Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > ## [Budaya]:"Rumpun B A T A K"##
Total Views: 59958 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 4 of 63 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›

hidupsehari - 16/07/2008 11:40 AM
#61

Azimat si sebenarnya di bapak ku banyak yah. mulai dari taring harimau,kuku beruang. cuma itu engga pernah di beri tuk kami anak2nya,cuma kalo kami maw pergi cuma di pangiri pake jeruk purut tapi belah nya pake pisau oppung pisau tumbuk lada hupa la pirak nama nya kalo gak salah,trus jeruk purut itu di tabas2 i.. tabas nya sepenggal aja sih yg aku ingat
turun ma ham naibata na i atas,sai madompak ma ham nai bta nai na gori tongah sai manjujung ma ham nai bata na itoruh.. itu pon klo gak salah soalnya tabas2 panjang sekali,trus jeruk tsb di masukin ke air dlm baskom yah udah itu aja di mandi kan,baru abis mandi di kasih makan manuk na i atur ( dayok binatur )
yah gitu,bersukur muda2 an sampe selanjut nya dan seterus nya kami anak2 nya aman2 aja di perantaun amin..
KingDragon - 18/07/2008 10:39 PM
#62

cksup:sup:

Anak Medan...........\)
thogel - 19/07/2008 02:52 AM
#63

Quote:
Original Posted By suhu_omtatok
si Boru Saniang Naga, Putri Sanghyang Naga



maksudnya ? anak dari Saniang Naga ?
suhu_omtatok - 21/07/2008 01:01 AM
#64

Di Masyarakat Simalungun, ada budaya menyuguhkan DAYOK BINATUR jika seseorang menempuh perjuangan hidup, keberhasilan atau malah jika terjadi semacam kesialan (Hangalan). Dayok Binatur adalah penganan terbuat dari seekor ayam kampung jantan yang diberi bumbu berupa perasan batang (holat) sejenis pohon; seperti pohon Sikkam, Landoyung atau Bintungan. Ayam disusun selayaknya ayam hidup dan disuguhkan agar semangat dan jiwa gaib (tondui) tidak melemah (malungun). Panganan khusus ini, sering juga disebut Dayok Holat atau Dayok naniura.
Susunan Dayok (na) Binatur, dulu berbeda setiap marga.
suhu_omtatok - 21/07/2008 01:02 AM
#65
Rajah di atas tanah
## [Budaya]:"Rumpun  B A T A K"##GAMBAR KIRI ADALAH RAJAH TANAH INDIA, GAMBAR KANAN ADALAH RAJAH TANAH SIMALUNGUN
suhu_omtatok - 21/07/2008 01:04 AM
#66

ILMU SORGAH
Sebuah keilmuan Simalungun untuk mendatangkap kharisma dari ucapan dan diyakini bisa menggentarkan orang lain. Sorgah arti harfiahnya adalah hardik, bentak.

Ambil pasir segenggam disungai. Sebelum digosokkan pada semua gigi atas dan bawah, tiup dan bacakam tabas,:

“Kasihkon aku saporti hilap mardejer, marliat- liat ujung dilahku. Saribu tartar digugutku nahona, naibatani parkasihku. Parkasih Simalang atei. Sah mat ya haum”.
suhu_omtatok - 21/07/2008 01:56 AM
#67

Dari Pustaha Laklak untuk Menambah ukuran Penis.
Ada beberapa bahan dalam satu kesatuan yang bisa digunakan untuk menambah ukuran penis, yaitu:

1. terong hutan, batangnya berdiri. diambil keseluruhan buah sebanyak 9
2. lintah kerbau 9
3. Belangkas 7 pasang
4. tangkur buaya, tidak boleh buaya tangkaran, 5, banyak dijual bebas
5. minyak bengkarung
6. Lado Jintan huma 25 buah
7. kulit kayu landoyung, diperas diambil air perasannya 3 gelas
8. kulit kayu bintungan, diperas diambil air perasannya 3 gelas
9. air kapuk randu, kapuk randu mengeluarkan air hanya pada pagi hari, potong batang yg berukuran sebesar bambu lemang seperti tombak lalu teteskan ke dalam periuk tanah (wadah dari tanah liat ) yg sudah dibaluri air kunyit. btw, air kapuk randu pd pagi/dini hari ini bs jg sebagai obat mata.
10. Daun Jarak Pagar 11 lembar
11. Daun Limau Nipis 14 lembar
12. Akar Sungkit
13. Liur

semua bahan dimasak dalam wadah tanah liat dengan minyak kelapa hijau sebanyak -/+ 2 kg. masak hingga mengeluarkan aroma yg sangat khas.

selelah masak dan didinginkan, tutup serapat rapatnya wadah td, peram didalam tanah selama 39 hari.

setelah itu, fermentasi yg harum ini bs olesi pada seluruh penis.

nb. kita yg tau ukuran penis masing masing, karenanya saat mengolesi sambil dipijet, ulangi pada daerah yg dianggap kurang besar; misalnya bila merasa kurang panjang maka olesi sambil menarik2 batang penis berulang2, jika kepala penis merasa kurang besar maka olesi berulang2 kepala penis.

Selamat mencoba penis baru
KingDragon - 22/07/2008 03:26 PM
#68

Suhu Om Tatok Mohon pencerahannya mengenai Dalihan Na Tolu, sering saya dengar tapi tak tau apa maknanya , thanks Suhu
766HI - 22/07/2008 08:06 PM
#69

Ijin Menyimak yach...

N salam knal tuk Suhu_Omtatok \)
suhu_omtatok - 24/07/2008 12:07 AM
#70

Quote:
Original Posted By KingDragon
Suhu Om Tatok Mohon pencerahannya mengenai Dalihan Na Tolu, sering saya dengar tapi tak tau apa maknanya , thanks Suhu


Dalihan Natolu adalah sistem kekerabatan di masyarakat Mandailing, Angkola & Batak Toba. Dalihan (Tungku), Na (Nan), Tolu (3), jadi berarti Tungku Nan Tiga. Di Minangkabau ada “Tigo tungku Sajarangan”.
Pada puak Mandailing & Angkola, sistem kekerabatan ini adalah Kahanggi, anak boru, dan mora. Di Batak Toba, sistem kekerabatan ini meliputi, dongan sabutuha, boru, dan hula-hula.
Di Simalungun memakai sistem Tolu Sahundulan Lima Saodoraan. Bermakna Tiga sekedudukan, Lima sebarisan, meliputi Tondong yaitu pihak mertua (pemberi anak gadis), Boru yaitu pihak pengambil anak gadis, Sanina yaitu mengandung pengertian golongan semarga dengan seseorang, Tondong ni tondong ialah pihak besan, Boru ni boru atau boru mintori yaitu pihak anak gadis dari pengambil anak gadis.
Di Karo disebut Deliken Sitelu, meliputi Senina, Anak Beru, dan Kalimbubu. Sulang Silima pada Puak Pakpak –Dairi, meliputi Perisang-isang(Pembuka Acara), Pertulan tengah (saudara tengah), Perekur-ekur (saudara bungsu), Perbetekan/beru, dan Punca Niadep.
Di dalam setiap pesta adat, akan tampak jelas fungsi masing-masing. Disini tampak fungsi, hak dan kewajiban setiap elemen dari sistem kekerabatan ini. Sistem kekerabatan ini merupakan jatidiri yang tahu diri dalam menempatkan sesuai peran dan kedudukannya ditengan saudara sesuku.
suhu_omtatok - 24/07/2008 12:22 AM
#71

Quote:
Original Posted By hidupsehari
Azimat si sebenarnya di bapak ku banyak yah. mulai dari taring harimau,kuku beruang. cuma itu engga pernah di beri tuk kami anak2nya,cuma kalo kami maw pergi cuma di pangiri pake jeruk purut tapi belah nya pake pisau oppung pisau tumbuk lada hupa la pirak nama nya kalo gak salah,trus jeruk purut itu di tabas2 i.. tabas nya sepenggal aja sih yg aku ingat
turun ma ham naibata na i atas,sai madompak ma ham nai bta nai na gori tongah sai manjujung ma ham nai bata na itoruh.. itu pon klo gak salah soalnya tabas2 panjang sekali,trus jeruk tsb di masukin ke air dlm baskom yah udah itu aja di mandi kan,baru abis mandi di kasih makan manuk na i atur ( dayok binatur )
yah gitu,bersukur muda2 an sampe selanjut nya dan seterus nya kami anak2 nya aman2 aja di perantaun amin..


Tuan Dori Alam Girsang,
- Memang di Sumatra, Taring Harimau, Kuku Beruang dll, sering dijadikan Tambar (Obat) dan Azimat.
- Maranggir / Marpangir / Belimau / Mandi Jeruk Purut, adalah tradisi di hampir seluruh tempat di Sumatera. Diyakini menambah tuah badan. Dulu Raja-raja Simalungun mempunyai tempat khusus untuk Maranggir supaya Tondui (Semangat Spiritual, Orang Toba menyebutnya Tondi) kembali kebadan. Sehingga kekuatan Spiritual semakin bertambah. Bukit tempat raja-raja tsb melaksanakan mandi berlimau, sekarang dikenal dengan nama Dolog Marangir.
- Tumbuk Lada memang merupakan senjata yang dianggap mistis. Dimiliki oleh suku Melayu, Karo dan Simalungun.
suhu_omtatok - 24/07/2008 12:27 AM
#72

cksup:

KI SAWUNG..KISAWUNG...LAMASABAKTANI .........\)
KingDragon - 24/07/2008 10:08 AM
#73

Suhu Om Tatok, ntuk sementara Ku temani .........hikkkstabrakan:
_______________ngacir:
kisawung - 24/07/2008 01:47 PM
#74
Horas maho
Quote:
Original Posted By suhu_omtatok

- Tumbuk Lada memang merupakan senjata yang dianggap mistis. Dimiliki oleh suku Melayu, Karo dan Simalungun.

oh ya, photo avatar kamu adalah gambar Tuan Borahim Purba Dasuha, beliau adalah Datu Bolon (Dukun Besar Kerajaan).
Quote:
Original Posted By suhu_omtatok
cksup:

KI SAWUNG..KISAWUNG...LAMASABAKTANI .........\)


PISO TUMBUK LADA

## [Budaya]:"Rumpun  B A T A K"##

## [Budaya]:"Rumpun  B A T A K"##

piso tumbuk lada ternyata dibuat berdasarkan kepada keperluan tertentu yg bersifat mistis.
misalnya untuk keperluan pengobatan, maka diadakan upacara Ngelegi Besi Mersik kepada Kalibumbu.

ada juga yg menggunakan Piso ini sebagai hiasan atau senjata

bahan-bahan :

- bahan besi dari 5 kerajaan (negeri)
- tanduk kerbau atau gading gajah
- kayu lemak sawa
- kayu petarum
- riman (emas atau perak atau swasa)


ukirannya:

- ukiran pucuk merbung
- cekili kambing
- pakaupakau
- pantil manggus
- desa siwaluh
- lukisan tonggal

Cara menentukan apakah Piso Tumbuk Lada itu cocok baginya atau tidak ialah:

- dengan mengukur menggunakan teknik ibujari kanan dan kiri
- dengan menantikan petunjuk lewat impian
suhu_omtatok - 24/07/2008 08:44 PM
#75

Quote:
Original Posted By kisawung


piso tumbuk lada ternyata dibuat berdasarkan kepada keperluan tertentu yg bersifat mistis.
misalnya untuk keperluan pengobatan, maka diadakan upacara Ngelegi Besi Mersik kepada Kalimbubu.

ada juga yg menggunakan Piso ini sebagai hiasan atau senjata

bahan-bahan :

- bahan besi dari 5 kerajaan (negeri)
- tanduk kerbau atau gading gajah
- kayu lemak sawa
- kayu petarum
- riman (emas atau perak atau swasa)


ukirannya:

- ukiran pucuk merbung
- cekili kambing
- pakaupakau
- pantil manggus
- desa siwaluh
- lukisan tonggal

Cara menentukan apakah Piso Tumbuk Lada itu cocok baginya atau tidak ialah:

- dengan mengukur menggunakan teknik ibujari kanan dan kiri
- dengan menantikan petunjuk lewat impian[/center][/b]


Syukurlah...
Ternyata Ki Sawung muncul juga menyajikan Khasanah Piso Tumbuk Lada dari pandangan Etnis Karo.

Lanjut terus Ki
suhu_omtatok - 24/07/2008 08:52 PM
#76

Horas,

Dalam filsafat adat dan mistis Batak (Toba), 3 adalah angka yang dianggap sakral.

Dimensi kehidupan dalam pandangan mistis Batak berjumlah 3, yaitu Banua Ginjang, Banua Tonga, Banua Toru.

Batak Toba mengenal 3 warna mistis, misalnya terdapat dalam Bonang Manalu (Benang 3 warna untuk pelengkap pengobatan) & Sortali ( Kain pengikat kepala), yaitu Putih, Merah dan Hitam.

Dalam sistem kekerabatan masyarakat Batak Toba (juga Mandailing-angkola) mengenal 3 pelapisan kekerabatan yang disebut Dalihan na Tolu (Tungku nan Tiga).

Adakah yang bisa memberi pencerahan tentang ini.....
KingDragon - 24/07/2008 10:16 PM
#77

Thanks Suhu Om Tatok, Dalihan Na Toluna
anak komplek - 24/07/2008 11:12 PM
#78

Horas ma tu hita sude.... Muliate godang hu pasat tu suhu_omtatok jala nunga mamaparhon adat ta tu hita sude... sahali nai muliate godang da ompung suhu_omtatok... dang lupa hupasat muliate godang tu ompung ki sawung... duduk manis mendengarkan penjabaran selanjut nya...
wiltom83 - 25/07/2008 09:30 AM
#79

Omtatok,mohon pencerahan ttg sejarah terbentuknya marga Girsang yang di Simalungun,saya pada tgl 28 Januari 2008 dimargakan ke Girsang ketika nikah dengan istri saya boru Sipayung di Saribudolok,Simalungun..Lalu gimana bisa terbentuknya kampung Girsang Sipanganbolon?
Diatei Tupa ma
kisawung - 25/07/2008 02:47 PM
#80

Quote:
Original Posted By anak komplek
sahali nai muliate godang da ompung suhu_omtatok... dang lupa hupasat muliate godang tu ompung ki sawung...


salam hormat.. mauliate shakehand
Page 4 of 63 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > ## [Budaya]:"Rumpun B A T A K"##