DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab
Total Views: 286142 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 5 of 409 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›

Mr.Rahmaninov - 19/04/2011 04:40 PM
#81

Quote:
Original Posted By Almarhum13
wahhh agan ne skali nanya ngamukk.. banyak bener neeh pertanyaanya \)
untuk pertanyaan agan yag kenapa Hindu cenderung ke Ciwa.
coba agan baca baik2 bagian ini



nah untuk masalah orangtua dari trimurti saya blom pernah denger yang kayak gini gan \)

tapi setau saya asal dari para dewa adalah manifestasi dari tuhan IDA SANG HYANG WIDHI.
nah dari situ kita tau bahwa dewa bukan diciptakan oleh orang tua bukan \)


OWh.... sama2 kaya trinitasnya kresten ya?

Manifestasi Tuhan...
interlocal - 19/04/2011 04:41 PM
#82

selamat atas terbukanya tret holy yg baru shakehand
LegionAssault - 19/04/2011 05:21 PM
#83

tanya dong malu:

btw kan ada pemuja Wishnu,pemuja Siwa,kok pemuja Brahma jarang bgt sih??amazed:

padahal kan dia sang pencipta
inoone - 19/04/2011 07:11 PM
#84

Sekedar menambahkan Gan, dr sudut pandang ane pribadi.

Sila pertama dr Panca Sradha bukan "Percaya adanya tuhan", melainkan percaya dg adanya brahman. Saya selalu cenderung utk tidak mengganti istilah brahman dg tuhan. sderhana saja sbg sebuah kosakata dlm bahasa indonesia, tuhan memiliki arti tersendiri yg sngt lekat dg agama samawi, sdngkn brahman memiliki karakteristik yg sngt berbeda.



Quote:
Original Posted By Almarhum13
nah ini adalah p[ertanyaan old skool banget gan
sering ditanya dari jaman ane masih sd \)
nah ane terangkan supaya agan2 bisa memberi pengetahuan juga buat temen2 yang laen \)



tentang monotheist atau polytheist. hindu hanya mengenal 1 brahman. akar pertama dr kesalahpahaman inii adalah krn dlm bhs inggris tidak ada isti;ah yg spesifik utk "dewa". dewa atau tuhan, tetap saja bhs, inggrisnya GOD. So, do Hindus believe in many god? mostly yes.
inoone - 19/04/2011 07:24 PM
#85

Quote:
Original Posted By ZHU Uchiha
thx atas penjelasan sebelumnya.
sekarang tentang avatar. entah gw baca dimana, ada yang bilang Sidharta Gautama, Muhammad, dan Yesus adalah avatar?

Sekalian nanya konsep dosa hindhuism?[HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab


Ane bantu tambahin sedikit, dg versi ane ya.

avatar/awatara penjelmaan brahman k dunia ini manakal "dia" merasa dunia ini sdh tidak mampu mengatasi tingkat ke-adharmaan yg ada. pd dasarnya begitu.

Jika anda meng-kaitkan dg konsep jiwatman, mngkin beberapa akan bertanya dlm hati, apa bedanya avatar dg manusia2 lain, toh pd prinsipnya atman2 yg lain jg adalah "titisan" brahman.

bedanya,
- avatar mengemban misi khusus
- avatar memiliki "kelebihan" dibandingkan manusia pd umumnya, bs berupa kebijaksanaan, kesaktian, wujud yg memungkinkannya utk melakukan misi tertentu,
- intinya, kl menurut ane pribadi (ane analisa) avatar merupakan the chosen one.
________________________________________________________________

tentang dosa, ane setuju seratus persen dg bang almarhum13, in hindu, there's no such thing as sin. yg ada adalah karma phala. perbuatan anda, apa pun itu, sadar atau tidak sadar (bhkn ketika anda tidak melakukan apa pun, itu adalah karma) akan membawa konsekwensi.

Face it, that's just how thing goes.
inoone - 19/04/2011 07:27 PM
#86

Quote:
Original Posted By Almarhum13
ane coba jawab yah gan..
dalam ajaran hindu banyak sekali keyakinan dan saya ga bisa bilang itu benar dan salah. karena bukan tempatnya saya bisa memberikan penilaian itu :



Inilah sikap mental yg seharusnya kita tanamkan. Don't judge others, we are just no one.
ZHU Uchiha - 19/04/2011 07:27 PM
#87

Quote:
Original Posted By inoone
Ane bantu tambahin sedikit, dg versi ane ya.

avatar/awatara penjelmaan brahman k dunia ini manakal "dia" merasa dunia ini sdh tidak mampu mengatasi tingkat ke-adharmaan yg ada. pd dasarnya begitu.

Jika anda meng-kaitkan dg konsep jiwatman, mngkin beberapa akan bertanya dlm hati, apa bedanya avatar dg manusia2 lain, toh pd prinsipnya atman2 yg lain jg adalah "titisan" brahman.

bedanya,
- avatar mengemban misi khusus
- avatar memiliki "kelebihan" dibandingkan manusia pd umumnya, bs berupa kebijaksanaan, kesaktian, wujud yg memungkinkannya utk melakukan misi tertentu,
- intinya, kl menurut ane pribadi (ane analisa) avatar merupakan the chosen one.
________________________________________________________________

tentang dosa, ane setuju seratus persen dg bang almarhum13, in hindu, there's no such thing as sin. yg ada adalah karma phala. perbuatan anda, apa pun itu, sadar atau tidak sadar (bhkn ketika anda tidak melakukan apa pun, itu adalah karma) akan membawa konsekwensi.

Face it, that's just how thing goes.


apakah sang Avatar ini mempunyai ciri khusus yang sama? seperti misalnya kelahiran yang disertai keajaiban2 gitu?
udah ada berapa Avatar sampai saat ini?
DvandhitaP - 19/04/2011 07:32 PM
#88

swastyastu~

ane juga anak hindu nih...

astungkara ane mungkin bisa bantu jawab dikit" kiss
inoone - 19/04/2011 07:34 PM
#89

Quote:
Original Posted By unwell
gw masih bingung dengan keterangan, kenapa orang lebih condong ke shiva daripada brahma, soalnya yang gw tangkep karena shiva tukang ngambek. Trus gan, nanya lagi-- trimurti dan dewa2 lain adalah anak dari sepasang dewa pertama ya?

thx u/ artikelnya, gw baca cepet tadi hehe..


haha.. hmm..
Soal mengenai, knp banyak yg condong ke Siva (ingat, banyak, bukan semua), ane yakin itu semata2 krn personal choice. Ane tidka pernah menemukan rujukan dlm agama hindu yg scr explisit maupun implisit menyatakan, "umat hindu harus lebih condong kpd Siwa.

Soal alasannya, ane punya pendapat sendiri mengenai ini. \)



Soal dewa punya anak, ane bisa yakinkan, itu hanyalah mitologi. lupa ane istilah resminya, "suatu cerita yg bertujuan utk membantu pemahaman terhadap ajaran hindu"
inoone - 19/04/2011 07:38 PM
#90

Quote:
Original Posted By ZHU Uchiha
Hukuman terberat dari dosa? Kamma?[HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab


Tidak bisa ditentukan. Hukum Karma Phala adalah hukum paling sederhana sxgus paling rumit yg prnh saya tahu, sehingga anda tidak akan pernah bisa menjawab pertanyaan, jika saya melakukan ini apakah hukumannya/akibatnya.

setiap saat kita melakukan karma. Misal, anda membunuh orang, tentu ada konsekwensinya entah baik/buruk, nah kemudian anda menyerahkan diri pd polisi, tentu ada konsekwensinya, dan bila anda memilih bersembunyi jg ada konsekwensinya, dst, dst...
DvandhitaP - 19/04/2011 07:39 PM
#91

bli/mbok boleh ga saya tambahin dikit tentang kasta? soalnya ada beberapa hal yang agak berbeda di mata saya tentang "kegunaan kasta"
inoone - 19/04/2011 07:42 PM
#92

Quote:
Original Posted By unwell
ou begetchoo.. seru juga, thanks! sampe nanti shakehand
(sejauh ini gw nangkep sang hyang widhi ini, maha.. tapi tak terdefinisikan/ atau tidak bisa dihitung dalam sebuah takaran manusia, misalnya seorang "sang hyang widhi".. karena luasnya, kuasanya, cemerlangnya, dan percikannya ada pada setiap manifestasi dewa, manusia, binatang dan tumbuhan..)


That's it. anda bisa menjelaskan segala macam tentang brahman, tp semua penjelasan akan sampai suatu pd titik "neti neti" (bukan itu bukan itu), jadi APA PUN deskripsi anda tentang brahman, deskripsi anda tidak tepat.

"Dia yg menjelaskannya sesungguhnya tidak tahu, dia yg tahu tidak akan mampu menjelaskannya"
inoone - 19/04/2011 07:44 PM
#93

Quote:
Original Posted By dark.age
mengenai kisah mahabharata dan ramayana, apakah ini bagian dari kepercayaan hindu atau hanya sekedar kisah pengantar tidur ??


Quote:
Original Posted By ZHU Uchiha
mahabrata yang di TPI tiap jam 12 siang tempo doeloe yak..
adu panah, anak panahnya bisa berubah2.. Cool matabelo: [HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab


Umat Hindunya umumnya percaya bhw mahabratha dan ramayana adalah sbuah sejarah. Saya sendiri percaya mahabratha dan ramayana benar2 pernah terjadi, tp saya YAKIN pd versi yg kita ketahui sekarang, ada penambahan2 atau pengurangan2 dibandingkan kejadian aslinya.
inoone - 19/04/2011 07:46 PM
#94

Quote:
Original Posted By DvandhitaP
bli/mbok boleh ga saya tambahin dikit tentang kasta? soalnya ada beberapa hal yang agak berbeda di mata saya tentang "kegunaan kasta"


Tentu boleh2 saja, kenapa tidak, asal anda jangan smp lupa, ini adalah Debate Club, di sini tempatnya orang berbeda pendapat DAN mempertahankan pendapatnya dan mungkin malah menyerang pendapat orang lain.
inoone - 19/04/2011 07:48 PM
#95

Quote:
Original Posted By ZHU Uchiha
apakah sang Avatar ini mempunyai ciri khusus yang sama? seperti misalnya kelahiran yang disertai keajaiban2 gitu?
udah ada berapa Avatar sampai saat ini?


Sejauh yg ane temui, hanya 1 ciri khusunya: mempunyai kelebihan tertentu yg pd gilirannya mengubah arah sejarah umat manusia.

Hmm... yg sudah turun ada 9;, satu msh pending. yaitu Kalki awatara.

lebih jauh mengenai awatara bisa dilihat d sini:
dasa awatara
DvandhitaP - 19/04/2011 07:59 PM
#96

IMHO ya,

sebelum ada kasta, semua orang ingin menjadi brahmana, semua menjadi hanya fokus pada urusan spiritual, sehingga negara menjadi kacau (pemerintahan ga ada yang ngurusin, ga ada yang jadi pekerja, ga ada pedagang, dll) makanya kemudian di ciptakan lah sistem kasta agar seimbang

Brahmana >- mengurusi urusan keagamaan
Ksatria >- mengurusi urusan pemerintahan
waisya >- para pedagang
Sudra >- golongan pekerja

jadi kalo dibilang kasta ga ada gunanya juga ya gak pas menurut saya...

sayangnya, di Jaman sekarang kegunaan kasta sebenernya udh mulai berkurang, soalnya udh ada negara yang mengatur smua hal tersebut.

tapi menurut saya juga sama, bahwa kasta saat ini dipertahankan hanya untuk status quo

CMIIW malu:
ruezclaire - 19/04/2011 08:07 PM
#97

sapapun,ada yg bisa jelasin ttg pedharman sri kresna kepakisan ama pulasari ga?
kok tempat sembahyangnya sama ya?
ane sendiri baru tau pas ke besakih eh cewek ane juga sembahyang dtempat yg sama ama pedharman sri kresna kepakisan tempat ane sembahyang
--a[HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab
hwayan - 19/04/2011 10:20 PM
#98

om swastyastu ane mau nambahin seputar kasta D

Kata “kasta” berasal dari bahasa Portugis “caste” yang berarti pemisah, tembok, atau batas. Sejarah kasta yang dituduhkan pada masyarakat Hindu berawal dari kedatangan Bangsa Portugis yang melakukan pengarungan samudra ke dunia timur yang didasari atas semangat Gold (memperoleh kekayaan) Glory (memperoleh kejayaan) dan Gospel (penyebaran agama/penginjilan). Caste yang dalam sejarah portugis sudah berlangsung lama akibat proses Feodalisme. Bahkan feodalisme ini terjadi pada semua sejarah masyarakat dunia. Di Inggris muncul penggolongan masyarakat secara vertikal dengan membedakan namanya seperti Sir, Lord, Duke, dll. Gelar-gelar kebangsawanan Teuku dan Cut masih diterapkan secara kental di Aceh, di Jawa sendiri juga diterapkan dalam pemberian nama raden.

Feodalisme di masyarakat Hindu sendiri muncul dengan menyalah artikan konsep Catur Varna yang diungkapkan dalam Veda. Veda sama sekali tidak mengenal sistem kasta dan tidak ada satu kalimatpun dalam Veda yang menulis kata “kasta”. Catur Varna sebagaimana disebutkan oleh Sri Krishna dalam Bhagavad Gita 4.13

catur-varnyam maya srstam
guna-karma-vibhagasah
tasya kartaram api mam
viddhy akartaram avyayam

“Catur varna adalah ciptaan-Ku, menurut pembagian kualitas dan kerja, tetapi ketahuilah bahwa walaupun Aku penciptanya, Aku tak berbuat dan merubah diri-Ku”

Sloka ini sudah dengan sangat jelas dan gamblang menyatakan bahwa Catur Varna diciptakan oleh Tuhan sendiri pada seluruh tataran kehidupan manusia. Catur Varna hanya didasarkan oleh kerja dan kualitas seseorang, bukan berdasarkan kelahiran sebagaimana produk kasta yang selama ini dilontarkan.

Catur Varna membagi manusia kedalam 4 bagian, yaitu;

a. Brahmana

Adalah mereka yang memiliki kecerdasan tinggi, mengerti tentang kitab suci, ketuhanan dan ilmupengetahuan. Para Brahmana memiliki kewajiban mengajarkan ajaran ketuhanan dan ilmupengetahuan ke masyarakat. Brahmana juga memiliki kewajiban sebagai penasehat pada kaum kesatria dalam melaksanakan roda pemerintahan. Rsi, Pedanda, Pendeta, Pastur, Kyai dan pemuka-pemuka agama lainnya, Dokter, Ilmuwan, Guru dan profesi yang sejenis dapat digolongkan kedalam Varna Brahmana

b. Ksatria

Adalah mereka yang memiliki sikap pemberani, jujur, tangkas dan memiliki kemampuan managerial dalam dunia pemerintahan. Mereka yang masuk kedalam golongan Varna Ksatria antara lain; raja/pemimpin negara, aparatur negara, prajurit/angkatan bersenjata.

c. Vaisya

Adalah mereka yang memiliki keahlian berbisnis, bertani dan berbagai profesi lainnya yang bergerak dalam bidang ekonomi. Dalam varna ini termasuk pedagang, petani, nelayan, pengusaha, dan sejenisnya.

d. Sudra

Adalah mereka yang memiliki kecerdasan terbatas, sehingga mereka lebih cenderung bekerja dengan kekuatan fisik, bukan otak. Contoh profesi sudra adalah pembantu rumah tangga, buruh angkat barang, tukang becak dan sejenisnya.

Penggolongan ini akan tetap hidup di masyarakat manapun karena watak, karakter, kecerdasar yang menentukan profesi seseorang tidaklah sama. Harus ada bos dan harus ada pembantu. Harus ada raja/ pemimpin dan harus ada rakyat yang dipimpin. Keempat golongan masyarakat ini harus bekerjasama untuk menciptakan masyarakat dunia yang harmonis dan bahagia. Jika kaum Vaisya mogok kerja, maka roda perekonomian tidak akan jalan dan terjadi krisis ekonomi. Jika kaum brahmana tidak menjalankan tugasnya, masyarakat mungkin akan kacau karena moral, agama dan pengetahuan masyarakat menjadi kurang, jika para administrator negara tidak jalan, maka negara bersangkutan menjadi lemah dan mungkin akan terjadi chaos dalam masyarakat. Jika para sudra / kaum buruh mogok kerja maka perekonomian dan kehidupan 3 golongan yang lain juga menjadi timpang.

Hanya saja akibat proses feodalisme, egosime dan keinginan untut menancapkan kuku kekuasaan, manusia sebagai orang tua berusaha menancapkan dan mengibarkan bendera kekuasaan yang sama kepada anaknya meskipun sang anak tidak memiliki kualifikasi yang sama dengan orang tuanya.

Orang tua terpelajar yang berkedudukan sebagai pemuka agama dan masuk kedalam golongan brahmana ingin agar anaknya dihormati dengan menjadikannya sebagai seorang Brahmana meskipun si anak tidak memiliki pengetahuan yang memadai dalam filsafat ketuhanan maupun pengetahuan lainnya.

Demikian juga pemimpin negara / raja berkeinginan agar garis keturunan biologisnyalah yang tetap berkuasa dan dihormati masyarakat sehingga dia memberikan nama gelar kebangsawanan pada anaknya yang meskipun kecerdasan anak tersebut sangat rendah dan tidak layak menjadi pemimpin.

Jadi, konsep pembagian penduduk secara vertikal yang berdasarkan kelahiran / trah / keturunan yang selama ini diterapkan baik di masyarakat Hindu sendiri ataupun di luar masyarakat Hindu sangatlah bertentangan dengan konsep ajaran Veda / Hindu sehingga masalah ini merupakan tantangan kita bersama untuk menghilangkan salah kaprah ini dari sistem sosial masyarakat dunia.

suksma shakehand2
inoone - 19/04/2011 11:20 PM
#99

Quote:
Original Posted By DvandhitaP
IMHO ya,

sebelum ada kasta, semua orang ingin menjadi brahmana, semua menjadi hanya fokus pada urusan spiritual, sehingga negara menjadi kacau (pemerintahan ga ada yang ngurusin, ga ada yang jadi pekerja, ga ada pedagang, dll) makanya kemudian di ciptakan lah sistem kasta agar seimbang

Brahmana >- mengurusi urusan keagamaan
Ksatria >- mengurusi urusan pemerintahan
waisya >- para pedagang
Sudra >- golongan pekerja

jadi kalo dibilang kasta ga ada gunanya juga ya gak pas menurut saya...

sayangnya, di Jaman sekarang kegunaan kasta sebenernya udh mulai berkurang, soalnya udh ada negara yang mengatur smua hal tersebut.

tapi menurut saya juga sama, bahwa kasta saat ini dipertahankan hanya untuk status quo

CMIIW malu:

Oh my, u seems misuse the term catur kasta & catur warna.
Google dikit ya. \)

Sudah dijawab dg lebih lengkap oleh Bro hwayan:

Spoiler for kasta & warna

om swastyastu ane mau nambahin seputar kasta D

Kata “kasta” berasal dari bahasa Portugis “caste” yang berarti pemisah, tembok, atau batas. Sejarah kasta yang dituduhkan pada masyarakat Hindu berawal dari kedatangan Bangsa Portugis yang melakukan pengarungan samudra ke dunia timur yang didasari atas semangat Gold (memperoleh kekayaan) Glory (memperoleh kejayaan) dan Gospel (penyebaran agama/penginjilan). Caste yang dalam sejarah portugis sudah berlangsung lama akibat proses Feodalisme. Bahkan feodalisme ini terjadi pada semua sejarah masyarakat dunia. Di Inggris muncul penggolongan masyarakat secara vertikal dengan membedakan namanya seperti Sir, Lord, Duke, dll. Gelar-gelar kebangsawanan Teuku dan Cut masih diterapkan secara kental di Aceh, di Jawa sendiri juga diterapkan dalam pemberian nama raden.

Feodalisme di masyarakat Hindu sendiri muncul dengan menyalah artikan konsep Catur Varna yang diungkapkan dalam Veda. Veda sama sekali tidak mengenal sistem kasta dan tidak ada satu kalimatpun dalam Veda yang menulis kata “kasta”. Catur Varna sebagaimana disebutkan oleh Sri Krishna dalam Bhagavad Gita 4.13

catur-varnyam maya srstam
guna-karma-vibhagasah
tasya kartaram api mam
viddhy akartaram avyayam

“Catur varna adalah ciptaan-Ku, menurut pembagian kualitas dan kerja, tetapi ketahuilah bahwa walaupun Aku penciptanya, Aku tak berbuat dan merubah diri-Ku”

Sloka ini sudah dengan sangat jelas dan gamblang menyatakan bahwa Catur Varna diciptakan oleh Tuhan sendiri pada seluruh tataran kehidupan manusia. Catur Varna hanya didasarkan oleh kerja dan kualitas seseorang, bukan berdasarkan kelahiran sebagaimana produk kasta yang selama ini dilontarkan.

Catur Varna membagi manusia kedalam 4 bagian, yaitu;

a. Brahmana

Adalah mereka yang memiliki kecerdasan tinggi, mengerti tentang kitab suci, ketuhanan dan ilmupengetahuan. Para Brahmana memiliki kewajiban mengajarkan ajaran ketuhanan dan ilmupengetahuan ke masyarakat. Brahmana juga memiliki kewajiban sebagai penasehat pada kaum kesatria dalam melaksanakan roda pemerintahan. Rsi, Pedanda, Pendeta, Pastur, Kyai dan pemuka-pemuka agama lainnya, Dokter, Ilmuwan, Guru dan profesi yang sejenis dapat digolongkan kedalam Varna Brahmana

b. Ksatria

Adalah mereka yang memiliki sikap pemberani, jujur, tangkas dan memiliki kemampuan managerial dalam dunia pemerintahan. Mereka yang masuk kedalam golongan Varna Ksatria antara lain; raja/pemimpin negara, aparatur negara, prajurit/angkatan bersenjata.

c. Vaisya

Adalah mereka yang memiliki keahlian berbisnis, bertani dan berbagai profesi lainnya yang bergerak dalam bidang ekonomi. Dalam varna ini termasuk pedagang, petani, nelayan, pengusaha, dan sejenisnya.

d. Sudra

Adalah mereka yang memiliki kecerdasan terbatas, sehingga mereka lebih cenderung bekerja dengan kekuatan fisik, bukan otak. Contoh profesi sudra adalah pembantu rumah tangga, buruh angkat barang, tukang becak dan sejenisnya.

Penggolongan ini akan tetap hidup di masyarakat manapun karena watak, karakter, kecerdasar yang menentukan profesi seseorang tidaklah sama. Harus ada bos dan harus ada pembantu. Harus ada raja/ pemimpin dan harus ada rakyat yang dipimpin. Keempat golongan masyarakat ini harus bekerjasama untuk menciptakan masyarakat dunia yang harmonis dan bahagia. Jika kaum Vaisya mogok kerja, maka roda perekonomian tidak akan jalan dan terjadi krisis ekonomi. Jika kaum brahmana tidak menjalankan tugasnya, masyarakat mungkin akan kacau karena moral, agama dan pengetahuan masyarakat menjadi kurang, jika para administrator negara tidak jalan, maka negara bersangkutan menjadi lemah dan mungkin akan terjadi chaos dalam masyarakat. Jika para sudra / kaum buruh mogok kerja maka perekonomian dan kehidupan 3 golongan yang lain juga menjadi timpang.

Hanya saja akibat proses feodalisme, egosime dan keinginan untut menancapkan kuku kekuasaan, manusia sebagai orang tua berusaha menancapkan dan mengibarkan bendera kekuasaan yang sama kepada anaknya meskipun sang anak tidak memiliki kualifikasi yang sama dengan orang tuanya.

Orang tua terpelajar yang berkedudukan sebagai pemuka agama dan masuk kedalam golongan brahmana ingin agar anaknya dihormati dengan menjadikannya sebagai seorang Brahmana meskipun si anak tidak memiliki pengetahuan yang memadai dalam filsafat ketuhanan maupun pengetahuan lainnya.

Demikian juga pemimpin negara / raja berkeinginan agar garis keturunan biologisnyalah yang tetap berkuasa dan dihormati masyarakat sehingga dia memberikan nama gelar kebangsawanan pada anaknya yang meskipun kecerdasan anak tersebut sangat rendah dan tidak layak menjadi pemimpin.

Jadi, konsep pembagian penduduk secara vertikal yang berdasarkan kelahiran / trah / keturunan yang selama ini diterapkan baik di masyarakat Hindu sendiri ataupun di luar masyarakat Hindu sangatlah bertentangan dengan konsep ajaran Veda / Hindu sehingga masalah ini merupakan tantangan kita bersama untuk menghilangkan salah kaprah ini dari sistem sosial masyarakat dunia.

suksma shakehand2
inoone - 19/04/2011 11:24 PM
#100

Quote:
Original Posted By ruezclaire
sapapun,ada yg bisa jelasin ttg pedharman sri kresna kepakisan ama pulasari ga?
kok tempat sembahyangnya sama ya?
ane sendiri baru tau pas ke besakih eh cewek ane juga sembahyang dtempat yg sama ama pedharman sri kresna kepakisan tempat ane sembahyang
--a[HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab


Setau ane, itu krn kepakisan dan Dalm Tarukan (Pulasari) msh ada dlm 1 garis keturunan Gan, kl ga salah di Babad Dalm Tarukan.
Page 5 of 409 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab