Kepolisian
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Kepolisian > LEMDIKPOL (Lembaga Pendidikan Polisi)
Total Views: 6554 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 4 |  1 2 3 4 > 

Visceroid - 21/04/2011 02:58 AM
#1
LEMDIKPOL (Lembaga Pendidikan Polisi)
parkbench - 22/04/2011 10:22 PM
#2

Trit yang sangat bagus gan thumbup: thumbup:. Terutama bagi yg masih awam, btw kalo sejarahnya SPN Banyubiru yang terletak di Kabupaten Semarang bagaimana gan
mamasngganteng - 23/04/2011 01:08 AM
#3

knapa ga di buat RL tentang PEMERINTAHAN AJ GAN..
Visceroid - 24/04/2011 05:56 AM
#4

Quote:
Original Posted By parkbench
Trit yang sangat bagus gan thumbup: thumbup:. Terutama bagi yg masih awam, btw kalo sejarahnya SPN Banyubiru yang terletak di Kabupaten Semarang bagaimana gan


wah kalo sejarahnya ga tw. tapi sedikit penjelasan mengenai SPN tsb ada nih

SeKolah Polisi Negara

1. Adalah unsur pelaksana staf khusus Polda yang berada dibawah Kapolda.
2. Bertugas menyelenggarakan pendidikan pembentukan Bintara/Tamtama POLRI serta pendidikan & pelatihan lain sesuai program/kebijakan pimpinan POLDA.
3. SPN terdiri dari :
* Sektetariat Lembaga disingkat Setlem.
Bertugas menyelenggarakan penyusunan termasuk pengendalian dan analisa evaluasi pelaksanaan program kerja perencanaan dan pelaksanaan anggaran, urusan administrasi personel dan logistik, serta urusan dalam, yang meliputi pelayanan kesehatan, pelayanan markas dan manase.
* Bagian Pengajaran dan Pelatihan disingkat Bagjarlat
Bertugas menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang meliputi penyiapan perencanaan pengendalian pendidikan & pelatihan serta pelaksanaannya.
* Korps Siswa disingkat Korsis
Bertugas menyelenggarakan pembinaan kepribadian dan pengasuahn siswa dalam rangka pelaksanaan pendidikan & pelatihan.
* Tenaga Pendidik/Instruktur disingkat Gadik/Instruktur
Bertugas melaksanakan pengajaran & pelatihan termasuk penyiapan rencana pengajaran & pelatihan dalam bentuk Tugas Instruksional Umum (TIU) & Tugas Instruksional Khusu (TIK) operasional pendidikan


sumber http://www.jateng.polri.go.id/home.php?menu=94

Sekolah Polisi Negara Purwokerto
http://2.bp.blogspot.com/_-HJgEwdUpUY/TMwL2cYy3kI/AAAAAAAAADE/rZ6uTwY5jFA/S760/SPN+OK+JOS.jpg

Sekolah Polisi Negara Purwokerto Polda Jawa Tengah

Berdirinya SPN Purwokerto ditandai dengan Upacara Pembukaan Pendidikan calon Agen Polisi yang pertama, yang diselenggarakan berdasarkan Radiogram kepala polisi komisariat Jawa Tengah Tanggal 13 Desember 1962 No.Pol : 4 - 613 / Biro / Pond / 62 sejumlah 240 orang siswa selama 6 ( enam ) Bulan.
Upacara Pembukaan Pendidikan yang pertama diselenggarakan pada tanggal 12 Januari 1963 dengan Irup Wakil Menteri Kepala Staf Angkatan Kepolisian Brigadir Jenderal Polisi SOEMARNO. Tanggal 12 Januari selanjutnya dijadikan hari kelahiran SPN Purwokerto.

Periode 4 - 10 - 1963 s/d 1 - 9 1964

SEKOLAH ANGKATAN KEPOLISIAN ( SAK ) Cabang Purwokerto.

Berdasarkan Tap MPRS No.II/ MPRS/1960 dan UU No. 13 tahun 1961 tentang ketentuan2 pokok Kepolsian Negara, dinyatakan bahwa Kepolisian Negara adalah Unsur Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ( ABRI )
dengan Surat keputusan Menteri / Panglima Angkaan Kepolisian No.Pol : 27 / SK / MK 1963 Tanggal 16 Januari 1963 mulai tanggal 4 Oktober 1963 Nama Sekolah Polisi Negara Purwokerto diubah menjadi SEKOLAH ANGKATAN KEPOLISIAN ( SAK )

Periode 1 - 9 - 1964 s/d 20 - 5 1976

DEPOT PENDIDIKAN DAN LATIHAN ( DEPLAT ) Purwokerto

Sehubungan dengan perkembangan penyempurnaan Organisasi Angkatan Kepolisian maka dengan Surat Keputusan Menteri / Panglima Angkatan Kepolisian Tanggal 11 Agustus 1964 No.Pol : 42 / SK / MK 1964 diadakanlah perubahan2 SEKOLAH ANGKATAN KEPOLISIAN ( SAK ) Purwokerto menjadi DEPOT PENDIDIKAN DAN LATIHAN ( DEPLAT )

Periode 20 - 5 - 1976 s/d 10 - 2 1986

DEPO PENDIDIKAN DAN LATIHAN POLRI ( DODIKLAT ) DAK 009 Purwokerto.

Surat Kerputusan Kapolri No.Pol : Skep / C.53/IX/ 1975 Tanggal 7 September 1975 menetapkan Organisasi dan Prosedur DEPO PENDIDIKAN DAN LATIHAN ( DEPLAT ) DAK 009 PURWOKERTO dirubah sesuai dengan Surat Keputusan Kapolri tersebut.

Periode 10 - 2 1986 s/d 1 -3 - 1986

SEKOLAH POLISI NEGARA ( SPN ) Purwokerto

dengan dikeluarkannya Keputusan Panglima Angkatan Bersenjata RI Nomor .Kep / 11 /P/III/1984 tentang Pokok2 Organisasi dan Prosedur Kepolisian Negara Republik Indonesia .maka Kapolri mengeluarkan Keputusan No.Pol : Kep/ 07/VII/1985 yang mengatur pokok2 Organisasi dan Prosedur badan2 pada tingkat kewilayahan Kepolisian negara Republik Indonesia, dimana di Polda dilengkapi dengan Direktorat Pendidikan dan Latihan Polri.
Tentang penyesuaian Struktur Organisasi baru, DODIKLAT DAK 009 Purwokerto dirubah menjadi SEKOLAH POLISI NEGARA ( SPN ) Purwokerto mulai tanggal 10 Pebruari 1986.

Periode 1 - 3 - 1986 s/d 17 - 7 - 1990

SEKOLAH BINTARA POLRI Purwokerto

Delapan belas hari setelah DODIKLAT DAK 009 Purwokerto maka SPN Purwokerto dirubah lagi menjadi SEKOLAH BINTARA POLRI Purwokerto. perubahan ini didasarkan pada Surat Keputusan Kapolri No.Pol : Skep/498/XII/1985 tanggal 28 Desember 1985.

Periode 17 - 7 - 1990 s/d Sekarang

Likuidasi SEKOLAH BINTARA POLRI Purwokerto dilaksanakan setelah terbitnya Telegram Kapolri No.Pol : T/504/1990 tanggal 20 Juni 1990 tentang likuidasi SEBA POLRI Purwokerto menjadi SEKOLAH KEPOLISIAN NEGARA ( SPN ) Purwokerto.

Sumber http://spnpurwokerto.blogspot.com/2009/11/sekolah-polisi-negara-purwokerto-polda_29.html
KuncenKaskus - 24/04/2011 08:00 AM
#5

Oom ane AKBP Sktj pernah jadi waka SPN PWT ini Gan... beer:
rahmat152 - 24/04/2011 10:59 AM
#6

ane mo usul ama ts gimana klo trit na di ganti judul na jadi LEMDIKPOL(lembaga pendidikan polisi) jadi pembahasan na lebih luas mulai dari spn, akpol, sespim dll
Visceroid - 24/04/2011 08:18 PM
#7

Quote:
Original Posted By rahmat152
ane mo usul ama ts gimana klo trit na di ganti judul na jadi LEMDIKPOL(lembaga pendidikan polisi) jadi pembahasan na lebih luas mulai dari spn, akpol, sespim dll


wah boleh tuh beer: tapi ane kan sipil bersenjata doank gan :mewek kalo ada pertanyaan yg susah dari yg lain mohon dibantu yah shakehand
Visceroid - 24/04/2011 08:22 PM
#8

Quote:
Original Posted By KuncenKaskus
Oom ane AKBP Sktj pernah jadi waka SPN PWT ini Gan... beer:


wahhh keren gan :thumbup btw lapangan bola basketnya kemana yah skrng??
rahmat152 - 24/04/2011 09:59 PM
#9

post tentang yang laen dunk kayak sekolah polwan nampak na bakalan seru tuhgenit:
KuncenKaskus - 24/04/2011 10:22 PM
#10

Quote:
Original Posted By Visceroid
wahhh keren gan :thumbup btw lapangan bola basketnya kemana yah skrng??


Kurang paham ane Gan.. malu:
Oom ane ini sudah ada kali 4 tahun ini pindah ke almamaternya di Candi Baru, sebagai Gadik soalnya..
Visceroid - 24/04/2011 11:18 PM
#11

Quote:
Original Posted By rahmat152
post tentang yang laen dunk kayak sekolah polwan nampak na bakalan seru tuhgenit:




SEPOLWAN (sekolah polisi wanita)

Spoiler for "POLWAN"


Polisi Wanita Pertama kali di lahirkan di kota BUKITTINGGI. Sejarah kelahiran Polisi wanita Indonesia tidak jauh berbeda dengan negara lain, Yakni, munculnya kebutuhan akan penanganan dan penyidikan terhadap kasus kejahatan yang melibatkan kaum wanita, baik korban maupun pelaku kejahatan.

Di Indonesia POLWAN lahir pada tahun 1948 tatkala Pemerintah Indonesia mengalami pengunsian besar-besaran dari semenanjung malaya yang sebagaian besar adalah kaum wanita , pada saat itu para pengungsi tidak mau di periksa, apalagi di geledah secara fisik oleh polisi laki-laki, maka pada tahun 1948 Jawatan Kepolisian Negara di Bukittinggi, membuka kesempatan bagi 6 wanita untuk menempuh pendidikan sebagai Inspektur Polisi Wanita di Sekolah Polisi Negara di Sukabumi. Pada tahun 1951 ke enam wanita ini dilantik sebagai Polwan pertama di Indonesia.

Bukan hanya itu para istri polisi juga terpanggil untuk ikut berjuang Apalagi saat itu perang masih berkecamuk karena penjajah ingin kembali berkuasa. Atas Inisiatif Ny HL Soekanto (istri kepala jawatan kepolisian pertama) pada tanggal 17 Agustus 1949 si bentuk organisasi istri polisi di Yogyakarta. Organisasi ini diberi nama Bhayangkari yang diambil dari nama pasukan polisi Majapahit yang di pimpin Gajah Mada.

Sejarah baru Polwan sebenarnya dimulai saat Kapolri di Jabat Anton Soedjarwo dan Kapolda Jawa Timur dijabat oleh Mayjen Soedarmadji. Kedua pejabat Polri itu mengambil langkah berani dengan menempatkan beberapa orang Polwan Pilihan untuk menempati jabatan strategis, sejak saat itu Polwan bukan hanya di percaya sebagai pemegang komando bidang tugas pembinaan tetapi juga memegang komando bidang operasional di lapangan. Bersamaan dengan itu sejumlah Polwan berpangkat Perwira menengah (Pamen) dipercaya mengemban tugas kekaryaan fungsi sosial politik(Sospol) si lembaga legislatif.dari sekian banyak keberanian pucuk pimpinan paling tidak terdapat beberapa jabatan penting yang dilimpahkan ke pundak Polwan. salah satu diantaranya dilingkungan Markas besar (Mabes) Polri. Kapolri mengangkat Kolonel Pol Dra P Erda Latuasan Tarigan sebagai Kepala Pusat Pendidikan Polisi Wanita Kapusdik Polwan (KASEPOLWAN) yang masih dilestarikan hingga sekarang dengan dijabat Pamen Polwan yang berada di Bumi Kandung Ciputat, Jakarta Selatan.

Tak hanya itu tahun 1990-an putri terbaik Polwan - Ny Jeanne Mandagie SH- mendapat kehormatan menjadi anggota ABRI pertama yang menyandang pangkat Brigadir Jendral Polisi. Disusul kemudian oleh Roekmini Koesoemo Astoeti. Keduanya adalah figur yang dapat di contoh bagi kemajuan para polwan lainnya. Roekmini juga pernah menjadi anggota DPR-RI karna dianggap memiliki talenta untuk mebawa nama baik Polri.Di Polda Sumetra Barat Polwan juga mempunya kesempatan menduduki jabatan struktural seperti Kapolres dan Kapolsek serta jabatan strategis lainnya.

"Kelahiran Polwan di kota Bukittinggi pada 1 September 1948 merupakan wujud nyata cita-cita ibu Kartini"demikian kata Kapolri (waktu itu) Jendral Pol Banurusman, sewaktu peresmian monument Polwan di Kota Bukittinggi pada tanggal 27 April 1993.

Dan, Polwan pulalah yang menjadi pionir sehingga muncul gagasan untuk melahirkan Korp Wanita AU (Wara). Korps wanita AD (Kowad) serta Korps Wanita AL (Kowal). Dimasa penjajahan Belanda jika ada kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak atau wanita para pejabat kepolisian seringkali meminta bantuan kepada istri-istrinya untuk melakukan pemeriksaan dan penggeledahan . Setelah Indonesia merdeka makan timbulah gagasan dari Organisasi wanita mengajukan permohonan kepada Pemerintah dan kepolisian untuk mengikut sertakan wanita dalam pendidikan kepolisian guna menangani masalah tersebut diatas. Alasannya kurang pantas seorang laki-laki memeriksa atau menggeledah tersangka wanita yang bukan muhrimnya, dan di khawatirkan adanya perlakuan kurang terhormat terhadap tersangka wanita selama dalam tahanan. Disisi lain sebelum Agresi II Jawatan Kepolisian Negara yang berkedudukan di Yogyakarta memang telah mempunyai niat untuk mengadakan Pendidikan Polisi wanita. Namun Kondisi Politik makin hari makin genting sehingga rencana tersebut tidak dapat dilaksanankan.

Sehingga pada September 1948 Jawatan kepolisian Negara untuk Sumatera yang berkedudukan di Bukittinggi membuka kesempatan bagi wanita mengikuti Sekolah kepolisian Berikut nama-nama 6 perintis Polisi wanita Indonesia Pertama :


1. Nelly Pauna Situmorang "Terakhir berpangkat Kolonel Polisi Purnawirana"

2. Mariana Mufti "Terakhir berpangkat Kolonel Polisi Purnawirana"

3. Djasmaniar Husein "Terakhir berpangkat Kolonel Polisi Purnawirana"

4. Rosmalina Pramono "Terakhir berpangkat Kolonel Polisi Purnawirana"

5. Dahniar Sukotjo "Terakhir berpangkat Kolonel Polisi Purnawirana"

Namun pendidikan mereka sempat terputus karena agresi Belanda dan para Polisi wanita tersebut ikut bergerilya ke pedalaman, berjuang bersama-sama rekan prianya. Bulan januari 1950 dengan adanya instruksi dari Kepala Cabang Jawatan Kepolisian Negara untuk Sumatera , para Polwan itu berkumpul kembali di Bukittingi Setelah keenam Perwira Pertama Polisi wanita itu diterima kembali. Jawatan Kepolisian Negara belum mengadakan pendidikan terhadap Polisi Wanita. Padahal masyarakat, khususnya kaum wanita,memandang perlu ada nya penambahaan anggota Polisi wanita.

sumber https://www.facebook.com/pages/POLISI-WANITA-POLWAN/119116908119473?v=info
Visceroid - 24/04/2011 11:23 PM
#12
LEMDIKLAT (Lembaga Pedidikan dan Pelatihan) POLRI
LEMDIKLAT (Lembaga Pedidikan dan Pelatihan) POLRI

LEMDIKLAT (Lembaga Pedidikan dan Pelatihan) POLRI merupakan Lembaga Pendidikan dibawah Polri yang bertugas untuk menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan yang berfungsi membentuk Personil Polri yang terampil. LEMDIKLAT POLRI juga merupakan salah satu Unsur Pelaksana Pendidikan dan Pelaksana Staf Khusus Polri yang terdiri dari :

* Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat)
* Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), adalah unsur pelaksana pendidikan dan staf khusus yang berkenaan dengan pendidikan tinggi dan pengembangan ilmu dan teknologi kepolisian
* Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian (Sespimpol), adalah unsur pelaksana pendidikan dan staf khusus yang berkenaan dengan pengembangan manajemen Polri
* Akademi Kepolisian (Akpol), adalah unsur pelaksana pendidikan pembentukan Perwira Polri
* Divisi Hubungan Masyarakat (Div Humas)
* Divisi Pembinaan Hukum (Div Binkum)
* Divisi Pertanggungjawaban Profesi dan Pengamanan Internal (Div Propam), adalah unsur pelaksana staf khusus bidang pertanggungjawaban profesi dan pengamanan internal
* Divisi Telekomunikasi dan Informatika (Div Telematika), adalah unsur pelaksana staf khusus bidang Informatika yang meliputi informasi kriminal nasional, informasi manajemen dan telekomunikasi


Lahir, Tumbuh dan berkembangnya Polri tidak lepas dari sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia sejak Proklamasi. Kemerdekaan Indonesia, Polri telah dihadapkan pada tugas-tugas yang unik dan kompleks. Selain menata keamanan dan ketertiban masyarakat di masa perang, Polri juga terlibat langsung dalam pertempuran melawan penjajah dan berbagai operasi militer bersama-sama kesatuan bersenjata yang lain. Keadaan seperti ini dilakukan oleh Polri karena Polri lahir sebagai satu-satunya kesatuan bersenjata yang relatif lebih lengkap.

Hanya empat hari setelah kemerdekaan, tanggal 21 Agustus 1945, secara tegas pasukan polisi ini segera mengganti nama menjadi Pasukan Polisi Republik Indonesia yang sewaktu itu dipimpin oleh Inspektur Kelas I Polisi Mochammad Jassin di Surabaya, langkah awal yang dilakukan selain mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang, juga membangkitkan semangat moral dan patriotisme seluruh rakyat maupun persatuan bersenjata lain yang patah semangat akibat kekalahan perang yang panjang.

Tanggal 29 September 1945 tentara Sekutu yang di dalamnya juga terdapat ribuan tentara Belanda menyerbu Indonesia dengan alasan ingin menghalau tentara Jepang dari negara tersebut. Pada kenyataannya pasukan Sekutu tersebut justru ingin membantu Belanda menjajah kembali Indonesia. Oleh karena itu perang antara sekutu dengan pasukan Indonesia terjadi di mana-mana. Klimaksnya terjadi pada tanggal 10 November 1945, yang dikenal sebagai "Pertempuran Surabaya". Tanggal itu kemudian dijadikan sebagai Hari Pahlawan secara Nasional yang setiap tahun diperingati oleh rakyat Indonesia.

Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya menjadi sangat penting dalam sejarah Indonesia, bukan hanya karena ribuan rakyat Indonesia gugur, tetapi lebih dari itu karena semangat perwiranya mampu menggetarkan dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masih melihat eksisnya bangsa dan negara Indonesia di mata dunia. Kini tugas Polri yang utama ialah menjaga keamanan dan ketertiban di dalam negeri, Polri juga semakin sibuk dengan berbagai operasi, seperti Operasi Ketupat menjelang Idul Fitri, Operasi Lilin menjelang Natal, dan lain-lain.


Organisasi

1. Unsur Pimpinan

Unsur pimpinan Mabes Polri adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Kapolri adalah Pimpinan Polri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kapolri dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh Wakil Kapolri (Wakapolri)

2.Unsur Pengawas dan Pembantu Pimpinan/Pelayanan

Unsur Unsur Pengawas dan Pembantu Pimpinan/Pelayanan terdiri dari:

a. Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum), bertugas membantu Kapolri dalam penyelenggaraan pengawasan dan pemeriksaan umum dan perbendaharaan dalam lingkungan Polri termasuk satuan-satuan organsiasi non struktural yang berada di bawah pengendalian Kapolri.

b. Asisten Kapolri Bidang Operasi (As Ops), bertugas membantu Kapolri dalam penyelenggaraan fungsi manajemen bidang operasional dalam lingkungan Polri termasuk koordinasi dan kerjasama eksternal serta pemberdayaan masyarakat dan unsur-unsur pembantu Polri lainnya

c. Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Asrena), bertugas membantu Kapolri dalam penyelenggaraan fungsi perencanaan umum dan anggaran, termasuk pengembangan sistem organisasi dan manajemen serta penelitian dan pengembangan dalam lingkungan Polri

d. Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (AS SDM), bertugas membantu Kapolri dalam penyelenggaraan fungsi manajemen bidang sumber daya manusia termasuk upaya perawatan dan peningkatan kesejahteraan personel dalam lingkungan Polri.

e. Asisten Kapolri Sarana dan Prasarana (Assarpras), bertugas membantu Kapolri dalam penyelenggaraan fungsi sarana dan prasarana dalam lingkungan Polri

f. Divisi Pertanggungjawaban Profesi dan Pengamanan Internal (Div Propam), adalah unsur pelaksana staf khusus bidang pertanggungjawaban profesi dan pengamanan internal.

g. Divisi Hukum (Div Kum).

h. Divisi Hubungan Masyarakat (Div Humas).

i. Divisi Hubungan Internasional (Div Hubinter), adalah unsur pembantu pimpinan bidang hubungan internasional yang ada dibawah Kapolri. Bagian ini membawahi National Crime Bureau Interpol (NCB Interpol), untuk menangani kejahatan internasiona.

j. Divisi Teknologi Informasi Kepolisian (Div TI Pol), adalah unsur pembantu pimpinan di bidang informatika yang meliputi teknologi informasi dan komunikasi elektronika.

k. Staf Pribadi Pimpinan (Spripim)

l. Sekretariat Umum (Setum)

m. Pelayanan Markas (anma)

n. Staf Ahli (Sahli Kapolri), bertugas memberikan telaahan mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya yang terdiri dari:

- Sahli Manajemen (Sahlijemen)
- Sahli Sosial Politik (Sahlisospol)
- Sahli Sosial Ekonomi (Sahlisosek)
- Sahli Sosial Budaya (Sahlisosbud)
- Sahli Keamanan (Sahlikam)

3. Unsur Pelaksana Tugas Pokok

Unsur Pelaksana Tugas Pokok terdiri dari:

a. Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam), bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi intelijen dalam bidang keamanan bagi kepentingan pelaksanaan tugas operasional dan manajemen Polri maupun guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri.

b. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana, termasuk fungsi identifikasi dan fungsi laboratorium forensik, dalam rangka penegakan hukum.

c. Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam), bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan yang mencakup pemeliharaan dan upaya peningkatan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri.

d. Korps Brigade Mobil (Korbrimob), bertugas menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan khususnya yang berkenaan dengan penanganan gangguan keamanan yang berintensitas tinggi, dalam rangka penegakan keamanan dalam negeri.

e. Korps Lalu Lintas (Korlantas), bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi lalu lintas yang meliputi pendidikan masyarakat, penegakan hukum, pengkajian masalah lalu lintas, registrasi, dan identifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor, serta mengadakan patroli jalan raya.

f. Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri (Densus 88 AT), bertugas menyelenggarakan fungsi intelijen, pencegahan, investigasi, penindakan, dan bantuan operasional dalam rangka penyelidikan dan penyidikan tindak pidana terorisme.

4. Unsur Pendukung

Unsur Pendukung, terdiri dari:

a. Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol), bertugas merencanakan, mengembangkan, dan menyelenggarakan fungsi pendidikan pembentukan dan pengembangan berdasarkan jenis pendidikan Polri meliputi pendidikan profesi, manajerial, akademis, dan vokasi. Lemdikpol membawahi:

- Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian (Sespimpol), adalah unsur pelaksana pendidikan dan staf khusus yang berkenaan dengan pengembangan manajemen Polri

- Akademi Kepolisian (Akpol), adalah unsur pelaksana pendidikan pembentukan Perwira Polri

- Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), adalah unsur pelaksana pendidikan dan staf khusus yang berkenaan dengan pendidikan tinggi dan pengembangan ilmu dan teknologi kepolisian

- Sekolah Pembentukan Perwira (SETUKPA)

- Pendidikan dan Pelatihan Khusus Kejahatan Transnasional (Diklatsusjatrans)

- Pusat Pendidikan (Pusdik)/Sekolah terdiri dari:

* Pusdik Intelijen (Pusdikintel)
* Pusdik Reserse Kriminal (Pusdikreskrim)
* Pusdik Lalulintas (Pusdiklantas)
* Pusdik Tugas Umum (Pusdikgasum)
* Pusdik Brigade Mobil (Pusdikbrimob)
* Pusdik Kepolisian Perairan (Pusdikpolair)
* Pusdik Administrasi (Pusdikmin)
* Sekolah Bahasa (Sebasa)
* Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan)

b. Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes Polri), termasuk didalamnya adalah Rumah Sakit Pusat Polri (Rumkit Puspol).

c. Pusat Keuangan (Puskeu Polri).

d. Pusat penelitian dan pengembangan (Puslitbang).

e. Pusat sejarah (Pusjarah Polri).

sumber http://lemdikpol.com/website/Profil_Lemdiklat_Polri.aspx
rahmat152 - 24/04/2011 11:44 PM
#13

TS soal struktur di atas itu udah sangat2 lama deh ambil di trit ane aja yang terbaru https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=8077178
Visceroid - 25/04/2011 06:37 AM
#14

Quote:
Original Posted By rahmat152
TS soal struktur di atas itu udah sangat2 lama deh ambil di trit ane aja yang terbaru https://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=8077178


ohh gt yah gan makasih atas infonya shakehand update di laksanakan iloveindonesia
rahmat152 - 25/04/2011 08:29 PM
#15

mo nanya ama TS na STIK ntu gelar akademik na pas lulus apa?
danielldt - 27/04/2011 11:38 AM
#16

Quote:
Original Posted By rahmat152
mo nanya ama TS na STIK ntu gelar akademik na pas lulus apa?

STIK itu dulu PTIK, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian gelarnya Sarjana Ilmu Kepolisian S,Ik.
CMIIW
ilovekaskus

Pesan buat TS, kalau sudah banyak trit tentang sejarah SPN dan Lemdik lainnya, Halaman 1 nya dibuat index yaaaa
:2thumbup
danielldt - 27/04/2011 12:08 PM
#17
Pusdik gasum polri
PUSDIK GASUM POLRI atau dulu dikenal dengan nama PUSDIK SABHARA atau PUSDIK PORONG

Pada tahun 1952 bekas pabrik gula Porong yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1926 (sekarang masuk wilayah Sidoarjo) dibeli oleh Kepala Kepolisian Negara RI seharga Rp. 1.218.970 (satu juta dua ratus delapan belas ribu sembilan ratus tujuh puluh ribu rupiah), kemudian ditempati Kompi 5165 Mobrig, pada tahun yang sama oleh Soekarno Djojonegoro Kepala Komando Daerah Kepolisian X Jatim digunakan sebagai Pusat Pendidikan Ulangan Kepolisian ( PPUPK ), Komandan Pusdik waktu itu dijabat antara lain oleh KP Ciptodipuro, KP Suprapto dan KP Sukaris.

Berdasarkan Nota Kepala Kepolisian Negara bagian Inspeksi Brigade No. 2/8/X tanggal 21 Agustus 1953, berisi tentang peningkatan mutu Mobile Brigade, satu-satunya jalan untuk meningkatkan mutu Mobrig adalah dengan menyempurnakan pusat pendidikan yang sudah ada. Untuk merealisasikan perintah diatas maka dibentuklah Panitia Pendidikan, yang kemudian Panitia Pendidikan ini menyampaikan suratnya kepada Kepala Bagian Inspeksi Mobile Brigade sebagai berikut : Surat Panitia Pendidikan No. 9/1953 tanggal 2 September 1953 tentang rencana melengkapi Porong sebagai pusat Pendidikan Mobile Brigade, Suarat-surat itu kemudian diperbaharui dengan surat-surat berikut :
1. SK Panitia Pendidikan No. 10 /1953 tanggal 4 September 1953
2. SK Pembaharuan No. 15/1953 tanggal 2 Oktober 1953 dan :
3. SK No. 22/1953 tanggal 3 November 1953.

Usul diatas oleh Kepala Bagian Inspeksi Mobile Brigade diteruskan kepada Kepala Kepolisian Negara dengan surat No. Pol 73/1/1/Lmb tanggal 18 januari 1954. Ternyata perluasan usul Porong sebagai Pusat Pendidikan Mobile Brigade diterima sesuai dengan rencana Perluasan Mobile Brigade 12 Kompi. Persetujuan penerimaan Porong sebagai salah satu Pusdik berdasarkan Surat Keputusan Perdana Menteri RI No. 20/15/54/PM, tanggal 28 Januari 1954, tentang berdirinya Sekolah Pendidikan Mobile Brigade (SPMB) di Porong. Akhirnya pada tanggal 10 Juni 1954 SPMB Poorng diresmikan oleh Kapolri saat itu Jendral Polisi R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo. (Prasasti peresmian masih menempel di dinding Gedung Tri Brata Pusdik Gasum Porong ) .

Pada tanggal 14 November 1964 bersamaan dengan HUT Mobrig ke 16, nama Mobil Brigade berubah menjadi Brigade Mobil (Brimob ) begitu juga nama Pusdik mengikuti menjadi Pusdik Brimob.

Berdasarkan Suarat Keputusan Danjen Kobangdiklat Polri No. Pol : Skep/ 2954/VI/1975 tanggal 30 Juni 1975 Pusdik Brimob berganti nama menjadi Pusdik Operasional Polri atau Pusdik Opsnil Polri, saat itu komandan Pusdik dijabat oleh Kolonel Polisi R.A.S marta Adi Subrata.

Karena perkembangan Pusdik Opnil berkembang pesat maka pada tanggal 23 Agustus 1978 berdasarkan Skep Komandan Jendral Komando Pengembangan Pendidkan dan Latihan Polri No. 484/VIII/1978 Pusdik Opnil Polri dipecah menjadi dua sebagai berikut;


Pusat Pendidikan Umum Polri disingkat Pusdik Um Polri berkedudukan di Porong dengan Komandan Pusdik Letkol Polisi Moch Saleh berkedudukan di Porong Sidoarjo


Pusat Pendidikan Brigade Mobil disingkat Pusdik Brimob Polri berkedudukan di Watukosek Pasuruan dengan Komandan Pusdik Letkol Polisi S. Hadi Soetrisno, peresmian dilaksanakan bertepatan HUT Brimob ke 32 dengan Irup Kapolri Jendral Pol. Awaloedin Djamin


Sejak saat itu telah terjadi beberapa perubahan nama antara lain Pusdik Sabhara dan terakhir adalah Pusat Pendidikan Tugas Umum ( Pusdik Gasum). Pengabdian selama bertahun tahun dapat kiranya menjadi sebuah kebanggan, terutama dalam mencetak anggota Polri yang mahir terpuji dan patuh hukum.


(disarikan dari buku 50 tahun Pusdik Brimob : 2004 )
ilovekaskusiloveindonesia
Boringboyz - 27/04/2011 12:29 PM
#18

kalo gak salah gan
beberapa tahun kebelakang
tempat mendidiknya skarang di watukosek ya kalo untuk brigadir polisi
danielldt - 27/04/2011 12:37 PM
#19

Quote:
Original Posted By Boringboyz
kalo gak salah gan
beberapa tahun kebelakang
tempat mendidiknya skarang di watukosek ya kalo untuk brigadir polisi


hampir semua polda memiliki SPN sendir-sendiri untuk melaksanakan Diktukba Polri (polgasum, polisi tugas umum) yang agan masuk, sedangkan Pusdik Brimob Watukosek sendiri khusus untuk melaksanakan Diktukba Brimob.
Boringboyz - 27/04/2011 01:15 PM
#20

Quote:
Original Posted By danielldt
hampir semua polda memiliki SPN sendir-sendiri untuk melaksanakan Diktukba Polri (polgasum, polisi tugas umum) yang agan masuk, sedangkan Pusdik Brimob Watukosek sendiri khusus untuk melaksanakan Diktukba Brimob.


iya gan di daerah ane juga ada SPN balikpapan
tapi kalo gak salah taun ini pendidikan brigadir polisinya dipusatkan di watukosek ya kalo saya gk salah informasi
Page 1 of 4 |  1 2 3 4 > 
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Kepolisian > LEMDIKPOL (Lembaga Pendidikan Polisi)