Linux dan OS Selain Microsoft & Mac
Total Views: 16337 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 24 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

th3crypt - 22/04/2011 02:57 PM
#1
Gentoo Community
Ane liat belum ada Thread khusus tentang Gentoo... So dibuatlah Thread ini:

Gentoo Community

Gentoo Community


Apa itu Gentoo?
Spoiler for "Apa itu Gentoo?"

Gentoo adalah sistem operasi bebas berbasis Linux atau FreeBSD yang dapat langsung dioptimasi atau dikustomisasi untuk setiap aplikasi yang diperlukan. Kebebasan pengaturan yang ekstrim, performa dan komunitas pengguna dan pengembang yang sangat bagus adalah simbol dari pengalaman Gentoo.

erkat teknologi Portage, Gentoo dapat menjadi sebuah server ideal, tempat pengembangan, dekstop profesional, sistem untuk permainan, solusi embedded atau apa saja -- apapun yang anda inginkan. Karena tingkat penyesuaiannya yang hampir tidak terbatas, kami menyebut Gentoo sebagai metadistribusi.


Apa itu Portage?
Spoiler for "Apa itu Portage?"

Portage adalah jantung Gentoo, yang melaksanakan banyak fungsi-fungsi utama. Sebagai contoh, Portage adalah sistem distribusi software untuk Gentoo. Untuk mendapatkan software terbaru untuk Gentoo, anda hanya perlu mengetikkan satu perintah: emerge --sync. Perintah ini memerintahkan Portage untuk memperbarui "pohon Portage" lokal anda melalui internet. Pohon Portage lokal berisi koleksi lengkap dari skrip-skrip yang digunakan oleh Portage untuk menciptakan dan menginstal paket-paket terbaru Gentoo. Untuk saat ini, kami memiliki lebih dari 10000 paket di pohon Portage kami, dengan pembaruan dan penambahan yang dilakukan setiap saat.

Portage juga merupakan sistem pembangun dan penginstal paket. Ketika anda ingin menginstal sebuah paket, anda hanya perlu mengetikkan emerge namapaket, dan Portage akan langsung membangun sebuah versi khusus dari paket yang anda inginkan dengan spesifikasi anda sendiri, mengoptimasinya untuk hardware anda dan memastikan agar semua fitur-fitur pilihan yang anda inginkan dari paket tersebut diikutsertakan -- dan yang tidak anda inginkan tidak diikutsertakan.

Portage juga menjaga sistem anda tetap baru. Dengan mengetik emerge -uD world -- satu perintah -- anda dapat memastikan bahwa semua paket yang anda inginkan di sistem anda diperbarui secara otomatis.


Spoiler for "Sumber"
th3crypt - 22/04/2011 02:58 PM
#2

Review Dari ane..

Quote:

Lebih dari dua tahun menggunakan Debian, akhirnya saya kembali selingkuh dengan Gentoo. Karena waktu yang cukup padat, installasi yang dimulai seminggu yang lalu belum juga ready to use sampai saat ini, sehingga terpikir untuk menulis artikel ini.

Mencoba mereview salah satu distribusi GNU/Linux (selanjutnya saya sebut ‘distro’) favorit saya, Gentoo. Gentoo merupakan salah satu distro induk, yakni distro yang dibangun dari nol, selain Slackware, Debian, Redhat dan masih banyak lagi yang lain. Dibanding distro induk lainnya, usia Gentoo masih cukup muda, pertama direlease oleh Daniel Robbins pada tahun 2004. Lalu apa yang membuat distro ini menarik? Berikut ulasannya.

Distribusi Source code

Satu hal yang membedakan gentoo dari distro lain adalah Gentoo mendistribusikan paket aplikasinya berbasis source code, yang ini berarti pengguna Gentoo harus melakukan kompilasi sendiri ketika melakukan installasi. Live DVD yang dapat diunduh di website resmi gentoo (http://gentoo.org) sendiri hanya merupakan versi coba-coba. Akibatnya waktu installasi Gentoo terbilang ekstrim, terakhir saya melakukan installasi sampai siap pakai, memakan waktu lebih dari 48 jam, itupun memakan reseource prosesor mencapai di atas 90% setiap saatnya.

Meskipun melakukan kompilasi sendiri, bukan berarti source code yang sudah di unduh di kompilasi secara manual, karena Gentoo sudah menyediakan management paket yang sangat powerfull, yang disebut Portage. Portage menjadi jantung dari Gentoo, kita dapat menentukan jenis kernel, tipe aristektur komputer, configurasi hardware pada Portage.

Fleksibelitas Sistem

Dimulai sejak installasi sistem, kita di bebaskan untuk memilih komponen sesuai keingan kita, kita dapat langsung memilih tipe dan versi kernel yang ingin kita install. Gentoo tak hanya memberikan pilihan kernel linux, tapi juga kernel FreeBSD dan Darwin (MacOS). Jenis kompiler untuk kompilasi sistem pun bisa di pilih sesuka hati. Berangkat ke GUI dan desktop, tentu saja kita di berikan kebebasan untuk memilih destop favorit kita. O ya, Gnome 3 juga sudah tersedia di Gentoo. Namun, flexibelitas Gentoo yang terlalu tinggi membuat Gentoo sulit untuk digunakan.

Salah satu yang tercepat

Gentoo merupakan salah satu distro tercepat, hal ini disebabkan karena kompilasi langsung dilakukan di komputer lokal, sehingga optimalisasi secara khusus diperuntukkan untuk spek komputer yang kita install. Inilah alasan Daniel Robbins menamai distro buatannya ‘Gentoo’, yaitu berasal dari nama spesies penguin yang berenang paling cepat.

Continues Release

Tidak seperti kebanyakan distro yang melakukan release rutin dalam jangka waktu tertentu, Gentoo cendrung tidak memiliki waktu release. Lho? Apa ini berarti aplikasi gentoo cendrung obsolute? Tentu tidak. Setiap saat kita bisa memperbaharui system, bisa sekali sebulan, sekali seminggu, bahkan setiap hari. Jadi tidak pernah ada release party untuk Gentoo.

Dokumentasi yang lengkap

Hal yang patut di acungi jempol untuk Gentoo, dengan kesulitan yang mutlak yang di alami oleh sebagain user, gentoo memberikan dokumentasi yang sangat lengkap untuk penggunanya. Hampir semua hal dalam Gentoo terdokumentasi dengan sangat baik. Dokumentasi gentoo tersedia dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa indonesia (http://www.gentoo.org/doc/id/index.xml). Jika dokumen resmi dirasa kurang, kita bisa mengacu ke wiki gentoo yang beralamat di http://en.gentoo-wiki.com, yang merupakan kontribusi dari pengguna.

Gentoo memang bukan distro yang di tujukan untuk semua pengguna. Jadi jangan pernah mempromosikan Gentoo kepada orang yang belum sama sekali mengenal GNU/Linux, bisa-bisa orang tersebut ogah migrasi ke GNU/Linux. Tapi bila anda seoarang geek tulen, menyukai GNU/Linux, dan seorang hacker, saya kira tidak ada salahnya untuk memulai menyiksa komputer anda dengan mengintall Gentoo.

SUMBER
th3crypt - 22/04/2011 03:00 PM
#3

Panduan Instalasi Cepat Gentoo Linux x86
Pendahahuluan
Panduan ini berisi seluruh perintah yang anda perlukan untuk menyelesaikan instalasi stage3 Gentoo. Anda memerlukan koneksi internet untuk mendownload stage3 dan snapshot Portage.

Bagi anda pengguna baru Gentoo, sebaiknya anda mengikuti Buku Pegangan, karena berisi penjelasan yang lebih mendalam tentang proses instalasi.

Output waktu mengikuti seluruh perintah yang membutuhkan waktu lebih dari beberapa detik untuk selesai. Perintah-perintah ini diukur waktu eksekusinya di PC AMD 2000 1.66 Ghz dengan RAM 512 MB dan dua disk SATA terhubung ke controller hardware.
[CODE]
(Spesifikasi berikut ini dan informasi waktunya dapat membantu
anda untuk memperkirakan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan
instalasi anda)

# grep bogo /proc/cpuinfo
bogomips : 3337.81

# hdparm -tT /dev/sda
/dev/sda:
Timing cached reads: 1100 MB in 2.00 seconds = 549.97 MB/sec
Timing buffered disk reads: 224 MB in 3.01 seconds = 74.36 MB/sec

# grep MemTotal /proc/meminfo
MemTotal: 509248 kB
[/CODE]
Panduan Instalasi Cepat (Part 1)

Media Instalasi
Spoiler for "Media Installasi"

Download salah satu CD dari mirror kami. Anda dapat menemukan ISO CD minimal di releases/x86//installcd atau ISO LiveCD ISO di releases/x86//livecd. CD Instalasi minimal hanya berguna untuk instalasi dengan internet. Anda dapat menggunakan LiveCD untuk menjalankan instalasi tanpa internet seperti yang didokumentasikan di buku panduan instalasi x86 2007.0. Kami menganjurkan penggunaan CD minimal.


Burn CD lalu boot.

Boot CD

Spoiler for "Boot CD"

Tekan F2 pada layar boot untuk mengetahui opsi boot apa saja yang tersedia. Anda boleh memilih gentoo atau gentoo-nofb. Pilihan yang ke-dua akan menonaktifkan framebuffer. Jika anda mem-boot LiveCD, jangan lupa untuk menambahkan opsi nox agar lingkungan grafis X tidak dijalankan. Beberapa opsi yang lain dapat anda gunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan beberapa fitur. Jika semuanya berjalan dengan benar, hardware anda akan dideteksi dan semua modul akan dimuat. Jika kernel gagal melakukan boot dengan benar atau atau komputer anda hang ketika proses boot, anda mungkin perlu mencoba beberapa konfigurasi. Cara paling aman ialah dengan menggunakan opsi nodetect lalu memuat modul-modul yang diperlukan.

[CODE]Gentoo Linux Installation LiveCD http://www.gentoo.org
Enter to Boot; F1 for kernels F2 for options.
boot: gentoo-nofb
(atau jika mendapat masalah)
boot: gentoo-nofb nodetect
[/CODE]


Opsional: Load Modul
Spoiler for "Load Modul"

Jika anda menggunakan opsi nodetect, setelah selesai boot, muat modul yang diperlukan. Anda perlu mengaktifkan jaringan dan memiliki akses ke disk anda. Perintah lspci dapat membantu anda untuk mengidentifikasi hardware anda.

Quote:

livecd root # lspci
(Gunakan output lspci untuk mengidentifikasi modul yang diperlukan)

(Berikut ini merupakan contoh, sesuaikan dengan hardware anda.)
livecd root # modprobe 3w-9xxx
livecd root # modprobe r8169



Konfigurasi Jaringan
Spoiler for "Konfigurasi Jaringan"

Jika jaringan anda belum berfungsi, anda dapat menggunakan net-setup untuk mengkonfigurasinya. Anda mungkin perlu memuat modul yang diperlukan untuk kartu jaringan yang anda gunakan dengan perintah modprobe sebelum mulai mengkonfigurasi. Jika anda memiliki ADSL, gunakan pppoe-setup dan pppoe-start. Untuk dukungan PPTP, edit /etc/ppp/chap-secrets dan /etc/ppp/options.pptp lalu gunakan pptp .

Untuk akses nirkabel, gunakan iwconfig untuk mengatur parameter wireless lalu gunakan net-setup atau jalankan ifconfig, dhcpcd dan/atau route secara manual.

Jika anda berada di belakang proxy, jangan lupa untuk menginisialisasi sistem anda dengan menggunakan export http_proxy, ftp_proxy dan RSYNC_PROXY.

[CODE]livecd root # net-setup eth0[/CODE]

Alternatif lain, anda dapat mengkonfigurasi jaringan anda secara manual. Contoh berikut ini akan memberikan alamat IP 192.168.1.10 untuk PC anda dan mendefinisikan 192.168.1.1 sebagai router dan name server.

[CODE]livecd root # ifconfig eth0 192.168.1.10/24
livecd root # route add default gw 192.168.1.1
livecd root # echo nameserver 192.168.1.1 > /etc/resolv.conf
[/CODE]

Anda dapat menjalankan server sshd di CD Instalasi, menambahkan user, menjalankan irssi (klien chat berbasis perintah) dan menjelajahi web dengan lynx atau links.


Opsional: Melakukan Koneksi Ke Komputer Baru Anda Dengan ssh
Spoiler for "Opsional: Melakukan Koneksi Ke Komputer Baru Anda Dengan"

Fitur yang paling menarik tentunya adalah sshd. Anda dapat menjalankannya lalu melakukan koneksi dari komputer lain dan menyalin perintah-perintah dari panduan ini.

Quote:
livecd root # time /etc/init.d/sshd start
* Generating hostkey ...
(sshd menciptakan kunci dan menampilkan oputput yang lain)
* starting sshd ... [ok]

real 0m13.688s
user 0m9.420s
sys 0m0.090s


Sekarang, tentukan password root di LiveCD agar anda dapat melakukan koneksi dari komputer lain. Harap dicatat bahwa mengizinkan root untuk melakukan koneksi lewat ssh tidak dianjurkan pada keadaan biasa. Jika anda tidak dapat mempercayai jaringan lokal anda, gunakan password yang panjang dan rumit. Anda hanya perlu menggunakannya sekali saja karena password ini akan hilang ketika anda reboot.

[CODE]livecd root # passwd
New UNIX password: masukkan_password
Retype new UNIX password: masukkan_password
passwd: password updated successfully[/CODE]

Sekarang, anda dapat menjalankan sebuah terminal dari PC lain dan melakukan koneksi ke komputer baru anda, ikuti lanjutan dari panduan ini pada jendela lain, lalu salinlah perintah-perintahnya.

[CODE](Gunakan alamat IP komputer baru anda)
$ ssh root@192.168.1.10
The authenticity of host '192.168.1.10 (192.168.1.10)' can't be established.
RSA key fingerprint is 96:e7:2d:12:ac:9c:b0:94:90:9f:40:89:b0:45:26:8f.
Are you sure you want to continue connecting (yes/no)? yes
Warning: Permanently added '192.168.1.10' (RSA) to the list of known hosts.
Password: masukkan_password[/CODE]

Mempersiapkan Disk
Spoiler for "Mempersiapkan Disk"

Gunakan fdisk atau cfdisk untuk menciptakan skema partisi anda. Anda memerlukan paling sedikit sebuah partisi swap (tipe 82) dan sebuah partisi Linux (tipe 83). Skenario berikut ini akan menciptakan sebuah partisi /boot, sebuah partisi swap dan sebuah partisi utama yang digunakan pada buku panduan kami. Nama device biasanya merupakan /dev/sda untuk disk SATA atau SCSI, atau /dev/hda untuk disk IDE.

Daftar Kode 2.8: Menciptakan partisi
[CODE]livecd ~ # fdisk /dev/sda

(Sisa dari panduan ini menggunakan skema partisi berikut)
livecd ~ # fdisk -l /dev/sda

Disk /dev/sda: 599.9 GB, 599978409984 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 72943 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 1 12 96358+ 83 Linux
/dev/sda2 13 110 787185 82 Linux swap / Solaris
/dev/sda3 111 72943 585031072+ 83 Linux[/CODE]
Gunakan mke2fs, mke2fs -j, mkreiserfs, mkfs.xfs dan mkfs.jfs untuk menciptakan filesystem pada partisi Linux anda. Inisialisasikan partisi swap anda dengan perintah mkswap dan swapon.

[CODE](Anda hanya membutuhkan ext2 pada partisi /boot anda)
livecd ~ # mke2fs /dev/sda1

(Mari kita gunakan ext3 pada partisi utama)
livecd ~ # mke2fs -j /dev/sda3

(Ciptakan dan aktifkan swap)
livecd ~ # mkswap /dev/sda2 && swapon /dev/sda2[/CODE]
Mount filesystem yang baru saja anda ciptakan di /mnt/gentoo. Ciptakan direktori untuk partisi lain (mis. /mnt/gentoo/boot) jika anda memerlukannya lalu mount juga partisi tersebut.

[CODE]livecd ~ # mount /dev/sda3 /mnt/gentoo
livecd ~ # mkdir /mnt/gentoo/boot
livecd ~ # mount /dev/sda1 /mnt/gentoo/boot
livecd ~ # cd /mnt/gentoo[/CODE]
th3crypt - 22/04/2011 03:01 PM
#4

Panduan Instalasi Cepat (Part 2)

Penyiapan Stage
Spoiler for "Penyiapan Stage"

Pertama pastikan tanggal dan jam anda telah diatur dengan benar menggunakan date MMDDhhmmYYYY. Gunakan waktu UTC.

[CODE](Periksa jam)
livecd ~ # date
Mon Mar 6 00:14:13 UTC 2006

(Atur tanggal dan waktu saat ini jika diperlukan)
livecd ~ # date 030600162006 (Formatnya adalah MMDDhhmmYYYY)
Mon Mar 6 00:16:00 UTC 2006[/CODE]
Kemudian, download sebuah stage dari salah satu mirror kami. Masuk ke /mnt/gentoo lalu ekstrak stage tersebut dengan tar xjpf .


[CODE]livecd gentoo # links http://www.gentoo.org/main/en/mirrors.xml
(Pilih sebuah mirror, masuk ke direkori releases/x86/2008.0_beta1/
pilih stage3 anda, mungkin i686 lalu tekan D untuk mendownloadnya)

(Atau download langsung dengan wget tanpa memilih mirror terdekat)
livecd gentoo # wget http://gentoo.osuosl.org/releases/x86/2008.0_beta1/stage3-i686*.tar.bz2
[/CODE]
[CODE]livecd gentoo # time tar xjpf stage3*

real 1m13.157s
user 1m2.920s
sys 0m7.230s[/CODE]
Instal snapshot Portage terbaru. Lakukan seperti arsip stage3: pilih mirror terdekat dari daftar mirror kami, download snapshot terbaru kemudian ekstrak.

[CODE]livecd gentoo # cd /mnt/gentoo/usr
livecd usr # links http://www.gentoo.org/main/en/mirrors.xml
(Pilih sebuah mirror, masuk ke direktori snapshots/, pilih
portage-latest.tar.bz2 lalu tekan D untuk mendownloadnya)

(Atau download langsung dengan wget tanpa memilih mirror terdekat)
livecd gentoo # cd /mnt/gentoo/usr
livecd usr # wget http://gentoo.osuosl.org/snapshots/portage-latest.tar.bz2
[/CODE]

[CODE]livecd usr # time tar xjf portage*

real 0m51.523s
user 0m28.680s
sys 0m12.840s
[/CODE]

Melakukan Chroot
Spoiler for "Melakukan Chroot"

Mount filesystem /proc, salin file /etc/resolv.conf, lalu chroot ke lingkungan Gentoo anda.

[CODE]livecd usr # cd /
livecd / # mount -t proc proc /mnt/gentoo/proc
livecd / # cp -L /etc/resolv.conf /mnt/gentoo/etc/
livecd / # chroot /mnt/gentoo /bin/bash
livecd / # env-update && source /etc/profile
>>> Regenerating /etc/ld.so.cache...
[/CODE]

Pengaturan Zona Waktu
Spoiler for "Pengaturan Zona Waktu"

Atur informasi zona waktu anda dengan menggunakan daftar yang sesuai dari /usr/share/zoneinfo.

[CODE](Menggunakan Jakarta sebagai contoh)
livecd / # cp /usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta /etc/localtime
livecd / # date
Wed Mar 8 00:46:05 WIT 2006
[/CODE]

Mengatur Nama Host dan Domain
Spoiler for "Mengatur Nama Host dan Domain"

Atur nama host anda di /etc/conf.d/hostname dan /etc/hosts. Pada contoh berikut ini, kami menggunakan mybox sebagai nama host dan at.myplace sebagai nama domain. Anda boleh mengedit file konfigurasi dengan nano atau menggunakan perintah berikut ini:

[CODE]livecd / # cd /etc
livecd etc # echo "127.0.0.1 mybox.at.myplace mybox localhost" > hosts
livecd etc # sed -i -e 's/HOSTNAME.*/HOSTNAME="mybox"/' conf.d/hostname
(Gunakan nama host yang telah didefinisikan lalu periksa)
livecd etc # hostname mybox
livecd etc # hostname -f
mybox.at.myplace[/CODE]

Konfigurasi Kernel
Spoiler for "Konfigurasi Kernel"

Instal sebuah source kernel (biasanya gentoo-sources ), konfigurasikan, kompilasi, lalu salin file arch/i386/boot/bzImage ke /boot.

[CODE]livecd etc # time emerge gentoo-sources

real 2m51.435s
user 0m58.220s
sys 0m29.890s
livecd etc # cd /usr/src/linux
livecd linux # make menuconfig
(Konfigurasikan kernel anda)
livecd linux # time make -j2

(Waktu yang dibutuhkan sangat tergantung kepada opsi-opsi yang anda pilih)
real 3m51.962s
user 3m27.060s
sys 0m24.310s

livecd linux # make modules_install
livecd linux # cp arch/i386/boot/bzImage /boot/kernel[/CODE]

Konfigurasi Sistem
Spoiler for "Konfigurasi Sistem"

Edit /etc/fstab anda lalu ganti BOOT, ROOT dan SWAP dengan nama partisi yang sebenarnya. Jangan lupa untuk memeriksa filesystem yang anda gunakan agar sesuai dengan instalasi anda.


[CODE]livecd linux # cd /etc
livecd etc # nano -w fstab
/dev/sda1 /boot ext2 noauto,noatime 1 2
/dev/sda3 / ext3 noatime 0 1
/dev/sda2 none swap sw 0 0[/CODE]

Konfigurasikan jaringan anda di /etc/conf.d/net. Tambahkan skrip init net.eth0 ke runlevel default. Jika anda memiliki beberapa kartu jaringan, ciptakan symlink ke skrip init net.eth0 lalu tambahkan juga ke runlevel default. Anda boleh menggunakan nano untuk mengedit /etc/conf.d/net with nano atau menggunakan perintah berikut ini:

[CODE]livecd etc # cd conf.d
livecd conf.d # echo 'config_eth0=( "192.168.1.10/24" )' >> net
livecd conf.d # echo 'routes_eth0=( "default gw 192.168.1.1" )' >> net
livecd conf.d # rc-update add net.eth0 default
(Jika anda mengkompilasi driver kartu jaringan anda sebagai modul,
tambahkan ke /etc/modules.autoload.d/kernel-2.6)
livecd conf.d # echo r8169 >> /etc/modules.autoload.d/kernel-2.6
(Jika anda ingin melakukan koneksi ulang lewat ssh setelah melakukan reboot\)
livecd conf.d # rc-update add sshd default[/CODE]
Catatan: Emerge pcmciautils lalu tambahkan ke runlevel default jika anda memerlukannya.
Tentukan password root dengan passwd.
[CODE]livecd conf.d # passwd
New UNIX password: masukkan_password
Retype new UNIX password: masukkan_password_lagi
passwd: password updated successfully[/CODE]
Edit /etc/conf.d/clock untuk menetapkan zona waktu yang telah anda pilih sebelumnya.

[CODE]livecd conf.d # nano -w /etc/conf.d/clock
TIMEZONE="Asia/Jakarta"
+
[/CODE]

Periksa konfigurasi sistem di /etc/rc.conf, /etc/conf.d/rc dan /etc/conf.d/keymaps lalu edit jika diperlukan.

[CODE]
livecd conf.d # nano -w /etc/rc.conf
livecd conf.d # nano -w /etc/conf.d/rc
livecd conf.d # nano -w /etc/conf.d/keymaps[/CODE]


Instalasi Utilitas Sistem
Spoiler for "Instalasi Utilitas Sistem"

Instal sebuah logger sistem seperti syslog-ng dan sebuah daemon cron seperti vixie-cron, lalu tambahkan ke runlevel default.

Catatan: Daemon cron bergantung kepada MTA. mail-mta/ssmtp akan diinstal sebagai dependensi. Jika anda ingin menggunakan MTA yang lebih advance, anda mungkin perlu menginstalnya sekarang. Jika anda sedang tergesa-gesa, biarkan ssmtp diinstal lalu buang nanti ketika anda akan menginstal MTA pilihan anda.

[CODE]livecd conf.d # time emerge syslog-ng vixie-cron

real 1m52.699s
user 1m1.630s
sys 0m35.220s
livecd conf.d # rc-update add syslog-ng default
livecd conf.d # rc-update add vixie-cron default[/CODE]

Instal utilitas filesystem yang diperlukan (xfsprogs, reiserfsprogs atau jfsutils) dan utilitas jaringan (dhcpcd atau ppp) jika anda membutuhkannya.

[CODE]livecd conf.d # emerge xfsprogs (Jika anda menggunakan filesystem XFS)
livecd conf.d # emerge jfsutils (Jika anda menggunakan filesystem JFS)
livecd conf.d # emerge reiserfsprogs (Jika anda menggunakan filesystem Reiser)
livecd conf.d # emerge dhcpcd (Jika anda membutuhkan klien DHCP)
livecd conf.d # USE="-X" emerge ppp (Jika anda menggunakan kenksi PPPoE ADSL)[/CODE]


Konfigurasi Bootloader
Spoiler for "Konfigurasi Bootloader"

Emerge grub atau lilo. Konfigurasikan /boot/grub/grub.conf atau /etc/lilo.conf lalu instal bootloader yang telah anda emerge.

1. Menggunakan grub

[CODE]livecd conf.d # time emerge grub

real 1m8.634s
user 0m39.460s
sys 0m15.280s
livecd conf.d # nano -w /boot/grub/grub.conf
[/CODE]
Contoh grub.conf
[CODE]
default
0 timeout 10

title Gentoo
root (hd0,0)
kernel /boot/kernel root=/dev/sda3
[/CODE]
Instal grub
[CODE]
livecd conf.d # grub
Probing devices to guess BIOS drives. This may take a long time.

>grub root (hd0,0)
Filesystem type is ext2fs, partition type 0x83

>grub setup (hd0)
Checking if "/boot/grub/stage1" exists... yes
Checking if "/boot/grub/stage2" exists... yes
Checking if "/boot/grub/e2fs_stage1_5" exists... yes
Running "embed /boot/grub/e2fs_stage1_5 (hd0)"... 16 sectors are embedded.
succeeded
Running "install /boot/grub/stage1 (hd0) (hd0)1+16 p (hd0,0)/boot/grub/stage2 /boot/
grub/menu.lst"... succeeded
Done.

>grub quit
[/CODE]
Sekarang, lanjutkan dengan seksi reboot.

2. Menggunakan lilo

[CODE]livecd conf.d # time emerge lilo

real 0m47.016s
user 0m22.770s
sys 0m5.980s
livecd conf.d # nano -w /etc/lilo.conf
Daftar Kode 2.31: Contoh lilo.conf
boot=/dev/sda
prompt
timeout=50
default=gentoo

image=/boot/kernel
label=Gentoo
read-only
root=/dev/sda3
Daftar Kode 2.32: Instal lilo
livecd conf.d # lilo
Added Gentoo *[/CODE]

Reboot
Spoiler for "Reboot"

Keluar dari lingkungan chroot, unmount semua filesystem lalu reboot:

[CODE]livecd conf.d # exit
livecd / # umount /mnt/gentoo/proc /mnt/gentoo/boot /mnt/gentoo
livecd / # reboot
(Jangan lupa untuk mengeluarkan CD)[/CODE]
th3crypt - 22/04/2011 03:02 PM
#5

Panduan Instalasi Cepat (Part 3)

Menyelesaikan Instalasi
Spoiler for "Menyelesaikan Instalasi"

Catatan: Total Waktu yang diperlukan antara tampilnya prompt boot pada CD minimal dan tampilnya pompt login setelah reboot adalah 00:42:31 pada komputer percobaan kami. Ya, kurang dari satu jam! Perlu dicatat bahwa waktu ini juga termasuk waktu download untuk stage3, snapshot Portage dan beberapa paket lainnya serta waktu yang dibutuhkan untuk mengkonfigurasi kernel.
Log in sebagai root, kemudian tambahkan satu user lain atau lebih untuk penggunaan sehari-hari dengan useradd.

[CODE](Bersihkan file known_hosts karena komputer baru anda telah
menciptakan hostkey yang baru)
$ nano -w ~/.ssh/known_hosts
(Cari IP komputer baru anda kemudian hapus baris tersebut, lalu
simpan file tersebut dan keluar dari nano)

(Gunakan alamat IP komputer baru anda)
$ ssh root@192.168.1.10
The authenticity of host '192.168.1.10 (192.168.1.10)' can't be established.
RSA key fingerprint is 96:e7:2d:12:ac:9c:b0:94:90:9f:40:89:b0:45:26:8f.
Are you sure you want to continue connecting (yes/no)? yes
Warning: Permanently added '192.168.1.10' (RSA) to the list of known hosts.
Password: masukkan_password
[/CODE]
Mengambahkan user baru
[CODE]
mybox ~ # adduser -g users -G lp,wheel,audio,cdrom,portage,cron -m john
mybox ~ # passwd john
New UNIX password: Masukkan password John
Retype new UNIX password: Masukkan lagi password John
passwd: password updated successfully[/CODE]

Sentuhan Konfigurasi Akhir
Spoiler for "Sentuhan Konfigurasi Akhir"

Mulailah dengan memilih mirror terdekat dengan mengisi variabel SYNC dan GENTOO_MIRRORS di /etc/make.conf atau dengan menggunakan mirrorselect. Anda juga dapat mendefinisikan jumlah proses kompilasi paralel sekarang.

Penggunaan mirrorselect dan pengaturan MAKEOPTS
[CODE]mybox ~ # emerge mirrorselect
mybox ~ # mirrorselect -i -o >> /etc/make.conf
mybox ~ # mirrorselect -i -r -o >> /etc/make.conf
(Biasanya, (jumlah prosesor + 1) merupakan nilai yang baik)
mybox ~ # echo 'MAKEOPTS="-j2"' >> /etc/make.conf[/CODE]
Sekarang adalah saat yang tepat untuk mengaktifkan atau menonaktifkan beberapa flag USE. Jalankan emerge -vpe world untuk menampilkan paket yang telah terinstal bersama flag USE yang dimilikinya. Anda boleh mengedit file /etc/make.conf atau menggunakan perintah berikut ini untuk mendefinisikan variabel USE:

Melihat flag USE yang sedang digunakan dan mengubahnya
[CODE]mybox ~ # emerge -vpe world
(Portage menampilkan paket-paket bersama flag USE-nya. Misalnya, mari
kita nonaktifkan ipv6 dan fortran, aktifkan unicode)
mybox ~ # echo 'USE="nptl nptlonly -ipv6 -fortran unicode"' >> /etc/make.conf[/CODE]
Versi baru dari glibc menggunakan /etc/locale.gen untuk mengatur locale.

Menentukan locale
[CODE]mybox ~ # cd /etc
mybox etc # nano -w locale.gen
mybox etc # locale-gen
[/CODE]
Terakhir, anda mungkin ingin merubah variabel CFLAGS di file /etc/make.conf anda untuk mengoptimasi code aplikasi sesuai dengan kebutuhan anda. Harap dicatat bahwa penggunaan daftar flag yang panjang biasanya jarang dibutuhkan, tetapi bahkan dapat mengakibatkan sistem rusak. Anda dianjurkan untuk menentukan tipe prosesor pada opsi march dan tetap menggunakan -O2 -pipe.

Anda juga mungkin ingin berpindah ke ~x86. Anda hanya boleh melakukannya jika anda siap untuk menangani ebuild atau paket yang rusak. Jika anda lebih suka menjaga sistem anda stabil, jangan tambahkan variabel ACCEPT_KEYWORDS. Menambahkan variabel FEATURES="ccache" juga merupakan ide bagus.

Edit make.conf terakhir kali
[CODE]mybox etc # nano -w make.conf
(Set -march ke tipe CPU anda di CFLAGS)
CFLAGS="-O2 -march=athlon-xp -pipe"
(Tambahkan baris berikut ini)
FEATURES="ccache"
(Tambahkan baris berikut ini hanya jika anda tahu apa yang sedang anda lakukan)
ACCEPT_KEYWORDS="~x86"[/CODE]
Anda mungkin ingin mengkompilasi seluruh sistem anda dua kali untuk memastikan penggunaan penuh konfigurasi terakhir anda. Proses ini akan memakan waktu yang cukup lama dan hanya akan memberikan sedikit peningkatan kecepatan. Anda dapat membiarkan sistem anda teroptimasi sendiri secara bertahap ketika anda melakukan instalasi paket-paket baru. Tetapi, kompilasi ulang tetaplah merupakan ide baik jika dilihat dari sisi pemeliharaan sistem agar teteap konsisten. Silakan baca Panduan Upgrade GCC Gentoo untuk menemukan penjelasan tentang keuntungan yang anda peroleh dari system dan world yang konsisten.

Mengkompilasi ulang hanya paket-paket yang telah ter-update sejak rilis atau yang terpengaruh oleh pergantian flag-flag USE akan cukup memakan waktu. Anda juga mungkin perlu membuang paket-paket yang menghalangi upgrade anda. Carilah "[blocks B ]" pada output dari emerge -vpuD --newuse world lalu gunakan emerge -C untuk membuangnya.

Update paket-paket anda
[CODE](Instal ccache)
mybox etc # emerge ccache

(Perlu dicatat bahwa perpindahan ke ~x86 akan mengakibatkan banyak paket di-upgrade)
mybox etc # emerge -vpuD --newuse world
(Perhatikan baik-baik daftar paket dan flag-flag USE-nya, buang paket
yang menghalangi jika ada, lalu mulailah proses panjang))
mybox etc # time emerge -vuD --newuse world
(79 paket telah dikompilasi)

real 180m13.276s
user 121m22.905s
sys 36m31.472s

(Emerge kembali libtool untuk menghindari masalah nantinya)
mybox etc # emerge --oneshot libtool

(Update file-file konfigurasi, pastikan anda tidak membiarkan
dispatch-conf menimpa file-file konfigurasi yang telah anda edit)
mybox etc # dispatch-conf

(Jika perl telah di-update, anda perlu menjalankan skrip perl-cleaner)
mybox etc # time perl-cleaner all
real 1m6.495s
user 0m42.699s
sys 0m10.641s

(Jika anda telah menjalankan upgrade mayor python, anda perlu
menjalankan skrip python-updater)
mybox etc # python-updater[/CODE]

Apa yang Perlu Dilakukan Selanjutnya
Spoiler for "Apa yang Perlu Dilakukan Selanjutnya"

Tergantung kepada tujuan penggunaan komputer Gentoo anda, anda mungkin ingin menginstal aplikasi server atau sistem desktop. Sebagai contoh saja, emerge gnome dan emerge kde telah dihitung waktunya pada sistem ~x86 yang diinstal seperti penjelasan di atas. Kedua diinstal dari titik mula yang sama.

Anda perlu memeriksa index dokumentasi kami untuk mencari panduan instalasi dan konfigurasi aplikasi pilihan anda.

Penting: Berikut ini hanyalah contoh, tidak dimaksudkan sebagai suatu anjuran.

[CODE]mybox etc # emerge -vp gnome
(Periksa daftar paket dan flag-flag USE-nya, kemudian
edit make.conf jika diperlukan.
mybox etc # nano -w /etc/make.conf
(Flag-flag USE berikut ini telah didefinisikan)
USE="nptl nptlonly -ipv6 -fortran unicode svg hal dbus \
-kde -qt3 -qt4 -arts -eds -esd gnome gstreamer gtk firefox"

mybox etc # time emerge gnome
(326 paket telah di-emerge)

real 520m44.532s
user 339m21.144s
sys 146m22.337s
Daftar Kode 2.42: Emerge KDE
mybox etc # emerge -vp kde-meta
(Periksa daftar paket dan flag-flag USE-nya, kemudian
edit make.conf jika diperlukan.
mybox etc # nano -w /etc/make.conf
(Flag-flag USE berikut ini telah didefinisikan)
USE="nptl nptlonly -ipv6 -fortran unicode svg hal dbus \
kde qt3 qt4 -arts -eds -esd -gnome -gstreamer -gtk -firefox"

mybox etc # time emerge kde-meta
(391 paket telah di-emerge)

real 1171m25.318s
user 851m26.393s
sys 281m45.629s
[/CODE]


SUMBER
Spoiler for "Sumber"
http://www.gentoo.org/doc/id/gentoo-x86-quickinstall.xml
th3crypt - 22/04/2011 03:02 PM
#6

Pendapat Kaskuser Tentang Gentoo
Quote:
Original Posted By tole_90

Gentoo bikin Sombong !
Mnurut saya, gentoo hanya diperuntukkan untuk para developer program linux atau engineer sistem operasi yang "memang benar benar mengoptimasi sistemnya". khusus untuk kalangan Advance.

Kalo "newbie kemaren sore" pasti mikirnya kalo dah bisa nginstall gentoo brarti dah jago deh linuxnya. ha ha ha. utk newbietol, bisakah kalian menyumbangkan satu patch program ataupun kontribusi kode untuk mengoptimalisasi sistem gentoo kalian pada mesin kalian sendiri?

PS: gw pernah di tes suruh nginstall gentoo dari senior, gw kan stuck dan nanya ke dia, gk dikasih tau. jengkel banget gan!!! jawabnya: googling! dengan gayanya yang judes dan sombong. gw anggap dia sebagai "newbietol kemaren sore". baru jago nginstall gentoo aja dah sombong banget dah minta ampun. ha ha ha. D


Quote:
Original Posted By h1mur4
Mo tahu alasan ane pake gentoo gan :

[*]Skill linux ane masih newbietol. Rasa haus akan ilmu perlinuxan membawa ane ke distro-distro linux yang ribet serpert slackware, LFS, DIY termasuk juga Gentoo.
[*]Meskipun sangat kecil ada selisih kecepatan yang di optimasi dengan yang tidak
[*]Sekedar bersenang-senang (hoby)


Ane turut prihatin lho atas masalah yang menimpa agan ? jangan frustasi gan, klo ga suka Gentoo ya jangan pakai Gentoo. gitu aja kok repot...
klo masih ingin pake Gentoo tapi belum bisa install, ya belajar lagi gan... jangan lupa tanya si Mbah. Urusan Gentoo si mbah lebih jago lo gan dari ane (yang sudah berhasil install gentoo), jadi ane rasa benar saran senior agan, daripada tanya ke dia yang baru bisa install mending tanya ke jagonya sekaligus guru dia yaitu si mbah google ... Peace:


Quote:
Original Posted By hxpurnama
2 kata selama ane make gentoo: "fleksibel & cepat"

Yup, gentoo emang fleksibel banget. Hampir semua flag sewaktu ngompile bisa diatur di either /etc/make.conf atau di /etc/portage/package.use.

Instalasi gentoo yg "versionless". Versionless dalam artian semua tergantung pada konfigurasi ebuild yg agan pakai saat itu. IMHO, misal server agan pake ubuntu 8.04. Kira-kira apa yg akan terjadi seandainya agan menginstall/mengupdate paket yg di sistem agan misal dgn paket dari ubuntu 9.04 atau mungkin dari ubuntu 11.04? Paketnya mungkin bisa terinstall, tapi pasti akan konflik/korup yg kalo di dunia gentoo biasa disebut "reverse-dependensi".

Di kantor ane, ada 5 server yg pake gentoo. Ada mesin nas yg isinya samba+NFS, ada 1 mesin svn, 1 mesin monitoring pake zabbix, dan 1 mesin kompiler. 1 nya lagi mesin pribadi ane D

Konfigurasi portage+distfiles ane pusatkan di 1 mesin saja, dimana 4 mesin lainnya kemudian me-mount /usr/portage ke masing-masing /usr/portage di mesin bersangkutan. Jadinya begitu 1 mesin meng-sync portage nya, maka semua mesin ini akan stay-uptodate. Ke-5 mesin ini kemudian ane install distcc. Lumayan kalo ngompilenya keroyokan D
Ane nginstall openoffice aja bisa cuman 1jam lebih dengan menggunakan distcc ini. Ane pernah nyobain nginstall openoffice tanpa distcc, kelar 7 jam lebih..hehehe.

Anyway, semoga forum gentoo di kaskus ini bisa tambah banyak peminatnya. Biar bisa sama2 belajar & sharing pengalaman.

ilovekaskus iloveindonesia



Quote:
Original Posted By hxpurnama
Hehehe..hampir sama kayak ane dulu. Install banyak distro + 2 varian bsd dlm 1 harddisk ngakak
Akhirnya setelah jalan 4 tahun lebih, satu-persatu distro linux dan 2 bsd tadi ane uninstall dan fokus hanya ke 1 saja, yaitu gentoo dan alhamdulillah sejak pertama install sampai saat ini gentoo yg ane install 4 tahun tadi masih ada di laptop jadul ane.
Banyak pembelajaran yg ane dapat dari gentoo gan, dan sekarang ane mulai lebih paham dan sedikit mengerti bagaimana men-tweak linux dalam artian yg lebih luas.
Di kantor ane, semua server linux yg generasi ane udah pada pake gentoo semua.
Dengan konfigurasi portage yg di-share via NFS, ane bisa membuat cukup 1 mesin saja yg melakukan kompilasi program dan binary hasil kompilasi tadi disimpan untuk bisa diinstall ke server lainnya tanpa kompilasi lagi.
:thumbup



Quote:
Original Posted By kokakokbrut
perkenalkan ane user baru buat Gentoo

3 minggu lamanya ane install + setting gentoo di pc ane.
meski lama tapi rasa penasaran akan sulitnya nginstall gentoo terbayar sudah
sensasi wus wusan ahirnya bisa dirasakan juga.
and yang paling penting adalah ahirnya ane nemuin distro yang maenannya compile from source.

*curma curhat aja, moga moga ane kerasan pake gentoo
th3crypt - 22/04/2011 03:12 PM
#7

Mayan info dari gan deathknell
Quote:
Original Posted By deathknell
Kali aja bermanfaat meski repost, buat agan2 yg mau nyobain gentoo, ada panduannya yg dtulis dlm bahas Indonesia oleh salah satu teman ane.



Spoiler for numpang pre order polo gentoo, harga 105 ribu sudah termasuk ongkos kirim dan stiker linux

warnanya hitam, bahan lakos, bordir, sori di contohnya warna putih hehe
Gentoo Community

Form pemesanan beserta info :
https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dDZKTVJWSVY5Zkt1RmlQT1dpVzZvOXc6MQ#gid=0

th3crypt - 22/04/2011 03:12 PM
#8

reversed
th3crypt - 22/04/2011 03:14 PM
#9

reversed
th3crypt - 22/04/2011 03:15 PM
#10

reversed
E2.GAL - 22/04/2011 03:23 PM
#11

Ada thread Gentoo matabelo:/
Ane izin mantau gan, baru nyobain install stage3 ini malu:
linux2:
th3crypt - 22/04/2011 03:45 PM
#12

Quote:
Original Posted By E2.GAL
Ada thread Gentoo matabelo:/
Ane izin mantau gan, baru nyobain install stage3 ini malu:
linux2:


Udah nyampe mana gan nginstallnya? Udah berapa lama?
E2.GAL - 22/04/2011 03:51 PM
#13

Quote:
Original Posted By th3crypt
Udah nyampe mana gan nginstallnya? Udah berapa lama?

Masih base sistem doang, masih bingung mau diinstalin apa malu:
Ini baru install ~1 mingguan malu:

Mohon bimbingannya ya gan \)
th3crypt - 30/04/2011 09:50 AM
#14

Sepi yah.. Apa memang pengguna Gentoo di indonesia hanya hitungan jari yah? bingung
ianhahay - 30/04/2011 10:46 AM
#15

Kalo gentoo itu masih pakek Grub atau udah grub2 kayak ubuntu. Coz pernah install ubuntu (grub2) ditiban fedora (masih grub) Ubuntu gua ilang deh.. Kalo sama-sama grub2 kan bisa shakehand2
th3crypt - 30/04/2011 11:01 AM
#16

Quote:
Original Posted By ianhahay
Kalo gentoo itu masih pakek Grub atau udah grub2 kayak ubuntu. Coz pernah install ubuntu (grub2) ditiban fedora (masih grub) Ubuntu gua ilang deh.. Kalo sama-sama grub2 kan bisa shakehand2

Tergantung agan mu nginstallnya apa D, grub bisa, grub2 bisa, lilo juga bisa..
th3crypt - 30/04/2011 11:12 AM
#17

Quote:
Original Posted By ianhahay
Kalo gentoo itu masih pakek Grub atau udah grub2 kayak ubuntu. Coz pernah install ubuntu (grub2) ditiban fedora (masih grub) Ubuntu gua ilang deh.. Kalo sama-sama grub2 kan bisa shakehand2


Sebenernya ga bener-bener ilang kok gan... Itu tinggal di setting aja di grub yag aktif di MBR...
lha_bohay - 30/04/2011 11:45 AM
#18

Quote:
Original Posted By ianhahay
Kalo gentoo itu masih pakek Grub atau udah grub2 kayak ubuntu. Coz pernah install ubuntu (grub2) ditiban fedora (masih grub) Ubuntu gua ilang deh.. Kalo sama-sama grub2 kan bisa shakehand2

kalau di gentoo sih suka2 agan aja. Bisa lilo, grub, grub2.Gentoo Community
siSemprull - 30/04/2011 11:52 AM
#19

bisa di coba nih gentoo.. D shakehand
yuginta - 30/04/2011 11:56 AM
#20

malu:/hi:

Waah mauu Gentoo....genit:

Plis dong panduan instal Gentoo dari Linux yang udah ada....o

Ane pake Arch sama Ubuntu....o
Page 1 of 24 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›