DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab
Total Views: 286142 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 409 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›

Almarhum13 - 19/04/2011 03:21 PM
#61

Quote:
gw baca di ABMM ad yg post seperti ini :

Quote:
Dalam Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal. 99, 192, 193 yang berbunyi : "Termashurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus dan seribu
Quote:
Dalam buku media Hindu yang berjudul : "Nilai-nilai Hindu dalam budaya Jawa, serpihan yang tertinggal" karya : Ida Bedande Adi Suripto, ia mengatakan : "Upacara selamatan untuk memperingati hari kematian orang Jawa hari ke 1, 7, 40, 100, dan 1000 hari, jelas adalah ajaran Hindu."
mohon klarifikasi dan penjelasannya


ane coba jawab yah gan..
dalam ajaran hindu banyak sekali keyakinan dan saya ga bisa bilang itu benar dan salah. karena bukan tempatnya saya bisa memberikan penilaian itu :

nah di dalam agama Hindu sendiri ada yang disebut Hindu kaharingan dari suku dayak atau juga Kejawen dari Hindu suku jawa

nah dalam ajaran Kejawen dan juga Kaharingan terdapat kepercayaan untuk memperingati hari kematian seseorang, baik itu 1 hari, 3, 7 atau seterusnya

nah jika orang yang mengadakan selametan, nyadran ato sejenisnya adalah beragama Hindu kemudian mengemas acara peringatan tersebut dalam agama Hindu apakah itu salah ??

nah mungkin karena dari itulah Media Hindu (saya salah satu penulis lepas disana) \)
mungkin mengatakan bahwa peringatan kematian seseorang berasal dari agama Hindu..

karena yang melakukan peringatan itu adalah orang yang beragama Hindu apakah dapat disalahkan \)

kembali lagi, karena budaya Hindu sudah berasimilasi dengan banyak budaya yang ada sehingga menjadikan Hindu memiliki keberagaman.
namun sejauh yang saya tau dalam Hindu tidak diterangkan akan adanya Peringatan kematian 1.3.7.40 Dst

untuk melengkapinya silahkan baca tulisan berikut gan beer:


Quote:
Upacara Kematian Suku Dayak Dilihat dan Sudut Pandang Agama Hindu Dharma
Di dalam ajaran Hindu Dharma, manusia dan juga benda-benda fisik lainnya di alam semesta, terdini dan lirna unsur dasar, atau yang disebut dengan Panca Maha Bhuta, yaitu unsur air, api, angin, tanah, dan akasa (hampa udara/ruang kosong). Apabila seseorang meninggal dunia, maka unsur-unsur penyusun tubuhnya kembali ke unsur-unsur dasar tersebut. Kematian Seseorang menimbulkan kewajiban bagi orang-orang yang masih hidup untuk melakukan serangkaian upacara untuk mempenlakukan jenazah, yang mana tujuannya adalah agar badan jasmaninya dapat segera dikembalikan ke unsur Panca Maha Bhuta dan atmannya dapat segera bersih dan kembali kepada Tuhan. Usaha untuk mengembalikan tubuh orang yang telah meninggal kepada unsur Panca Maha Bhuta dan atmannya dapat segera bersih dan kembali kepada Tuhan. Usaha untuk mengembalikan tubuh orang yang telah meninggal kepada unsur Panca Maha Bhuta dapat dilakukan dengan cara dikremasi (kembali ke unsun api), dikubur di dalam tanah (kembali ke unsur tanah), dilarung ke sungai atau laut (kembali ke unsun air), atau disemayamkan di atas tanah/pohon (kembali ke unsur udana). Semua jenis upacara kematian tersebut adalah benar menurut pandangan Hindu apabila Dharma dihantarkan dengan upacara-upacara untuk membersihkan arwahnya dan kekotoran perbuatannya selama di dunia, agar dapat segera kembali kepada alam Ketuhanan.

Pada Suku Dayak, arwah atau atman lelahur yang telah diupacarai dengan bersemayam di puncak-puncak pegunungan. Sebagai arwah-arwah yang telah suci dan berada di alam Tuhan, mereka dapat dipanggil kembali untuk dimintai pertolongan apabila manusia, khususnya keturunannya, menemui kesulitan-kesulitan. Dalam hal ini bukan berarti mereka tidak percaya terhadap pertolongan Tuhan. Pertolongan Tuhan akan datang melalui perantara arwah leluhur yang telah disucikan tersebut. Kepercayaan terhadap kekuatan arwah leluhur ini menimbulkan upacara-upacara pemujaan kepada arwah leluhur, yang mana di dalam ajaran agama Hindu Dharma disebut dengan Pitra Yadnya.
unwell - 19/04/2011 03:39 PM
#62

Quote:
Original Posted By Almarhum13
wihhh agan beruntung ane baru aja dapet acuan dari agan ccck

Trimurti
[CODE]https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=32984944&postcount=4[/CODE]

Brahma
[CODE]https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=32985206&postcount=6[/CODE]

Wisnu
[CODE]https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=32985952&postcount=7[/CODE]

Çiwa
[CODE]https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=32986360&postcount=8[/CODE]


gw masih bingung dengan keterangan, kenapa orang lebih condong ke shiva daripada brahma, soalnya yang gw tangkep karena shiva tukang ngambek. Trus gan, nanya lagi-- trimurti dan dewa2 lain adalah anak dari sepasang dewa pertama ya?

thx u/ artikelnya, gw baca cepet tadi hehe..
dark.age - 19/04/2011 03:42 PM
#63

Quote:
Original Posted By Almarhum13
ane coba jawab yah gan..
dalam ajaran hindu banyak sekali keyakinan dan saya ga bisa bilang itu benar dan salah. karena bukan tempatnya saya bisa memberikan penilaian itu :

nah di dalam agama Hindu sendiri ada yang disebut Hindu kaharingan dari suku dayak atau juga Kejawen dari Hindu suku jawa

nah dalam ajaran Kejawen dan juga Kaharingan terdapat kepercayaan untuk memperingati hari kematian seseorang, baik itu 1 hari, 3, 7 atau seterusnya

nah jika orang yang mengadakan selametan, nyadran ato sejenisnya adalah beragama Hindu kemudian mengemas acara peringatan tersebut dalam agama Hindu apakah itu salah ??

nah mungkin karena dari itulah Media Hindu (saya salah satu penulis lepas disana) \)
mungkin mengatakan bahwa peringatan kematian seseorang berasal dari agama Hindu..

karena yang melakukan peringatan itu adalah orang yang beragama Hindu apakah dapat disalahkan \)

kembali lagi, karena budaya Hindu sudah berasimilasi dengan banyak budaya yang ada sehingga menjadikan Hindu memiliki keberagaman.
namun sejauh yang saya tau dalam Hindu tidak diterangkan akan adanya Peringatan kematian 1.3.7.40 Dst

untuk melengkapinya silahkan baca tulisan berikut gan beer:


bukannya menyalahkan, dan bukan itu maksud dari pertanyaan gw p

gw Islam dan gw gak ngerti aturan dalam agama Hindu, kalau asimilasi terjadi antara budaya dengan agama Hindu itu bukan urusan gw \)

dalam Islam ad larangan untuk menyatukan ibadah yang ada dalam Islam dengan agama diluar Islam, atau memasukkan ritual2 ibadah dari agama lain ke dalam agama Islam.

sekarang kasusnya dalam budaya masyarakat Islam terutama di Jawa (dan ada beberapa lainnya di luar jawa) yang memperingati hari kematian seseorang setelah 7 hari kematian, 40 hari, 100 hari, dan 1000 hari.

sesuai dengan artikel yg gw bawa tadi, gw cuma mau klarifikasi dan minta penjelasan apabila memang benar ini sebenarnya adalah ajaran dari Hindu, dan jika memang benar tentunya ini jadi bahan referensi bagus buat gw \)
Almarhum13 - 19/04/2011 03:44 PM
#64

Quote:
Original Posted By unwell
gw masih bingung dengan keterangan, kenapa orang lebih condong ke shiva daripada brahma, soalnya yang gw tangkep karena shiva tukang ngambek. Trus gan, nanya lagi-- trimurti dan dewa2 lain adalah anak dari sepasang dewa pertama ya?

thx u/ artikelnya, gw baca cepet tadi hehe..


wahhh agan ne skali nanya ngamukk.. banyak bener neeh pertanyaanya \)
untuk pertanyaan agan yag kenapa Hindu cenderung ke Ciwa.
coba agan baca baik2 bagian ini

Quote:

Çiwa Mahādewa
Dalam kitab Mahābhārata, Çiwa lebih sering disebut sebagai Mahādewa, yaitu dewa tertinggi di antara para dewa. Kitab itu juga menjelaskan asal mula Çiwa mendapatkan sebutan demikian. Pada suatu waktu, para dewa menyuruh Çiwa membinasakan makhluk-makhluk jahat yang tinggal di Tripura. Untuk menghadapi makhluk-makhluk itu, Çiwa diberi setengah kekuatan dari masing-masing dewa, dan setelah dapat memusnahkan makhluk-makhluk itu, Çiwa dianggap sebagai dewa tertinggi.


Pertama kalinya Çiwa atau Rudra disebut Mahadewa terdapat dalam Yajur-Weda putih. Dalam Mahābhārata bagian Bhismaparwa, Çiwa yang digambarkan berada di Gunung Meru, dikelilingi Umā beserta pengikutnya itu disebut Pasupati (sloka 219b). Sementara, sebutan Maheswara ada dalam kitab Mahabharata sloka 222a. Sebutan lain untuk Çiwa adalah Trinetra, yang artinya bermata tiga. Sebutan ini didapatkan Çiwa ketika dari keningnya “muncul” mata ketiga untuk “mengembalikan” keadaan dunia seperti keadaan semula, yang “terganggu” karena kedua matanya tertutup oleh kedua tangan Parwati, yang ketika itu asyik bercengkerama dengan Çiwa. Untuk mengembalikan keadaan dunia, Çiwa menciptakan mata ketiga pada keningnya.


nah untuk masalah orangtua dari trimurti saya blom pernah denger yang kayak gini gan \)

tapi setau saya asal dari para dewa adalah manifestasi dari tuhan IDA SANG HYANG WIDHI.
nah dari situ kita tau bahwa dewa bukan diciptakan oleh orang tua bukan \)
ZHU Uchiha - 19/04/2011 03:48 PM
#65

hukuman terberatnya apa?[HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab
dark.age - 19/04/2011 03:52 PM
#66

Quote:
Original Posted By Almarhum13


tapi setau saya asal dari para dewa adalah manifestasi dari tuhan IDA SANG HYANG WIDHI.


bisa dijelaskan ?? o
Almarhum13 - 19/04/2011 03:57 PM
#67

Quote:
Original Posted By dark.age
bukannya menyalahkan, dan bukan itu maksud dari pertanyaan gw p

gw Islam dan gw gak ngerti aturan dalam agama Hindu, kalau asimilasi terjadi antara budaya dengan agama Hindu itu bukan urusan gw \)

dalam Islam ad larangan untuk menyatukan ibadah yang ada dalam Islam dengan agama diluar Islam, atau memasukkan ritual2 ibadah dari agama lain ke dalam agama Islam.

sekarang kasusnya dalam budaya masyarakat Islam terutama di Jawa (dan ada beberapa lainnya di luar jawa) yang memperingati hari kematian seseorang setelah 7 hari kematian, 40 hari, 100 hari, dan 1000 hari.

sesuai dengan artikel yg gw bawa tadi, gw cuma mau klarifikasi dan minta penjelasan apabila memang benar ini sebenarnya adalah ajaran dari Hindu, dan jika memang benar tentunya ini jadi bahan referensi bagus buat gw \)


sippp... jadi gini gan \)
seperti yang ane bilang tadi jadi dalam ajaran Hindu (setau ane) peace
tidak ditemukan adanya peringatan kematian 1.3.7 dst

nah dalam Hindu kaharingan dan Hindu Kejawen ditemukan adanya upacara tersebut.. nah maka dari itu setiap budaya Hindu Kejawen dan Kaharingan melakukan upacara memperingati kematian

nah mempersoalkan ada atau tidaknya, agan bisa menilai sendiri dengan jawaban ane \)

kalo misal Hindu menyalahkan atau melarang adanya peringatan kematian pada Kejawen dan Kaharingan maka tidak ada kepercayaan kata dalam Hindu seperti ini.

Quote:
"untukmu agamamu, untukku agamaku"


Hindu tidak pernah melarang adanya kegiatan atau memasukkan budaya dalam ajarannya. asalkan tidak bertentangan dengan DHARMA karena itulah hal yang harus diutamakan dalam agama Hindu.

seperti contoh Hindu bali dengan pakaian adat ketika bersembahyang ke Pura \)
Almarhum13 - 19/04/2011 04:00 PM
#68

Quote:
Original Posted By ZHU Uchiha
hukuman terberatnya apa?[HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab


maksud dari agan gimana ??

Hukuman dari apa yang dimaksud ?
ZHU Uchiha - 19/04/2011 04:02 PM
#69

Quote:
Original Posted By Almarhum13


maksud dari agan gimana ??

Hukuman dari apa yang dimaksud ?

Hukuman terberat dari dosa? Kamma?[HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab
dark.age - 19/04/2011 04:04 PM
#70

Quote:
Original Posted By Almarhum13
sippp... jadi gini gan \)
seperti yang ane bilang tadi jadi dalam ajaran Hindu (setau ane) peace
tidak ditemukan adanya peringatan kematian 1.3.7 dst

nah dalam Hindu kaharingan dan Hindu Kejawen ditemukan adanya upacara tersebut.. nah maka dari itu setiap budaya Hindu Kejawen dan Kaharingan melakukan upacara memperingati kematian

nah mempersoalkan ada atau tidaknya, agan bisa menilai sendiri dengan jawaban ane \)

kalo misal Hindu menyalahkan atau melarang adanya peringatan kematian pada Kejawen dan Kaharingan maka tidak ada kepercayaan kata dalam Hindu seperti ini.



Hindu tidak pernah melarang adanya kegiatan atau memasukkan budaya dalam ajarannya. asalkan tidak bertentangan dengan DHARMA karena itulah hal yang harus diutamakan dalam agama Hindu.

seperti contoh Hindu bali dengan pakaian adat ketika bersembahyang ke Pura \)


OK \)

gw tinggal nunggu jawaban dari artikel yg gw bawa tadi, moga2 ad yg bisa jawab \)
Almarhum13 - 19/04/2011 04:05 PM
#71

Quote:
Original Posted By dark.age
bisa dijelaskan ?? o


agan bisa membaca yang ini dulu sebagai dasarnya


Quote:
Om bhur bhuvah svah tat savitur varenyam bhargo devasya dhimahi
dhiyo yo nah pracodayat

Ya Hyang Widhi yang menguasai ketiga dunia ini,
Yang maha suci dan sumber segala kehidupan, sumber segala cahaya, semoga limpahkan pada budi nurani kami penerangan sinar cahayaMu yang maha suci.


Om Narayana evedwam sarvam
yad bhutam yac ca bhavyam niskalanko niranjano nirvikalpo nirakhyatah suddho deva eko narayana na dvitiyo asti kascit.

Ya Hyang Widhi, darimulah segala yang sudah ada dan yang akan ada di alam ini berasal dan kembali nantinya.
Engkau adaIah gaib, tiada berwujud, di atas segala kebingungan, tak termusnahkan. Engkau adalah maha cemerlang, maha suci, maha esa dan tiada duanya.

Om tvam siwah tvam mahadevah Iswarah paramesvarah brahma visnusca rudrasca purusah parikirtitah

Engkau disebut Siwa, Mahadewa, Iswara, Parameswara, Brahma dan Wisnu dan juga Rudra.
Engkau adalah asal mula dari segala yang ada.

Om papo'ham papakarmaham papatma papasambhavah
trahi mam pundarikaksa
sabahyabhyantarah sucih

Oh Hyang Widhi Wasa, hamba ini papa, jiwa hamba papa dan kelahiran hambapun papa, perbuatan hamba papa,
Ya Hyang Widhi, selamatkanlah hamba dari segala kenistaan ini, dapatlah disucikan lahir dan batin hamba.

Om ksamasva mam mahadeva sarvaprani hitankara mam moca sarva papebhyah palayasva sada siva

Ampunilah hamba. oh Hyang Widhi, penyelamat segala makhluk. Lepaskanlah , kiranya hamba dari segala kepapaan ini dan tuntunlah hamba, selamatkan dan lindungilah hamba oh Hyang Widhi Wasa.

Om ksantavyah kayiko dosah ksantavyo. vaciko mama ksantavyo manaso dosah tat pramadat ksamasva mam

Oh Hyang Widhi Wasa, ampunilah segala dosa hamba, ampunilah dosa dari ucapan hamba dan ampunilah pula dosa dari pikiran hamba. Ampunilah hamba atas segaIa kelalaian hamba itu.

Om Santih, Santih, Santih Om.

Semoga damai diketiga dunia


ini disebut gayatri mantram gan, doa umat Hindu bisa menjelaskan semua kan \)

sign out dulu gan, sampe besok
om santi, santi, santi
unwell - 19/04/2011 04:12 PM
#72

ou begetchoo.. seru juga, thanks! sampe nanti shakehand
(sejauh ini gw nangkep sang hyang widhi ini, maha.. tapi tak terdefinisikan/ atau tidak bisa dihitung dalam sebuah takaran manusia, misalnya seorang "sang hyang widhi".. karena luasnya, kuasanya, cemerlangnya, dan percikannya ada pada setiap manifestasi dewa, manusia, binatang dan tumbuhan..)
dark.age - 19/04/2011 04:15 PM
#73

masih ad penjawab gak ya ??
luxair - 19/04/2011 04:21 PM
#74

wah lapak baru..numpak coffee: dulu sambil baca2..

btw TSnya orang Bali kah?/ gmana pendapat menurut TS perkembangan aliran HK akhir2 ini terhadap aliran hindu Ciwa di Bali.. \)
hwayan - 19/04/2011 04:21 PM
#75

Quote:
Original Posted By Almarhum13
nah untuk masalah orangtua dari trimurti saya blom pernah denger yang kayak gini gan \)

tapi setau saya asal dari para dewa adalah manifestasi dari tuhan IDA SANG HYANG WIDHI.
nah dari situ kita tau bahwa dewa bukan diciptakan oleh orang tua bukan \)


ane tambahin dikit gan D

Dewa itu merupakan penjelmaan Tuhan yg terkena unsur dualisme(rwa bhineda) karena bersentuhan dengan hal2 duniawi saat mencipta,memelihara,dan melebur alam semesta sebagai hukum sebab akibat.. Ibaratnya Tuhan itu Maha sempurna yg tidak mempunyai sifat keduniawian, maka dr itu Tuhan turun kebumi menjelma menjadi dewa yang mempunyai kewenangan yang lebih terbatas dan level yang lebih rendah dr Tuhan itu sendiri beer:
dark.age - 19/04/2011 04:28 PM
#76

Quote:
Original Posted By hwayan
ane tambahin dikit gan D

Dewa itu merupakan penjelmaan Tuhan yg terkena unsur dualisme(rwa bhineda) karena bersentuhan dengan hal2 duniawi saat mencipta,memelihara,dan melebur alam semesta sebagai hukum sebab akibat.. Ibaratnya Tuhan itu Maha sempurna yg tidak mempunyai sifat keduniawian, maka dr itu Tuhan turun kebumi menjelma menjadi dewa yang mempunyai kewenangan yang lebih terbatas dan level yang lebih rendah dr Tuhan itu sendiri beer:


nah klo ini gw lebih nangkep shakehand
dark.age - 19/04/2011 04:32 PM
#77

mengenai kisah mahabharata dan ramayana, apakah ini bagian dari kepercayaan hindu atau hanya sekedar kisah pengantar tidur ??
ZHU Uchiha - 19/04/2011 04:35 PM
#78

mahabrata yang di TPI tiap jam 12 siang tempo doeloe yak..
adu panah, anak panahnya bisa berubah2.. Cool matabelo: [HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab
mikail_yani - 19/04/2011 04:36 PM
#79

Quote:
Original Posted By dark.age
mengenai kisah mahabharata dan ramayana, apakah ini bagian dari kepercayaan hindu atau hanya sekedar kisah pengantar tidur ??


pertanyaan yang sama kek loshakehand

menunggu penjawab:nosara
Mr.Rahmaninov - 19/04/2011 04:36 PM
#80

Quote:
Original Posted By dark.age
mengenai kisah mahabharata dan ramayana, apakah ini bagian dari kepercayaan hindu atau hanya sekedar kisah pengantar tidur ??


Jadi keingetan pelm Little Khrisna ama little ganesha yang di TPI.. D:D
Page 4 of 409 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab