Kepolisian
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Kepolisian > Dimata Masyarakat "Kepolisian"....
Total Views: 2284 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 4 |  1 2 3 4 > 

Alcasta - 08/06/2011 01:11 AM
#1
Dimata Masyarakat "Kepolisian"....
sesuai dengan judul trit, ane mo berbagi pemikiran mudah-mudahhan bermanfaat Dimata Masyarakat "Kepolisian"....

knp saat berbicara dan mengangkat topik tentang "Kepolisian" selalu ada (banyak) hal negatifnya (buruk), padahal ada (juga) sesuatu yang positif, dan sekarang (katanya) kepolisian sedang berbenah diri untuk menjadi baik (semoga saja)

secara pengamatan saya sendiri :cool munculnya pandangan (buruk) ini adalah (paling) banyak dr kegiatan dilapangan, khususnya "Satuan Lalu Lintas"
memang tidak semua personel "Polantas" melakukan hal yg tdk sesuai "prosedur", tp itu kan kita sebut Oknum (berbaju polisi)
sebenarnya apa sich yg memotivasi "mereka" seperti itu,
(opsi)
[*]budaya lama yang akhirnya menjadi hal yg biasa
or
[*]pendapatan(gaji) yg tdk sesuai



tapi
bangaimana dengan posisi masyarakat yg selama ini merasa drinya "tidak diuntungkan" terhadap Oknum, apa mereka sudah melakukan sesuai dengan aturan yg berlaku
coba perhatikan saat di perempatan lampu merah
berapa banyak kendaraan R2 yg berhenti di belakang garis zebracros?
atau coba pikir, agan beli motor baru dengan perlengkapan sesuai pabrikan (standar), tp coba pikir lg agan modifikasi motornya, contohnya :

[*]ban diganti
[*]stang jd model racing
[*]macem-macem pokonya


kl menurut ane itu motorkan yg buat "Ahli Mesin" yg sudah terakreditas,sesuai hitungan "Prof. Ahli Mesin/Desain", tp dimodif sama bangkel yg "lulus SMA aja kagak" (ibaratnya)

padahal sekarang Kepolisian sendiri sudah membuka diri kepada masyarakat, dalam rangka meningkatkan "trust building"
coba dech cek disini

dan dengan adanya sub forum ini kita bisa sedikit tw ttg intitusi ini (POLRI)
contohnya disini

lalu apa sich yg membuat Citra kepolisian itu "Jelek"
Masyarakatnya atau Personel Polisinya itu sendiri (baca:Oknum)
beat2 - 08/06/2011 01:19 AM
#2

yeh... dimulai lagee.... disebelah blum beres... ada lapak baru neh....hammer:

mantap bozz...gw sekalian nyba icon br neh...
:telkomsel









btw...sepertinya ane pertamax ya?
Alcasta - 08/06/2011 01:33 AM
#3

Quote:
Original Posted By beat2
yeh... dimulai lagee.... disebelah blum beres... ada lapak baru neh....hammer:

mantap bozz...gw sekalian nyba icon br neh...
:telkomsel









btw...sepertinya ane pertamax ya?


ya ente aja dech yg beresin sebelah, yg bangga dengan pemikiran konvesional mereka...
disana menurut ane cuma capek ngetik doank Dimata Masyarakat "Kepolisian"...., g ada sesuatu yg bisa didapat
intinya "alibi dibalik sakit hati"
ane disini minta pendapat dan pandangan yg secara ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan dunia akhirat





sama test juga
:telkomsel

selamat gan, ente pertamax
beat2 - 08/06/2011 01:44 AM
#4

^^^

Ok deh bozz... mdh2an dpt yg lo cari. gw dukung aja... soale lapak sebelah jg blumm beres... ntr main lg kemari..tetap semangad....\)
iceiscool - 08/06/2011 01:55 AM
#5

Kalo menurut ane sih gan, citra POLISI khusunya yang bertugas di lalu-lintas sulit untuk menjadi citra yang positif.
Karena, dalam faktanya, masih banyak oknum yang berbuat "curang" dalam penegasan/penilangan terhadap pengendara yang tidak mentaati peraturan.
Mungkin pengendara juga menjadi masalah disini. Karena tidak mematuhi segala peraturan lalu-lintas. Disini seharusnya pengendara juga mengintrospeksi diri dan jangan saling menyalahkan antara "oknum" yang "nakal" dengan pengendara yang ditilang. Karena, pengendara disini juga terlibat dalam tindakan "nakal". Seperti, adanya persetujuan antara si "oknum" dan si pengendara dalam melakukan transaksi ilegal.

Sebenarnya citra polisi sudah mulai membaik dengan adanya BRIPTU NORMAN dan pembawa berita dari NTMC POLRI khusunya BRIPTU EKA FRASTESYA.
Tetapi, dengan sedikit melihat berita tentang "oknum" POLISI yang melakukan tindakan negatif. Maka, citra POLISI akan sangat dengan mudah menjadi terpuruk.
Alcasta - 08/06/2011 02:21 AM
#6

Quote:
Original Posted By iceiscool
Kalo menurut ane sih gan, citra POLISI khusunya yang bertugas di lalu-lintas sulit untuk menjadi citra yang positif.
Karena, dalam faktanya, masih banyak oknum yang berbuat "curang" dalam penegasan/penilangan terhadap pengendara yang tidak mentaati peraturan.
Mungkin pengendara juga menjadi masalah disini. Karena tidak mematuhi segala peraturan lalu-lintas. Disini seharusnya pengendara juga mengintrospeksi diri dan jangan saling menyalahkan antara "oknum" yang "nakal" dengan pengendara yang ditilang. Karena, pengendara disini juga terlibat dalam tindakan "nakal". Seperti, adanya persetujuan antara si "oknum" dan si pengendara dalam melakukan transaksi ilegal.


menurut pandangan ane juga begitu,
"tindakan nakal" seorang oknum tdk akan terjadi jika tidak ada kesempatan
selama ini kl menurut ane "situasi" seperti itu muncul karena masyarakat kita (termasuk oknum) berfikir praktis dan instan, dan sudah menjadi budaya kl kita tidak ingin menjalankan sesuatu secara prosedural / proses, itu yg sulit diubah.

dan tdk ada salahnya kok kita lebih tw ttg peraturan daripada penegak hukumnya itu sendiri, tp bukan berarti sok tw lho Dimata Masyarakat "Kepolisian"....
kancildunk - 08/06/2011 02:49 AM
#7

Quote:
Original Posted By iceiscool
Kalo menurut ane sih gan, citra POLISI khusunya yang bertugas di lalu-lintas sulit untuk menjadi citra yang positif.
Karena, dalam faktanya, masih banyak oknum yang berbuat "curang" dalam penegasan/penilangan terhadap pengendara yang tidak mentaati peraturan.
Mungkin pengendara juga menjadi masalah disini. Karena tidak mematuhi segala peraturan lalu-lintas. Disini seharusnya pengendara juga mengintrospeksi diri dan jangan saling menyalahkan antara "oknum" yang "nakal" dengan pengendara yang ditilang. Karena, pengendara disini juga terlibat dalam tindakan "nakal". Seperti, adanya persetujuan antara si "oknum" dan si pengendara dalam melakukan transaksi ilegal.

Sebenarnya citra polisi sudah mulai membaik dengan adanya BRIPTU NORMAN dan pembawa berita dari NTMC POLRI khusunya BRIPTU EKA FRASTESYA.
Tetapi, dengan sedikit melihat berita tentang "oknum" POLISI yang melakukan tindakan negatif. Maka, citra POLISI akan sangat dengan mudah menjadi terpuruk.


yah itu ada benarnya juga...
karena ad juga yang bertindak seenaknya dengan mencari kesalahan pengemudi...
:telkomsel
Alcasta - 08/06/2011 03:12 AM
#8

Quote:
Original Posted By kancildunk
yah itu ada benarnya juga...
karena ad juga yang bertindak seenaknya dengan mencari kesalahan pengemudi...
:telkomsel


motivasi nya itu lho, sebenarnya apa?
sehingga menimbulkan oknum itu selalu ada, padahal Hampir tiap tahun dengan program kerja pengajaran (yang katanya) sudah menjungjung profesionalisme dan HAM yg melahirkan personel-personel polisi baru yg ibaratnya masih seperti kain putih,,lalu knp hal ini tidak bisa hilang?
danielldt - 08/06/2011 03:28 AM
#9

ijin kasih pendapat, peran media sangat penting "BAD NEWS IS GOOD NEWS" minimnya pemberitaan tentang usaha Polri atau anggota polri yang sedang berusaha memperbaiki kinerja, selalu saja yang diangkat adalah keburukan oknum polri yang memiliki nilai jual.
Contoh lain, media selalu meliput dengan heboh jika terjadi bentrok/gesekan ketika unras tapi (setahu saya) belum ada media yang meliput mulai dari jam berapa bapak polisi tersebut berangkat dari rumah meninggalkan keluarganya, apel persiapan/konsolidasi di lokasi, sampai aksi unras yang biasanya di mulai ketika sudah agak siang, dsb
ada info, salah satu kesatuan di PMJ, mereka hrs berangkat dari mako jam 4 subuh dari kantornya yang terletak di pinggiran, untuk menghindari jam macet dan jika unras selesai jam 18.00 wib (tapi nyatanya malah pendemo lebih sering mengulur2 smp jam 19.00 wib) maka dia pulang akan terjebak macet sehingga membutuhkan sekitar 2 jam perjalanan baru sampai di komando, bahkan lebih.
REWARD AND PUNISHMENT itu juga perlu
hanya pendapat dari nubi yang hina ini D
boltcrank - 08/06/2011 08:11 AM
#10

Quote:
Original Posted By danielldt
ijin kasih pendapat, peran media sangat penting "BAD NEWS IS GOOD NEWS" minimnya pemberitaan tentang usaha Polri atau anggota polri yang sedang berusaha memperbaiki kinerja, selalu saja yang diangkat adalah keburukan oknum polri yang memiliki nilai jual.
Contoh lain, media selalu meliput dengan heboh jika terjadi bentrok/gesekan ketika unras tapi (setahu saya) belum ada media yang meliput mulai dari jam berapa bapak polisi tersebut berangkat dari rumah meninggalkan keluarganya, apel persiapan/konsolidasi di lokasi, sampai aksi unras yang biasanya di mulai ketika sudah agak siang, dsb
ada info, salah satu kesatuan di PMJ, mereka hrs berangkat dari mako jam 4 subuh dari kantornya yang terletak di pinggiran, untuk menghindari jam macet dan jika unras selesai jam 18.00 wib (tapi nyatanya malah pendemo lebih sering mengulur2 smp jam 19.00 wib) maka dia pulang akan terjebak macet sehingga membutuhkan sekitar 2 jam perjalanan baru sampai di komando, bahkan lebih.
REWARD AND PUNISHMENT itu juga perlu
hanya pendapat dari nubi yang hina ini D

setuju ma agan danielledt

polisi sekarang jauh lebih humanis dibanding jaman dulu gan....kenapa,krna tiap demo yg mulai anarkis duluan ya yg demo bukan polisinya.....
ane lebih suka polisi jaman dulu,knp?krna mereka lebih dihargai n di segani(takuti)...sekarang polisi klo jaga demo smpe kepalanya bocor,bhkan meninggal gk da kompensasi yg setimpal....tp klo yg demo dicolek dikit aja,semua ribut komentar....cd: cd:
soalnya ane ngalamin sendiri...ane neglindungi pendemo yg ditangkap biar gk dikeroyok anggota smpe ane yg kena tendang,gebuk,pentung sm anggota ane sendiri,apresiasinya apa?gk da...wartwan jg gk minta ngeliput yg ky gt....

yg bilang polantas itu anjing dsb,itu karena agan2 melanggar peraturan....klo agan2 sesuai aturan gk bakal ditilang kok...
dari 10 pelanggar yg ane berhentiin,9 yg nawarin damai gan...sebenarnya klo agan2 mw menghilangkan budaya polisi tkg malak,jgn pernah sekali2 agan nawarin atao menerima tawaran damai pd saat tilang gan,lsg mnta sidang aja gan....percaya deh,lama2 budaya damai akan hilang...

sekarang org gk pake helm,bonceng tiga dgn santainy lwat2 depan kntr,nyalip mobil patroli....diberhentiin malah kabur...jujur ane bilang yg kabur2 itu maho gan,soalnya penakut/cupu/cemen,berani melanggar,berani juga dunk mmpertanggungjwbkn....
ada yg diberhentiin gak mau,malah ane hampir ditabrak...stlh dipaksa,rupanya satuan samping,anak kolong,merasa pny dekingan....tp gk berlaku bwt ane...soalnya tiap ane razia sllu bw handycam....iloveindonesia

ane jadi polisi di jaman reformasi polri,maka ane berusaha bekerja sesuai tuntutan jaman...

cek gan...
Pelajar Tolol
Kegiatan Polisi Indonesia se-bulan kedepan
Serba Serbi Tentang Tilang
rivaski - 08/06/2011 10:43 AM
#11

kalo menurut ane,,,baik atau buruknya Polri itu tergantung masyarakatnya,,,karna anggota Polri kan berasal dari masyarakat yg kemudian dididik menjadi anggota Polri,,,klo masyarakatnya sudah baik pasti sdm-sdm di Polri pun baik,,iloveindonesia
pujoop - 08/06/2011 11:22 AM
#12

Udah dbahas di trit sblah bang, Dimata Masyarakat "Kepolisian"....
Alcasta - 08/06/2011 12:58 PM
#13

Quote:
Original Posted By pujoop
Udah dbahas di trit sblah bang, Dimata Masyarakat "Kepolisian"....

betul! disebelah jg dibahas tp menurut gw disebelah terlalu OOT dan selebihnya (hanya) pelampiasan kekecewaan yg konvensional

knp kita tdk merubahnya dari kita masing2?
menutup peluang untuk terjadinya penyimpangan bukankah bernilai baik?

Quote:
Original Posted By danielldt
ijin kasih pendapat, peran media sangat penting "BAD NEWS IS GOOD NEWS" minimnya pemberitaan tentang usaha Polri atau anggota polri yang sedang berusaha memperbaiki kinerja, selalu saja yang diangkat adalah keburukan oknum polri yang memiliki nilai jual.


media lagi...media lagi cd

seertinya media (baca:jurnalis) jaman sekarang kritisnya itu hanya bertujuan untuk kepentingan kormersil :telkomsel

sedikit sekali yg benar2 independen dan kritis dalam membangun
contohnya :...... *rekan2 tw lah g perlu saya sebutkan

Quote:
Original Posted By rivaski
kalo menurut ane,,,baik atau buruknya Polri itu tergantung masyarakatnya,,,karna anggota Polri kan berasal dari masyarakat yg kemudian dididik menjadi anggota Polri,,,klo masyarakatnya sudah baik pasti sdm-sdm di Polri pun baik,,iloveindonesia


semua karena "budaya"
jd tdk perlu lg ragu dan malu untuk melakukan "hal" yg dianggap sudah biasa

ini negaraku ilovekaskus...bagaimana dengan negaramu iloveindonesia
mr_jeck - 08/06/2011 11:21 PM
#14

iloveindonesia kenapa kalau siang jam 12 pas ngak ada polisi yang ngatur lalu lintas atau jam pulang kerja mereka di gaji kan buat mengatur membantu lalu lintas, siang panas itu dah resiko kerjaan sekarang malah banyak pah ogah yang ngatur laulintas di jalan macet semoga ada perubahan buat polisi indonesia tercinta
Alcasta - 09/06/2011 12:54 AM
#15

Quote:
Original Posted By mr_jeck
iloveindonesia kenapa kalau siang jam 12 pas ngak ada polisi yang ngatur lalu lintas atau jam pulang kerja mereka di gaji kan buat mengatur membantu lalu lintas, siang panas itu dah resiko kerjaan sekarang malah banyak pah ogah yang ngatur laulintas di jalan macet semoga ada perubahan buat polisi indonesia tercinta


wah "ele-ele-an" itu namanya maho
"disiplin mati" >= kalau ada "pejabat teras" lewat baru dah pada keluar, kl sepi2 aman terkendali itu bisa dikondisikan hammers
sebab itu di manfaatkan sama "pak ogah"

negatif : kesannya polisi (baca: polantas) nge-GA-BUT (banyak keknya malus )
positif : ya...memberikan org lain mengais sedikit rejeki (sisi paling dipaksakan D )
danielldt - 09/06/2011 02:53 AM
#16

Quote:
Original Posted By Alcasta


knp kita tdk merubahnya dari kita masing2?
menutup peluang untuk terjadinya penyimpangan bukankah bernilai baik?



media lagi...media lagi cd

seertinya media (baca:jurnalis) jaman sekarang kritisnya itu hanya bertujuan untuk kepentingan kormersil :telkomsel

sedikit sekali yg benar2 independen dan kritis dalam membangun
contohnya :...... *rekan2 tw lah g perlu saya sebutkan



semua karena "budaya"
jd tdk perlu lg ragu dan malu untuk melakukan "hal" yg dianggap sudah biasa

ini negaraku ilovekaskus...bagaimana dengan negaramu iloveindonesia

knp kita tdk merubahnya dari kita masing2?
menutup peluang untuk terjadinya penyimpangan bukankah bernilai baik?
,
kalo polisi yang menjadi forpolers di sini saya rasa sudah munujukkan bahwa dirinya sendiri sudah berubah dengan membantu dan memberitahukan kepada kaskuser yang bertanya. Contoh: "Ini lho, prosedur Tentang Tilang yang seharusnya", dan dengan hal tersebut sehingga para kaskuser jadi tau, jika kaskuser mendukung upaya polisi yang menjadi forpolers di sini, maka dia akan minta ditilang, karena dia sdh ada gambaran bagaimana proses sidang, denda, dll yang secara otomatis menutup peluang untuk terjadinya penyimpangan, karena kaskuser tidak mengajak damai ditempat.

nahhhh peran forpolers yang berstatus bukan Polisi, mereka mengajak/menghimbau kaskuser "Ayo jangan mau diajak damai di tempat, kita ikuti saja proses tilang karena caranya mudah koq begini begini begini! Kalo semua Pelanggar minta di tilang saja daripada damai di tempat, otomatis tidak ada oknum polisi yang korup di jalan"

media lagi...media lagi cd


memang pengaruh media sangat besar lho gan, kita bahas salah satu contohnya aja ya \)
sumber: http://news.okezone.com/read/2011/05/30/340/462737/oknum-polisi-tembak-mobil-anggota-pemuda-pancasila

Perhatikan judul berita di bawah ini
Quote:

Oknum Polisi Tembak Mobil Anggota Pemuda Pancasila


CIAMIS - Ratusan anggota Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Ciamis mendatangi Mapolres Ciamis, Senin (30/5/2011). Mereka memprotes tindakan arogan yang dilakukan salah seorang oknum polisi.

Tindakan arogan itu, dilakukan oknum polisi berpangkat briptu dengan inisial AS. Ketiga korban mengaku, AS melakukan penganiayaan terhadap mereka di Jalan Raya Siliwangi, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis. Selain menembaki mobil korban, ketiganya mengalami luka masing-masing mengalami memar di bagian muka, belakang kepala, serta gigi patah. Akibat peristiwa itu, ketiga korban sempat di rawat di RSUD Ciamis.

Tiga anggota PP Ciamis yang menjadi korban Polisi itu, yakni Abdul Holik, 31, warga Dusun Limus RT02/07, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya; Gugun Gunawan, 34, warga Dusun Cikaret RT02/06, Desa Sukamulnya, Kecamatan Cihaurbeuti; dan Doni Gunawan, 29, warga Dusun Desa RT03/01, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya.

Menurut Abdul Holik, peristiwa penganiayan yang diwarnai aksi penembakan itu, bermula saat dia bersama kedua rekannya menumpangi Suzuki Escudo, melaju dari arah Alun-alun Ciamis menuju Cihaurbeuti. Sesampai di Depan Mapolres Ciamis pihaknya melihat razia yang digelar FPI dan Polisi. “Karena malas terjadi antrian panjang akibat razia, saya memutuskan untuk memutar arah ke Ciamis,” kata Abdul.

Menurut Abdul, saat memutar arah dirinya menjalankan mobil dengan kecepatan biasa tidak kencang. Bahkan, dirinya baru menyadari ada polisi yang membuntuti di sekitar alun-alun. “Saat itu saya sempat kaget, jadi saya memutuskan untuk belok ke arah Kawali dan memutar ke Sadananya. Tapi tanpa diduga, polisi itu menembakan peluru sebanyak dua kali dan tembakan ketiga mengenai ban belakang,” kata Abdul.

Saat kendaraan berhenti, lanjut Abdul, dia bersama dua rekanya langusng keluar dari mobil dnegan kedua tangan diangkat ke atas. Tapi, polisi itu meminta kami tiarap dan menendangi kami membabi buta bahkan melayangkan pukulan sebanyak tujuh kali dari arah depan lima kali dari arah belakang dan dibawa ke Mapolsek. “Sesampai di Polsek, kami sudah menjelaskan kenapa kendaraan kami berbelok arah tapi tetap saja persoalan tidak beres. Untuk itu, kami melaporkan kasus ini ke PP Ciamis karena tidak terima dianiaya tanpa salah yang jelas,” ucap Abdul.

Menerima laporan ketiga anggotanya dalam kondisi luka-luka, Ketua Majelis Pimpinan Cabang PP Ciamis Joni Jalil menegaskan, pihaknya sanagat menyayangkan ada oknum polisi yang melakukan tindakan arogan terhadap anggotanya. “Kedatangan kami ke Mapolres untuk meminta keadilan. Karena mereka tidak terima telah diperlakukan tidak baik, dianiaya hingga mengalami luka,” ujap Joni.

Namun, lanjut Joni, kedatangannya ke Mapolres Ciamis disambut dnegan baik pihak kepolisian, sehingga tidak sampai terjadi tindakan anarkis. “Kami menyadari polisi adalah mitra PP juga, tetapi kami ingin oknum itu diberikan sanksi sesuai aturan perundang-undnagan. “Kami sudha menganggap masalah ini beres, tapi kami meminta oknum polisi itu tetap harus diproses sesuai aturan perundang-undangan,” pungkas Joni.

Menaggapi hal itu, Kapolres Ciamis AKBP Agus Santoso menjelaskan,peristiwa itu terjadi saat anggotanya melakukan razia rutin mengantisipasi teror bom dan pelaku kejahatan lain. “Karena sedang bertugas, melihat mobil mencurigakan langusng dikejar dan sudah berupaya menghentikan kendaraan berulang kali dengan meletuskan tembakan. Tapi, kendaraanh iotu tidka berhenti,” kata Agus.

Agus menegaskan, sesuai protap jika kendaraan yang berlari saat razia harus dikejar karena dikhawatirkan orang jahat. Jika sudah diperingatkan tidak berhenti maka dihentikan dengan tembakan. “Untuk itu setiap ada razia, siapapun jangan berlari dari petugas. Jikaada persoalan lebih baik dikomunikasikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini. Atas kejadian ini, kami juga mem,inta maaf, jika ada salah dari anggota kami yang tidak bisa saya pantau satu-persatu,” pungkas Agus.[/quote]

Kenapa judulnya tidak dibuat seperti ini
Quote:

Oknum Polisi Tembak Mobil Anggota Pemuda Pancasila, sebagai usaha untuk menghentikan Mobil, karena berlari menghindari Razia


Note: Kita membahas dari judul beritanya aja dulu ya

CMIIW
hanya dari seorang nubie
madafakah - 09/06/2011 07:04 AM
#17

Quote:
Original Posted By boltcrank
polisi sekarang jauh lebih humanis dibanding jaman dulu gan....kenapa,krna tiap demo yg mulai anarkis duluan ya yg demo bukan polisinya.....
ane lebih suka polisi jaman dulu,knp?krna mereka lebih dihargai n di segani(takuti)...

koreksi, dulu bukan disegani, tapi ditakuti hiyy sereemmm... takut:

Quote:
Original Posted By boltcrank
sekarang polisi klo jaga demo smpe kepalanya bocor,bhkan meninggal gk da kompensasi yg setimpal....tp klo yg demo dicolek dikit aja,semua ribut komentar....cd: cd:
soalnya ane ngalamin sendiri...ane neglindungi pendemo yg ditangkap biar gk dikeroyok anggota smpe ane yg kena tendang,gebuk,pentung sm anggota ane sendiri,apresiasinya apa?gk da...wartwan jg gk minta ngeliput yg ky gt....

dari tulisan tersebut sudah sangat jelas, sebagian besar aparat melakukan pengeroyokan terhadap pendemo, agan seakan2 menjadi oknum yang baik malu:

Quote:
Original Posted By boltcrank
yg bilang polantas itu anjing dsb,itu karena agan2 melanggar peraturan....klo agan2 sesuai aturan gk bakal ditilang kok...
dari 10 pelanggar yg ane berhentiin,9 yg nawarin damai gan...sebenarnya klo agan2 mw menghilangkan budaya polisi tkg malak,jgn pernah sekali2 agan nawarin atao menerima tawaran damai pd saat tilang gan,lsg mnta sidang aja gan....percaya deh,lama2 budaya damai akan hilang...

yang melakukan suap dan menerima suap dosanya sama gan, jangan melemparkan tanggung jawab pada penyuap.

Quote:
Original Posted By boltcrank
sekarang org gk pake helm,bonceng tiga dgn santainy lwat2 depan kntr,nyalip mobil patroli....diberhentiin malah kabur...jujur ane bilang yg kabur2 itu maho gan,soalnya penakut/cupu/cemen,berani melanggar,berani juga dunk mmpertanggungjwbkn....
ada yg diberhentiin gak mau,malah ane hampir ditabrak...stlh dipaksa,rupanya satuan samping,anak kolong,merasa pny dekingan....tp gk berlaku bwt ane...soalnya tiap ane razia sllu bw handycam....iloveindonesia

bukti bahwa backing dari jadul sampai sekarang sangat efektif baik untuk kriminal kecil sampai yang besar... malu:
BL4CK.D1CK - 09/06/2011 08:06 AM
#18

mau mengkritik apapun, polisi di mata sy tetap badan yg beranggotakan sekumpulan preman arogan.

kenapa sy berfikiran seperti itu? kasus di masyarakat memang biasa masalah kelakuan negatif seperti itu... pada awalnya bila dirugikan oleh aparat polri sy hanya menganggap itu cuma kelakuan oknum belaka...

tapi ada kejadian yg benar2 membuat sy tidak habis fikir.

kebetulan sy punya saudara yg bekerja di lingkungan dep. perhubungan. ketika itu sedang maraknya pembahasan mengenai revisi UU lalu lintas yg akan dibuat. dalam pembahasan tsb kenapa menjadi marak? karena menurut dia sedang ada wacana untuk mengalihkan kewenangan SIM dan STNK kepada pihak dephub. sy pribadi tidak mengerti tp cukup senang karena ada harapan KPK akan lebih mudah menangkap pegawai dephub yg mengkorupsi proses pembuatan SIM dan STNK.

tapi ada yg mengusik sy. kata saudara sy, selama rapat, utusan dari polri selalu menaruh senjatanya di atas meja. tidak mengerti urgensinya apa sehingga perlu menaruh di senjata di atas meja setiap rapat. dan yg paling mengejutkan sy (ketika itu saudara minta diantarkan), pimpinannya (kabag hukum tapi lupa sy di bagian mana), org yg paling ngotot memindahkan kewenangan tsb, ketika pulang dari rapat dicegat orang yg tidak dikenal dan digebuki hingga babak belur. memang awalnya sy tidak percaya, tapi kebetulan saudara sy minta diantarkan ke tempat di mana pimpinannya dirawat karena tidak mengerti jalanan di jakarta. akhirnya sy percaya setelah melihatnya sendiri dan yg paling mengejutkan, tidak ada kehilangan barang berharga saat terjadi pengeroyokan tsb.... entahlah apakah ada hubungannya dengan revisi UU lalu lintas atau apa...

dari situ sy sudah sangat apriori terhadap polri. mau apapun klaim perubahan tetap dalam kenyataannya budaya arogansi sukar diubah... ngomong2 setelah sy pelajari sejarah SIM dan STNK, dahulunya kewenangan milik daerah dan pamong praja yg memiliki kewenangannya. ketika dialihkan ke pusat, maka kewenangan tersebut dialihkan ke pusat, walaupun pada awalnya merupakan kewenangan daerah.

sudah tidak usah dikritik tajam2 nanti malah digebugin lho.....maho

sy mengkritik dengan pedas di sini saja dicap arogan dan malah disuruh berantem....oleh oknum cd

tanpa mengerti arti arogan yg sebenarnya....cd
boltcrank - 09/06/2011 08:35 AM
#19

Quote:
Original Posted By madafakah
koreksi, dulu bukan disegani, tapi ditakuti hiyy sereemmm... takut:

mungkin mmg ditakuti gan,tp skrg gmn stlh polisi gk ditakuti lg?demo sah2 aja klo anarkis,klo polisi blokade jalan boleh aja ditabrak pake truk(pengalaman pribadi),aturan2 yg sdh ada gpp gk dipatuhi???

Quote:
dari tulisan tersebut sudah sangat jelas, sebagian besar aparat melakukan pengeroyokan terhadap pendemo, agan seakan2 menjadi oknum yang baik malu:

agan dh tau awal mula ceritanya gak?sampe polisi ngeroyok pendemo,temen2 mereka yg pasang blokade(tanpa perlengkapan)ditabrak sm truk oleh pendemo gan...mnrut agan gmn tuh?wajar gak sih aktor intelektual ky gt kelakuannya?mereka mnt petugas mundur,pd saat kami dh mundur malah dilempari batu2 sm molotov,klo kami maju,dgn pengecutnya mrka lari kedalam kampus....najis

media mau gak memebritakan hal2 yg merugika ato polisi2 yg baek ky ane(ente yg ngmg lho gan)

Quote:
yang melakukan suap dan menerima suap dosanya sama gan, jangan melemparkan tanggung jawab pada penyuap.


dosanya mmg sama gan,tp klo agan2 gak bantu kami.....y gak da gunanya gan...sekali lagi polisi jg manusia sm ky agan...agan gk tau, 9 dari 10 pelanggar yg ane dapat "mengajukan" damai di tempat gan....

Quote:
bukti bahwa backing dari jadul sampai sekarang sangat efektif baik untuk kriminal kecil sampai yang besar... malu:


siapakah yg memulai dekingan ini?ane rasa agan lebih paham kaykx dbnding ane....
org klo merasa benar gk perlu dekingan gan....tp klo dh meras punya salah psti nyari dekingan/bantuan kan....bener gak gan?ini mayoritas pendduk indonesia gan...klo agan termsuk minoritas ane bereterimakasih yg sebesar2nya utk gan....iloveindonesia
Kerajaanbaru - 09/06/2011 09:06 AM
#20

gan menurut ane klo di sidang dan kena denda yg seperti pasal2 yg ada, mereka lebih milih uang amplop k kantong polisi dah.
seperti pada Pasal 278 = ranmor yang tdk dilengkapi emergency kit : 1 bln / 250 ribu

mending ngasih 50rb ke polisi

pertimbangan yg gak seimbang gan klo mw sidang
:cool
Page 1 of 4 |  1 2 3 4 > 
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Kepolisian > Dimata Masyarakat "Kepolisian"....