YOUNG ON TOP KASKUS COMMUNITY (YOTKC)
Home > CASCISCUS > YOUNG ON TOP KASKUS COMMUNITY (YOTKC) > Kenapa Manusia Biasa Tak Seperti Pinokio?
Total Views: 1408 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 3 |  1 2 3 > 

rhiela - 01/06/2011 11:55 AM
#1
Kenapa Manusia Biasa Tak Seperti Pinokio?
Quote:

Quote:
» WELCOME TO MY THREAD «

Berikan komentar yang berkualitas untuk thread ini

Spoiler for Pembukaan
Kembali ane memohon maaf jika ada diantara kaskuser sekalian yang pernah membaca artikel ini. Sekali lagi ane hanya ingin berbagi bacaan bermanfaat untuk motivasi kepada para kaskuser, agar lebih bersyukur dalam menjalani kehidupan


Quote:
Kenapa Manusia Biasa Tak Seperti Pinokio?

Quote:
Andaikan manusia seperti pinokio, mungkin tidak akan ada kebohongan di dunia ini.

[QUOTE]Yups, andaikan saja hidung manusia daging seperti kita ini sama seperti hidung manusia kayu, pinokio yang pasti orang-orang akan akan selalu tertuntut untuk jujur. Sebab jika sang pinokio berbohong, hidungnya kan memanjang. Maka nanti semua orang akan berkata jujur, karena takut hidungnya memanjang.

Semakin berhohong semakin panjang saja, macam tongkat kayu. Itulah Pinokio si boneka kayu yang dibuat oleh seorang pandai kayu bernama Geppetto. Pinokio tidak bisa menyembunyikan kebohongannya kepada siapa pun.

Berbeda dengan manusia kayu, manusia daging semakin pandai berbohong, bukan hanya sulit diamati kebohongannya, eh malah semakin pandai menyembunyikan kebohongannya. Kontras sekali antara manusia kayu dan manusia daging.


Pertanyaannya, kenapa Tuhan tidak menciptakan manusia daging seperti kita ini dengan hidung layaknya pinokio si manusia kayu, agar setiap orang dapat jujur dengan apa dia ucapkan???

Spoiler for Jawaban TS
Kalau jawaban ane :

Jika seorang manusia daging seperti kita ini berhidung layaknya pinokio si manusia kayu, maka kita akan jujur dengan terpaksa, hanya karena tidak ingin hidung kita ini memanjang, bukan karena dasarnya kita jujur.
Tetapi, di sisi lain setidaknya kita akan terbisa untuk berkata jujur karena beberapa kebiasaan ada yang berawal dari keterpaksaan

Namun kita harus bersyukur kondisi hidung kita yang tidak seperti pinokio itu, karena itu artinya Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk menyadari kesalahan kita sendiri sebelum disadarkan oleh orang lain.
[/QUOTE]

Quote:
Quote:
SEMOGA BERMANFAAT

TS Berterimakasih jika :
Diberi cendolbig, dan bantuan sup2: Dan juga :rate5
kaskuser yang baik adalah kaskuser yang selalu meninggalkan komentar pada setiap trit yang dilihatnya

Quote:
Thread ini didukung oleh :
Kenapa Manusia Biasa Tak Seperti Pinokio?Kenapa Manusia Biasa Tak Seperti Pinokio?

rhiela - 01/06/2011 11:58 AM
#2

Reserved dulu Buat update-update







—Rhiela™
olickz - 01/06/2011 11:59 AM
#3

Iya sih kita harus bersyukur dengan keadaan kita yang seperti ini.
sayangkaskus - 01/06/2011 12:32 PM
#4

Tuhan tidak menciptakan manusia seperti robot(yang bisa di setting / di program), tetapi manusia di berikan kehendak bebas(free will) untuk memilih yg baik / jahat
SenAtDorm - 01/06/2011 12:42 PM
#5

Quote:
Original Posted By sayangkaskus
Tuhan tidak menciptakan manusia seperti robot(yang bisa di setting / di program), tetapi manusia di berikan kehendak bebas(free will) untuk memilih yg baik / jahat


gagal pertamax nih yeiy.. p
tuh ada yg HT dr IYEC,edit ama lapak ente ngakak


nice share sist..
emg udah takdirnya begitu ;)
extrasolar - 01/06/2011 02:29 PM
#6

Tuhan maha adil Gan, manusia di ciptain dengan berbagai macam kelebihan dan kekurangan, tp Tuhan tidak memfonis manusia begitu saja seperti pinokio yang hidungnya memenjang saat dia bohong hanya saja Tuhan memeberikan janji yang luar biasa nikmatnya jika manusia bisa dengan iklas berbuat amalan seperti yang Tuhan anjurkan..
Shizofrenia - 01/06/2011 03:43 PM
#7

bener gan. . . andaikan manusia kyak pinokio yang hidung memanjang jika melakukan kebohongan.. pasti jarang2 orang yang ingin berbohong... :cystg
tzeirp - 01/06/2011 05:05 PM
#8

kalo misal Paman Gepeto dan Pinokio diumpamakan seperti anak kecil dgn orang tuanya, berarti kita akan selamanya menjadi bayi yang tidak berpikir sndiri dan tidak bisa menentukan apa yg baik buat hidup kita.
knapa? karena anak kecil hanya takut sama orang tua.
"jangan ambil kuenya, nanti dijewer sama mama." "jangan buang bekal makanannya, kalo ketauan besok ga boleh jajan" dst dsb dll.
Jadi saat kita masih kecil, kita nurut aja sama ortu karena hanya takut 'dimarahin'. Sampe kapan kita hanya mau jadi anak kecil? Kapan kita jadi dewasa donk?

Justru Tuhan ciptain kita sangat istimewa, tiada duanya dibandingkan Pinokio. Dia kasih kita akal budi dan menentukan mana yg baik dan jahat, mana yg benar dan salah. Sedangkan boneka kayu ya hanyalah sebuah boneka buatan manusia, dia ga bertumbuh dewasa selamanya tetaplah seperti itu. Hebatnya Tuhan, udah ciptain manusia, dia kasih free will alias kebebasan buat kita.

Nah, skrg tinggal proses kedewasaan manusia itu sendiri, kalau dia menyadari siapa yang ciptain dia, dia ga akan sembarangan menggunakan akal budinya utk berbuat jahat (berbohong dll). Karena pastinya dia tau cara bagaimana berterimakasih buat Sang Pencipta.

D
chekopunkdevil - 01/06/2011 06:26 PM
#9

karena tidak selamanya berbohong itu salah / dosa..
makanya tuhan tidak memberikan hidung manusia seperti kayu
tzeirp - 01/06/2011 06:33 PM
#10

Quote:
Original Posted By chekopunkdevil
karena tidak selamanya berbohong itu salah / dosa..
makanya tuhan tidak memberikan hidung manusia seperti kayu


bohong itu dosa gan. no compromise o

yang menciptakan white lie (bohong putih/ bohong demi kebaikan) atau bohong kecil bohong besar itu hanya manusia itu sendiri, agar dia bisa menyesuaikan dirinya dgn keadaan yg dia hadapi. padahal apa yang baik buat manusia belum tentu baik di mata Tuhan.
D
Apeglie - 01/06/2011 08:33 PM
#11

makanya kejujuran itu sangat mahal harganya....
rhiela - 02/06/2011 11:23 AM
#12

Quote:
Original Posted By tzeirp
kalo misal Paman Gepeto dan Pinokio diumpamakan seperti anak kecil dgn orang tuanya, berarti kita akan selamanya menjadi bayi yang tidak berpikir sndiri dan tidak bisa menentukan apa yg baik buat hidup kita.
knapa? karena anak kecil hanya takut sama orang tua.
"jangan ambil kuenya, nanti dijewer sama mama." "jangan buang bekal makanannya, kalo ketauan besok ga boleh jajan" dst dsb dll.
Jadi saat kita masih kecil, kita nurut aja sama ortu karena hanya takut 'dimarahin'. Sampe kapan kita hanya mau jadi anak kecil? Kapan kita jadi dewasa donk?

Justru Tuhan ciptain kita sangat istimewa, tiada duanya dibandingkan Pinokio. Dia kasih kita akal budi dan menentukan mana yg baik dan jahat, mana yg benar dan salah. Sedangkan boneka kayu ya hanyalah sebuah boneka buatan manusia, dia ga bertumbuh dewasa selamanya tetaplah seperti itu. Hebatnya Tuhan, udah ciptain manusia, dia kasih free will alias kebebasan buat kita.

Nah, skrg tinggal proses kedewasaan manusia itu sendiri, kalau dia menyadari siapa yang ciptain dia, dia ga akan sembarangan menggunakan akal budinya utk berbuat jahat (berbohong dll). Karena pastinya dia tau cara bagaimana berterimakasih buat Sang Pencipta.

D


Nice gan... \)
Itulah yang seharusnya semua manusia lakukan, "tahu bagaimana cara untuk berterimaksih kepada Penciptanya \)"
summersuicide - 02/06/2011 02:02 PM
#13

tuhan pasti punya alasan yang terbaik kenapa kita merupakan daging bukan kayu seperti pinokio
macan.mungil - 02/06/2011 02:18 PM
#14

nice, ane selalu berusaha jujur apapun resikonya dan apapun kondisinya...
craftyboy - 05/06/2011 11:15 AM
#15

bener banget....
kita harus mensyukuri keadaan kita sekarang
primula - 05/06/2011 12:19 PM
#16

pinokio identik dengan kebiasaan bohongnya, begitu karakter yg bisa ditangkap dari sosok karakter pinokio.

mengapa mesti diangkat kisah fiksi pinokio? mungkin sebagai realitas yg diangkat dari untuk dijadikan bahan renungan o

sekali berbohong, maka akan berusaha menutupi kebohongan yg pertama dengan kebohongan kedua, begitu selanjutnya. kita bisa saksikan, kenyataan bahwa pembohong akan cenderung melakukan kebohongan2 sepanjang hidupnya hingga tampak tanpa sekerat daging pun melekat dari wajahnya. wajah kayu begitulah hammer:
ShiamiRamadhana - 05/06/2011 12:24 PM
#17

iya gan, kalo kaya pinokio jadi gak ganteng lagi gan kita jadi manusia
primula - 05/06/2011 12:34 PM
#18

Quote:
Original Posted By macan.mungil
nice, ane selalu berusaha jujur apapun resikonya dan apapun kondisinya...


bokap ane pernah bicara ma ane tentang MODAL BISNIS:
1. ILMU, biar mudah menjalaninya. tp klo g punya ilmu, masih banyak mo ngajarin.

2. DANA, sebagai nilai untuk mendatangkan barang untuk dijual. semisal klo g punya dana, mungkin masih banyak yg mo minjemin.

3. JUJUR, agar orang percaya, maka perlu kejujuran, reputasnya baik. klo seandainya g punya kejujuran, semua pada kabur g ada yg mo ngebantu D
SenAtDorm - 05/06/2011 12:42 PM
#19

Quote:
Original Posted By primula
bokap ane pernah bicara ma ane tentang MODAL BISNIS:
1. ILMU, biar mudah menjalaninya. tp klo g punya ilmu, masih banyak mo ngajarin.

2. DANA, sebagai nilai untuk mendatangkan barang untuk dijual. semisal klo g punya dana, mungkin masih banyak yg mo minjemin.

3. JUJUR, agar orang percaya, maka perlu kejujuran, reputasnya baik. klo seandainya g punya kejujuran, semua pada kabur g ada yg mo ngebantu D


luar biasa agan prim ini o
rhiela - 05/06/2011 12:48 PM
#20

Terimakasih agan Primula yang sudah berkenan mampir di lapak ane \)

Quote:
Original Posted By primula
pinokio identik dengan kebiasaan bohongnya, begitu karakter yg bisa ditangkap dari sosok karakter pinokio.

mengapa mesti diangkat kisah fiksi pinokio? mungkin sebagai realitas yg diangkat dari untuk dijadikan bahan renungan o

sekali berbohong, maka akan berusaha menutupi kebohongan yg pertama dengan kebohongan kedua, begitu selanjutnya. kita bisa saksikan, kenyataan bahwa pembohong akan cenderung melakukan kebohongan2 sepanjang hidupnya hingga tampak tanpa sekerat daging pun melekat dari wajahnya. wajah kayu begitulah hammer:


Bener gan, cerita ini dimaksudkan untuk menjadi perenungan untuk setiap manusia.

Quote:
Original Posted By primula
bokap ane pernah bicara ma ane tentang MODAL BISNIS:
1. ILMU, biar mudah menjalaninya. tp klo g punya ilmu, masih banyak mo ngajarin.

2. DANA, sebagai nilai untuk mendatangkan barang untuk dijual. semisal klo g punya dana, mungkin masih banyak yg mo minjemin.

3. JUJUR, agar orang percaya, maka perlu kejujuran, reputasnya baik. klo seandainya g punya kejujuran, semua pada kabur g ada yg mo ngebantu D


Iyalah pasti karena modal dalam kehidupan yah kejujuran
Page 1 of 3 |  1 2 3 > 
Home > CASCISCUS > YOUNG ON TOP KASKUS COMMUNITY (YOTKC) > Kenapa Manusia Biasa Tak Seperti Pinokio?