Spiritual
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Mengenang - Alm K.H Abdurrahman Wahid (GusDur)
Total Views: 7546 Share : Facebook ShareFacebook Twitter ShareTwitter Google+ ShareGoogle+
Page 9 of 9 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9

delelele - 01/10/2012 12:21 AM
#161

Dari Kongkow Gus Dur

Ada yang menarik dalam diskusi bedah buku Sang Zahid; Mengarungi Seufisme Gus Dur, di wahid Institut, sore tadi.Seorang kiai yang menjabat Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) dan pembina Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (Perisai) K.H Muhammad E Irmansyah mengaku sempat salah memahami Gus Dur.

“Saya Muhammad Hermansyah, ketua syarekat Islam. Saya ingin membuat pengakuan dosa. Saya pernah membenci Gus Dur. Saya kenal dengan keluarga Gus Dur, tapi terus terang saya ada tabir dengan Gus Dur karena ajaran pluralisme beliau,” ungkapnya.

Ia mengaku pernah mendiskreditkan Gus Dur dalam sejumlah ceramahnya. Sebagai pengamal syariah, ia pernah tak sepaham dengan konsep pluralisme Gus Dur. Tapi setelah memahami lebih lanjut, bertahun kemudian, ia mengaku terkesan dengan sikap dan ajaran Gus Dur. “Saya merasa berdosa. Ternyata pluralisme yang diajarkan Gus Dur tak bertentangan dengan syariat Islam. Bahkan itulah ajaran nabi yang mengajarkan pentingnya kasih sayang bagi sesama. Ternyata yang tak sepaham dengan Gus Dur, itu karena belum mencapai pada maqamnya saja,” katanya seraya mengutip beberapa hadist, dan ayat al-Quran yang mendukung konsep pluralisme Gus Dur.

Ia mengaku semakin terkesan kepada Gus Dur, ketika ia menemui Gus Dur saat menjabat sebagai Presiden. Sikap sederhana Gus Dur masih melekat dalam ingatannya hingga sekarang. Karenanya kemudian ia kini berguru tasawwuf kepada K.H Lukman Hakim, yang notabene merupakan murid Gus Dur. “Saya pernah beberapa kali bertemu presiden, tapi belum pernah bertemu presiden di kamar tidurnya. Saya merasa kecil sekali, ketika Gus Dur dengan santai menerima saya di kamar tidurnya. Betapa beliau telah menghilangkan sekat duniawi,” tandasnya.

Buat yang selalu su'udhon dan mencaci serta membenci artikel diatas mungkin sedikit jawaban simpel ketika fanatikan bertemu fanatikan yang lain, saya tak bisa memaksa anda menerima apalagi jadi menyukai Gus Dur dengan kurang lebihnya.
Ketika beliau jadi ketua PBNU toh itu pilihan banyak ulama dan saya kira ulama yang memilih beliau tidak digolongkan bodoh semua sesuai pemikiran anda mungkin.


***

Alhamdulillah...bagi kita semua....
sakka - 01/10/2012 02:18 AM
#162

guru skaligus pemimpin bangsaku
al-fatihah sent........
delelele - 02/10/2012 10:33 AM
#163

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10151173773740690&set=a.408541425689.183999.52807600689&type=1

Kongkow Bareng GUS DUR
“1000 hari Gus Dur dan 1000 nampan Nasi Kebuli”

Oleh : Nuruddin Hidayat


Geliat menyamput 1000 hari guru bangsa sudah mulai terasa yang rencananya akan dilaksanakan mulai tanggal 26 – 28 September 2012 di Jakarta. Diawali dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon Kumbokarno gugur yang akan dimainkan oleh dalang Ki Entus Susmono dari Tegal. Namun hiruk pikuk sudah mulai terjadi di komplek Pesantren Ciganjur sejak satu minggu sebelumnya dengan mulainya para pekerja memasang tenda di halaman dan jalanan pesantren yang cukup besar . Haripun masuk tanggal 27 September 2012 segala sesuatunya sudah siap.

Dan seperti yang sudah sudah masyarakat pun berdatangan semenjak siang hari saat acara Khotmil Qur’an berlangsung. Diantara para huffadz yg hadir selain kawan kawan dari IIQ dan PTIQ juga ada dari pesantren Al Muayyad Solo. Menjelang sore hari jalan Warung Sila yang menuju kediaman Gus Dur pun sudah tersendat, bahkan seorang ajudan yang menemani bosnya yang hadir diacara Tahlil Akbar tersebut menempuh perjalanan 3 jam dari rumahnya di kawasan Kemang yg tidak terlampau jauh dari Ciganjur. Menjelang maghrib lautan manusia sudah duduk memenuhi lokasi acara.

Saat MC memulai acara sudah tidak ada ruang kosong di lapangan bahkan membludak sampai di luar pesantren dan memadati halaman rumah warga. Setelah Pembacaan ayat suci Al Qur’an dilanjutkan pembacaan Tahlil dan Surat yassin yang merupakan ritual khas kaum santri/Nahdliyin yang dipimpin oleh Kyai Abdul Rozak dari Solo bergantian dengan Kyai Aziz dari Denanyar Jombang. Kemudian tiba saatnya Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf untuk memimpin Solawat Nabi Muhammad SAW yang disambut dengan semangat oleh para hadirin. Habib Syech memberikan semangat dalam Sholawat yang lazim di NU, Solawatan dan tembang yg dibawakannya diambil dari khazanah local. Sungguh luar biasa menghipnotis para jama’ah yang hadir. Bahkan duta besar Negara sahabat yang hadirpun turut larut dalam sholawat. Diantara Dubes Palestina, Jordania, Malaysia. Hadir pula Dubes Amerika Serikat, Jepang dan Australia. Menyatu dan berbaur dengan Jama’ah yang hadir malam itu. Tampak juga tokoh tokoh Nasional diantaranya Mahfudz MD, Dahlan Iskan, Wamen agama Nazaruddin Umar, Mantan Menag Mahtuh Basuni, Ali Maskur Musa, Kabareskrim Komjen Sutarman,Akbar Tanjung, KH Nur Muhammad Iskandar SQ dll. Sesi 1 Sholawatpun selesai dan di lanjutkan mauidoh yang ditunggu tunggu dari sahabat Gus Dur yaitu KH. Mustofa Bisri/Gus Mus yang menganjurkan kita meneladani sikap sederhananya Gus Dur, sederhana dalam hal apa saja termasuk dalam beragama.

Diakhir acara habib Syech mengajak semua Jama’ah untuk menyanyikan lagu Kebangsaan ‘Indonesia Raya” . Dilanjutkan makan bersama Nasi Kebuli yang sudah disediakan oleh panitia dari GP Ansor. Sebanyak 1000 nampan Nasi kebuli pun segera dibagikan oleh Banser dan relawan dadakan. Kebersamaan terbangun secara seponton sebagai saudara sebangsa.

Malam yang syahdu penuh haru dalam keriuhan puluhan ribu ummat yang merindukan sosok Gus Dur yang humanis hadir dalam semua sudut kehidupan, seorang Biksu sahabat Gus Dur yang hadir memelukku erat penuh haru dan berbisik betapa mulianya Gus Dur semasa hidupnya hingga akhir hayatnya tetap di kenang jutaan ummat Tuhan,” Mas saya selalu berdo’a utk Gus Dur dengan cara yang saya yakini” kata biksu tersebut. Dengan tersenyum saya jawab “ Surga itu milik Tuhan Banthe, bukan milik MUI apalagi FPI.

Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada kawan2 Gusdurian Jakarta, Banser yang sudah membantu dengan ikhlas, santri dan kawan2 yang datang dari berbagai daerah.
delelele - 02/10/2012 10:36 AM
#164

Dari facebook....

Kmrn sy ke gereja aj pastornya menyatakan dia kagum dgn Gus Dur saat melihat acr 1000hr nya Gus Dur..

Pastor sy bilang,∂ïa kagum krn ∂ï acara itu yg dtg dr semua kalangan,bnr2 tdk memandang SARA..

Tuhan pasti memberi tempat yg sungguh baik buat Gus Dur..amiiinn
congeal - 02/10/2012 11:07 AM
#165

Meskipun Gus Dur sebagai Presiden hanya sebentar namun saya respect sama beliau krn jujur,terus terang,bijak dan berkarisma ,kagak banyak pencitraan kek yg sekarang ini
toviqleutiq - 02/10/2012 04:58 PM
#166

ijin sedot vidio nya gan o
semutaspal - 03/10/2012 05:36 PM
#167

al fatihah untuk Gus Dur,

maaf agan2 sekalian, mohon dikoreksi atau mungkin ada yg punya infonya yg lebih lengkap.

dari sekian banyak cerita tentang Gus Dur, ada satu hal yg masih saya ingat (walaupun ga mendetil) adalah ketika Gus Dur merencanakan poros Indonesia - Cina- Jepang dan India, untuk membangun kekuatan ekonomi di asia, begitu spektakulernya rencana tersebut, sampai2 Menhan AS (CMIIW) datang ke Indonesia, minta penjelasan dari Gus Dur yg ketika itu masih menjadi Presiden.

dalam waktu kurang lebih 2 bulan setelah peristiwa tsb, demo untuk menjatuhkan Gus Dur makin meluas dan tak terkendali
sukirwan - 04/10/2012 09:00 AM
#168

ane nangis tiap baca syairnya.
delelele - 05/10/2012 12:01 AM
#169

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,40107-lang,id-c,nasional-t,Gus+Dur+Membuka+ Pancaindra+Bangsa-.phpx

1000 HARI GUS DUR
Gus Dur Membuka Pancaindra Bangsa

Jakarta, NU Online
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah seorang yang mampu membuka pancaindra bangsa ini. Ia mencerdaskan pendengaran dengan kata-kata cerdas, kata-kata yang membikin perbendaharaan makna di kepala kita.

Kalimat itu disampaikan Agus Nuramal, seorang pegiat seni tutur Pmtoh dari Nanggroe Aceh Darussalam, selepas tampil di peringatan seribu hari wafat Gus Dur di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat malam, akhir pekan lalu. Ia memukau penonton atas penampilannya yang berjudul "Seandainya Gus Dur Masih Ada".

“Dia juga orang yang membuka mata dan hati seluruh bangsa ini tentang apa itu kejujuran, apa sih politik itu. Politik itu nggak adalah sesuatu yang sederhana saja. Ia membuka pancaindra bangsa ini,” ungkapnya.

Jebolan Jurusan Teater Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini kemudian bercerita perkenalannya dengan putera sulung KH Wahid Hasyim ini, “Kenal Gus Dur zaman-zamannya aku membaca Tempo tahun 80-an. Waktu itu aku di kampung membaca catatan-catatan Gus Dur di majalah itu.”

Kemudian, seniman yang menekuni Pmtoh sejak 25 tahun lalu ini, bertemu Gus Dur langsung di TIM ketika ia kuliah di IKJ. Ia menyaksikan Gus Dur sering nongkrong bersama seniman di warung makan.

Ada satu pendapat Gus Dur yang masih dikenang Agus hingga sekarang. Waktu krisis ekonomi tahun 1997, Agus jalan-jalan ke salah satu kampung di Jawa Barat.

“Aku menemukan ada seorang anak yang, maaf cakap, busung lapar. Tinggalnya di sebuah kandang ayam, kalau aku bilang. Sementara tetangga rumahnya naik haji, dipestakan; pesta satu kampung, pakai rebana,” terangnya.

Agus melanjutkan, kemudian kembali ke Jakarta. Kebetulan bertemu Gus Dur yang sedang dialog di warung makan, sekitar TIM.

“Kemudian aku tanya, ‘Gus, apakah orang-orang yang naik haji zaman krismon ini masuk surga atau nggak’, aku tanya begitu.”

Menurut Agus, Gus Dur menjawab seperti ini, “Bagaimana mereka mau masuk surga, orang tetangga mereka kelaparan, kok mereka naik haji. Selesaikan dulu yang kelaparan. Barulah naik haji.”

“Itu kata Gus Dur yang teringat olehku,” pungkas seniman yang memilih Pmtoh sebagai jalan hidup.




Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis : Abdullah Alawi
delelele - 05/10/2012 12:24 AM
#170

Ode Buat Gus Dur
Oleh D. Zawawi Imron

I
Aku tak tahu, kata apa yang pantas kami ucapkan
untuk melepaskan, setelah engkau bulat
menjadi arwah
Setiap daun kering pasti terlepas dari tangkai
bersama takdir Tuhan
Untuk itu kami resapi Al-Ghazali
bahwa tak ada yang lebih baik
daripada yang telah ditakdirkan Allah
Karena itu kami rela
mesti tak sepenuhnya mengerti
karena yang terindah adalah rahasia

II
Bendera dinaikkan setengah tiang
Tapi angin seakan enggan menyentuhnya
apalagi mengibarkannya
Biarkan bendera itu merenung
menafakkuri kehilangan ini
yang bukan sekadar kepergian
Bendera itu diam-diam meneteskan juga
air mata, yang didahului tetesan embun di ujung daunan
Semua membisikkan doa
seperti yang kucapkan setelah kau dikuburkan
Bendera itu seperti tak punya alasan
untuk berkibar, seperti kami yang tak punya alasan
untuk meragukan cintamu
kepada buruh pencangkul yang tak punya tanah
atau kepada nelayan yang tidak kebagian ikan
Cintamu akan terus merayap
ke seluruh penjuru angin
dan tak mengenal kata selesai

III
Di antara kami ada yang mengenalmu
sebagai pemain akrobat yang piawai
sehingga kami kadang bersedih
dan yang lain tersenyum
Yang kadang terluput kulihat
adalah kelebat mutiara
yang membias sangat sebentar
Hanya gerimis dan sesekali hujan
yang menangisi momentum-momentum yang hilang
padahal kami tahu
momentum tak kan kembali
dan tidak akan pernah kembali

IV
Matahari besok akan terbit
mengembangkan senyummu
lalu dilanjutkan
oleh bibir bayi-bayi yang baru lahir
Merekalah nanti yang akan bangkit
membetulkan arah sejarah
Selamat jalan, Gus Dur!
Selamat berjumpa dengan orang-orang suci
Selamat berkumpul dengan para pahlawan
Karena engkau sendiri
memang pahlawan
delelele - 05/10/2012 12:29 AM
#171

Mengenang - Alm K.H Abdurrahman Wahid (GusDur)
sukirwan - 05/10/2012 09:04 AM
#172

yah dulu ada "bocah angon" yang disuruh memimpin negara, trus disalah-salahkan dan diruh pulang kerumahnya di ujung sungai. setelah sekian waktu ternyata dipahami "bocah angon" itu ternyata benar adanya, namun ketika "bocah angon" dicari lagi lagi untuk dipangil kembali, "bocah angon" itu sudah pergi entah kemana dan tidak ditemukan dimanapun juga.

saduran dari salah satu teks prabu siliwangi
j.u.r.a.g.a.n - 05/10/2012 10:48 AM
#173

luar biasa memang beliau ..
tidaklah heran karena maqom beliau memang luar biasa ..
ane temasup yang salah dengan beliau ..
ya allah .. anugerahkanlah tempat terbaik di sisi Mu ..
Aamiin ....
delelele - 06/10/2012 11:12 PM
#174

http://foto.detik.com/readfoto/2009/10/31/132458/1232349/157/2/gus-dur-dukung-kpk

Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendatangi Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (31/10).

Begitu tiba di KPK, lengan kanan Gus Dur, langsung disemati pita hitam tanda berduka.

Gus Dur pun mengaku bingung dengan alasan polisi menahan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Gus Dur menyatakan ikut menjamin penangguhan penahanan Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

"Saya mau tambahin jaminan juga," kata Gus Dur dalam jumpa pers di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta
delelele - 06/10/2012 11:15 PM
#175

http://nasional.kompas.com/read/2009/10/31/12132327/gus.dur.kpk.harus.berani

Mengenang - Alm K.H Abdurrahman Wahid (GusDur)

"KPK harus berani dan jujur untuk berpegang pada tugas pemberantasan korupsi. Kenapa takut? Polisi juga orang," ujar Gus Dur dalam kunjungan ke kantor KPK, Jakarta, Sabtu (31/10).

Kunjungan Gus Dur ke kantor KPK kali ini sebagai bentuk dukungan terhadap KPK. "Yang dibicarakan, ya kami berkunjung ke sini untuk menunjukkan dukungan kami kepada KPK. Ya cuma itu saja sebenarnya. Saya kemukakan kepada KPK tiga dasar, yaitu keadilan, kejujuran, keterbukaan," ujar Gus Dur.

Gus Dur berharap, perjuangan KPK dalam menegakkan hukum dan demokrasi tetap berlanjut. "Bersama-sama kita berharap agar perjuangan KPK untuk menegakkan hukum, memperjuangkan demokrasi, benar, tetap terlaksana," imbuh Gus Dur.

SALAH SATU CITA-CITA GUSDUR.....PEMBERANTASAN KORUPSI
klolodendebog - 19/10/2012 02:04 PM
#176

syi'irnya bner2 mnyntuh hati,

sekedar koreksi gan tu yg bikin + suara bkan gusdur tp gus nizam sidoarjo ya,

tp yg penting si'ir ini menyebar & bermanfaat
7kucingjalanan - 19/10/2012 10:12 PM
#177

Kalau inget Gusdur jadi terharu...berdukas
Page 9 of 9 | ‹ First  < 4 5 6 7 8 9
Home > LOEKELOE > SUPRANATURAL > Spiritual > Mengenang - Alm K.H Abdurrahman Wahid (GusDur)