TANAMAN
Home > LOEKELOE > TANAMAN > [TIPS] Pestisida-Insektisida Alami
Total Views: 29057 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 25 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

averozem - 26/06/2008 10:04 AM
#1
[TIPS] Pestisida-Insektisida Alami
PESTISIDA ALAMI

Pestisida alami merupakan pemecahan jangka pendek untuk mengatasi masalah hama dengan cepat. Pestisida alami harus menjadi bagian dari sistem pengendalian hama, dan hanya digunakan bila diperlukan. Jangan menggunakan pestisida alami bila tidak terdapat hama atau tidak ada tanaman yang rusak.
Bahkan, sebaiknya masih belum digunakan bila hanya terdapat sedikit kerusakan tanaman. Luangkan waktu untuk mengamati apakah predator hama memakan hama-hama dan apakah hama-hama tersebut menyebar dengan cepat atau lambat, bila masih ada predator hama, sebaiknya biarkan mereka yang bekerja.
Beberapa insektisida alami sangat kuat dan akan membunuh segala serangga, yang merugikan dan yang bermanfaat. Hati-hatilah karena sebagian besar serangga sebenarnya tidak membahayakan tanaman Anda dan membunuh mereka justru bisa menciptakan masalah di kemudian hari.

SEMPROTAN SERANGGA (Semprotan Biologis)
Ambillah segenggam hama serangga yang makan tanaman Anda, tumbuk dan aduk dalam seember kecil air. Biarkan selama 2 hari. Saring cairan tersebut dan semprotkan ke tanaman yang rusak. Hama yang sama seperti hama dalam semprotan itu akan menghindari cairan tersebut. Bekas-bekas tubuh serangga dapat dimasukkan di wadah dan diletakkan mengitari tanamantanaman. Aroma tersebut akan terus menolak hama. Semprotan tersebut efektif untuk cacing, ulat bulu, keong, siput dan berbagai hama kecil, namun kurang efektif untuk belalang.

SEMPROTAN NIMBA
Tanaman ini dapat dipakai untuk semprotan insektisida alami yang aman dan efektif. Nimba dapat dipakai pada hampir semua serangga, termasuk nyamuk. Terkadang memerlukan waktu beberapa minggu untuk menunggu efeknya karena untuk beberapa jenis serangga, nimba bekerja dengan memutus daur perkembangbiakan serangga tersebut. Nimba merupakan salah satu tanaman terbaik untuk digunakan karena aman bagi manusia dan tidak menimbulkan banyak masalah bagi serangga yang menguntungkan, khususnya predator hama. Dalam kondisi tertentu bahkan bisa meningkatkan produksi ulat yang berguna! Keong/siput, nematode, lebah penyengat, ulat, ngengat, penggerek daun, lalat, nyamuk, dan belalang adalah beberapa jenis serangga yang dapat dikendalikan dengan nimba.

Cara menggunakan nimba:
1. Tumbuklah biji nimba dan masukkan ke dalam kantong kain. Masukkan kantong kain ini dalam ember atau drum berisi air selama semalam. Gunakan 500 gr biji nimba untuk tiap 10 liter air. Gunakan sebagai semprotan pada serangga hama dan tanaman yang terserang. Biji nimba ini lebih efektif daripada daunnya.
2. Ambillah segenggam besar daun nimba segar, lumatkan, dan masukkan ke dalam seember air. Biarkan selama 2 hari, kemudian buanglah daunnya dan gunakan sebagai semprotan.
3. Keringkan segenggam penuh daun nimba, tumbuk, dan masukkan ke dalam air. Biarkan selama 2 hari, saring dan gunakan sebagai semprotan.
4. Semprotan nimba ini juga dapat dibuat dengan merendam biji nimba yang telah dihancurkan dalam alkohol, atau membuat minyak dari biji nimba dengan menggunakan suatu alat pengepres minyak. Metode ini lebih mahal namun dapat menghasilkan produk yang lebih kuat.

SEMPROTAN BAWANG PUTIH DAN CABE
Campur 3 biji bawang putih yang sudah dikupas dengan segenggam lombok dan rebuslah dalam sepanci air. Tambahkan ¼ balok sabun, aduk rata kemudian biarkan selama sehari. Saring cairan tersebut dan gunakan 2 cangkir larutan tersebut untuk satu kali penyemprotan. Bawang putih merupakan sebuah insektisida, fungisida dan penolak hama. Lombok juga merupakan sebuah insektisida dan penolak hama. Sabun akan membantu semprotan untuk melekat pada tanaman dan serangga. Gunakan larutan ini untuk aphid, cacing, ulat bulu, dan ngengat.

SEMPROTAN PEPAYA
Kumpulkan 1 kg daun pepaya (sekitar 1 tas plastik besar), lumatkan, dan campurkan ke dalam 1 liter air, lalu biarkan selama 1 jam. Saring dan tambahkan 4 liter air lagi dan 1 sendok besar sabun. Semprotkan pada hama serangga. Semprotan pepaya ini dapat digunakan untuk aphid, rayap, hama kecil, dan ulat bulu. Untuk rayap, tumbuk buah papaya muda dan kumpulkan jus/ sarinya. Semprotkan langsung ke rayap-rayap dan kayu-kayu yang rusak.

SEMPROTAN SARI/JUS JAHE
Parut segenggam penuh jahe dan masukkan ke dalam seember air. Biarkan selama sehari, lalu semprotkan ke tanaman yang rusak untuk mengontrol larva ulat dan ulat bulu.

SEMPROTAN DAUN TALAS
Daun-daun talas mengandung asam lisollic. Bila serangga memakannya, ibarat manusia merasa makan pecahan gelas! Cara meraciknya, tumbuk 10 lembar daun talas dan masukan dalam 3 liter air (½ ember), aduk dengan baik. Percikkan ke tanaman dengan menggunakan sapu lidi. Pastikan masing-masing tanaman terciprat larutan ini untuk perlindungan yang baik terhadap serangga.

SEMPROTAN DAUN TOMAT
Daun tomat merupakan insektisida alami dan fungisida ringan, dapat digunakan untuk aphid, semut, cacing, ulat bulu, telur serangga, belalang, ngengat, nematoda, lalat putih, jamur dan bakteri pembusuk.
Cara membuatnya, masaklah 1 kg daun tomat dalam 2 liter air selama 30 menit, tambahkan lagi potongan 2 genggam daun, batang dan buahnya, dan 2 liter air. Aduk bahan-bahan tersebut, lalu biarkan selama
6 jam (½ hari). Saring dan tambahkan ¼ batang sabun. Semprotkan larutan ini setiap 2 hari bila jumlah serangga, khususnya ngengat, cukup banyak.

WASPADALAH!
Daun tomat ketika dipakai sebagai insektisida bersifat racun bagi manusia. Ini disebabkan karena unsur kimia yang ada dalam daun tomat menjadi jauh lebih pekat konsentrasinya. Gunakan sarung tangan dan penutup hidung serta mulut sekaligus saat menyemprotkannya.

SEMPROTAN LEM
Semprotan lem bisa dibuat dari sisa air rebusan singkong, talas, atau kentang. Serangga kecil akan menempel pada lem ini dan akhirnya menyebabkan serangga tersebut mati lemas. Semprotan ini berguna untuk aphid, ulat bulu dan lalat putih, namun cobalah juga pada serangga kecil lainnya. Caranya, campurkan air sisa memasak singkong, talas, atau kentang dengan air tambahan untuk membuat larutan. Kekuatannya bervariasi tergantung jenis tanaman yang digunakan, kira-kira saja. Semprotkan pada tanaman. Larutan yang baik akan menyisakan lapisan tipis pada tanaman ketika larutan kering.

SEMPROTAN SABUN
Semprotan ini efektif untuk siput, keong, aphid, ulat bulu, kumbang kecil, dan serangga-serangga pemakan daun lainnya. Caranya, gunakan 1 sendok besar sabun bubuk atau cair per liter air. Semprotkan hanya pada hama atau tanaman yang rusak. Anda juga dapat menggunakan bekas air cucian piring atau pakaian kotor untuk membuat pestisida ini.

SEMPROTAN SARI/JUS BUAH PINANG
Getah buah pinang dikenal sebagai racun yang efektif untuk bekicot dan jenis siput lainnya! Kumpulkan getah buah pinang dalam sebuah ember, campur dengan air dan semprot langsung pada siput. Bahan semprotan ini bisa dari buah pinang atau kapur sirih, atau kombinasi keduanya. Semprotkan di bagian luar bedeng sayuran Anda untuk menghalangi siput masuk. Namun, semprotan ini tidak disarankan untuk disemprot langsung ke tanaman. Lakukan secara teratur.

SEMPROTAN DAUN TEMBAKAU
Semprotan tembakau sebaiknya digunakan sebagai alternatif terakhir. Gunakan pelindung yang baik dan lindungi tangan dan wajah Anda ketika membuat dan menggunakan semprotan tembakau. Daun tersebut sangat beracun dan dapat membunuh serangga yang berguna juga. Semprotan daun tembakau dapat digunakan untuk sebagian besar hama serangga. Caranya, rendam 1 kg (1 tas plastik) tumbukan daun tembakau dalam 15 liter air selama 1 hari 1 malam. Tambahkan 2 sendok besar cairan sabun atau sabun batangan dan aduklah dengan baik. Saringlah dan gunakan sebagai semprotan. Bisa juga dengan mengeringkan daun dan menumbuknya hingga menjadi bubuk. Bubuk ini bisa digunakan untuk aphid, keong, siput, ulat bulu, dan virus daun keriting. Jangan gunakan bahan ini pada tanaman tomat, kentang, terong, lombok, atau bunga mawar. Semut menyebabkan masalah melalui penggalian mereka dan pemindahan benih-benih. Mereka sama sekali tidak pernah bisa dihilangkan, tapi efek-efek mereka dapat dikurangi. Untuk kerusakan akar, coba gunakan penyemprotan biologis, cabe, bawang putih, tomat, atau tembakau.

semoga bermanfaat!

lain-lain:
Tips Fungisida Alami

Tips Tambahan dari @comojime di halaman 5 post #81

Penjelasan tentang pohon Nimba, liat di halaman 6 post #105
adiex - 26/06/2008 10:54 AM
#2

ok bro thanks infonya ..... shakehand:
bagus nih untuk mengurangi polusi akibat bahan kimia .....

Peace:

cendolnya nanti ya kalo TS udah jadi kaskuser ( >100 post )................. (PM gw buat ngingetin OK :thumbup)
murry - 26/06/2008 11:29 AM
#3

nice post...thx
Wylie - 26/06/2008 12:05 PM
#4

great info bos , thanks D
averozem - 26/06/2008 12:22 PM
#5
Tambahan Tips dari para kaskuser
Quote:
Original Posted By board123
ikut nambahin jg deh o

Contoh tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida :

Tembakau (Nicotium tabacum)
Tembakau diambil batang atau daunnya untuk digunakan sebagai bahan pestisida alami. Caranya rendam batang atau daun tembakau selama 3 - 4 hari, atau bisa juga dengan direbus selama 15 menit. Kemudian biarkan dingin lalu saring. Air hasil saringan ini bisa digunakan untuk mengusir berbagai jenis hama tanaman.

Tuba, Jenu (Derriseleptica)
Bahan yang digunakan bisa dari akar dan kulit kayu. Caranya dengan menumbuk bahan tersebut sampai betul-betul hancur. Kemudian campur dengan air untuk dibuat ekstrak. Campur setiap 6 (enam) sendok makan ekstrak tersebut dengan 3 liter air. Campuran ini bisa digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama tanaman.

Temu-temuan (Temu Hitam, Kencur, Kunyit)
Bahan diambil dari rimpangnya, yang kemudian ditumbuk halus dengan dicampur urine (air kencing) sapi. Campuran ini diencerkan dengan air dengan perbandingan 1 : 2 - 6 liter. Gunakan untuk mengendalikan berbagai jenis serangga penyerang tanaman.

Kucai (Allium schonaoresum)
Kalau menggunakan kucai, cara meramunya adalah dengan menyeduhnya, yang kemudian didinginkan. Kemudian saring. Air saringannya ini mampu untuk memberantas hama yang biasanya menyerang tanaman mentimun.

Bunga Camomil (Chamaemelum spp)
Bunga yang sudah kering diseduh, kemudian dinginkan dan saring. Gunakan air saringan tersebut untuk mencegah damping off atau penyakit rebah.

Bawang Putih (Allium sativum)
Bawang putih secara alami akan menolak banyak serangga. Tanamlah di sekitar pohon buah dan lahan sayuran untuk membantu mengurangi masalah-masalah serangga.
Bawang putih, begitu juga dengan bawang bombai dan cabai, digiling, tambahkan air sedikit, dan kemudian diamkan sekitar 1 jam. Lalu berikan 1 sendok makan deterjen, aduk sampai rata, dan kemudian ditutup. Simpan di tempat yang dingin selama 7 - 10 hari. Bila ingin menggunakannya, campur ekstrak tersebut dengan air. Campuran ini berguna untuk membasmi berbagai hama tanaman, khususnya hortikultura.

Abu Kayu
Abu sisa bakaran kayu ditaburkan di sekeliling perakaran tanaman bawang bombay, kol atau lobak dengan tujuan untuk mengendalikan root maggot. Abu kayu ini bisa juga untuk mengendalikan serangan siput dan ulat grayak. Caranya, taburkan di sekeliling parit tanaman.

Mint (Menta spp)
Daun mint dicampur dengan cabai, bawang daun dan tembakau. Kemudian giling sampai halus untuk diambil ekstraknya. Ekstrak ini dicampur dengan air secukupnya. Dari ekstrak tersebut bisa digunakan untuk memberantas berbagai hama yang menyerang tanaman.

Kembang Kenikir (Tagetes spp)
Ambil daunnya 2 genggam, kemudian campur dengan 3 siung bawang putih, 2 cabai kecil dan 3 bawang bombay. Dari ketiga bahan tersebut dimasak dengan air lalu didinginkan. Kemudian tambahkan 4 - 5 bagian air, aduk kemudian saring. Air saringan tersebut dapat digunakan untuk membasmi berbagai hama tanaman.

Cabai Merah (Capsium annum)
Cara pembuatannya dengan mengeringkan cabai yang basah dulu. Kemudian giling sampai menjadi tepung. Tepung cabai tersebut kalau dicampur dengan air dapat digunakan untuk membasmi hama tanaman.

Sedudu
Sedudu (sejenis tanaman patah tulang) diambil getahnya. Getah ini bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan berbagai hama tanaman.

Kemangi (Ocimum sanetu)
Cara pembuatannya: kumpulkan daun kemangi segar, kemudian keringkan. Setelah kering, baru direbus sampai mendidih, lalu didinginkan dan disaring. Hasil saringan ini bisa digunakan sebagai pestisida alami.

Dringgo (Acarus calamus)
Akar dringgo dihancurkan sampai halus (menjadi tepung), kemudian dicampur dengan air secukupnya. Campuran antara tepung dan air tersebut dapat digunakan sebagai bahan pembasmi serangga.

Tembelekan (Lantara camara)
daun dan cabang tembelekan dikeringkan lalu dibakar. Abunya dicampur air dan dipercikkan ke tanaman yang terserang hama, baik yang berupa kumbang maupun pengerek daun.

Rumput Mala (Artimista vulgaris).
Caranya bakar tangkai yang kering dari rumput tersebut. Kemudian manfaatkan asap ini untuk mengendalikan hama yang menyerang suatu tanaman.

Tomat (Lycopersicum eskulentum)
Daun tomat bagus sebagai insektisida dan fungisida alami. Dapat digunakan untuk membasmi kutu daun, ulat bulu, telur serangga, belalang, ngengat, lalat putih, jamur, dan bakteri pembusuk.
Gunakan batang dan daun tomat, dan dididihkan. Kemudian biarkan dingin lalu saring. Air dari saringan ini bisa digunakan untuk mengendalikan berbagai hama tanaman.

Gamal (Gliricidia sepium)
Daun dan batang gamal ditumbuk, beri sedikit air lalu ambil ekstraknya. Ekstrak daun segar ini dan batang gamal ini dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama tanaman, khususnya jenis serangga.

Bunga Mentega (Nerium indicum)
Gunakan daun dan kulit kayu mentega dan rendamlah dalam air biasa selama kurang lebih 1 jam, kemudian disaring. Dari hasil saringan tadi dapat digunakan untuk mengusir semut.

Daun Pepaya
- Ambil daun papaya sebanyak kurang lebih 1 (satu) kilogram, atau kira-kira sekitar 1 (satu) kantong plastik kresek besar. Lalu dilumatkan (bisa diblender) dan dicampurkan dalam 1 (satu) liter air, kemudian dibiarkan selama kurang lebih 1 (satu) jam. Langkah berikutnya disaring, lalu ke dalam cairan daun papaya hasil saringan ditambahkan lagi 4 (empat) liter air dan 1 (satu) sendok besar sabun.
- Ampas lumatan daun papaya bisa dimasukkan ke dalam komposter untuk tambahan bahan kompos. Cairan air papaya dan sabun sudah dapat digunakan sebagai pestisida alami.
- Semprotkan cairan ini pada hama-hama yang mengganggu tanaman kita. Semprotan pestisida air papaya dan sabun ini dapat membasmi aphid (kutu daun), rayap, hama-hama ukuran kecil lainnya, termasuk ulat bulu.


Minyak Cengkeh
Cengkeh merupakan tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan di tingkat petani. Tanaman ini banyak mengandung minyak atsiri yang mempunyai nilai jual tinggi. Minyak atsiri diperoleh melalui proses ekstraksi maupun penyulingan bagian daun atau bunga cengkeh. Minyak tersebut diketahui mengandung sampai dengan 80% eugenol dan berdasarkan uji laboratorium dan rumah kaca diketahui sangat efektif membunuh nematode puru akar, M. incognita.


Quote:
Original Posted By zawier
agan2...aye mau punya ide...mau terapin sistem pengontrol serangga alami...
dengan cara pelihara cicak,kadal,bunglon,tokek dan sekutunya di dalam kebun...dengan tujuan membuat ekosistem alami secara buatan yang bisa mengontrol adanya serangga berlebihan di kebun...

permasalahannya...aye cuma bisa fokus efek positifnya aza...(memakan serangga2 berlebihan di kebun)

nah yang mau ditanyain...

apa aja ya efek negatif bila saja konco-konco cicak itu dibiarin berkembang biak banyak di kebun...???

#masukan pemikiran aye hargain banget...matursuwun#
iloveindonesia


Quote:
Original Posted By jarhamdani
Selamat sore, FT, mau tanya nih, masalah herbisida alami saya dapet dari youtube kek gini :

Spoiler for herbisida
[youtube]aQXea4nx6mA[/youtube]


katanya herbisida alami itu campuran dari
cuka + sabun + orange oil/garam (ane lihat di berbagai sumber)

nah kalo disemprotin deket tanaman yang bukan gulma dan kawan2nya itu ngefek nggak ya ke tanaman kita thx before


Quote:
Original Posted By Wixx.Ulinx
Insektisida yang ampuh buat hama jenis larva/ulet kalau yang sintetik bisa pake Curacron 500 EC, tinggal di baca saja gan.....

kalau mau yang alami (pestisida nabati) ,, kalau di sekitar kita bisa pake daun sirsak atau biji sirsak, yg ampuh pake buah bitung....kalau agan tau tanaman babadotan atau kipait, itu juga bisa buat lawan ulet bulu....

caranya tinggal di ekstraksi aja,, di cacah, lalu direndem dengan air, prinsip ilmu racun " Semakin banyak ekstrak, semakin banyak racun yang tersedia",, lalu di aduk pake dterjen sekitar 1%,, diemin 1 malam, ..trus di saring....

"maaf kalau teoritis, ilmu kampus itu gan"
fahmi_md - 26/06/2008 04:04 PM
#6

makacih, very useful
baronwisanggeni - 26/06/2008 04:44 PM
#7

good info bro


thank
nah kucendolin sebagai penambah semangat utk terus berkarya he he



ayo yg lain pada posting tips2 yg lain
ntar dpt hadiah cendol
iggplus - 27/06/2008 01:26 AM
#8

semprotan sabun untuk tanaman aman yah?
averozem - 27/06/2008 08:28 AM
#9

Quote:
Original Posted By iggplus
semprotan sabun untuk tanaman aman yah?


aman. ane pernah nyoba campuran lotion nyamuk sari puspa dan sabun bayi.
dan aman-aman saja.

PALING AMAN SABUN BAYI. karena sabun bayi ph nya atau tingkat keasamannya netral.
ngacir:
averozem - 27/06/2008 05:37 PM
#10

pake sabun deterjen juga bisa

ngacir:
iggplus - 27/06/2008 06:37 PM
#11

kl musim ujan banyak siput... boleh di coba.... beer:
adhieee - 27/06/2008 07:17 PM
#12

oh iya gw pengen nanya nih....klo kutu putih itu datengnya dari mana yah?dari media apa darimana?dan paling ampuh pake apa klo pestisida/insektisida alami..??

klo aglo kan tiba"di ketiak daun dah ngumpul aja disitu kutu putihnya...nohope:
Wylie - 27/06/2008 10:28 PM
#13

Quote:
Original Posted By adhieee
oh iya gw pengen nanya nih....klo kutu putih itu datengnya dari mana yah?dari media apa darimana?dan paling ampuh pake apa klo pestisida/insektisida alami..??

klo aglo kan tiba"di ketiak daun dah ngumpul aja disitu kutu putihnya...nohope:


kalo di ketiak ada putih itu burket pake rexona D D D
Peace:
averozem - 28/06/2008 10:23 AM
#14

Quote:
Original Posted By adhieee
oh iya gw pengen nanya nih....klo kutu putih itu datengnya dari mana yah?dari media apa darimana?dan paling ampuh pake apa klo pestisida/insektisida alami..??

klo aglo kan tiba"di ketiak daun dah ngumpul aja disitu kutu putihnya...nohope:


belum sempet nyoba gan.
aku pernahnya pake lotion nyamuk saripuspa campur sabun bayi. kurang efektif sih (mungkin dosisnya kurang).

yang paling penting untuk diperhatikan: itu kutu putih biasanya bersarang di ketiak daun yang menutup. pokoknya cek semua bagian aglo (kecuali akar). biasanya kutu putih bersarang di tempat-tempat tertutup (tapi bukan dalam batang lho ya dan juga bukan di akar), sehingga mereka aman dari guyuran pestisida.

trus, telurnya juga perlu dicari. soalnya ini mah mempan pestisida. aku pernah dapetin di aglo king of siam ku, beberapa telur kecil agak transparan warna kuning di bawah daun. aku curiga itu telur kutu putih.

ok. moga bermanfaat.
ngacir:
zaggress - 28/06/2008 12:01 PM
#15

thanx beer:
averozem - 29/06/2008 07:46 AM
#16

Quote:
Original Posted By Wylie
kalo di ketiak ada putih itu burket pake rexona D D D
Peace:


tergantung ketiak siapa dulu...
bisa jadi itu bulu ketek albino...
\)

ngacir:
bubuy9 - 29/06/2008 11:01 AM
#17

mantap nih thread makasih bro
buysellfree - 29/06/2008 11:13 AM
#18

nice tips
averozem - 30/06/2008 09:54 AM
#19

Quote:
Original Posted By bubuy9
mantap nih thread makasih bro


Quote:
Original Posted By buysellfree
nice tips


ok. sama-sama.
ada satu lagi "[TIPS] Fungisida Alami"
silahkan dibaca.
dan jangan lupa share pengalaman dan pengetahuannya juga!!
ngacir:
fahmi_md - 30/06/2008 01:00 PM
#20

nambah tips,
rendaman tembakau campur kapur barus (setengah untuk 1 liter).
Page 1 of 25 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > LOEKELOE > TANAMAN > [TIPS] Pestisida-Insektisida Alami