Timur Tengah
Home > Kaskuser Regional > OTHER REGIONAL > Timur Tengah > [IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
Total Views: 3730 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 3 |  1 2 3 > 

ontaarab84 - 21/05/2011 03:40 AM
#1
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
Yang mau tanya tentang Iran ayo Masuk sini agan2....


KEINDAHAN ALAM IRAN (THE BEAUTY OF PERSIA)
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
LAYALESTAN DI PROFINSI GILAN/JILAN

[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
SEBUAH PONDOK DI UTARA IRAN

[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
URAMANAT DI IRAN BARAT

[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
IZEH IRAN

[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
ISTANA KEBUN SYIRAZ

[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
DANAU URUMIYEH

[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
MUSIM DINGIN DI ISFAHAN

[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
ISTANA CEHEL SUTUN/40TIANG ISFAHAN

[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
TRADISI KONKOW NGETEH DI IRAN

[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
PROVINSI SISTAN BALUCESTAN

[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
PEDESAAN DI ARDEBIL


[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
pspsmania - 22/05/2011 08:06 PM
#2

Threadnya di Update ya..

Udah saia masukin indeks tu.. shakehand
ontaarab84 - 23/05/2011 02:46 PM
#3

Quote:
Original Posted By pspsmania
Threadnya di Update ya..

Udah saia masukin indeks tu.. shakehand



thanks gan...
es_jeruk - 27/05/2011 08:24 PM
#4

Subhanallah, ciptaan ALLAH Yang Maha Bijaksana
S e Z u - 28/05/2011 05:21 PM
#5

gan ahmadinejad sehat2 kaga? salam ya dari gw D
hegasusilo - 31/05/2011 10:21 AM
#6
Di Antara Sepuluh Wanita, Sebelas Yang Cantik
Kami mendarat di Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, menjelang waktu salat Jumat. Maka, saya pun ingin segera ke masjid: sembahyang Jumat. Saya tahu tidak ada kampung di sekitar bandara itu. Dari atas terlihat bandara tersebut seperti benda jatuh di tengah gurun tandus yang mahaluas. Tapi, setidaknya pasti ada masjid di bandara itu.

Memang ada masjid di bandara itu, tapi tidak dipakai sembahyang Jumat. Saya pun minta diantarkan ke desa atau kota kecil terdekat. Ternyata saya kecele. Di Iran tidak banyak tempat yang menyelenggarakan sembahyang Jumat. Bahkan, di kota sebesar Teheran, ibu kota negara dengan penduduk 16 juta orang itu, hanya ada satu tempat sembahyang Jumat.

Itu pun bukan di masjid, tapi di Universitas Teheran. Dari bandara memerlukan waktu perjalanan 1 jam. Atau bisa juga ke kota suci Qum. Tapi, jaraknya lebih jauh lagi. Di negara Islam Iran, Jumatan hanya diselenggarakan di satu tempat di setiap kota besar.


“Jadi, tidak ada tempat Jumatan di bandara ini?” tanya saya.

“Tidak ada. Kalau kita mau Jumatan, harus ke Teheran (40 km) atau ke Qum (70 km). Sampai di sana waktunya sudah lewat,” katanya.

Salat Jumat ternyata memang tidak wajib di negara Islam Iran yang menganut aliran Syiah itu. Juga tidak menggantikan salat Duhur. Jadi, siapa pun yang salat Jumat tetap harus salat duhur.

Karena Jumat adalah hari libur, saya tidak dijadwalkan rapat atau meninjau proyek. Maka, waktu setengah hari itu saya manfaatkan untuk ke kota suci Qum. Jalan tolnya tidak terlalu mulus, tapi sangat OK: enam jalur dan tarifnya hanya Rp 4.000. Tarif itu kelihatannya memang hanya dimaksudkan untuk biaya pemeliharaan.

Sepanjang perjalanan ke Qum tidak terlihat apa pun. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya gurun, gunung tandus, dan jaringan listrik. Saya bayangkan alangkah enaknya membangun SUTET (saluran udara tegangan ekstratinggi) di Iran. Tidak ada urusan dengan penduduk. Alangkah kecilnya gangguan listrik karena tidak ada jaringan yang terkena pohon. Pohon begitu langka di sini.

Begitu juga letak kota suci Qum. Kota ini seperti berada di tengah-tengah padang yang tandus. Karena itu, bangunan masjidnya yang amat besar, yang berada dalam satu kompleks dengan madrasah yang juga besar, kelihatan sekali menonjol sejak dari jauh.

Tujuan utama kami tentu ke masjid itu. Inilah masjid yang luar biasa terkenalnya di kalangan umat Islam Syiah. Kalau pemerintahan Iran dikontrol ketat oleh para mullah, di Qum inilah pusat mullah. Demokrasi di Iran memang demokrasi yang dikontrol oleh ulama. Presidennya dipilih secara demokratis untuk masa jabatan paling lama dua kali. Tapi, sang presiden harus taat kepada pemimpin tertinggi agama yang sekarang dipegang Imam Khamenei. Siapa pun bisa mencalonkan diri sebagai presiden (tidak harus dari partai), tapi harus lolos seleksi oleh dewan ulama.

Tapi, sang imam bukan seorang diktator mutlak. Dia dipilih secara demokratis oleh sebuah lembaga yang beranggota 85 mullah. Setiap mullah itu pun dipilih langsung secara demokratis oleh rakyat.

Dalam praktik sehari-hari, ternyata tidak seseram yang kita bayangkan. Amat jarang lembaga keagamaan itu mengintervensi pemerintah. “Dalam lima tahun terakhir, kami belum pernah mendengar campur tangan mullah ke pemerintah,” ujar seorang CEO perusahaan besar di Teheran.

Saya memang kaget melihat kehidupan sehari-hari di Iran, termasuk di kota suci Qum. Banyak sekali wanita yang mengendarai mobil. Tidak seperti di negara-negara di jazirah Arab yang wanitanya dilarang mengendarai mobil. Bahkan, orang Iran menilai negara yang melarang wanita mengendarai mobil dan melarang wanita memilih dalam pemilu bukanlah negara yang bisa menyebut dirinya negara Islam.

Dan lihatlah cara wanita Iran berpakaian. Termasuk di kota suci Qum. Memang, semua wanita diwajibkan mengenakan kerudung (termasuk wanita asing), tapi ya tidak lebih dari kerudung itu. Bukan jilbab, apalagi burqa. Kerudung itu menutup rapi kepala, tapi boleh menyisakan bagian depan rambut mereka. Maka, siapa pun bisa melihat mode bagian depan rambut wanita Iran. Ada yang dibuat modis sedikit keriting dan sedikit dijuntaikan keluar dari kerudung. Ada pula yang terlihat dibuat modis dengan cara mewarnai rambut mereka. Ada yang blonde, ada pula yang kemerah-merahan.

Bagaimana baju mereka? Pakaian atas wanita Iran umumnya juga sangat modis. Baju panjang sebatas lutut atau sampai ke mata kaki. Pakaian bawahnya hampir 100 persen celana panjang yang cukup ketat. Ada yang terbuat dari kain biasa, tapi banyak juga yang celana jins. Dengan tampilan pakaian seperti itu, ditambah dengan tubuh mereka yang umumnya langsing, wanita Iran terlihat sangat modis.

Apalagi, seperti kata orang Iran, di antara sepuluh wanita Iran, yang cantik ada sebelas! Sedikit sekali saya melihat wanita Iran yang memakai burqa, itu pun tidak ada yang sampai menutup wajah.

Sampai di kota Qum, sembahyang Jumatnya memang sudah selesai. Ribuan orang bubaran keluar dari masjid. Saya pun melawan arus masuk ke masjid melalui pintu 15. Setelah salat Duhur, saya ikut ziarah ke makam Fatimah yang dikunjungi ribuan jamaah itu. Makam itu berada di dalam masjid sehingga suasananya mengesankan seperti ziarah ke makan Rasulullah di Masjid Nabawi. Apalagi, banyak juga orang yang kemudian salat dan membaca Alquran di dekat situ yang mengesankan orang seperti berada di Raudlah.

Yang juga menarik adalah strata sosialnya. Kota Metropolitan Teheran berpenduduk 16 juta dan dengan ukuran 50 km garis tengah adalah kota yang sangat besar. Sebanding dengan Jakarta dengan Jabotabek-nya. Tetapi, tidak terlihat ada keruwetan lalu lintas di Teheran. Memang, Teheran tidak memiliki kawasan yang cantik seperti Jalan Thamrin-Sudirman, namun sama sekali tidak terlihat ada kawasan kumuh seperti Pejompongan dan Bendungan Hilir. Memang, tidak banyak gedung pencakar langit yang cantik, tapi juga tidak terlihat gubuk dan bangunan kumuh.

Kota Teheran tidak memiliki bagian kota yang terlihat mewah, tetapi juga tidak terlihat ada bagian kota yang miskin. Teheran bukan kota yang sangat bersih, tapi juga tidak terasa kotor. Di jalan-jalan yang penuh dengan mobil itu saya tidak melihat ada Mercy mewah, apalagi Ferrari, tapi juga tidak ada bajaj, motor, atau mobil kelas 600 hingga 1.000 cc.

Lebih dari 90 persen mobil yang memenuhi jalan adalah sedan kelas 1.500 hingga 2.000 cc. Saya tidak melihat ada mal-mal yang besar di Teheran. Tapi, saya juga sama sekali tidak melihat ada pedagang kaki lima, apalagi pengemis. Wanitanya juga tidak ada yang sampai pakai burqa, tapi juga tidak ada yang berpakaian merangsang. Orangnya rata-rata juga ramah dan sopan. Baik dalam sikap maupun kata-kata.

Pemerataan pembangunan terasa sekali berhasil diwujudkan di Iran. Semua rumah bisa masak dengan gas yang dialirkan melalui pipa tersentral. Demikian juga, 99 persen rumah di Iran menikmati listrik “untuk tidak menyebutkan 100 persen.

Melihat Iran seperti itu saya jadi teringat makna kata yang ditempatkan di bagian tengah-tengah Alquran: Wal Yatalaththaf! (bersambung)

Dahlan Iskan

CEO PLN

Sumber


CEO Notes (PLN)


semoga menjadi inspirasi pembangunan INDONESIA!

Salam,

Beautiful & Strong
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran

[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
hegasusilo - 31/05/2011 10:27 AM
#7
Tahan Banting dengan Tradisi Keilmuan dan Bazari
Bagaimana Iran ke depan? Mengapa setelah lebih 30 tahun diisolasi dan diembargo Amerika Serikat, Iran tidak kolaps seperti Burma, Korut atau Kuba? Banyak faktor yang melatarbelakanginya. Pertama, saat mulai diisolasi dulu kondisi Iran sudah cukup maju. Kedua, tradisi keilmuan bangsa Iran termasuk yang terbaik di dunia. Ketiga, Iran penghasil minyak dan gas yang sangat besar. Keempat, jumlah penduduk Iran cukup besar untuk bisa mengembangkan ekonomi domestik. Kelima, tradisi dagang masyarakat Iran sudah terkenal dengan golongan bazari-nya.

Tradisi dagang itu tidak mudah dikalahkan. Pedagang selalu bisa berkelit dari kesulitan. Ini berbeda dengan tradisi agraris. Seperti Cina, meski 60 tahun dikungkung oleh komunisme Mao Zedong yang kaku, penduduknya tetap tidak lupa kebiasaan dagang. Demikian juga warga Iran. Ini terbukti sampai sekarang pun. Setelah lebih 20 tahun diisolasi pun sektor jasa masih menyumbang sampai 40 persen GDP negara itu. Penduduk Iran yang 75 juta orang juga menjadi kekuatan ekonomi tersendiri. Apalagi saat mulai diisolasi oleh Amerika tahun 80-an, kondisi Iran sudah tidak tergolong negara miskin. Kelas menengah di Iran sangat dominan. Inilah faktor yang dulu membuat revolusi Islam Iran tahun 1979 berhasil menumbangkan diktator Syah Pahlevi.

Keberhasilan itu disebabkan masyarakat di Iran didominasi kaum bazari. Pedagang kelas menengah. Yakni bukan konglomerat yang ketakutan ditebas penguasa, dan bukan pedagang kecil yang takut kehilangan tempat bergantung. Belum lagi kekayaan alamnya. Iran adalah negara kedua terbesar penghasil minyak dan gas alam. Bukan hanya memiliki cadangan besar, tapi juga mampu melakukan drilling dan pengolahan sendiri. Tidak ada lagi ketergantungan akan teknologi drilling dan pengolahan.

Salah satu sumber gasnya, yang baru saja ditemukan, akan membuat negara itu kian berkibar. Di lepas pantainya, di Teluk Parsi, ditemukan ladang gas terbesar di dunia. Ladang itu setengahnya berada di wilayah Qatar dan setengahnya lagi di wilayah Iran. Tahun 1999 lalu Qatar sudah berhasil menyedot gas bawah laut itu dari wilayah Qatar. Kalau Iran tidak menyedotnya dari wilayah Iran tentu semua gas itu akan disedot Qatar. Karena itu Iran juga bergegas menyedotnya dari sisi timur. Tahun 2003 lalu Iran sudah berhasil menyedot gas itu dan akan terus meningkatkan sedotannya. ‘’Tiga tahun lagi kemampuan Iran menyedot gas itu sudah sama dengan Qatar,’’ ujar CEO perusahaan gas di sana.

Untuk menggambarkan seberapa besar potensi gas itu baiknya dikutip kata-kata CEO yang saya temui di atas. ‘’Seluruh gas Iran di situ harganya 12 triliun dolar Amerika,’’ katanya. Ini sama dengan 12 kali seluruh kekuatan ekonomi Indonesia yang 1 triliun dolar Amerika saat ini. ‘’Kalau gas itu diambil dalam skala seperti sekarang baru akan habis dalam 200 tahun,’’ tambahnya.

Gas itu letaknya memang 3.000 meter di bawah laut, namun dalamnya laut sendiri hanya 50 meter. Secara teknis ini jauh lebih mudah pengambilan gasnya daripada misalnya gas bawah laut Indonesia di Masela, di laut Maluku Tenggara. Memang masih ada kendala ekonomi yang mendasar. Defisit anggaran masih menghantui, subsidi masih besar, laju inflasi masih tinggi dan akses perdagangannya masih terjepit oleh sanksi Amerika. Inflasi yang tinggi itu akibat naiknya harga bahan makanan, gas dan BBM. Bahkan akibat inflasi itu Iran harus mencetak mata uang dengan pecahan lebih besar dari rupiah. Kalau pecahan rupiah paling besar Rp100 ribu, real Iran terbesar adalah 500 ribu real (1 real hampir sama dengan Rp1). Bahkan ada juga real lembaran 1 juta, meski penggunaannya hanya di lingkungan terbatas.

Seperti Indonesia, Iran juga merencanakan menghapus empat nol di belakang real yang terlalu panjang itu. Hanya saja, penghapusan nol tersebut baru akan dilakukan setelah inflasinya stabil kelak. Itulah sebabnya Pemerintah Iran kini mati-matian memperbaiki fondasi ekonominya. Tahun lalu parlemen Iran sudah menyetujui dilaksanakannya reformasi ekonomi. Sebuah reformasi yang sangat penting dan mendasar. Inti dari reformasi itu adalah menjadikan ekonomi Iran sebagai ‘’ekonomi pasar’’. Artinya harga-harga harus ditentukan oleh pasar. Tidak boleh lagi ada subsidi. Reformasi ekonomi itu ditargetkan harus berhasil dalam lima tahun ke depan.

Begitu pentingnya reformasi untuk meletakkan dasar-dasar ekonomi Iran itu, sampai-sampai Presiden Ahmadinejad berani mengambil resiko dihujat dan dibenci rakyatnya dua tahun terakhir ini. Subsidi pun dia hapus. Harga-harga merangkak naik. Ahmadinejad tidak takut tidak popular karena ini memang sudah masa jabatannya yang kedua, yang tidak mungkin bisa maju lagi jadi presiden.

Bahwa kini Iran memilih jalan ekonomi pasar sungguh mengejutkan. Alasannya pun sangat ekonomi: untuk meningkatkan produktivitas nasional dan keadilan sosial. Subsidi (subsidi BBM tahun lalu mencapai 84 juta dolar Amerika), menurut pemerintah, lebih banyak jatuh kepada orang kaya. Karena itu daripada anggaran dialokasikan untuk subsidi lebih baik langsung diarahkan untuk golongan yang berhak.

Pemikiran reformasi ekonomi seperti itulah yang tidak ada di negara-negara lain yang diisolasi Amerika Serikat. Inilah juga faktor yang membuat Iran tidak akan tertinggal seperti Burma, Kuba atau Libya. Dengan bendera sebagai Negara Islam pun Iran tetap menjunjung tinggi ilmu ekonomi yang benar. Tradisi keilmuan di Iran, termasuk ilmu ekonomi, memang sudah tinggi sejak zaman awal peradaban. Inilah salah satu bangsa tertua di dunia dengan peradaban Arya yang tinggi.

Dalam situasi terjepit sekarang pun, tradisi keilmuan itu tetap menonjol. Iran kini tercatat sebagai satu di antara 15 negara yang mampu mengembangkan nanoteknologi. Iran juga termasuk 10 negara yang mampu membuat dan meluncurkan sendiri roket luar angkasa.

Di bidang rekayasa kesehatan, Iran juga menonjol: teknologi stemcell, kloning, dan jantung buatan sudah sangat dikenal di dunia. Bahkan untuk stemcell Iran masuk 10 besar dunia. Maka tidak heran kalau Iran juga tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi perminyakan, pembangkit listrik, dan otomotif. Jangankan jenis teknologi itu, nuklir pun Iran sudah bisa membuat, lengkap dengan kemampuannya memproduksi uranium hexaflourade yang selama ini hanya dimiliki oleh enam negara.

AS kelihatannya berhasil membuat Burma, Korut, Kuba dan Libya menderita dengan embargonya. Tapi tidak untuk Iran. Ke depan posisi Iran justru kian baik, antara lain karena dibantu oleh Amerika Serikat sendiri. Sudah lama Iran ingin menumbangkan Saddam Husein di Irak, namun selalu gagal. Perang Iran-Irak yang sampai delapan tahun pun tidak berhasil mengalahkan Saddam Husein. Iran tidak menyangka bahwa Saddam dengan mudah ditumbangkan oleh Amerika. Dengan tumbangnya Saddam Husein maka Irak kini dikuasai oleh para pemimpin yang hati mereka memihak Iran. Banyak pemimpin Irak saat ini adalah mereka yang di masa Saddam dulu terusir ke luar negeri, dan mereka bersembunyi di Iran. Bahkan saat terjadi perang Iran-Irak dulu, mereka ikut angkat senjata bersama tentara Iran menyerbu Irak.

Demokrasi yang diperjuangkan AS di Irak telah membuat golongan mayoritas berkuasa di Irak. Padahal mayoritas rakyat Irak adalah Islam Syi’ah. Golongan Sunni hanya 40 persen, itu pun tidak utuh. Yang separo adalah keturunan Arab sedang separo lagi keturunan Kurdi. Ada kecenderungan keturunan Kurdi memilih berkoalisi dengan Syi’ah. Padahal yang golongan Arab itu pun masih juga terpecah-pecah ke dalam berbagai kabilah. Saddam Husein, misalnya, datang dari suku Tikrit yang jumlahnya hanya sekitar 10 persen dari penduduk Irak.

Sumber:

CEO Notes (PLN)


semoga menjadi inspirasi pembangunan INDONESIA!

Salam,

Pesona Tehran (ibu Kota Iran)

[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran

[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
Staminamina - 06/06/2011 08:16 PM
#8

wow
btw ts nya tnggal di kota mana neh
iseng nanya doank
hegasusilo - 06/06/2011 08:23 PM
#9
mohon maaf gan, ane salah kamar...
Quote:
Original Posted By Staminamina
wow
btw ts nya tnggal di kota mana neh
iseng nanya doank


mo pos di lounge eh, malah ke komunitas Iran.. malu
mohon maaf, masih amatiran gan

ane di Jakarta, tp lg iseng belajar kebijakan ekonomi Iran.
Luar biasa gan, Iran benar-benar negara merdeka, gak kayak negeri kita.
Indonesia harus bisa seperti Iran.
ilovekaskus iloveindonesia
liquify - 13/06/2011 09:02 PM
#10

gan, di iran aman gak? standar gajinya gimana? pengen ke iran euy, katanya wanitanya cantik2... :P
noer82 - 25/06/2011 05:44 PM
#11

gan mau tanya...kalo kirim uang dari indonesia ke iran gimana yah...soalnya mau kirim uang kesana tapi gak tau lewat mana yang aman katanya iran kena embargo gak boleh kirim uang dolar...jadi solusinya gimana yah,,, btw kalo penerbangan dari iran ke jeddah pp itu pakai pesawat apa yang murah....dapet info pake etihadeairways 1500usd utk 2 orang ada yang lebih murah lagi gak gan...mohon info yah gann soalnya penting banget neh
ontaarab84 - 27/06/2011 12:14 AM
#12

Quote:
Original Posted By noer82
gan mau tanya...kalo kirim uang dari indonesia ke iran gimana yah...soalnya mau kirim uang kesana tapi gak tau lewat mana yang aman katanya iran kena embargo gak boleh kirim uang dolar...jadi solusinya gimana yah,,, btw kalo penerbangan dari iran ke jeddah pp itu pakai pesawat apa yang murah....dapet info pake etihadeairways 1500usd utk 2 orang ada yang lebih murah lagi gak gan...mohon info yah gann soalnya penting banget neh


susah gan ngirim uang ke iran,harus lewat abu dhabi dulu.kalau ke jeddah atau iran emang ettihad sekarang naik harganya,dulu paling murah ettihad..sekarang emirates kayaknya lebih murah atau qatar airways.coba tanya juga garuda kalau ke jeddah.kalau ke iran ada tanggal2 tertentu yg murah banget naik mahan air atau iran air,tapi transitnya di thailand atau malaysia.
ontaarab84 - 27/06/2011 12:16 AM
#13

Quote:
Original Posted By noer82
gan mau tanya...kalo kirim uang dari indonesia ke iran gimana yah...soalnya mau kirim uang kesana tapi gak tau lewat mana yang aman katanya iran kena embargo gak boleh kirim uang dolar...jadi solusinya gimana yah,,, btw kalo penerbangan dari iran ke jeddah pp itu pakai pesawat apa yang murah....dapet info pake etihadeairways 1500usd utk 2 orang ada yang lebih murah lagi gak gan...mohon info yah gann soalnya penting banget neh


cek pm juga gan
ontaarab84 - 28/06/2011 11:06 PM
#14
32 Tahun Kemajuan Iran dan Kebanggaan Sebagai Muslim
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran

Menceritakan apapun tentang Iran, cenderung dicurigai membawa misi tertentu. Namun saya merasa terpanggil untuk menceritakannya, terutama karena banyaknya hal yang bisa menjadi pelajaran bagi bangsa kita. Iran, sebuah negeri fenomenal yang mendapat simpatik, pujian, pembelaan dan hujatan sekaligus. Negeri yang lewat CNN, Amerika menyebutnya sebagai bangsa yang keras kepala, yang oleh sebagian kaum muslimin menjadikan Iran sebagai kebanggaan baru, kiblat alternatif pergerakan dan perlawanan terhadap hegemoni Amerika namun sebagaiannya lagi tetap juga memasang wajah permusuhan dan kecurigaan. Iran dengan mazhab Syiah mayoritas rakyatnya, tetap dinilai sebagai musuh dan diluar Islam. Apapun yang berasal darinya dicurigai sebagai kedok semata untuk memberangus dan menghancurkan Islam dari dalam. Apapun yang berasal darinya, fiqh, hadits, tradisi, teologi, filsafat bahkan penemuan-penemuan mutakhirnya diisolasikan dan dipinggirkan dari dunia Islam. Syiah sering mendapat tuduhan dan fitnah sebagai agama tersendiri dan bukan bagian dari Islam. Namun, bagai pepatah, anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu, Iran dengan masyarakatnya yang mayoritas Syiah menjawab segala tuduhan-tuduhan dan berbagai tudingan miring dengan kerja-kerja positif yang nyata. Iran menjadi negara terdepan dan yang paling aktif memberikan pembelaan atas penindasan yang masih juga dirasakan rakyat Palestina. Tidak sekedar melalui diplomasi politik, Pemerintah Iran juga memberikan bantuan secara nyata dengan mengucurkan 250 juta dolar tunai buat rakyat Palestina. Iran menjadikan Palestina tidak ubahnya salah satu provinsi yang menjadi bagian negaranya,dengan menanggung gaji pegawai di tiga departemen, yaitu departemen urusan sosial, departemen tenaga kerja dan departemen kebudayaan. Menanggung hidup 1.000 pengangguran senilai 100 dolar setiap bulannya. Membiayai total pembangunan gedung kebudayaan, perpustakaan serta renovasi 1.000 rumah yang hancur dengan total biaya 20 juta dolar. Belum lagi bantuan lainnya yang diberikan tanpa persyaratan apapun.

Dengan keberhasilan meluncurkan roket pembawa satelit "Safir Omid" dan sebuah maket satelit percobaan di orbit bumi, Iran menjadi negara regional pertama yang mandiri tanpa bantuan asing, baik dalam membuat satelit maupun dalam meluncurkan dan mengontrolnya. Semakin diserang dengan propaganda negatif dari berbagai arah, ulama-ulama, ilmuan-ilmuan, olahragawan, sampai seniman mereka seakan berlomba-lomba untuk menunjukkan prestasi dan menampakkan kecemerlangan Islam. Lihat saja apa yang dilakukan ilmuan mereka, hampir dalam hitungan hari, ada yang mematenkan penemuan-penemuan baru mereka. Perkembangan sains di Iran dapat dilihat dari perkembangan publikasi ilmiah yang mereka hasilkan. Dalam penelitian 'string teory', kimia dan matematika, Iran merupakan nomor 15 di dunia, bersaing ketat dengan Amerika Serikat dan negara-negara eropa. Fenomena perkembangan sains di Iran yang sangat mencengangkan dan menakjubkan negara-negara eropa, secara menarik diulas Prof. Farhad Khosrokhavar, profesor sosiologi di E'cole des Hauts E'tudes en Sciences Sociales (EHESS), di Paris dalam artikelnya yang dimuat dalam Critique: Critical Middle Eastern Studies, (Summer 2004), 13(2), 209-224. Begitu juga dalam artikel D. A. King yang dipublikasikan di Nature, edisi 15 Juli 2004 yang berjudul 'The scientific impact of nations' yang analisisnya menyatakan bahwa Iran merupakan satu-satunya negara Islam yang termasuk ke dalam negara memiliki 'The scientific impact of nations' tertinggi di dunia. Daftar 100 orang jenius dunia yang masih hidup yang dikeluarkan oleh firma konsultan global Creators Synectics, Ali Javan pakar teknik (penemu gas laser) dan Pardis Sabeti ahli biologi anthropologi yang keduanya berkebangsaan Iran termasuk di antaranya.

Kaum perempuan Iran tidak ketinggalan dari saintis yang umumnya laki-laki. Dalam Festival Internasional Para Penemu Perempuan yang pertama kali digelar di Korea Selatan tahun 2008, Republik Islam Iran ikut bersaing dalam ajang kompetisi tersebut dan berhasil menggondol 12 medali emas, lima perak dan enam perunggu. Maryam Islami dari Iran menyandang gelar sebagai penemu perempuan terbaik tahun 2008. Beberapa saat sebelumnya beliau juga mendapat penghargaan penemu perempuan terbaik dari Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) dalam Festival Penemuan dan Teknologi di Jenewa, tahun 2008, padahal saat itu Maryam Islami masih mahasiswa tingkat lima fakultas kedokteran. Lebih dari itu, kita juga mengenal Shirin Ebadi muslimah pertama peraih Nobel juga berasal dari Iran.

Pada bidang seni kaligrafi, kaligrafer Iran Roin Abar Khanzadeh berhasil membuat Al-Qur'an terkecil yang memecahkan rekor dunia. Al-Qur'an terkecil ini dibuat 94 kali lebih kecil dari Al-Qur'an terkecil sebelumnya. Yang menarik Al Quran terkecil ini ditulis dengan mata telanjang oleh penulisnya dan bila dijejer hanya menempati ukuran kertas A3. Al Quran yang berukuran 5 X 7 cm ini dibungkus dengan kulit yang dilapisi oleh emas 24 karat dan di bagian akhir ditulis doa Khataman Al Quran dan beberapa doa lain dengan pinggiran dari perak. Saat ini sudah ada 600 pusat lembaga kegiatan berbasis Al Quran di seantero kota Iran yang sedang aktif dan tiga tahun kedepan ditargetkan ada seribu perpustakan dan Bank CD Qurani di pusat-pusat kegiatan AlQur'an di Iran. Telah berkali-kali Iran menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pameran Al-Qur'an Internasional. Dengan tingkat apresiasi yang tinggi terhadap Al-Qur'an wajar jika Iran menghasilkan banyak Mufassir terkemuka dalam dunia Islam, diantaranya Allamah Mohammad Husain Thabatabai, penulis tafsir Al Mizan.

Dalam dunia perbukuan dan penerbitan, dibanding negara-negara Islam lainnya, Republik Islam Iran bisa ditetapkan sebagai yang terdepan. Pameran Buku Internasional Teheran merupakan program pemerintah Iran setiap tahunnya yang mendapat posisi istimewa dalam kalender para penerbit internasional. Berdasarkan data yang dirilis, Pameran Buku Internasional Tehran adalah pameran buku terbesar dunia Islam dan menjadi fenomena budaya terbesar negara-negara di Timur Tengah. Seluruh buku yang diterbitkan di Iran dari tahun 2008 sampai 2009 lalu berjumlah 55.171 judul dengan jumlah total cetakan sebanyak 218 juta eksemplar, jauh melebihi jumlah penduduk Iran yang hanya berkisar 75 juta jiwa. Hasil-hasil karya dan apresiasi mereka menunjukkan minat mereka yang demikian tinggi terhadap ilmu pengetahuan, wajar jika kemudian Iran termasuk dalam deretan negara-negara maju. Inilah yang membuat Amerika gentar dan khawatir, lewat propaganda-propaganda negatif, melalui tekanan dan embargo ekonomi, mereka berusaha menghambat pertumbuhan dan kemajuan Iran. Sayang, hanya karena beda mazhab, di antara propaganda miring itu, juga disebar dan gencar dilakukan oleh sebagian kaum muslimin sendiri. Telah lebih 3 tahun keberadaanku di Iran, dan semakin hari saya semakin bangga menjadi muslim. Dirgahayu Republik Islam Iran yang ke 32.
gagaktua - 09/07/2011 02:39 PM
#15

keren gan!

share terus perkembangan iran

btw universitas top di iran apa gan? jurusannya apa saja?
ontaarab84 - 01/08/2011 02:33 AM
#16

Mahasiswa2 Indonesia Iran
foto2....SALAM DARI IRAN

ini foto waktu Indonesia U23 uji coba ke Iran
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran

[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran

[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran

foto team futsal ane kemaren lomba 17an
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran

ane juara pingpong gan
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran

musim salju beberapa bulan yg lalu,kaos kaki ampe 3lapis
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran

seminar khusus technologi islam gan
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran

sarapan ala kadarnya
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran

nih temen ane kalau ujian belajar lembur
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran

demonstrasi alquds,jum'at akhir ramadhan tahun kemaren...FREE PALESTINE
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran

jalan2 dan ziarah ke irak ame geng ane
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran

rapat milih ketua himpunan pelajar indonesia
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran


Mahasiswa akhwat galak-galak
[IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
se1sh1r0 - 20/08/2011 03:58 PM
#17

gan, mau tanya dong.. besok rencana september awal ane pingin ke iran nih, kira2 airlines yg murah apa ya? setau ane baru air as*a yg sekitar 800 dari KL, & emirat*s yg 1000an dari jkt. mohon info nya suhu...


oh ya, terus kalo jenis2 visa kalo mau ke iran apa aja yah? rencana ane disana cuma 10 hari nih gan.. mohon bimbingannya D


*btw ada yg kenal mas gama mahasiswa tehran ga? kalo ada salam gitu yak.. hehe D
ontaarab84 - 22/08/2011 08:58 PM
#18

Quote:
Original Posted By se1sh1r0
gan, mau tanya dong.. besok rencana september awal ane pingin ke iran nih, kira2 airlines yg murah apa ya? setau ane baru air as*a yg sekitar 800 dari KL, & emirat*s yg 1000an dari jkt. mohon info nya suhu...


oh ya, terus kalo jenis2 visa kalo mau ke iran apa aja yah? rencana ane disana cuma 10 hari nih gan.. mohon bimbingannya D


*btw ada yg kenal mas gama mahasiswa tehran ga? kalo ada salam gitu yak.. hehe D


Salam gan.kalau ke iran mending naek qatar atau etihad itu langsung gan dr jakarta transit abu dhabi lalu tehran.kalao qatar transit doha.kalau mau yg murah udah kelewat gan bulannya. Untk visa kalo cm 10hr kyknya ada on rival kalo g ada pk aja visa ziarah.urusnya gampang.btw mau ziarah atau apa? Gama kenal,beliau adik angkatan ana. Kebetulan ana lg liburan di indo. Kalau ke iran bth uang rial ane ada 800ribu rial D bisa dituker 800rb rupiah. Hehehe.
Oh ya iran septmbr msh musim panas jadi siap2 merasakan panas membara.kalo ke iran jngn lupa ke qom,masyhad,esfahan,hamedan. [IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
se1sh1r0 - 23/08/2011 12:43 AM
#19

Quote:
Original Posted By ontaarab84
Salam gan.kalau ke iran mending naek qatar atau etihad itu langsung gan dr jakarta transit abu dhabi lalu tehran.kalao qatar transit doha.kalau mau yg murah udah kelewat gan bulannya. Untk visa kalo cm 10hr kyknya ada on rival kalo g ada pk aja visa ziarah.urusnya gampang.btw mau ziarah atau apa? Gama kenal,beliau adik angkatan ana. Kebetulan ana lg liburan di indo. Kalau ke iran bth uang rial ane ada 800ribu rial D bisa dituker 800rb rupiah. Hehehe.
Oh ya iran septmbr msh musim panas jadi siap2 merasakan panas membara.kalo ke iran jngn lupa ke qom,masyhad,esfahan,hamedan. [IRAN] Komunitas Kaskuser Iran


yah gan ane dah keburu pesen emirates ni, 1024 dolar yg paling murah.. bayar pake western union. tapi parahnya ane kudu transit di dubai hampir 24 jam ga tau harus ngapain hammer:

Iya ni gan kayaknya ane pake visa on arrival aja. Ini ada acara workshop gan, diundang sama pemerintah Iran, kebetulan juga diajak sama temen2 HMI ni..

wadaw panasnya kayak apa ye gan hammer:
insyaAllah kalo ada waktu ane juga pingin tu gan ziarah.. mau ke tempat Imam e Hastoom, cita2 ane dari dulu malus:

boleh tu gan rial? ente ada kontak yg bisa dihubungi ga? ane mo tanya2 juga hehe.. thanks anyway.
ontaarab84 - 23/08/2011 08:46 PM
#20

Quote:
Original Posted By se1sh1r0


yah gan ane dah keburu pesen emirates ni, 1024 dolar yg paling murah.. bayar pake western union. tapi parahnya ane kudu transit di dubai hampir 24 jam ga tau harus ngapain hammer:

Iya ni gan kayaknya ane pake visa on arrival aja. Ini ada acara workshop gan, diundang sama pemerintah Iran, kebetulan juga diajak sama temen2 HMI ni..

wadaw panasnya kayak apa ye gan hammer:
insyaAllah kalo ada waktu ane juga pingin tu gan ziarah.. mau ke tempat Imam e Hastoom, cita2 ane dari dulu malus:

boleh tu gan rial? ente ada kontak yg bisa dihubungi ga? ane mo tanya2 juga hehe.. thanks anyway.


Yah lama bngt transitnya.tp kyknya dapet hotel tuh. Nmr kontak ane udah pmin gan.cek pm. [IRAN] Komunitas Kaskuser Iran
Page 1 of 3 |  1 2 3 > 
Home > Kaskuser Regional > OTHER REGIONAL > Timur Tengah > [IRAN] Komunitas Kaskuser Iran