Kepolisian
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Kepolisian > Narkoba>Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya.
Total Views: 2680 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 2 |  1 2 > 

danielldt - 02/05/2011 11:24 AM
#1
Narkotika
Selamat Pagi Forpolers....
Trit ini akan membahas all about Narkotika, Bukan membahas proses penangkapan, penyidikan, dsb. Just all about Narkoba, dikarenakan Saya sendiri adalah bukan orang yang bergerak di bidang tersebut (Maksud Saya, Saya bukan pers BNN / Dir IV / Dit Narkoba Polda / Sat Narkoba Polres). Jadi untuk menghindari kesalahan, maka Saya tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai proses penangkapan, penyidikan, dsb, kecuali jika Saya pernah mengalaminya atau ada dasar hukum yang jelas untuk saya sampaikan ke agan2 semua.

Pengertian Narkotika menurut UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Beberapa Jenis Narkotika yang termasuk dalam DAFTAR NARKOTIKA GOLONGAN I, yang terdapat dalam LAMPIRAN I UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA

1. Tanaman Papaver Somniferum L dan semua bagian-bagiannya termasuk buah dan jeraminya, kecuali bijinya.
2. Opium mentah, yaitu getah yang membeku sendiri, diperoleh dari buah tanaman Papaver Somniferum L yang hanya mengalami pengolahan sekedar untuk pembungkus dan pengangkutan tanpa memperhatikan kadar morfinnya.
3. Opium masak terdiri dari :
- candu, hasil yang diperoleh dari opium mentah melalui suatu rentetan pengolahan khususnya dengan pelarutan, pemanasan dan peragian dengan atau tanpa penambahan bahan-bahan lain, dengan maksud mengubahnya menjadi suatu ekstrak yang cocok untuk pemadatan.
- jicing, sisa-sisa dari candu setelah dihisap, tanpa memperhatikan apakah candu itu dicampur dengan daun atau bahan lain.
- jicingko, hasil yang diperoleh dari pengolahan jicing.
4. Tanaman koka, tanaman dari semua genus Erythroxylon dari keluarga Erythroxylaceae termasuk buah dan bijinya.
5. Daun koka, daun yang belum atau sudah dikeringkan atau dalam bentuk serbuk dari semua tanaman genus Erythroxylon dari keluarga Erythroxylaceae yang menghasilkan kokain secara langsung atau melalui perubahan kimia.
6. Kokain mentah, semua hasil-hasil yang diperoleh dari daun koka yang dapat diolah secara langsung untuk mendapatkan kokaina.
7. Kokaina, metil ester-1-bensoil ekgonina.
8. Tanaman ganja, semua tanaman genus genus cannabis dan semua bagian dari tanaman termasuk biji, buah, jerami, hasil olahan tanaman ganja atau bagian tanaman ganja termasuk damar ganja dan hasis.

Opium, apiun, atau candu (slang Bahasa Inggris: poppy) adalah getah bahan baku narkotika yang diperoleh dari buah candu (Papaver somniferum L. atau P. paeoniflorum) yang belum matang.

Opium merupakan tanaman semusim yang hanya bisa dibudidayakan di pegunungan kawasan subtropis. Tinggi tanaman hanya sekitar satu meter. Daunnya jorong dengan tepi bergerigi. Bunga opium bertangkai panjang dan keluar dari ujung ranting. Satu tangkai hanya terdiri dari satu bunga dnegan kuntum bermahkota putih, ungu, dengan pangkal putih serta merah cerah. Bunga opium sangat indah hingga beberapa spesies Papaver lazim dijadikan tanaman hias. Buah opium berupa bulatan sebesar bola pingpong bewarna hijau.

Istilah untuk candu yang telah dimasak dan siap untuk dihisap adalah madat. Istilah ini banyak digunakan di kalangan para penggunanya bukan hanya sebagai kata nomina tapi juga kata kerja.

Produksi

Buah opium yang dilukai dengan pisau sadap akan mengeluarkan getah kental berwarna putih. Setelah kering dan berubah warna menjadi cokelat, getah ini dipungut dan dipasarkan sebagai opium mentah.

Opium mentah ini bisa diproses secara sederhana hingga menjadi candu siap konsumsi. Kalau getah ini diekstrak lagi, akan dihasilkan morfin. Morfin yang diekstrak lebih lanjut akan menghasilkan heroin. Limbah ekstrasi ini kalau diolah lagi akan menjadi narkotik murah seperti "sabu".

Tanaman opium yang berasal dari kawasan pegunungan Eropa Tenggara ini sekarang telah menyebar sampai ke Afganistan dan "segitiga emas" perbatasan Myanmar, Thailand, dan Laos.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, Afganistan saat ini merupakan penghasil opium terbesar di dunia dengan 87%. Laos juga merupakan salah satu penghasil terbesar.

Berdasarkan msukan dari agan syavanov tentang UU No 35, Maka saya akan menyesuaikan Postingan saya.
Terima kasih agan yang baik sudah mengingatkan saya shakehand

sedang update
danielldt - 02/05/2011 11:25 AM
#2

Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.

Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua). Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.

Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap hashish melalui pipa chilam/chillum, dan dengan meminum bhang.

Kontroversi

Di beberapa negara tumbuhan ini tergolong narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang yang berdasarkan bahan kimiawi dan merusak sel-sel otak, yang sudah sangat jelas bahayanya bagi umat manusia. Di antara pengguna ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euforia (rasa gembira) yang berlebihan serta hilangnya konsentrasi untuk berpikir di antara para pengguna tertentu.

Efek negatif secara umum adalah pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya. Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan kreativitas dalam berpikir serta dalam berkarya (terutama pada para seniman dan musisi).

Berdasarkan penelitian terakhir, hal ini (lonjakan kreativitas), juga dipengaruhi oleh jenis ganja yang digunakan. Salah satu jenis ganja yang dianggap membantu kreativitas adalah hasil silangan modern "Cannabis indica" yang berasal dari India dengan "Cannabis sativa" dari Barat. Jenis ganja silangan inilah yang tumbuh di Indonesia.

Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu. Segolongan tertentu ada yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara ada kelompok yang menjadi aktif, terutama dalam berfikir kreatif (bukan aktif secara fisik seperti efek yang dihasilkan metamfetamin). Ganja, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar biasa, di mana hampir semua unsur yang ada padanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat bertolak belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang dan alkohol, yang menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga tersiksa secara fisik, dan bahkan berbuat kekerasan maupun penipuan (aksi kriminal) untuk mendapatkan obat-obatan kimia buatan manusia itu.

Pemanfaatan

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.

Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.

Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.

Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.

Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.

Budidaya

Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.

Di Indonesia, ganja dibudidayakan secara ilegal di Provinsi Aceh. Biasanya ganja ditanam pada awal musim penghujan, menjelang kemarau sudah bisa dipanen hasilnya.

Hasil panen ganja berupa daun beriut ranting dan bunga serta buahnya berupa biji-biji kecil. Campuran daun, ranting, bunga, dan buah yang telah dikeringkan inilah yang biasa dilinting menjadi rokok mariyuana. Kalau bunga betinanya diekstrak, akan dihasilkan damar pekat yang disebut hasyis.

Pelafalan dalam bahasa lain

Sebutan lain: marijuana (bahasa Inggris), tampee (bahasa Inggris Jamaika), pot, maui wowie, weed, dope atau green stuff (slang bahasa Inggris), cimeng, baks, skab, atau gele (slang bahasa Indonesia). sumber

sedang update
danielldt - 02/05/2011 11:26 AM
#3

reserved
syavanov - 02/05/2011 12:31 PM
#4

Quote:
Original Posted By danielldt


Menurut UU No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika disebutkan pengertian Narkotika adalah Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan”.

Psikotropika adalah “zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”.

Bahan adiktif lainnya adalah “zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan”

Meskipun demikian, penting kiranya diketahui bahwa tidak semua jenis narkotika dan psikotropika dilarang penggunaannya. Karena cukup banyak pula narkotika dan psikotropika yang memiliki manfaat besar di bidang kedokteran dan untuk kepentingan pengembangan pengetahuan. Menurut UU No.22 Tahun 1997 dan UU No.5 Tahun 1997, narkotika dan psikotropika yang termasuk dalam Golongan I merupakan jenis zat yang dikategorikan illegal. Akibat dari status illegalnya tersebut, siapapun yang memiliki, memproduksi, menggunakan, mendistribusikan dan/atau mengedarkan narkotika dan psikotropika Golongan I dapat dikenakan pidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.



maap komandan, undang-undangnya udah ganti bukan yang tahun 1997 lagi tapi Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika..

semua zat berbahaya yang ada di undang-undang yang lama (UU No. 5 dan 22 tahun 1997), di undang-undang yang baru menjadi Narkotika Golongan I semua, kecuali golongan Psikotropika Gol. IV (diazepam, dsb itu masih masuk Psikotropika Golongan IV)..

"Say no to drugs"
danielldt - 02/05/2011 04:59 PM
#5

Quote:
Original Posted By syavanov
maap komandan, undang-undangnya udah ganti bukan yang tahun 1997 lagi tapi Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika..

semua zat berbahaya yang ada di undang-undang yang lama (UU No. 5 dan 22 tahun 1997), di undang-undang yang baru menjadi Narkotika Golongan I semua, kecuali golongan Psikotropika Gol. IV (diazepam, dsb itu masih masuk Psikotropika Golongan IV)..

"Say no to drugs"


terima kasih sudah mengingatkan gan. Kalo ada link artikel yang terbaru, boleh di PM ke saya gan. Biar saya perbaharui. Saya buat trit ini biar bisa share sama generasi muda tentang bahaya narkoba \)

"Say no to drugs"[/QUOTE]
aQ.Qm.Qta - 02/05/2011 07:11 PM
#6

gan mau nanya... stesolid itu termasuk golongan apa..? \)
danielldt - 02/05/2011 07:58 PM
#7

Quote:
Original Posted By aQ.Qm.Qta
gan mau nanya... stesolid itu termasuk golongan apa..? \)


Stesolid® adalah salah satu merk dagang dari diazepam, dan termasuk Psikotropika Golongan IV. Sama seperti merk dagang lainnya Valium®, Validex® dan Valisanbe®

Mudah2an bisa membantu..
syavanov - 02/05/2011 08:04 PM
#8

Quote:
Original Posted By danielldt
terima kasih sudah mengingatkan gan. Kalo ada link artikel yang terbaru, boleh di PM ke saya gan. Biar saya perbaharui. Saya buat trit ini biar bisa share sama generasi muda tentang bahaya narkoba \)

"Say no to drugs"


artikel yang ente post disini juga masih up to date ko.. blm ada perubahan yang signifikan tentang narkoba kecuali Undang-undangnya yang baru diganti, sementara definisi, jenis dan bahaya narkoba masih sama seperti artikel2 yang sudah ada selama ini..
danielldt - 02/05/2011 08:24 PM
#9

Quote:
Original Posted By syavanov
artikel yang ente post disini juga masih up to date ko.. blm ada perubahan yang signifikan tentang narkoba kecuali Undang-undangnya yang baru diganti, sementara definisi, jenis dan bahaya narkoba masih sama seperti artikel2 yang sudah ada selama ini..


terima kasih petunjuknya gan
agan baek dech \)
syavanov - 02/05/2011 09:56 PM
#10

Quote:
Original Posted By danielldt
terima kasih petunjuknya gan
agan baek dech \)


komandan bisa aja ah, ai jadi malu.. malu
soninrskatepunk - 03/05/2011 01:57 AM
#11

makasih yah gan udah bantuin gw cari informasi jadi tugas gw cepet selesai :thumbup



sekalian bantuin nyundul ah sup2:sup:sup:
danielldt - 03/05/2011 01:36 PM
#12

Quote:
Original Posted By soninrskatepunk
makasih yah gan udah bantuin gw cari informasi jadi tugas gw cepet selesai :thumbup



sekalian bantuin nyundul ah sup2:sup:sup:


:2thumbup
sama sama gan, senang rasanya jika info yang kita share bisa bermanfaat buat kaskuser semua, jika ada yang mau ditanyakan tentang narkotika, silahkan tinggalkan komeng ehhhh komen aja gan
ilovekaskus
iloveindonesia
luths - 03/05/2011 11:07 PM
#13

mo nanya gan,kalo pethidin itu masuk psikotropika jg ga ya?

soalnya kalo ga salah dia masuk golongan obat analgesik opioid..

thx gan..
danielldt - 04/05/2011 02:38 PM
#14

Quote:
Original Posted By luths
mo nanya gan,kalo pethidin itu masuk psikotropika jg ga ya?

soalnya kalo ga salah dia masuk golongan obat analgesik opioid..

thx gan..


Petidin tarmasuk Narkotika Golongan II, Menurut UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Narkotika Golongan II adalah Narkotika berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Tentunya jika ada penyalahgunaan, ada pidananya juga
syavanov - 04/05/2011 02:58 PM
#15

Quote:
Original Posted By danielldt
Petidin tarmasuk Narkotika Golongan II, Menurut UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Narkotika Golongan II adalah Narkotika berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Tentunya jika ada penyalahgunaan, ada pidananya juga


ketentuan pidana bagi penyalahguna Narkotika Golongan II bisa dilihat dari pasal 117 sampai dengan pasal 121 UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, pelaku bisa terkena ancaman hukuman dari pidana penjara minimal 3 tahun sampai dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati dan pidana denda paling sedikit Rp600 juta, paling banyak Rp8 Miliar (tergantung pasalnya)..

So.. masih mau coba2 Narkoba?

"Say no to drugs"
luths - 04/05/2011 05:25 PM
#16

Quote:
Original Posted By danielldt
Petidin tarmasuk Narkotika Golongan II, Menurut UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Narkotika Golongan II adalah Narkotika berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Tentunya jika ada penyalahgunaan, ada pidananya juga


oo,ane kira gol psikotropika ga taunya malah golongan II narkotika ya?di tempat ane magang dulu pethidin dipake buat ngilangin rasa sakit pasen tumor stad akhir,tapi kdg2 ada aja yg ngambil,tau2 stock pethidin abis aja.
soalnya pengawasannya kurang sih..

ngomong2,ane mo nanya lagi nih?kalo ane beli obat macam diazepam,ketorolac atau tramadol buat stock obat klinik trus tau2 di tengah jalan ketemu razia.ane bakalan ditangkap ga ya?mohon pencerahannya gan.mksh..

Quote:
Original Posted By syavanov
ketentuan pidana bagi penyalahguna Narkotika Golongan II bisa dilihat dari pasal 117 sampai dengan pasal 121 UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, pelaku bisa terkena ancaman hukuman dari pidana penjara minimal 3 tahun sampai dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati dan pidana denda paling sedikit Rp600 juta, paling banyak Rp8 Miliar (tergantung pasalnya)..

So.. masih mau coba2 Narkoba?

"Say no to drugs"


hii sanksinya berat amattakut


sumpah pak polisi,ane bukan pemake / pengedar kok..
syavanov - 04/05/2011 05:37 PM
#17

Quote:
Original Posted By luths
oo,ane kira gol psikotropika ga taunya malah golongan II narkotika ya?di tempat ane magang dulu pethidin dipake buat ngilangin rasa sakit pasen tumor stad akhir,tapi kdg2 ada aja yg ngambil,tau2 stock pethidin abis aja.
soalnya pengawasannya kurang sih..

ngomong2,ane mo nanya lagi nih?kalo ane beli obat macam diazepam,ketorolac atau tramadol buat stock obat klinik trus tau2 di tengah jalan ketemu razia.ane bakalan ditangkap ga ya?mohon pencerahannya gan.mksh..


hii sanksinya berat amattakut


sumpah pak polisi,ane bukan pemake / pengedar kok..


agan beli obat2an itu ada dokumen resminya ga? kalo dokumennya lengkap, asli dan memang benar untuk stok klinik, ga akan ditangkap gan.

saiyah tidak menuduh agan pemake atau pengedar lo.. dan saiyah bukan pak pol, saiyah cuma anggota masyarakat biasa
luths - 04/05/2011 06:09 PM
#18

Quote:
Original Posted By syavanov
agan beli obat2an itu ada dokumen resminya ga? kalo dokumennya lengkap, asli dan memang benar untuk stok klinik, ga akan ditangkap gan.

saiyah tidak menuduh agan pemake atau pengedar lo.. dan saiyah bukan pak pol, saiyah cuma anggota masyarakat biasa


biasanya sih kita beli obat pake SP ( surat permintaan ) berupa resep obat yg mo dibeli yg sudah ditandatangani dokter dan distempel sama kwitansi dari toko obat..cuma itu aja dokumennya.

ooke deh gan.mksh byk buat jawabannya shakehand2

salam kenal,saya juga anggota keluargabeer:
danielldt - 04/05/2011 07:28 PM
#19

Quote:
Original Posted By luths
biasanya sih kita beli obat pake SP ( surat permintaan ) berupa resep obat yg mo dibeli yg sudah ditandatangani dokter dan distempel sama kwitansi dari toko obat..cuma itu aja dokumennya.

ooke deh gan.mksh byk buat jawabannya shakehand2

salam kenal,saya juga anggota keluargabeer:


sudah terjawabkan gan walaupun bukan ane yang jawab,
shakehand2
terima kasih buat agan2 yang sudah membantu menjawabnya
syavanov - 05/05/2011 11:11 AM
#20

Quote:
Original Posted By danielldt
sudah terjawabkan gan walaupun bukan ane yang jawab,
shakehand2
terima kasih buat agan2 yang sudah membantu menjawabnya


sama-sama komandan.. D

di-update lagi dong
Page 1 of 2 |  1 2 > 
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Kepolisian > Narkoba>Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya.