Budaya
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > ## [Budaya]:"Rumpun B A T A K"##
Total Views: 59958 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 5 of 63 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›

suhu_omtatok - 26/07/2008 09:35 PM
#81

Quote:
Original Posted By wiltom83
Omtatok,mohon pencerahan ttg sejarah terbentuknya marga Girsang yang di Simalungun,saya pada tgl 28 Januari 2008 dimargakan ke Girsang ketika nikah dengan istri saya boru Sipayung di Saribudolok,Simalungun..Lalu gimana bisa terbentuknya kampung Girsang Sipanganbolon?
Diatei Tupa ma


Horas Lawei WONG MICKEL FRANSISCO TOMARERE GIRSANG i nagori timur,

bicara sejarah simalungun, tdklah bs sebentar, krn ada fase-fase sejarah. mungkin krn simalungun berasal dari beberapa kerajaan dan akulturasi dgn daerah disekitarnya.

Apalg disini adalah forum supranatural, bukan sejarah.

walaupun begitu....
Girsang adalah marga bangsawan dari kerajaan simalungun yg disebut Silimakuta. ia masih satu sejarah dgn Kerajaan Purba simalungun yg bermarga Purba Pakpak. Kedua marga ini berasal dari hikayat raja pangultop-ultop. Raja pangultop-ultop adalah pakar pangultop (ahli sumpit, tulup) yang diyakini dari Lehu Pakpak-dairi. Kisah Ursa (Rusa) menjadi melegenda dalam hikayat Girsang. Girsang tidak ada pembagian sub clan lagi; jika pun ada sebutan Rumah Gorga, Rumah Parit, dll, itu adalah penanda saja; untuk menunjukkan Girsang yang mana. Misalnya Girsang yang dulu Rumahnya sangat indah karena dihiasi dengan Gorga/Pinar (Ukiran Ornamen) atau Girsang yang rumahnya dibatasi parit pertahanan dsb.

Sifat org simalungun yang sangat menghargai org luar, bisa pula berdampak buruk terhadap jatidiri kesukuannya. Diantara sikap yg dimunculkannya adalah mengadaptasikan marganya ke marga yg ada didaerah lain dan membenarkan marga lain masuk ketubuh marganya.

Girsang yg mempunyai kesamaan akar sejarah dgn Purba Pakpak, akan masuk dalam rumpun marga Purba. Namun, di Nagori Girsang Sipanganbolon yg kini lebih didominasi pendatang dari Toba yg menjadi marga Sinaga, Girsang-pun akhirnya mengaku sub marga Sinaga jg.

ini mungkin saja dinamika, tp mungkin saja dekadensi kulturasi
suhu_omtatok - 26/07/2008 09:54 PM
#82

Quote:
Original Posted By anak komplek
Horas ma tu hita sude.... Muliate godang hu pasat tu suhu_omtatok jala nunga mamaparhon adat ta tu hita sude... sahali nai muliate godang da ompung suhu_omtatok... dang lupa hupasat muliate godang tu ompung ki sawung... duduk manis mendengarkan penjabaran selanjut nya...


Horas Lae anak komplek,
Sy sadar betul, Unang sai makkatai na so markihir ipon. walau mungkin saya belum sempat Jolo ni dilat bibir, asa nidok hata,
Ahu ndang adong mamaparhon adat namun ini Cuma sekadar menyuguhkan seadanya; belum lengkap andaliman, sira pege-nya.

mauliate ma
wiltom83 - 26/07/2008 10:30 PM
#83
Simalungun
Horas Suhu...
saya penasaran,koq bisanya suhu tahu kalo saya adalah Mickel Fransisco Tomarere "Girsang"? padahal saya pinjam account adik saya krn gagal daftar terus di forum ini?apakah kita saling mengenal sebelumnya suhu?

Sejarah Marga dan Legenda Simalungun yang saling berbeda antar nara sumber membuat saya jd pusing sendiri..

Sejauh ini yang saya temukan perbedaan dari Simalungun dengan suku batak lainnya yaitu :
1.Pemakaian Gotong dan Bulang ketika Nikah
2.Ayam diatur..gile istri saya ngidam ini..sulit cari orang yg bisa buatnya di Papua sini
3.Kadang ada istilah yang mirip dengan Karo tp kadang juga istilah mirip Toba
4.Bahasa Simalungun yang mengenal Bahasa Halus dan Kasar..dll

Bang suhu..
Mohon bantu jelaskan,kalo sejarah Purba Girsang sama dengan Purba Pakpak lalu mengapa harus pisah/dibedakan?mengapa ga pakai 1 marga saja?

Ada berapa banyak cabang marga Purba di Simalungun?yang saya tahu hanya Purba Girsang,Purba Pakpak,Purba Ciboro,Purba Tambak,Purba Tanjung..apakah masih ada purba simalungun lainnya?

Diatei Tupa Ma
766HI - 26/07/2008 11:07 PM
#84

Thx,, tuk gambar Piso Tumbuk Ladanya Ki sawung,,

akhirnya jd tau jg bentuk piso itu.. \)
suhu_omtatok - 28/07/2008 01:36 AM
#85

Quote:
Original Posted By wiltom83
Horas Suhu...

Sejarah Marga dan Legenda Simalungun yang saling berbeda antar nara sumber membuat saya jd pusing sendiri..

Sejauh ini yang saya temukan perbedaan dari Simalungun dengan suku batak lainnya yaitu :
1.Pemakaian Gotong dan Bulang ketika Nikah
2.Ayam diatur..gile istri saya ngidam ini..sulit cari orang yg bisa buatnya di Papua sini
3.Kadang ada istilah yang mirip dengan Karo tp kadang juga istilah mirip Toba
4.Bahasa Simalungun yang mengenal Bahasa Halus dan Kasar..dll

Bang suhu..Mohon bantu jelaskan,kalo sejarah Purba Girsang sama dengan Purba Pakpak lalu mengapa harus pisah/dibedakan?mengapa ga pakai 1 marga saja?

Ada berapa banyak cabang marga Purba di Simalungun?yang saya tahu hanya Purba Girsang,Purba Pakpak,Purba Ciboro,Purba Tambak,Purba Tanjung..apakah masih ada purba simalungun lainnya?

Diatei Tupa Ma


Horas hita haganupan...
Jika Lawei Girsang bingung tentang Sejarah Morga dan Legenda Simalungun yang saling berbeda; hemat saya, dikalangan sejarahwan, budayawan dan penulis dikalangan simalungun, teramat sedikit perbedaan. Cuma ada beberapa perbedaan yg rasanya tidakl terlalu mendasar. Kita ambil contoh saja, ada perbedaan pendapat tentang letak ibukota kerajaan nagur, dll.
Adanya perbedaan yg muncul, sering kita temukan dari penulis non-simalungun (Batak Toba, misalnya). Terima atau tidak, Penulis batak toba selalu mengkait-kaitkan simalungun dengan toba, sehingga sejarah dan hikayat yang telah ada di simalungun menjadi mengalami pergeseran.

Pendapat saya. Jika saya ingin mengetahui seluk beluk kota sorong, tentu kurang arif jika saya menanyakan pada orang toraja. tapi mungkin bisa saja saya menanyakan hal ikhwal kota sorong pada org yg bersuku toraja namun sdh lahir dan besar di kota sorong.

begitu jg tentang simalungun....tentu tdk akan pusing.

Pemakaian Gotong dan Bulang, adalah ciri Simalungun yg membuktikan bahwa simalungun mempunyai jatidiri sendiri yang berbeda dengan Batak Toba. Gotong adalah tutup kepala lelaki. Bulang adalah penutup kepala wanita. dulu gotong berbentuk destar dari kain gelap bercorak (mirip penutup kepala Bali). Sekarang org sering memakai gotong berbentuk tengkuluk dari bahan batik. gotong berbentuk tengkuluk dari bahan batik diciptakan Tuan Bandar Alam Purba Tambak dari Silou. Gotong Porsa yg berwarna putih dipakai pada waktu upacara kematian. Gotong dikalangan bangsawan dihiasi asessoris emas.

bahasa Simalungun adalah bahasa tersendiri yang berdiri di antara bahasa-bahasa Batak (sebab tidak ada bahasa Batak yang tunggal secara
ilmiah). Saya kutip daam bukunya Uli Kozok : "Kelima suku Batak memiliki bahasa yang
satu sama lain mempunyai banyak persamaan. Namun demikian, para ahli bahasa
membedakan sedikitnya dua cabang bahasa-bahasa Batak yang perbedaannya
begitu besar, sehingga tidak memungkinkan adanya komunikasi antara kedua
kelompok tersebut. Bahasa Angkola, Mandailing dan Toba membentuk rumpun
selatan, sedangkan bahasa Karo dan Pakpak Dairi termasuk rumpun utara.
Bahasa Simalungun sering digolongkan sebagai kelompok ketiga yang berdiri di
antara rumpun utara dan rumpun selatan (demikian juga pandangan Dr. P.
Voorhoeve), namun menurut ahli bahasa Adelaar (1981) secara historis bahasa
Simalungun merupakan cabang dari rumpun selatan yang berpisah dari cabang
Batak Selatan sebelum bahasa Batak Toba dan Angkola-Mandailing terbentuk.

Setiap negeri yg berbasis kerajaan, pasti mempunyai etika berdasarkan strata. begitu juga simalungun. disimalunguin jg mengenal bahasa berdasarkan strata tersebut.

...untuk Morga. Penyandangan marga dibelakang nama bagi org simalungun adalah relatif baru. Dulu Tuan Rondahaim tdk pernah memakai Tuan Rondahaim Saragih, Tuan Sang Naualuh tdk memakai Tuan Sang Naualuh Damanik. namun belakangan, jatidiri ini dianggap perlu untuk menunjukkan sistem kekerabatan. Awalnya Damanik adalah Damanik, Purba adalah Purba, dst. Namun sub-sub marga kemudian dipakai untuk menunjukkan akar hikayat marga tersebut. Purba adalah menunjukkan arah Timur. Meski Purba Pakpak & Girsang marsanina, mereka terpisahkan oleh kerajaan yg berbeda.
ada beberapa sub morga purba, al:Tambak, Sigumonrong, Tua, Sidasuha (Sidadolog, Sidagambir), Siboro, Tanjung, Pakpak, Tondang, Sihala, Raya serta Girsang yang juga berpadan dengan itu.
suhu_omtatok - 28/07/2008 01:54 AM
#86

PERSENTABIN NINI BERAS PATI
(Permohonan izin kpd penunggu gaib)

merupakan ilmu suku Karo, manteranya:

“enda kusentabi kel aku oh Nini Beras Pati taneh kenjulu kenjahe
sider bertengna, cibal beloku, belo cawir, pining cawir, kapur meciho,
pining meciho maka meciholah penuri - nurin Dibata si lakuidah.
Maka ula kari abat ula kari alih, enda persentabinku, oh Nini Beras Pati
rumah ujung kayu bena kayu".

Digunakan untuk permohonan izin kepada penunggungaib sebuah tempat atau rumah. Digunakan juga sebelum memulai sebuah ritual, agar penunggu gaib bs terhargai.

menggunakan bahan sesembahan berupa Sirih temu ruas, Pinang, Kapur dan kelengkapan makan sirih
suhu_omtatok - 28/07/2008 03:49 AM
#87

Hiou (kain Simalungun, masyarakat Toba/Mandailing-Angkola menyebutnya dengan istilah ulos), ditemukan di Silou Malela (Kab. Serdang Bedagai). Ketika saya melakukan penggalian. Hiou tsb terletak dalam sebuah Hobung (peti). Kondisinya masih utuh, tidak sedikitpun ada kerusakan.
## [Budaya]:"Rumpun  B A T A K"##
hidupsehari - 28/07/2008 03:43 PM
#88

Quote:
Original Posted By wiltom83
Omtatok,mohon pencerahan ttg sejarah terbentuknya marga Girsang yang di Simalungun,saya pada tgl 28 Januari 2008 dimargakan ke Girsang ketika nikah dengan istri saya boru Sipayung di Saribudolok,Simalungun..Lalu gimana bisa terbentuknya kampung Girsang Sipanganbolon?
Diatei Tupa ma


Horas sanina
Kebetulan saya marga girsang mungkin sedikit penuturan tentang marga girsang
Sbb
ada pun asal usul marga kami datang nya dari pak-pak tepat nya di bukit lehu. nama oppung kami itu di kenal datu raja parulas atw biasa di sebut raja par ultop-ultop. yang mana akhir nya dia masuk ke simalungun tepat nya nagasaribu. dan di naga saribu mendirikan kerajaan yaitu kerajaan silimakuta yang mana pusat atw pematang nya ada di nagasaribu
ada pun sub marga girsang sbb :
girsang jabu bolon yang menjadi raja
girsang na godang ( tuan anggi )
girsang parhara
girsang rumah parik
girsang bona gondang
dan masih ada lagi sub sub marga dari girsang ini cuma saya takut salah2 urutan nya
seperti girsang silangit yng menjadi tarigan silangit atw purba silangit
girsang rumah jojong
girsang rumah horbo
dan ada sampe 10 tapi saya lupa
nanti saya minta dulu ma bapak saya yah..
muda2 an berguna bagi2 kita-kita yang memerlukan silsah marga nya
Horas… Habonaron do Bona
hidupsehari - 28/07/2008 04:04 PM
#89

cerita tentang marga girsang adalah seorang pemburu maka nya nama nya di buat jadi raja par ultop ultop,dan tentu nya memiliki kesaktian yang luar biasa kalo gak sakti gak bisa jadi raja,nah dulu nya neh di naga saribu sana ada perang dengan raja siantar,dan akhir nya raja naga saribu yang marga sinaga mengajak raja parultop ini tuk berperang dan akhir nya di setujui oleh oppung kami ini,pada suatu malam dia membuat ramuan alias membuat racun di setiap suppit nya atw peluru ultop nya dan memberi racun di setiap duri juga, yang mana ramuan ini terbuat dri jamur yg berwarna merah dan putih ini lah cikal bakal nya kami di kenal juga sebagai orang-orang pagar dawan,nah setelah semua itu di ramu akhir nya setiap duri itu di tanam di setiap batas kerajaan,nah geto pasukan musuh datang yah kenak duri lah dan matilah maka nya ada kata gini neh udah mati beribu2 orang di dolok maka nya ada nama kampung seribu dolok,yah gitu lah akhirnya menang lah raja naga saribu dan akhir entah kenapa kerajaan itu berpindah menjadi kerjaan marga girsang atau raja silima kuta dan tentu nya aku masih asli punya darah raja itu smiley akhir nya raja naga saribu tuh pindah ke batu karang dan menjadi marga bangun dan kek nya dia disana jadi raja juga kok..ada neh sub marga girsang yang nama na girsang bona gondang dan dia merantau ke karo dan akhir nya ada nama kampung pergendangan,trus ada juga marga girsang silangit (tarigan silangit)yang kerjaannya jaman dulu tukang ngelihat hari baek(atw ahli perbintangan),kalo aku sendiri girsang jabu bolon,atw girsang rumah mbelin(raja) kalo di karo kan bahasa nya.hmmm kalo rakut besi itu masih dibawah kekuasaan raja silimakuta maka nya di rakut besi tuh yg mantek kuta yah marga girsang and tentu nya girsang jabu bolon…dan dengan banyak nya anak2 marga girsang neh ada yg ke karo and menjadi tarigan gersang..
itu lah sedikit garis besar asal usul marga girsang, dan akhir nya membentuk kerjaan sendiri di simalungun yaitu kerjaan silimakuta,
Oppung saya sendiri dulu nya sempat menjadi raja silimakuta pada jaman penjajahan belanda dan entah kenapa oppung saya milih mundur dari kerajaan , dia rasa lebih baik menjadi Tuan aja,Tuan dolog mariah nama nya,dan setiap yg bisa menjadi Tuan adalah girsang jabu bolon dan girsang na godang.
Buat saudara wiltom, mungkin suatu saat nanti mana tau ada acara mandi di tugu oppung girsang di lehu saudara bisa baca2 nama2 pencetus di tugu tersebut nama bapak ku ada kok di dalam
nama nya Bayak Lehu Jahotman Girsang ( Tuan Dolog Mariah )
gitu dolo aja yah.. kalo ada yang salah minta sory,and sory kalo rada mengumbar2 jati diri
hidupsehari - 28/07/2008 04:30 PM
#90

Quote:
Original Posted By suhu_omtatok
- Memang di Sumatra, Taring Harimau, Kuku Beruang dll, sering dijadikan Tambar (Obat) dan Azimat.
- Maranggir / Marpangir / Belimau / Mandi Jeruk Purut, adalah tradisi di hampir seluruh tempat di Sumatera. Diyakini menambah tuah badan. Dulu Raja-raja Simalungun mempunyai tempat khusus untuk Maranggir supaya Tondui (Semangat Spiritual, Orang Toba menyebutnya Tondi) kembali kebadan. Sehingga kekuatan Spiritual semakin bertambah. Bukit tempat raja-raja tsb melaksanakan mandi berlimau, sekarang dikenal dengan nama Dolog Marangir.
- Tumbuk Lada memang merupakan senjata yang dianggap mistis. Dimiliki oleh suku Melayu, Karo dan Simalungun.

oh ya, photo avatar kamu adalah gambar Tuan Borahim Purba Dasuha, beliau adalah Datu Bolon (Dukun Besar Kerajaan).


Yup Betul ini gambar nya beliau kalo engga salah dia datu bolon kerjaan panai atau raya,.
Aku guna kan gambar ini karena hampir sama dengan poto itam putihnya oppung ku, dimana oppung pas baca2 lak-lak, di kanan nya ada podang yg tertancap, dan di kiri nya ada patung pangulu balang,tapi podang dan patung ini engga tau kemana,atw mungkin di jual atw mungkin hilang pas jaman revolusi dulu,tapi lak-lak tsb masih ada , tersimpan rapi dalam bambu,sering sih aku buka2 tpi ndak bisa membaca..
disitu banyak rajahan2,tapak nabi sulaiman,dll yg aku engga tau apa2 aja nama nya itu
ada bener nya yg suhu bilang masalah tumbuk lada, soal nya bapak kami emang jarang mengeluar kan pisau tsb kalo engga tuk acara2 sakral,dan aku suka kali sama wangi nya pisau tersebut,ada bau2 menyan dan jeruk purut nya
bener juga yg kek suhu bilang, jadi di kampung tuh ada khusus tempat kami maranggir, kalo tidak berdasarkan trah atw silsilah kami tidak bisa asal maranggir disana dan sekali2 kami pergi ke lehu tuk mandi disana juga
( tempat asal-usul )
Dan manfaat nya baru aku tau setelah suhu menjelas kan, karena bapak ku sendiri engga maw menjelaskan nya , mungkin takut mungkin tah apa lah alasan nya , aku juga ndak tau.
suhu_omtatok - 28/07/2008 10:45 PM
#91

AKSARA SIMALUNGUN & BEBERAPA RAJAH

## [Budaya]:"Rumpun  B A T A K"##


Pustaha Laklak memakai bahasa dan Aksara Batak. Aksara Batak yang mempunyai ciri-ciri tersendiri antara Batak Toba, Simalungun, Karo, Pakpak, Mandailing/Angkola (di Simalungun disebut Puang ni Surat Sapuluh Siah krn berjumlah 19 huruf) seperti didlm gambar diatas tampak 19 huruf Simalungun itu yaitu:
A, Ha, Ba, Pa, Na, Wa, Ga, Ja, Da, Ra, Ma, Ta, Sa, Ya, Nga, La, I, U dan Nya.

Untuk membentuk menjadi satu kata, terkadang dibutuhkan pangolat ( anak huruf sebagai tanda baca),
seperti dlm contoh: kata “Ki Sawung”,
dibutuhkan huruf Ha (bs bermakna Ka), huruf Sa, Wa dan Nga. Huruf Ha diberi anak huruf agar berbunyi Ki, Sa tetap, huruf Wa dan Nga diberi anak huruf kemudian di gabungkan karena bersuku kata sama sehingga berbunyi WUNG.

Dalam Pustaha laklak Simalungun, ada Tabas (mantra) yang menggunakan Bahasa Huruf, begini bunyi mantranya:

“A, Ha, Ba, Pa, Na, Wa, Ga, Ja, Da, Ra, Ma, Ta, Sa, Ya, Nga, La, I, U, Nya, harannya hita sabapa sainang sanawa, nini pormula jadi ni surat sapulu siyah, samula, sumili yah na ho begu, sumala sumili, yah ho aji ni halak. Borkat ma hamu Guru Sinalisi, na miyan Naibata diyatas, borkat mahamu Guru Siniyaman, na miyan Naibata ditongah, borkat ma hamu Guru Mangontang Dunia, na miyan Naibata ditoruh, harannya ham na mampogang hanami manusiya, pogang begu, pogang aji ni halak, iya ma tuwanku jungjunganku”.

Mantera ini untuk menjauhkan kejahatan dan guna-guna.

Diyakini, Aksara Batak ini memiliki pemimpin-pemimpin gaib, dalam pustaha laklak Simalungun diterangkan nama - nama pemimpin2 gaibnya yaitu:

RAJA I DABIYA, TUAN DIBORAKU, ASAL NABI, SITUNAGORI, TUWAN NABI ALLI, ALAM SADIYA, ALAM SADIA SAH, ALAM JAHARI, TUWAN MARJANDIHI, RAJA SIPORAT NANGGAR, RAJA ENDAH DUNIYA, RAJA DI PUSUK SUNGEI, TUWAN NABI ALI MUHAMMAD, TUWAN SI NAHAR NANGKIR, OMPUNG ANGLAH TAALA, PUWANG AJI BORAIL.

Bagi murid-murid yang belajar dunia supranatural Simalungun, dianjurkan untuk menghormati pimpinan-pimpinan gaib dari abjad diatas, dengan ritual khusus yg menyediakan sesaji berupa Ayam Merah yang disusun diatas daun dan diletakkan di tikar yang masih baru, sira pege yaitu cocolan garam, lada dan jahe 7 iris, bunga raya (kembang sepatu) 7 tangkai. Semua bahan ini dilingkari dengan benang putih. Masih dalam pustaha laklak, bahan diatas dilengkapi dengan nira, air, rudang, minyak saloh, beras sangrai yang dibuat tepung, 19 lembar sirih, kue nitak (tepung beras dicampur gula aren) serta huruf-huruf yang telah disediakan. Seluruh murid mengelilingi tikar tempat sesaji dan huruf yang diletakkan, lalu sang guru membacai mantra:

“Borkat ma hamu RAJA I DABIYA, Borkat ma hamu TUAN DIBORAKU, Borkat ma hamu ASAL NABU, Borkat ma hamu SITUNAGORI, Borkat ma hamu TUWAN NABI ALLI, Borkat ma hamu si ALAM SADIYA, Borkat ma hamu si ALAM SADIA SAH, Borkat ma hamu si ALAM JAHARI, Borkat ma hamu TUWAN MARJANDIHI, Borkat ma hamu RAJA SIPORAT NANGGAR, Borkat ma hamu RAJA ENDAH DUNIYA, Borkat ma hamu RAJA DI PUSUK SUNGEI, Borkat ma hamu TUWAN NABI ALI MUHAMMAD, Borkat ma hamu TUWAN SI NAHAR NANGKIR, Borkat ma hamu OMPUNG ANGLAH TAALA, Borkat ma hamu PUWANG AJI BORAIL, harannya ham Puwang ni Surat Sapuluh Siyah, na mannaikhon hosah, iya Tuwanku Jungjunganku” .

Lalu murid disuruh memilih huruf yang disukainya secara intuitif. huruf inilah yang bisa dijadikannya sebagai washilah berupa jimat dan sebagainya untuk menyatukan diri dengan alam gaib. huruf yang dipilih bisa di jadikan mantra handalan.

Dalam Pustaha Laklak , ada beberapa mantra yang digunakan dengan membaca huruf yang dipilih tadi, membacanya dengan mandoding yaitu bersenandung; misalnya untuk Pagar Pertahanan.

Di dalam pustaha laklak juga banyak memuat rajah-rajah untuk kepentingan ritual supranatural. di atas ada beberapa contoh rajah yang bisa dipergunakan, yaitu: pada gambar (a), (b) & (c) adalah merupakan rajah pulungan ni bulung-bulung tawar atau ramuan daun-daun tawar yang saya kutip dari 2 Pustaha Laklak Simalungun .

Rajah (a) berfungsi untuk menyerang paranormal yang membuat seseorang lama berumah tangga, Rajah (b) untuk meminta bantuan gaib Tuan Sordibanua,
Rajah (c) ditulis di daun kincung untuk penghukum dan sekaligus bisa untuk pengasih, sedang
Rajah (d) yang saya kutip adalah berfungsi untuk santet.
Si Kelana - 28/07/2008 10:59 PM
#92

bang suhu omtatok
sumutnya dimana nih kalo boleh tahu?
suhu_omtatok - 28/07/2008 11:27 PM
#93

BEBERAPA RAJAH YG SAYA AMBIL DARI PUSTAHA LAKLAK SIMALUNGUN

## [Budaya]:"Rumpun  B A T A K"##
suhu_omtatok - 28/07/2008 11:37 PM
#94

PUSTAHA LAKLAK

Pustaha Laklak memakai bahasa dan Aksara Batak. Aksara Batak yang mempunyai ciri-ciri tersendiri antara Batak Toba, Simalungun, Karo, Pakpak, Mandailing/Angkola (di Simalungun disebut Puang ni Surat Sapuluh Siah krn berjumlah 19 huruf) seperti didlm gambar diatas tampak 19 huruf Simalungun itu yaitu:
A, Ha, Ba, Pa, Na, Wa, Ga, Ja, Da, Ra, Ma, Ta, Sa, Ya, Nga, La, I, U dan Nya.

Untuk membentuk menjadi satu kata, terkadang dibutuhkan pangolat ( anak huruf sebagai tanda baca), seperti dlm contoh: kata “Ki Sawung”, dibutuhkan huruf Ha (bs bermakna Ka), huruf Sa, Wa dan Nga. Huruf Ha diberi anak huruf agar berbunyi Ki, Sa tetap, huruf Wa dan Nga diberi anak huruf kemudian di gabungkan karena bersuku kata sama sehingga berbunyi WUNG.

Dalam Pustaha laklak Simalungun, ada Tabas (mantra) yang menggunakan Bahasa Huruf, begini bunyi mantranya:

“A, Ha, Ba, Pa, Na, Wa, Ga, Ja, Da, Ra, Ma, Ta, Sa, Ya, Nga, La, I, U, Nya, harannya hita sabapa sainang sanawa, nini pormula jadi ni surat sapulu siyah, samula, sumili yah na ho begu, sumala sumili, yah ho aji ni halak. Borkat ma hamu Guru Sinalisi, na miyan Naibata diyatas, borkat mahamu Guru Siniyaman, na miyan Naibata ditongah, borkat ma hamu Guru Mangontang Dunia, na miyan Naibata ditoruh, harannya ham na mampogang hanami manusiya, pogang begu, pogang aji ni halak, iya ma tuwanku jungjunganku”.

Mantera ini untuk menjauhkan kejahatan dan guna-guna.
suhu_omtatok - 28/07/2008 11:40 PM
#95

Diyakini, Aksara Batak ini memiliki pemimpin-pemimpin gaib, dalam pustaha laklak Simalungun diterangkan nama - nama pemimpin2 gaibnya yaitu:

RAJA I DABIYA, TUAN DIBORAKU, ASAL NABU, SITUNAGORI, TUWAN NABI ALLI, ALAM SADIYA, ALAM SADIA SAH, ALAM JAHARI, TUWAN MARJANDIHI, RAJA SIPORAT NANGGAR, RAJA ENDAH DUNIYA, RAJA DI PUSUK SUNGEI, TUWAN NABI ALI MUHAMMAD, TUWAN SI NAHAR NANGKIR, OMPUNG ANGLAH TAALA, PUWANG AJI BORAIL.
suhu_omtatok - 28/07/2008 11:42 PM
#96

Bagi murid-murid yang belajar dunia spiritual Simalungun, dianjurkan untuk menghormati pimpinan-pimpinan gaib dari abjad diatas, dengan ritual khusus yg menyediakan sesaji berupa Ayam Merah yang disusun diatas daun dan diletakkan di tikar yang masih baru, sira pege yaitu cocolan garam, lada dan jahe 7 iris, bunga raya (kembang sepatu) 7 tangkai. Semua bahan ini dilingkari dengan benang putih. Masih dalam pustaha laklak, bahan diatas dilengkapi dengan nira, air, rudang, minyak saloh, beras sangrai yang dibuat tepung, 19 lembar sirih, kue nitak (tepung beras dicampur gula aren) serta huruf-huruf yang telah disediakan. Seluruh murid mengelilingi tikar tempat sesaji dan huruf yang diletakkan, lalu sang guru membacai mantra:

“Borkat ma hamu RAJA I DABIYA, Borkat ma hamu TUAN DIBORAKU, Borkat ma hamu ASAL NABU, Borkat ma hamu SITUNAGORI, Borkat ma hamu TUWAN NABI ALLI, Borkat ma hamu si ALAM SADIYA, Borkat ma hamu si ALAM SADIA SAH, Borkat ma hamu si ALAM JAHARI, Borkat ma hamu TUWAN MARJANDIHI, Borkat ma hamu RAJA SIPORAT NANGGAR, Borkat ma hamu RAJA ENDAH DUNIYA, Borkat ma hamu RAJA DI PUSUK SUNGEI, Borkat ma hamu TUWAN NABI ALI MUHAMMAD, Borkat ma hamu TUWAN SI NAHAR NANGKIR, Borkat ma hamu OMPUNG ANGLAH TAALA, Borkat ma hamu PUWANG AJI BORAIL, harannya ham Puwang ni Surat Sapuluh Siyah, na mannaikhon hosah, iya Tuwanku Jungjunganku” .
suhu_omtatok - 28/07/2008 11:44 PM
#97

Lalu murid disuruh memilih huruf yang disukainya secara intuitif. huruf inilah yang bisa dijadikannya sebagai washilah berupa jimat dan sebagainya untuk menyatukan diri dengan alam gaib. huruf yang dipilih bisa di jadikan mantra handalan. Dalam sebuah Pustaha Laklak , ada beberapa mantra yang digunakan dengan membaca huruf yang dipilih tadi, membacanya dengan mandoding yaitu bersenandung; misalnya untuk Pagar Pertahanan.

Di dalam pustaha laklak juga banyak memuat rajah-rajah untuk kepentingan ritual supranatural. digambar atas dibawah aksara simalungun, ada beberapa contoh rajah yang bisa dipergunakan, yaitu: pada gambar (a), (b) & (C) adalah merupakan rajah pulungan ni bulung-bulung tawar atau ramuan daun-daun tawar yang saya kutip dari 2 buah Pustaha Laklak Simalungun .
Rajah (a) berfungsi untuk menyerang paranormal yang membuat seseorang lama berumah tangga,
Rajah (b) untuk meminta bantuan gaib Tuan Sordibanua,
Rajah (C) ditulis di daun kincung untuk penghukum dan sekaligus bisa untuk pengasih, sedang Rajah (d) yang saya kutip dari Pustaha Laklak Simalungun No. 3055 adalah berfungsi untuk santet.
suhu_omtatok - 28/07/2008 11:46 PM
#98

Disamping memuat hal ikhwal Supranatural dan pengobatan, Pustaha Laklak juga memuat hal lain; seperti Pustaha simalungun “Parpadanan na Bolag” yang mengisahkan asal usul marga Damanik sebagai Penguasa Dinasti Nagur. Pustaha ini mungkin saja ditulis oleh pejabat kerajaan atau bisa saja ditulis orang luar kerajaan pada masa atau akhir keruntuhan kerajaan pada penghujung abad XIV, kesemuanya bertujuan Habonaron do Bona yaitu Kebenaranlah yang mesti ditegakkan.

Disini saya menukil hanya sekelumit contoh tentang isi Pustaha Laklak simalungun, misalnya:

1. Tentang Fengshui:

"Jaha sopo iholang-holang batang-batang sada, janah abing reben i desa otara Rohma naosuman bani oppungni sopou, matean oppung ni sopo ale amang datu.
Jaha sopou ipajongjong bani suhi-suhi dalan nabolon topat bani topi dalan, rohma nasosuman bani oppunganni sopou inon. Buei marsilaosan begu monggop bani sopou inon, matean oppungni sopou inon".

kira-kira bermakna:
"Jika sebuah bangunan didirikan diapit balok besar, satu diantara balok terletak pada kemiringan disebelah utara bangunan, pemiliknya tidak akan berhoki.
Jika bangunan ditepi jalan raya pada posisi sudut jalan umum, maka pemilik akan ditimpa musibah karena banyak dilintasi energi negatif".

2. Tentang Santet:

Memakai bahan kulit Harimau, Tanah Kuburan dari Pusara yg baru satu hari, kulit Musang, Tali Pengikat Senjata Tajam, Buah Enau yg berjatuhan dan Pucuk kain Pangulu Balang.
semua Bahan disatukan dan dimasukkan kedalam Labu Muda sebagian, dan sebagian disatukan dengan kulit Harimau serta sebagian untuk bahan taburan. Lalu Manterai dan kemudian disemburkan pada bahan kulit Harimau dan Labu Muda:
"surung maho botara ni pangulu balang nina gurunghu, pangulu balang ni pagar pangorom, amani si porhas manoro, inani si porhas manoro botara porhas manoro, surung porhas manoro dihosah ni musuhu...., surung bunuh ni.....surung ma ho botara pangulu balang nina gurunghu"

3. Tentang Pelet:

Salah satu cara pelet dengan ramuan yaitu menggunakan bahan yang melekat pada kayu, yang melekat pada batu, yang melekat di pohon enau, pada lumpang, serta segala sesuatu yang bersifat lengket. Seluruh bahan digiling halus.

Demikian selayang pandang tentang Pustaha Laklak.*(Omtatok)
suhu_omtatok - 29/07/2008 12:32 AM
#99

PUSTAHA LAKLAK, sebelum dibuka berbentuk kitab
## [Budaya]:"Rumpun  B A T A K"##

PUSTAHA LAKLAK, setelah dibuka berbentuk lembaran
## [Budaya]:"Rumpun  B A T A K"##
suhu_omtatok - 29/07/2008 12:42 AM
#100

DATU BORAHIM PURBA DASUHA dan pengiringnya, beliau adalah GURU RAYA (Dukun Kerajaan di Raya).
Dalam photo, Datu Borahim Purba Dasuha sedang menunjukkan pustaha laklak dan tulisan simalungun yang ditulis di buluh serta tulang.
## [Budaya]:"Rumpun  B A T A K"##
Page 5 of 63 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Budaya > ## [Budaya]:"Rumpun B A T A K"##