Martial Arts
Home > LOEKELOE > SPORTS > Martial Arts > Aikido (合氣道)
Total Views: 62883 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 3 of 100 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›

ariaenggar - 15/06/2011 02:10 PM
#41

Quote:
Original Posted By nisanshigo
hallo kawan2 martial artist aikido,

saya seorang yang baru di kaskus, dan penasaran sama hal2 tentang aikido, mau tanya kepada para praktisi sekalian :
1. Kalau di aikido penghormatan kepada guru besar dengan membungkukan badan ke arah foto beliau itu kewajiban atau bukan? (apakah itu aturan dojo markas besar di jepangnya ? atau bagaimana )

2. Saya sering melihat kegiatan2 seperti : Mengepel/membersihkan tatami sesudah latihan aikido, mengenakan hakama saat mengajar, tidak banyak bicara/diskusi/bertanya pada saat latihan, memejamkan mata seperti berdoa pada awal dan akhir latihan.. apakah hal2 tersebut itu merupakan aturan dari Aikido atau sebenarnya hanya tradisi yang tidak penting untuk di ikuti?

3. Boleh ga kita yang belajar aikido, lalu menggabungkan tehnik2nya dengan ilmu lain, lalu memberi nama baru terhadap teknik2 tersebut dan membuka dojo atas nama sendiri, mengukuhkan diri kita sendiri sebagai penemu tehnik tersebut. Saya melihat banyak fenomena seperti ini mulai terjadi di banyak tempat. (dibeberapa forum saya menemukan perdebatannya muncul karena ada yang berpendapat guru besar aikido sendiri melakukan hal itu terhadap daito ryu aikijujutsu, tenjin shin ryu jujutsu, goto ha yagyu shingan ryu, dan judo.)

3. Apakah semua pemegang sabuk hitam dan pengajar aikido harus memiliki kemampuan untuk mengobati seorang murid yang terluka (contohnya : keseleo/memar/robek otot) akibat latihan?(seperti yang biasa kita lihat di kungfu, taichi, silat, dan lainnya)

4. Bagaimana caranya seorang aikidoka bisa menebak bentuk serangan yang datang apabila terlibat dalam perkelahian jalanan/menghadapi ancaman serangan dlm situasi nyata. (karena saya dengar dalam latihan aikido serangannya sudah direncanakan dan dalam serangan bebasnya juga cenderung terlihat jelas dan tidak dilakukan dengan cepat/keras, seperti layaknya serangan pada situasi nyata)

untuk sementara itu dulu, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih dan minta maaf kalau ada yang tidak berkenan.


jawab juga ah.. \)

1. di jepangnya gitu kan. itu artinya memberi hormat kepada pencipta aikido. \)

2. mohon bahasanya dirubah, jangan bilang "tradisi yang tidak penting". takutnya ada yang tidak berkenan. saya juga sebenarnya agak kurang sreg, anda bilang anda baru, tapi kok sudah bisa menyimpulkan itu tidak penting.

itu aturan saat latihan, ada baiknya dibersihkan sebelum dan sesudah, selain gotong royong, juga menambah akrab dan menjaga kebersihan. jadi orang jangan jorok. \)

memejamkan mata ada yang memanfaatkannya untuk meditasi, ada juga untuk berdoa. ini gimana perbedaan individu masing2.

rata2 hakama untuk yudansha, dan menunjukkan tanggung jawab kita. kita harus menjaga ilmu yang kita dapatkan kalo sudah pakai hakama. lipatan2 di hakama sendiri ada artinya. kalau jaman samurai dulu, hakama berguna agar gerakan kaki tidak terlalu terlihat oleh lawan.

3. hmm kalau yang ini bingung, memang benar pencipta Aikido pun melakukan yang sama dari Daito Ryu Jujitsu. tapi sesudah ilmu dan pemahamannya benar2 tinggi. dan kemudian dia menggunakan nama Daito Ryu, ataupun Jujitsu.

3. kalau yang ini ga juga gpp. lebih baik mungkin saja untuk kemungkinan terburuk. lagian latihannya juga mengutamakan safety.

4. yang ini banyak faktor, situasi alam saat kejadian pun tidak akan seperti di matras yang rata. beladiri itu harusnya bisa "masuk" ke dalam diri kita. menjadi refleks kita. kalau anda memang baru di aikido, lebih baik latihan saja dulu.. \)
plate - 15/06/2011 02:22 PM
#42

Udah punya rumah baru ternyata, lebih luas Dan lebih exclusive karena Ada kanji aikido, Newbie izin nyimak.
Mudah2an Ada banyak ilmu yg bisa di serap.

SalamAikido (合氣道)
ariaenggar - 15/06/2011 02:37 PM
#43

Quote:
Original Posted By nisanshigo
Terima kasih untuk agan sepedarodadua, kokyuho, dan chomeebakar atas pendapat dan jawabannya. Penjelasannya sangat jelas dan inspiratif.

Untuk melanjutkan diskusi, saya ingin bertanya beberapa hal:
1. Untuk masalah sujud/membungkukan badan. Apa yang harus dilakukan apabila seorang murid dilarang oleh agamanya/tradisi daerah asalnya untuk bersujud kepada orang lain/tulisan/foto/senjata. Apakah murid tersebut dapat terus melakukan latihan aikido tanpa perlu bersujud?

Sedikit berhubungan dengan hal di atas, saya ingin bertanya, hal2 apa sajakah yang dapat membuat seorang murid aikido dikeluarkan dari dojonya? atau di asingkan dari komunitas aikido/organisasi aikido di dunia? Atau apakah sebenarnya ternyata tidak ada aturan dalam aikido? (hanya ada tradisi yang tidak terlalu mengikat untuk di ikuti?)

2. Terima kasih jawaban kawan2 tentang etika dan tradisi soal rei, membersihkan tatami, dan tidak banyak bicara/bertanya dalam latihan. Saya jadi agak penasasran ,etika apa saja sih yang penting untuk di lakukan dalam aikido? dan apa latar belakang dari etika2 tersebut. Selama ini yang saya lihat etika aikido hanya berkisar tidak menyakiti kawan dan diri sendiri dalam latihan. Ada juga yang bilang bahwa rei dan beres2 tatami itu etika, mengajar pakai hakama juga ada yang bilang itu etika, namun saya lihat kesemua hal itu banyak juga tidak di lakukan oleh banyak aikidoka bahkan dojo cho dan para pemegang sabuk hitam. Apakah kesemua etika itu ada yang mengatur? karena di website pusat aikido juga tidak terdapat tulisan apa apa tentang etika2 tersebut.

3. Mengenai masalah serangan dalam latihan, saya membaca di majalah black belt, ada sebuah aliran (yang asalnya aikido) yang "membelot" untuk berkompetisi dengan tujuan lebih membiasakan para muridnya dengan serangan tidak terencana. Dan saya jg pernah membaca di forum lain bahwa beberapa guru besar aikido pernah berkata bahwa kebanyakan dojo aikido setelah tahun 1960an melakukan latihan seperti orang menari saja, sehingga para murid tidak mungkin bisa menghadapi bahaya kecuali mereka sudah latihan selama puluhan tahun. Mereka tidak bisa menghadapi bahaya karena mereka tidak terbiasa dengan "atmosfer", "kekacauan", "rasa takut", "kepanikan" dan "sense of emergency" dalam menghadapi bahaya pertarungan di situasi nyata.

Berhubungan dengan hal di atas, apakah ada metode latihan dalam aikido yang melatih hal2 tersebut?

4. Apakah berlatih dengan lawan jenis adalah keharusan dalam aikido?Apa yang terjadi apabila ada seorang aikidoka yang tidak bisa berlatih dengan lawan jenis karena alasan agama atau tradisi daerah? Apakah juga tersedia dojo khusus laki2 yang melarang perempuan untuk ikut?(dan sebaliknya)

5. Apakah kita bisa mencampur latihan aikido dengan kegiatan keagamaan? Apakah aikido adalah milik sekte Omoto kyo? Atau ternyata kita bisa bebas mewarnai aikido dengan warna agama kita masing2 dan melakukan ritual keagamaan sesudah dan sebelum latihan?

sekali lagi terima kasih atas diskusi, tukar pendapat, dan kedalaman persepsi kawan2.


1. beberapa dojo di aceh pun ada yang begitu. tapi diingat lagi itu bukan sujud. tapi mohon diperhatikan lagi, membungkuk sampai dekat ke tanah bukan berarti menyembah. toh niatnya pun bukan menyembah.
kalau dikucilkan atau dikeluarkan, gimana aturan dojo atau organisasi masing2.

2. memang benar itu etika, masa anda mau latihan lalu setelah latihan tidak membantu beres2 matras. anda hanya duduk2 dan minum2 setelah latihan, sedangkan yang lain repot membereskan matras.
"kesemua hal itu" yang tidak dilakukan oleh aikidoka atau dojocho itu seperti apa contohnya?

website pusat mungkin tidak, mungkin saja sudah ada di tempat latihan. kan tidak setiap hari buka internet untuk melihat etika tertulis tersebut. tapi kalau datang ke tempat latihan kan ada.

kalau di website dojo2 atau organisasi tingkat daerah, terkadang ada tulisan etika tersebut.

3. menghadapi "atmosfer", "kekacauan", "rasa takut". asal kita tenang dan tidak panik. mau anda sejago apapun kalau panik bisa hancur.

4. aikido itu lebih baik bertemu dengan pasangan latih yang bermacam2.. tapi kalau memang menjaga hjiab gpp. mungkin ada yang khusus laki2 atau perempuan saja.

5. mencampur aikido dengan kegiatan keagamaan apa maksudnya? kalau hanya omoto kyo mungkin tidak akan ada aikido di indonesia. ritual keagamaan seperti apa? kalau berdoa bersama tidak apa2.
nisanshigo - 15/06/2011 02:39 PM
#44

Quote:
Original Posted By ariaenggar
jawab juga ah.. \)

Terima kasih banyak atas waktu dan tenaganya agan ariaenggar.

Quote:
Original Posted By ariaenggar
1. di jepangnya gitu kan. itu artinya memberi hormat kepada pencipta aikido. \)

Kalau di indonesia, itu juga wajib atau tidak?karena beberapa agama dan tradisi daerah melarang sujud terhadap foto.

Quote:
Original Posted By ariaenggar
anda bilang anda baru, tapi kok sudah bisa menyimpulkan itu tidak penting.
Maaf sebesar besarnya kalau saya menyinggung secara tidak sengaja, mungkin ada kesalah pahaman. Saya bermaksud untuk bertanya, sama sekali tidak bermaksud menyimpulkan. Dan saya juga mau meluruskan, bahwa saya baru di kaskus, bukan di aikido, saya hanya tertarik saja mencari tahu tentang martial art unik yang satu ini. Kalau memang di perkenankan.

Quote:
Original Posted By ariaenggar
rata2 hakama untuk yudansha, dan menunjukkan tanggung jawab kita. kita harus menjaga ilmu yang kita dapatkan kalo sudah pakai hakama. lipatan2 di hakama sendiri ada artinya. kalau jaman samurai dulu, hakama berguna agar gerakan kaki tidak terlalu terlihat oleh lawan.

Apa yang terjadi apabila seorang pemegang ban hitam mengajar tanpa mengenakan hakama? bagaimana sistem etika ini di jaga dalam aikido?

Quote:
Original Posted By ariaenggar
3. kalau yang ini ga juga gpp. lebih baik mungkin saja untuk kemungkinan terburuk. lagian latihannya juga mengutamakan safety.

Misalkan ada seseorang yang cedera permanen pada saat latihan, bagaimanakah sistem pertanggung jawaban dalam organisasi aikido? (saya lihat latihannya banyak yang melibatkan manipulasi sendi, sehingga sangat rawan cedera)

Quote:
Original Posted By ariaenggar
kalau anda memang baru di aikido, lebih baik latihan saja dulu.. \)

Terima kasih atas saran dan nasehatnya, namun kebetulan saya tidak baru di aikido. Saya tidak latihan aikido. Saya juga melihat tidak banyak hubungan yang signifikan antara diskusi di kaskus dengan latihan bela diri, seseorang bisa saja aktif diskusi di kaskus sekaligus latihan dengan rajin. Tidak harus memilih salah satu dari keduanya. Namun apabila memang pertanyaan saya ini dirasa tidak sopan, dirasa menyinggung, atau melanggar etika, mohon di beritahu karena saya kurang tahu aturan di sini. Saya akan dengan lapang hati menghapus semua pertanyaan saya apabila memang pertanyaan2 dan diskusi ini salah tempat/tidak pantas.

Terima kasih
ariaenggar - 15/06/2011 02:53 PM
#45

Quote:
Original Posted By nisanshigo
Terima kasih banyak atas waktu dan tenaganya agan ariaenggar.


Kalau di indonesia, itu juga wajib atau tidak?karena beberapa agama dan tradisi daerah melarang sujud terhadap foto.

Maaf sebesar besarnya kalau saya menyinggung secara tidak sengaja, mungkin ada kesalah pahaman. Saya bermaksud untuk bertanya, sama sekali tidak bermaksud menyimpulkan. Dan saya juga mau meluruskan, bahwa saya baru di kaskus, bukan di aikido, saya hanya tertarik saja mencari tahu tentang martial art unik yang satu ini. Kalau memang di perkenankan.


Apa yang terjadi apabila seorang pemegang ban hitam mengajar tanpa mengenakan hakama? bagaimana sistem etika ini di jaga dalam aikido?


Misalkan ada seseorang yang cedera permanen pada saat latihan, bagaimanakah sistem pertanggung jawaban dalam organisasi aikido? (saya lihat latihannya banyak yang melibatkan manipulasi sendi, sehingga sangat rawan cedera)


Terima kasih atas saran dan nasehatnya, namun kebetulan saya tidak baru di aikido. Saya tidak latihan aikido. Saya juga melihat tidak banyak hubungan yang signifikan antara diskusi di kaskus dengan latihan bela diri, seseorang bisa saja aktif diskusi di kaskus sekaligus latihan dengan rajin. Tidak harus memilih salah satu dari keduanya. Namun apabila memang pertanyaan saya ini dirasa tidak sopan, dirasa menyinggung, atau melanggar etika, mohon di beritahu karena saya kurang tahu aturan di sini. Saya akan dengan lapang hati menghapus semua pertanyaan saya apabila memang pertanyaan2 dan diskusi ini salah tempat/tidak pantas.

Terima kasih


kalau memang sepakat tidak melakukan ya mau bagaimana lagi. kalau tidak salah di aceh seperti itu..

yah memang wajar terkadang ada yudansha tidak melatih menggunakan hakama. tidak mengenakan hakama bukan berarti tidak menjaga etika. saya pernah liat foto katsuyuki kondo (daito ryu) melatih tanpa menggunakan hakama, justru pasangannya yang menggunakan hakama. kalau yang itu mungkin ada alasan pribadi, lebih baik ditanyakan kepada beberapa yudansha kenapa tidak pakai hakama.

kalau soal cidera, makanya sejak latihan dimulai, dijaga sekali safety. manipulasi sendinya diusahakan tidak sampai cidera, kalau saat melakukan kuncian, biasanya sampai pasangannya merasakan sakit lalu melakukan tap (menepuk matras)

untuk paragraf terakhir, oohh bukan aikidoka. gpp santai aja ga perlu dihapus. mungkin saya juga yang salah tadi. \)
Tenji_no_Ichi - 15/06/2011 02:58 PM
#46

Za-Rei maupun Tachi-Rei itu bukan sujud maupun ruku'....

Hanya di Indonesia ini salah kaprah, karena belajarnya setengah2...

Za-Rei itu dilakukan pada posisi duduk seiza, dan ketika menghormat, pantat tidak ikut naik, dan pendangan tetap ke arah yg dihormati. bukan melihat ke tanah. posisi badan dicondongkan sekitar 45derajat, berbeda dng sujud yg pantat terangkat dan posisi kepala mencium tanah, dng kening sudah menyentuh tanah.

Begitu pula dng Tachi-Rei, penghormatan yg dilakukan dalam posisi berdiri, hanya membungkukkan badan sekitar 45 derajat ke depan, dan pandangan tetap ke arah yg dihormati.

makanya, sebelumnya lihat dulu yg ngajarin situ, udah belajar dng bener blum yg namanya Reigi-saho berserta reishiki nya...
plate - 15/06/2011 03:15 PM
#47

@nisanshigo : ambil Aja yg perlu Dan menjadi tujuan kita, yg ga perlu apalagi sampe bertentangan sm keyakinan kita, kita tinggalin.
Etika itu brarti sopan santun, Dan itu bahasa universal yg semua org paham.

Just my 2 senAikido (合氣道)
plate - 15/06/2011 03:39 PM
#48

@Om Tenji: kalo kita rei ke sesama aikido memang seperti itu, tp Ada jg rei yg saat membungkuk mata memandang ke lantai, bahkan saya liat Ada sensei yg dahi nya menyentuh lantai, hormat ini biasanya di lakukan sebelum Dan sesudah latihan dgn menghadap altar, sedangkan kpd foto O sensei kita hanya rei biasa sambil mengucap terimakasih.
Saya tahu karena kebetulan saya belajar aikido di iwama.Aikido (合氣道)
Tenji_no_Ichi - 15/06/2011 03:41 PM
#49

Quote:
Original Posted By plate
@Om Tenji: kalo kita rei ke sesama aikido memang seperti itu, tp Ada jg rei yg saat membungkuk mata memandang ke lantai, bahkan saya liat Ada sensei yg dahi nya menyentuh lantai, hormat ini biasanya di lakukan sebelum Dan sesudah latihan dgn menghadap altar, sedangkan kpd foto O sensei kita hanya rei biasa sambil mengucap terimakasih.
Saya tahu karena kebetulan saya belajar aikido di iwama.Aikido (合氣道)


sejarahnya Rei yg sampe menyentuh tanah itu dilakukan oleh yg masih mengikuti hierarki jaman Kerajaan. karena saat itu level yg dibawahnya tidak boleh menatap level yg di atasnya (karena bisa dipenggal). Dan hal tsb sampe skrg masih terbawa.
Axay - 15/06/2011 05:00 PM
#50

[QUOTE=nisanshigo;450516970]...

Quote:
Kalau di indonesia, itu juga wajib atau tidak?karena beberapa agama dan tradisi daerah melarang sujud terhadap foto.


Kalo dilarang sujud terhadap foto yah jangan dilakukan.
Walopun agama saya tidak melarang secara khusus sujud kepada foto, tapi agama saya melarang sujud kepada apapun selain Sang Pencipta.

Tapi selama saya latihan Aikido, belum pernah sekalipun saya merasa, ataupun berniat, ataupun melakukan "sujud" terhadap foto... Sujud saya hanya kepada Tuhan,
Saya tidak bersujud kepada siapapun... Tapi saya menghormat kepada sesama, menghormat kepada OSensei, menghormat kepada Aikido... menghormati dengan cara Aikido tentunya.


Quote:
Maaf sebesar besarnya kalau saya menyinggung secara tidak sengaja, mungkin ada kesalah pahaman. Saya bermaksud untuk bertanya, sama sekali tidak bermaksud menyimpulkan. Dan saya juga mau meluruskan, bahwa saya baru di kaskus, bukan di aikido, saya hanya tertarik saja mencari tahu tentang martial art unik yang satu ini. Kalau memang di perkenankan.





Quote:
Apa yang terjadi apabila seorang pemegang ban hitam mengajar tanpa mengenakan hakama? bagaimana sistem etika ini di jaga dalam aikido?


Tidak setiap Yudansha memakai Hakama, contohnya Yoshinkan AIkido, Tomiki Aikido.
Seseorang di dojo tempat saya beraikido kadang juga tidak pakai Hakama, kadang lagi dicuci belum kering dsb.


Quote:
Misalkan ada seseorang yang cedera permanen pada saat latihan, bagaimanakah sistem pertanggung jawaban dalam organisasi aikido? (saya lihat latihannya banyak yang melibatkan manipulasi sendi, sehingga sangat rawan cedera)


Aikido sendiri sudah dirancang latihannya untuk meminimalisir cedera, sehingga mengikuti arahan Sensei seharusnya secara general sudah cukup.
Tapi yang namanya keteledoran manusia kadang memang terjadi aja, dan saya tidak tahu Sensei saya pula ilmu mengatasi cedera apa engga... Tapi toh selama ini di dojo tempat saya belajar Aikido belum pernah ada cedera serius.

Kalo saya memikirkan hal cedera tersebut dan terus mencari Sensei yang juga Sinshe, mungkin sampe hari ini saya belum belajar apa-apa... lalu setelah ketemu Sensei yang juga Sinshe tersebut, taunya lokasinya gak mendukung...

Jadi, saya jalani dengan hati-hati dan saling menjaga keselamatan partner latihan, begitulah yang terjadi di dojo saya, kalo mau show off technique sampai mencederai partner latihan kita, itu bukan gaya beraikido di dojo tempat saya belajar.

Dan kalo mau tau fun-fact di lingkungan saya...
Saya menjalani dua buah seni beladiri, Taekwon-Do ITF (full contact) dan Aikido.
Sampai saat ini belum pernah ada cedera serius yang pernah terjadi dalam kurun waktu saya aktif sampai sekarang di dojo/dojang saya.
Tapi rekan-rekan praktisi yang cedera serius sudah cukup banyak (patah tulang dsb), dialami pada saat futsal (yang dihitung dari futsal saja).
(saya tidak menghitung yang jatuh dari motor, dsb)


Quote:
Terima kasih atas saran dan nasehatnya, namun kebetulan saya tidak baru di aikido. Saya tidak latihan aikido. Saya juga melihat tidak banyak hubungan yang signifikan antara diskusi di kaskus dengan latihan bela diri, seseorang bisa saja aktif diskusi di kaskus sekaligus latihan dengan rajin. Tidak harus memilih salah satu dari keduanya. Namun apabila memang pertanyaan saya ini dirasa tidak sopan, dirasa menyinggung, atau melanggar etika, mohon di beritahu karena saya kurang tahu aturan di sini. Saya akan dengan lapang hati menghapus semua pertanyaan saya apabila memang pertanyaan2 dan diskusi ini salah tempat/tidak pantas.

Terima kasih


Terima kasih sudah ikut meramaikan ngobrol-ngobrol disini \)
Itulah arti Kaskus bagi saya, yaitu tempat ngobrol-ngobrol orang-orang yang kebetulan sehobbi, yaitu Aikido.
Ngobrol disini nda selalu harus mencerminkan latihan di dojonya, kadang hanya ngobrolan santai, sejarah, diskusi, chit chat... sepanjang masih dalam koridor Aikido.

Saya kira dimanapun berlaku Etika umum, manusia kan bukan beretika melihat tempat.
Manusia yang beretika akan beretika dimanapun dia berada...

Maksudnya seperti ini, seorang murid di sekolah berbicara sopan kepada gurunya, lalu diluar sekaloh berbicara tidak sopan di pasar, saya kira orang tersebut bukan orang yang beretika baik.

Saya bukan mengatakan Bro tidak beretika baik loh yah, ini saya hanya membagikan yang diajarkan kepada saya \)
lonjakmeureunoe - 15/06/2011 06:16 PM
#51

Quote:
Original Posted By nisanshigo
Terima kasih banyak atas waktu dan tenaganya agan ariaenggar.


Kalau di indonesia, itu juga wajib atau tidak?karena beberapa agama dan tradisi daerah melarang sujud terhadap foto.
Terima kasih

Coba cek di mari, gan: http://irwin2007.wordpress.com/ >-- artikel yang berjudul,"Label syari pada perguruan beladiri"
mungkin agan amblow dari mandiri aikido club bisa share lebih banyak.

Ada pepatah,"di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" Kalau agan merasa aturan di dojo gak sesuai dengan nilai-nilai, ya agan gak usah masuk ke situ.

sewaktu ikutan aikido di bawah naungan salah satu organisasi aikido, setelah setelah mokuso (meditasi), kami gak mempraktekkan membungkuk ke arah depan dan di dojo juga gak ada foto O Sensei. Tetapi kami memberi hormat kepada sensei yang memimpin di depan (sensei ni rei). Saya pikir ini gak masalah memberi hormat kepada orang yang lebih tua (dalam hal ini keilmuannya).

Terus ketika praktek jurus kita saling menghormat dengan partner kita, sebelum dan sesudah praktek. Sebelum mempraktekkan jurus, kita menghormat kepada partner kita sambil mengatakan,"onegaisimasu" yang artinya kurang lebih,"mohon ajari saya" sesudah selesai kita kembali saling menghormat sambil mengatakan,"arigato gazaimasu" yang artinya,"terima kasih banyak". Saya pikir praktek tersebut bagus karena saling menghargai antar rekan berlatih kita.


Wah agan ternyata pengamat aikido dan sudah lama mengamati.

Quote:
Original Posted By nisanshigo

Dan saya juga mau meluruskan, bahwa saya baru di kaskus, bukan di aikido, saya hanya tertarik saja mencari tahu tentang martial art unik yang satu ini. Kalau memang di perkenankan.


Quote:
Original Posted By nisanshigo

namun kebetulan saya tidak baru di aikido. Saya tidak latihan aikido.
Terima kasih


Quote:
Original Posted By nisanshigo

Terima kasih atas saran dan nasehatnya, namun kebetulan saya tidak baru di aikido. Saya tidak latihan aikido. Saya juga melihat tidak banyak hubungan yang signifikan antara diskusi di kaskus dengan latihan bela diri, seseorang bisa saja aktif diskusi di kaskus sekaligus latihan dengan rajin. Tidak harus memilih salah satu dari keduanya. Namun apabila memang pertanyaan saya ini dirasa tidak sopan, dirasa menyinggung, atau melanggar etika, mohon di beritahu karena saya kurang tahu aturan di sini. Saya akan dengan lapang hati menghapus semua pertanyaan saya apabila memang pertanyaan2 dan diskusi ini salah tempat/tidak pantas.

Terima kasih

Saya pikir ada hubungan antara diskusi dengan aktivitas seseorang. dengan diskusi akan membuka wawasan orang itu. dia bisa aja milih antara lanjut atau tidak dalam menjalankan aktivitasnya, dalam hal ini adalah berlatih bela diri.
Banyak informasi yang masuk yang akan mendasarinya dalam mengambil keputusan lalu bertindak.

Agan gak usah merasa tidak gak enak. namanya juga diskusi. terus saya pikir pertanyaan agan bisa menjadi semacam "devil advocate" yang bisa membuat praktisi aikido berfikir ulang mengenai hal-hal yang tampaknya biasa saja tetapi ternyata menurut pandangan orang lain merupakan sesuatu hal yang patut dipertanyakan.

Salam takzim
choomeebhackar - 15/06/2011 07:48 PM
#52

Quote:
Original Posted By nisanshigo
Terima kasih untuk agan sepedarodadua, kokyuho, dan chomeebakar atas pendapat dan jawabannya. Penjelasannya sangat jelas dan inspiratif.

Untuk melanjutkan diskusi, saya ingin bertanya beberapa hal:
1. Untuk masalah sujud/membungkukan badan. Apa yang harus dilakukan apabila seorang murid dilarang oleh agamanya/tradisi daerah asalnya untuk bersujud kepada orang lain/tulisan/foto/senjata. Apakah murid tersebut dapat terus melakukan latihan aikido tanpa perlu bersujud?

Sedikit berhubungan dengan hal di atas, saya ingin bertanya, hal2 apa sajakah yang dapat membuat seorang murid aikido dikeluarkan dari dojonya? atau di asingkan dari komunitas aikido/organisasi aikido di dunia? Atau apakah sebenarnya ternyata tidak ada aturan dalam aikido? (hanya ada tradisi yang tidak terlalu mengikat untuk di ikuti?)

2. Terima kasih jawaban kawan2 tentang etika dan tradisi soal rei, membersihkan tatami, dan tidak banyak bicara/bertanya dalam latihan. Saya jadi agak penasasran ,etika apa saja sih yang penting untuk di lakukan dalam aikido? dan apa latar belakang dari etika2 tersebut. Selama ini yang saya lihat etika aikido hanya berkisar tidak menyakiti kawan dan diri sendiri dalam latihan. Ada juga yang bilang bahwa rei dan beres2 tatami itu etika, mengajar pakai hakama juga ada yang bilang itu etika, namun saya lihat kesemua hal itu banyak juga tidak di lakukan oleh banyak aikidoka bahkan dojo cho dan para pemegang sabuk hitam. Apakah kesemua etika itu ada yang mengatur? karena di website pusat aikido juga tidak terdapat tulisan apa apa tentang etika2 tersebut.

3. Mengenai masalah serangan dalam latihan, saya membaca di majalah black belt, ada sebuah aliran (yang asalnya aikido) yang "membelot" untuk berkompetisi dengan tujuan lebih membiasakan para muridnya dengan serangan tidak terencana. Dan saya jg pernah membaca di forum lain bahwa beberapa guru besar aikido pernah berkata bahwa kebanyakan dojo aikido setelah tahun 1960an melakukan latihan seperti orang menari saja, sehingga para murid tidak mungkin bisa menghadapi bahaya kecuali mereka sudah latihan selama puluhan tahun. Mereka tidak bisa menghadapi bahaya karena mereka tidak terbiasa dengan "atmosfer", "kekacauan", "rasa takut", "kepanikan" dan "sense of emergency" dalam menghadapi bahaya pertarungan di situasi nyata.

Berhubungan dengan hal di atas, apakah ada metode latihan dalam aikido yang melatih hal2 tersebut?

4. Apakah berlatih dengan lawan jenis adalah keharusan dalam aikido?Apa yang terjadi apabila ada seorang aikidoka yang tidak bisa berlatih dengan lawan jenis karena alasan agama atau tradisi daerah? Apakah juga tersedia dojo khusus laki2 yang melarang perempuan untuk ikut?(dan sebaliknya)

5. Apakah kita bisa mencampur latihan aikido dengan kegiatan keagamaan? Apakah aikido adalah milik sekte Omoto kyo? Atau ternyata kita bisa bebas mewarnai aikido dengan warna agama kita masing2 dan melakukan ritual keagamaan sesudah dan sebelum latihan?

sekali lagi terima kasih atas diskusi, tukar pendapat, dan kedalaman persepsi kawan2.


1. Perbedaan budaya, jgn dicampur sm paham agama. Salamnya kita yg mirip sm salam org Thailand dan India, justru scr umum mrupakan gerakan berdoa dan penyembahan di Jepang, sebutannya "gassho". Di Jepang pasti ada perguruan Thai Boxing, saya rs mrk tetep pake cr salamnya org Thailand, yg bagi org Jepang artinya nyembah . Jd inget kasus dilarang hormat bendera yg lg hot di tv D

2. Etika ada di website aikikai, tp rata2 etika perguruan beladiri saya rasa sama. ;)

3. Hmmm, saya saranin klo baca buku cari yg valid deh, saya ga pernah baca buku ttg martial art yg penulisnya org Indonesia, krn rata2 isinya cm uneg2, curhat dan ego. Cr buku yg penulis dan penerbitnya kredibel, dan jgn langsung percaya sm bukunya, tp datangi dan tes penulisnya.
Metode "berantem di jalanan" ada, metode "tawuran" pun ada, tp itu biasa trgantung kreatif/tdknya pelatih aja. Tp kata kohai saya yg mantan preman: "yg penting bukan tehnik, tp mental dan otak"

4. Di kota saya ada dojo khusus laki2, tp bkn krn alasan agama, tp krn latiannya sadis utk ukuran cw dan mrk ga mau nanggung resiko ada cw yg tewas. p

5. Di aikido emang ada praktek2 tertentu yg asalnya dr Shinto/Zen Buddhism, tp praktek2 tsb pny manfaat tersendiri ke latihan dan ga akhirnya ga ada hubungannya sama agama.
Wah, nanti jadi tambah salah kaprah lg jdnya, bs2 muncul "Aikido Kejawen" ngakak
AikiTom - 15/06/2011 07:52 PM
#53

hallo kawan2 martial artist aikido,

saya seorang yang baru di kaskus, dan penasaran sama hal2 tentang aikido, mau tanya kepada para praktisi sekalian :
1. Kalau di aikido penghormatan kepada guru besar dengan membungkukan badan ke arah foto beliau itu kewajiban atau bukan? (apakah itu aturan dojo markas besar di jepangnya ? atau bagaimana )
Secret lies in most basic, orang yg sudah meninggal tidak butuh penghormatan dan ga perlu belajar, orang yang masih hidup yang harus belajar (basic pengetahuan belajar beladiri)


2. Saya sering melihat kegiatan2 seperti : Mengepel/membersihkan tatami sesudah latihan aikido, mengenakan hakama saat mengajar, tidak banyak bicara/diskusi/bertanya pada saat latihan, memejamkan mata seperti berdoa pada awal dan akhir latihan.. apakah hal2 tersebut itu merupakan aturan dari Aikido atau sebenarnya hanya tradisi yang tidak penting untuk di ikuti?
Menjaga kebersihan adalah suatu kebaikan melakukan sesuatu hal yg baik menciptakan atmosfir positif, bentuk2 semacam ini hrs terus dipromosikan, kebiasaan menjaga kebersihan dan ketenangan akan berpengaruh baik pada lingkungan, tdk banyak suara memang aikido fokus pada "stillness" RASA Khusyuk


3. Boleh ga kita yang belajar aikido, lalu menggabungkan tehnik2nya dengan ilmu lain, lalu memberi nama baru terhadap teknik2 tersebut dan membuka dojo atas nama sendiri, mengukuhkan diri kita sendiri sebagai penemu tehnik tersebut. Saya melihat banyak fenomena seperti ini mulai terjadi di banyak tempat. (dibeberapa forum saya menemukan perdebatannya muncul karena ada yang berpendapat guru besar aikido sendiri melakukan hal itu terhadap daito ryu aikijujutsu, tenjin shin ryu jujutsu, goto ha yagyu shingan ryu, dan judo.)
Boleh sekali silahkan buka sendiri perguruan sendiri, kasih nama sendiri, dan berdiri sendiri tidak mengkaitkan diri lagi dengan guru anda, tp selama guru msh hidup, apakah hal yg sopan dilakukan? Beladiri tdk melulu berkelahi soal adab dan akhlak jg hrs diperhatikan

3. Apakah semua pemegang sabuk hitam dan pengajar aikido harus memiliki kemampuan untuk mengobati seorang murid yang terluka (contohnya : keseleo/memar/robek otot) akibat latihan?(seperti yang biasa kita lihat di kungfu, taichi, silat, dan lainnya)
Kalau ribuan yudansha buka praktek, bnyk shinse atau tabib atau dokter gulung tikar, orang hidup musti fokus, masing2 ada specialitynya, ikut SMPNTN ga boleh pilih semua jurusan,ngga usah bingung kayak gitu, ini hal yg basic


4. Bagaimana caranya seorang aikidoka bisa menebak bentuk serangan yang datang apabila terlibat dalam perkelahian jalanan/menghadapi ancaman serangan dlm situasi nyata. (karena saya dengar dalam latihan aikido serangannya sudah direncanakan dan dalam serangan bebasnya juga cenderung terlihat jelas dan tidak dilakukan dengan cepat/keras, seperti layaknya serangan pada situasi nyata)
Semua beladiri diajarkan,tiap beladiri memiliki cara yang unik masing2, silahkan daftar, nanti diajarkan caranya.
AikiTom - 15/06/2011 08:04 PM
#54

Untuk melanjutkan diskusi, saya ingin bertanya beberapa hal:
1. Untuk masalah sujud/membungkukan badan. Apa yang harus dilakukan apabila seorang murid dilarang oleh agamanya/tradisi daerah asalnya untuk bersujud kepada orang lain/tulisan/foto/senjata. Apakah murid tersebut dapat terus melakukan latihan aikido tanpa perlu bersujud?
Ikut/Belajar Aikido ga perlu berubah keyakinan, ini beladiri modern, orang Jepang sendiri ngga ngerti O'Sensei ngomong apa soal esoteris dan segala macam berbau Omoto-Kyo,


Sedikit berhubungan dengan hal di atas, saya ingin bertanya, hal2 apa sajakah yang dapat membuat seorang murid aikido dikeluarkan dari dojonya? atau di asingkan dari komunitas aikido/organisasi aikido di dunia? Atau apakah sebenarnya ternyata tidak ada aturan dalam aikido? (hanya ada tradisi yang tidak terlalu mengikat untuk di ikuti?)Ikuti tata tertib segala aturan yang berlaku sama seperti jadi warga negara yang baik, ga usah neko-neko


2. Terima kasih jawaban kawan2 tentang etika dan tradisi soal rei, membersihkan tatami, dan tidak banyak bicara/bertanya dalam latihan. Saya jadi agak penasasran ,etika apa saja sih yang penting untuk di lakukan dalam aikido? dan apa latar belakang dari etika2 tersebut. Selama ini yang saya lihat etika aikido hanya berkisar tidak menyakiti kawan dan diri sendiri dalam latihan. Ada juga yang bilang bahwa rei dan beres2 tatami itu etika, mengajar pakai hakama juga ada yang bilang itu etika, namun saya lihat kesemua hal itu banyak juga tidak di lakukan oleh banyak aikidoka bahkan dojo cho dan para pemegang sabuk hitam. Apakah kesemua etika itu ada yang mengatur? karena di website pusat aikido juga tidak terdapat tulisan apa apa tentang etika2 tersebut.
Belajar etika bukan sebatas ikut aikido, ikut John Robert Powers juga belajar etika, bicara etika bicara adab dan akhlak, kalau sdh bagus soal etika pasti bisa mengajarkan ke yang lain, ini hal yang baik dan patut ditiru, di Aikido fokus terhadap segala yang baik, benar dan lurus
3. Mengenai masalah serangan dalam latihan, saya membaca di majalah black belt, ada sebuah aliran (yang asalnya aikido) yang "membelot" untuk berkompetisi dengan tujuan lebih membiasakan para muridnya dengan serangan tidak terencana. Dan saya jg pernah membaca di forum lain bahwa beberapa guru besar aikido pernah berkata bahwa kebanyakan dojo aikido setelah tahun 1960an melakukan latihan seperti orang menari saja, sehingga para murid tidak mungkin bisa menghadapi bahaya kecuali mereka sudah latihan selama puluhan tahun. Mereka tidak bisa menghadapi bahaya karena mereka tidak terbiasa dengan "atmosfer", "kekacauan", "rasa takut", "kepanikan" dan "sense of emergency" dalam menghadapi bahaya pertarungan di situasi nyata.
Belajar beladiri ngga usah neko-neko, yg penting bisa buat beladiri di jalan, "gunung yang tinggi menjulang tidak pernah mengejek sungai di kaki gunung yang rendah, sebaliknya sungai yang mengalir tidak penah mengejek gunung yang tidak bisa bergerak, intinya urus dirimu sendiri, jadilah pribadi yg elok buat orang lain
Berhubungan dengan hal di atas, apakah ada metode latihan dalam aikido yang melatih hal2 tersebut? Ada, ga usah jauh2 tanya guru2dan senior2 di sini mereka siap menjawab, tapi daftar dulu ya.....

4. Apakah berlatih dengan lawan jenis adalah keharusan dalam aikido?Apa yang terjadi apabila ada seorang aikidoka yang tidak bisa berlatih dengan lawan jenis karena alasan agama atau tradisi daerah? Apakah juga tersedia dojo khusus laki2 yang melarang perempuan untuk ikut?(dan sebaliknya)
Ga usah mikir yang macem2 belajar aikido, belajar dengan sesama jenis aja kalau bisa, tp kalau di kaskus bisa2 diteriakin maho, repot kan kalau mikirnya rumit2
5. Apakah kita bisa mencampur latihan aikido dengan kegiatan keagamaan? Apakah aikido adalah milik sekte Omoto kyo? Atau ternyata kita bisa bebas mewarnai aikido dengan warna agama kita masing2 dan melakukan ritual keagamaan sesudah dan sebelum latihan?
bisa banget, saya selalu berdoa ketika ingin belajar, naik mobil, naik pesawat, saya campur adukkan kayak gado2 keyakinan saya dalam kehidupan sehari-hari, aikido cuma seminggu dua kali terlalu sedikit utk merubah keyakinan saya
sekali lagi terima kasih atas diskusi, tukar pendapat, dan kedalaman persepsi kawan2.

terima kasih senang berkenalan dan jangan lupa silahkan daftar di dojo terdekat...
AikiTom - 15/06/2011 08:09 PM
#55

Mohon maaf sebelumnya saya lupa untuk memberi hormat pada tempat yang baru, bersih dan wangi ini. Mari beri ketenangan dan kebersihan di tempat yg baik ini dengan saling tukar pikiran dan diskusi yang layak, terima kasih pada TS yg bersedia membuka wacana baru.

*deep rei*.......*kembali ngurus matras*
ariaenggar - 15/06/2011 10:45 PM
#56

masalah yang za-rei.
kebetulan di indonesia mirip sujud dalam islam (padahal beda, seperti sudah dijelaskan oleh mod Tenji) menjadi salah kaprah. kan aslinya bentuk memberi hormat. bukan menyembah. \)

kan ada hadits (klo ga salah) "innamal 'amalu binniyyat" (semua perbuatan itu bergantung niatnya).
Axay - 16/06/2011 03:01 AM
#57
Diskusi soal Resistensi Uke
Agan-agan Sempai-sempai Sensei-sensei sekalian...

Dalam beraikido kalo kita jalan-jalan akan melihat reaksi Uke yang berbeda-beda...
Dalam hal ini saya berbicar soal resistensinya...
Ada Uke yang resisten, ada Uke yang flowing...

Pernah beberapa kali seminar, Sensei maupun Shihan pernah memberikan wejangan, "If you and your partner resisting all the time, both of you will not learning anything, you will not advance to the next level"

Pernah saya pegang seorang Tori, lalu dia berkata, "Please don't grab like that, please do Aikido's grab..."
Saya bingung apa itu Aikido's grab... karena selama ini kami grab yah seperti itu.
"What's Aikido's grab?"
Ternyata adalah Grab yang "mengejar" dan tidak berhenti setelah grabbing dilakukan.


Pernah juga beberapa kali seminar, Sensei maupun Shihan memberikan wejangan, "Please don't react stupid, when you hold you need to hold like this, Aikido is Budo!!! Aikido is Martial Arts!!!"
Lalu sang Shihan mencontohkan dirinya menjadi Uke melakukan Morotedori... Torinya digrab dan langsung diYonkyo, Torinya jatuh, "that's how you should grab!"


Pernah suatu ketika dalam suatu seminar, saya mengamati seorang Uke yang resistensinya melampaui kewajaran (kalo menurut saya), dimana resistensinya bukan di awal saja, tetapi katakanlah tekniknya telah masuk pun akan senantiasa dihentikan dan diresist terus (dynamic resistant).
Akhirnya sang Uke dibawa kepada sang Sensei, ketika sang Sensei seketika menyadari resistensi macam itu, beliau berkata bahwa Uke dengan resistensi semacam itu adalah Uke yang bodoh.
Alasannya adalah Uke seperti itu adalah Uke yang mencurahkan segala konsentrasinya kepada solely grabbingnya itu, ketika Sang Sensei tiba-tiba masuk kedalam Oyo Henka, benar saja Sang Uke terjengkang... dalam contoh lainnya Uke seperti itu nda bisa bahkan setidaknya mencoba menangkis Atemi.
"As Uke, you're also learning to react to Nage's action, Atemi for instance"

Saya pernah mengalami kedua jalan diatas, tetapi sekedar menjalaninya...
Saya kira masing-masing Sensei dan Shihan diatas semua benar.

Apakah jika saya memang grabbing dengan resistensi wajar itu nd akan bisa advancing to next level?
Saya tahu ada garis pembatas ditengah antara resistensi dan flowing... dimanakah saya harus menempatkan diri saya?

Sharing yuk pandangan Agan Sempai Sensei sekalian disini \)
Dari gaya apapun Aikido Agan Sempai Sensei sekalian saya ingin kita ngobrol-ngobrol \)

Saya kira resistensi yang over bisa terjadi karena Uke tahu waza yang akan Tori lakukan.
Btw, menurut Agan Sempai Sensei sekalian, apakah di kejadian real seorang offender akan melakukan resistensi seperti itu atau malah kebalikannya?
Ada yang menjawab, "Pasti dunk! Di kejadian Real mah pasti digrab bener-bener!!!",
Ada pula yang menjawab, "Kecuali mereka memang tahu Aikido atau sejenisnya, mereka akan kaget sekali dan tidak tahu bagaimana melakukan resistance"


Bicara lanjutan soal menghadapi resistance, pernah dalam suatu seminar saya ketemu Uke yang besarrr sekali, waktu itu akan melakukan Ikyo Ura, sulitnya membawa Uke masuk kedalam putaran.
Lalu datanglah seoarng Sensei mengamati, "Ah badannya besar sekali, lakukanlah Ura seperti ini..." bagaikan teknik dewa Ukenya langsung submit, akhirnya saya mengadopsi Ikyo Ura seperti itu...
Sampai suatu ketika ketemu seorang Uke kecil kurus... ketika dia resist, malah waza Ikyo Ura tadi nda membuahkan hasil apa-apa... akhirnya saya melakukan Ikyo Ura biasa ke Uke kurus kecil tersebut dan well mudah sekali...

Hahaha... Kayaknya mengoleksi waza ada gunanya juga... selama tahu cara pakainya \)
Lakukan Iriminage gaya Kobayashi tau-tau diresist nda bisa lanjut gerakannya, langsung switch ke Iriminage Kobayashi Hirokazu-ha yang diperoleh sedikit melalui seminar... Uke juga bingung "apaan tuh???" "Iriminage hahaha..."

Apakah ada satu waza dewa yang bisa diaplikasikan kepada setiap Uke?
Saya mengerti bahwa misalkan dalam contoh Iriminage diatas, bahwa Iriminagi gaya Kobayashi saya yang diresist tersebut pun masih belum matang, bahkan perjalanan masih sangat jauh.
Tapi apakah ada waza dewa tersebut?
(Btw, saya pernah ngerasain Iriminage baling-baling gaya Yasuo Kobayashi, oleh Koyanagi Sensei, nda bisa diresist!!! Diputer-puter terusss sampe cape dan rebah ke matras!)

Let's ngobrol ngobrol \)
(Yang suka ngepel matras dan duduk di pinggir matras harap berkumpul hehehe)

Hai Onegaisimasu~
bayilemot - 16/06/2011 03:46 AM
#58

^sy ngepel matras aja dah.......
en emang bener ada beberapa org anti sbuah teknik tertentu?
Axay - 16/06/2011 04:39 AM
#59

Quote:
Original Posted By bayilemot
^sy ngepel matras aja dah.......
en emang bener ada beberapa org anti sbuah teknik tertentu?


Kalo badan saya ini termasuk yang semua teknik masuk... kecuali mau nahan sakit... hahaha...
speda.roda2 - 16/06/2011 09:05 AM
#60

*ane ikutan seiza Sensei Axay, menarik nih..*

saya jadi penasaran seperti apa iriminage yang diputar2 kayak baling2....seru nih!!! ada pidionya ga?
Page 3 of 100 |  < 1 2 3 4 5 6 7 8 >  Last ›
Home > LOEKELOE > SPORTS > Martial Arts > Aikido (合氣道)