China
Home > Kaskuser Regional > ASIA > China > Yg ngaku WNI keturunan China absen disini
Total Views: 75950 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 1 of 230 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›

santo_kemp - 03/08/2008 10:22 PM
#1
Yg ngaku WNI keturunan China absen disini
Sudah kita ketahui bersama bahwa orang-orang Tionghoa di Indonesia berasal dari tenggara Tiongkok(China). Mereka termasuk suku-suku:
• Hakka
• Hainan
• Hokkien
• Kantonis
• Hokchia
• Tiochiu

Spoiler for peta
Yg ngaku WNI keturunan China absen disini


Daerah asal yang terkonsentrasi di pesisir tenggara Tiongkok dapat dimengerti karena dari sejak zaman Dinasti Tang, kota-kota pelabuhan di pesisir tenggara Tiongkok memang telah menjadi bandar perdagangan yang ramai. Quanzhou malah tercatat sebagai bandar pelabuhan terbesar dan tersibuk di dunia pada zaman tersebut.

Ramainya interaksi perdagangan di daerah pesisir tenggara ini kemudian menyebabkan banyak sekali orang-orang Tionghoa juga merasa perlu keluar berlayar untuk berdagang. Tujuan utama saat itu adalah Asia Tenggara dan oleh karena pelayaran sangat tergantung pada angin musim, maka setiap tahunnya, para pedagang Tionghoa akan bermukim di wilayah-wilayah Asia Tenggara yang disinggahi mereka. Demikian seterusnya ada pedagang yang memutuskan untuk menetap dan menikahi wanita setempat, ada pula pedagang yang pulang ke Tiongkok untuk terus berdagang.

Sebagian besar dari orang-orang Tionghoa di Indonesia menetap di pulau Jawa. Daerah-daerah lain di mana mereka juga menetap dalam jumlah besar selain di daerah perkotaan adalah: Sumatra Utara, Bangka-Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Lombok, Kalimantan Barat, Banjarmasin dan beberapa tempat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.
• Hakka - Aceh, Sumatra Utara, Batam, Sumatra Selatan, Bangka-Belitung, Lampung, Jawa, Kalimantan Barat,Banjarmasin, Sulawesi Selatan, Menado, Ambon dan Jayapura.
• Hainan - Riau & Kepulauan, dan Menado.
• Hokkien - Sumatra Utara, Pekanbaru, Padang, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa, Bali (terutama di Denpasar dan Singaraja), Banjarmasin, Kutai, Sumbawa, Manggarai, Kupang, Makassar, Kendari, Sulawesi Tengah, Menado, dan Ambon.
• Kantonis - Jakarta, Makassar dan Menado.
• Hokchia - Jawa (terutama di Bandung, Cirebon, Banjarmasin dan Surabaya).
• Tiochiu - Sumatra Utara, Riau & Kepulauan, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Barat (khususnya di Pontianak dan Ketapang).

sumber: disini

Thread ini gua buat sebagai ajang silahturahmi bukan hanya yg tinggal di regional China, tetapi di seluruh Indonesia (tidak bermaksud SARA)thumbup:
Sebutin ya suku leluhur dan asal daerah kaskuser sekalian \)
Jangan lupa isi poll ya \)

FYI:
khek = hakka
konghu = cantonis

http://www.tionghoa.com

http://www.facebook.com/TiongHoa.Indonesia

http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua

http://web.budaya-tionghoa.net

http://forum.budaya-tionghoa.net

http://chineseatindonesia.indonesianforum.net

Thread buat belajar bahasa daerah

PITI (persatuan Islam Tionghoa Indonesia)

Yg ngaku WNI keturunan China absen disini
santo_kemp - 03/08/2008 10:27 PM
#2

Kalo gua Kantonis asal dari Medan \)
salam semuanya malu:
crossin - 03/08/2008 10:28 PM
#3

kanton jkt
emblazon - 03/08/2008 10:52 PM
#4

Kalo ga salah dikasih tau dari Hainan deh..

Ke jia ren itu Hainan bukan?
whateverizm - 03/08/2008 10:53 PM
#5

Yang cuma punya sedikit darah Tionghoa kaya gue boleh masuk ngga? malu:
santo_kemp - 03/08/2008 10:59 PM
#6

Quote:
Hakka"
Suku Hakka (Kèjiā 客家; khek) yang berada di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan salah satu cabang suku Han yang memiliki ciri khas dan penyebaran serta pengaruh paling luas di seluruh dunia. Di Cina sendiri, orang Hakka menyebar sampai ke provinsi-provinsi lebih jauh seperti Provinsi Sichuan, Chongqing dan Guangxi. Sedangkan diseluruh dunia, boleh dikatakan hampir dimerata tempat dapat ditemukan jejak orang Hakka.

Mulai pada masa pemerintahan Dinasti Song, penduduk di pusat Cina (utara) mulai melakukan transmigrasi secara besar-besaran ke daerah selatan. Mulai dari daerah Gàn Selatan, Mǐn Barat sampai Méizhōu, akhirnya membentuk suatu kelompok suku tersendiri, suku Kèjiā (secara harafiah berarti keluarga tamu). Kemudian orang Kèjiā (Hakka) memakai Méizhōu sebagai pusat, mulai menyebar lagi keseluruh wilayah Cina lainnya.

Daerah asal orang Hakka secara garis besar dapat dibagi menjadi empat daerah utama, yakni: Méizhōu, Gànzhōu, Tīngzhōu dan Hùizhōu. Sedangkan daerah Shíbì yang berbatasan dengan Provinsi Jiangxi, di Kabupaten Nínghuà, Provinsi Fujian merupakan daerah pusat pembentukan orang Hakka, dan mendapat julukan sebagai Tanah Leluhur Orang Hakka.

Méizhōu berada di daerah Timur Laut Provinsi Guangdong, timur berbatasan dengan Provinsi Fújiàn, selatan berbatasan dengan Cháozhōu, Jiēyáng dan Shànwěi di Provinsi Guǎngdōng. Méizhōu juga dinobatkan sebagai ibukota orang Hakka. Gànzhou biasa disebut dengan singkatan sebagai Qian. Gànzhōu berada dalam wilayah Provinsi Jiāngxī, dan merupakan pintu utama masuk ke Provinsi Jiāngxī dari tenggara. Selain itu Gànzhōu juga diapit oleh Provinsi Fújiàn, Guǎngdōng dan Hunan.

Daerah Tīngzhōu, atau lebih umum seharusnya disebut daerah Mǐnxī, merupakan daerah pemukiman orang Hakka di bagian barat dari Provinsi Fújiàn mencakup daerah seperti Tīngzhōu, Chángtīng, Liánchéng, Wǔpíng, Shàngháng, Yǒngdìng, Nínghuà, Qīngliú dan Míngxī. Selain itu, di Méizhōu yang mayoritas orang Guǎngfǔ (Konghu) juga terdapat banyak orang Hakka.

Orang Hakka menggunakan bahasa mereka sendiri yang disebut sebagai bahasa Ke atau bahasa Hakka. Bahasa Hakka merupakan salah satu dari tujuh bahasa daerah utama dalam bahasa suku Cina.


Quote:
Hainan (Hanzi: 海南) adalah sebuah pulau yang juga merupakan provinsi Republik Rakyat Cina. Disingkat sebagai Qiong (Hanzi: 瓊). Beribukota di Haikou (Hanzi: 海口).

Pada tahun 2002, luasnya adalah 33.920 km². Penduduknya berjumlah 8.030.000 jiwa (kepadatan: 237/km²).


Quote:
Orang Hokkian (Hanzi: 福建人, pinyin: fujian ren) adalah migran dan keturunan dari para perantau yang berasal dari provinsi Fujian di Republik Rakyat Cina. Hokkian sendiri adalah dialek Hokkian dari Fujian yang merupakan dialek utara (Mandarin).
Orang Hokkian juga dikenal dengan sebutan:

* Orang Minnan (閩南)
* Orang Hok-ló (福佬)

Orang Hokkian di Asia Tenggara

Orang Hokkian merupakan mayoritas perantau di Indonesia. Di zaman kolonial Belanda, pemerintah Batavia menetapkan kuota perantau yang diperbolehkan merantau ke Indonesia. Pemerintah Batavia juga mendata jumlah pendatang menurut daerah asal, yang pada zaman tersebut dikelompokkan menjadi empat kelompok besar; Hokkian, Tiochiu, Konghu dan Hakka.

Daerah asal pendatang dari Hokkian pada dasarnya hampir meliputi seluruh wilayah provinsi Fujian, namun mayoritas berasal dari daerah pesisir seperti Zhangzhou, Quanzhou, Fuzhou dan Amoy. Zhangzhou dan Quanzhou menjadi daerah asal utama dikarenakan kedua tempat ini telah lama menjadi pelabuhan utama yang melayani perdagangan lewat laut.

Zhangzhou

Zhāngzhōu berada paling selatan dari pada Propinsi Fujian, dan bersebelahan langsung dengan Cháozhōu, Propinsi Guangdong. Zhāngzhōu mulai dibentuk pada tahun 686 pasa masa Dinasti Táng atas permintaan seorang pejabat tinggi pada masa itu yang bernama Chen Yuanguang. Zhāngzhōu terkenal dengan produksi buah leci (lychee) dan lengkeng (longan) serta makanan laut seperti abalon dan lobster. Perantau dari Zhangzhou terutama menyebar di daerah Sumatera Utara, Riau (Indonesia) dan Penang (Malaysia).

Quanzhou

Quánzhōu berada di bagian tenggara dari Propinsi Fújiàn, dan berhadapan langsung dengan Taiwan. Dari dulu mendapat julukan sebagai kota jalur sutera laut. Tahun 684 mulai dibangun dengan nama kota Wuróng, kemudian pada tahun 711 baru diganti nama menjadi Quánzhōu. Pada masa Dinasti Sòng dan Dinasti Yuán merupakan pelabuhan nomor satu di Timur. Pada masa perang republik, banyak orang dari Quánzhōu melarikan diri ke Hong Kong dan Asia Tenggara. Perantau dari Quanzhou terutama terpusat di Singapura, Johor dan Sarawak (Malaysia).

Xiamen

Xiàmén sekarang merupakan salah satu dari kota industri sangat besar dan makmur di Propinsi Fújiàn, bahkan di seluruh Cina. Xiàmén merupakan salah satu dari kota yang ikut menerapkan kebijaksanaan pembukaan ekonomi Cina pada tahun 70an. Nama lain dari kota Xiàmén adalah Lùdao, atau pada masa Dinasti Sòng disebut sebagai Jiahéyu, masa Dinasti Míng disebut sebagai Zhongzuosuo. Xiàmén dan Jīnmén yang hanya terpisah dengan sebuah selat kecil, tetapi merupakan pembatas dari dua pemerintah yang berbeda. Xiàmén diperintah oleh Cina, sedangkan Jīnmén diperintah oleh Taiwan.


Quote:
Bahasa Kanton atau Yuè (广东话/廣東話, secara harafiah: bahasa Guangdong; di Indonesia sering disebut bahasa Konghu) adalah salah satu dari dialek bahasa Tionghoa yang dituturkan di barat daya Cina, Hong Kong, Makau, masyarakat keturunan Tionghoa di Asia Tenggara dan juga masyarakat Tionghoa di belahan dunia lain.

Bahasa Kanton merupakan bahasa perdagangan kebanyakan orang-orang Tionghoa yang tinggal di luar negeri - dituturkan oleh hampir 70 juta orang di seluruh dunia, jumlah yang hanya bisa disaingi di luar Cina oleh Bahasa Hokkien yang mempunyai sekitar 40 juta penutur.

Sejarah dialek Kanton ini dapat ditarik balik ke zaman Dinasti Tang. Menurut penelitian dari ahli bahasa Han di Tiongkok, dialek Kanton merupakan salah satu dialek bahasa Han tertua yang masih tersisa sekarang ini. Dialek Kanton digunakan secara luas pada zaman Dinasti Tang. Itu makanya anggapan bahwa melafalkan puisi Li Bai, Du Fu yang hidup pada zaman Dinasti Tang dengan dialek Kanton adalah lebih cocok daripada melafalkannya dengan bahasa Mandarin yang kita kenal sekarang ini.

Bahasa Kanton ini juga punya pembicara di kalangan Tionghoa di Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia, bahasa Kanton biasa dikenal dengan sebutan bahasa Konghu.


Quote:
Dialek Tiochiu atau Tiociu atau teochew atau diojiu (Hanzi: 潮州, pinyin: Cháozhōu; Wade-Giles: Ch'ao²-chou¹; kadang juga dieja sebagai Chiu Chow di Amerika Serikat dan Hong Kong) adalah sebuah dialek bahasa yang termasuk rumpun bahasa bahasa Sino-Tibet. Dialek ini cukup mirip dengan bahasa Hokkien (Tiochiu dan Hokkien/Min-nan diklasifikasikan dalam rumpun Min) dan penutur kedua bahasa dapat cukup mengerti kedua bahasa meski tidak seluruhnya.

Bahasa Tiochiu boleh dikatakan adalah dialek Hokkian yang dipengaruhi oleh dialek Kantonis dikarenakan letak geografisnya yang berada di utara propinsi Guangdong dekat perbatasan dengan propinsi Fujian.

Orang-orang Tiochiu di Indonesia berasal dari berbagai kota di Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Cina, antara lain: Jieyang (ejaan Tiochiu: Kek-nyo), Chaozhou (ejaan Tiochiu: Tio-chiu) dan Shantou (ejaan Tiochiu: Sua-thau). Daerah asal orang Tiochiu biasa disebut sebagai Chaoshan, gabungan dari kata Chaozhou dan Shantou.

Di Indonesia, terdapat banyak penutur Tiochiu di Pontianak dan Ketapang, Kalimantan Barat; Jambi, Riau, Kepri dan Sumatera Utara serta Selatan.
R3dD3vilz - 03/08/2008 11:49 PM
#7

Hokkien Riau
sekarang netap na di medan D
Acuman - 04/08/2008 12:12 AM
#8

chao zhou ren - tiu chiu hadir
GodMustbecrazy - 04/08/2008 12:37 PM
#9

Quote:
Original Posted By santo_kemp
Sudah kita ketahui bersama bahwa orang-orang Tionghoa di Indonesia berasal dari tenggara Tiongkok(China). Mereka termasuk suku-suku:
• Hakka
• Hainan
• Hokkien
• Kantonis
• Hokchia
• Tiochiu


yg gw bold itu bukan suku bro, tp dialek.
wikipedia itu datanya byk ga benar.

Dialek itu sub bahasa, so kl di sebut bahasa daerah jg salah soalnya penggolongan itu berdasarkan dialek bukan suku/etnis.

Kl Etnis ya tetap Chinese lah, atau kl di China disebut Etnis Han dan kl di luar China biasa di sebut huaren/huazu (Etnis Hua).
santo_kemp - 04/08/2008 05:47 PM
#10

Quote:
Original Posted By GodMustbecrazy
yg gw bold itu bukan suku bro, tp dialek.
wikipedia itu datanya byk ga benar.

Dialek itu sub bahasa, so kl di sebut bahasa daerah jg salah soalnya penggolongan itu berdasarkan dialek bukan suku/etnis.

Kl Etnis ya tetap Chinese lah, atau kl di China disebut Etnis Han dan kl di luar China biasa di sebut huaren/huazu (Etnis Hua).


waduh hammer: masak sihconfused:
kl di wikipedia asal katanya:
Quote:
Tionghoa adalah istilah yang dibuat sendiri oleh orang keturunan Cina di Indonesia berasal dari kata zhonghua dalam bahasa mandarin. Zhonghua dalam dialek Hokkian dilafalkan sebagai Tionghoa.

Wacana Cung Hwa setidaknya sudah dimulai sejak tahun 1880, yaitu adanya keinginan dari orang-orang di Tiongkok untuk terbebas dari kekuasaan dinasty dan membentuk suatu negara yang lebih demokratis dan kuat. Wacana ini sampai terdengar oleh orang asal Tiongkok yang bermukim di Hindia Belanda yang ketika itu dinamakan Orang Cina, diduga panggilan ini berasal dari kosa kata "Ching" yaitu nama dari Dinasti Ching yang berkuasa. Orang asal Tiongkok ini yang anak-anaknya lahir di Hindia Belanda merasa perlu mempelajari kebudayaannya termasuk bahasanya, maka oleh sekelompok orang Tionghoa di Hindia Belanda pada 1900 mendirikan sekolah dibawah naungan suatu badan yang dinamakan "Tjung Hwa Hwei Kwan", yang kalau di lafal Indonesiakan menjadi Tiong Hoa Hwe Kwan (THHK). THHK dalam perjalanannya bukan saja memberikan pendidikan bahasa dan kebudayaan Tiongkok tapi juga menumbuhkan rasa persatuan orang-orang Tionghoa di Hindia Belanda, seiring dengan perubahan istilah Cina menjadi Tionghoa di Hindia Belanda.


Quote:
Sukubangsa Tionghoa di Indonesia adalah satu etnis penting dalam percaturan sejarah Indonesia jauh sebelum Republik Indonesia dideklarasikan dan terbentuk. Setelah negara Indonesia terbentuk, maka otomatis orang Tionghoa yang berkewarganegaraan Indonesia haruslah digolongkan menjadi salah satu suku dalam lingkup nasional Indonesia setingkat dan sederajat dengan suku-suku bangsa lainnya yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tionghoa di Indonesia merupakan keturunan dari leluhur mereka yang berimigrasi secara periodik dan bergelombang sejak ribuan tahun lalu. Catatan-catatan literatur Tiongkok menyatakan bahwa kerajaan-kerajaan kuna di Nusantara telah berhubungan erat dengan dinasti-dinasti yang berkuasa di Tiongkok. Faktor inilah yang kemudian menyuburkan perdagangan dan lalu lintas barang maupun manusia dari Tiongkok ke Nusantara dan sebaliknya.

Orang Tionghoa di Indonesia terbiasa menyebut diri mereka sebagai Tenglang (Hokkien), Tengnang (Tiochiu), atau Thongnyin (Hakka). Sedangkan dalam dialek Mandarin disebut Tangren (Hanzi: 唐人, bahasa Indonesia: Orang Tang). Ini sesuai dengan kenyataan bahwa orang Tionghoa Indonesia mayoritas berasal dari Tiongkok Selatan yang menyebut diri mereka sebagai orang Tang, sedangkan Tiongkok Utara menyebut diri mereka sebagai orang Han (Hanzi: 漢人, hanyu pinyin: hanren, bahasa Indonesia: Orang Han).


https://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=511858157&postcount=4228
deadkennedyroll - 04/08/2008 06:52 PM
#11

Hokkien ^^

Absen !!!
Golden^^Boy - 04/08/2008 07:03 PM
#12

saya hokkian o, 福建 D asal leluhur 安溪 org Palembang beer:
f4dz - 04/08/2008 07:30 PM
#13

saya hakka khek.. absen dulu ah siul:
wah thread baru nih.. yg ngisi poll masih dikid
tapi ok jg nih thread, jadi pengen tau di kaskus ini banyakan suku apa yaa.. D
slackerzz - 04/08/2008 09:17 PM
#14

hokchia... banjarmasin

cm gw ya satu2nya yg hokchia
bunshee - 05/08/2008 12:37 AM
#15

gw kok dari hubei ya....?
Wah dari ndeso malu:
fandra77 - 05/08/2008 08:14 AM
#16

Hakka• Kantonis• Tiochiu = ini suku dari satu daerah, Guangdong.
• Hainan
• Hokkien• Hokchia = ini suku2 dari satu daerah, Fujian.

di Indonesia memang terlalu banyak orang "pintar" yang bikin statistik berdasarkan pendapat dia sendiri, dengan kata lain 'sok pintar' gitulah, jadi terkesan Chinese di Indonesia itu beda2 semua, padahal ada beberapa suku datang dari daerah yang sama.

seperti misalnya di Guangdong, sebenarnya semua orang Hakka, Tiochiu dan Cantonese itu termasuk ke orang Guangdong, dengan singkatan 粤. dan bahasa Cantonese dikenal dengan sebutan 粤语. utk Hakka dan Tiochiu adalah pendatang dan kemudian menetap di Guangdong.
e3cell - 05/08/2008 11:39 AM
#17

^ klo gak salah loe yang ada di forum edu bikin thread tentang hakka ya..

gua hakka, kalimantan
gr3yzzz - 05/08/2008 12:49 PM
#18

darah hakka nambah satu nih siul:

客家人

asli asal bogor o
slackerzz - 05/08/2008 12:58 PM
#19

Quote:
Original Posted By e3cell
^ klo gak salah loe yang ada di forum edu bikin thread tentang hakka ya..

gua hakka, kalimantan


kalimantan mana bro...
GodMustbecrazy - 05/08/2008 02:59 PM
#20

Quote:
Original Posted By santo_kemp
waduh hammer: masak sihconfused:
kl di wikipedia asal katanya:
wikipedia tuh boleh di jadikan sumber tp harus cross check dgn sumber data laen soalnya wiki tuh kdg datanya byk ga benar.

knp bisa begitu ? ya karna wiki tuh bisa di edit oleh siapapun

bagi yg dah sering cari data di internet psti taulah gimana wikipedia itu.

Nah apalg kl loe cari data mengenai history dan kebudayaan gitu ya mending cari di google aja psti byk kok.

Quote:

Kalo situ sumbernya dari mana coba?matabelo:
gw sumbernya dari mana2, bisa di tv, bisa dr berita, bisa dr internet, bisa dari forum yg ngebahas tntang sejarah china dll.

kl soal ginian mah byk yg tau kali, di Indo aja yg blum ngerti

masa Hokkien, Tiochiu, Hakka, Kantonis di sebut Suku ? D
istilah itu kl di mandarin di sbut fang yen alias dialek

ga ada tuh istilah fujian zu, kek jia zu, chaw zhou zu, guangdong zu dll. Yg ada tuh cm Hanzu atau Etnis Han dan kl di luar China, HK, Taiwan dan Macau biasa lebih populer di sebut Huazu/Huaren.

Gw bs ngomong gitu karna gw ngerti.

Nih gw kasih sumber resmi dari pemerintah China mengenai etnis2 di China.

Quote:
Fifty-six ethnic groups

China is a united multi-ethnic nation of 56 ethnic groups. As the majority (91.6 percent) of the population is of the Han ethnic group, China's other 55 ethnic groups are customarily referred to as ethnic minorities. According to the fifth national census in 2000, 18 ethnic minorities have a population of over one million, namely the Zhuang, Manchu, Hui, Miao, Uygur, Yi, Tujia, Mongolian, Tibetan, Bouyei, Dong, Yao, Korean, Bai, Hani, Li, Kazak and Dai. Of these the Zhuang ethnic group has the biggest population, numbering 16.179 million. There are 17 ethnic groups with a population of between 100,000 and one million, namely the She, Lisu, Gelao, Lahu, Dongxiang, Va, Sui, Naxi, Qiang, Tu, Xibe, Mulam, Kirgiz, Daur, Jingpo, Salar and Maonan. There are 20 ethnic groups with a population of between 10,000 and 100,000, namely, Blang, Tajik, Primi, Achang, Nu, Ewenki, Gin, Jino, Deang, Ozbek, Russian, Bonan, Monba, Oroqen, Derung, Tatar, Hezhen, Gaoshan (excluding the Gaoshan ethnic group in Taiwan) and Lhoba. The Lhoba ethnic group, at 2,965, has the smallest population.

The Han people can be found throughout the country, mainly on the middle and lower reaches of the Yellow River, the Yangtze River and the Pearl River valleys, and the Northeast Plain. The 55 ethnic minorities, though fewer in number, are also scattered over vast areas and can be found in approximately 64.3 percent of China, mainly distributed in the border areas of northeast, north, northwest and southwest China. Yunnan Province, home to more than 20 ethnic groups, has the greatest diversity of ethnic groups in China. Over China's long history, repeated instances of ethnic group migrations, opening up new land for cultivation, emigration, relocation of the ruling dynasty, and a host of other reasons, gave rise to the situation of “living together over vast areas while some living in compact communities in small areas.” This continues to provide the practical basis for political, economic and cultural intercourse between the Han and the various minority peoples, and for the functioning of the regional ethnic autonomy system.

http://english.gov.cn/2006-02/08/content_182626.htm

liat kata yg gw bold itu, hampir 92% penduduk China adalah Etnis Han.

di situ ada ga di tulis etnis/suku tiochiu, hokkian, kek dll ? D

China punya 56 etnis minoritas, dan etnis minoritas yg terbesar adalah etnis Zhuang atau Zhuang zu, trus Uighur, Hui dll deh.
Page 1 of 230 |  1 2 3 4 5 6 >  Last ›
Home > Kaskuser Regional > ASIA > China > Yg ngaku WNI keturunan China absen disini