Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > ## [Budaya]:"Rumpun B A T A K"##
Total Views: 59958 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 63 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›

UcoeK - 13/06/2008 01:28 AM
#21

menyimak dulu lah...

aku orang batak tp tak tau apa2 \(
kisawung - 13/06/2008 01:38 AM
#22

Quote:
Original Posted By suhu_omtatok
Banyak kita temukan ilmu untuk menyerang musuh dan santet. bisa dalam bentuk racun ataupun ilmu lainnya.

Kita contohkan saja:
PANGULUBALANG,
yaitu washilah yang dijadikan hulubalang Sang Datu (Dukun) untuk menghancurkan musuh dan mahluk gaib lainnya.
Seorg anak kecil diculik, lalu diasuh oleh si Datu. Segala maunya dituruti asal bisa patuh. Pada saat yang ditentukan, kemudian sianak dikorbankan, dgn cara dimasukkan kedalam mulutnya berupa cairan timah yang mendidih. Kemudian mayatnya dipotong-potong dan dicampur dgn beberapa ramuan dan dibiarkan membusuk. Air fermentasi yang keluar dari mayat anak tadi disimpan didalam cawan, lalu sisanya dibakar untuk mendapatkan abunya. Untuk memanggil Sianak yang sudah dikorbankan tadi, disiapkanlah patung. Patung inilah yg disebut Pangulubalang. Patung ini berfungsi untuk penolak bala, sedang datu bisa memanfaatkannya untuk disuruh menyerang musuh, berupa santet.


TUNGGAL PANALUAN,
berupa tongkat sakti yang dimiliki Datu-datu Batak, diyakini bahwa tongkat ini hidup dan bisa disuruh.


akhirnya suhu jelaskan juga dua point yg aku cari tentang hal diatas thumbup:
penjelasan yg cukup menegakkan bulu roma shakehand


Quote:
Original Posted By suhu_omtatok
ayo juga Ki Sawung, sama kita sharing wawasan dengan persepsi Ki Sawung
bagaimana supranatural di tanah Batak. Krn Tondi dohot Sahala ni Siregar ada pada Ki Sawung, ditambah Ki Sawung jg intens berdiskusi dgn Bang Tanggang


terima kasih suhu.. shakehand
sambil menunggu ilham selanjutnya, masih ada banyak misteri
yg saya harapkan bisa mendapatkan keterangan yg lengkap dari suhu thumbup:

semoga ada rejeki saya dalam beberapa hari ini
untuk dapat mampir ke Medan

karena pada akhir bulan ini, ada acara ritual khusus di tepi Danau Toba
( yg diselenggarakan beliau Prof Sorimangaraja Sitanggang dan komunitasnya )

angel:
suhu_omtatok - 13/06/2008 01:58 AM
#23

PAGAR (PENOLAK BALA),
Okultisme Batak ini, dibuat dari berbagai bahan dengan waktu dan cara pembuatannya yg sangat mengikuti prosesi ritual. Biasanya menggunakan ayam, lalu bahan dibawa ke tempat yang dianggap keramat (sombaon, sinumbah).
Dibutuhkan waktu berminggu-minggu untuk membuat ramuan Pagar ini. Ramuan ditumbuk halus seperti pasta atau bubuk yg disimpan dalam Naga Morsarang (tanduk kerbau yg berukir).
“Pagar hami so hona begu so hona aji ni halak”, ini contoh tabas (mantra) yang digunakan.
Penggunaan penolak bala ini, biasanya diberikan pada pasien perorangan ataupun kolektif, seperti; Pagar Panganon (Ilmu tolak bala berupa makanan yg wajib dimakan pasien), Pagar Sihuntion (dijunjung atau digantung oleh perempuan hamil), Pagar ni halang ulu modom ( Digantung didekat tempat tidur org yg sakit), Pagar Sada bagas (Tolak bala sekeluarga), Pagar Sada huta (Ruwatan Kampung).

AZIMAT,
Dulu Orang Batak akan lebih ‘pede’ jika pakai jimat. Kontribusi Aceh, Melayu Sumatera Timur dan Minangkabau sangat besar terhadap keberadaan jimat bagi Orang Batak. Simbora adalah azimat asli Batak yang terbuat dari timah hitam.
Selain itu, kita temukan juga azimat dari gigi binatang; seperti harimau, beruang. Ada juga jimat agar tidak mempan peluru yg biasa terbuat dari tulang kerbau yg dirajahi; azimat ini disebut Sarang Bodil atau Sarang Tima.

SONGON/POHUNG/PILUK-PILUK,
Adalah sejenis patung (gana-gana) yang diletakkan di ladang untuk melindungi dari pencuri.
“Surung ma ho Batara Pangulubalang ni pohungku, ama ni pungpung jari-jari, ina ni pungpung jari-jari, Batara si pungpung jari. Surung pamungpung ma jari-jari ni sitangko sinuanku onon, surung bunu”, ini adalah mantra (tabas) Pohung agar pencuri menjadi lumpuh jari-jarinya, bahkan mati.
suhu_omtatok - 13/06/2008 02:28 AM
#24

Quote:
Original Posted By kisawung
akhirnya suhu jelaskan juga dua point yg aku cari tentang hal diatas thumbup:
penjelasan yg cukup menegakkan bulu roma shakehand
terima kasih suhu.. shakehand
sambil menunggu ilham selanjutnya, masih ada banyak misteri
yg saya harapkan bisa mendapatkan keterangan yg lengkap dari suhu thumbup:

semoga ada rejeki saya dalam beberapa hari ini
untuk dapat mampir ke Medan
karena pada akhir bulan ini, ada acara ritual khusus di tepi Danau Toba
( yg diselenggarakan beliau Prof Sorimangaraja Sitanggang dan komunitasnya )

angel:


Sekadar wawasan popular saja Ki,
Semoga bs ketemu nanti di Medan. Acara di Tao Toba, Ki? ngerayain Sipaha Lima, Ki?
freshfanta - 17/06/2008 08:35 PM
#25

hm....acara apaan tuh ki?
blh dunk ikutan??
bayar nga ki?

denger penjelasan dari OM suhu serem ahh....!!!!!
dulu dikampung opungku ada tongkat panaluon dan piring besar buat masak nasi.
tapi sekrang nga tau dimana.
ada yang bilang dijual ama bule pas jalan jalan kesana
yang mau aku tanya neh buat abang abang semua.
itu bisa dipanggil lagi nga bair balek kekampung.
trus dikampung itu kayak kuburan pas didepan jalan mau masuk???
kata orang orang situ itu yang jaga kampung kalo ada yang jahat mau masuk
kok kuburan ya yang dibuat?
bukan pos jaga???
mohon pencerahaan
suhu_omtatok - 17/06/2008 09:09 PM
#26

Quote:
Original Posted By freshfanta
hm....acara apaan tuh ki?
blh dunk ikutan??
bayar nga ki?

denger penjelasan dari OM suhu serem ahh....!!!!!
dulu dikampung opungku ada tongkat panaluon dan piring besar buat masak nasi.
tapi sekrang nga tau dimana.
ada yang bilang dijual ama bule pas jalan jalan kesana
yang mau aku tanya neh buat abang abang semua.
itu bisa dipanggil lagi nga bair balek kekampung.
trus dikampung itu kayak kuburan pas didepan jalan mau masuk???
kata orang orang situ itu yang jaga kampung kalo ada yang jahat mau masuk
kok kuburan ya yang dibuat?
bukan pos jaga???
mohon pencerahaan


Tukkot Tunggal Panaluan & Pinggan yg biasa dipergunakan leluhur Batak untuk wadah makanan adat atau kepentingan hadatuon; memang bayak yg sudah beralih tangan ke pihak luar. bukan itu saja, pustaha laklak jg banyak beralih tangan kepemilikannya.
Ada cara supranatural batak untuk mengembalikan harta leluhur.

Orang Batak sangat menghormati para leluhur; makanya dalam sejarah2 batak, sering terjadi pengkaburan, akibat orang batak tidak ingin ada sebuah fase yang dianggap jelek yg berhubungan dengan leluhurnya.

Adong pardomuan ni halak na mangolu dohot angka na mate (Ada interaksi antara yg hidup dgn yg sudah wafat). Orang Batak menganggap bahwa, interaksi ini memiliki pengaruh yag besar baik bagi manusia yang hidup, maupun bagi roh-roh orang mati.

Pada masyarakat Batak (Toba) dikenal 8 tingkat kematian. Dari yang terendah:
Pertama, Mate Tarposo (Mati dalam kandungan atau saat masih bayi).
Kedua, Mate Poso (Mati kanak-kanak dan sebelum kawin).
Ketiga, Mate Pupur (Mati tua tanpa pernah kawin).
Keempat, Mate Punu (Mati sesudah kawin, tidak punya anak).
Kelima, Mate Mangkar (Mati setelah ada anak yang kawin, tetapi belum punya cucu). Keenam, Mate Sarimatua (Mati sudah punya cucu, tetapi masih ada anaknya yang belum kawin).
Ketujuh, Mate Saurmatua (Mati setelah semua anak kawin dan mempunyai cucu).
Kedelapan, Mate Mauli Bulung (Mati setelah cucunya sudah punya cucu lagi dan status sosialnya baik serta tak ada seorang pun dari keturunannya meninggal mendahuluinya). Mulai dari Mate Tarposo hingga Mate Punu dapat dikatakan tidak dilakukan acara adat yang berarti, karena hal itu dianggap belum lengkap kehidupan seseorang. Acara adat dilakukan dan akan semakin besar serta memakan waktu lama dimulai dari jenis Mate Mangkar hingga kepada Mate Mauli Bulung.

penghormatan terhadap seorang leluhur yang berada di alam baka dapat kita lihat melalui bentuk kuburan yang ada. Bagi orang Batak (Toba), kuburan terdiri dari tiga jenis yaitu
1. Kuburan umum tempat pemakaman satu kampung (Huta).
2. Disebut "Tambak" berupa tanah yang ditinggikan di atas kuburan seorang yang mati dalam peringkat Sarimatua/Saurmatua. Tanah yang ditinggikan tersebut terdapat rumput manis, diletakkan secara terbalik, bertingkat tiga, lima, tujuh. Di atas tanah yang ditinggikan itu ditanam pohon Hariara/Beringin atau Bintatar sebagai pertanda. Dengan berbagai variasi yang berkembang kemudian, Tambak digunakan sebagai pusara bagi keluarga atau marga dan biasanya dibangun di kampung asal (Bona Pasogit).
3. Tugu sebagai monumen, pembangunannya berkembang secara besar-besaran setelah Tugu Raja Sisingamangaraja XII dibuat. Tugu biasanya dibangun untuk persatuan marga di bona pasogit (kampung asal) dan di dalamnya terdapat tulang belulang leluhur dengan ritual Mangokkal Holi atau menggali dan memindahkan tulang belulang.
suhu_omtatok - 27/06/2008 04:20 AM
#27

Ki Sawung....gimana,
ada tambahan....
phonoscope - 27/06/2008 12:14 PM
#28

alo ikut melirik trit nya ya,

kalo saya cuman nenek saja aja yang batak karo, tapi ya tetep keturunan sana lah...
suhu_omtatok - 05/07/2008 03:45 PM
#29

Quote:
Original Posted By phonoscope
alo ikut melirik trit nya ya,

kalo saya cuman nenek saja aja yang batak karo, tapi ya tetep keturunan sana lah...



jgn cuma ikut melirik dong.
Kam bisa menyajikan Supranatural Karo yg sangat luar biasa itu. Manitik Wari, misalnya.


Bujur Melala
Si Kelana - 05/07/2008 05:18 PM
#30

Quote:
Original Posted By suhu_omtatok
jgn cuma ikut melirik dong.
Kam bisa menyajikan Supranatural Karo yg sangat luar biasa itu. Manitik Wari, misalnya.


Bujur Melala


waaah
rose:rose:rose:
dimana posisi di sumut
veter - 05/07/2008 06:20 PM
#31

Nice share shakehand
thogel - 05/07/2008 08:54 PM
#32

dulu pernah ngobrol ama mertua, katanya "penguasa" danau toba itu perempuan. Menurut pengakuannya sih beliau sering komunikasi dgn sang penguasa, apa benar begitu ?
freshfanta - 05/07/2008 11:14 PM
#33

Quote:
Original Posted By thogel
dulu pernah ngobrol ama mertua, katanya "penguasa" danau toba itu perempuan. Menurut pengakuannya sih beliau sering komunikasi dgn sang penguasa, apa benar begitu ?


iye...
banyak kabar beredar dia borunya seorang raja yang dibuang karena terkena semacam penyakit kutukan.
kalo nga slah dia boru pardede,ada yang bilang sinaga dan gultom...nga tau dah jelas nya(mohon dijelaskan ya ki...)'

itu aja yang aku tau
peregrinefalcon - 06/07/2008 02:23 AM
#34

Quote:
Original Posted By suhu_omtatok
Banyak kita temukan ilmu untuk menyerang musuh dan santet. bisa dalam bentuk racun ataupun ilmu lainnya.

Kita contohkan saja:
PANGULUBALANG,
yaitu washilah yang dijadikan hulubalang Sang Datu (Dukun) untuk menghancurkan musuh dan mahluk gaib lainnya.
Seorg anak kecil diculik, lalu diasuh oleh si Datu. Segala maunya dituruti asal bisa patuh. Pada saat yang ditentukan, kemudian sianak dikorbankan, dgn cara dimasukkan kedalam mulutnya berupa cairan timah yang mendidih. Kemudian mayatnya dipotong-potong dan dicampur dgn beberapa ramuan dan dibiarkan membusuk. Air fermentasi yang keluar dari mayat anak tadi disimpan didalam cawan, lalu sisanya dibakar untuk mendapatkan abunya. Untuk memanggil Sianak yang sudah dikorbankan tadi, disiapkanlah patung. Patung inilah yg disebut Pangulubalang. Patung ini berfungsi untuk penolak bala, sedang datu bisa memanfaatkannya untuk disuruh menyerang musuh, berupa santet.


TUNGGAL PANALUAN,
berupa tongkat sakti yang dimiliki Datu-datu Batak, diyakini bahwa tongkat ini hidup dan bisa disuruh.

PAMUNU/PEMBUNUH TANDUK,
ilmu yg berfungsi untuk menetralkan ilmu kiriman lawan. bisa juga digunakan untuk menyerang musuh. ini berupa tanduk.

PAMODILAN/TEMBAK,
adalah ilmu yg digunakan untuk menembak musuh baik dengan menggunakan senjata (bodil) maupun dengan syarat atau tabas-tabas (mantra) tanpa menggunakan senjata.

GADAM,
ilmu racun sehingga kulit musuh akan seperti penderita kusta.


serem juga mbacanya........
menambah wawasan meskipun cukup membuat berdiri bulu kudukku
mbah jen66ot - 06/07/2008 08:05 AM
#35

numpang nyimak bank................................................................................... rose: rose: rose: rose:
PANGLIMA KECIL - 06/07/2008 02:35 PM
#36

Mantaff...Om tatok
bielcomp - 06/07/2008 05:43 PM
#37
Dibahas sekalian dong
Pernah denger kisah ini gak

kabarnya di gunung ditengah tengah antara pakkat dan dolok sanggul ada seorang ompu yang kabarnya konon punya istri banyak . Ompu tuh penjaga gunung itu kabarnya sih diatas gunung ada gumpalan batu emas yang kalo di taksir harganya bisa ngebuat indonesia semaju amerika dalam kurun waktu satu tahun doctor: .

Ompu tuh dipercaya nenek moyangnya marga manullang yang artinya masih satu rumpun dengan sisingamangaraja kalo dari rumpun raja oloan. Sampe sekarang masih dipercaya tuh ompu masih sering keliaran turun ke desa buat belanja cuma orang khusus aja yang bisa ngeliat dia sama rombongan istrinya turun gunung biasanya sih ciri ciri tuh ompu lagi turun gunung banyak anak gadis desa sekitar yang sakit. bener ga sih neh cerita gw denger waktu pulkam ke dolok sanggul tahun kemaren.


ngacir:
bielcomp - 06/07/2008 05:52 PM
#38
Bahas ini juga donk......
Tertarik banget pengen tau kisah sisingamangaraja and kabar gaja dompaknya. Konon katanya tuh senjata disimpen dimusium di belanda.. yang bisa buka tuh dompak dari sarungnya kabarnya bakal jadi sisingamangaraja selanjutnya.

Bener gak sih cicitnya kabarnya pernah coba buka tuh senjata tapi gak bisa padahal dia yang dipercaya tuh sebagai sisingamangaraja XV diliat dari tanda tanda kesaktiannya yang gak bisa dipoto masuk dalem kamera dll.


Tolong dibahas dong ompu ompu kaskus ...

army:army:
thogel - 07/07/2008 09:22 AM
#39

naek dulu ah, pembahasan yg menarik nih \)
JinSeiBelutu - 07/07/2008 10:38 AM
#40

duduk dengan tertib untuk menyimak.....\)
Page 2 of 63 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > ## [Budaya]:"Rumpun B A T A K"##