The kaskus bar
Home > LOEKELOE > Cooking mencooking + restaurant guide > The kaskus bar > SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)
Total Views: 190339 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 14 of 259 | ‹ First  < 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 >  Last ›

Gambarello - 14/07/2008 08:13 PM
#261
Kunjungan ke Miko Coffee, Sarinah Building
Sabtu, 12 Juli 2008 janjian ama mbah Hope di Sarinah Building jam 16.00 buat cobain kopi di Les Classique dan Cafe Amor Kemang Raya. Mbah Hope langsung dari Bandung jam 13.00 naik travel turun di Sarinah. Eh, sekitar jam 15.00 mbah Hope sms kalau dia sudah di Sarinah dan sekarang lagi makan McD dulu.

Saya sampai di McD Sarinah jam 15.20, ketemu mbah Hope dan keluarga yang lagi asyik makan. Karena tidak mau menggangu acara makan mereka, saya putuskan untuk menunggu di Miko Coffee saja.


Miko Coffee

Ini lho Miko Coffee.
SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)

Di sini menggunakan mesin La Scala 2 group dan ada 1 grinder tapi merk tidak tahu. Pesan single espresso Dolce (Strong), untuk espresso menggunakan coffee pod yang dikemas 1 bungkus ya 1 coffee pod. Sebelum coffee pod ditaruh ke dalam portafilter, saya sempat minta ke mas barista untuk lihat pod-nya. Pas saya pegang dan saya cium pod-nya koq bau apek yah?

Setelah extract selama 15 detik, ini lho single espresso Dolce Miko Coffee:
SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)

IMHO single espresso Miko Coffee:
Penampilan : Cup demitasse tipis dan agak panas.
Crema : Tipis.
Aroma : Acid Moka, Alcoholly.
Flavor : Choco, Soury with Acid Wine Finish.
Acid : Tangy.
Body : Light Medium.

Habis dari Sarinah, bareng mbah Hope langsung menuju Kemang Raya untuk mencoba Les Classique dan Cafe Amor.







Disclaimer only:
- Review ini dibuat berdasarkan apa yang dirasakan lidah saya, yang belum tentu sama dengan yang dirasakan lidah orang lain.
- Review ini dibuat oleh saya dengan kapasitas yang masih newbie.
- Review ini dibuat secara jujur & obyektif, tanpa ada niat untuk melebih-lebihkan atau menjelek-jelekkan atau membanding-bandingkan dengan tujuan untuk menguntungkan atau merugikan atau mendiskreditkan pihak-pihak tertentu.
- Review ini bukan merupakan promosi atau propaganda pihak-pihak tertentu.
Mobius - 14/07/2008 11:19 PM
#262

Wah ditunggu nih review yang Les Classique dan Kafe Amor nya.

Btw ini kunjungan ke 2 ke Miko Coffee yah gambarello?
dman - 15/07/2008 02:29 AM
#263

Quote:
Original Posted By FreshRoasted
dari hasil review yg sudah dilakukan dan dipublikasikan,kira2 apa sih yg menbuat rasa kopinya jadi kopi capek.

Apakah salah dari green beannya,salah teknik roastnya,salah merk mesinnya,salah baristanya ato salah merknya kopinya aja.

kiranya mbah dman dan mbah gambarello dan mbah2 yg lain bersedia memberikan pencerahan kepada saya yg tiap hari malah tambah bingung.

confused:


Wah, kalau bro FreshRoasted aja bingung apa lagi saya yang tinggal di desa dan minum kopi jagung tiap hari .................. ngacir:
Gambarello - 15/07/2008 09:10 AM
#264

Quote:
Original Posted By Mobius
Wah ditunggu nih review yang Les Classique dan Kafe Amor nya.

Btw ini kunjungan ke 2 ke Miko Coffee yah gambarello?


Hya betul sekali bro.
Review Les Classique dan Cafe Amor menyusul yah.
[Shadow]LenZ - 15/07/2008 11:48 AM
#265

Quote:
Original Posted By dman
Wah, kalau bro FreshRoasted aja bingung apa lagi saya yang tinggal di desa dan minum kopi jagung tiap hari .................. ngacir:


Yang ini mbahnya suka merendah nich..DD

Bukannya minum Kopi Premium tiap hari nich..wkwkwk... Peace: ngacir:ngacir:
petho - 15/07/2008 12:11 PM
#266

Quote:
Original Posted By '[Shadow]LenZ
Yang ini mbahnya suka merendah nich..DD

Bukannya minum Kopi Premium tiap hari nich..wkwkwk... Peace: ngacir:ngacir:




DDDDDD:
emang mbah dman sukanya merendah,apa itu efek bagus dari kopi pemium ya?DDDDD: bingung:
Gambarello - 15/07/2008 02:24 PM
#267
Kunjungan ke Les Classique & Cafe Amor, Kemang Raya
Sabtu, 12 Juli 2008 jam sekitar 16.00 dari Sarinah saya dan mbah LittleHope langsung menuju Kemang Raya untuk mencoba Les Classique dan Cafe Amor.



Les Classique

Karena jalan cukup lancar maka jam 16.20 sudah sampai di Les Classique. Les Classique terletak jl. Kemang Raya 45B, masih satu lokasi dengan Vin+.

Spoiler for Ini lho Les Classique


SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)

Karena baru buka, Les Classique belum dipasang signage.


Begitu masuk ke Les Classique langsung disambut dengan senyum ramah dari miss Agatis selaku store manager. Diiringi ucapan selamat datang dan permintaan maaf karena Les Classique baru dibuka jadi mungkin ada pelayanan yang belum memuaskan. Dan serentak mbah Hope dan saya membalas senyumannya seraya menjawab "Ok, gak apa-apa koq." Di sini menggunakan espresso machine Elektra model Belle Epoque (model kepala nuklir) dan grinder Elektra. Untuk kopinya sendiri menurut informasi yang saya peroleh itu menggunakan custom blend Quintinos Coffee.

Setelah berbasa-basi sebentar, kami langsung pesan 2 cup single espresso. Saya langsung membayar pesanan kami, sambil memperhatikan mas barista membuat pesanan kami. Eh begitu melihat struk pembayaran, kami kaget karena inilah espresso termahal yang pernah kami minum.

Spoiler for Ini lho struk pembayaran yang kami maksud


SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)

Coba lihat total 2 cup single espresso = $20,000.
Bukan main, pakai kurs dollar segala.


Oya, ternyata kami disuruh coba ristretto terlebih dahulu. Gratis lho.

IMHO ristretto Les Classique:
Penampilan : Cup demitasse tipis dan panas.
Crema : Sangat tipis sekali dan langsung buyar.
Aroma : Earthy, Acid Choco, Flowery.
Flavor : Earthy, Bitter Choco with Winey Finish.
Acid : Mild.
Body : Light.
Too light body

Spoiler for Ini lho single espresso Les Classique yang saya minum


SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)

Coba perhatikan single espresso seharga $10,000.


IMHO single espresso Les Classique:
Penampilan : Cup demitasse tipis dan panas.
Crema : Agak tebal.
Aroma : Earthy, Choco, Flowery.
Flavor : Earthy, Bitter Choco with Nutty Woody Finish.
Acid : Moderate.
Body : Light.

Khusus untuk single espresso yang kami minum, itu dibuat berbarengan dengan menggunakan portafilter double basket. Adapun untuk single espresso yang dihasilkan ternyata berbeda karakternya. Ternyata espresso yang diminum mbah Hope itu cenderung tinggi aciditynya (tangy), sedangkan yang saya minum itu cenderung moderate. Ini bukan karena faktor lidah yang berbeda koq, tapi pas kami saling tukar espresso yang kami minum hasilnya begitu koq.

Menurut mbah Hope, pada waktu mas barista tamping itu uneven tamping sehingga espresso yang dihasilkan dari lubang kanan dan kiri itu tidak sama. Buktinya pas waktu ekstraksi, dari lubang yang di sebelah kiri barista itu espresso sudah keluar tapi yang sebelah kanan setelah 4 detik baru keluar. Jadi mungkin itu penyebab kenapa untuk single espresso yang dibuat berbarengan dengan portafilter double basket, hasilnya berbeda karakter. Oya setelah ditanyakan ke mbak baristanya, untuk tamping ternyata menggunakan tamper yang menyatu dengan grinder. Padahal ada steel tamper juga.

Spoiler for Ini lho Elektra model kepala nuklir & grindernya


SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)

Mbah Hope tertangkap kamera sedang memperhatikan roasted bean yang diambil langsung dari grinder.
Koq cenderung dark oily dan over roasted ya mbah?


Spoiler for Ini lho ristretto Les Classique


SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)

Ini lho ristretto kedua yang saya minum, kalau yang pertama tadi lupa diambil gambarnya.


Pas kami mau pamit pulang, kami sempat diberi ristretto lagi. Nah untuk ristretto yang kali ini sudah ada crema walaupun tipis, tapi IMHO cenderung lebih bitter taste dibandingkan ristretto yang pertama saya coba tadi. Nah menyinggung masalah crema, saya bingung standar ristretto yang benar itu dengan atau tanpa crema. Karena ristretto yang pertama kami coba tadi itu tanpa crema sedangkan yang kedua dengan crema. Dan sebelumnya pas kami coba ristretto yang pertama tadi kami sempat bilang koq tanpa crema, dan mbak baristanya kasih tau kalau ristretto itu tanpa crema. Jadi gimana dong confused: ?

Akhirnya jam 17.15 kami benar-benar pamit dari Les Classique, tujuan berikutnya adalah Cafe Amor. Terima kasih ya untuk ristretto dan pelayanannya. Beberapa staff Les Classique ternyata jebolan coffeeshop franchise sangat terkenal dari luar negeri.....ooops shutup:



Cafe Amor

Cafe Amor terletak di jln. Kemang Raya 67, masih satu lokasi dengan Vino Embassy. Cafe Amor buka 24 jam nonstop koq, jadi buat yang mau ngopi dini hari silahkan ke sini saja.

Cafe Amor nge-roasting sendiri dengan mesin roaster merk HasGaranti yang kalo liat di website-nya buatan Turki.

Spoiler for Mesin roaster HasGaranti di Cafe Amor


SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)

Maaf ya kalau cuman bagian belakangnya yang saya ambil gambarnya.


Di sini menggunakan 2 buah espresso machine yang merk saya tidak tahu, 1 buah 3 grouphead dan 1 buah 2 grouphead. 2 buah grinder, 1 buah grinder Mazzer dan 1 buah grinder Expobar.

Spoiler for Meja bar di Cafe Amor


SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)

Terlihat luas dengan tulisan Cafe Amor-nya.


Seperti biasa, saya dan mbah Hope pesan 2 cup single espresso.

Spoiler for Ini lho single espresso Cafe Amor


SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)

Silahkan dinikmati.


IMHO single espresso Cafe Amor:
Penampilan : Cup demitasse tipis dan agak panas.
Crema : Tipis.
Aroma : Earthy, Acid Choco, Grainy.
Flavor : Bitter Choco with Acid Harsh Medicinal Finish.
Acid : Sharp.
Body : Light.
Too acid and harsh aftertaste

Di sini juga jual peralatan kopi seperti grinder manual, ice drip coffee maker, royal drip coffee maker, french press, mokapot bahkan mokapot elektrik juga ada. Cuman IMHO, staf Cafe Amor kurang friendly yah.

Yah lihat jam sudah jam 18.10, minta bill lalu bayar terus pulang deh.

Spoiler for Ini struk pembayaran buat 2 cup single espresso di Cafe Amor


SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)

Bayar ini dulu, baru boleh pulang.









Disclaimer only:
- Review ini dibuat berdasarkan apa yang dirasakan lidah saya, yang belum tentu sama dengan yang dirasakan lidah orang lain.
- Review ini dibuat oleh saya dengan kapasitas yang masih newbie.
- Review ini dibuat secara jujur & obyektif, tanpa ada niat untuk melebih-lebihkan atau menjelek-jelekkan atau membanding-bandingkan dengan tujuan untuk menguntungkan atau merugikan atau mendiskreditkan pihak-pihak tertentu.
- Review ini bukan merupakan promosi atau propaganda pihak-pihak tertentu.
petho - 15/07/2008 04:15 PM
#268

mangstabhhhhhhhhhh......
wah,mbah hipe tertangkapkamrea merhatiin bean apa"bean"?Dhayo.....__________________________________ngacir: sebelum di timpuk pake pelek jip
petho - 15/07/2008 04:17 PM
#269

mangstabhhhhhhhhhh......
wah,mbah hipe tertangkapkamrea merhatiin bean apa"bean"?Dhayo.....__________________________________ngacir: sebelum di timpuk pake pelek jip
dman - 15/07/2008 10:57 PM
#270

Quote:
Original Posted By Gambarello

Begitu masuk ke Les Classique langsung disambut dengan senyum ramah dari miss Agatis selaku store manager.


Sayang gak ke-photo, sapa tahu bisa bikin seger mata dikit \)

Quote:
Original Posted By Gambarello

Coba lihat total 2 cup single espresso = $20,000.


Super cupper pasti baru naik gaji, bisa minum kopi seharga 10ribu dolar per cangkir D


Quote:
Original Posted By Gambarello
Dan sebelumnya pas kami coba ristretto yang pertama tadi kami sempat bilang koq tanpa crema, dan mbak baristanya kasih tau kalau ristretto itu tanpa crema. Jadi gimana dong confused: ?


Wah, kalau mbah Gambarello aka. super cupper SCAK aja bingung, apa lagi saya yang tinggal di ndeso terpencil dan minum kopi jagung tiap hari .................... ngacir:

Review super cupper memang selalu professional dan enak dibaca. Tangkiu sudah meluangkan waktunya untuk menulis review2x yang berguna untuk menambah ilmu di dunia perkopian.
Gambarello - 16/07/2008 09:52 AM
#271

@ mbah Dman
Tangkiu juga mbah, namanya juga review ala amatiran. Untung kemarin ditemenin ama mbah LittleHope, kalo gak bisa gemeteran saya malu:.

Cuman kayaknya saya gak boleh sering2x posting review nih, takut dianggap show off Peace:
littlehope - 16/07/2008 10:38 AM
#272

thanks all \)
Kuli Sex - 16/07/2008 11:09 AM
#273

mo tanya nih ke para suhu Espresso disini

ritual nimum Espresso itu sebenarnya gimana sih ?
langsung diseruput aja tau boleh ditambahi gula / flavor lainnya....??

apakah gak pahit....??

maaf kalalu pertanyaannya newbie abis...\)
vertical_junkez - 16/07/2008 11:17 AM
#274

kalo ada Gath lagi mau dong ikutan..malu:
coffee addict juga nih

salam kenal semua

shakehand
Gambarello - 16/07/2008 11:23 AM
#275

Quote:
Original Posted By littlehope
sy niatnya berguru cupping sama mbah gambarello, ternyata bakat ga ada \(


Waduh, mbah Hope terlalu merendah nih malu:. Ilmu saya terlalu dangkal untuk bisa diajarkan, mbah malu:.


Quote:
Original Posted By littlehope
besoknya nyelonong ke schibello sendirian, nyebut nama gambarello (maaf numpang beken) lgs pada gentar dan bikin espresso nya serius pisan...


Wah, untungnya gak ditimpuk bottomless portafilter ya mbah.
Kharisma mbah tuh yang bikin barista Schibello gentar.
Mobius - 17/07/2008 09:15 AM
#276

Quote:
Original Posted By littlehope
sy niatnya berguru cupping sama mbah gambarello, ternyata bakat ga ada \(

besoknya nyelonong ke schibello sendirian, nyebut nama gambarello (maaf numpang beken) lgs pada gentar dan bikin espresso nya serius pisan...


Musti coba juga nih, sebut gambarello 3 kali services at the best.
Kuli Sex - 17/07/2008 09:55 AM
#277

Quote:
Original Posted By Kuli Sex
mo tanya nih ke para suhu Espresso disini

ritual minum Espresso itu sebenarnya gimana sih ?
langsung diseruput aja tau boleh ditambahi gula / flavor lainnya....??

apakah gak pahit....??

maaf kalalu pertanyaannya newbie abis...\)


kok lom ada yg respond yah........
petho - 17/07/2008 07:03 PM
#278

Quote:
Original Posted By Kuli Sex
mo tanya nih ke para suhu Espresso disini

ritual nimum Espresso itu sebenarnya gimana sih ?
langsung diseruput aja tau boleh ditambahi gula / flavor lainnya....??

apakah gak pahit....??

maaf kalalu pertanyaannya newbie abis...\)




klo cara minum para mbah di sini,biasanya pada ga pake gula,krn klo pake gula,jadinya minum simple syrupD,karena manis.DDD
maaf klo salah,biasanya para mbah,minum espresso,ketika baru selesai di bikin,jadi masih panas,trus di sruput....br di rasakan sensasikopi menari di lidah dan mulut....

bener ga mbah,klo salah mohon di koreksi
Mobius - 17/07/2008 07:23 PM
#279

Espresso gak pake gula atau pake gula sah sah aja.

Tapi tanpa gula kita jadi tau rasa sebenarnya dan kemampuan barista.

Espresso bukan Pahit doank, espresso yang benar mempunyai rasa yang lebih kompleks ada spicy, acid, sweetness, chocolate, etc bahkan kopi luwak dari bro dman jauh dari rasa pahit.

Sewaktu minum espresso jangan di teguk, di seruput aja biar seluruh palete lidah terkena sekaligus, dan apresiasikan lah.
Gambarello - 17/07/2008 07:43 PM
#280

Quote:
Original Posted By Kuli Sex
mo tanya nih ke para suhu Espresso disini

ritual nimum Espresso itu sebenarnya gimana sih ?
langsung diseruput aja tau boleh ditambahi gula / flavor lainnya....??

apakah gak pahit....??

maaf kalalu pertanyaannya newbie abis...\)


IMHO, kl saya pribadi gak ada ritual khusus buat minum espresso koq. Sama kayak mas bro Petho, begitu espresso selesai dibuat ya langsung diseruput.
Kl masalah pahit apa gak, ya tergantung selera masing2x.

Quote:
Original Posted By petho
klo cara minum para mbah di sini,biasanya pada ga pake gula,krn klo pake gula,jadinya minum simple syrupD,karena manis.DDD
maaf klo salah,biasanya para mbah,minum espresso,ketika baru selesai di bikin,jadi masih panas,trus di sruput....br di rasakan sensasikopi menari di lidah dan mulut....

bener ga mbah,klo salah mohon di koreksi


Betul koq mas bro, cuman mo tambahin dikit. Kl saya pribadi minum espresso tanpa gula dan susu, karena susu dan gula mahal!!!!!
Page 14 of 259 | ‹ First  < 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 >  Last ›
Home > LOEKELOE > Cooking mencooking + restaurant guide > The kaskus bar > SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)