DEBATE CLUB
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab
Total Views: 286142 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 6 of 409 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›

inoone - 19/04/2011 11:30 PM
#101

Di buku "seputar suara sumbang terhadap hindu" oleh Wayan Suja ada kutipan:

"Walau seribu Weda mengatakan api itu dingin, janganlah engkau percaya."
welleveryday - 20/04/2011 01:57 AM
#102

Om Swastiastu....

Ijin nyimak gan D
ane Hindhu tp pengetahuan masih kurang D
a6a6n6 - 20/04/2011 02:31 AM
#103

baru tau gue ada ABHM pulak hammer:

numpang liwat dulu ajah yah ngacir:
shank_le_roux - 20/04/2011 04:10 AM
#104

ada yg berpendapat brahman lain artinya dengan tuhan, karena tuhan lebih merujuk ke agama samawi...

setau saya, bagi non hindu tuhan adalah dzat... skr manusia bisa dikategorikan dzat atau bukan D

tinggal tindakan manusia itu sendiri yg menentukan...
Mr.Rahmaninov - 20/04/2011 05:43 AM
#105

Quote:
Original Posted By inoone
Oh my, u seems misuse the term catur kasta & catur warna.
Google dikit ya. \)

Sudah dijawab dg lebih lengkap oleh Bro hwayan:

Spoiler for kasta & warna

om swastyastu ane mau nambahin seputar kasta D

Kata “kasta” berasal dari bahasa Portugis “caste” yang berarti pemisah, tembok, atau batas. Sejarah kasta yang dituduhkan pada masyarakat Hindu berawal dari kedatangan Bangsa Portugis yang melakukan pengarungan samudra ke dunia timur yang didasari atas semangat Gold (memperoleh kekayaan) Glory (memperoleh kejayaan) dan Gospel (penyebaran agama/penginjilan). Caste yang dalam sejarah portugis sudah berlangsung lama akibat proses Feodalisme. Bahkan feodalisme ini terjadi pada semua sejarah masyarakat dunia. Di Inggris muncul penggolongan masyarakat secara vertikal dengan membedakan namanya seperti Sir, Lord, Duke, dll. Gelar-gelar kebangsawanan Teuku dan Cut masih diterapkan secara kental di Aceh, di Jawa sendiri juga diterapkan dalam pemberian nama raden.

Feodalisme di masyarakat Hindu sendiri muncul dengan menyalah artikan konsep Catur Varna yang diungkapkan dalam Veda. Veda sama sekali tidak mengenal sistem kasta dan tidak ada satu kalimatpun dalam Veda yang menulis kata “kasta”. Catur Varna sebagaimana disebutkan oleh Sri Krishna dalam Bhagavad Gita 4.13

catur-varnyam maya srstam
guna-karma-vibhagasah
tasya kartaram api mam
viddhy akartaram avyayam

“Catur varna adalah ciptaan-Ku, menurut pembagian kualitas dan kerja, tetapi ketahuilah bahwa walaupun Aku penciptanya, Aku tak berbuat dan merubah diri-Ku”

Sloka ini sudah dengan sangat jelas dan gamblang menyatakan bahwa Catur Varna diciptakan oleh Tuhan sendiri pada seluruh tataran kehidupan manusia. Catur Varna hanya didasarkan oleh kerja dan kualitas seseorang, bukan berdasarkan kelahiran sebagaimana produk kasta yang selama ini dilontarkan.

Catur Varna membagi manusia kedalam 4 bagian, yaitu;

a. Brahmana

Adalah mereka yang memiliki kecerdasan tinggi, mengerti tentang kitab suci, ketuhanan dan ilmupengetahuan. Para Brahmana memiliki kewajiban mengajarkan ajaran ketuhanan dan ilmupengetahuan ke masyarakat. Brahmana juga memiliki kewajiban sebagai penasehat pada kaum kesatria dalam melaksanakan roda pemerintahan. Rsi, Pedanda, Pendeta, Pastur, Kyai dan pemuka-pemuka agama lainnya, Dokter, Ilmuwan, Guru dan profesi yang sejenis dapat digolongkan kedalam Varna Brahmana

b. Ksatria

Adalah mereka yang memiliki sikap pemberani, jujur, tangkas dan memiliki kemampuan managerial dalam dunia pemerintahan. Mereka yang masuk kedalam golongan Varna Ksatria antara lain; raja/pemimpin negara, aparatur negara, prajurit/angkatan bersenjata.

c. Vaisya

Adalah mereka yang memiliki keahlian berbisnis, bertani dan berbagai profesi lainnya yang bergerak dalam bidang ekonomi. Dalam varna ini termasuk pedagang, petani, nelayan, pengusaha, dan sejenisnya.

d. Sudra

Adalah mereka yang memiliki kecerdasan terbatas, sehingga mereka lebih cenderung bekerja dengan kekuatan fisik, bukan otak. Contoh profesi sudra adalah pembantu rumah tangga, buruh angkat barang, tukang becak dan sejenisnya.

Penggolongan ini akan tetap hidup di masyarakat manapun karena watak, karakter, kecerdasar yang menentukan profesi seseorang tidaklah sama. Harus ada bos dan harus ada pembantu. Harus ada raja/ pemimpin dan harus ada rakyat yang dipimpin. Keempat golongan masyarakat ini harus bekerjasama untuk menciptakan masyarakat dunia yang harmonis dan bahagia. Jika kaum Vaisya mogok kerja, maka roda perekonomian tidak akan jalan dan terjadi krisis ekonomi. Jika kaum brahmana tidak menjalankan tugasnya, masyarakat mungkin akan kacau karena moral, agama dan pengetahuan masyarakat menjadi kurang, jika para administrator negara tidak jalan, maka negara bersangkutan menjadi lemah dan mungkin akan terjadi chaos dalam masyarakat. Jika para sudra / kaum buruh mogok kerja maka perekonomian dan kehidupan 3 golongan yang lain juga menjadi timpang.

Hanya saja akibat proses feodalisme, egosime dan keinginan untut menancapkan kuku kekuasaan, manusia sebagai orang tua berusaha menancapkan dan mengibarkan bendera kekuasaan yang sama kepada anaknya meskipun sang anak tidak memiliki kualifikasi yang sama dengan orang tuanya.

Orang tua terpelajar yang berkedudukan sebagai pemuka agama dan masuk kedalam golongan brahmana ingin agar anaknya dihormati dengan menjadikannya sebagai seorang Brahmana meskipun si anak tidak memiliki pengetahuan yang memadai dalam filsafat ketuhanan maupun pengetahuan lainnya.

Demikian juga pemimpin negara / raja berkeinginan agar garis keturunan biologisnyalah yang tetap berkuasa dan dihormati masyarakat sehingga dia memberikan nama gelar kebangsawanan pada anaknya yang meskipun kecerdasan anak tersebut sangat rendah dan tidak layak menjadi pemimpin.

Jadi, konsep pembagian penduduk secara vertikal yang berdasarkan kelahiran / trah / keturunan yang selama ini diterapkan baik di masyarakat Hindu sendiri ataupun di luar masyarakat Hindu sangatlah bertentangan dengan konsep ajaran Veda / Hindu sehingga masalah ini merupakan tantangan kita bersama untuk menghilangkan salah kaprah ini dari sistem sosial masyarakat dunia.

suksma shakehand2


Interesting... matabelo:

Jadi sebenarnya dalam veda sendiri dibolehkan berpindah kasta kah? \)
hwayan - 20/04/2011 06:13 AM
#106

Quote:
Original Posted By Mr.Rahmaninov
Interesting... matabelo:

Jadi sebenarnya dalam veda sendiri dibolehkan berpindah kasta kah? \)


ane coba jawab gan D

di dalam veda sendiri sebenarnya tidak mengenal adanya kasta melainkan catur warna, yaitu pembagian status masyarakat berdasarkan pembagian kualitas dan kerja.

Oleh karena lembaga sosial Catur Varna bukan ciptaan manusia tetapi diciptakan oleh Tuhan sejak terwujudnya alam semesta material, maka lembaga Catur Varna ini sangat alamiah dan universal. Sebab tanpa memandang suku,bangsa dan agama,budaya, paham kehidupan, adat-istiadat, sistem pemerintahan, nilai dan aturan sosial yang dianut oleh penduduknya, disetiap masyarakat manusia pasti ada Catur Varna ini. Begitulah, disetiap masyarakat masyarakat manusia pasti ada:

Ada 4 (empat) varna (golongan sosial) manusia di masyarakat yaitu:

1. Brahmana : profesi dalam bidang spiritual (pedanda, pendeta, guru kerohanian)
2. Ksatriya : profesi dalam bidang pemerintahan (presiden, raja, kaisar, pejabat, tentara, polisi)
3. Waisya : profesi dalam bidang usaha (pedagang, pengusaha atau para wiraswasta)
4. Sudra : profesi dalam bidang pelayanan (pembantu RT, cleaning service, pelayan)

Bilamana setiap varna melaksanakan tugas pekerjaannya masing-masing secara professional maka terwujudlah jagadhita, dunia sejahtera, makmur, aman dan damai.

Penggolongan ini sama sekali tidak ada kaitannya pada garis keturunan, adalah lucu ketika lahir tiba-tiba menjadi pendeta atau presiden atau pengusaha atau pelayan. Maka, jadilah pendeta dahulu baru disebut Brahmana, jadilah tentara dulu baru disebut Ksatriya, jadilah pengusaha dulu baru disebut Waisya, dan jika menjadi pelayan barulah disebut Sudra. Penggolongn ini berdasar kemampuan diri menentukan profesi. Setiap manusia di dunia menerapkan sistem ini apapun agamanya, dan setiap manusia mampu berpindah dari setiap golongan ke golongan lain. Anak dari seorang pembantu RT bisa menjadi pengusaha kaya raya atau polisi, ini berarti anak dari seorang Sudra bisa menjadi seorang Waisya atau Ksatriya.

Tidak ane pungkiri, memang orang Hindu menerapkan sistem ini kok. Tapi, akan ane tolak secara tegas apabila agama Hindulah yang dikatakan menerapkan sistem ini. Sebenarnya, sistem ini bukan orang Hindu saja yang menerapkannya, tapi beberapa negara yang non-Hindu pun menerapkannya seperti Kerajaan Inggris, Malaysia, Arab, Kekaisaran Jepang dll. Di negara tersebut garis keturunanlah yang menentukan segalanya. Benar’kan? Hanya keturunan kerajaan yang berhak memegang pemerintahan. Tidak demokratis’kan? Tidak apa-apa yang penting kerajaannya makmur.

Jadi intinya kasta itu merupakan catur varna yang sengaja disalah gunakan oleh penjajah portugis untuk memecah belah kelompok masyarakat supaya mudah menguasai daerah yg dijajahnya beer:

suksma shakehand
hwayan - 20/04/2011 06:18 AM
#107

Quote:
Original Posted By a6a6n6
baru tau gue ada ABHM pulak hammer:

numpang liwat dulu ajah yah ngacir:


ok silahkan gan D
hwayan - 20/04/2011 06:22 AM
#108

Quote:
Original Posted By shank_le_roux
ada yg berpendapat brahman lain artinya dengan tuhan, karena tuhan lebih merujuk ke agama samawi...

setau saya, bagi non hindu tuhan adalah dzat... skr manusia bisa dikategorikan dzat atau bukan D

tinggal tindakan manusia itu sendiri yg menentukan...


maksudnya agan kalo manusia semakin mengurangi sifat keduniawian maka dia akan semakin mendekati sifat dari Tuhan itu sendiri, bener gak gan D
hwayan - 20/04/2011 06:26 AM
#109

Quote:
Original Posted By welleveryday
Om Swastiastu....

Ijin nyimak gan D
ane Hindhu tp pengetahuan masih kurang D


ok gan, silahkan D
Mr.Rahmaninov - 20/04/2011 06:32 AM
#110

Quote:
Original Posted By hwayan
ane coba jawab gan D

di dalam veda sendiri sebenarnya tidak mengenal adanya kasta melainkan catur warna, yaitu pembagian status masyarakat berdasarkan pembagian kualitas dan kerja.

Oleh karena lembaga sosial Catur Varna bukan ciptaan manusia tetapi diciptakan oleh Tuhan sejak terwujudnya alam semesta material, maka lembaga Catur Varna ini sangat alamiah dan universal. Sebab tanpa memandang suku,bangsa dan agama,budaya, paham kehidupan, adat-istiadat, sistem pemerintahan, nilai dan aturan sosial yang dianut oleh penduduknya, disetiap masyarakat manusia pasti ada Catur Varna ini. Begitulah, disetiap masyarakat masyarakat manusia pasti ada:

Ada 4 (empat) varna (golongan sosial) manusia di masyarakat yaitu:

1. Brahmana : profesi dalam bidang spiritual (pedanda, pendeta, guru kerohanian)
2. Ksatriya : profesi dalam bidang pemerintahan (presiden, raja, kaisar, pejabat, tentara, polisi)
3. Waisya : profesi dalam bidang usaha (pedagang, pengusaha atau para wiraswasta)
4. Sudra : profesi dalam bidang pelayanan (pembantu RT, cleaning service, pelayan)

Bilamana setiap varna melaksanakan tugas pekerjaannya masing-masing secara professional maka terwujudlah jagadhita, dunia sejahtera, makmur, aman dan damai.

Penggolongan ini sama sekali tidak ada kaitannya pada garis keturunan, adalah lucu ketika lahir tiba-tiba menjadi pendeta atau presiden atau pengusaha atau pelayan. Maka, jadilah pendeta dahulu baru disebut Brahmana, jadilah tentara dulu baru disebut Ksatriya, jadilah pengusaha dulu baru disebut Waisya, dan jika menjadi pelayan barulah disebut Sudra. Penggolongn ini berdasar kemampuan diri menentukan profesi. Setiap manusia di dunia menerapkan sistem ini apapun agamanya, dan setiap manusia mampu berpindah dari setiap golongan ke golongan lain. Anak dari seorang pembantu RT bisa menjadi pengusaha kaya raya atau polisi, ini berarti anak dari seorang Sudra bisa menjadi seorang Waisya atau Ksatriya.

Tidak ane pungkiri, memang orang Hindu menerapkan sistem ini kok. Tapi, akan ane tolak secara tegas apabila agama Hindulah yang dikatakan menerapkan sistem ini. Sebenarnya, sistem ini bukan orang Hindu saja yang menerapkannya, tapi beberapa negara yang non-Hindu pun menerapkannya seperti Kerajaan Inggris, Malaysia, Arab, Kekaisaran Jepang dll. Di negara tersebut garis keturunanlah yang menentukan segalanya. Benar’kan? Hanya keturunan kerajaan yang berhak memegang pemerintahan. Tidak demokratis’kan? Tidak apa-apa yang penting kerajaannya makmur.

Jadi intinya kasta itu merupakan catur varna yang sengaja disalah gunakan oleh penjajah portugis untuk memecah belah kelompok masyarakat supaya mudah menguasai daerah yg dijajahnya beer:

suksma shakehand


Jadi, Bisakah mereka berpindah pekerjaan menjadi yang lebih baik? Misalkan dari sudra menjadi ksatria?

=============================
Kerajaan yang dipimpin oleh yang lemah kenyataannya malah hancur... \)

Tidak semua orang cocok untuk memegang suatu pekerjaan....
hwayan - 20/04/2011 06:46 AM
#111

Quote:
Original Posted By Mr.Rahmaninov
Jadi, Bisakah mereka berpindah pekerjaan menjadi yang lebih baik? Misalkan dari sudra menjadi ksatria?

=============================
Kerajaan yang dipimpin oleh yang lemah kenyataannya malah hancur... \)

Tidak semua orang cocok untuk memegang suatu pekerjaan....


bisa saja asalakan orang tsb memiliki pengetahuan & kualitas yg layak untuk menjadi seorang pemimpin.

nah sekarang ane tanya memang indonesia orang2 yg berada di pemerintahan memiliki kualiatas yg layak untuk bekerja di bidangnya?

lihat baik2 kelaparan, kemiskinan & ketimpangan sosial terjadi dimana2. Belum lagi para anggota DPR yg tidur saat rapat & baru2 ini ada anggota DPR yg tertangkap kamera sedang menonton video porno.

coba pikir & renungkan sendiri. suksma beer:
Mr.Rahmaninov - 20/04/2011 06:53 AM
#112

Quote:
Original Posted By hwayan
bisa saja asalakan orang tsb memiliki pengetahuan & kualitas yg layak untuk menjadi seorang pemimpin.

nah sekarang ane tanya memang indonesia orang2 yg berada di pemerintahan memiliki kualiatas yg layak untuk bekerja di bidangnya?

lihat baik2 kelaparan, kemiskinan & ketimpangan sosial terjadi dimana2. Belum lagi para anggota DPR yg tidur saat rapat & baru2 ini ada anggota DPR yg tertangkap kamera sedang menonton video porno.

coba pikir & renungkan sendiri. suksma beer:


Inti pertanyaan saya, Bisakah dalam hindu, terjadi loop dalam catur varna tersebut? Ksatria jadi sudra/sudra jadi ksatria?

Jangan intermezonya yang dibahas om.. DD
hwayan - 20/04/2011 07:02 AM
#113

Quote:
Original Posted By Mr.Rahmaninov
Inti pertanyaan saya, Bisakah dalam hindu, terjadi loop dalam catur varna tersebut? Ksatria jadi sudra/sudra jadi ksatria?

Jangan intermezonya yang dibahas om.. DD


kan udah saya jelaskan sebelumnya bisa saja misalkan dari sudra asal memiliki kualitas yg cukup untuk menjadi seorang pemimpin/pejabat/militer dia dikatakan Ksatria begitu jg sebaliknya.

Ya ibaratnya roda kehidupan kadang kala kita berada di atas & kadang kala jg kita berada di bawah, jd begitu :2thumbup
Mr.Rahmaninov - 20/04/2011 07:08 AM
#114

Quote:
Original Posted By hwayan
kan udah saya jelaskan sebelumnya bisa saja misalkan dari sudra asal memiliki kualitas yg cukup untuk menjadi seorang pemimpin/pejabat/militer dia dikatakan Ksatria begitu jg sebaliknya.

Ya ibaratnya roda kehidupan kadang kala kita berada di atas & kadang kala jg kita berada di bawah, jd begitu :2thumbup


Oh.. begitu yah... DD Thanks atas jawabannya... Saya pikir sistem catur varna itu tidak bisa dirubah2 lagi... DD
hwayan - 20/04/2011 07:20 AM
#115

Quote:
Original Posted By Mr.Rahmaninov
Oh.. begitu yah... DD Thanks atas jawabannya... Saya pikir sistem catur varna itu tidak bisa dirubah2 lagi... DD


ok sama2 D

~suksma~
inoone - 20/04/2011 08:51 AM
#116

Quote:
Original Posted By Mr.Rahmaninov
Inti pertanyaan saya, Bisakah dalam hindu, terjadi loop dalam catur varna tersebut? Ksatria jadi sudra/sudra jadi ksatria?

Jangan intermezonya yang dibahas om.. DD


Tentu saja bisa. BUkankah sdh sngt jelas, catur warna membagi orang berdasrkan profesinya. jAdi, ketika anda pindah kerja dr tentara jd pemuka agama, otomatis warna anda berubah, as simple as that.
___________________________________________________________________
Sekedar menegaskan lg, d Bali, kl bicara kasta, maka anda bukan lg bicara brahmana, ksatriya, waisya, sudra, melainkan Ida bagus, Anak Agung, Gusti, Dewa, Cokorda, dll.

Nah, kemudian, supaya nyambung, dihubung2kanlah, Ida Bagus dikatakan Brahmana, GUsti dikatakan ksatriya, dst.

Padahal, tentu salah kaprah, meskipun dia seorang ida bagus, tp kl kerjanya sbg petani, tentu dia bukan brahmana.
ZHU Uchiha - 20/04/2011 08:56 AM
#117

brahma sahampati kedudukannya di agama Hindu gimana?
Hindu banyak hal2 yang mistis dan sakral ya..[HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab
dark.age - 20/04/2011 08:57 AM
#118

Quote:
Original Posted By inoone
Umat Hindunya umumnya percaya bhw mahabratha dan ramayana adalah sbuah sejarah. Saya sendiri percaya mahabratha dan ramayana benar2 pernah terjadi, tp saya YAKIN pd versi yg kita ketahui sekarang, ada penambahan2 atau pengurangan2 dibandingkan kejadian aslinya.


OK \)

mau nanya tentang khrisna, tapi ternyata ud terjawab di link di bawah ini \)

Quote:
Original Posted By inoone
Sejauh yg ane temui, hanya 1 ciri khusunya: mempunyai kelebihan tertentu yg pd gilirannya mengubah arah sejarah umat manusia.

Hmm... yg sudah turun ada 9;, satu msh pending. yaitu Kalki awatara.

lebih jauh mengenai awatara bisa dilihat d sini:
dasa awatara
inoone - 20/04/2011 08:57 AM
#119

Quote:
Original Posted By hwayan
kan udah saya jelaskan sebelumnya bisa saja misalkan dari sudra asal memiliki kualitas yg cukup untuk menjadi seorang pemimpin/pejabat/militer dia dikatakan Ksatria begitu jg sebaliknya.

Ya ibaratnya roda kehidupan kadang kala kita berada di atas & kadang kala jg kita berada di bawah, jd begitu :2thumbup


Menurut saya, BUKAN pada kualiotas yg dimilikinya, tp pd profesi yg digelutinya. kl dia punya kwalitas tp tidak menggeluti profesi sbg pemuka agama, apa disebut brahmana?


Quote:
Original Posted By Mr.Rahmaninov
Oh.. begitu yah... DD Thanks atas jawabannya... Saya pikir sistem catur varna itu tidak bisa dirubah2 lagi... DD

Bukan sistemnya yg berubah bro. tp label warna yg melekat pd orang ybs.
dark.age - 20/04/2011 09:04 AM
#120

Quote:
Original Posted By hwayan
kan udah saya jelaskan sebelumnya bisa saja misalkan dari sudra asal memiliki kualitas yg cukup untuk menjadi seorang pemimpin/pejabat/militer dia dikatakan Ksatria begitu jg sebaliknya.

Ya ibaratnya roda kehidupan kadang kala kita berada di atas & kadang kala jg kita berada di bawah, jd begitu :2thumbup


tentang kasta, hal yg gw pelajari di sekolah dulu menjelaskan bahwa sistem kasta sebenarnya dibuat oleh ras arya di India untuk membedakan mereka dan mempertahankan kekuasaan mereka atas ras dravida, sehingga unt kasta brahmana dan ksatria hanya dimiliki oleh ras arya, sedangkan waisya dan sudra adalah untuk ras dravida.

Hal ini tentu tidak berlaku di Bali dan Indonesia karena kita bukan ras aria ataupun dravida

apakah ini benar atau buku sejarah yang harus direvisi ??
Page 6 of 409 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›
Home > CASCISCUS > DEBATE CLUB > [HOLY] Anda Bertanya, Hindu Menjawab