BUKU new
Home > CASCISCUS > BUKU new > (revive) Buku Terakhir yang Kamu Beli
Total Views: 48099 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 2 of 114 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›

James Potter - 10/06/2008 08:32 AM
#21

Quote:
Original Posted By headbangers
wah baru gw mau post ..
ternyata lo juga beli buka na juga
gy proses pembacaan neh !
lumayan berat bahasa na , jdi mencerna juga butuh waktu

beli brp bos ?
gw di kwitang neh beli na .. hhi


harga 30 ribuan, beli di Aksara
Bahasanya pasti berat karena banyak idiom taun 60-an, topiknya apalagi
InRealLife - 11/06/2008 09:56 AM
#22

Quote:
Original Posted By James Potter

1. Kitab Salahuddin oleh Tariq Ali


Eh elo beli yg ini dimana? Gw nyari-nyari di beberapa Gramedia Jakarta, udah pada abis \(

Buku terakhir yg gue beli...
'Membeli Apartemen Dengan Duit Orang Lain'
James Potter - 11/06/2008 11:20 AM
#23

Quote:
Original Posted By InRealLife
Eh elo beli yg ini dimana? Gw nyari-nyari di beberapa Gramedia Jakarta, udah pada abis \(

Buku terakhir yg gue beli...
'Membeli Apartemen Dengan Duit Orang Lain'


Belinya di sini http://www.serambi.co.id/modules.php?name=Katalog&op=tampilbuku&bid=171

Gramedia jaman sekarang sih seringnya tukang bo'ong; bilangnya abis, padahal dianya ngga mau repeat stock (istilah pedagang DVD di Mangdu D).
Udah beberapa buku gue cari di Gramedia ngga ada mulu. Beberapa ketemunya di Gunung Agung Kwitang
RKO - 11/06/2008 07:33 PM
#24

1. Politik Radikal Hugo Chavez dan revolusi Bolivarian

2. Dari Sierra Maestre ke Havana

Bagus juga....D
InRealLife - 12/06/2008 10:55 AM
#25

Quote:
Original Posted By James Potter
Belinya di sini http://www.serambi.co.id/modules.php?name=Katalog&op=tampilbuku&bid=171

Gramedia jaman sekarang sih seringnya tukang bo'ong; bilangnya abis, padahal dianya ngga mau repeat stock (istilah pedagang DVD di Mangdu D).
Udah beberapa buku gue cari di Gramedia ngga ada mulu. Beberapa ketemunya di Gunung Agung Kwitang


Oo, beli langsung dari Serambi.

Kalau soal umur buku di rak toko, yah, gw juga mafhum, wong sekarang input buku dari semua penerbit itu banyak banget, dan toko buku itu kapasitasnya terbatas... Di toko terjadi survival of the fittest, yang paling laku-lah yang bertahan lama...
James Potter - 13/06/2008 06:26 AM
#26

Quote:
Original Posted By InRealLife
Oo, beli langsung dari Serambi.

Kalau soal umur buku di rak toko, yah, gw juga mafhum, wong sekarang input buku dari semua penerbit itu banyak banget, dan toko buku itu kapasitasnya terbatas... Di toko terjadi survival of the fittest, yang paling laku-lah yang bertahan lama...


Yang laku yang tahan lama di rak sih boleh2 aja.
Tapi kalo yang berkualitas bagus ngga dijaga kan sayang banget. Apalagi untuk toko buku sebesar Gramedia.
koksoktahu - 13/06/2008 11:59 AM
#27

Kalatidha oleh Seno
James Potter - 07/07/2008 07:45 AM
#28

Lama juga nih ngga beli buku
Secara sebagian besar yang udah gue beli masih belom kebaca juga sih Peace:
James Potter - 07/07/2008 08:28 AM
#29

Judul:
Pachinko
and Everyone’s Happy


Ditulis oleh:
Harry Suharyadi dan Muhammad Yunus
berdasarkan skenario film Pachinko & Everyone’s Happy karya Harry Suharyadi, diilhami dari kejadian-kejadian sebenarnya


Penerbit:
Puspa Swara, Jakarta


Cerita:
Kegundahan dalan pengabdian kepada hidup digambarkan melalui hidup seorang geisha yang kehidupan sehari-harinya bertolak belakang dengan keceriaan yang selalu dibawa dalam profesinya.


Catatan:
Novelisasi dari film yang berjudul sama ini disampaikan dengan padat dan efisien. Dalam buku setebal 115 halaman bisa dengan gampang gue lahap cuma dalam beberapa jam aja. Iya, cuma beberapa jam aja. Buku ini ‘nemenin’ gue dalam perjalanan pergi pulang kantor naik angkutan umum.
Tapi buku ini dengan hebatnya bisa menyampaikan secara utuh keseluruhan cerita lengkap dengan rasa mendalam yang menyentuh hati gue. Buat gue, perasaan tokoh utama yang selalu di ‘persimpangan jalan’ seperti kena banget. Bisa juga saat baca buku ini, sisi feminin gue lebih mendominasi akal dan pikiran gue.
‘Romantisme’ yang disampaikan buku ini lebih kepada romantisme kehidupan sehari-hari yang disimbolisasikan lewat kehidupan seorang geisha yang mendua. Kayaknya hampir setiap orang yang hidup, terutama di zaman sekarang, selalu punya sikap mendua, baik dalam skala kecil maupun besar. Makanya cerita di buku ini kena banget.
Pace-nya bisa jadi lambat tapi ngga lantas menjadi mendayu-dayu. Pas banget dengan latar cerita tentang orang Jepang yang cenderung kaku, yang sekalipun kaku tapi banyak kerapuhan di dalamnya.
Sebenernya setelah baca buku ini, cukup ada rasa penasaran untuk menyaksikan filmnya. Tapi rasa penasaran itu masih belum cukup kuat untuk menuntaskan nonton filmnya. Mungkin mood-nya aja yang belum dapet.
James Potter - 07/07/2008 09:07 AM
#30
Sejarah Ringkas Musisi Indonesia
Judul:
Musisiku

Penulis:
Asriat Ginting, Chr Nasution, Denny Sakrie, Fauzi Djuanedi, Jose Choa Linge, Manunggal K Wardaya, Niantoro Sutrisno, Riza Sihbudi, Syamsuddin, Wasis Susilo

Editor:
Denny Sakrie

Penerbit:
Republika

Catatan:
Buku yang merupakan kompilasi dari berbagai tulisan di rubrik Oldies Goodies di salah satu harian besar di Indonesia sepertinya berusaha merangkum jejak-jejak musisi besar Indonesia. Tulisan-tulisan yang terangkum adalah buah karya penulis yang dalam tulisannya terlihat sekali sangat-sangat peduli dengan musik Indonesia.
Tulisan yang berisikan biografi musikal dari tokoh-tokoh dunia musik Indonesia. Dari yang multi talenta sampai pelestari budaya betawi. Dari akar musik rock sampai pop progresif 80-an. Dari pop santai sampai musikalisasi puisi religius. Tidak lupa juga fenomena musik Indonesia dari Koes Bersaudara, Koes Plus sampai ke Badai Pasti Berlalu.
Dalam kesederhanaannya buku ini cukup bisa memetakan ‘sejarah’ musik Indonesia sekalipun tidak terlalu setia dengan kronologi waktunya. Meski belum bisa dibandingkan dengan buku sejenis lainnya yang mengupas sejarah film dan sejarah bioskop di Indonesia, tapi buku ini sudah bisa merangkum tonggak-tonggak sejarah penting dalam perkembangan musik Indonesia.
zhanzhe - 07/07/2008 02:46 PM
#31

1. Rashomon (dari penulis jepang)
2. Vita Brevis (Buku Jostein Gaarder)
3. Amber Spyglass (akhirnya kebeli juga, tinggal nunggu Lyra's Oxford diterjemahin)
4. Buddha
James Potter - 07/07/2008 04:06 PM
#32

Quote:
Original Posted By zhanzhe
1. Rashomon (dari penulis jepang)
2. Vita Brevis (Buku Jostein Gaarder)
3. Amber Spyglass (akhirnya kebeli juga, tinggal nunggu Lyra's Oxford diterjemahin)
4. Buddha


Buddha yang mana tuh??
zhanzhe - 08/07/2008 12:12 AM
#33

Quote:
Original Posted By James Potter
Buddha yang mana tuh??

Yang karangan Deepak Chopra, gw blom mulai baca tapi moga-moga terjemahannya bagus.

Kalo InRealLife baca thread ini, nanya dong, Lyra's Oxford bakal diterjemahin ke bahasa indo ato nga? p
InRealLife - 08/07/2008 01:48 PM
#34

Quote:
Original Posted By zhanzhe
Yang karangan Deepak Chopra, gw blom mulai baca tapi moga-moga terjemahannya bagus.

Kalo InRealLife baca thread ini, nanya dong, Lyra's Oxford bakal diterjemahin ke bahasa indo ato nga? p


Setau gw sih rights karya2 Philip Pullman udah diambil semua sama GPU, jadi mungkin aja Lyra's Oxford diterjemahin.

Dari pameran buku kemarin gw baru beli:
1. Komik The 99 no 2-4 (paket), sebenarnya mau beli lengkap (s/d/ no. 7) tapi di stand nya ngga lengkap terus, payah!
2. 'Perang Suci' Serambi harga diskon Rp100rb D
3. 'Kitab Salahuddin'

Udah pada beli Bilangan Fu?
James Potter - 08/07/2008 03:47 PM
#35

Quote:
Original Posted By InRealLife

Udah pada beli Bilangan Fu?


Gue lagi nitip temen nih D
Hestia - 08/07/2008 11:02 PM
#36

Baru beli di Book Fair kemaren :
1. You are what you eat
2. Terapi Jus & Diet
3. Fat loss, not weight loss

lagi baca buku yang nomer 3 D
James Potter - 08/07/2008 11:18 PM
#37

Quote:
Original Posted By Hestia
Baru beli di Book Fair kemaren :
1. You are what you eat
2. Terapi Jus & Diet
3. Fat loss, not weight loss

lagi baca buku yang nomer 3 D


Wah sepertinya anda 'senasib' dengan saya shakehand :Peace

Kayaknya saya perlu nih beli buku seperti anda punya itu D
Punya info lebih lanjut tentang buku2 itu (penerbit, penulis dsb.)?
dafanajwa - 09/07/2008 09:54 AM
#38

1.Quantum Ikhlas (Erbe Sentanu)
"buku yang menciba mengupas ikhlas baik secara philosofis maupun ilmiah,,disertai dengan CD audio software upgrade otak" lumayan menjawab beberapa keraguan gwD
2.Kisah Klan Otori 1. across the nightingale floor
kisah bagaimana seorang anak yang mewarisi 3 darah serta kultur yang berbeda menghadapi pemimpin klan Iida yang kejam..pemberontakan,pengkhianatan,cinta,amibisi...good one!
3.bahkan malaikatpun bertanya ( DR.Jeffrey Lang)
buku yang membahas aqidah islam dan membahasnya dengan logika yang lugas dan penelusruan yang mendalam kepada pertanyaan yang kritis.
son2 - 11/07/2008 10:07 PM
#39

[QUOTE=BluezAce;34254354]Bos, mending jgn cuma tanya buku apa yg dibeli, tp dikasih resensinya skalian biar cm 1 paragraf... (lbh mnarik! Klo cm judul mana taw isinya apa!)

Klo gw:
Kappa by Akutagawa Ryonosuke
Isinya ttg satire (sindiran-sindiran) kebudayaan di Jpang. Critanya, ada seorang pemuda yg masuk RSJ, trus dia menceritakan pengalamannya. Ternyata dia gak sengaja ktemu seorang kappa (makhluk mitologi di Jpang) waktu dia naik gunung. Ketika dia ngejar tuh kappa, dia tperosok ke sebuah lubang yg menuju ke Kappaland; negara tempat tinggalnya kappa2. Di sana dia menemukan kebudayaan-kebudayaan yg berbeda dgn dunia manusia (cthnya di sana tdk ada pengangguran. Bagaimana bisa? Krn di sana kappa yg ngangguran tuh dibunuh/disembelih trus dagingnya dimakan buat dinner >.
James Potter - 12/07/2008 04:13 PM
#40

Judul:
SIDANG SUSILA: Naskah Komedi dan Catatan Perihal RUU Pornografi

Penulis:
Ayu Utami

Penerbit:
_sp@si dan vhrbook

Isi:
[*]SIDANG SUSILA (naskah komedi)
[*]LAMPIRAN DUA RUU HAL PORNOGRAFI
[*]NOTA KETIDAKSEPAHAMAN TENTANG RUU PORNOGRAFI: kumpulan tulisan Ayu Utami di berbagai media massa mengenai kontroversi RUU hal pornografi


Catatan:
“RUU Antipornografi dan Pornoaksi adalah lawakan yang mengerikan. Bukan menggelikan. Seperti kita tahu, lawakan adalah penjungkirbalikan akal sehat atau logika bahasa. Tetapi, kali ini yang dihasilkannya bukanlah kelucuan melainkan kengerian. Karena, lawakan ini kelak bisa dipakai untuk menghukum orang.”

Paragraf di atas dikutip dari salah satu tulisan Ayu Utami untuk kolom bahasa! Majalah Tempo yang berjudul ‘Berbahasa Indonesiakah RUU Anti Pornografi?’ yang dimuat di dalam buku ini. Paragraf tersebut juga dikutip sebagai tulisan di bagian sampul belakang buku ini. Buat saya jelas sekali bahwa memang paragraf itu menyimpulkan keseluruhan maksud dan tujuan disusunnya dan diterbitkannya buku ini. Selain memang si penulis adalah seorang jurnalis dan aktivis yang ‘tersembunyi’, buku ini diterbitkan secara bersama oleh _sp@si dan vhrbook dimana yang penerbitnya disebut terakhir adalah bagian dari vhrmedia.com, sebuah media komunikasi milik LSM. VHR pada vhrmedia.com sendiri adalah singkatan dari Voice of Human Rights.

Isi buku ini memang mengenai ketidaksetujuan penulis terhadap RUU yang menjungkirkan akal sehat itu. Secara kocak dituangkan ke dalam naskah drama (yang katanya sudah dipentaskan oleh Teater Gandrik pada bulan Pebruari 2008) yang menceritakan pengadilan terhadap seorang laki-laki yang menjadi korban implementasi UU Anti Pornografi. Laki-laki yang bernama Susila ini tergolong ekonomi lemah dengan tingkat pendidikan yang rendah. Pola pikir dan pola hidupnya sederhana sehingga membuat ia menjadi tampil ‘seksi’ (perut dan payudara melimpah) dan menyambung hidup dengan berjualan mainan anak-anak dan ‘dewasa’. Naskah drama yang sederhana ini sama sekali tidak membuat saya kesulitan untuk menikmatinya. Mudah sekali membayangkan seperti apa naskah bila dipentaskan.

Tapi ada yang lebih lucu daripada naskah drama itu. Terlampir 2 draft RUU Anti Pornografi; 1 draft RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) dan 1 lagi draft RUU Pornografi (RUU APP ‘yang disempurnakan’). 2 draft RUU tersebut dikutip dan diberikan catatan-catatan oleh penulis di banyak pasal dan ayat-ayatnya. Pastinya dalam catatan-catatan tersebut, penulis banyak menyoalkan mengenai esensi maksud dan tujuan disusunnya pasal/ayat RUU tersebut. Ditemukan pula inkonsistensi di beberapa bagian yang tidak nyambung dengan bagian sebelumnya. Dan yang makin memperparah ‘kerusakan’ RUU tersebut adalah penggunaan Bahasa Indonesia dengan tidak baik dan tidak benar.

Catatan-catatan penulis pada draft RUU tersebut makin menegaskan bahwa kedua draft RUU tersebut adalah benar-benar penjungkirbalikan akal sehat dan logika bahasa. Bahasa Indonesia banyak mengalami perubahan, penyempitan dan bahkan pelintiran makna dalam draft RUU tersebut. Belum lagi dalam banyak pasal/ayat, pelintiran makna dan logika bahasa menjadikan pasal/ayat tersebut multi tafsir, atau yang lebih dikenal dengan pasal/ayat karet.

Membaca buku ini menjadikan saya lebih tahu dan mengerti kekhawatiran saudara-saudara LSM mengenai ‘jahatnya’ RUU tersebut. Dan saya juga menjadi semakin ngeri apabila membayangkan RUU tersebut disahkan dan diimplementasikan dalam kehidupan di Indonesia.
Page 2 of 114 |  < 1 2 3 4 5 6 7 >  Last ›
Home > CASCISCUS > BUKU new > (revive) Buku Terakhir yang Kamu Beli