akan digolongkan dalam golongan brahmana.
dan jika seorang waisya memiliki keturunan,maka keturunan tersebut tidak terikat dalam catur varna dan dia memiliki kesempatan untuk berubah dan berkembang sesuai dengan apa yang dicita2kannya

beda dengan kasta
misalnya seorang sudra yang mempunyai keturunan,maka keturunan dari sudra tersebut akan menyandang gelar sebagai sudra dan hidupnya tidak akan berkembang, keinginan dan cita2nya pun jadi terhambat
misalnya:
seorang anak dari keluarga sudra yang tidak diperbolekan merasakan bangku sekolah karena berasal dari keluarga budak. padahal tidak menutup kemungkinan dia punya kecerdasan yang bisa melampaui kecerdasan anak2 ksatria

dan menurut gw bakal kacau dunia kalau tidak ada Catur Varna
bahkan penyimpangannya (kasta) juga bisa mengacaukan dunia
misalkan:
seorang anak ksatria yang memang tidak bisa atau tidak memiliki kemampuan ataupun takut untuk pemimpin bila dipaksakan untuk jadi pemimpin karena memang ayah atau ibunya merupakan (misalnya) bupati dan raja, bayangkan bagaimana kacaunya daerah yang dipimpinnya?
inoone - 26/04/2011 11:05 AM
#284

Quote:
Original Posted By cum1l4ut

________________cut to the case_________________
Di Bali sendiri masalah kasta sudah tidak relevan lagi dibicarakan, dan boleh disebutkan sudah tidak lagi menjadi “kesalah-pahaman”. Mungkin hanya masih berlaku di pedesaan dan itu pun pada kalangan tua. Generasi muda Bali sudah lama meninggalkan kasta. Dengan demikian menjadi aneh terdengar justru di luar Bali orang masih membicarakan kasta dengan segala embel-embelnya seperti di masa lalu.

thx iloveindonesia


Sepanjang yg saya lihat (terutama d daerah Bali selatan, no offense), generasi muda memang tidak terlalu peduli dg kasta. Namun perhatikan ketika mereka sudah dewasa, ketika telah berumah tangga, ketika telah memiliki keturunan.


orang nyerod (putri kasta tinggi kawin dg lelaki dr kasta yg lebih rendah) itu kadang masalahnya bukan pada ortu, tetapi pada keluarga besar. Ortunya yg malu pd keluarga besar.




*Seorang kawan (perempuan) dr st kasta tinggi pernah bercerita bhw ayahnya bicara seperti ini kepadanya, "Ajik adenan nyingak Gek ten nu drpd Gek nyerod"
literally: "Ayah lbh baik melihat kamu "tidak masih" drpd km nyerod.
"tidak masih" artinya mati
Almarhum13 - 26/04/2011 11:24 AM
#285

Quote:
Original Posted By samosir_jr
TS ane pengen tau tentang Hindu, ijin save dulu, nanti ane pasti baca2
makasih diijinkan \)

silahkan juragan \)
diijinkan dengan senang hati beer:

Quote:
Original Posted By sadhanaputra
afro:hi:


Harus diakui, manusia memang tidak semua sama (emang kloningan?), pasti ada perbedaan. Dan di mana ada perbedaan, tentunya kita harus membeda2kan.
Cowo ama cewe aja beda. Jadi pembedaan menurut gender JELAS ada.

Nah, menurut lo, membeda2kan manusia menurut apa (saja) kah kita seharusnya?

Dan apakah benar2 tanpa ada *ajaran* untuk membeda2kan "kasta", kehidupan manusia akan benar2 bebas dari pembeda2an "kasta"? Ataukah mungkin *ajaran* untuk membeda2kan kasta hanyalah formalisasi/pembakuan dari suatu fenomena yang secara natural juga terjadi dalam kehidupan manusia?
(Dengan kata lain, apakah ajaran Hindu lah yang menyebabkan manusia membeda2kan kasta, ataukah pembeda2an kasta oleh manusia yang butuh diformalisir sehingga dicantumkan dalam ajaran Hindu? Yang mana menurut lo?)

nah lo.. jadi yang menggunakan kasta itu sebenernya siapa kalo udah bawa masalah "gender" beer:
Almarhum13 - 26/04/2011 12:07 PM
#286

Quote:
Original Posted By inoone
Sepanjang yg saya lihat (terutama d daerah Bali selatan, no offense), generasi muda memang tidak terlalu peduli dg kasta. Namun perhatikan ketika mereka sudah dewasa, ketika telah berumah tangga, ketika telah memiliki keturunan.


orang nyerod (putri kasta tinggi kimpoi dg lelaki dr kasta yg lebih rendah) itu kadang masalahnya bukan pada ortu, tetapi pada keluarga besar. Ortunya yg malu pd keluarga besar.




*Seorang kawan (perempuan) dr st kasta tinggi pernah bercerita bhw ayahnya bicara seperti ini kepadanya, "Ajik adenan nyingak Gek ten nu drpd Gek nyerod"
literally: "Ayah lbh baik melihat kamu "tidak masih" drpd km nyerod.
"tidak masih" artinya mati

kayaknya cukup deh masalah kasta gan beer:
kita udah bahas ampe habis2an di post sebelomnya
masa nanti jadi dejavu lagi \)
inoone - 26/04/2011 12:41 PM
#287

Quote:
Original Posted By Almarhum13
kayaknya cukup deh masalah kasta gan beer:
kita udah bahas ampe habis2an di post sebelomnya
masa nanti jadi dejavu lagi \)


hehe.. Selama masih ada yg bisa dibahas, itu belum habis namanya gan. kl ada pertanyaan yg deja vu, kn tgl ditunjukin link ke post yg sesuai. tp post2 ane mana ada yg deja vu. kasta itu bisa dipandang dr berbagai sudut.
to tell the truth, kasta "cukup masuk akal" jika dipandang dr ilmu genetik.

suka atau tidak suka gan, kasta sdh menjadi "teman kita sehari2", kl memang itu salah, mari kita luruskan. Ini adalah bagian dr usaha saya utk meluruskan miskonsepsi tentang kasta. Wl mungkin skala-nya kecil, tp paling tidak, saya telah berbuat. Apa ada pembahasan saya yg salah? silahkan tunjukkan, mari kita diskusikan.

Gandhi prnh berkata "Kalau ke-chandala-an memang merupakan bagian dr ajaran Hindu, maka saya akan meninggalkan Hindu". We both know that it isn't. But, do we really know?

*jngn sampai kita percaya bhw kasta itu bukan merupakan bagian dr ajaran hindu HANYA karena kasta itu >jelek---jd kl jelek, tidak mungkin ajaran hindu.
Almarhum13 - 26/04/2011 01:03 PM
#288

Quote:
Original Posted By inoone
hehe.. Selama masih ada yg bisa dibahas, itu belum habis namanya gan. kl ada pertanyaan yg deja vu, kn tgl ditunjukin link ke post yg sesuai. tp post2 ane mana ada yg deja vu. kasta itu bisa dipandang dr berbagai sudut.
to tell the truth, kasta "cukup masuk akal" jika dipandang dr ilmu genetik.

suka atau tidak suka gan, kasta sdh menjadi "teman kita sehari2", kl memang itu salah, mari kita luruskan. Ini adalah bagian dr usaha saya utk meluruskan miskonsepsi tentang kasta. Wl mungkin skala-nya kecil, tp paling tidak, saya telah berbuat. Apa ada pembahasan saya yg salah? silahkan tunjukkan, mari kita diskusikan.

Gandhi prnh berkata "Kalau ke-chandala-an memang merupakan bagian dr ajaran Hindu, maka saya akan meninggalkan Hindu". We both know that it isn't. But, do we really know?

*jngn sampai kita percaya bhw kasta itu bukan merupakan bagian dr ajaran hindu HANYA karena kasta itu >jelek---jd kl jelek, tidak mungkin ajaran hindu.

well.. mungkin emang kita ga bener2 tau \)
tapi emang masalah kasta ini bikin panjang lebar..
kalo sedikit berpendapat masalah kasta gan

mungkin jaman sekarang udah ga terlalu jadi hal yang baku yah.
karena mungkin perkembangan jaman, dan sekarang udah pada melek dunia luar..

so, masihkah perlu dipertahankan sikap kekastaan ??
GreatParadox - 26/04/2011 01:13 PM
#289

Di Hindu pencipta alam semesta siapa gan?
cum1l4ut - 26/04/2011 01:24 PM
#290

Quote:
Original Posted By inoone
Sepanjang yg saya lihat (terutama d daerah Bali selatan, no offense), generasi muda memang tidak terlalu peduli dg kasta. Namun perhatikan ketika mereka sudah dewasa, ketika telah berumah tangga, ketika telah memiliki keturunan.


orang nyerod (putri kasta tinggi kimpoi dg lelaki dr kasta yg lebih rendah) itu kadang masalahnya bukan pada ortu, tetapi pada keluarga besar. Ortunya yg malu pd keluarga besar.




*Seorang kawan (perempuan) dr st kasta tinggi pernah bercerita bhw ayahnya bicara seperti ini kepadanya, "Ajik adenan nyingak Gek ten nu drpd Gek nyerod"
literally: "Ayah lbh baik melihat kamu "tidak masih" drpd km nyerod.
"tidak masih" artinya mati


tp kl menurut sy udah gak terlalu di permasalahin lg, contohhnya :
1. Kakek sy nikah dgn Nenek sy yg kasta lebih tinggi toh sampai sekarang aman2 aja dan gak ada masalah dengan keluarga besarnya.
2. Saudara sy laki2 kasta biasa nikah dengan Ida Ayu, toh gak ada konflik atau permasalahan dengan keluarga besarnya & msh banyak contoh yg lainnya.


sekarang gini gan, lebih parah mana orang yg nikah beda kasta (turun kasta) daripada nikah tp keluar dr Hindu ?

*sorry kl ada kata2 sy yg kurang berkenan di hati anda

iloveindonesia
Almarhum13 - 26/04/2011 01:26 PM
#291

Quote:
Original Posted By GreatParadox
Di Hindu pencipta alam semesta siapa gan?


baca kosmologi hindu di page depan gan
Almarhum13 - 26/04/2011 02:21 PM
#292

Quote:
Original Posted By cum1l4ut
tp kl menurut sy udah gak terlalu di permasalahin lg, contohhnya :
1. Kakek sy nikah dgn Nenek sy yg kasta lebih tinggi toh sampai sekarang aman2 aja dan gak ada masalah dengan keluarga besarnya.
2. Saudara sy laki2 kasta biasa nikah dengan Ida Ayu, toh gak ada konflik atau permasalahan dengan keluarga besarnya & msh banyak contoh yg lainnya.


sekarang gini gan, lebih parah mana orang yg nikah beda kasta (turun kasta) daripada nikah tp keluar dr Hindu ?

*sorry kl ada kata2 sy yg kurang berkenan di hati anda

iloveindonesia

sekarang gini gan, lebih parah mana orang yg nikah beda kasta (turun kasta) daripada nikah tp keluar dr Hindu ?

jangan begitu gan, Hindu bukan agama dogma yang kalo keluar agama jadi kodok, ayam atau kambing..

kenapa hindu adalah agama tertua dan bisa bertahan, karena kita memberikan kebebasan kepada umatnya.. bahkan keluar agama sekalipun \)
eeq.lo.ijo - 26/04/2011 03:12 PM
#293
numpang nimbrung Gan :)
Quote:
Original Posted By Almarhum13
kenapa hindu adalah agama tertua dan bisa bertahan, karena kita memberikan kebebasan kepada umatnya.. bahkan keluar agama sekalipun \)


*Sesuai warna ya Gan

Bukti apa yg menjelaskan bahwa hindu adalah agama paling tua?
di hindu apakah ada manusia pertama atau tidak?

Keluar agama semua jg bebas seh Gan itu tergantung orangnya aja, tp yg mau saya tanyakan adalah apakah hal tersebut tidak ada hukumannya atau apa lah? ya klo menurut sebelah kan murtad tuh \)

thanks
ccck - 26/04/2011 03:18 PM
#294

Quote:
Original Posted By inoone
hehe.. Selama masih ada yg bisa dibahas, itu belum habis namanya gan. kl ada pertanyaan yg deja vu, kn tgl ditunjukin link ke post yg sesuai. tp post2 ane mana ada yg deja vu. kasta itu bisa dipandang dr berbagai sudut.
to tell the truth, kasta "cukup masuk akal" jika dipandang dr ilmu genetik.

suka atau tidak suka gan, kasta sdh menjadi "teman kita sehari2", kl memang itu salah, mari kita luruskan. Ini adalah bagian dr usaha saya utk meluruskan miskonsepsi tentang kasta. Wl mungkin skala-nya kecil, tp paling tidak, saya telah berbuat. Apa ada pembahasan saya yg salah? silahkan tunjukkan, mari kita diskusikan.

Gandhi prnh berkata "Kalau ke-chandala-an memang merupakan bagian dr ajaran Hindu, maka saya akan meninggalkan Hindu". We both know that it isn't. But, do we really know?

*jngn sampai kita percaya bhw kasta itu bukan merupakan bagian dr ajaran hindu HANYA karena kasta itu >jelek---jd kl jelek, tidak mungkin ajaran hindu.

Quote:
Original Posted By Almarhum13
well.. mungkin emang kita ga bener2 tau \)
tapi emang masalah kasta ini bikin panjang lebar..
kalo sedikit berpendapat masalah kasta gan

mungkin jaman sekarang udah ga terlalu jadi hal yang baku yah.
karena mungkin perkembangan jaman, dan sekarang udah pada melek dunia luar..

so, masihkah perlu dipertahankan sikap kekastaan ??

Quote:
Original Posted By cum1l4ut
tp kl menurut sy udah gak terlalu di permasalahin lg, contohhnya :
1. Kakek sy nikah dgn Nenek sy yg kasta lebih tinggi toh sampai sekarang aman2 aja dan gak ada masalah dengan keluarga besarnya.
2. Saudara sy laki2 kasta biasa nikah dengan Ida Ayu, toh gak ada konflik atau permasalahan dengan keluarga besarnya & msh banyak contoh yg lainnya.


sekarang gini gan, lebih parah mana orang yg nikah beda kasta (turun kasta) daripada nikah tp keluar dr Hindu ?

*sorry kl ada kata2 sy yg kurang berkenan di hati anda

iloveindonesia

Quote:
Original Posted By Almarhum13
sekarang gini gan, lebih parah mana orang yg nikah beda kasta (turun kasta) daripada nikah tp keluar dr Hindu ?

jangan begitu gan, Hindu bukan agama dogma yang kalo keluar agama jadi kodok, ayam atau kambing..

kenapa hindu adalah agama tertua dan bisa bertahan, karena kita memberikan kebebasan kepada umatnya.. bahkan keluar agama sekalipun \)

D ayo dilanjoott... coffee: + linux2:
sadhanaputra - 26/04/2011 03:37 PM
#295

afro:hi:

Quote:
Original Posted By inoone
Wow!! perspektif yg bener2, hmm..bukan baru sih, let's say.. well said!
Mnurut gw, stratifikasi sosial berdasarkan keturunan itu manusiawi banget.
Jika anda mst memilih anak anda mau dinikahin dg anak bangsawan ato anak maling, mau pilih yg mana (keduanya sama2 baik)?itu pun sdh peng-kotakan berdasarkan "kasta"

Perspektif yang mana, kk? malu:
Saya cuma nanya2 lho kk malu:
o
hwayan - 26/04/2011 05:09 PM
#296

Quote:
Original Posted By eeq.lo.ijo
*Sesuai warna ya Gan

Bukti apa yg menjelaskan bahwa hindu adalah agama paling tua?
di hindu apakah ada manusia pertama atau tidak?



hmnn.. menurut saya selama manusia masih menerka, tidak ada yang pasti agama yang paling tertua. yang paling penting itu siapa yang paling memahami agamanya. percuma semua orang membicarakan kebaikan agamanya tapi sedikit yang bisa dilakukan bahkan untuk diri sendri. apapun agama setiap orang selama dia belum mampu menguasai dirinya. sama saja dengan tidak beragama. selama orang masih membicarakan kebaikan agamanya sendiri, dia tidak tau apa-apa.

manusia pertama menurut veda adalah manu. Manu sendiri berasal dari kata ‘manusia’ terdiri dari dua kata Sansekerta yaitu ‘Manu’ dan ‘sia’. Manu adalah Manu itu sendiri, sedangkan ‘sia’ berarti keturunan. Jadi, ‘manusia’ artinya adalah seluruh keturunan Manu.

`CMIIW`
cum1l4ut - 26/04/2011 05:11 PM
#297

Quote:
Original Posted By Almarhum13
kenapa hindu adalah agama tertua dan bisa bertahan, karena kita memberikan kebebasan kepada umatnya.. bahkan keluar agama sekalipun \)


Quote:
Original Posted By eeq.lo.ijo
Keluar agama semua jg bebas seh Gan itu tergantung orangnya aja, tp yg mau saya tanyakan adalah apakah hal tersebut tidak ada hukumannya atau apa lah? ya klo menurut sebelah kan murtad tuh \)

thanks


*gini gan bukannya ane sok tau atau apalah semacamnya.

Memang benar dalam kitab suci Hindu tdk ada pernyataan secara eksplisit tentang larangan pindah agama, karena waktu agama Hindu pertama kali ada dan muncul di dunia, ia merupakan satu-satunya agama.
pada saat itu karena Hindu adalah satu-satunya agama lalu mau pindah ke agama yg mana?

Walaupun demikian secara implisit kitab suci Hindu melarang umatnya pindah agama, hal ini dapat diketahui melalui sloka "Manawa Dharmasastra IV.163, XI.57" dan juga sloka "Bhgavadgita III.32". Di dalam sloka-sloka tersebut ada pernyataan bahwa; melupakan Veda dosanya sangat besar dan tidak terampuni. Esensi di atas sama juga artinya dengan melarang umat Hindu untuk pindah agama.

Pada saat ini umat Hindu tidak mempan ditakut-takuti dengan slogan2 seperti "paid bangkung, gredeg bangkung", hal itu juga tidak cukup membuat umat Hindu malu. Hal itu dikarenakan mereka tidak pernah mendengar atau tidak mengetahui berdasarkan teks kitab suci yang menyatakan bahwa meninggalkan agama adalah dosa.

Pada agama lain sangat mempantangkan umatnya murtad, dan mereka selalu menyisipkan pesan janganlah anda murtad.
Tetapi dalam dharmawacana di lingkungan agama Hindu hampir tidak pernah menggunakan argumentasi teks, sehingga umat ragu menerima Dharmawacana-nya. Itulah yg menyebabkan mungkin sampai saat ini banyak umat Hindu yg tidak tersosialisasikan pengetahuan/pemahaman-nya tentang Hindu berdasarkan teks kitab suci secara baik & benar.

*mohon maaf bila tidak berkenan di hati agan2

iloveindonesia
Shinharuka - 26/04/2011 05:18 PM
#298

Quote:
Original Posted By eeq.lo.ijo
*Sesuai warna ya Gan

Bukti apa yg menjelaskan bahwa hindu adalah agama paling tua?

agama hindu diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM-1300 SM
bahasa Sanskerta Weda adalah bahasa Indo-Arya yang paling tua ditemui dan salah satu anggota rumpun bahasa Indo-Eropa yang tertua.
http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Hindu#cite_note-1
Quote:

di hindu apakah ada manusia pertama atau tidak?

ada gan,namanya Manu
http://ngarayana.web.ugm.ac.id/2009/07/manu-adalah-manusia-pertama/
Quote:

Keluar agama semua jg bebas seh Gan itu tergantung orangnya aja, tp yg mau saya tanyakan adalah apakah hal tersebut tidak ada hukumannya atau apa lah? ya klo menurut sebelah kan murtad tuh \)

thanks

ngutip dari page one thread sebelah
Hinduisme bukanlah suatu agama yang sarat dengan dogma-dogma tapi mungkin lebih tepat kalau dikatakan sebagai satu cara hidup (a way of life) dari para penganutnya untuk mencari arti kebenaran dalam kehidupan.
eeq.lo.ijo - 26/04/2011 05:25 PM
#299

Quote:
Original Posted By hwayan
hmnn.. menurut saya selama manusia masih menerka, tidak ada yang pasti agama yang paling tertua. yang paling penting itu siapa yang paling memahami agamanya. percuma semua orang membicarakan kebaikan agamanya tapi sedikit yang bisa dilakukan bahkan untuk diri sendri. apapun agama setiap orang selama dia belum mampu menguasai dirinya. sama saja dengan tidak beragama. selama orang masih membicarakan kebaikan agamanya sendiri, dia tidak tau apa-apa.

Waduh maaf Gan klo bisa jangan menurut Agan \)
klo benar seh nga pa pa, tp gimana klo salah? \)

kebetulan trit ini kan tentang hindu,
jd mohon secara hindu pula jawabnya ya Gan \)

Quote:
Original Posted By hwayan
manusia pertama menurut veda adalah manu. Manu sendiri berasal dari kata ‘manusia’ terdiri dari dua kata Sansekerta yaitu ‘Manu’ dan ‘sia’. Manu adalah Manu itu sendiri, sedangkan ‘sia’ berarti keturunan. Jadi, ‘manusia’ artinya adalah seluruh keturunan Manu.
`CMIIW`

Okelah klo memang menurut veda bahwa Manu itu yg pertama, tp akan lebih mendukung lg klo misal Manu ini di jelaskan siapa darimana co ato ce heeee D

Quote:
Original Posted By cum1l4ut
*gini gan bukannya ane sok tau atau apalah semacamnya.

Memang benar dalam kitab suci Hindu tdk ada pernyataan secara eksplisit tentang larangan pindah agama, karena waktu agama Hindu pertama kali ada dan muncul di dunia, ia merupakan satu-satunya agama.
pada saat itu karena Hindu adalah satu-satunya agama lalu mau pindah ke agama yg mana?

Walaupun demikian secara implisit kitab suci Hindu melarang umatnya pindah agama, hal ini dapat diketahui melalui sloka "Manawa Dharmasastra IV.163, XI.57" dan juga sloka "Bhgavadgita III.32". Di dalam sloka-sloka tersebut ada pernyataan bahwa; melupakan Veda dosanya sangat besar dan tidak terampuni. Esensi di atas sama juga artinya dengan melarang umat Hindu untuk pindah agama.

Pada saat ini umat Hindu tidak mempan ditakut-takuti dengan slogan2 seperti "paid bangkung, gredeg bangkung", hal itu juga tidak cukup membuat umat Hindu malu. Hal itu dikarenakan mereka tidak pernah mendengar atau tidak mengetahui berdasarkan teks kitab suci yang menyatakan bahwa meninggalkan agama adalah dosa.

Pada agama lain sangat mempantangkan umatnya murtad, dan mereka selalu menyisipkan pesan janganlah anda murtad.
Tetapi dalam dharmawacana di lingkungan agama Hindu hampir tidak pernah menggunakan argumentasi teks, sehingga umat ragu menerima Dharmawacana-nya. Itulah yg menyebabkan mungkin sampai saat ini banyak umat Hindu yg tidak tersosialisasikan pengetahuan/pemahaman-nya tentang Hindu berdasarkan teks kitab suci secara baik & benar.

*mohon maaf bila tidak berkenan di hati agan2

iloveindonesia

Oooh cukup jelas lah Bray \)
tp klo Ane pernah baca dikit, di hindu itu pernah di terangkan tentang munculnya (duh nama dpn nya lupa) AVATAR gitu ya Gan? he he maaf klo salah
nah apakah beliau tersebut sdh lahir ato belum? klo misal sudah lahir tolong dijelaskan apa apa aja yg beliau ajarkan atau apalah dari bukti kehadiran dia \)

thanks b4 ya bray \)
cum1l4ut - 26/04/2011 05:25 PM
#300

Quote:
Original Posted By Shinharuka
ngutip dari page one thread sebelah
Hinduisme bukanlah suatu agama yang sarat dengan dogma-dogma tapi mungkin lebih tepat kalau dikatakan sebagai satu cara hidup (a way of life) dari para penganutnya untuk mencari arti kebenaran dalam kehidupan.


kl sm yg ini ane setuju bgt gan

shakehand2
Page 15 of 409 | ‹ First  < 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab