Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > LAKON... (Kumpulan Cerita Wayang)
Total Views: 56572 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 27 of 27 | ‹ First  < 22 23 24 25 26 27

izroilblackarmy - 05/10/2012 11:20 AM
#521

Kelahiran Bima

Raja Dhestharata dihadap oleh Arya Suman dan Patih Sanjaya. Mereka membicarakan anak Pandhu yang lahir, tetapi masih berada dalam bungkus. Bayi berbungkus itu diasingkan ke hutan Krendhawahana. Konon Premadi telah diutus menghadap Bagawan Abiyasa untuk minta pertolongan agar bayi segera keluar dari bungkus. Dhestharata minta agar Arya Suman dan Warga Korawa berusaha ikut memecahkan bungkus. Setelah pertemuan selesai Dhestharata masuk ke istana, memberi tahu kepada permasuri tentang bayi anak Pandhu.

Arya Suman menjumpai para Korawa dan bercerita tentang bayi bungkus. Ia diperintah raja untuk membantu memecahkannya. Dursasana usul agar bayi dalam bungkus dibunuh saja, dengan dalih pura-pura menolongnya.

Kala Dahana raja Batareta dihadap oleh Patih Kala Bantala, Kala Maruta, Kala Ranu dan abdi perempuan bernama Kepet Mega. Raja bercerita tentang mimpinya. Dalam mimpi raja bertemu dengan Citrawarsiti putri raja Karentegnyana di Tasikmadu. Raja Kala Dahana ingin memperisteri putri itu, lalu mengutus Patih Kala Bantala untuk menyampaikan surat lamaran. Patih Kala Bantala segera minta diri, berangkat ke Tasikmadu. Para perajurit raksasa ikut menyertainya. Di tengah perjalanan perajurit raksasa itu bertemu dengan perajurit Korawa. Maka terjadilah perselisihan, mereka bertempur. Perajurit Batareta menyimpang jalan, menghindari perang.

Premadi menghadap Bagawan Abiyasa, ia menanyakan peri hal kakaknya yang masih tinggal di dalam bungkus. Bagawan Abiyasa memberitahu, bahwa bayi dalam bungkus segera akan lahir. Premadi diwejang oleh Sang Bagawan, kemudian disuruh pergi ke hutan Krendhawahana. Premadi minta diri, lalu berangkat ke hutan. Para panakawan menyertainya. Di tengah perjalanan Premadi dihadang oleh beberapa raksasa. Terjadilah perkelahian, raksasa berhasil dikalahkan oleh Premadi.

Bathara Guru dihadap oleh Dewi Uma, Bathara Narada dan beberapa dewa lainnya. Bathara Narada memberi tahu, bahwa gara-gara terjadi karena seorang bayi dalam bungkus, yang tergolek di hutan Krendhawahana. Bathara Guru minta agar Bathara Narada mengajak Gajahsena turun ke Marcapada, membantu kelahiran bayi bungkus. Bathara Narada dan Gajahsena turun ke Marcapada.

Bathara Narada dan Gajahsena tiba di hutan Krandhawahana. Gajahsena diminta untuk memecah bungkus bayi. Bayi dalam bungkus dibanting, maka tiba-tiba dari dalam bungkus larilah seorang anak dewasa lengkap dengan dengan busana dan nampak gagah perkasa. Gajahsena mengejar dan berulang-ulang membanting anak itu, tetapi tidak hancur, bahkan semakin kuat.

Si bocah yang baru pecah dari bungkusnya merasa teraniaya hidupnya oleh Gajah Raksasa yang bernama Gajah Sena. Maka anak tersebut kemudian berusaha melawan Gajah Sena. Gajah Sena dibanting dan hancur, musnah dan menyatu dengan anak sakti itu, lalu diberi nama Bratasena. Oleh Narada, Premadi dan Bratasena disuruh kembali ke Ngastina.

Bathara Narada membawa bungkus bayi ke Banakeling, ditaruh di atas batu rata. Bungkus bayi diambil oleh raja Sempani, dan dicipta menjadi bayi. Selanjutnya bayi diberikan kepada Dewi Nandhi, isteri raja Sempani. Seketika payudara Dewi Nandhi keluar air susu untuk menyusui bayi itu. Maka bayi diberi nama Tirtanata. Bayi dimandikan dengan Banyu Gege. Seketika menjadi remaja. Tirtanata bertempat tinggal di Banakeling dan mendapat sebutan Jayadrata.

Kala Bantala telah menghadap raja Karentegnyana di kerajaan Tasikmadu. Surat lamaran diserahkan kepada raja. Raja menolak lamaran raja Batareta, Kala Bantala meninggalkan kerajaan Tasikmadu, dan mengancam kelak akan kembali untuk menyerangnya.

Patih Mandanasraya usul agar raja Tasikmadu minta bantuan kepada raja Ngastina. Raja mencari bantuan, Citrawarsita ditugaskan ke Ngastina.

Patih Kala Bantala melapor kepada raja Kala Dahana, bahwa lamarannya ditolak. Kala Dahana marah, lalu menyiapkan perajurit untuk menyerang negara Tasikmadu dan Ngastina.

Pandu menyambut kedatangannya para Korawa dan Arya Suman. Arya Suman berkata, bahwa kedatangannya disuruh Dhestharata untuk membantu memecahkan bayi nungkus. Tengah mereka berbincang-bincang Premadi dan Bratasena datang. Premadi bercerita tentang pecahnya Bungkus, yang sekarang isi bungkus itu telah ikut menghadap Pandhu. Pandhu merasa bahagia dan senang hati. Arya Suman dan Korawa kecewa, da iri melihat Bratasena yang gagah perkasa itu.

Citrawasesa datang, memberitahu tentang perajurit raksasa dari Bataretayang menyerang Tasikmadu. Pandhu diminta membantunya, lalu menawarkan kepada Bratasena. Bratasena menyanggupinya, lalu berangkat ke Tasikmadu bersama Citrawasita. Premadi minta diijinkan untuk membantu Bratasena. Mereka berangkat ke Tasikmadu, para Korawa minta ijin kembali ke Gajahoya.

Kala Dahana dan perajurit raksasa menyerang negara Tasikmadu. Bratasena dan Premadi menahan serangan musuh itu. Kala Dahana, Kala Bantala, Kala Maruta dan Kala Ranu mati terbunuh oleh Bratasena. Sukma mereka menyatu dengan Bratasena.

Premadi berhasil memusnahkan perajurit raksasa. Perang pun selesai, negara Tasikmadu aman dan damai. Raja Karentegnyana berjanji, kelak akan membantu Pandhawa bila terjadi perang besar.

Pesta kemenangan diadakan di negara Tasikmadu. Keluarga Ngastina diundang untuk ikut berpesta menyambut serta merayakan kemenangan Bratasena dalam memusnahkan musuh yang menyerang Tasikmadu.
izroilblackarmy - 05/10/2012 11:23 AM
#522

Perkawwinan Bima dengan Arimbi

Prabu Matswapati raja Wiratha duduk di atas singhasana, dihadap oleh Seta, Untara dan Wratsangka. Raja memperbincangkan pemberian hutan Wanamarta untuk para Pandawa. Untara Wratsangka disuruh membantu para Pandawa. Mereka minta diri, perundingan dibubarkan, raja masuk ke istana.

Prabu Matswapati menemui permaisuri, lalu bercerita tentang pemberian. tempat tinggal di Wanamarta bagi para Pandawa. Mereka lalu bersantap bersama. Seta, Untara dan Wratsangka bersiap-siap berangkat ke Wanamarta. Setelah siap mereka berangkat.

Raja jin bernama Prabu Parta berbicara dengan Gadhing Pangukir. Kerajaan mereka diganggu oleh manusia. Gading Pangukir menyerang manusia, Bima yang menghadapinya. Gading Pangukir mati oleh Bima, lalu bersatu dengan Bima.

Arimbi menghadap Prabu Arimba bercerita tentang mimpinya. Ia bermimpi bertemu dengan Bima. Prabu Arimba diminta mencarikannya. Raja marah, Arimbi dipukuli. Arimbi lari meninggalkan istana. Brajadenta, Brajamusthi dan Brajakesa disuruh mengejarnya. Mereka bersama perajurit mencari jejak Arimbi.

Arjuna dan panakawan berjalan di hutan Wanamarta. Mereka berjumpa perajurit raksasa dari pringgandani utusan Prabu Arimba. Perajurit raksasa dari Pringgandani utusan Prabu Arimba itu musnah, Togog kembali ke kerajaan.

Puspawati anak raja jin bernama Kombang Aliali bermimpi. Dalam mimpi ia bertemu dengan Arjuna. Prabu Kombang Aliali diminta untuk mencarikannya. Raja berangkat, masuk ke hutan dan bertemu dengan Arjuna. Raja Kombang Aliali minta agar Arjuna mau diambil menjadi menantu. Arjuna tidak bersedia, tetapi dapat ditangkap oleh raja jin, lalu dibawa ke kerajaannya, dan dipertemukan dengan Puspawati. Prabu Kombang Aliali minta melihat keris Pulanggeni milik Arjuna. Keris Arjuna diberikan, lalu digunakan untuk bunuh diri. Kombang Aliali musnah, bersatu dengan Arjuna.

Pada waktu lewat tengah malam, Yudhisthira duduk mengheningkan cipta. Tiba-tiba Arimbi datang, menanyakan kesatria yang bernama Bima. Bima dipanggil dipertemukan dengan Arimbi. Yudhisthira menyarankan agar Bima mau memperisteri Arimbi. Bima tidak bersedia memperisterinya sebab Arimbi berujud raksasi.

Bathara Narada datang, menyarankan agar Bima mau memperisteri Arimbi. Bathara Narada mengusap wajah Arimbi, seketika hilang wujud raksasi, Arimbi berubah menjadi manusia cantik. Bima mau memperisteri Arimbi, Bathara Narada kembali ke Kahyangan.

Togog dan Sarawita kembali ke Pringgandani, menghadap Prabu Arimba, melapor tentang kematian para perajurit raksasa oleh Arjuna. Prabu Arimba marah, lalu menyuruh agar Brajadenta mempersiapkan perajurit, pergi ke Wanamarta. Prabu Parta ingin membela kematian Kombang Aliali, lalu pergi ke Wanamarta mencari Arjuna.

Yudhisthira menghadap ibunya bersama Bima dan Arjuna, Anoman datang bersama Basuki, garuda Winantea, Jajahwreka, gajah Lakubanda. Mereka ingin membantu pembukaan Wanamarta.

Prabu Arimba bersama perajurit datang mengamuk, Bima menyongsongnya. Raja Arimba mati oleh Bima, semua perajurit menyerahkan diri.

Pembukaan hutan telah selesai, dibentuk menjadi negara dan bagian-bagiannya. Tempat tinggal bima diberi nama Munggul Mamenang, tempat tinggal Arjuna bernama Madukara, Pinten di Sawojajar dan Tangsen di Bumi Ratawuka. Seluruh Wanamarta menjadi negara Ngamarta, istana Yudhisthira.

Prabu Parta bersama perajurit datang menyerang negara baru. Arjuna menyongsong, Prabu Parta dipanah. Seketika prabu Parta musnah menyatu dengan Arjuna. Terdengar suara, Arjuna supaya menggunakan nama Parta. Kemudian jin perajurit Prabu Parta dihalau oleh Bima.
izroilblackarmy - 05/10/2012 11:26 AM
#523

Bima Suci

Bima berguru kepada pendeta Durna. Ia disuruh mencari air yang bisa menyucikan dirinya. Bima lalu ke Ngamarta, memberitahu dan pamitan kepada saudara-saudaranya. Yudisthira diminta oleh ketiga adiknya supaya menghalangi keinginan Bima. Bima tidak dapat dihalangi, lalu pergi berpamitan dan minta petunjuk kepada pendeta Durna.

Bima menghadap pendeta Durna. Pendeta Durna memberitahu, bahwa air suci berada di hutan Tikbrasara. Bima lalu berpamitan kepada raja Doryudanan dan pendeta Durna.

Bima meninggalkan kerajaan Ngastina, masuk ke hutan. Setelah melewati hutan dengan segala gangguannya, perjalanan Bima tiba di gunung Candramuka. Bima mencari air suci di dalam gua dan membongkari batu-batu. Tiba-tiba bertemu dengan dua raksasa bernama Rukmuka dan Rukmakala. Bima diserang. Ke dua raksasa mati dan musnah oleh Bima. Mereka berdua menjelma menjadi dewa Indra dan dewa Bayu. Kemudian terdengar suara, memberi tahu agar Bima kembali ke Ngastina. Di tempat itu tidak ada air suci. Bima segera kembali ke Ngastina.

Bima tiba di Ngastina menemui pendeta Durna yang sedang dihadap oleh para Korawa. Mereka terkejut melihat kedatangan Bima. Semua yang hadir menyambut kedatangan Bima dengan ramah. Pendeta Durna menanyakan hasil kepergian Bima. Bima menjawab bahwa ia tidak menemukan air suci di gunung Candramuka. Ia hanya menemukan dua raksasa dan sekarang telah mati dibunuhnya. Pendeta Durna berkata, bahwa air suci telah berada di pusat dasar laut. Bima percaya dan akan mencarinya. Dengan basa-basi Duryodana memberi nasihat agar Bima berhati-hati. Bima berpamitan kepada pendeta Durna dan Doryudana.

Bima menemui saudara-saudaranya di kerajaan Ngamarta, ia minta pamit pergi mencari air suci.

Yudisthira dan adik-adiknya sangat sedih, lalu memberitahu kepada Prabu Kresna raja Dwarawati. Kresna datang di Ngamarta, memberi nasihat agar para Pandhawa tidak bersedih hati. Dewa akan melindungi Bima. Bima minta diri kepada Kresna dan keluarga Pandhawa. Banyak nasihat Kresna kepada Bima, tetapi Bima teguh pada keinginannya. Para Pandhawa mencoba menghalang-halanginya, tetapi tidak berhasil menahannya.

Bima berjalan menelusuri hutan, kemudian tiba di tepi samodera. Bima mempunyai kesaktian berasal dari “aji sangara.” Dengan berani ia terjun ke dalam samodera. Tiba-tiba seekor naga mencegatnya. Naga membelit Bima, tetapi alhirnya naga mati ditusuk kuku Pancanaka.

Bima tiba di pusat dasar samodera, bertemu dengan Dewa Ruci. Dewa Ruci dapat menjelaskan asal keturunannya Bima dan menyebut sanak saudaranya. Lagi pula Dewa Ruci tahu maksud kedatangan Bima di pusat dasar samodewa. Dewa Ruci memberi nasihat, orang jangan pergi bila tidak tahu tempat yang akan ditujunya. Jangan makan bila belum tahu rasa makanan yang akan dimakannya. Jangan mengenakan pakaian bila belum tahu nama pakaian yang akan dikenakannya. Barang siapa tidak tahu, bertanyalah kepada orang yang telah tahu. Bima merasa hina, lalu minta berguru kepada Dewa Ruci. Bima disuruh masuk ke rongga perut Dewa Ruci. Bima heran mendengar perintah Dewa Ruci. Ia harus masuk melalui jalan mana, bukankah Dewa Ruci lebih kecil dari pada Bima. Dewa Ruci berkata, bahwa dunia seisinya bisa masuk ke rongga perutnya. Bima disuruh masuk lewat lubang telinga kiri. Tibalah Bima di dalam rongga perut Dewa Ruci. Ia melihat samodera besar lagi luas, tidak bertepi. Ketika ditanya, Bima menjawab, bahwa ia hanya melihat angkasa kosong jauh sekali, tidak mengerti arah utara selatan, timur barat dan atas bawah. Ia kebingungan. Tiba-tiba terang benderang, Bima merasa menghadap Dewa Ruci. ia tahu arah segala penjuru angin. Dewa Ruci bertanya tentang sesuatu yang dilihat oleh Bima. Bima menjawab, bahwa hanya warna hitam merah kuning dan putih yang dilihatnya. Dewa Ruci memberi wejangan kepada Bima. Setelah menerima wejangan, Bima merasa senang. Ia tidak merasa lapar, sakit dan kantuk. Ia ingin menetap tinggal di rongga perut Dewa Ruci. dewa Ruci melarang, Bima diwejang lagi tentang hakekat hidup manusia. Sempurnalah pengetahuan Bima tentang hidup dan kehidupan.

Bima telah lepas dari rongga perut Dewa Ruci, lalu minta diri kembali menemui saudara-saudaranya di Ngamarta. Yudisthira mengadakan pesta bersama keluarga menyambut kepulangan Bima.
izroilblackarmy - 05/10/2012 11:29 AM
#524

Kelahiran Arjuna

Dikisahkan Prabu Basudewa, raja Mandura sedang duduk di atas singhasana, dihadap oleh Raden Ugrasena, Raden Arya Prabu Rukma dan Patih Saragupita. Mereka membicarakan keinginan Dewi Badraini, isteri raja yang minta dicarikan Kidangwulung. Oleh karena itu raja ingin pergi ke hutan Tikbrasara untuk mencari Kidangwulung. Mereka lalu bubaran, bersiap-siap menghantar keberangkatan raja.

Raja Basudewa menemui Dewi Mahendra dan Dewi Badraini, untuk memberi tahu tentang rencana kepergiannya ke hutan Tikbrasara. Raja bersemadi dan berkemas akan pergi berburu. Arya Prabu Rukma, Arya Ugrasena dan patih Saragupita memimpin perajurit pengawal raja. Ugrasena tinggal di negara menjaga keamanan istana.

Di hutan Bombawirayang, Dewi Maherah dihadap oleh Suratimantra, abdi Kepetmega Togog dan Sarawita. Mereka membicarakan perihal kerisauan Dewi Maherah karena kematian Gorawangsa dan bayi dalam kandungannya. Ia minta dicarikan Waderbang Sisik Kencana (Ikan badar merah bersisik emas), pusaka kerajaan Mandura yang diperoleh sejak kelahiran Kakrasana. Suratimantra minta diri bersama Togog, lalu menghimpun perajurit dan menuju ke negara Mandura. Kemudian perajurit raksasa bertemu dengan perajurit Mandura. Terjadilah pertempuran. Perajurit raksasa menyimpang jalan.

Bagawan Abiyasa dihadap oleh Pandu, Yamawidura, Patih Kuruncana dan Kunthi. Kunthi mengajukan permohonan supaya dicarikan Kitiran Seta (Baling-baling Putih) sebagai syarat kelahiran bayi kandungannya. Pandhu ditugaskan untuk mencarikannya. Pandhu segera minta diri. Di tengah perjalanan Pandu bertemu dengan Suratimantra, lalu terjadi perkelahian. Suratimantra menyimpang jalan.

Pandu datang di Karangdhempel, disambut oleh Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Pandhu mengajak para panakawan pergi mencari Kitiran Seta. Mereka berangkat meninggalkan Karangdhempel. Perjalanan mereka masuk ke hutan. Seekor harimau datang menghadangnya. Terjadilah perkelahian antara harimau dengan Pandhu. Harimau musnah dan menjelmalah Dewa Kamajaya. Pandhu menghormat, Kamajaya memberitahu bahwa Kitiran Seta dimiliki oleh Ditya Kalapisaca yang tinggal di Krendhasara. Dewa Kamajaya kembali ke Suralaya. Pandhu dan Panakawan menuju ke Krendhasara.

Raja Basudewa, Arya Prabu dan Patih Saragupita berada di tengah hutan Tikbrasara. Mereka berunding tentang usaha menghalau binatang supaya masuk ke Pagrogolan. Perajurit beramai-ramai menghalau binatang buruan. Banyak binatang terperangkap dalam Pagrogolan, antara lain Kidangwulung. Kemudian Kidangwulung dibawa pulang ke negara Mandura.

Suratimantra berhasil masuk ke taman Randhugumbala di negara Mandura, dan berhasil mencuri Waderbang Sisik Kencana, lalu dibawa ke hutan Bombawirayang

Suratimantra dan Togog menghadap Dewi Maherah. Waderbang Sisik Kencana diserahkan kepada Dewi Maherah. Tak beberapa lama bayi dalam kandungan Dewi Maherah lahir dan diberi nama Kangsa. Kangsa dibawa oleh Suratimantra, agar diakui anak oleh raja Basudewa. Suratimantra dan Kangsa berangkat ke Mandura.

Disebuah gua di hutan Krendhasara tinggalah sepasang raksasa dan raseksi bernama Ditya Pisaca dan Pisaci tinggal di gua. Ditya Pisaci bercerita kepada Kala Pisaca, suaminya, bahwa semalam ia bermimpi kehilangan sebelah matanya. Tiba-tiba datang raja Pandu bersama panakawan, dan minta Kitiran Seta kepada Kala Pisaca. Kala Pisaca mempertahankan Kitiran Seta, terjadilah perkelahian. Kala Pisaca kalah, Pandu berhasil membawa Kitiran Seta, dibawa pulang ke Ngastina. Petruk diminta membawanya. Raja Basudewa, Pandhu dan Arya Prabu kembali ke kerajaan Mandura.

Bagawan Abyasa, Yamawidura, Kunthi, Madrim, Puntadewa dan Bima sedang di istana. Mereka menanti kehadiran Pandhu. Tak lama kemudian Petruk utusan Pandu datang menyerahkan Kitiran Seta, dan memberi tahu, bahwa raja Pandu sedang mengantar raja Basudewa ke Mandura.

Kunthi yang sedang hamil tua menerima kitirn seta, dan kemudian lahirlah bayi didalam kandungan. Mereka yang ada di ruangan itu gugup dan bingung, Bima kemudian membawa bayi yang sedang lahir ke Mandura menyusul Pandu. Begawan Abyasa dan Petruk mengawal dari belakang.

Ugrasena menghadap Dewi Mahendra dan Dewi Badraini. Mereka menanti kedatangan raja Basudewa. Kemudian datang raja Basudewa, Pandu dan Arya Prabu. Merela membawa Kidangwulung , seperti yang diminta Dewi Badraini. Kidangwulung diberikan kepada Dewi Badraini, tak lama kemudian lahirlah bayi di dalam kandungannya. Bayi tersebut lahir perempuan dan diberi nama Sumbadra.

Bima datang membawa bayi, Bagawan Abyasa dan Petruk mengikutinya. Bayi diserahkan kepada Pandu. Pandhu menerima, bayi diberi nama Parmadi. Bagawan Abyasa memberi nama Palguna. Bima memberi nama panggilan Jlamprong.

Bayi perempuan sembadra dan bayi laki-laki Parmadi dipangku oleh raja Basudewa. Sumbadra pada paha kiri dan Parmadi pada paha kanan. Basudewa berkata, kedua bayi ditunangkan, kelak supaya hidup sebagai suami isteri dan menurunkan raja besar.

Tiba-tiba datang Suratimantra membawa bayi bernama Kangsa. Suratimantra memberi tahu, bahwa bayi itu anak Dewi Maherah. Bagawan Abyasa menyuruh agar Suratimantra bersama bayi Kangsa menungu di alun-alun. Raja Basudewa menolak penyerahan bayi itu. Raja Basudewa ingat bahwa bayi itu anak dari Dewi Maherah isterinya dengan Gorawangsa.

Maka diutuslah Ugrasena untuk datang di alun-alun, memberi tahu, bahwa raja tidak mau menerima Kangsa sebagai putra raja. Suratimantra marah dan terjadilah perkelahian. Suratimantra tidak mampu melawan, Kangsa membelanya. Semua kalah oleh perlawanan Kangsa. Raja Basudewa terpaksa mau mengakui Kangsa sebagai anak, dan diberi tempat tinggal di Sengkapura. Suratimantra ditugaskan untuk mengasuhnya. Suratimantra memberi nama Kangsadewa.

Perajurit Bombawirayang mengira Suratimantra dan Kangsa mati di Mandura. Mereka berbondong-bondong menyerang negara Mandura. Bima ditugaskan melawan serangan musuh, dan berhasil baik. Musuh telah lenyap.

Setelah negara menjadi aman, mereka sidang di istana. Raja Basudewa cemas dan khawatir bahwa Kangsa yang sakti akan menguasai kerajaan dan mengkhawatirkan kedua putranya yang akan menjadi sasaran ambisi Kangsa. Bagawan Abyasa menyarankan agar dua putra raja disembunyikan ke Widarakandang. Raja setuju, agar kedua putranya yang bernama Kakrasana dan Narayana terhindar dari ancaman pembunuhan Kangsa, mereka berdua dititipkan kepada Nyai Sagopi dan Ki Antagopa di Widarakandhang.

Raja Basudewa mengadakan pesta, menjamu para tamu yang hadir di istana Mandura.
izroilblackarmy - 15/10/2012 01:38 PM
#525

Perkawwinan Arjuna dengan Sumbadra

Prabu Baladewa menemui Prabu Kresna di Kerajaan Dwarawati. Mereka berunding tentang rencana perkimpoian Sumbadra. Prabu Kresna ingin mengawinkan Sumbadra dengan Arjuna. Prabu Baladewa tidak menyetujui, ia ingin mengawinkan Sumbadra dengan Burisrawa. Prabu Kresna mengingatkan pesan Prabu Basudewa, yaitu bila Sumbadra kimpoi supaya dinaikan kereta emas, disertai kembang mayang kayu Dewanaru dari Suralaya, dengan diiringi gamelan Lokananta, berpengiring Bidadari. Mempelai laki-laki menyerahkan harta kimpoi berupa kerbau danu. Prabu Baladewa akan mengajukan persyaratan itu kepada raja Duryodana. Prabu Kresna menyuruh Samba dan Setyaki ke Ngamarta untuk menyampaikan persyaratan itu juga.

Prabu Kresna masuk ke istana memberi berita rencana perkimpoian Sumbadra kepada Dewi Rukmini, Dewi Jembawati dan Dewi Setyaboma.

Prabu Kalapardha raja negara Jajarsewu jatuh cinta kepada Dewi Sumbadara. Raja menyuruh Kala Klabangcuring supaya menyampaikan surat lamaran ke Dwarawati. Kala Klabangcuring berangkat, ditemani KalaKurandha dan Kala Kulbandha. Kyai Togog Wijamantri menjadi penunjuk jalan.

Prabu Puntadewa raja Ngamarta, duduk dihadap oleh Wrekodara, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Mereka menyambut kedatangan Bagawan Abyasa Samba dan Setyaki datang menyampaikan syarat perkimpoian kepada Prabu Puntadewa. Bagawan Abyasa menyanggupinya. Wrekodara disuruh mencari kerbau danu. Arjuna disuruh ke Kahyangan Cakrakembang minta pohon Dewandaru, gamelam Lokananta dan Bidadari. Arjuna berangkat ke Cakrakembang, ditemani para panakawan.

Wrekodara masuk ke hutan Setragandamayu. Ia berhasil memperoleh kerbau danu setelah mengalahkan Dhadhungawuk dan menghadap Sang Hyang Pramuni. Wrekodara menemui Anoman di Kendalisada, ia minta kereta emas dan tiang dhomas. Wrekodara diajak ke Singgela menemui Prabu Bisawarna. Prabu Bisawarna mengabulkan permintaan Wrekodara. Wrekodara kembali ke Ngamarta. Anoman mengikutinya. Wrekodara diberi kereta emas dan tiang dhomas oleh Prabu Bisawarna.

Prabu Suyudana dihadap oleh pendeta Durna, Patih Sengkuni dan keluarga Korawa. Prabu Baladewa datang, memberitahu tentang permintaan Sumbadra. Patih Sengkuni dan Korawa pergi mencari persyaratan. Pendeta Durna diminta menemui Dewi Wilutama untuk minta pohon Dewandaru, gamelan Lokananta dan bidadari pengiring mempelai.

Para Korawa berjumpa Wrekodara. Mereka merebut kerbau danu. Terjadilah perkelahian. Korawa tidak mampu melawan, mereka lari tungganglanggang takut amukan Wrekodara dan Anoman.

Arjuna menghadap Hyang Kamajaya dan Dewi Ratih di Kahyangan Cakrakembang. Arjuna berhasil meminta pohon Dewandaru, gamelan lokananta dan bidadari pengiring mempelai.

Burisrawa minta segera dikimpoikan dengan Sumbadra. Prabu Suyudana berunding dengan Prabu Baladewa. Tiba-tiba datang Patih Sengkuni dan para Korawa, mereka mengatakan telah berhasil memperoleh kerbau danu dan tiang dhomas, tetapi dirampas oeh Wrekodara. Kemudian pendeta Durna datang, ia mengatakan telah berhasil, tetapi hasil itu dirampas oleh Arjuna. Prabu Baladewa mengajak Burisrawa ke Dwarawati untuk dikimpoikan dengan Sumbadra.

Bagawan Abyasa dan Prabu Puntadewa menanti kedatangan Wrekodara dan Arjuna. Wrekodara datang memberitahu, bahwa ia telah memperoleh empat puluh kerbau danu dan telah siap di alaun-alaun. Arjuna memberitahu bahwa dewa akan mengijinkan permintaannya. Kemudian Hyang Narada datang bersama bidadari pengiring mempelai, beserta pohon Dewandaru dan gamelan Lokananta.

Prabu Kala Pardha raja Jajarsewu, menerima laporan dari Tejamantri, bahwa para utusan mati oleh Arjuna Prabu Kala Pardha berangkat ke Dwarawati akan membununh Arjuna.

Arjuna datang di Dwarawati. Di Dwarawati telah hadir Hyang Narada, para dewa dan keluarga Pandhawa. Hyang Narada menyerahkan persyaratan yang diminta oleh Sumbadra. Setelah siap, Arjuna dipertemukan dengan Sembadra.

Prabu Baladewa datang dengan mengawal Burisrawa, lengkap berpakaian pengantin. Prabu Kresna memberitahu bahwa, Sembadra telah dikimpoikan dengan Arjuna Prabu Baladewa meminta agar perkimpoian itu dibatalkan, sebab Korawa yang berhasil mendapatkan semua permintaan Sumbadra. Arjuna dan Wrekodara merampas hasil mereka. Dhadhungawuk dan Hyang Narada memberi penjelasan, bahwa Wrekodara dan Arjuna yang memperoleh hasil, para Korawa yang mencoba merampasnya.

Prabu Baladewa marah lalu mengamuk. Wrekodara menahan amukan Prabu Baladewa. Keluarga Korawa membantu, tetapi diserang oleh amukan kerbau danu. Korawa lari tunggang langgang, kembali ke Ngastina. Pergulatan Prabu Baladewa dan Wrekodara dipisah oleh Kresna. Arjuna dan Sumbadra menghadap Prabu Baladewa. Sumbadra mohon dibunuh saja bila harus cerai dengan Arjuna. Prabu Baladewa menaruh kasihan kepada adiknya, seketika hilang kemarahannya, dan merestui perkimpoian adiknya.

Prabu Kala Pardha datang bersama perajurit, menyerang kerajaan Dwarawati. Wrekodara ditugaskan untuk memadamkan serangan musuh. Raja raksasa gugur, semua perajurit raksasa hancur, habis binasa. Kerajaan Dwarawati telah aman, kemudian berlangsung pesta perkimpoian Arjuna dan Sumbadra.
izroilblackarmy - 15/10/2012 01:42 PM
#526

Gatotkaca Kembar

pandawa menerima wangsit untuk mempersiapkan wisuda senopati senopati perangnya untuk berperang dalam bharata yudha. sementara itu ada syarat yaitu membangun jalan dari kayangan ke tegal kurusetra untuk menjadi jalan para dewa yang akan menyaksikan perang bharata yudha. nah jalan dari kayangan itu akan melewati alas tunggulrono yang menjadi kawasan penguasa gatotkaca.

siapa bisa menyelesaikan tugas itu akan diwisuda menjadi senopatinya para senopati dan akan menjadi senopati andalan pandawa dalam perang bharata yudha. tugas diserahkan kepada gatotkaca yang digadang gadang pendawa untuk memimpin barisan pandawa saat melawan kurawa. sementara itu gatotkaca mendapat mimpi buruk,dalam mimpinya dia hanyut dalam sungai yang airnya kotor(keruh)dan bisa bertahan dengan cara memegang akar pohon cendana. merasa ada sasmita tak baik gatotkaca segera pamitan untuk menghadap gurunya eyang seto.

sementara di trajutisna sutedjo aka boma narakasura merasa geram mendengar pandawa akan menobatkan gatotkaca menjadi senopati. boma narakasura memang musuh bebuyutan gatotkaca. dia kemudian bertekad merebut pekerjaan membuat jalan tersebut dari tangan gatotkaca. maka kemudian dia berhasrat untuk mneminta bantuan ayahnya prabu kresna di kerajaan dwarawati. rombongan trajutisna dipimpin oleh boma narakasura, patih pancatnyono dan punakawan (bilung dan togog) berangkat menuju dwarawati bersama ratusan prajurit raksasa.

sementara di ngamarta puntodewo mengutus antaredja ke dwarawati menjemput prabu kresna dan abimanyu ke pertapaan eyang abiyasa.tujuanya untuk menghadiri dan memebri restu saat pelantikan sneopati muda pandawa. maka berangkatlah abimanyu dan para punakawan (semar,gareng,petruk,bagong) ke pertapaan eyang abiyasa. sementara antaredja berangkat ke dwarawati.
di keraton dwarawati kresna menerima rombongan trajutisna. sutedja meminta kresna menerima permintaan dirinya untuk mengambil alih tugas dari gatotkaca untuk membuat jalan dari kayangan ke tegal kurusetra. dengan harapan bahwa boma narkasura aka sutedja bisa diangkat menjadi senopati pandawa. kresna condong kepada keinginan anaknya. kemudian datanglah rombongan ngamarta dibawah pimpinan antaredja, yang meminta prabu kresna untuk datang ke ngamarta.merasa bahwa ayahnya akan mendukung pihak gatotkaca dengan hadir ke ngamarta, boma naraksura membuat geger dengan menolak permintaan antaeja dan mengajaknya keluar dari paseban ke alun alun.

bomanarakasura meminta antaredja balik dan melapor bahwa ayahnya kresna menolak untuk dibawa ke ngamarta.antaredja menolak karena prabu kresna sendiri belummemberi keputusan menolak atau menerima. karena samasama ngotot terjadi pertempuran. dalamperkelahian pertama bomanarakasura jatuh terlentang terkena pukulan antaredja. setelah dibangunkan bilung dan togog boma narakasura maju dan berhasil menggigit antaredja dengan siyung saktinya, giliran antaredja yang terkapar.

bilung dan togog menasehatkan agar sutedja mundur,karena antaredja memiliki upas yang sangat sakti,dan menjelaskan bahwa kakek sutedja bhatara naga raja masih punya hubungan saudara dengan kakek antaredja bhatara anantaboga. tapi sutedja ngotot melanjutkan perkelahan karena yakin menang. antaredja bangun dan menyemburkan bisanya. bomanarakasura jatuh bergelimpangan. sutedja lalu memanggil patih pancatnyono dan memerintahkan bala raksasa trajustisna mengeroyok antaredja.

patih setyaki keluar memisahkan perkelahian, antaredja mau berdamai tapi pihak trajutisna ngotot. ahirnya setyaki menghajar bala tentara raksasa trajutisna. boma narakasura tidak terima dan gantian berkelahi dengan setyaki. setyaki menghajar bomanarakasura sampai di pisah oleh prabu kresna. pada bomanarakasura kresna berpesan untuk datang ke pertapaan kakeknya dari pihak ibu, naga raja dan meminta bantuan padanya.sementara sri kresna ikut antaredja ke ngamarta.

sementara di pertapaan resi seto, gatotkaca menghadap resi seta. disana gatotkaca bercerita tentang tugasnya membuat jalan dari kayangan sampai tegalkuru setra dan meminta restu sang resi. resi seto memberikan restunya dan sekaligus membabarkan arti mimpinya gatotkaca. arti mimpi itu adalah bahwa dia akan difitnah oleh orang dekat yang masih saudara dengannya, untungnya gatotkaca bersikap satria dan ahirnya selamat.resi seto memberikan perlambang bahwa yang bakal menghalanginya adalah orang yang menjadi musuh gatotkaca dalam lakon pecahnya topeng wojo.

gatotkaca kemudian merasa bimbang mengetahui bahwa musuhnya adalah bomanarakasura dan berniyat melabraknya tapi dilarang resi seta.dia diutus untuk datang kengamarta karena dalam penglihatan resi seta,ngamarta kemasukan penyusup yang mempunyai sikap angkara murka.resi seta berjanji untuk mengikutidrai belakang dan memberikan pengawasan serta perlindungan kepada gatotkaca.

izroilblackarmy - 15/10/2012 01:54 PM
#527

Gatotkaca Kembar II

gatotkaca meminta sifat kandel berupa ilmu tambahan kepada resi seta. gatotkaca meminta ilmu brajamusti, dan diberikan oleh resiseta dengan syarat syarat antara lain,mandi di 7 tempuran sungai, bersabar kepada segala mahluk, dan puasa ngalong mutih mbisu selama 40 hari plus menjauhi wanita selama dalam laku. halini disanggupi oleh gatotkaca.
gatotkaca setelah menerima aji brajamusti pun undur diri kembali ke ngamarta. resi seta lalu mempunyai kehendak menguji mental muridnya gatotkaca. resi seta berubah malih rupa jadi cewek dan menggoda gatotkaca. untung gatotkaca yang digoda dapat bertahan,maka luluslah ujian gatotkaca. dan gatotkaca melanjutkan perjalanan ke ngamarta diikutin dari belakang oleh resiseta.

alkisah di pertapaan eyang bhatara naga raja, kedatangan tamu cucunya raja trajutisna bomanarakasura. disana ada juga pertiwi istri kresna sekaligus ibu boma naraksura dan anak naga raja. bomanarakasura mengaturkan maksud kedatanganya. pertama kalinya bhetara naga rajamenolak permintaan cucunya dan menasehati supaya cucunya kembali ke jalan yang bener. tapi sutedja memaksa dan mengancam bunuh diri jika ditolak, pertiwi ibunya lalu mendukung kemauan anaknya dan berpamitan pada ayahnya untuk memebrikan bantuan kepada anaknya. ayahnya naga raja ahirnya menyetujui memberi bantuan setelah didesak anak dan cucunya.lalu naga raja yang berbentuk ular besar ini berubah wujud menjadi raja gagah berjuluk prabu slih warna supaya tidakdikenali dalam menolong cucunya mencapai cita citanya.maka bergeraklah rombongan trajutisna menuju alas tunggulrono untuk mulai membabat alas dan membuat jalan.

di jalan, togog dan mbilung tahu bahwa naga raja menyamar, mereka menasehati naga raja untuk tidak meneruskan kelakuanya,tapi naga raja tetep berniyat terus membantu menolong anakny dan cucunya.anaknya pertiwi disuruh untuk bertapa dipantai dengan pesan jangan pulang jika belum mendengar kabar gatotkaca mati. di alas tunggulrono pasukan trajutisna bertemu gatotkaca dan perkelahian terjadi. gatotkaca berhasil memukul mundur balatentara trajutisna, sampai ahirnya prabu silih warna maju. dalam perang melawan prabu silih warna gatotkaca terlempar setiap kali terbang melewati kepala prabu silih warna.sampai ahirnya gatotkaca terlempar jauh kebelakang dan bertemu gurunya eyang seta.eyang seta dengan kewaskitaanya tahu bahwa yang dihadapi gatotkaca adalah dewa, maka eyang seta masuk ke tubuh gatotkaca dan ikut maju perang.

kali ini prabu silih warna bisa dikalahkan, dan ahrnya pasukan trajutisna dimundurkan sementara. resi seta keluar dari wadag gatotkaca dan menyuruh gatotkaca meneruskan perjalanan ke ngamarta. sementara di pertapaan eyang abiyasa abimanyu dan punakawan telah sampai. eyang abiyasa memberikan suatu lamat atau perlambang bahwa akan terjadi peristiwa yang buruk
terhadap abimanyu dan ngamarta. abimanyu dan punakawan disuruh segera kembali ke ngamarta.

dijalan abimanyu bertemu denganbalatentara trajutisna, perang terjadi dan raksasa banyak yang tewas. tapi karena ketetapan dewata maka sekalipun sehari mati 7kali ada ketetepan bahwa raksasa raksasa trajutisna baru bisa mati jika tuannya sutedja aka bomanarakasura mati. maka setelah dibunuh raksasa itu hidupkembali dan berlarian kocar kacir meninggalkan abimanyu dan para punakawan.

didalam hutan tunggul rono abimanyu bertemu gatotkaca, dan disitu gatotkaca membunuh abimanyu. abimanyu tak mau melawan dan tewas di tangan gatotkaca. punakawan kebingungan dan membawa mayat abimanyu ke istana ngamarta. di istana gatotkaca telah hadir bersama dengan para pandawa, prabu kresna juga ada dan baru berucap kata kata. prabu kresna mengusulkan agar mulai saat itu di ngamarta diadakan hukuman mati.puntodewo dan para pandawa menyetujui.

suasana kaget ketika punakawan masuk dan membawa mayat abimanyu. pandawa kaget dan menanyakan siapa yang membunuh abimanyu.petruk menjawab yang membunuh adalah gatotkaca. kresna meminta gatotkaca dihukum mati atas kesalahanya. bimamarah dan menusukan kuku pancanaka ke tubuh gatotkaca dan melemparkanya ke angkasa. sadewa yang paling cerdik daripandawa mendekati petrukdan berkata bahwa petruk salah dalam melapor, dia yakin bahwa yang membunuh abimanyu bukan gatotkaca.

sadewa lalu menemui resi seta dan menceritakan segalanya. resi seta lalu membuat rencana menangkap naga raja. dikisahkan naga raja yang berubah menjadi prabu silih warna kaget karena ada gatotkaca muncul dihadapanya. ternyata itu adalah anaknya raden pratiwi anggono adik dewi pratiwi. rupanya sri kresna sudah membuat rencana agar pratiwi anggono menyamar menjadi gatotkaca dan membunuh abimanyu ketika kresna masuk ngamarta untuk minta diadakan hukuman manti.

abimanyu dibuang kelaut karena kresna mngaku kembang wijaya kesumanya hilang dan tak bisa menghidupkan kembali putra pandawa itu. sementara mayat gatotkaca jatuh di tempat nagaraja dan pratiwi anggono bertemu. karena kaget maka buta trajutsina menusuk nusuk tubuh gatotkaca dengan senjata.bukanya matimalah bangun dan melihat ada gatotkaca palsu, maka seketika ada gatotkaca kembar di tempat itu. gatotkaca berperang melawan gatotkaca.

resi seta dan punakawan sampai di tempat kejadian.resi seta meringkus naga raja, dan gatotkaca asli meringkus gatotkaca palsu yang berubah wujud menjadi wujud aslinya raden pratiwi anggono. mereka dibawa ke ngamarta untuk diadili. sementara di tengah laut tubuh abimanyu dimainkan gelombang dan sampai ke tempat dewi pratiwi. dewipratiwi lalu menyembuhkan luka abimanyu dan bertekad menuntut gatotkaca.

kraton ngamarta gempar, meua terbongkar, ahirnya naga raja dan pratiwi anggono dilepas karena abimanyu ditolong oleh dewipratiwi.sementara kresna diminta untuk membantu gatotkaca merampungkan tugansya bersama seluruh kekuatan naga raja, pratiwi anggono, dan balatentara trajutisna.dan kresna pun menyanggupi tugas tersebut.
Page 27 of 27 | ‹ First  < 22 23 24 25 26 27
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > LAKON... (Kumpulan Cerita Wayang)