Kepolisian
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Kepolisian > NCB-Interpol Indonesia
Total Views: 2567 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 2 |  1 2 > 

keyrie24 - 08/07/2011 06:14 PM
#1
NCB-Interpol Indonesia
NCB-Interpol Indonesia

Mumpung saya saat ini berdinas di Set NCB-Interpol Indonesia, tidak ada salahnya bila saya menceritakan apa itu Interpol serta sepak terjangnya dalam memerangi kejahatan khususnya transnational crime. Sebelum berbicara lebih jauh, saya ceritakan dahulu latar belakang berdirinya Interpol.

Saat ini, perkembangan globalisasi sudah sangat cepat, sangat besar dan menyebar. Orang bisa saja pada pagi hari sarapan di Indonesia, makan siang di Arab, makan malam sudah di Eropa. Begitu juga segala berita yang terjadi saat ini, detik ini bisa diketahui di belahan dunia pada detik itu juga. Hal ini karena teknologi yang semakin berkembang dan semakin canggih. Sayangnya, kecanggihan teknologi informasi komunikasi ini juga dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk berbuat kejahatan. Orang bisa saja berbuat kejahatan di suatu negara kemudian lari ke negara lain tanpa bisa dilacak keberadaannya. Hal ini karena aparat penegak hukum (dalam hal ini polisi) terikat pada ketentuan hukum suatu negara dan kedaulatan negara tidak bisa seenaknya ditabrak oleh polisi dari negara lain. Karena kesamaan kepentingan dan kesadaran bahwa kejahatan transnasional ini harus diberantas dan diperangi itulah, diperlukan suatu kerjasama internasional kepolisian. Dan disinilah Interpol ada, untuk mengakomodir dan mengkoordinasikan kerja sama-kerja sama kepolisian baik secara bilateral, multilateral maupun internasional. Berbagai bentuk kerja sama yang bisa dilakukan misalnya pertukaran informasi kriminal, penyelidikan, investigasi gabungan, pencarian buronan untuk ekstradisi, mutual legal assistance in criminal matters (MLA), pendidikan dan latihan, seminar, workshop, bantuan teknis dan lain-lain.

NCB-Interpol Indonesia

Kembali ke Interpol, sebenarnya nama lengkapnya adalah ICPO-Interpol yaitu International Crime Police Organization. Karena terlalu panjang, maka disingkat Interpol. Jadi Interpol bukanlah International Police. ICPO-Interpol merupakan organisasi terbesar kedua di dunia setelah PBB dengan jumlah anggota 188 negara. ICPO-Interpol memiliki markas di Lyon, Perancis. Di dalam bekerja, ICPO-Interpol mempunyai prinsip untuk tidak melibatkan atau melaksanakan kegiatan yang menyangkut bidang politik, militer, agama dan ras. ICPO-Interpol memiliki prioritas kejahatan yang harus ditangani segera yaitu kejahatan finansial dan teknologi tinggi, keamanan masyarakat dan terorisme, narkoba dan kejahatan terorganisir, perdagangan manusia, pencarian buronan dan korupsi. Untuk memudahkan kerja, ICPO-Interpol membuat notices-notices yang terdiri dari individual notices, special UN notices dan stolen property notices. Individual notices terdiri dari:

NCB-Interpol Indonesia
1. red notices untuk mencari dan menangkap tersangka/terpidana,

NCB-Interpol Indonesia
2. blue notices untuk mengumpulkan identitas seseorang,

NCB-Interpol Indonesia
3. green notices untuk memberi peringatan dan intelijen kriminal tentang pelaku kejahatan,

NCB-Interpol Indonesia
4. yellow notices untuk melacak orang hilang,

NCB-Interpol Indonesia
5. black notices untuk mengidentifikasi mayat yang tidak diketahui identitasnya,

NCB-Interpol Indonesia
6. orange notices untuk memberi peringatan tentang ancaman.


Sedangkan UN special notices diperuntukkan bagi pihak-pihak yang terlibat kelompok/jaringan internasional seperti Al-Qaeda, Taliban. Jika ingin melihat contohnya silahkan lihat disini http://www.interpol.int/Public/NoticesUN/. Di dalam berkomunikasi sehari-hari dengan negara-negara anggota, ICPO-Interpol menggunakan jaringan khusus yang dinamakan I-24/7. “I” berarti Interpol, “24” berarti 24 jam sehari dan “7” berarti tujuh hari seminggu. Artinya jaringan Interpol ini bekerja selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu karena perbedaan waktu di beberapa negara yang menuntut agar ada alat yang bisa digunakan setiap saat dan tidak pernah istirahat. Disamping jaringan I-24/7, kita juga memiliki jaringan e-ADS (Asean Database System) yang menghubungkan kepolisian negara-negara anggota Asean. Saat ini, di seluruh polda di Indonesia juga telah terpasang jaringan yang terhubung dengan NCB-Interpol Indonesia.

Spoiler for NCB Interpol
NCB-Interpol Indonesia


Karena telah bergabung dgn Interpol maka Indonesia wajib memiliki kantor Interpol yang dinamakan NCB-Interpol. NCB-Interpol merupakan kantor cabang Interpol di masing-masing negara anggota. Di Indonesia, NCB-Interpol berkedudukan di Markas Besar Polri. Kepala NCB-Interpol Indonesia dijabat oleh Kapolri yang dalam pelaksanaan tugas sehari-hari diemban oleh Sekretaris NCB-Interpol Indonesia (berpangkat Brigadir Jenderal). Di NCB-Interpol Indonesia terdapat 6 bidang yang masing-masing dikepalai oleh seorang Kabid (berpangkat Kombes) dan Subbag Renmin (berpangkat AKBP). Bidang-bidangnya antara lain:

1. Bidang Interpol yang bertugas melaksanakan kerja sama internasional kepolisian dalam rangka mencegah dan memberantas kejahatan transnasional.
2. Bidang Kermadiksipol (kerja sama pendidikan dan misi kepolisian) bertugas melaksanakan kerja sama internasional dalam rangka meningkatkan kemampuan SDM Polri dan merintis partisipasi Polri dalam misi perdamaian internasional di bawah PBB maupun misi organisasi lainnya.
3. Bidang Protokol bertugas melaksanakan kegiatan protokoler perjalanan dinas pejabat Polri ke luar negeri dan kunjungan tamu pejabat asing atau organisasi internasional.
4. Bidang Kominter (komunikasi internasional) bertugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan sistem pertukaran informasi dalam rangka kerja sama internasional kepolisian.
5. Bidang Konvint (konvensi internasional) bertugas melaksanakan penyusunan perjanjian internasional dan menyelenggarakan pertemuan internasional dalam rangka penanggulangan kejahatan transnasional.
6. Bidang Lotas (LO dan perbatasan) bertugas melaksanakan pembinaan kantor penghubung (Liaison Officer) Polri di luar negeri dan mengkoordinir kegiatan LO polisi negara lain di Indonesia serta memfasilitasi penanganan masalah di perbatasan negara yang memerlukan tindakan kepolisian.

Polri memiliki beberapa LO di negara lain yang berbentuk atase kepolisian dan staf teknis kepolisian. Atase kepolisian berkedudukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia sedangkan Staf Teknis Kepolisian berkedudukan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia. Atase Kepolisian disingkat Atpol saat ini sudah ditempatkan di 7 negara yaitu Malaysia, Australia, Saudi Arabia, Thailand, Filipina, Timor Leste dan USA sedangkan ke depan direncanakan untuk penempatan Atpol di Singapura, Hong Kong, Belanda, China, dll. Sedangkan untuk Staf Teknis saat ini telah ditempatkan di Penang, Kuching dan Tawao (kesemuanya di Malaysia). Rencana ke depan akan ditempatkan Staf Teknis di Davao-Filipina, Johor Bahru-Malaysia, Jeddah-Arab Saudi, Darwin-Australia, dll. Disamping LO di atas, Polri juga memiliki perwakilan di sekretariat ASEANAPOL dan direncanakan juga untuk menempatkan LO di organisasi internasional lainnya seperti LOBANG (LO-Bangkok, kantor regional Interpol wilayah Asia Pasifik), ICPO-Interpol Lyon-Perancis, PBB New York-USA, dll. Sedangkan untuk LO kepolisian negara asing di Indonesia, dikoordinir dalam wadah IFLEC yaitu International Foreign Law Enforcement Community. Saat ini LO Kepolisian yang telah bergabung dalam IFLEC antara lain PDRM-Malaysia, AFP-Australia, FBI-USA, NPA-Jepang, KNPA-Korea Selatan, dll. Disamping itu juga ada satu wadah koordinasi tidak resmi yaitu Tim Koordinasi Interpol yang beranggotakan berbagai instansi dan departemen di Indonesia seperti BI, PPATK, Bea Cukai, Imigrasi, Kemlu, dll untuk mempermudah dan mempercepat proses kerja sama internasional yang membutuhkan penanganan instansi/departemen sesuai dengan lingkup tugasnya.

Banyak hal yg bisa dimanfaatkan dengan keberadaan NCB-Interpol Indonesia seperti:

1. bantuan penyelidikan (pengecekan identitas, keberadaan seseorang, data exit/entry seseorang dari/ke suatu negara, dokumen, alamat, catatan kriminal, status seseorang, dll),
2. bantuan penyidikan (pemeriksaan saksi/tersangka, pengiriman penyidik ke suatu negara, pinjam barang bukti, penggeledahan, penyitaan lintas negara, pemanggilan saksi, dll),
3. pencarian buronan yg lari ke negara lain, dll.

Di dalam kerja sama internasional, ada beberapa jalur yang bisa ditempuh antara lain melalui jalur police to police. Jalur ini bisa ditempuh apabila telah memiliki hubungan baik dengan kepolisian negara yang diajak atau diminta untuk kerja sama. Apabila tidak bisa ditempuh, dapat melalui jalur Interpol. Jadi NCB-Interpol Indonesia yang menghubungkan ke NCB-Interpol negara lain untuk memintakan/dimintakan kerja samanya. Dan apabila hal ini masih juga tidak memungkinkan, baru ditempuh jalur resmi yaitu melalui saluran diplomatik dengan pengajuan melalui Kementerian Luar Negeri RI yang mewakili Pemerintah Indonesia untuk berhubungan dengan pemerintah negara lain. Perlu digarisbawahi bahwa apabila penyidik belum memiliki hubungan baik dengan kepolisian negara setempat maka dia tidak bisa/tidak boleh meminta bantuan ke negara tersebut. Hal itu merupakan bentuk pelanggaran mekanisme kerja sama dan bisa menimbulkan akibat dari mulai tidak ada tanggapan, protes melalui saluran diplomatik, teguran KBRI/Kemlu kpd Kapolri sampai citra negatif negara lain terhadap Polri.

LANJUTAN DI BAWAH
keyrie24 - 08/07/2011 06:15 PM
#2

Bentuk-bentuk kerja sama yang telah dilakukan Polri dengan negara lain berupa perjanjian-perjanjian baik perjanjian ekstradisi maupun perjanjian MLA. Perjanjian ekstradisi yang telah dilaksanakan antara lain dengan Malaysia (UU No. 9 Tahun 1974), dengan Filipina (UU No. 10 Tahun 1976), dengan Thailand (UU No. 2 Tahun 1978), dengan Australia (UU No. 8 Tahun 1994), dengan Hong Kong (UU No. 1 Tahun 2001), dengan Korea Selatan (UU No. 42 Tahun 2007) dan dengan RRC (proses ratifikasi). Sedangkan perjanjian MLA telah dilaksanakan antara lain dengan Australia (UU No. 1 Tahun 1999), dengan RRC (UU No. 8 Tahun 2006), dengan ASEAN (UU No. 15 Tahun 2008), dengan Hong Kong (proses penandatanganan) dan dengan USA (proses perundingan). Bentuk kerja sama lainnya yaitu berupa MoU-MoU dalam rangka penanggulangan transnational crime maupun capacity building, pendidikan dan latihan (seperti : JCLEC, BKA, ICITAP, JICA, FBI, ATA, ILEA, Platina, CoESPU, dll) serta pertemuan-pertemuan internasional yaitu Sidang Umum ICPO-Interpol, ARC (Asean Regional Conference), ASEANAPOL, SOMTC (Senior Officer Meeting on Transnational Crime), AMMTC (Asean Ministerial Meeting on Transnational Crime), Operation Storm (operasi obat-obatan palsu), UNODC (United Nations Office on Drugs and Crimes).

Di Indonesia, ekstradisi diatur dengan UU No. 1 Tahun 1979 tentang ekstradisi. Pengertian dari ekstradisi adalah penyerahan tersangka/terpidana dari negara diminta kepada negara peminta karena melakukan tindak pidana di wilayah negara peminta untuk diadili atau menjalani hukuman. Salah satu prinsip internasional dalam mengekstradisi seseorang adalah “double criminality”. Maksudnya adalah bukan seseorang yang melakukan tindak pidana dua kali atau di dua negara tetapi maksudnya adalah bahwa tindak pidana tersebut juga dianggap tindak pidana di negara peminta/diminta. Misalnya WNI melakukan pembunuhan di Indonesia dan kabur ke Inggris maka Indonesia bisa meminta Inggris untuk mengekstradisi orang tersebut karena pembunuhan di Inggris juga merupakan tindak pidana. Lain halnya apabila seorang WNI berjudi di Indonesia kemudian lari ke Singapura. Orang tersebut tidak bisa dimintakan ekstradisi karena di Singapura judi bukan merupakan tindak pidana. Proses pengajuan ekstradisi dari negara lain ke Indonesia apabila sudah ada perjanjian adalah sebagai berikut : dari negara tersebut mengajukan ke Kemlu RI kemudian diteruskan oleh Kemlu RI ke Kemenkumham. Setelah diteliti dan semua syarat terpenuhi maka disampaikan ke Polri untuk pencarian, penangkapan dan penahanan. Kemudian diajukan ke kejaksaan untuk penuntutan dan diadili di pengadilan. Setelah ada ketetapan pengadilan tentang identitas yang bersangkutan maka berkas dikembalikan ke Kemenkumham untuk dilaporkan kepada Presiden dan apabila telah disetujui baru dilaksanakan ekstradisi. Sedangkan apabila belum ada perjanjian, prosesnya hanya berbeda saat permohonan telah sampai di Kemenkumham maka diajukan ke Presiden terlebih dahulu untuk dimintakan persetujuan dan apabila disetujui maka proses bisa diteruskan. Untuk proses permintaan ekstradisi ke negara lain adalah sebagai berikut : permintaan disampaikan oleh Kapolri atau Jaksa Agung kepada Kemenkumham dan diteruskan ke Kemlu RI untuk disampaikan ke negara lain. NCB-Interpol Indonesia berkoordinasi dengan NCB-Interpol negara setempat untuk memonitor prosesnya. Jadi secara singkatnya seperti ini, ketika Polri atau polisi negara lain sedang mencari buronan yang kabur ke negara lain, baik berstatus tersangka maupun terpidana, maka langkah pertama mengajukan untuk diterbitkan Red Notices ke ICPO-Interpol melalui NCB-Interpol. Red Notices ini dalam sekejap akan disebarkan ke seluruh negara anggota Interpol untuk membatasi pergerakan buronan tersebut. Red Notices berlaku seperti DPO (daftar pencarian orang). Ketika suatu negara mendeteksi keberadaan buronan yang sedang dicari, negara tersebut memberitahukan ke negara pencari untuk dimintakan ekstradisi. Kewajiban negara setempat adalah menangkap orang tersebut dan menahannya (provisional arrest) sampai dilaksanakannya ekstradisi. Atau apabila telah diketahui bahwa buronan tersebut kabur ke suatu negara, maka bisa dimintakan secara langsung ke negara tersebut untuk penahanan (provisional arrest) bila dianggap perlu atau langsung dimintakan ekstradisi.

Apabila ekstradisi dipergunakan untuk mencari dan memulangkan buronan (tersangka/terpidana), lain halnya dengan MLA (mutual legal assistance in criminal matters) atau bantuan timbal balik dalam masalah pidana. Dasar hukum MLA adalah UU No. 1 Tahun 2006 tentang bantuan timbal balik dalam masalah pidana. MLA dipergunakan untuk kepentingan penyidikan yaitu mendapatkan alat bukti seperti keterangan saksi, keterangan ahli, petunjuk, surat dan keterangan terdakwa serta untuk kepentingan penuntutan, pemeriksaan sidang pengadilan dan untuk perampasan barang bukti. Proses pengajuannya adalah dari Kapolri / Jaksa Agung / Ketua KPK (tipikor) diajukan ke Kemenkumham untuk diteruskan melalui saluran diplomatik yaitu Kemlu/KBRI kepada negara setempat. Sedangkan proses permintaan MLA dari negara lain yaitu melalui Kemlu diteruskan ke Kemenkumham untuk diteliti kelengkapan persyaratannya baru kemudian disampaikan ke Kapolri/Jaksa Agung. Apabila telah dilaksanakan apa yang dimintakan baru dikembalikan ke Kemenkumham untuk diteruskan ke negara setempat melalui saluran diplomatik (Kemlu/KBRI). Berbeda dengan apabila permintaan MLA berkaitan dengan perampasan harta kekayaan karena setelah dilakukan penggeledahan dan penyitaan serta perampasan oleh Kapolri/Jaksa Agung maka diajukan terlebih dahulu ke pengadilan apabila ada keberatan dari pemiliknya. Baru setelah ada keputusan dilanjutkan dengan proses di atas.

Banyak persyaratan yang harus dipenuhi dalam ekstradisi ataupun MLA yang kesemuanya tercantum di dalam Undang-Undang sehingga menimbulkan kesan bahwa ekstradisi ataupun MLA lambat, berbelit-belit dan prosesnya lama. Namun hal tersebut semata-mata untuk menghormati dan mematuhi ketentuan atau peraturan baik di negara sendiri maupun negara lain.

Kedudukan
Sekretariat National Central Bureau Interpol Indonesia, disingkat Set NCB-lnterpol Indonesia adalah unsure pelaksana staf khusus Polri yang berada di bawah Kapolri.

Daftar Sekretaris NCB-Interpol Indonesia:

2010-Sekarang Brigjen Pol Drs. Arief Wicaksono Sudiutomo
May 2008-2010 Brigjen Pol. Drs. Halba Rubis Nugroho, MM.
November 2006-May 2008 Brigjen Pol. Drs. Iskandar Hasan
May 2003-Oct 2006 Brigjen Pol. Drs. Sisno Adiwinoto, MM.
Nov 2002-April 2003 Brigjen Pol. Drs. Nanan Soekarna
Oct 2000-Oct 2002 Brigjen Pol. Drs. Dadang Garnida
May-Sept 2000 Brigjen Pol. Drs. Made M. Pastika
March-May 2000 Brigjen Pol. Drs. James D.Sitorus
1998-Feb 2000 Brigjen Pol. Drs. Wayan Ardjana
1996-1997 Brigjen Pol. Drs. Ahwil Luthan
1994-1996 Brigjen Pol. Drs. Sonny Harsono
1992-1994 Brigjen Pol. Drs. Suharyono
1991-1992 Kol. Pol. Drs. Ronny Lihawa
1987-1990 Kol. Pol. Drs. Tony Sugiarto
1986-1987 Kol. Pol. Drs. Daan Sabadan
1984-1986 Kol. Pol. Drs. Tony S.K
1982-1983 Brigjen Pol. Drs. Soeharjono
1982-1983 Kol. Pol. Drs. Karpono
1974-1982 Kol. Pol. Drs.Sidarto Danusubroto SH
1971-1974 Brigjen Pol. Drs. Muslihat Wiradiputra
1964-1971 Brigen.Pol. Drs. Wahyudi Wiriodihardjo
1956-1964 Komisaris Pol.Drs. K. Soeroso
1954-1956 Komisaris Pol. Drs. Soedjono Partodidjojo.

Keanggotaan Tim Koordinasi Interpol
Tim Koordinasi Interpol terdiri dari pejabat Polri dan pejabat Instansi terkait, dengan jabatan dibedakan sebagai "anggota" dan "Liaison Officer" (LO). "Anggota" Tim Koordinasi adalah pejabat setingkat Dirjen atau eselon II, sedangkan "LO" adalah pejabat setingkat eselon III.

Instansi yang menjadi Tim Koordinasi Interpol adalah sebagai berikut:

POLRI
Bank Indonesia
Departemen Hukum dan HAM
Kejaksaan Agung
Departemen Luar Negeri
Departemen Industri
Departemen Perdagangan
Departemen Perhubungan
Departemen Pendidikan Nasional
Departemen Tenaga Kerja & Transmigrasi
Departemen Keuangan
Departemen Komunikasi dan Informasi
Departemen Kelautan dan Perikanan
Kantor Meneg Pemberdayaan Perempuan
Kantor Meneg Kebudayaan dan Pariwisata
Badan Intelijen Nasional
Badan POM
Peruri
Botasupal
PPATK
BNN

Recruitment (dari interpol.int)
Approximately 650 staff members from 89 different countries are employed at the INTERPOL General Secretariat, Regional Bureaus and Liaison offices, working in any of the organization’s four official languages: Arabic, English, French and Spanish. A third of these are either seconded or detached by their national law enforcement administrations in INTERPOL’s 188 member countries; the remaining are international civil servants hired under contract directly by the organization. INTERPOL accepts applications from nationals of all member countries to ensure that the organization remains truly representative.

Values

With such a diverse group of men and women, the organization's values play a particularly important role in maintaining a harmonious and effective working environment. The INTERPOL General Secretariat defines its values through the following qualities:

- Respect for human rights
- Integrity
- Commitment to quality
- Availability
- Team spirit
- Value for money
- Accountability

nih gan daftar" DPO Interpol saat ini bisa diliat disini
http://interpol.go.id/id/dpo
jangan sampe ada nama kaskuser disitu ya! hammer

SUMBER :

http://fikiardiansyah.wordpress.com/2010/06/14/interpol/
http://www.interpol.go.id
http://www.interpol.int
boltcrank - 09/07/2011 09:35 AM
#3

nice post bang....
semoga yg baca bisa bertambah ilmunya...

ada tmn ane jg dsna,saroja....
CaptArrow - 10/07/2011 06:21 PM
#4

nice info

kalau gak salah korps ini pakainya baret biru ya?
alfis-primatra - 10/07/2011 08:34 PM
#5

nice info bg.. kalo bisa di jelaskan jg struktur organisasinya.. beer:
ImTheFFighters - 11/07/2011 10:29 AM
#6

:bookmarks
ikut nyimak gan,...
nice info...
danielldt - 11/07/2011 01:05 PM
#7

postingan yang menarik
sip gan ane baca2 dulu
pengensembuh - 11/07/2011 02:02 PM
#8

Garis komandonya gimana gan? Kapolri ato yg di lyonnNCB-Interpol Indonesia
keyrie24 - 12/07/2011 08:17 PM
#9

info for all :
info tentang interpol ini gw copas dari blog Mas Fiki Ardiansyah.
beliau bekerja di NCB-Interpol Indonesia.
ane udah minta ijin untuk share di kaskus untuk pengetahuan para kaskuser. \)
klo yang mau tanya" lebih jelas bisa sama dia.
di http://www.fikiardiansyah.wordpress.com
ane jawab sebisa ane aja ya gan. shakehand

Quote:
Original Posted By CaptArrow
nice info

kalau gak salah korps ini pakainya baret biru ya?


klo beret biru mah yang buat di UN gan setau ane. D

Quote:
Original Posted By alfis-primatra
nice info bg.. kalo bisa di jelaskan jg struktur organisasinya.. beer:


nih gan strukturnya

Spoiler for struktur
NCB-Interpol Indonesia


Quote:
Original Posted By pengensembuh
Garis komandonya gimana gan? Kapolri ato yg di lyonnNCB-Interpol Indonesia


Sekretariat National Central Bureau Interpol Indonesia, disingkat Set NCB-lnterpol Indonesia adalah unsure pelaksana staf khusus Polri yang berada di bawah Kapolri gan.
tapi klo pusatnya sih di Lyon dan di bawah bendera PBB.
dan sekarang Sekretaris NCB-Interpol Indonesia dipegang sama Brigjen Pol Drs. Arief Wicaksono Sudiutomo.
\)
peminumsusu - 13/07/2011 10:53 AM
#10

trit baru nih NCB..
Ane baca dulu ya..
keyrie24 - 13/07/2011 01:10 PM
#11

Quote:
Original Posted By peminumsusu
trit baru nih NCB..
Ane baca dulu ya..


sipp.. \)
Cuma..KampreT - 20/07/2011 11:50 AM
#12

ijin nyimak..
BujangLugu - 20/07/2011 11:52 AM
#13

ternyata garis komando nya interpol indonesia tetep dibawah kapolri ya, trus gimana sistem perekrutan personel nya di indonesia gan ?apa dari umum atau mutasi intern polri seperti mutasi antar satuan biasa gitu?
justaproject - 26/07/2011 11:09 PM
#14

wah bagus nih, kebetulan ane lg pengen pelajarin tentang interpol.
:2thumbup
keyrie24 - 09/08/2011 01:20 AM
#15

sup2:
imjustcurious - 13/08/2011 11:26 PM
#16

ane bantu sundul gan sup2:
yang nankep nazarudin nih. D
uja87 - 14/08/2011 12:05 AM
#17

Biar bsa msuk aggta interpol gmana gan?
D rekrut dr agta polri aktf atau gmana? NCB-Interpol Indonesia
keyrie24 - 14/08/2011 01:07 PM
#18

Quote:
Original Posted By uja87
Biar bsa msuk aggta interpol gmana gan?
D rekrut dr agta polri aktf atau gmana? NCB-Interpol Indonesia


diutamakan dari Polri gan. cmiiw
tapi ada satu syarat mutlak untuk bisa bekerja di Interpol yaitu menguasai bahasa Inggris atau bahasa internasional lainnya (Mandarin, Perancis, Arab, dll) gan.
klo dari lulusan kuliah, yang cocok buat bagian interpol ini biasanya dari jurusan hukum & hubungan internasional. cmiiw
untuk lebih jelasnya agan bisa tanya ke web yg ane sebutin di atas.
atau agan bisa mampir jalan" ke kantor interpol di mabes polri untuk bertanya" secara langsung dengan orang disana D
Adiknya.Judessa - 14/08/2011 06:08 PM
#19

Quote:
Original Posted By keyrie24
diutamakan dari Polri gan. cmiiw
tapi ada satu syarat mutlak untuk bisa bekerja di Interpol yaitu menguasai bahasa Inggris atau bahasa internasional lainnya (Mandarin, Perancis, Arab, dll) gan.
klo dari lulusan kuliah, yang cocok buat bagian interpol ini biasanya dari jurusan hukum & hubungan internasional. cmiiw
untuk lebih jelasnya agan bisa tanya ke web yg ane sebutin di atas.
atau agan bisa mampir jalan" ke kantor interpol di mabes polri untuk bertanya" secara langsung dengan orang disana D


Syarat bahasa inggris nya gimana gan??
Minimal TOEFL nya berapa??

Terus yg lulusan akpol apakah ada yg penempatan pertamanya di interpol??
keyrie24 - 14/08/2011 09:52 PM
#20

Quote:
Original Posted By Adiknya.Judessa
Syarat bahasa inggris nya gimana gan??
Minimal TOEFL nya berapa??

Terus yg lulusan akpol apakah ada yg penempatan pertamanya di interpol??


waduh, klo toefl nya sih kurang tau gan, tapi spertinya diutamakan yg diatas 500an sperti contohnya di akpol. cmiiw

blum tentu gan, tapi perlu diketahui juga bahwa yang mengawaki NCB-Interpol Indonesia bukan hanya lulusan Akpol saja namun juga ada bintara dan PNS Polri.
Untuk penempatan setelah lulus Akpol biasanya dilihat dari prestasi selama di Akpol tanpa mengabaikan minat, bakat dan kemampuannya.
klo misalnya agan udah jadi anggota POLRI dan merasa sudah menguasai persyaratan di bagian Interpol sperti yg di atas terutama dalam bagian penguasaan bahasa, silahkan mengajukan pindah melalui ankumnya untuk diteruskan ke NCB-Interpol. Ada baiknya untuk terlebih dahulu secara tidak resmi berkunjung ke kantor NCB-Interpol sehingga bisa menanyakan secara lebih detail kepada anggota disana.
Page 1 of 2 |  1 2 > 
Home > CASCISCUS > MILITER & KEPOLISIAN > Kepolisian > NCB-Interpol Indonesia