DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab
Total Views: 286142 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 17 of 409 | ‹ First  < 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 >  Last ›

sadhanaputra - 27/04/2011 02:17 PM
#321

afro:hi:

Quote:
Original Posted By djongdjava
ane sudah sedikit paham tentang perubahan2 itu,
yang ane tanyain, adakah jiwa yang benar2 baru?
yang bukan hasil perubahan2 dari reinkarnasi jiwa sebelumnya,

Gara2 pertanyaan ini, gw jadi pengen nanya juga:

1. Ada berapa lapis kah "kita" ini?
Apakah sekedar jiwa dan tubuh saja, ataukah ada lapisan2 lain?

2. Apakah tepat jika dianggap sebagai "lapisan" (yang satu membungkus yang lain), atau lebih cocok dianggap sebagai "bagian"?

3. Saat kita bereinkarnasi, bagian/lapisan2 apa saja kah yang ikut ter-reinkarnasi?

Thanks sebelumnya o
Almarhum13 - 27/04/2011 02:18 PM
#322

Quote:
Original Posted By dibyo11031
eh, ternyata agan almarhum13 onlen juga!!!

salam kenal brader!!!

kalo ada yang bisa gw jawab, ikutan bantuin boleh nggak???


dengan senang hati juragan beer:
Almarhum13 - 27/04/2011 02:28 PM
#323

Quote:
Original Posted By sadhanaputra
afro:hi:


Gara2 pertanyaan ini, gw jadi pengen nanya juga:

1. Ada berapa lapis kah "kita" ini?
Apakah sekedar jiwa dan tubuh saja, ataukah ada lapisan2 lain?

2. Apakah tepat jika dianggap sebagai "lapisan" (yang satu membungkus yang lain), atau lebih cocok dianggap sebagai "bagian"?

3. Saat kita bereinkarnasi, bagian/lapisan2 apa saja kah yang ikut ter-reinkarnasi?

Thanks sebelumnya o

mantap neeh pertanyaan agan, ane coba jawab ahh \)
1.kalo menurut ane selain tubuh fisik masih ada beberapa lapisan lagi
Peristiwa demikian itu dikenal dengan istilah Aham Brahmasmi (diriku sama dengan Brahman). “Kulit-kulit” atman itu mulai dari Panca Mahabhuta, Panca Tanmatra, Pancaindria, manah (pemikiran), budhi (intelektual), hingga ahamkara (ego palsu). Ada pula yang membagi lapisan tubuh-lapisan tubuh itu menjadi lima lapisan atau yang disebut Pancamaya kosa. Pancamaya kosa terdiri dari anamaya kosa, pranamaya kosa, manomaya kosa, wijnanamaya kosa, dan anandamaya kosa. (ini menurut yang an tau lohh) \)

2.bisa dibilang bagian satu mlapisi bagian yang laen.. kalo prumpamaan ane kayak pisang dah \)

3. kalo yang ini ane simpen setelah meeting yah gan beer:
Almarhum13 - 27/04/2011 02:32 PM
#324

Quote:
Original Posted By djongdjava
ane sudah sedikit paham tentang perubahan2 itu,
yang ane tanyain, adakah jiwa yang benar2 baru?
yang bukan hasil perubahan2 dari reinkarnasi jiwa sebelumnya,


nah ini kayaknya mencakup pertanyaa itu gan :beer

Quote:

Dalam prosesnya, setiap tetes air (ane umpamakan jiwa) tersebut bisa mengalami pengurangan/penambahan, bertambah kotor ataupun bertambah jernih. Seperti itulah jiwa kita, kita ber-traveling dari satu tubuh ke tubuh lainnya, pengetahuan dan kebijaksanaan kita pun bertumbuh seiring pembelajaran kita melalui kehidupan.
hwayan - 27/04/2011 03:54 PM
#325

Quote:
Original Posted By djongdjava
ane masih awam soal ajaran Hindu,
mau tanya gan,
jiwa setiap makhluk hidup akan mengalami reinkarnasi, -cmiiw-
apakah jumlah Jiwa dalam kehidupan ini jumlahnya tetap?
dengan kata lain tidak ada penciptaan jiwa lagi/tidak ada penambahan jiwa lagi?


kira2 begini gan D

Spoiler for "reinkarnasi jiwa"

Kenapa jumlah manusia terus bertambah jika ada reinkarnasi? Untuk menjawab ini, kita harus mengerti bahwasanya setiap mahluk hidup memiliki Jiwa/roh yang sama, yang membedakan adalah badan mereka. Jiwa sendiri jumlahnya sangat-sangat banyak tak terhingga di alam material ini dan juga di alam rohani. Jiwa di alam rohani bisa turun menjelma menjadi mahluk hidup, jiwa dari mahluk lain dapat menjelma menjadi manusia, jiwa manusia bisa lahir menjadi malaikat dan begitu seterusnya

jawabannya sederhana aja, Padma Purana menyebutkan ada 8.400.000 jenis makhluk hidup di dunia. Mulai dari kuman, serangga, rumput, anjing, sapi, singa, gajah hingga manusia. Kita, sesuai perbuatan, pikiran dan ucapan kita, dapat lahir dengan bentuk badan salah satu di antara 8.400.000 jenis makhluk hidup tersebut. Adakah yang pernah menghitung jumlah hewan atau tumbuhan di dunia ini? Tentu tidak ada. Pertambahan jumlah penduduk adalah karena jiwa dari hewan atau tumbuhan mengalami peningkatan dengan hidup dalam badan manusia

Kitab Sarrasamuccaya menyebutkan, mendapat badan manusia adalah kesempatan terbaik dalam mencapai pencerahan sehingga kita tidak lagi mengalami kelahiran ulang atau reinkarnasi. Hanya dengan badan manusialah kita dapat belajar tentang jati diri dan keinsafan diri. Jadi, mari sama-sama merpergunakan kesempatan menjadi manusia ini sebaik-baiknya


beer:
Shinharuka - 27/04/2011 06:07 PM
#326

Quote:
Original Posted By Almarhum13

Kalau menurut saya jiwa itu kekal, namun "komposisi"-nya yang berubah-ubah.

apakah jiwa sama seperti energi?
energi itukekal,tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan
tetapi bisa dirubah
Quote:
Original Posted By sadhanaputra
afro:hi:


Gara2 pertanyaan ini, gw jadi pengen nanya juga:

kalo emang gara2 reinkarnasi,gw jadi pengen jawab D
tapi bukan secara pengetahuan Hindu,cetek malu:
Quote:

1. Ada berapa lapis kah "kita" ini?
Apakah sekedar jiwa dan tubuh saja, ataukah ada lapisan2 lain?

kalo menurut gw sih ada 3
1. Tubuh
2. Memory
3. Jiwa
Quote:

2. Apakah tepat jika dianggap sebagai "lapisan" (yang satu membungkus yang lain), atau lebih cocok dianggap sebagai "bagian"?

bagian kyknya o

Quote:
3. Saat kita bereinkarnasi, bagian/lapisan2 apa saja kah yang ikut ter-reinkarnasi?

nah ini, kenapa menurut gw ada 3 kalo kaitannya sama reinkarnasi?
karena tubuh sudah jelas tidak ikut reinkarnasi,jiwa ikut
sedangkan memori kadang ikut kadang nggak rolleyes:
soalnya gw pernah baca2 tentang orang2 yang mengingat kehidupan masa lalunya
sadhanaputra - 27/04/2011 07:19 PM
#327

afro:hi:

@atas:
Jangankan kehidupan lalu, masa kecil aja kita ga segitu ingetnya kan? ;)

Quote:
Original Posted By Almarhum13
mantap neeh pertanyaan agan, ane coba jawab ahh \)
1.kalo menurut ane selain tubuh fisik masih ada beberapa lapisan lagi
Peristiwa demikian itu dikenal dengan istilah Aham Brahmasmi (diriku sama dengan Brahman). “Kulit-kulit” atman itu mulai dari Panca Mahabhuta, Panca Tanmatra, Pancaindria, manah (pemikiran), budhi (intelektual), hingga ahamkara (ego palsu). Ada pula yang membagi lapisan tubuh-lapisan tubuh itu menjadi lima lapisan atau yang disebut Pancamaya kosa. Pancamaya kosa terdiri dari anamaya kosa, pranamaya kosa, manomaya kosa, wijnanamaya kosa, dan anandamaya kosa. (ini menurut yang an tau lohh) \)

Bisa dijelaskan satu per satu?

Terima kasih \)
djongdjava - 27/04/2011 09:12 PM
#328

Quote:
Original Posted By hwayan
kira2 begini gan D

Spoiler for "reinkarnasi jiwa"

Kenapa jumlah manusia terus bertambah jika ada reinkarnasi? Untuk menjawab ini, kita harus mengerti bahwasanya setiap mahluk hidup memiliki Jiwa/roh yang sama, yang membedakan adalah badan mereka. Jiwa sendiri jumlahnya sangat-sangat banyak tak terhingga di alam material ini dan juga di alam rohani. Jiwa di alam rohani bisa turun menjelma menjadi mahluk hidup, jiwa dari mahluk lain dapat menjelma menjadi manusia, jiwa manusia bisa lahir menjadi malaikat dan begitu seterusnya

jawabannya sederhana aja, Padma Purana menyebutkan ada 8.400.000 jenis makhluk hidup di dunia. Mulai dari kuman, serangga, rumput, anjing, sapi, singa, gajah hingga manusia. Kita, sesuai perbuatan, pikiran dan ucapan kita, dapat lahir dengan bentuk badan salah satu di antara 8.400.000 jenis makhluk hidup tersebut. Adakah yang pernah menghitung jumlah hewan atau tumbuhan di dunia ini? Tentu tidak ada. Pertambahan jumlah penduduk adalah karena jiwa dari hewan atau tumbuhan mengalami peningkatan dengan hidup dalam badan manusia

Kitab Sarrasamuccaya menyebutkan, mendapat badan manusia adalah kesempatan terbaik dalam mencapai pencerahan sehingga kita tidak lagi mengalami kelahiran ulang atau reinkarnasi. Hanya dengan badan manusialah kita dapat belajar tentang jati diri dan keinsafan diri. Jadi, mari sama-sama merpergunakan kesempatan menjadi manusia ini sebaik-baiknya


beer:


ane belum dapet poinnya gan,
bukan masalah jumlah manusia,
tapi jumlah seluruh jiwa yang agan bilang tak terbatas itu,
apa maksudnya tak terbatas?apa berarti tak bisa terhitung oleh manusia?
katakanlah demikian, nah yang ane tanyain,
apakah masih ada penciptaan jiwa baru dari ketiadaan?
jiwa baru yang ditambahkan Tuhan kedalam jumlah jiwa yang tidak terbatas itu?
jiwa baru yang bukan hasil dari reinkarnasi jiwa sebelumnya?
Shinharuka - 27/04/2011 09:31 PM
#329

Quote:
Original Posted By sadhanaputra
afro:hi:

@atas:
Jangankan kehidupan lalu, masa kecil aja kita ga segitu ingetnya kan? ;)

http://ngarayana.web.ugm.ac.id/2009/05/reinkarnasi-secara-ilmiah/
___________ngacir:
shank_le_roux - 27/04/2011 10:28 PM
#330

Quote:
Original Posted By djongdjava
ane masih awam soal ajaran Hindu,
mau tanya gan,
jiwa setiap makhluk hidup akan mengalami reinkarnasi, -cmiiw-
apakah jumlah Jiwa dalam kehidupan ini jumlahnya tetap?
dengan kata lain tidak ada penciptaan jiwa lagi/tidak ada penambahan jiwa lagi?


coba gw yg jawab.. kalo yg jawab gw... jauh dari pendekatan filsafat...

jawabannya ya D

sudah cukup kan... D
djongdjava - 27/04/2011 11:05 PM
#331

Quote:
Original Posted By shank_le_roux
coba gw yg jawab.. kalo yg jawab gw... jauh dari pendekatan filsafat...

jawabannya ya D

sudah cukup kan... D


dengan kata lain, jiwa makhluk hidup seluruhnya diciptakan dalam sekali waktu saja ya gan?

pertanyaan selanjutnya gan,
jiwa yang sudah moksa akan kembali ke Sang Hyang Widi, dan tidak ber reinkarnasi lagi,
lama2 jiwa yang masih berada dalam siklus reinkarnasi semakin berkurang,
bisa g gan suatu saat akan habis, semua jiwa akan moksa?
shank_le_roux - 27/04/2011 11:22 PM
#332

ya... bisa D
Lyubovnitsa - 28/04/2011 05:28 AM
#333

Quote:
Original Posted By Shinharuka
\)


agan gak tanya alasannya temen agan bilang gitu?


udah lama banget sih gan itu dan ane juga lupa dia kasih alesan ama nggak o

Quote:
Original Posted By Almarhum13

kalo agan minta jawaban bener ato nggak, ane jawab nggak.. Hindu disetiap bangsa dan negara memiliki keunikan sendiri2 jadi ane kurang sepaham kalo mengatakan ada yang lebih rendah ato lebih tinggi beer:


shakehand sama gan ane juga mikirnya begitu, makanya ane bingung kok temen ane bilang kek yang ane tanyain di atas itu gila:

Quote:
Original Posted By cum1l4ut
gini gan kalo menurut ane memang Hindu di India & Hindu di Bali agak berbeda, tetapi itu tidak masalah. Karena perbedaan itu indah bukan?
meskipun ada perbedaan antara Hindu di India & Hindu di Bali, tetapi itu bukan dalam tingkatan/status rendah atau tidaknya. Melainkan hanya cara menjalani-nya saja lah yg berbeda terutama dalam budaya-nya. Tapi pada intinya sama saja, yaitu menjalani ajaran Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Bisa di analogikan: jika kedua induk sang ayam berwarna hitam, bisa saja anaknya ada yg berwarna hitam & ada yg tidak berwarna hitam. Mengapa demikian?
karena perkembangan gen & jaman-lah yg mempengaruhinya.Tetapi pada intinya anak ayam yg berwarna hitam & yg bukan berwarna hitam memiliki induk yg sama.
Begitu juga dengan Hindu, meskipun kami berbeda-beda, terutama dalam budaya-nya.Tetapi kami tetap mempunya induk atau Tuhan yg sama, yaitu *Ida Sang Hyang Widhi Wasa*. Mengapa demikian?
karena perkembangan jaman-lah yg mempengaruhinya.

iloveindonesia

matabelo: ooo ya ya ya, mudeng ane gan. bagus gan jawabannya thumbup: perbedaan bukan untuk kehancuran namun untuk kemajuan iloveindonesia
cum1l4ut - 28/04/2011 08:54 AM
#334

Quote:
Original Posted By djongdjava
dengan kata lain, jiwa makhluk hidup seluruhnya diciptakan dalam sekali waktu saja ya gan?

pertanyaan selanjutnya gan,
jiwa yang sudah moksa akan kembali ke Sang Hyang Widi, dan tidak ber reinkarnasi lagi,
lama2 jiwa yang masih berada dalam siklus reinkarnasi semakin berkurang,
bisa g gan suatu saat akan habis, semua jiwa akan moksa?



gini gan, kl menurut sepengetahuan & artikel2 yg pernah ane baca :

Sebelum ke jawaban-nya langsung, anda harus memahami reinkarnasi(punarbhawa) secara komprehensif dlm Hindu anda harus mempelajari Panca Sradha secara utuh yaitu lima kepercayaan dasar dlm Hindu.

Jika anda telah memahaminya secara utuh, maka di sana akan ada pernyataan Tuhan akan selalu mencipta apabila suatu keadaan memenuhi syarat utk mencipta sesuai dgn hukum yg Tuhan buat sendiri,hukumnya adl jika Purusa(maskulin) sudah matang dan kemudian bersetubuh dengan Pradhana(feminin) yg jg matang maka Tuhan akan mencipta melalui proses tsb.

Sebagai contoh kasarnya "ayah memperkosa putri kandungnya kemudian hamil dan melahirkan anak" apakah peristiwa ini adl kehendak Tuhan?apakah Tuhan merestui "pemerkosaan" ini? jika Tuhan tidak merestui mengapa Tuhan menciptakan manusia dari hubungan incest itu?jawabannya ialah :Tuhan sudah membuat hukum yg Tuhan tdk akan pernah melanggar hukum yg Ia buat sendiri seperti yg telah saya jelaskan td.

Berdasarkan penjelasan saya di atas,jumlah manusia mungkin akan terus bertambah karena Manusia terus menerus mempunyai keturunan atau secara kasarnya bs di sebut berkembang biak dan sumber roh/jiwa tsb tidak akan pernah habis karena sumber roh/jiwa tsb adalah tidak lain & tidak bukan Tuhan itu sendiri. Jika stok roh/jiwa di akhirat habis dan manusia berkembang biak terus dan memenuhi syarat penciptaan maka Tuhan akan mencipta.
Lalu dari manakah roh/jiwanya berasal? Tentu saja dari Tuhan.

beer:
Shinharuka - 28/04/2011 09:27 AM
#335

kelahiran kan disebabkan adanya keterikatan dengan hukum karma pala
jika sudah tidak terikat pasti akan moksa dan jiwa akan kembali ke Brahman.
apakah Brahman akan melepaskan "sebagian kecil dari diriNya" untuk terlahir kembali?padahal "sebagian kecil dari diriNya" itu tidak terikat dengan hukum karma pala
ccck - 28/04/2011 10:14 AM
#336

Quote:
Original Posted By dibyo11031

jadi menurut sumber yang pernah ane baca (sayang lupa sumbernya) hegemoni kekastaan yang kita semua rasakan disini ( yang salah kaprah itu) mulai terjadi ketika belanda masuk ke tanah bali.

disana kompeni mengeluarkan keputusan bahwasanya semua golongan yang termasuk TRI-WARNA (brahmana, ksatriya, dan waisya, sudra nggak ikut) akan mendapatkan potongan pembayaran pajak...maka sejak saat itulah semua orang mulai ribut2 mencari-cari benang merah leluhur2 mereka supaya mendapatkan privilege itu, imbasnya...ya seperti yang kita lihat sekarang...

klo tentang hal ini, saya pernah diskusi disini;
Kasta apakah merupakan budaya yang mempersulit pernikahan di Bali?
memang peraturan tentang kasta ini diberikan landasan hukum oleh Belanda melalui "Paswara Residen Bali dan Lombok Tahun 1910 yang kemudian diubah dengan Paswara Residen Bali dan Lombok Tahun 1927".

Quote:
Original Posted By djongdjava
ane masih awam soal ajaran Hindu,
mau tanya gan,
jiwa setiap makhluk hidup akan mengalami reinkarnasi, -cmiiw-
apakah jumlah Jiwa dalam kehidupan ini jumlahnya tetap?
dengan kata lain tidak ada penciptaan jiwa lagi/tidak ada penambahan jiwa lagi?

sepertinya diperjelas dahulu pengertian jiwa, klo menurut Hindu maka atman tidak berubah (jumlahnya)...

Quote:
Original Posted By djongdjava
ane sudah sedikit paham tentang perubahan2 itu,
yang ane tanyain, adakah jiwa yang benar2 baru?
yang bukan hasil perubahan2 dari reinkarnasi jiwa sebelumnya,

mungkin pengertian jiwa ini perlu diperjelas, apakah jiwa sama dengan atman?? confused:
jika jiwa itu memiliki pemahaman atman+'badan selubungnya' maka jelas jiwa itu merupakan hasil perubahan dari kehidupannya yang terdahulu...

Quote:
Original Posted By sadhanaputra
afro:hi:


Gara2 pertanyaan ini, gw jadi pengen nanya juga:

1. Ada berapa lapis kah "kita" ini?
Apakah sekedar jiwa dan tubuh saja, ataukah ada lapisan2 lain?

2. Apakah tepat jika dianggap sebagai "lapisan" (yang satu membungkus yang lain), atau lebih cocok dianggap sebagai "bagian"?

3. Saat kita bereinkarnasi, bagian/lapisan2 apa saja kah yang ikut ter-reinkarnasi?

Thanks sebelumnya o

Quote:
Original Posted By sadhanaputra
afro:hi:


Bisa dijelaskan satu per satu?

Terima kasih \)

1. ^klo menurut Chandogya Upanisad maka atman terbungkus oleh tiga 'tubuh' (sarira) yaitu stula sarira (badan kasar) yang terdiri dari panca mahabutha,
suksma sarira (badan halus) yang terdiri dari pikiran, perasaan, keinginan dan nafsu (Citta, Manah, Indriya dan Ahamkara),
dan antakarana sarira (badan penyebab), dimana memuat seluruh phala dari karma.

^ klo menurut Taittiriya Upanisad maka atman dibungkus oleh Panca Maya Kosa, yaitu;
a. Annamaya; lapisan yang berupa tubuh (stula sarira) yang terbuat dari sari-sari makanan berasal dari bumi.
b. Pranamaya; lapisan yang berupa prana atau energi.
c. Manomaya; lapisan yang berupa pikiran
d. Vijnanamaya; berupa kesadaran
e. Anandamaya; berupa kebahagiaan dan kesenangan hidup duniawi

2. lapisan yang membungkus atman,

3. antakarana sarira plus c,d dan e pada bagian panca maya kosa yang mempengaruhi reinkarnasi.

Quote:
Original Posted By djongdjava
ane belum dapet poinnya gan,
bukan masalah jumlah manusia,
tapi jumlah seluruh jiwa yang agan bilang tak terbatas itu,
apa maksudnya tak terbatas?apa berarti tak bisa terhitung oleh manusia?
katakanlah demikian, nah yang ane tanyain,
apakah masih ada penciptaan jiwa baru dari ketiadaan?
jiwa baru yang ditambahkan Tuhan kedalam jumlah jiwa yang tidak terbatas itu?
jiwa baru yang bukan hasil dari reinkarnasi jiwa sebelumnya?

jika dari ketiadaan tidak ada karena atman adalah bagian dari Brahman.

Quote:
Original Posted By djongdjava
dengan kata lain, jiwa makhluk hidup seluruhnya diciptakan dalam sekali waktu saja ya gan?

pertanyaan selanjutnya gan,
jiwa yang sudah moksa akan kembali ke Sang Hyang Widi, dan tidak ber reinkarnasi lagi,
lama2 jiwa yang masih berada dalam siklus reinkarnasi semakin berkurang,
bisa g gan suatu saat akan habis, semua jiwa akan moksa?

jika jiwa=atman maka tidak ada penciptaan,

jika telah moksha maka tergantung atman tsb apakah mau 'turun' lagi atau tidak, karena proses 'turun' tsb biasanya ada suatu sebab seperti awatara,

semua jiwa akan moksha jika nanti saat maha pralaya...
cum1l4ut - 28/04/2011 10:37 AM
#337

Quote:
Original Posted By Shinharuka
kelahiran kan disebabkan adanya keterikatan dengan hukum karma pala
jika sudah tidak terikat pasti akan moksa dan jiwa akan kembali ke Brahman.
apakah Brahman akan melepaskan "sebagian kecil dari diriNya" untuk terlahir kembali?padahal "sebagian kecil dari diriNya" itu tidak terikat dengan hukum karma pala


gni gan kalo menurut sepengetahuan & artikel2 yg pernah ane baca:

Spoiler for "Brahman"

Brahman merupakan asal mula dari segala sesuatu yang ada di dunia.
Segala sesuatu yang ada di alam semesta tunduk kepada Brahman tanpa kecuali.

Brahman Sang Pencipta alam semesta adalah Jiwa Tertinggi yang didominasi oleh sifat rajas dan
Siwa Sang Pemrelina alam semesta adalah Jiwa Tertinggi yang didominasi oleh sifat tamas.


Spoiler for "Hukum Karma"

Hukum Karma bersifat universal, berlaku bukan hanya untuk manusia tetapi juga untuk makhluk-makhuk serta seluruh isi alam semesta, termasuk percikan dari Brahman.


Spoiler for "kesimpulan"

Dari 2 pernyataan di atas, dapat di simpulkan sbb:
Percikan/manifestasi dr Tuhan memliki sifat rajas dan tamas, sementara manusia juga memilikinya.
Dengan demikian sifat dr percikan Tuhan/Brahman juga ada di dlm diri manusia, karena jiwa/atman merupakan percikan/bagian kecil dari Brahman.
Maka dalam pengertian lain ialah Tuhan ada "di dalam diri manusia", dan demikian juga Hukum Karma adalah merupakan bagian organik dari hakekat manusia.
Bisa di ibaratkan sebagai "garam pada air laut".
ke 2-2nya tidak dpt di pisahkan.


*CMIIW

beer:
socrates.quest - 28/04/2011 10:37 AM
#338

Quote:
Original Posted By Almarhum13
mantap neeh pertanyaan agan, ane coba jawab ahh \)
1.kalo menurut ane selain tubuh fisik masih ada beberapa lapisan lagi
Peristiwa demikian itu dikenal dengan istilah Aham Brahmasmi (diriku sama dengan Brahman). “Kulit-kulit” atman itu mulai dari Panca Mahabhuta, Panca Tanmatra, Pancaindria, manah (pemikiran), budhi (intelektual), hingga ahamkara (ego palsu). Ada pula yang membagi lapisan tubuh-lapisan tubuh itu menjadi lima lapisan atau yang disebut Pancamaya kosa. Pancamaya kosa terdiri dari anamaya kosa, pranamaya kosa, manomaya kosa, wijnanamaya kosa, dan anandamaya kosa. (ini menurut yang an tau lohh) \)

2.bisa dibilang bagian satu mlapisi bagian yang laen.. kalo prumpamaan ane kayak pisang dah \)

3. kalo yang ini ane simpen setelah meeting yah gan beer:


Quote:
Original Posted By sadhanaputra
afro:hi:

@atas:
Jangankan kehidupan lalu, masa kecil aja kita ga segitu ingetnya kan? ;)


Bisa dijelaskan satu per satu?

Terima kasih \)


Maaf, ijin nimbrung gan, sharing yg masih nempel di otak.
Dalam filsafat samkhya dikenal dg 24 tattva, dan dalam vedanta dikenal dg 5 lapisan. Ke-24 tattva yg sdh dijelaskan o TS adl sbb:
1-5= Panca Maha Butha, lapisan badan kasar t/d unsur: Pritvi/pertiwi (unsur padat), Apah (cair), teja (api/panas), vayu (udara/gas), dan akasa (ether atau ruang?).
6-10= Panca Tanmatra t/d fungsi pengantar panca indra, yaitu penglihatan (pd organ mata), pendengaran (pd telinga), penciuman (pd hidung), perasa (pd lidah), dan peraba (pd kulit)
11-15= Panca karma indria, lima fungsi motorik/gerak/tindakan, pada tangan, kaki, mulut, kemaluan, dan anus.
16-20= Panca budhi indria, lima fungsi sensorik yg bekerja utk menangkap, pengolah dan penyaring rangsangan panca tan matra (diolah pd otak kali ya?): pengolah rangsangan penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba.
21= manas/manah, pikiran, mind
22= budhi/intelec: akal budi, kemampuan pembeda/analisis
23= ahamkara/keakuan/ego, suatu lapisan berkata "aku dan milikku"
24= atma (jiwa pribadi/kesadaran unit)
(ada juga yg mengatakan, manas budhi dan ahamkara adalah Citta=kolam mental, tempat rekaman semua pengalaman).

Lima lapisan utama: Pancamaya kosha, lima lapisan ini disebut: maya, karena bersifat menyelubungi, t/d:
Anamaya kosa: lapisan makanan (anna=makanan), yaitu lapisan badan kasar/material, terkait dg Panca maha butha, Panca tan matra.
Pranamaya kosa: lapisan prana/energi vital, terkait dg fungsi Panca karma indria dan panca budhi indria. Prana adl energi yg memungkinkan fungsi2 tsb dilaksanakan. Prana terdiri dari berbagai jenis sesuai fungsinya, tapi maaf gak hapal nama dan fungsinya. Ada prana, apana, vyana, samana dll. Misalnya: prana penggerak pernafasan, aliran darah, pencernaan, pembuangan dll (CMIIW)
Manomaya kosa: lapisan pikiran, terkait dg manas/pikiran.
Vijananamaya kosa: lapisan pengetahuan, terkait dg budhi dan/atau ahamkara.
Anandamaya kosa: lapisan kebahagiaan atma.

Atma sbg kesadaran unit pd hakikatnya adl murni, terang, sadar. ketika budhi, sbg cermin atma, tidak kotor oleh lapisan ahamkara, maka cahaya atma akan diteruskan dg sempurna ke manas/pikiran s/d lapisan kasar, shg pikiran, perkataan, dan laku sso mrp perwujudan dari kesadaran atma.
Ada perumpaan kereta dlm Katha Upanishad. Atma adl penumpang kereta, kusirnya adl budhi atau ahamkara, tali kekang adl pikiran, lima kuda penarik kereta, kereta adl badan manusia, sedangkan jalan yg dilalui kereta bisa berupa 'jalan yg mengarahkan kpd Tuhan atau jalan lain'. Jika si kusir budhi dpt mengatasi ahamkara shg dia bisa membedakan "benar/salah, kekal/sementara", dia dpt mengarahkan tali kekang pikiran dg baik dan mengendalikan 5 kuda panca indria, shg badan kereta dpt berjalan dg benar di "jalan Tuhan", maka selamatlah penumpang atma. Lapisan kebahagiaan atma juga dikatakan sbg ananda maya, sebab dia masih melepaskan lapisan tsb utk "menyatu" dg anandanya atma semesta.

Ketika orang meninggal, saat sekarat, badan dan semua fungsi2 indria telah tdk berfungsi karena prana telah ditarik ke otak, selanjutnya prana, citta (kolam mental yg t/d manas, budhi, dan ahamkara) dan atma keluar dari badan melalui mell nadi susumna terus keluar dari kepala bag atas (cakra mahkota? cmiiw). Prana dilepaskan/kembali ke alam semesta (sbg bag energi semesta? cmiiw). Maka yg tinggal adl atma dan citta. Citta inilah yg mrp samskara2 bagi atma, bekas2 pembentuk kecenderungan, yg mengarahkan reinkarnasi atma tsb.
Selanjutnya, ia akan mencari badan dlm rahim (yg telah berisi/"ditiupkan" prana?) yg tepat utk kelahirannya.
Above all, C(correct/cendol)MIIW.

Tambahan: ketika baru lahir dan masih kecil, samskara pd citta masih baru, shg bayi/anak2 masih inget dg citta tsb (rekaman kehidupannya dulu). tapi ketika lapisan citta tsb semakin bertambah seiring bertambahnya pengalaman pd kehidupannya sekarang, maka citta yg lama terkubur semakin dalam dan susah diingat. Untuk menggalinya, katanya pake terapi hipnosis atau past life regression, cmiiw.
ccck - 28/04/2011 10:59 AM
#339

Quote:
Original Posted By socrates.quest
Maaf, ijin nimbrung gan, sharing yg masih nempel di otak.
Dalam filsafat samkhya dikenal dg 24 tattva, dan dalam vedanta dikenal dg 5 lapisan. Ke-24 tattva yg sdh dijelaskan o TS adl sbb:
1-5= Panca Maha Butha, lapisan badan kasar t/d unsur: Pritvi/pertiwi (unsur padat), Apah (cair), teja (api/panas), vayu (udara/gas), dan akasa (ether atau ruang?).
6-10= Panca Tanmatra t/d fungsi pengantar panca indra, yaitu penglihatan (pd organ mata), pendengaran (pd telinga), penciuman (pd hidung), perasa (pd lidah), dan peraba (pd kulit)
11-15= Panca karma indria, lima fungsi motorik/gerak/tindakan, pada tangan, kaki, mulut, kemaluan, dan anus.
16-20= Panca budhi indria, lima fungsi sensorik yg bekerja utk menangkap, pengolah dan penyaring rangsangan panca tan matra (diolah pd otak kali ya?): pengolah rangsangan penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba.
21= manas/manah, pikiran, mind
22= budhi/intelec: akal budi, kemampuan pembeda/analisis
23= ahamkara/keakuan/ego, suatu lapisan berkata "aku dan milikku"
24= atma (jiwa pribadi/kesadaran unit)
(ada juga yg mengatakan, manas budhi dan ahamkara adalah Citta=kolam mental, tempat rekaman semua pengalaman).

klo di Śaivism ada 36... D

Quote:
Original Posted By socrates.quest
Ketika orang meninggal, saat sekarat, badan dan semua fungsi2 indria telah tdk berfungsi karena prana telah ditarik ke otak, selanjutnya prana, citta (kolam mental yg t/d manas, budhi, dan ahamkara) dan atma keluar dari badan melalui mell nadi susumna terus keluar dari kepala bag atas (cakra mahkota? cmiiw). Prana dilepaskan/kembali ke alam semesta (sbg bag energi semesta? cmiiw). Maka yg tinggal adl atma dan citta. Citta inilah yg mrp samskara2 bagi atma, bekas2 pembentuk kecenderungan, yg mengarahkan reinkarnasi atma tsb.
Selanjutnya, ia akan mencari badan dlm rahim (yg telah berisi/"ditiupkan" prana?) yg tepat utk kelahirannya.
Above all, C(correct/cendol)MIIW.

:matabelo, pengalaman sekali bro... o

Quote:
Original Posted By socrates.quest
Tambahan: ketika baru lahir dan masih kecil, samskara pd citta masih baru, shg bayi/anak2 masih inget dg citta tsb (rekaman kehidupannya dulu). tapi ketika lapisan citta tsb semakin bertambah seiring bertambahnya pengalaman pd kehidupannya sekarang, maka citta yg lama terkubur semakin dalam dan susah diingat. Untuk menggalinya, katanya pake terapi hipnosis atau past life regression, cmiiw.

sepertinya berhubungan dengan kelenjar pineal bro... \)
cum1l4ut - 28/04/2011 11:08 AM
#340

Quote:
Original Posted By ccck
klo tentang hal ini, saya pernah diskusi disini;
Kasta apakah merupakan budaya yang mempersulit pernikahan di Bali?


wah keren nh bli :2thumbup

ijin nyimak bli ngacir2
Page 17 of 409 | ‹ First  < 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab