Palembang
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > SUMATERA > Palembang > ## Kamus Baso Palembang ##
Total Views: 13203 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 22 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

Bathara semar - 30/06/2008 09:25 PM
#1
## Kamus Baso Palembang ##
Dapet dari Millis.

kito tambahin bae,o

--------------

Berikut ini ada kamus kecik iseng-iseng ya sekalian 'smackdown'in antara Melayu Palembang dengan Melayu Malaysia...
Yuk dibaca, atau silahkan komentar kalo ada..hehehee
(baris satu yang Palembang, kedua Malaysia, yang ketiga Indonesia)

Melayu Palembang-Melayu Malaysia-Indonesia

Mangcek, mangcik, makcik- Pak cik- Panggilan untuk paman
Bicik, bicek- Mak cik- Panggilan untuk bibi
Cek- Cik- Nona
Lanang - Lelaki- Laki-laki, pria
Molek- Cantik, lawa, cun- Cantik
Cindo- Cantik, lawa, cun- Cantik
Betino- Perempuan- Perempuan, wanita
Lemak- Sedap, lazat- Enak, sedap
Mertuo- Mertua- Mertua
Banci- Pondan- Banci
Sikok, eso- Satu- Satu
Aku- Aku- Aku
Tubu, ambo- Saye- Saya
Kau- Kau-Kau
Jiron- Jiran- Tetangga
Nak- Nak- Akan
Belagak- Lawa, hensem- Tampan, cakep
Baso kerehen, baso pucuk-Bahasa Tinggi-Bahasa Tinggi
Besak - Besar- Besar
Kecik- Kecil -Kecil
Dikit - Sikit - Sedikit
Lamo - Lama- Lama
Karno- Kerana- Karena
Mamang - Pak cik - Paman
Bibi - Mak cik- Bibi
Yai - Datuk- Kakek
Nyai - Nenek- Nenek
Ipi - Ipar - Ipar
Kakak - Abang- Kakak laki-laki
Ayuk - Kakak- Kakak perempuan
Ngapo - Kenape - Kenapa
Cakmano - Bagaimana, cem mana - Bagaimana
Makmano - Bagaimana - Bagaimana
Kapan, kebilo - Bila- Kapan
Cucung - Cucu- Cucu
Banyu mato - Airmata - Airmata
Geladak - Lantai, aras- Lantai
Ngenjuk tau - Bagi tahu- Beritahu
Ngenjuk - Memberi, berkongsi - Memberi
Nyingok - Melihat - Melihat
Selik - Lihat- Lihat
Pacak - Boleh, pandai- Bisa, dapat, pandai
Pecak- Macam - Seperti
Mak kini, mak ini - Sekarang - Sekarang
Lemak nian - Sedap sekali- Enak sekali
Denget - denget - sebentar
Kejingokan - Nampak - Terlihat
Teneng - Tenang - Tenang
Item- Hitam - Hitam
Mano- Mana- Mana
Idak, dak - Tak, tidak - Tidak, nggak
Pucuk - Tinggi, mulia - Tinggi, mulia, luhur
Ari - Hari- Hari
Dukin - Dulu- Dulu
Tiduk - Tidur- Tidur
Blanjo- Beli belah - Belanja
Sano- Sana - Sana
Simbat - Sahut - Sahut
Suda, la - Sudah, dah - Sudah
Calui - Rebut- Rebut
Kuntau - Pencak - Pencak
Jurai - Keturunan - Keturunan
Beradek - Adik beradik- Kakak beradik
Tunu Bakar Bakar
Munu Bunuh Bunuh
Musuk Masuk Masuk
Bongkak Sombong Sombong
Cugak Kecewa Kecewa
Rangdo Janda Janda
Budak Budak Anak
Keno Boleh Bisa
Soho Selalu Selalu
Jajo Jual Jual, jaja
Rimau Harimau Macan
Sungi Sungai Sungai
Sutero Sutera Sutra
Oba Ubah Ubah
Kulir kilir Hilir mudik Hilir mudik
Cak Cam Seperti
Uji Kata Kata
Ngatoke Mengatakan Mengatakan
Rami Ramai Ramai
Melegoke Melegakan Melegakan
Gorokan Tenggorokan Tenggorokan
Sanak broyot Saudara mara Sanak saudara
Luso Lusa Lusa
Kendak Kehendak Kehendak
Bedulur Adik beradik Bersaudara
Disiwilke Ditunda Ditunda, tangguhkan
Bapo Beberapa Beberapa
Asil Hasil Hasil
Ruma Rumah Rumah
Cobo Cuba Coba
Penu Penuh Penuh
Paya Payah Payah
Nguling Berbaring Berbaring
Bila Buluh Bambu
Gutuk Lempar Lempar
Paki Pakai Pakai
Ngari Mendatangi Mendatangi
Ngentol Menggantung Menggantung
Semu Agak Agak
Begoco Berkelahi Berkelahi
Buyan Bongok Bodoh
Renti Berhenti Berhenti
Kereto Sikal Sepeda
Sepur Keretapi Kereta api
Tungkat Tongkat Tongkat
Galak Mahu Ingin, mau
Calak Cergas Cerdas
Jao Jauh Jauh
Ngomong Cakap Bicara
Galo Semua Semua
Cuko Cuka Cuka
Kodak Senang, sempat Sempat
Sedeka Kenduri Kenduri
Tekuk Burung hantu Burung hantu
Tawo Tawa Tawa
Campak Jatuh Jatuh
Tupi Ketika Ketika
Pertamo Pertama Pertama
Bucu -Bidang - Bidang
Singgo- Sehingga -Sehingga
in0x - 30/06/2008 09:37 PM
#2

banyak yang aq dak tau matabelo:
Bathara semar - 30/06/2008 09:50 PM
#3

Lawang = pintu
buri = belakang
gedek = dinding
westernlink - 30/06/2008 10:21 PM
#4

nah gek nak ngapal dulu berarti

thx

beer:
blekatze - 01/07/2008 08:45 AM
#5

amen aku tau, basa palembang alus itu cak mirip basa jawa mang \)


wenten api = ada apa
kemriki = kesini
lenggeh = duduk
sampun = sudah
mak niki = sekarang
niko = kamu
sedenget = sebentar
enggeh = iya

yang laennyo lupo mang o aku blajar samo bapak yang jadi guide di musium Mahmud Badarudin II di komplek BKB \)
B A T M A N - 01/07/2008 10:25 AM
#6

BERUK = kawan si pire!!!



wakakakakakakakaka..... DDD
criminal cat - 01/07/2008 10:28 AM
#7

Quote:
Original Posted By B A T M A N
BERUK = kawan si pire!!!



wakakakakakakakaka..... DDD


kalo mak niki, ingsun idak melok ngacir:ngacir:
pecah_utak - 01/07/2008 11:34 AM
#8

kata-kata yang belum de define (tambahan), ini kata-kata yang lumayan umum saya gunakan di rumah D:
julak = dorong
jungkel = terbalik
jabo = depan
gek dikin/gek dukin = ntar dulu
gerobok = lemari
nguak-uak = teriak-teriak
Bal = Bola >= aba aku galak ngomong nak nonton bal
Terajang = Tendang
Setrup = sirup
tunggul = bendera
Puan = susu >= puan cap tunggul = susu cap bendera
tejelohok = muntah
kuali = wajan
sikil = kaki
kukul = jerawat
klaso = tiker
ambal = karpet
abang = warna merah
putih susu = cream
cawat = calana dalem
betakokan/betatuan = sombong
lebak = rawa
mencolot = melompat
tetak = potong
minum = minum, sarapan
tebok = bolong
tatu = luka
gilo mambang = sangat gila
iwak = ikan, lauk pauk saat makan (makan iwak apo? iwak-iwak)
pukul besi = palu
godong = daun
buluh = bambu
kasak = sikat
berumpaan = bersama-sama
siru = heboh
bederup-derup = beramai-ramai
kelek = ketiak
ngepek = nyontek
singitan = sembunyi
urikan = permainan kejar-kejaran
caluk = terasi
pati = santan
jerambah = jembatan
4me15e - 01/07/2008 01:12 PM
#9

ado kamus malu:
criminal cat - 01/07/2008 01:23 PM
#10

maap amen salah posting mang....
ini beberapa file tentang sejarah palembang....mugo bae pacak ngingetke samo leluhur...walo mungkin dak katek hubungan samo kamus bahasa kito \)
sejarah kito
## Kamus Baso Palembang ##
Kenapa mayoritas orang Palembang di Sumatra Selatan mirip China, walau ia
beragama Islam? Itulah sebagian ’sisa hidup’ peninggalan Kerajaan Sriwijaya
yang pernah berjaya di kawasan Asia. Kerajinan tenun songket khas Palembang, pakaian adat Palembang yang mirip China, dan tari-tarian tradisional, termasuk peninggalan Sriwijaya yang hingga kini masih dapat kita nikmati. Apakah empek-empek juga termasuk jenis udapan yang sudah dikenal pada masa Sriwijaya berjaya? Mungkin saja begitu.

Pada abad ke 7 hingga 13 M, Sriwijaya mengalami zaman keemasan. Sebagai
kerajaan maritim, namanya dikenal hingga ke mancanegara. Kekuatan maritim dapat
dilacak dari peninggalan kemudi kapal Sriwijaya yang ditemukan di
Sungai Buah, Palembang, pada 1960-an. Kemudi yang terbuat dari kayu onglen
hitam itu panjangnya mencapai delapan meter. Tak heran kalau armada kapal
milik Sriwijaya mampu berlayar ke China dengan membawa komoditas perkebunan,
seperti cengkeh, pala, lada, timah, rempah-rempah, emas, dan perak.
Barang-barang itu dibeli
atau ditukar dengan porselin, kain katun, atau kain sutra.
Pada masa kegemilangannya, banyak pendatang dari mancanegara singgah ke
Sriwijaya sekadar untuk tetirah atau berniaga. Beragam jenis kapal bertambat
di pelabuhan Sungai Musi. Mereka juga bermukim di kerajaan yang dulunya
menjadi pusat pendidikan ajaran Budha dan ilmu pengetahuan. Beberapa bangsawan
dan orang kebanyakan menikah dengan
pendatang dari China. Tak heran kini mayoritas orang Palembang kebanyakan
berkulit kuning langsat dan bermata sipit. Apabila para bangsawan Sriwijaya tak
dibantai habis
pasukan Majapahit, kemungkinan mereka adalah keturunannya. Nasib ribuan
pendeta Budha juga tak jelas hingga kini. Apakah mereka dihabisi pasukan
Majapahit atau menyingkir ke Tanah Jawa, Thailand, China, dan India? Atau
mereka harus berganti agama kala Islam masuk ke bekas kerajaan Sriwijaya? Tapi
yang jelas,
sebagian dari mereka adalah keturunan para pedagang China, dan juga para bajak
laut asal
China yang menguasai jalur sungai dan laut selama 200 tahun lamanya,
usai Sriwijaya hancur lebur diserbu Majapahit. Keganasan para perompak itu
berakhir setelah Panglima Perang Chengho yang diutus penguasa China datang dan
memerangi mereka.

Sebagian perompak yang selamat dari serbuan Chengho, lalu alih usaha
di daratan, beranak pinak, dan membentuk koloni tersendiri. Mereka
memutus tradisi dan nilai-nilai yang berkembang di tanah leluhur bangsa China,
dan
sebaliknya menanamkan kehidupan khas perompak yang berangasan. Sebuah
tugu prasasti di Kampung Kapiten, Kelurahan Tujuh Ulu, Kecamatan Seberang
Ulu I, Palembang, menunjukkan pemujaan kepada Dewa Samudra, sebagai peringatan
adanya komunitas China yang menetap di Palembang. Adakah kaitan
antara mereka dan ‘Preman Palembang’ yang kini tersohor itu? Sepertinya
perlu ada penelitian yang lebih mendalam. Kalau di Palembang ada Kampung Jawa,
bisa jadi mereka adalah keturunan pasukan Majapahit yang menetap disana.

Secuil peninggalan berbentuk benda mati seperti arca kini masih bisa Anda simak
di Museum Bala Putradewa, Palembang, Sumatra Selatan. Tercatat ada 2 museum
lagi di Palembang, yaitu Museum Situs Taman Purbakala Sriwijaya (TPKS) dan
Museum Sultan Badaruddin II, namun semuanya tak terawat dengan baik. Perlu ada
upaya pemerintah untuk menyatukan ketiganya, dan menamai museum itu ‘Museum
Sriwijaya’.

Sejak penjajahan Belanda hingga kini, sisa-sisa kejayaan Sriwijaya berupa
barang antik telah pindah tangan ke luar negeri. Palembang, Jambi, dan Lampung
adalah padang perburuan
bagi kolektor dan pedagang barang antik. Kini tak lagi tersisa.

Dimanakah pusat Kerajaan Sriwijaya?

Itulah pertanyaan yang hingga kini masih menggantung, karena belum juga
ditemukan peninggalan istana atau kraton. Kemungkinan besar pada saat
penyerbuan pasukan Majapahit, istana tersebut dibumi hanguskan. Sejumlah
manuskrip dan prasasti tentang kerajaan Sriwijaya juga banyak yang telah rusak,
hilang, atau masih terkubur dalam tanah. Ketidak lengkapan temuan arkeologis
tersebut menyebabkan para peneliti kesulitan menyusun sejarah kemunculan
dan pertumbuhan Kerajaan Sriwijaya secara lengkap dan runtut.

Sejarah Sriwijaya justru banyak disusun berdasarkan berita-berita dari
pengelana asing, seperti dari China, India atau Arab. Setidaknya ada 18 situs
dari masa Sriwijaya di Palembang. Empat situs diantaranya memiliki penanggalan
sekitar abad ke-7 sampai ke-9, yaitu situs Candi Angsoka, prasasti Kedukan
Bukit, situs Kolam Pinishi, dan Situs Tanjung Rawa. Beberapa prasasti juga
telah ditemukan, yang isinya menceritakan keberadaan Sriwijaya dan kutukan bagi
para pembangkang. Beberapa peninggalan Sriwijaya juga ditemukan di Jambi,
Lampung, Riau, dan Thailand.

Kebesaran Sriwijaya juga terlacak dari peninggalan di India dan Jawa. Prasasti
Dewapaladewa dari Nalanda, India, abad ke-9 Masehi menyebutkan, Raja
Balaputradewa dari Swarnadipa (Sriwijaya) membuat sebuah biara. Prasasti
Rajaraja I tahun 1046 mengisahkan pula, Raja Kataha dan Sriwiyasa
Marajayayottunggawarman dari Sriwijaya menghibahkan satu wilayah desa
pembangunan biara Cudamaniwarna di kota Nagipattana. India. Manuskrip sejarah,
seperti Kitab Sejarah Dinasti Song dan Dinasti Ming, berada di China. Raja
Sriwijaya juga mendukung penuh pembangunan Candi Borobudur di Pulau
Jawa yang terbuat dari batu gunung. Sedangkan candi-candi peninggalan
Sriwijaya di Sumatra semuanya terbuat dari batu bata yang cepat aus dimakan
zaman. Kenapa? Karena lokasinya jauh dari gunung.

Kabar terakhir datang dari Malaysia. Raimy Che-Ross, peneliti Malaysia,
pada tahun lalu menemukan sebuah kota yang hilang di pedalaman Johor.
Rahasia itu terkuak berawal dari sebuah naskah kuno milik Stamford Raffles.
Ia memperkirakan reruntuhan puing itu berasal dari kota Gelanggi yang pada 1025
M diserbu pasukan Chola dari India Selatan pimpinan Raja Rajendra Cholavarman.
Kota itu
dulunya terkait erat dengan Kerajaan Sriwijaya. Pada 1612, Tun Seri
Lanang, bendahara Royal Court di Johor, menyebut kota Gelanggi yang
hilang sebagai Perbendaharaan Permata (Treasury of Jewels). Sebagai
catatan, pasukan Cola bergabung dengan Kerajaan Majapahit untuk menyerbu
Sriwijaya pada 1377 hingga ludes. Palembang pun lalu jadi kota mati, dan
tak lama kemudian dikuasai para perompak dari China. Para bajak laut
itu digempur pasukan China pimpinan Chengho, armada Majapahit dengan
dukungan Raja Aditiawarman dari Kerajaan Melayu.

Sriwijaya telah hilang ditelan zaman

Menurut budayawan dan ketua Dewan Kesenian Sumatra Selatan (DKSS) Djohan
Hanifah
kepada Kompas, kebesaran Sriwijaya benar-benar terputus oleh kekuasaan Kerajaan
Palembang Darussalam dan Belanda, yang membangun budaya jauh berbeda. “Beberapa
candi dan peninggalan Sriwijaya sempat dihancurkan dan dikubur dalam tanah
dengan alasan teologis. Estetika, ilmu pengetahuan, dan seni yang berkembang
pada masa Sriwijaya
tak lagi tumbuh pada masa berikutnya sampai sekarang,” ujarnya.

Kebesaran Sriwijaya
memang benar-benar telah hilang dimakan nafsu para penjarah, perselingkuhan
politik kekuasaan, penyebaran agama baru, dan lalu musnah ditelan zaman.
Kota Palembang yang kini kian metropolis dan hingar bingar membuat peninggalan
masa lalu jadi bertambah kesepian. Pertanyaan penting: Masih adakah spirit
untuk membangkitkan kembali kebesaran masa lalu di hati sanubari
masyarakat Sumatra Selatan, khususnya penduduk Palembang? Walahualam.

==================================
Runtutan Waktu (Timeline) - M/AD
_________________
400
Hindu dan Budha telah berkembang di Indonesia dilihat dari sejarah
kerajaan-kerajaan
dan peninggalan-peninggalan pada masa itu antara lain candi, patung dewa, seni
ukir, barang-barang logam.
_________________
650
Kerajaan Sriwijaya mampu mengendalikan Selat Malaka selama 640 tahun,
sejak 650 hingga ditaklukkan Singosari pada 1290.
——
Raimy Che-Ross, peneliti Malaysia, pada 2004 menemukan sebuah kota yang hilang
di pedalaman Johor (bertarikh 650 M). Berawal dari sebuah naskah kuno milik
Stamford Raffles.
Ia memperkirakan reruntuhan puing itu berasal dari kota Gelanggi yang pada
1025 diserbu pasukan Chola dari India Selatan pimpinan Raja Rajendra
Cholavarman.
_________________
671
I Tsing, seorang pendeta Budha dari Cina, berangkat dari Kanton ke India.
Ia singgah di Sriwijaya untuk belajar tatabahasa Sansekerta, kemudian
ia singgah di Melayu selama dua bulan, dan baru melanjutkan perjalanannya
ke India.
_________________
682
Dapunta Hyang Sri Jayanasa bersama balatentaranya mendirikan wanua
(tempat tinggal) Sriwijaya.
__________________
684
Pembangunan Taman Sriksetra oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa.
__________________
685
I-Tsing kembali ke Sriwijaya, disini ia tinggal selama empat tahun untuk
menterjemahkan kitab suci Budha dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Cina.
_________________
692
Salah satu kerajaan Hindu di Indonesia yaitu Sriwijaya tumbuh dan berkembang
menjadi besar dan pusat perdagangan yang dikunjungi pedagang Arab, Parsi, Cina.
Yang diperdagangkan antara lain tekstil, kapur barus, mutiara, rempah-rempah,
emas, perak. Sebagian dari Semenanjung Malaya, Selat Malaka, Sumatera Utara,
Sunda, Jambi termasuk kekuasaaan Sriwijaya. Pada masa ini perkembangan kerajaan
Sriwijaya berkaitan dengan masa ekspansi Islam di Indonesia dalam periode
permulaan. Sriwijaya dikenal juga sebagai
kerajaan maritim.
_________________
800
Candi Borobudur dibangun kerabat dan rakyat wangsa/dinasti Cailendra (750-842)
yang
berkuasa pada saat itu. Borobudur dibangun 300 tahun sebelum Angkor Wat,
Kamboja. Borobudur tersusun dari batu lahar seluas 55 ribu m2 dan berada
di atas bukit. Candi ini sempat dipugar atas bantuan UNESCO, pada Agustus
1983 ditetapkan sebagai tempat bersejarah dunia.
—-
Prasasti Dewapaladewa dari Nalanda, India, abad ke-9 Masehi menyebutkan,
Raja Balaputradewa dari Swarnadipa (Sriwijaya) membuat sebuah biara.
_________________
1100
Islam diperkirakan mulai masuk ke Indonesia pertama kali melalui Aceh pada
abad 11-12 M (Samudra Pasai).
_________________
1025
Pasukan Chola dari India pimpinan Raja Rajendra Cholavarman menggempur
kota Gelanggi (kini Johor pedalaman). Sebelumnya menggempur kota Gangga
Negara (kini Beruas di Perak).
__________________
1046
Raja Kataha dan Sriwiyasa Marajayayottunggawarman dari Sriwijaya menghibahkan
satu wilayah desa pembangunan biara Cudamaniwarna di kota Nagipattana, India.
_________________
1270 - 1297
Malikussaleh, raja Kerajaan Islam Samudera Pasai yang pertama kali membawa
masuk ajaran Islam ke Asia Tenggara. Di samping makamnya yang sederhana,
terdapat juga makam putranya, Malikuddhahir
(1297-1326 M).
_________________
1290
Kerajaan Singosari menaklukkan Sriwijaya.
_________________
1345 - 1346
Musafir Maroko, Ibn Battuta melewati Samudra Pasai dalam perjalanannya ke dan
dari China. Diketahui juga bahwa Samudra merupakan pelabuhan yang
sangat penting, tempat kapal-kapal dagang dari India dan Cina.
Ibn Battuta mendapati bahwa penguasa Samudra Pasai adalah seorang pengikut
Mahzab Syafi’i salah satu ajaran dalam Islam.
_________________
1350 - 1389
Puncak kejayaan Majapahit dibawah pimpinan Raja Hayam Wuruk dan
patihnya Gajah Mada. Majapahit menguasai seluruh kepulauan Indonesia
bahkan Jazirah Malaka sesuai dengan “Sumpah Palapa” Gajah Mada yang
ingin Nusantara bersatu.
____________________
1377
Kerajaan Sriwijaya runtuh sebagai akibat pemisahan negara penghibah upeti
dan penyerbuan massal oleh Kerajaan Cola dari India Selatan dan Kerajaan
Majapahit.
Akhirnya, Sriwijaya ditaklukkan armada bajak laut China. Palembang kemudian
dikuasai secara berturut-turut oleh para perompak dari China, Kesultanan
Palembang Darussalam, dan pemerintah kolonial Belanda.
_________________
?
Perompak asal China menguasai jalur sungai dan laut di Sumatra selama
200 tahun lamanya. Keganasan para perompak itu berakhir setelah Panglima
Perang Chengho yang diutus penguasa China datang dan memerangi mereka.
_________________
1512 - 1515
Tome Pires, seorang ahli obat-obatan dari Lisbon menghabiskan waktunya
di Malaka dan membuat buku yang berjudul Suma Oriental. Menurut Pires
pada masa itu sebagian besar raja-raja Sumatra beragama Islam, mulai
dari Aceh sebelah utara terus menyusur ke pesisir timur hingga
Palembang para penguasanya beragama Islam.
_________________
1600
Kerajaan Palembang Darussalam tumbuh sejak abad ke-16, namun tidak
meneruskan kebesaran Sriwijaya.
_________________
1612
Tun Seri Lanang, bendahara Royal Court di Johor, menyebut kota Gelanggi
yang hilang sebagai Perbendaharaan Permata (Treasury of Jewels). Kota ini
konon masih ada kaitan erat dengan Kerajaan Sriwijaya.
_________________
1682 Pasukan VOC dipimpin Francois Tack dan Isaac de Saint Martin
berlayar menuju Banten guna menguasai perdagangan di Banten. VOC
merebut dan memonopoli perdagangan lada di Banten. Orang-orang Eropa
yang merupakan saingan VOC diusir. Orang-orang Inggris mengundurkan
diri ke Bengkulu dan Sumatera Selatan satu-satunya pos mereka yang
masih ada di Indonesia.
_______________
?
Sultan Mahmud Badaruddin I
__________________
?
Sultan Mahmud Badaruddin II
__________________
1700 - 1900
Kekuasaan Belanda merasuki daerah Palembang sejak awal abad ke-18 sampai
dengan pertengahan abad ke-20 M. Lebih bercorak Kristiani, dan menekankan
perdagangan untuk mengembangkan wilayah jajahan. Kondisi itu semakin menjauhkan
kemegahan Sriwijaya.
__________________
1851
Kesultanan Palembang Darussalam runtuh.
__________________
1892
Desember - JK van der Meulen menemukan prasasti Kota Kapur di dekat Sungai
Mendo, Bangka. Prasasti di atas tanggul batu itu berisi kutukan bagi mereka
yang tidak taat kepada Raja Sriwijaya.
__________________
1918
Nama Sriwijaya mulai dikenal sebagai kerajaan sejak G. Coedes menerbitkan
artikel berjudul ‘Le Royaume de Crivijaya’.
__________________
1920
17 November - Ditemukan prasasti Talangtuo di Desa Gandus, Palembang. Berisi
tulisan
huruf palawa berbahasa Melayu Kuno bertarikh 684 H, menyebutkan tentang
pembangunan Taman Sriksetra oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa.

30 Desember - Ditemukan prasasti Kedukan Bukit di tepi Sungai Kedukan Bukit,
Palembang. Prasasti bertarikh 682 M yang dipahat batu kali itu menceritakan
perjalanan Dapunta Hyang bersama balatentaranya untuk mendirikan wanua (tempat
tinggal) Sriwijaya.

*disadur langsung dari:
http://osdir.com/ml/culture.region.indonesia.ppi-india/2005-03/msg00922.html
ndoro_mant0 - 01/07/2008 03:57 PM
#11

nambo bae dikit

ladeeng = pisau
linjangan = pacar / kekasih/ lover

malu:

Cak mano, uju-uju ? Pacak nadak baso sikok tu dipakai tobo ? D
mon pacak, enjuk bae cendol ke aku nie shakehand \)
K2nZi - 04/07/2008 01:38 AM
#12

melok nambahin
jeramba _= jembatan
ketatuan,ketakokan = sok tau
nubiecupu - 04/07/2008 05:50 AM
#13

Quote:
Original Posted By B A T M A N
BERUK = kawan si pire!!!



wakakakakakakakaka..... DDD


wkwkwk..
bayi_meong - 04/07/2008 06:20 AM
#14

nah bagus nian thread ini ...thanks sudah terkirim thumbup:
Pampir in luv - 04/07/2008 07:20 AM
#15

Quote:
Original Posted By B A T M A N
BERUK = kawan si pire!!!



wakakakakakakakaka..... DDD


BERUK = kawan si pire

kawan si pire = BATMAN

so the conclution is :

BERUK = BATMAN


wakakakkakakakakak ngacir:
in0x - 04/07/2008 09:50 AM
#16

banyak yang rada² mirip bahasa jawo jugo mang yee DD
Pampir in luv - 04/07/2008 11:15 AM
#17

itu kareno raja palembang dulu kan masih ado yg keturunan dari raja jawo (lupo aku namonyo jingok buku dulu) ngacir:
colonelxq - 04/07/2008 03:53 PM
#18

Quote:
Original Posted By Pampir in luv
itu kareno raja palembang dulu kan masih ado yg keturunan dari raja jawo (lupo aku namonyo jingok buku dulu) ngacir:

men dak kenel jangan cecak tau ngacir:
Pampir in luv - 04/07/2008 03:57 PM
#19

^ aku kan priyayi p
blekatze - 04/07/2008 04:57 PM
#20

Quote:
Original Posted By Pampir in luv
itu kareno raja palembang dulu kan masih ado yg keturunan dari raja jawo (lupo aku namonyo jingok buku dulu) ngacir:


Quote:
Original Posted By colonelxq
men dak kenel jangan cecak tau ngacir:


bener mang kato pire itu...sekarang bae masih ado keturunannyo disputaran angkatan 66,.....
tapi gelar rajo yang sekarang adalah :
yang dipertuan rajo bokep nan kayo IGO

ngacir:ngacir:
Page 1 of 22 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > INDONESIA > SUMATERA > Palembang > ## Kamus Baso Palembang ##