Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > ## [Budaya]:"Rumpun B A T A K"##
Total Views: 59958 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 63 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

suhu_omtatok - 02/06/2008 02:42 AM
#1
## [Budaya]:"Rumpun B A T A K"##
Di Provinsi Sumatera Utara ada beberapa etnis asli, yaitu Melayu, Batak Toba, Mandailing, Simalungun, Karo, Pakpak-Dairi, Melayu Pesisir Barat, Siladang dan Nias.

Batak adalah rumpun bangsa yang sering disebut untuk menamakan Batak Toba, Mandailing-Angkola, Simalungun, Karo ataupun Pakpak-Dairi. Walau sebenarnya Cuma orang Batak Toba (termasuk Habinsaran, Silindung, Humbang, Uluan, dan Samosir), saja yang amat berkenan disebut Batak.

Dulu, penulis asing memakai sebutan Batak untuk pemaknaan suku-suku terpencil dipedalaman- pagans; bahkan Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) oleh W.J.S. Poerwadarminta, memberi batasan dengan makna perompak – perampok.
Niccolò de' Conti (1385–1469) dari Itali, ada menyebut kata 'Caníbales Batech', namun sepertinya itu bukan berada di daerah Tanah Batak sekarang, tetapi wilayah yang kini masuk dalam daerah Aceh. Kata 'Batta' ada ditulis Fernão Mendez Pinto (1539), ketika Pinto tiba di Malaka dan mengunjungi Sumatera bagian Utara. Namun kata-kata itu bukan menjelaskan nama sebuah etnis secara terperinci, sehingga kata 'Batak' sebagai sebuah etnis, belum dikenal dewasa itu

Dibanyak referensi yang ditulis oleh penulis dari kalangan Batak Toba, Wilayah Batak Toba (termasuk Habinsaran, Silindung, Humbang, Uluan, dan Samosir) lah sebagai muasal dari Mandailing - Angkola, Simalungun, Karo dan Pakpak-Dairi, serta marga-marga dari suku-suku ini selalu dikait-kaitkan ke Batak Toba; sehingga seolah-olah Batak Toba sebagai induk suku, dan yang lainnya sebagai sub-suku (afiliasi ).

Hal ini tidak bisa diterima dari suku-suku Mandailing-Angkola, Simalungun, Karo ataupun Pakpak-Dairi.
Mandailing – Angkola sangat tidak berkenan disebut Batak. Mereka berkeyakinan mempunyai latarbelakang sejarah dan peradaban serta peradatan yang berbeda dengan Batak Toba. Z Pangaduan Lubis, seorang budayawan dan sejarahwan Mandailing, berupaya membuktikan bahwa mandailing tidak punya keterkaitan suku dengan Batak Toba, beliau mengggali bukti sejarah selama bertahun-tahun. Begitu juga bagi Karo dan Pakpak. Buku fiksi karya WH Hutagalung (1926), cukup berhasil mensejarahkan kisah fiksi tentang Batak sebagai referensi Batak kini.

Dalihan Natolu sebagai filsafat kekerabatan yang dipakai Orang Mandailing (mungkin saduran dari 'Tigo Tungku Sajarangan'-nya Orang Minangkabau), sejak dekade 1950-an menjadi pegangan Batak Toba juga.

Jika Batak Toba dan Mandailing-Angkola menyebut kain adatnya dengan istilah Ulos, Suku Simalungun menyebut kain adatnya dengan sebutan Hiou, Uis bagi Suku Karo dan Oles untuk Pakpak. Kata alu aluan atau Salam Horas juga Cuma dipergunakan untuk Batak Toba, Mandailing-Angkola dan Simalungun. Suku Karo memakai salam Mejuah-juah, Pakpak-dairi dengan Njuah-juah. Suku melayu Pesisir Barat memakai salam Oi Lamat dan Melayu di pesisir timur memakai kata alu-aluan atau salam Ahoi.

Setiap Suku-suku dari rumpun Batak ini mempunyai bahasa dan aksara masing-masing. Uli Kozok, peneliti jerman, membagi dlm rumpun selatan (Angkola-Mandailing & Toba), Rumpun utara (Karo & Pakpak-Dairi) serta Simalungun yang terpisah dari rumpun keduanya. Adelaar, ahli bahasa, menyiratkan bahwa Bahasa Simalungun adalah yang paling tua, dengan mempertimbangkan secara histories bahasa Simalungun merupakan cabang dari rumpun selatan yang berpisah dari Batak Selatan sebelum bahasa Toba dan Angkola-Mandailing terbentuk.*(M Muhar Omtatok)
bayujati² - 02/06/2008 03:12 AM
#2

beer: Lanjut suhu o
suhu_omtatok - 02/06/2008 04:19 AM
#3
Pustaha Mangala Bulan
Pustaha/Kitab Mangala Bulan menerangkan tentang cerminan kekuatan Allah. Kitab ini menceritakan kekuatan manusia dalam menjalani hidup termasuk bumi dan seni bela diri batak dalam menjalani hidup sehari-hari.
Laklak Debata Bulan (Kitab Debata Bulan)
Laklak Debata Bulan adalah cerminan kekuatan Mulajadi Nabolon dan berlambangkan Darah Merah.
Mulajadi Nabolon bersabda kepada Debata Bulan :
“Aku akan membuat namamu Debata Bulan yang bulat di pokoknya yang mekar di ujungnya yang tinggi seperti gunung Sinabung yang besar. Mulanya pengetahuan dan kajian, mulanya orang baik dan mulanya peperangan, punya pisau dua kali tujuh, yang punya jengkol yang dapat dikait, dan pete yang dapat dijangkau tangan, yang punya rantai besi, punya pengetahuan yang benar yang berbaju merah, dan punya kuda merah yang membuka mulut manusia mengetahui yang manis dan yang pahit”. Di dalam kitab ini banyak mengandung ilmu kesaktian, seni beladiri, darah dan cara-cara yang digunakan oleh manusia agar dapat bertahan hidup termasuk kesehatan dan bela diri juga mengenai kekuatan bumi antara lain :
Naga Padohani Aji adalah kekuatan Mulajadi Nabolon untuk memegang pusaran bumi. Kekuatan ini berlambang merah sebab pada dasarnya tanah berwarna merah (tano rara) dan apabila Naga Padohani Aji tidak dihormati maka dia akan mengguncang bumi yang mengakibatkan gempa bumi. Itu sebabnya masyarakat batak masih tetap mengadakan budaya ritual untuk mangala bulan serta Naga Padohani Aji, agar bumi ini tetap utuh, namun pada jaman sekarang para orang batak yang telah lupa akan budayanya sendiri sudah sangat jarang mengadakan pesta ritual ini setelah agama Kristen masuk ke tanah batak.
Mangala Bulan berkata kepada manusia :
" Satukanlah darahmu dengan darahku melalui nafas yang telah kuberikan kepadamu maka segala sesuatunya yang kamu inginkan akan terwujud ".
Menurut isi ayat ini menerangkan bahwa darah manusia ada sembilan macam antara lain : Hitam, Ungu, Merah, Kuning, Putih, Biru, Hijau, Abu-abu dan coklat.
Jika di dalam biologi darah manusia hanya dua macam tetapi menurut Siraja Batak darah manusia ada sembilan macam dan darah tersebut ada pada tubuh manusia.
Letak sembilan macam darah pada tubuh manusia :
Darah Hitam berada pada rambut manusia.
Darah Ungu berada pada ubun-ubun manusia.
Darah Merah berada pada tubuh manusia.
Darah Juning berada pada kuku manusia.
Darah Putih berada pada tubuh manusia.
Darah Biru berada pada empedu manusia.
Darah Hijau berada pada bungkus empedu.
Darah Abu berada pada kulit dalam.
Darah Coklat berada pada kulit manusia.

perputaran waktu siang dan malam. Letak sembilan darah Tuhan pada alam raya :
Darah Tuhan Hitam : berada pada malam hari yang gelap gulita tanda ada bulan dan bintang.
Darah Tuhan Ungu : Sebelum matahari terbit pada pagi hari, maka akan lebih dulu cahaya ungu keluar.
Darah Tuhan Merah : Setelah warna ungu datang maka muncullah matahari dari dalam warna ungu tersebut, ini dapat kita lihat pada jam 4 pagi dan memandang dari atas bukit.
Darah Tuhan Kuning : Apabila matahari telah terbit pada pagi, maka matahari yang keluar warna merah tadi akan berangsur menjadi kuning pada saat memisahkan malam dan siang.
Darah Tuhan Putih ini terlihat setelah siang, dimana akan muncul embun putih pada siang hari.
Darah Tuhan Biru : itu adalah langit. Setelah matahari bersinar terang, maka langit biru akan terang juga.
Darah Tuhan Hijau : Darah Hijau in berada tumbuhan yang ada di muka ini.
Darah Tuhan Abu-abu : berada pada embun warna abu-abu, biasanya ini terlihat pada saat hujan mau turun.
Darah Tuhan Coklat : Darah Coklat ini ada pada tanah.

Demikian letak-letak darah manusia dan darah Tuhan.
Cara Menggunakannya :
Mulajadi Nabolon Tuhan Yang Maha Esa berfirman :
“Wahai engkau manusia apabila engkau dapat menyatukan darah-darahku dengan darahmu, maka segala sesuatu yang kau inginkan akan terkabul. Namun hati-hatilah menggunakannya agar engkau jangan jatuh ke dalam dosa”. Didalam kehidupan orang batak jaman dulu pada prinsipnya hidup manusia menggunakan darah hitam disebut Batara Guru yang melambangkan rahasia dan kebijakan manusia. Didalam darah putih ada Batara Sori yang melambangkan kesucian, kemurnian, kebenaran dan sopan santun manusia. Didalam darah merah ada Batara Bulan yang melambangkan kekuatan. Jati diri pribadi batak ada pada warna yang tiga yaitu : merah, putih, hitam.
Merah : Kekuatan.
Putih : Kebenaran.
Hitam : Kebijakan, rahasia
Itu sebabnya orang batak selalu mengikatkan benang tiga warna pada tangan, kekepala dan ke pakaian sebab tiga warna tersebut adalah perpaduan tiga benua yaitu Benua Atas, Benua Bawah dan Benua Tengah.
Di dalam buku ini saya hanya menuturkan cara menyatukan darah putih Tuhan dengan darah putih manusia, tidak diterangkan cara menyatukan darah Tuhan dengan darah manusia yang delapan , sebab manusia sangat berat untuk menahan amarah dan kehendaknya namun demikian setiap manusia yang dapat menyatukan darah putih Tuhan dan darah putih manusia itu sudah merupakan suatu keajaiban sebab Tuhan berkata : “Apabila engkau dapat menyatukan darah putihmu dengan darah putihku, maka engkau akan berhati mulia dan segala penyakit akan jauh darimu”.
Cara menyatukan darah putih Tuhan dengan darah putih manusia :
Siang hari pada saat matahari cerah, pandang dan tataplah kelangit. Kamu akan melihat embun putih yang sangat bersih, pastikan bahwa embun tersebut berada dalam pikiranmu dan khayalanmu yang mana setiap saat dapat kamu ingat untuk selamanya.
Duduk bersila, kemudian berdoalah menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
Ingatlah embun putih bersih yang kamu pandang pada siang hari itu.
Tariklah nafas dengan membayangkan menarik embun putih masuk ke dalam pernafasan, dan pastikan pada saat menarik nafas engkau juga menarik embun putih ke dalam tubuhmu.
Saluran pernafasan ada dua, satu ke perut dan yang satu ke jantung dan hati. Namun nafas yang kamu hirup bersama embun putih akan kau hirup ke dalam jantung dan hati.
Dalam pemusatan pikiran kamu kadang kala akan kedatangan warna lain dalam pikiranmu. Jangan tarik nafas apabila embun belum bulat bersih warna embun putih di dalam pikiranmu.
Apabila kamu sudah berhasil menarik nafas bersama embun putih kedalam tubuhmu maka tubuhmu akan terasa getaran lembut itu tandanya telah berhasil.
Gunakanlah pernafasan pengaturan darah ini di dalam setiap bernafas, maka segala niat jahat akan hilang dari pikiranmu dan tubuhmu akan jauh dari penyakit dan marabahaya.
Apabila kamu sudah berhasil maka kamu akan dapat membantu orang-orang yang sakit.
Penyatuan darah putih ini tidak sama caranya dengan penyatuan darah yang delapan tadi dan jangan mencoba penyatuan darah putih ini dengan penyatuan darah yang lain sebab lain darah lain cara penyatuannya.
mdz - 02/06/2008 07:28 AM
#4

Makasih banyak Om Tatok, aku sebagai putera sumatera jadi tambah punya wawasan mengenai daerah ku sendiri rose:

Lanjutin yah..aku turut menyimak beer:
kisawung - 02/06/2008 08:30 AM
#5

ayo suhu, bukalah wawasan kami dengan persepsi suhu
kami ingin tahu banget tentang apa dan bagaimana supranatural di tanah Batak

beer:
taxmania - 02/06/2008 09:53 AM
#6

mantaf..
Spinner013 - 06/06/2008 05:55 PM
#7

iya bener.Coba keluarin tu ajian2 versi batak.Setau kami sangat banyak dan dahsyat.
Semoga suhu2 bisa bocoron dikit2..
Ditunggu lo,,.
vhuda - 06/06/2008 06:13 PM
#8

menunggu pemaparan berikutnya
PANGLIMA KECIL - 06/06/2008 06:25 PM
#9

Lanjutan...
freshfanta - 06/06/2008 07:15 PM
#10

HORASSSS

Setau aku ya....itu suku suku yang disebutkan diatas adalah keturunan dari suku batak toba.Mengapa bisa mempunyai budaya dan bahasa yang berbeda adalah karena faktor daerah dan situasi ditempat mereka.Dalam Legenda disebutkan kalo Debata Mula Jadi Na Bolon Mempunyai keturunan yang bakal menjadi suku suku batak didaerah Samosir.Keturunannya itu tidak menetap disatu tempat(Dinyakini bahwa Daerah kediaman Debata Mula Jadi Na Bolon adalah Pusuk Buhit,Pulau Samosir),dikarenakan berbagai hal,mereka pergi merantau disekitaran Danau Toba.Banyak Budaya yang bisa dicari dan dikaitkan suku batak Toba dengan suku suku batak lainnya.

Dan Dijaman Raja Raja ada juga keturunan Raja batak yang merantau ke Daerah Aceh,dimana masyarakat disana percaya dan yakin mereka juga keturunan orang batak(Baca disebuah buku lupa sapa pengarang dan judulna).Soal mereka tidak mau disebut sebagai suku batak,mungkin ada berbagai hal yang membuat mereka tidak mengakuinya.

sekian dolo ya..
MOHON DIKRITIK KALO SALAH

HORASSSSSSS
suhu_omtatok - 09/06/2008 12:06 AM
#11

Dahulu, sebelum rumpun Batak mengenal kertas; Batak sudah mempunyai aksara dan kitab sendiri. Setiap suku-suku di rumpun Batak mempunyai aksara sendiri dan juga buku sendiri.

buku atau kitab-kitab itu disebut PUSTAHA LAKLAK.
kahraorfiash - 09/06/2008 12:32 AM
#12

nyimax ah
kibayusejati - 09/06/2008 01:49 AM
#13

OM....Salam jumpa. saya muter-muter kesana kemari, eh gak taunya nongolnya disini. Gimana kedepannya Wacana yang disampaikan teman-teman pada porum diskusi Dipondok Raden Haryo Damar kemarin...?
suhu_omtatok - 09/06/2008 09:57 PM
#14

berikut adalah PUANG NI SURAT SAPPULUH SIAH (AKSARA BATAK SIMALUNGUN) dan RAJAH-RAJAH dari PUSTAHA LAKLAK

lihat di http://www.spiritualis.org ....Spiritualis > Fokus Spiritualis > Pusaka & Jimat
freshfanta - 10/06/2008 08:46 PM
#15

kalo bisa ya jangan dari simalungun aja kakak
mau donk
suhu_omtatok - 13/06/2008 12:26 AM
#16

Quote:
Original Posted By kibayusejati
OM....Salam jumpa. saya muter-muter kesana kemari, eh gak taunya nongolnya disini. Gimana kedepannya Wacana yang disampaikan teman-teman pada porum diskusi Dipondok Raden Haryo Damar kemarin...?



Rahayu Ki Bayu Sejati,
Salam jumpa jg Ki. Syukurlah muter-muter Ki Bayu Sejati bs berlabuh ke Forum ini, saya jg "Anak Bawang" di forum ini.
Utk forum diskusi di Pondok Raden Haryo Damar baru-baru ini, kita harus sama-sama bekerja & bekerja sama-sama, agar profesi supranatural ini bs punya arti dan mewarnai.
suhu_omtatok - 13/06/2008 12:29 AM
#17

Quote:
Original Posted By freshfanta
kalo bisa ya jangan dari simalungun aja kakak
mau donk



ok Freshfanta, mari kita sama-sama mendiskusikan Pustaha Laklak tidak hanya Simalungun saja. Memang kebetulan, Pustaha Laklak yang ditemukan,sebagian besar adalah Pustaha Simalungun - membahas tentang Hadatuon (dunia supranatural).
suhu_omtatok - 13/06/2008 12:52 AM
#18

Masyarakat Rumpun Batak, dahulu, menggunakan tulisan hanya untuk:
1. Ilmu Supranatural (Hadatuon)
2. Surat (kebanyakan bentuk surat ancaman)
3. Bagi Orang Karo, simalungun dan Angkola-Mandailing, ada ditemukan karya Sastra berbentuk Ratapan (Orang Karo menyebutnya Bilang-Bilang, Simalungun: Suman-Suman, Angkola-Mandailing: Andung), Karya Sastra berbentuk ratapan ini biasa ditulis pada wadah bambu atau lidi tenun.

Prihal ilmu Supranatural (Hadatuon), dalam Pustaha Laklak bisa kita kelompokkan berbagai Ilmu-Ilmu Supranatural Batak, sbb:

1. Pangulubalang
2. Tunggal Panaluan
3. Pamunu Tanduk
4. Pamodilan/Tembak
5. Gadam
6. Pagar
7. Sarang Timah
8. Simbora
9. Songon
10. Piluk2
11. Tamba Tua
12. Dorma
13. Paranggiron
14. Porsili
15. Ambangan
16. Pamapai Ulu-ulu
17. Ramalan Perbintangan (Pormesa na Sampulu Duwa, Panggorda na Ualu, Pehu na Pitu, Pormamis na Lima, Tajom Burik, Panei na Bolon, Porhalaan, Ari Rojang, Ari na Pitu, Sitiga Bulan, Katika Johor, Pangarambui,dll)
18. Ramalan memakai Binatang (Aji Nangkapiring, Manuk Gantung, Aji Payung, Porbuhitan, Gorak-gorahan Sibarobat,dll)
19. Ramalan Rambu Siporhas, Panambuhi, Pormunian, Partimusan, Hariara masundung di langit, Parsopouan, Tondung, Rasiyan, dll
suhu_omtatok - 13/06/2008 01:13 AM
#19

Banyak kita temukan ilmu untuk menyerang musuh dan santet. bisa dalam bentuk racun ataupun ilmu lainnya.

Kita contohkan saja:
PANGULUBALANG,
yaitu washilah yang dijadikan hulubalang Sang Datu (Dukun) untuk menghancurkan musuh dan mahluk gaib lainnya.
Seorg anak kecil diculik, lalu diasuh oleh si Datu. Segala maunya dituruti asal bisa patuh. Pada saat yang ditentukan, kemudian sianak dikorbankan, dgn cara dimasukkan kedalam mulutnya berupa cairan timah yang mendidih. Kemudian mayatnya dipotong-potong dan dicampur dgn beberapa ramuan dan dibiarkan membusuk. Air fermentasi yang keluar dari mayat anak tadi disimpan didalam cawan, lalu sisanya dibakar untuk mendapatkan abunya. Untuk memanggil Sianak yang sudah dikorbankan tadi, disiapkanlah patung. Patung inilah yg disebut Pangulubalang. Patung ini berfungsi untuk penolak bala, sedang datu bisa memanfaatkannya untuk disuruh menyerang musuh, berupa santet.


TUNGGAL PANALUAN,
berupa tongkat sakti yang dimiliki Datu-datu Batak, diyakini bahwa tongkat ini hidup dan bisa disuruh.

PAMUNU/PEMBUNUH TANDUK,
ilmu yg berfungsi untuk menetralkan ilmu kiriman lawan. bisa juga digunakan untuk menyerang musuh. ini berupa tanduk.

PAMODILAN/TEMBAK,
adalah ilmu yg digunakan untuk menembak musuh baik dengan menggunakan senjata (bodil) maupun dengan syarat atau tabas-tabas (mantra) tanpa menggunakan senjata.

GADAM,
ilmu racun sehingga kulit musuh akan seperti penderita kusta.
suhu_omtatok - 13/06/2008 01:25 AM
#20

Quote:
Original Posted By kisawung
ayo suhu, bukalah wawasan kami dengan persepsi suhu
kami ingin tahu banget tentang apa dan bagaimana supranatural di tanah Batak


ayo juga Ki Sawung, sama kita sharing wawasan dengan persepsi Ki Sawung
bagaimana supranatural di tanah Batak. Krn Tondi dohot Sahala ni Siregar ada pada Ki Sawung, ditambah Ki Sawung jg intens berdiskusi dgn Bang Tanggang
Page 1 of 63 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > ## [Budaya]:"Rumpun B A T A K"##