Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Total Views: 16739 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 32 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›

artnomad - 28/05/2011 07:15 PM
#61

Nice thread bro... thx bwt link flash kristiani


Jesus bless
PERFECT7 - 29/05/2011 06:52 PM
#62

Spoiler for Pendahuluan

MUSA, Selain disuruh Allah memimpin bani Israel keluar dari Mesir, dan memasuki tanah perjanjian (tanah Kanaan / Palestina / lokasi peta Israel jaman sekarang), nabi Musa juga diperintahkan Allah untuk membuat "Tabut Perjanjian" (Ark of The Convenant - melambangkan hadirat Allah di tengah-tengah bani Israel, sebagai lambang perjanjian bani Israel dengan Allah yg hidup).

Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani

Nabi Musa juga diberikan hukum-hukum dari Allah, salah satunya tentang hukum penghapusan dosa :
Imamat 16 : 14 dimana imam besar harus memercikan darah korban ke atas Tabut Perjanjian, barulah terjadi perdamaian atas segala dosa pelanggaran.

Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani




Spoiler for Sang Penemu / Arkeologis Ron Wyatt & Artikel koran

Ron Wyatt yang juga menemukan roda kereta Firaun di tengah laut merah, sewaktu mengejar bani Israel yg menyeberangi laut merah, dan penemu Bahtera nabi Nuh. Membuat suatu penemuan terpenting sepanjang masa.

Beliau menemukan Tabut Perjanjian Musa, yang terdapat tetesan darah kering Isa Al Masih, sang penebus utusan Allah yg kudus tepat di atas tutup Tabut Perjanjian

Lokasi Penemuan
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani

Ketika bicara di CNN mengenai bahtera nabi Nuh
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani

Tabut Perjanjian - The Ark of The Covenant
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani

Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani




Spoiler for Penemuan

Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani

Ada seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt. Ia menemukan “Tabut Perjanjian Musa“. Tabut ini tersembunyi di luar tembok Yerusalem sebelum kota Yerusalem dihancurkan oleh tentara Nebukadnezar.

Ruang tempat di mana tabut itu berada sudah tertutup sehingga membentuk sebuah gundukan. Rupanya bertahun-tahun puing-puing reruntuhan mempertebal gundukan tersebut. Dan akhirnya gundukan ini menjadi sebuah bukit kecil.

Selama masa pemerintahan Romawi - DI MANA Yesus HIDUP DI MASA ITU - bukit ini digunakan sebagai tempat penyaliban. Bukit itu, namanya dalam bahasa Ibrani ialah “Golgota“, dalam bahasa Latin “Kalvari“ atau yang sering kita dengar “Tempat Tengkorak“.

Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani

Di bukit itu ditempatkan RONGGA PUALAM yang permanen di dalam tanah. Di mana ke dalam rongga inilah salib dimasukkan dan ditegakkan. Setiap rongga ini luasnya 13 inci persegi (33 cm²) & dalamnya tiga kaki (hampir 1 m). Rongga ini ditutupi dengan semacam sumbat yang mempunyai tiga lubang tempat memasukkan jari untuk memudahkan pemindahan sumbat tersebut.

Dan di bukit ini Ron Wyatt menemukan tiga rongga permanen. Di rongga TENGAH terdapat retakan di bagian kiri yang menuju ke dalam bebatuan. Hal ini mungkin diakibatkan oleh gempa bumi
(Injil Matius 27 : 50-51 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah).

Penyelidikan dilanjutkan dengan menggunakan peralatan-peralatan ilmiah. Dan terungkap adanya EMAS di dalam bukit tersebut. Wyatt meminta izin dari pemerintah Israel untuk menggali sebuah lubang di bukit itu. Mulanya, permintaannya ini menghadapi penolakan dari pemerintah Israel. Namun akhirnya, setelah melewati beberapa kali penolakan, Wyatt mendapat izin.

Setelah dua tahun menggali sebuah parit sempit pada dinding bukit itu, Januari 1982 Wyatt bisa menembus sampai ke gua alami itu. Gua tersebut berukuran ± 6,7 m x 4,3 m atau ± 30 m² . Di gua itu terdapat sisa-sisa perlengkapan Bait Salomo. Yakni: Mezbah Korban Bakaran, Meja Roti Sajian, Mezbah Pembakaran Kemenyan. Di belakang ruangan ini terdapat Tabut Perjanjian dengan dua serafim yang sayapnya terjulur di atas Tutup Pendamaian.

Di atas Tutup Pendamaian Wyatt menemukan PERCIKAN DARAH KERING. Percikan darah kering itu terdapat juga di perlengkapan-perlengkapan tadi. Wyatt lalu mengirim contoh percikan darah kering itu ke laboratorium di Amerika untuk diperiksa.

Didapatkan, bahwa darah tersebut adalah darah manusia yang terdiri dari 23 X kromosom dan 1 Y kromosom. Darah manusia normal terdiri dari 46 kromosom yang terdiri dari 23 kromosom dari setiap orangtua. Jika terdapat kromosom “Y tambahan“ maka darah tesebut adalah milik seorang LAKI². Jadi percikan darah tersebut adalah darah LAKI². Dan karena darah itu hanya memiliki 23 kromosom maka darah itu di-identifikasi sebagai darah laki² yang TIDAK MEMILIKI AYAH. ISA DATANG KE DUNIA GELAP INI MELALUI JALUR: DARI PERAWAN MARYAM DAN ROH KUDUS ALLAH (YAITU ALLAH SENDIRI) YG MEMANIFESTASIKAN JANJI NYA KEPADA PERAWAN MARYAM.

Ron Wyatt percaya bahwa itu adalah darah YESUS. Darah-Nya yang terciprat ke tanah. Dan melalui retakan yang diakibatkan oleh gempa bumi itu, darah itu mengalir ke bawah dan memerciki tutup pendamaian. Dgn maksud untuk mengampuni semua umat manusia.

Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani

Di dalam Perjanjian Lama Imam Besar memercikkan darah lembu jantan dan domba jantan di atas tutup pendamaian sesuai dengan perintah Tuhan. Imamat 16 Lalu ia (Imam Besar - red) harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali. Lalu ia (Imam Besar - red) harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu. Dengan demikian ia (Imam Besar - red) mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apa pun juga dosa mereka …

Tetapi Alkitab memberitahukan kita juga, bahwa darah lembu jantan dan domba jantan tidak bisa menghapus dosa. Tetapi darah Yesuslah (Yesus: Imam Besar Agung; Ibrani 8 : 1 ... kita mempunyai Imam Besar ... yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di Sorga,) yg menyucikan semua dosa. Darah hewan hanyalah bersifat SEMENTARA sampai Anak Domba yg sempurna itu disembelih.

Betapa mengagumkan dan tepat, bahwa darah Kristus SECARA FISIK dipercikkan di atas tutup pendamaian yang tersembunyi di dalam Bukit Kalvari/Golgota/Tempat Tengkorak. Sehingga mengesahkan ritual yang telah ditahbiskan oleh Allah untuk melakukan pemercikan pada tutup pendamaian.




Spoiler for Sumber dan Video Penemuan


Thanks to Sony2012 Kaskuser
PERFECT7 - 29/05/2011 07:41 PM
#63

Quote:
Original Posted By alfaNomega
Keempat, pensil pun mengajarkan agar bisa berfungsi sempurna kita harus belajar bekerja sama dengan orang lain. Bayangkanlah seorang aktor atau aktris yang tidak mau diatur sutradaranya. Bayangkan seorang anak buah yang tidak mau diatur atasannya. Ataupun seorang service provider yang tidak mau diatur oleh pelanggannya. Mereka semua tidak akan berfungsi sempurna. Agar berhasil, kadang kita harus belajar dari pensil untuk 'tunduk' dan membiarkan diri kita berubah menjadi alat yang sempurna dengan belajar dan mendengar dari ahlinya. Itulah sebabnya, kemampuan untuk belajar bekerja sama
dengan orang lain, mendengarkan orang lain, belajar dari 'guru' yang lebih tahu adalah sesuatu yang membuat kita menjadi lebih baik.

Terakhir, pensil pun mengajarkan kita meninggalkan warisan yang berharga melalui karya-karya yang kita tinggalkan. Tugas kita bukan kembali dalam kondisi utuh dan sempurna, melainkan menjadikan diri kita berarti dan berharga. Itulah filosofi 'memberi dan melayani'
yang diajarkan oleh Tuhan kita. Itulah sebabnya Ibu Teresa dari Calcutta ataupun Albert Schweitzer yang melayani di Afrika lebih mengumpamakan diri mereka seperti sebatang pensil yang dipakai oleh Tuhan.

Yang penting, hingga pada akhir kehidupan kita ada karya ataupun hasil berharga yang mampu kita tinggalkan. Tentu saja tidak perlu yang heboh dan spektakuler.
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani


thanks
PERFECT7 - 30/05/2011 01:25 PM
#64

Bersahabat Karena Status




Yakobus 4:10
Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 147; Yohanes 7; 2 Samuel 21-22

Di sebuah perusahaan advertising, ada seorang gadis bernama Mira. Dia bertugas mendistribusikan surat untuk para staf di perusahaan itu. Pekerjaannya terlihat sangat sederhana. Apa lagi jika dibandingkan dengan copywriter, art design, marketing yang dianggap penting karena memberi kontribusi lebih nyata pada perusahaan. Mungkin karena itu, keberadaannya sering diabaikan. Tak banyak yang tahu namanya. Mereka hanya mengenalnya sebagai si gadis pembawa dokumen. Hingga suatu kali, Mira tidak masuk selama beberapa hari. Tak urung, kantor jadi kacau karena surat tidak dapat terdistribusikan dengan baik. Dalam keadaan seperti itu, barulah orang merasakan betapa pentingnya kehadiran seorang Mira.

Ya, tanpa disadari, kita seringkali kurang memperhatikan rekan kerja yang bagiannya lebih rendah. Mungkin, karena kita menganggap bergaul dengan mereka tidak banyak membawa keuntungan. Manusia sering kali menghargai seseorang karena statusnya. Padahal status itu hanyalah buatan manusia dan tidak kekal. Sedangkan di hadapan Tuhan status kita adalah sama, yaitu anak-anak-Nya yang berhak menerima keselamtan karena cinta dan belas kasihan Allah.

Jadi, rasanya tidak layak jika kita tidak menghargai orang lain hanya karena statusnya lebih rendah dari kita. Tuhan senang dengan orang yang rendah hati. Marilah kita mengasihi dan memperhatikan sesama kita, tanpa memandang statusnya.

Memandang orang lain hanya sebatas kulit luar adalah kebodohan yang sangat memalukan.
PERFECT7 - 31/05/2011 10:13 AM
#65

Menemukan Kepuasan




Yesaya 55:2
“Kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 148; Yohanes 8; 2 Samuel 23-24

Ketika iblis berusaha menjebak Yesus di awal pelayanan-Nya, ia memakai pencobaan yang sama dengan yang dipakainya hari ini. Salah satunya adalah dengan benda.

Yesus sudah berpuasa selama empat puluh hari, dan iblis berusaha mengambil keuntungan dari rasa lapar-Nya dengan mendesak-Nya untuk menggunakan kuasa adikodrati-Nya yaitu mengubah batu menjadi roti. Tetapi Yesus menjawab, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari firman Allah” (Matius 4:4). Bukan dari mulut setan, tapi dari mulut Allah!

Roti memang penting, tetapi tidak sepenting yang disarankan iblis. Kesenangan dan rekreasi memang penting, tetapi tidak boleh menduduki tempat pertama. Uang memang penting, tetapi uang harus melayani kita; bukan kita yang melayani uang.

Yesaya berkata, “Dengarkanlah Aku...dan kamu akan menikmati sajian yang paling penting” (Yesaya 55:2). Ya, menikmati sajian yang paling lezat - kelimpahan yang Allah berikan kepada Anda, baik jasmani maupun rohani. Khususnya bersuka dalam kelimpahan sukacita yang berasal dari hadirat-Nya. Iblis akan selalu menawarkan pengganti kepada Anda. Oleh karenanya, tetaplah arahkan hati dan pikiran Anda kepada Allah. Ketika Iblis mulai menggoda Anda, tolaklah segera !

Hanya di dalam Tuhan Yesus, Anda dapat merasakan kepuasan yang sejati.
adyztt - 31/05/2011 11:26 AM
#66

BUKAN SEKEDAR JANJI BAGI KITA

Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tidak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelematkannya, dan setiap hari dia mengamati langit dan mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatupun yang datang.

Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai. Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar dan asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah pria itu kehilangan semua miliknya. Dia sedih dan marah pada Tuhan dan berseru: "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis.

Pagi-pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya. "Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya. "Kami melihat tanda asap yang berasal dari pulau ini", jawab mereka.

Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita tidak boleh goyah, karena Tuhan tetap bekerja didalam hidup kita, juga ketika kita dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar, itu adalah "tanda asap" bagi kuasa Tuhan untuk bekerja. Ketika ada kejadian negatif terjadi dalam hidup ini, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban yang positif untuk kejadian tersebut.

Kamu berkata : Itu tidak mungkin.
Tuhan berkata : Tidak ada hal yang mustahil bagiKu. (Lukas 18:27)
Kamu berkata : aku terlalu cape.
Tuhan berkata : Aku akan memberikan kelegaan padamu. (Matius 11:28)
Kamu berkata : Tidak ada seorangpun yang mencintai aku.
Tuhan berkata : Aku mengasihimu. (Yohanes 3:16 ; Yohanes 13:34)
Kamu berkata : Aku tidak bisa meneruskan.
Tuhan berkata : Kasih karuniaKu cukup. (2 Korintus 12:9 ; Mazmur 91 : 15)
Kamu berkata : Aku tidak mengerti.
Tuhan berkata : Aku akan menuntun langkah-langkahmu. (Amsal 3:5-6)
Kamu berkata : Aku tidak bisa melakukannya.
Tuhan berkata : Kamu bisa melakukan semuanya. (Filipi 4:13)
Kamu berkata : Ini tidak berharga.
Tuhan berkata : Itu akan berharga. (Roma 8:28)
Kamu berkata : Aku tidak bisa memaafkanmu.
Tuhan berkata : Aku memaafkanmu. ( 1Yohanes 1:9 ; Roma 8:1)
Kamu berkata : Aku tidak bisa mengatasi.
Tuhan berkata : Aku akan menyediakan kebutuhanmu. (Filipi 4:19)
Kamu berkata : Aku takut.
Tuhan berkata : Aku tidak memberikan padamu roh ketakutan. (II Timotius 1:7)
Kamu berkata : Aku selalu kuatir dan frustasi.
Tuhan berkata : Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaku. (I Petrus 5:7)
Kamu berkata : Aku tidak mempunyai iman yang kuat.
Tuhan berkata : Aku memberi setiap orang iman menurut ukurannya. (Roma 12:3)
Kamu berkata : Aku tidak pandai.
Tuhan berkata : Aku memberikan padamu hikmat. (I Korintus 1:30)
Kamu berkata : Aku merasa sendirian.
Tuhan berkata : Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. (Ibrani 13:5)

Wartakanlah ini pada siapa saja yang membutuhkan, Saya percaya ada
saat-saat dimana kita merasa "gubuk" kita terbakar.?(John 1:6)

-TUHAN MEMBERKATI-

Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
adyztt - 31/05/2011 10:44 PM
#67

-KABUT KEMATIAN TELAH MENGABAIKAN MEREKA-
(Keluaran 12 : 12 - 14)

Malam itu dingin sekali. Semua orang telah terlelap. Tidak ada satu pun yang terjaga di lorong-lorong jalan perkampungan itu. Jadi, tidak ada satu pun yang menyadari, bahwa menjelang tengah malam, ada kabut hitam yang bergerak turun dari kegelapan langit malam. Kabut itu turun di suatu tempat, di sebuah persimpangan jalan utama, seperti telah ditentukan sebelumnya. Entah oleh siapa??? (hmm!!!???)

Kabut itu bergerak menyebar ke empat penjuru mengikuti setiap ruas jalan yang ada, bahkan memasuki lorong-lorong perkampungan. Di pintu-pintu rumah yang dilewati, kabut itu membelah diri, menyusup melalui celah pintu di lantai. Ada aroma kematian yang dibawa masuk menyusup celah pintu itu. Tidak hanya rumah, kandang-kandang pun diselimuti oleh kabut hitam itu. Aroma kematian pun tercium dari setiap kandang yang telah dilaluinya.

Namun tidak semua celah pintu disusupi kabut itu. Beberapa pintu memiliki kusen yang di cat seadanya dengan darah domba yang telah berumur setahun. Ada beberapa orang yang menyembelih domba-domba itu pada waktu senja sebelumnya. Setiap kali kabut itu melewati pintu berkusen darah tersebut, kabut itu mengabaikannya. Kabut itu hanya melewatinya, seperti tidak pernah ada pintu di tempat itu. Lewat begitu saja.

Aroma kematian itu membuncah menjadi tangis duka di waktu fajar, ketika matahari mulai menghalau kegelapan. Terlambat. Cahaya matahari memang berhasil menghalau kegelapan malam, tetapi tidak mampu menghalau benih duka kematian di setiap rumah yang telah dimasuki oleh kabut hitam itu. Tangis kedukaan dari setiap orang yang kehilangan anak lelaki sulung membahana di setiap rumah. Tidak hanya anak-anak lelaki sulung, tetapi semua yang lahir sebagai anak sulung, termasuk hewan.

Darah yang dilabur pada tiang dan ambang pintu telah menyelamatkan beberapa rumah dari kematian. Tidak ada tangis kedukaan. Hanya syukur pujian karena kematian telah "mengabaikan" mereka.

Itulah Paskah pertama bagi umat Israel. Bagi kita, yang telah mengimani penebusan dosa oleh Yesus Kristus di kayu salib, Allah telah mengabaikan kita dari kematian yang membinasakan. Kita diabaikan dari daftar kematian.

Sayup-sayup terdengar tangis seorang ibu yang telah kehilangan anak sulungnya ....
(narasi di atas merupakan imajinasi penulis berdasarkan keluaran 12)

Doa hari ini :
Tuhan ajar kami memberitakan keselamatan yang kami terima dariMu dalam setiap helaan nafas dan langkah hidup kami.. Jadikanlah kami anak-anak yang taat oleh segala perintah dan larangan-Mu.. Biarlah kami dapat memahami makna tercurahnya darah-Mu di kayu salib, sehingga kami dapat lebih menghargai hidup dan berkat karunia-Mu... Amin


All I have seen teaches me to trust the Creator for all i have not seen -Ralph Waldo Emerson-
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

SBP ditulis oleh Pdt. Lefijjandie Ricardo Kembuan, S.Th
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Pln77 - 31/05/2011 11:55 PM
#68
Bagaimana Dengan Renungan Berikut?
adyztt - 01/06/2011 07:24 PM
#69

..........KEYAKINAN DAN KESELAMATAN.........

1Yohanes 5 : 13 : "semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal"

Setiap orang Kristen ingin memiliki keyakinan akan keselamatan, yaitu kepastian bahwa pada saat Kristus datang kembali atau maut tiba, dia akan berjumpa dengan Tuhan Yesus di sorga ( lihat Filipi 1:23). Maksud Yohanes menulis surat ini adalah supaya umat Allah boleh memiliki keyakinan itu ( lihat 1Yohanes 5:13 ). Perhatikan bahwa sepanjang surat ini Yohanes tidak pernah menyatakan bahwa suatu pertobatan di masa lampau merupakan keyakinan atau jaminan keselamatan. Menganggap bahwa kita memiliki hidup kekal hanya berdasarkan pengalaman yang lampau atau iman yang tidak hidup lagi adalah suatu kesalahan yang serius. Surat ini memberikan sembilan cara bagi kita untuk mengetahui apakah kita memiliki hubungan yang menyelamatkan dengan Yesus kristus.

[1] kita memiliki keyakinan hidup kekal jikalau kita percaya "kepada nama Anak Allah (lihat 1 Yoh 5 :13). Tidak ada hidup kekal atau keyakinan akan keselamatan tanpa iman sungguh-sungguh pada Yesus Kristus yang mengakui Dia sebagai Anak Alla, diutus untuk menjadi Tuhan dan Juruselamat kita.

[2] kita memiliki keyakinan akan hidup kekal jikalau kita menghormati Kristus sebagai Tuhan dalam kehidupan kita dan sungguh-sungguh berusaha untuk menaati perintah-Nya. "dan inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: aku mengenal Dia, tetapi tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui bahwa kita ada di dalam Dia" ( lihat 1Yohanes 2 : 3-5 )

[3] kita memiliki keyakinan akan hidup kekal jikalau kita mengasihi Bapa dan Anak dan bukan dunia, dan jikalau kita mengalahkanpengaruh dunia. "janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalauorang mengasihi dunia maka kasih akan Bapa tidak ada dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia." ( lihat 1Yohanes 2: 15-16 )

[4] kita memiliki keyakinan akan hidup yang kekal jikalau kita sudah biasa dan dengan tekun melakukan kebenaran dan bukan dosa. "Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya" ( lihat 1Yohanes 2 : 29). Pada pihak lain, "Barang siapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari iblis" ( lihat 1Yohanes 3 : 7-10 )

[5] kita memiliki keyakinan akan hidup yang kekal jikalau kita mengasihi sesama saudara seiman. "kita tahu bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita ... Demikianlah kita ketahui bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita dihadapan Allah" ( lihat 1Yohanes 3 : 14 dan Yohanes 13 : 34-35 ).

[6] kita memiliki keyakinan akan hidup yang kekal jikalau kita sadarbahwa Roh Kudus berdiam di dalam diri kita. "dan demikianlah kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita" ( lihat 1Yohanes 3 :24 ). Lalu, "demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia hidup di dalam kita; Ia telah mengaruniakannkita mendapat bagian dalam Roh-Nya" ( 4 : 13 )

[7] kita memiliki keyakinan akan hidup yang kekal jikalau kita berusaha sungguh mengikuti teladan Yesus dan hidup seperti Dia. "barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, Ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup" (lihat 1Yohanes 2 : 6 )

[8] kita memiliki keyakinan akan hidup yang kekal jikalau kita-percaya, menerima dan tetap tinggal di dalam "Firman hidup", yaitu Kristus yang hidup ( Lihat 1 Yohanes 1 : 1), dan dalam berita asli dari Kristus dan para rasul. "dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal dalam kamu. Jika apa yang kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa" ( 2:24 )

[9] kita memiliki keyakinan akan hidup yang kekal jikalau kita sungguh merindukan dan mengharapkan kedatangan Kristus untuk membawa kita bersama-Nya. "saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci " ( Lihat 1Yohanes 3 : 2-3 )
****

Demikianlah, semoga tulisan ini tidak melukai hati siapapun terutama hati Bapa di Sorga.. Dan semoga tulisan ini dapat berguna bagi semua orang percaya... Tuhan memberkati


Terinspirasi dari : Alkitab
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
PERFECT7 - 01/06/2011 08:44 PM
#70

Quote:
Original Posted By petanidesa07
BAPA YESUS DIKENCINGI TIKUS, BAU... SUDAH GAK PAKAI BAJU, MATI di IKAT DAN DIGANTUNG, ELO PANDAI APA DUNGU, TUHAN ITU SATU, TIDAK BER-ANAK TIDAK PULA BER-IBU, DIA TUHAN LANGIT DAN BUMI, TUHAN MUSA, AS., TUHAN ISA, AS., TUHAN MUHAMMAD SAW., SADARLAH WAHAI AHLU KITAB, KITAB YANG ENGKAU BACA TAK HAYAL TULISAN TIADA GUNA, ENGKAU BERPALING DARI AJARAN NABI-MU ISA, AS., KETAHUILAH KELAK KEBANGKITANNYA AKAN MENINGGALKANMU, KAU TAK AKAN DIAKUI SEBAGAI UMAT ISA, AS.,

BUKANKAH, SUDAH JELAS, TIADA NABI YANG PANTAS DI IKUTI SETELAH ISA, AS., SELAIN NABI MUHAMMAD SAW., NABI PENUTUP, NABI PENYEMPURNA AGAMA-AGAMA SEBELUMNYA, WAHAI ENGKAU AHLU KITAB, SUDAH BANYAK BUKTI dan DEBAT ILMIAH YANG MANA DALAM AGAMAMU BANYAK PENYIMPANGAN DARI AJARAN ISA, AS.,

nosara


bertobat gan kata ente nosara tolong cermin ya gan ente dengan tulisan anda moga2 anda sadar sebelum telat.....
PERFECT7 - 01/06/2011 08:45 PM
#71

Semangat Keberhasilan




Amsal 21:25
“Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 149; Yohanes 9; 1 Raja-Raja 1-2

Jika Anda termasuk orang yang malas dan enggan menghadapi tantangan, selayaknya malu kepada kakek ini. Min Bahadur Sherchan (76), mencapai puncak Gunung Everest di ketinggian 8.850 meter di atas permukaan laut, sekaligus menjadi pria tertua yang mampu melakukannya. Tak tanggung-tanggung, Sherchan mengalahkan kakek asal Jepang yang sebelumnya memegang rekor, yaitu Katsusuke Yanagisawa, yang melakukan itu pada usia 71 tahun.

Untuk meraih keberhasilan, setiap orang harus memaksimalkan setiap kemampuan yang dimilikinya dengan etos kerja yang tinggi. Namun adalah suatu kesia-siaan bila kemampuan yang baik tak didukung etos kerja yang baik pula. Karena tuntutan semakin lama semakin tinggi, maka kita pun juga dituntut untuk meningkatkan kompetensi kita, dari melakukan hal-hal biasa, kini kita harus mampu melakukan hal-hal yang lebih dari itu. Ketika kita tetap ingin melakukan sesuatu dengan biasa-biasa saja, ada kemungkinkan untuk tertinggal dalam usaha dan pekerjaan kita.

Melakukan sesuatu dengan biasa saja tidak jauh berbeda dengan pemalas, yang seringkali mengharapkan sesuatu yang besar tanpa mau berusaha keras. Orang-orang seperti inilah yang akan dibunuh oleh keinginannya sendiri. Ingin punya penghasilan banyak, usahanya menjadi besar, dipromosikan dalam jabatan yang lebih tinggi, dan lain sebagainya tapi tidak mau melakukan hal yang seimbang dengan apa yang diharapkan. Ketika seseorang menginginkan hasil yang luar biasa, maka orang itu harus melakukan hal yang luar biasa pula.

Hari ini kita diingatkan kembali bahwa kita tidak boleh malas. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, maka keberhasilan itu pasti akan hadir dalam kehidupan kita di segala bidang.

Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, Anda harus melakukannya dengan cara yang terbaik pula.
PERFECT7 - 02/06/2011 11:33 AM
#72

Jalan yang Bergelombang




Filipi 1:29
“Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga menderita untuk Dia.”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 150; Yohanes 10; 1 Tawarikh 11-12

Ketika orang-orang mengatakan kepada saya bahwa hidup itu susah, saya selalu menjawab demikian, “Tentu saja.” Saya rasa jawaban tersebut lebih memuaskan daripada jawaban lain yang dapat saya utarakan. Penulis Charles Williams berkata, “Dunia ini memang menyengsarakan dalam segala hal. Akan tetapi sungguh tak tertahankan apabila seseorang mengatakan bahwa kita diciptakan untuk menyukai hal tersebut.”

Jalan yang ditunjukkan kepada kita, kerap kali, tampaknya menjauhkan kita dari apa yang dianggap baik, sehingga kita percaya bahwa kita salah jalan dan tersesat. Hal itu terjadi karena banyak di antara kita telah diajar untuk memercayai bahwa jika kita berada di jalur yang benar, maka kebaikan Allah itu sama artinya dengan hidup yang tanpa masalah.

Namun, itu merupakan angan-angan yang sangat berbeda dengan pandangan alkitab. Kasih Allah sering memimpin kita melalui jalan yang menjauhkan kita dari kenyamanan duniawi. Paulus berkata, “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia” (Filipi 1:29). Apabila kita telah sampai di ujung lembah kekelaman, kita akan mengerti bahwa setiap keadaan diizinkan terjadi demi kebaikan kita.

“Tidak ada jalan yang seaman dan sepasti jalan yang telah kita lewati,” kata seorang pengajar Alkitab, F.B Meyer. “Jika saja kita dapat melihat jalan tersebut sebagaimana Allah selalu melihatnya, maka kita pun pasti akan memilih jalan yang dipilih Allah bagi kita.”

Tidak ada pencobaan yang dapat membuat kita putus asa jika kita memahami alasan Allah mengizinkannya terjadi.
PERFECT7 - 02/06/2011 11:39 AM
#73

Hari Kenaikan YESUS KRISTUS , Tuhan yg bangkit dan hidup , naik ke surga jaminan bagi umatNya.

Mari kita rayakan dengan damai dan penuh hikmah.

Gbu all.
PERFECT7 - 02/06/2011 02:50 PM
#74

Spoiler for Pendahuluan

Dalam Kitab Torah org Yahudi, tertulis dengan jelas dan detail bagaimana Allah yg perkasa itu menghadapi lawan umat pilihanNya: Bani Israel.
waktu itu Bani Israel di pimpin Musa keluar dari tanah perbudakan mesir, dan ketika mereka berjalan keluar, Bani Israel berhadapan dgn jalan buntu.
Di depan mereka Laut Merah
Di belakang mereka Tentara Firaun.

Apakah Allah bertindak pengecut dengan tiba-tiba menculik bani israel ke seberang laut merah, dan menggantikan posisi bani israel yg terkepung musuh dgn bangsa lain?

Tentu tidak! tindakan pengecut seperti menculik seseorang dan menggantikannya dgn orang lain sangat bertentangan dengan karakter ALLAH YG PERKASA.

Apa yg biasanya Allah bani Israel lakukan terhadap nabi-nabiNya/hamba-hambaNya?
1. Allahnya bani israel biasanya membiarkan hambaNya melalui kesulitan tsb, bahkan membiarkannya mati martir.
2. Allahnya bani israel biasanya menyelamatkan hambaNya dgn cara yg ajaib, dashyat dan heran.
tindakan spt gantiin hambaNya dgn muka org lain,supaya selamat, adalah penghinaan bagi keperkasaan Allah yg asli.

Apa yg Allah perkasa lakukan? Dia menyuruh Musa membelah Laut Merah, dan membuat Israel menyebrangi lautan dengan mengeringkannya. dan membuat Firaun dan tentaranya di kuburkan hidup-hidup di tengah laut merah.

Tahukah anda, bahwa ceritera yg tertulis di atas bukan dongeng? tetapi sungguh-sungguh dibuktikan secara ilmu arkeologi?



Spoiler for Lokasi

Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani



Spoiler for Penemuannya

Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani
Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani

RODA KERETA YANG DITEMUKAN ADALAH RODA KERETA FIRAUN SENDIRI YG BERLAPIS EMAS, SEHINGGA MASIH AWET DI DASAR LAUT. MALAH MENJADI KARANG, DAN SESUDAH DIBERSIHKAN, TERLIHAT SEPERTI DIATAS.
DI DASAR LAUT MERAH JUGA DI TEMUKAN TULANG BELULANG MANUSIA.



Spoiler for Sumber
PERFECT7 - 03/06/2011 02:22 PM
#75

Kesempatan Menjalani Hidup




I Tesalonika 5:18
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 1; Yohanes 11; 1 Tawarikh 13-15

Dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang selalu mengeluh setiap harinya. Ada saja hal-hal yang membuat mulut mereka mengucapkan kata-kata yang sia-sia setiap harinya. Pekerjaan yang berat, keluarga yang terlalu banyak menuntut, sahabat-sahabat yang kurang solider, anak-anak yang sulit diajar merupakan beberapa contoh dari banyak problema yang dihadapi manusia.

Orang-orang yang mengaku dirinya kristen pun tak terlepas dari sikap suka mengeluh. Kata-kata yang tertulis di dalam Alkitab seringkali dipakai ketika berdoa untuk melegalkan tindakan bersungut-sungut yang kita lakukan. Namun, kabar baiknya hati Tuhan tidak pernah tersentuh dengan perkataan-perkataan kita seperti itu. Hati-Nya justru tergerak ketika melihat anak-anak-Nya hidup dengan ucapan syukur.

Tuhan bukanlah tidak mengetahui keadaan kita seperti apa sekarang ini atau masalah besar apa yang sedang kita hadapi. Dia tahu semuanya. Bahkan Dia tahu seberapa besar kekuatan kita ketika rintangan datang menghadang.

Tuhan memang Mahabesar dan Mahadahsyat, tetapi Dia tidak mau umat-Nya menjadi umat yang bermental tempe yang sebentar-bentar mengeluh, sebentar-sebentar bersedih dan akhirnya lupa untuk mengucap syukur. Dia ingin kita menjadi orang-orang yang kuat di dalam-Nya yang tidak gampang bersungut-sungut ketika ada masalah dan selalu menghargai setiap pemberian dari-Nya dengan hati yang tulus dan ucapan terima kasih.

Kehidupan ini suatu saat akan berakhir. Ketika itu tiba maka tidak ada lagi waktu untuk menyesali diri dan berangan-angan untuk kembali ke masa lalu. Selagi masa ada kesempatan, mari kita menjalani hidup dengan ucapan syukur kepada Tuhan dan mengerjakan apa yang menjadi bagian kita di dunia ini dengan sebaik mungkin.

Orang yang mengucap syukur adalah orang yang dapat menikmati setiap pemberian Tuhan dalam hidupnya.
PERFECT7 - 04/06/2011 12:12 PM
#76

Akses yang Sama




Ibrani 4:16
“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya”

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 2; Yohanes 12; 1 Tawarikh 16-17

Suatu kali seorang pendeta yang sedang ikut dalam sebuah penerbangan bertanya kepada pilot kapal yang tak lain merupakan sahabatnya sejak kecil, “pesawat kamu kan ini berukuran kecil, apakah kamu pernah mempunyai masalah ketika mengudarakan dan mendaratkan pesawat kecil kamu di bandara yang didominasi pesawat berukuran besar?” Dengan santai, pilot ini menjawab, “Pesawat saya mungkin kecil, tetapi saya mempunyai hak, kesempatan, dan akses yang sama di bandara itu dengan orang lain bahkan sama dengan pesawat jumbo jet!”

Begitu halnya dengan doa, seperti orang percaya yang menghampiri takhta kasih karunia. Tidak peduli siapa kita, atau betapa kecilnya kita dibandingkan orang lain, atau betapa kecilnya kita dibandingkan orang lain, atau betapa rendahnya lingkungan kehidupan kita, kita tidak mengantre di belakang orang lain. Tak ada yang mendapat perlakuan utama.

Di dunia yang menawarkan perlakuan istimewa kepada orang kaya, orang terkenal, dan orang yang berpengaruh, sungguh kita disemangati karena mengetahui bahwa setiap anak Allah mempunyai jalan masuk yang sama menuju Bapa di surga. Pemazmur berkata, “TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan” (Mazmur 145:18).

Dengan jaminan ini, kita semua dapat “dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia” dalam doa, karena mengetahui bahwa Allah yang penuh kasih tak akan pernah membuang kita.

Doa adalah suatu jalur terbuka menuju surga.
PERFECT7 - 05/06/2011 08:15 PM
#77

Mengembangkan Kualitas




I Samuel 16:12
“Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 3; Yohanes 13; 1 Tawarikh 18-19

Sebelum tahun 2007, hanya sedikit orang yang mengenal Jon Favreau. Walaupun memiliki keahlian dalam menulis pidato semasa kuliah di College of Holy Cross di Massachusetts, namanya justru meroket ketika ia masuk sebagai tim kampanye Barack Obama sebagai ketua tim perumus pidato. Usianya yang masih sekitar 20-an ketika itu membawa Favs tercatat dalam sejarah Amerika Serikat sebagai penulis pidato pelantikan presiden AS termuda.

Times Online menulis, Jon Favreau menghabiskan waktu selama dua bulan, 16 jam sehari, untuk menyusun dan merangkai kata-kata pidato Obama. Jadi, tidaklah mengherankan apabila sang Presiden selalu memukau pada setiap penampilannya di hadapan jutaan bahkan ratusan juta rakyatnya. Semua tak lain dan tak bukan berkat buah kejeniusan anak muda ini.

Dalam Alkitab ada juga tokoh yang seperti Favs, yaitu Daud. Dari remaja, ia sibuk menggembalakan domba milik ayahnya. Hal tersebut membuatnya menjadi orang asing bagi kaum sebangsanya. Bisa terhitung orang-orang yang mengetahui namanya. Namun, Allah punya rancangan indah bagi Daud. Pertemuannya dengan Nabi Samuel benar-benar mengubah seluruh jalan kehidupannya.

Secara perlahan, kualitas dalam diri Daud terlihat ketika ia dipanggil untuk memainkan kecapi di istana raja. Daud mulai dikenal orang banyak saat dengan fantastis ia berani menghadapi jagoan Filistin, Goliat, serta berhasil membunuh raksasa tersebut dengan kuasa Allah.

Favreau dan raja Daud merupakan contoh manusia yang terus mengasah kualitas dirinya sekalipun orang belum mengenalnya. Ketika kesempatan datang, mereka pun menunjukkan kualitas dirinya dan berakhir dengan sukses!

Emas sudah bernilai tinggi sebelum orang memanfaatkan atau menjualnya. Usaha manusia terhadapnya hanya membuat nilai emas justru semakin tinggi. Demikian juga ketika kita berfokus membangun dan mengembangkan kualitas terbaik dalam diri kita, kesempatan atau peluang hanya membuat apa yang ada di dalam diri terlihat. Bila kita memegang prinsip ini maka pengakuan dari manusia hanya tinggal menunggu waktu saja.

Ketika kesiapan diri bertemu dengan kesempatan maka itulah saatnya Anda merasakan kesuksesan di dalam kehidupan Anda.
PERFECT7 - 06/06/2011 09:45 AM
#78

Kemenangan Atas Tragedi




Yakobus 1:17
“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang.”

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 4; Yohanes 14; 1 Tawarikh 20-22

Kunci untuk memahami tragedi adalah memahami sumbernya. Kematian, sakit hati, dan bentuk tragedi lainnya yang masuk ke dunia ini akibat dosa. Ketika manusia pertama, Adam dan Hawa berdosa di Taman Eden, mereka bukan sekedar melakukan sesuatu yang dilarang Allah. Itu adalah pemberontakan terang-terangan yang memalukan terhadap Allah yang telah menciptakan mereka dan memenuhi segala kebutuhan mereka. Perbuatan mereka merupakan penyerahan terhadap godaan untuk “menjadi seperti Allah” (Kejadian 3:5).

Setiap kuburan, rumah sakit, penjara, ruang sidang menjadi saksi dari pemberontakan yang mengerikan tersebut. Saya tidak tidak sepenuhnya mengerti mengapa Allah mengizinkan kejahatan terjadi. Namun, yang pasti kejahatan bisa kita lihat, dengar dan alami karena kita hidup dalam dunia yang jahat. Oleh karena itu, jangan pernah menganggap enteng dampak dari dosa.

Apakah tragedi dosa yang terbesar? Itu adalah salib - karena jika bukan karena dosa, Yesus tidak harus mati. Tetapi Yesus menang atas tragedi dan kita pun dapat seperti itu, berkat Dia.

Kristus adalah anugerah terbaik yang diberikan Allah Bapa bagi kita, umat manusia.
PERFECT7 - 07/06/2011 08:46 PM
#79

Belajar Sportif




I Samuel 18:18
“Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: “Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa..”

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 5; Yohanes 15; 1 Tawarikh 23-24

Sportivitas adalah sebuah prinsip yang sangat dipegang oleh setiap olahragawan. Kemenangan besar tetapi apabila diraih dengan cara yang curang maka semuanya itu adalah sia-sia. Tak ada kebanggaan waktu kita mengangkat piala atau dikalungkan medali jika dalam prosesnya kita berlaku licik.

Sportivitas tidak hanya berlaku dalam dunia olahraga saja, tetapi juga diperlukan dalam berbagai segi kehidupan. Dalam tingkatan tertentu, ketidakmampuan untuk bersikap sportif bisa berakibat fatal, membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Raja Saul tidak cukup sportif untuk mengakui bahwa Daud, penggantinya kelak, lebih baik darinya. Prestasi Daud mengalahkan berlaksa-laksa musuh membuatnya iri hati, bahkan dicatat dalam Alkitab bahwa ia berusaha untuk membunuh menantunya itu. Lebih dari sekali Raja Saul mencoba untuk membunuh Daud, namun hal tersebut selalu gagal karena Allah sendiri yang menyertai serta melindungi Daud. Seandainya Saul dapat bersikap sportif dan tidak memusuhi Daud, mungkin hidupnya tidak akan berakhir dengan Tragis (I Samuel 31).

Sikap tidak sportif dalam pekerjaan dapat menimbulkan keinginan untuk menjatuhkan karir sesama karyawan karena iri hati dengan prestasi yang diraih orang lain. Sikap sportif juga dapat menambah sahabat karena kita mau mengakui keunggulan orang lain. Sikap sportif selalu berdampak positif.

Ingatlah selalu, sportivitas mendatangkan dua hal besar dalam kehidupan seseorang: yang pertama, kehidupan akan semakin berhasil, dan yang kedua adalah kasih dan dukungan dari manusia akan menjadi bagian kita (I Samuel 18:15-16). Apakah Anda mau mengalaminya?

Jabatlah tangan orang yang lebih baik daripada Anda, kemudian belajarlah darinya.
PERFECT7 - 08/06/2011 09:41 AM
#80

Janji Baik Allah




I Raja-raja 8:56
“Terpujilah TUHAN yang memberikan tempat perhentian kepada umat-Nya Israel tepat seperti yang difirmankan-Nya; dari segala yang baik, yang telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan Musa, hamba-Nya, tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.”

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 7; Yohanes 17; 1 Tawarikh 27-29

Ketika kita membeli sesuatu yang nilainya tinggi, misalnya sebuah rumah, biasanya kita diminta untuk memberikan uang muka sebagai tanda kesungguhan dan janji bahwa kita berniat serius. Uang muka itu adalah bentuk dari asuransi, sebuah jaminan yang menambah makna dari perkataan kita.

Allah telah membuat sejumlah janji yang luar biasa untuk kita. Dia telah berjanji bahwa kita dapat memiliki hubungan dengan-Nya melalui Putera-Nya. Dia telah berjanji tidak akan pernah meninggalkan atau mengabaikan kita dan selalu bersama kita selamanya. Dia telah berjanji membawa kita ke surga bila kita mati. Alkitab penuh dengan janji-janji Allah.

Seseorang mungkin berkata, “Apa jaminannya bahwa Allah serius? Bagaimana kita tahu janji-janji-Nya dapat dipercaya?” Uang muka Allah adalah investasi paling berharga yang dapat dibuat oleh siapa pun juga: Putera-Nya, yang melalui kematian dan kebangkitan-Nya membeli keselamatan kita. Yesus Kristus bukan saja “uang muka” yang cukup untuk janji-janji Allah, sebenarnya, Dia adalah Bayaran yang lunas !

Allah tidak pernah sembarangan berjanji dan Dia juga tak pernah mengingkari apa yang telah diucapkan-Nya.
Page 4 of 32 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Kumpulan Web & Renungan Umat Kristiani